Sabtu, 02 Januari 2010

BERGAUL , KUNCI PINTU REJEKI

Rejeki bertebaran di muka bumi, tapi kita tidak bisa menunggu sampai rejeki itu datang ke hadapan kita. Kita yang harus datang, mencari, menjemput rejeki itu.
Untuk menjemput rejeki dibalik pintu, kita harus memiliki “kunci” pembuka pintu. Di mana letak pintu pintu rejeki itu. Ternyata ada di orang lain ! Misalnya bos pemilik perusahaan dimana kita bekerja sebagai karyawan, misalnya mitra bisns kita yang sama sama membangun usaha untuk kita kelola  Atau para pembeli yang membeli produk / jasa kita, Atau bahkan orang yang suka dengan kepribadian kita sehingga mempercayakan bisnisnya kepada kita, siapa tahu?
Lalu bagaimana mungkin rejeki itu akan datang jika kita terus mengurung diri seharian di rumah, tidak bertemu orang baru, atau hanya membatasi terus bertemu dengan orang yang itu itu saja tapi tidak membawa perubahan positif untuk hidup kita. Manusia itu hidup berkelompok. Jika kita kenal satu member dari kelompok yang potensial, Insya Allah kita juga akan terhubung dengan banyak member di kelompok orang orang hebat tersebut, atau sebaliknya, jika kita terhubung dengan orang yang negative maka kita juga akan terbawa pengaruh negative dari kelompok negative tersebut. Pilih yang mana?
Bergaul positif artinya menghubungkan potensi kita dengan potensi orang lain, menghubungkan minat kita dengan minat orang lain, menghubungkan kepunyaan kita dengan kebutuhan orang lain, menghubungkan pemikiran kita dengan respon orang lain, bahkan hanya sekedar mencari partner bicara yang sama sama bisa saling mengisi. Tidak perduli bergaul dengan golongan mana, dari ras apa, dari suku bangsa apa, sepanjang kita yakini membawa pengaruh peningkatan kualitas hidup kita hendaknya kita jalankan. 
Bergaul tidak harus selalu harus take and give. Banyak porsi GIVE adalah lebih baik, juga termasuk di dalamnya berderma, memberi kepada yang membutuhkan. Memberi bukan hanya uang, tapi nasihat dalam segala hal yang baik baik, bantuan manajemen bagi yang ingin buka usaha, peka terhadap penderitaan orang lain, memberi pertolongan spontan pada saat sangat dibutuhkan, bahkan termasuk tersenyum tulus akan memudahkan dalam kita mencari kawan atau berkawan. Percayalah, semakin banyak kita memberi, maka pintu rejeki akan semakin terbuka karena Tuhan pasti membalas setiap hal sekecil apapun yang kita berikan dengan niat baik dan ketulusan.  Tidak diterima oleh kita, tapi kelak akan diterima oleh anak kita, istri kita ataupun keturunan kita seterusnya. Maka bergaul yang positif, memiliki kawan kawan yang peduli, berderma, adalah kunci rejeki, cara kita memperbaiki nasib.
Bergaul adalah pelengkap dari pendidikan formal yang sudah kita miliki. dan hati hati bergaul juga bisa negative, untuk itu kita dikaruniai akal pikiran dan kata hati serta keyakinan agama. Jika menurut akal pikiran dan kata hati serta keyakinan agama kita arah pergaulan ini sudah mulai memberi dampak buruk maka batasi atau tinggalkan. Hal hal yang negative jika kita kerjakan malah bisa jadi penutup pintu rejeki. Maunya dapat rejeki malah bisa hilang rejeki yang sudah ada. Kita bisa memilih mana yang harus dambil dan mana yang harus ditinggalkan dalam bergaul. Yang penting jangan kuper, terus bergaul dimana mana. Kita akan punya banyak kawan datang dan pergi, tapi akhirnya hanya kawan kawan yang baik akan terukir di hati kita selamanya. Selamat bergaul. SEMANGAT SUKSES. (Mirza A. M.)