Sabtu, 30 Juni 2018

Perilaku Konsumen Yang Berubah



Dalam dunia marketing merefer pada pembagian generasi secara sosial, ada dideskripsikan target segmen berdasarkan generasi kelahiran periode tahun berapa. Perbedaan generasi ini membedakan karakter dan perilaku yang merupakan bahan analisa penting bagi pelaku marketing untuk mengkomunikasikan dan mendeliver produk ke segmen konsumen target yang dituju. Mari kita bahas satu persatu. 

Misal generasi "Baby Boomers". Ini adalah generasi pasca perang dunia ke 2. Generasi baby boomers ini menjadi generasi awal memulai hidup normal pasca perang. Meletakan pondasi hidup berkeluarga di tahap tahap awal. Panjang periodenya sampai Baby Boomers II. Di generasi ini ditanamkan hormat dan patuh kepada senior/ orang yang berusia lebih tua. Komunikasi sangat formal dan tertata. Jika masih bisa Generasi Baby Boomers II berinteraksi dengan Generasi Z misalnya, maka semua nilai nilai dan sikap yang di tampilkan oleh Gen Z di hadapan mereka pasti akan dipersepsikan diluar batas kesopanan dan adat ketimuran. Untuk pengeluaran di zaman generasi ini mementingkan prioritas tergantung kondisi keuangan tiap tiap keluarga. Terutama untuk kebutuhan sekolah dan gizi anak yang lebih diutamakan, karena saat itu anak adalah investasi utama setiap keluarga. Periode ini adalah kesempatan pertama bisa membesarkan anak dalam situasi yang lebih kondusif. Anak jadi sangat menghormati orang tua dan orang tua cenderung bersikap keras dan protektif terhadap anak yang jadi tanggung jawabnya. Segalanya menyangkut kebutuhan keluarga diperiode ini direncanakan dari jauh hari. 

Generasi selanjutnya adalah "Gen X", adalah anak anak dari Generasi baby boomers. Gen X masih mewarisi karakter yang diajarkan oleh orang tuanya. Berwirausaha masih juga dipersepsikan sebagai hal yang sangat berisiko, lebih aman bekerja sebagai karyawan. Lebih bergengsi jika bisa bekerja pada instansi pemerintahan sebagai pegawai negeri. Pada generasi ini teknologi computer sudah mulai masuk ke rumah rumah keluarga. Tapi komputer baru sebatas alat kerja. Handphone juga sudah dimiliki beberapa kalangan walaupun lebih sebatas alat komunikasi. Pengeluaran keluarga Gen X ini melanjutkan "program kerja" yang diwariskan dari orang tuanya. Menabung asuransi, membeli tanah, mengumpulkan asset adalah cita cita rata rata Gen X. Memiliki barang barang branded dan luxurious adalah pencapaian penting yang belum tentu bisa dicapai banyak orang.

Lalu "Gen Y Milenial", yang lahir antara 1980an sampai 1997. Inilah generasi yang dikatakan sebagai puncak dari dampak kenyamanan hidup. Mayoritas lahir dari situasi keluarga yang sudah lebih mapan, apa apa sudah disediakan. Orang tuanya yang dulu sempat mengalami masa susah "membalaskan dendam" kepada anak anaknya agar tidak usah mengalami hidup susah seperti dirinya dulu. Maka kebanyakan lahirlah generasi yang secara mental untuk pekerjaan cenderung lebih lemah dan rapuh, ingin instant. Generasi yang kata orang tua sebagai susah diatur dan dipahami. Maunya barang branded tapi malas kerja. Narsis tapi mudah tersinggung. Lebih cuek tidak peduli kepada lingkungan sekitar. HP dengan fasilitas internet atau disebut Smartphone bukan barang aneh lagi dan setiap Gen Y sudah punya. Maunya juga harus HP dengan brand dan spesifikasi tertentu. Wirausaha mulai dijadikan opsi utama disamping bekerja menjadi karyawan pada perusahaan perusahaan yang dianggap bonafid dan keren sebagai gengsi strata sosial. Tentu saja tetap ada generasi milenial yang bisa mengambil manfaat positif dari karakter ini, berhasil dengan karyanya yang biasanya sangat kreatif. Dari generasi ini lahir Gojek, marketplace, dsb. Walaupun termasuk generasi hedon, tapi bagi beberapa Gen Y yang  pemikirannya sangat progresif dan maju berhasil mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Cara marketing juga sudah langsung on hand ke smartphone masing masing, melalui youtube, ig maupun facebook dan tweeter.

Masuk ke "Gen Z atau Gen Internet" lahir di periode 1995-2014. Diharapkan di Gen Z ini grafik mengambil manfaat dari kemajuan peradaban akan lebih maksimal. Sepenuhnya sudah teknologi minded. Banyak aplikasi networking social yang digunakan yang tidak pernah diakrabi oleh generasi sebelumnya. Komunikasi dan informasi sudah sangat terbuka walaupun ironisnya  justru secara sosial makin sedikit kawan yang kenal secara langsung karena makin individual. Bahkan baby umur 6 bulan sudah dikenalkan dengan ipad sebagai alat bantu mainnya. Misal usia tertua dari generasi Z ini yang 21 tahun sangat multi tasking. Terbiasa kerja dengan tablet sambil belanja online sekaligus main game diwaktu bersamaan dengan bantuan teknologi internet. Generasi ini lebih individual, lebih berpandangan global/open minded, lebih senang berwirausaha, lebih tidak formal dalam penampilan maupun cara bicara. Berpikirnya lebih progresif dengan latar belakang memanfaatkan teknologi dan internet sebagai platform cara berpikirnya. Jika bisa mendapatkan Rp.10 juta dalam sehari kenapa harus menunggu Rp.10 juta sebagai gaji sebulan? Para youtubers atau vlogers, seni kreatif dan semacamnya. Perilaku membeli mulai berubah. Travelling mencari pengalaman lebih dipilih dibanding membeli barang branded. Menjual mobil kepada generasi Z ini lebih susah dibanding menjual paket wisata atau paket adventure. Apartment yang ada di pusat kota lebih disukai dibanding tinggal di rumah besar luas yang tidak praktis.

Produk jualan dari masa ke masa tetap sama. Mobil, motor, rumah, resto/cafe, hotel, jasa travelling, barang barang fashion, lifestyle, dsb dari masa ke masa tetap diproduksi dan harus dijual. Para salesman dan marketer tetap dikenai target untuk bisa menjual produk/jasa tsb walaupun perilaku konsumen berubah. Maka setiap marketer harus bekerja keras menyesuaikan perilaku setiap segmen target sesuai golongan sosial generasinya. Bagaimana caranya agar tetap menarik perhatian target market , tertarik sesuai kebutuhannya dan merespond dengan membeli. Jika perlu produk utama harus diattach dengan hal lain yang jadi ketertarikannya. Misal menjual mobil dengan terlebih dahulu menawarkan safari travelling kepada grup komunitas Gen Z tertentu dengan kendaraan merk tsb ke destinasi wisata yang asyik. Itu hanya salah satunya saja.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar