Selasa, 02 Juni 2020

PRESENTASI DI DEPAN INVESTOR


Ada pertanyaan yang intinya adalah bagaimana cara presentasi di depan investor. Tentu tujuannya agar calon investor ini bisa tertarik dan bersedia menanamkan modalnya di usaha yang sedang kita bangun. Model bisnis yang bisa ditawarkan bisa beragam, apakah ini model bisnis franchise, kerjasama kemitraan, atau penanaman modal/saham. Diluar skema tersebut jika sifatnya sudah by business performance dan transparancy maka bisa ditawarkan secara IPO di pasar modal.

Jangan lupa, hal yang paling penting bagi investor adalah APAKAH DANA SAYA AKAN AMAN? Maka siapa ini orang yang sedang presentasi bisnis di depan saya? Apakah saya bisa percayakan uang saya di tangan dia? Maka yang harus Anda sampaikan bagaimana trackrecord Anda selama ini. Jika misalnya Anda bergerak atas nama perusahaan, misalnya menawarkan franchise sebuah brand untuk membuka outlet biasanya akan lebih bisa dipercaya karena Anda bergerak legal menggunakan nama perusahaan dan sudah ada yang membuka outlet outlet brand Anda sebelumnya. Tapi jika Anda bergerak sebagai pribadi biasanya memang akan lebih susah meyakinkan investor untuk menjadi mitra selain jika dia sudah kenal Anda, keahlian Anda ataupun reputasi bisnis Anda. Jadi saran saya untuk kerjasama usaha bersama yang pertama ini, ajak mereka yang memang sudah kenal baik Anda. Bisa itu saudara, kawan lama atau kawan sekantor, kawan alumni atau bekas pimpinan Anda di kantor. Buat contoh track record sebagai portofolio business Anda di masa depan.

Lalu kedua APAKAH DANA SAYA AKAN BISA BERKEMBANG? Maka Anda bisa menjelaskan hal ini lewat asumsi perhitungan / financial model. Mulai dari berapa lama akan dilakukan kontrak kerjasama ini. Dari mana dapat omzet. Penjualan harian bagaimana, dari item apa saja yang bisa dijual dan bagaimana target penjualan per harinya, berapa total penjualan perbulannya. Berapa omzet dan berapa nett profitnya. Lalu berapa skema bagi hasil pengembaliannya. Berapa lama modal yang ditanamkan akan bisa kembali seluruhnya dan di sisa kontrak berapa keuntungan yang bisa didapat. Dalam banyak pandangan calon investor, sebenarnya mereka tidak terlalu peduli pada produk apa yang dijual atau bisnis apa yang akan dikerjakan. Yang utama apakah uang yang mereka tanam bisa betul berputar dan menghasilkan keuntungan bisnis. Buat financial model yang wajar dan masuk akal. Jangan juga yang terlalu fantastis  boombastis dan mengawang awang sehingga tampak tidak masuk akal. Setelah mereka melihat di financial model bahwa penjelasan putaran uangnya masuk akal lalu baru mereka akan bertanya sebenarnya apa yang dijual atau jasa yang ditawarkan. Tahap ini secara akal sehat mereka akan bertanya APAKAH BISNIS INI BISA DISERAP PASAR, DIBUTUHKAN PASAR DAN BISA BERTAHAN  JANGKA PANJANG?

Mulai Anda menjelaskan kenapa kita harus menjual produk ini, bagaimana cara ditawarkannya, apa kelebihan produk kita dibanding produk dari toko lain. Apa kelebihan penawarannya, apakah di fasilitas dan pelayanan atau ada tambahan komplimen lain, bagaimana cara mempertahankan demand agar PLCnya panjang dan trend positifnya bisa dijaga. 95% barang atau produk yang akan kita presentasikan untuk dikerjasamakan pasti sudah ada juga dijual oleh orang lain. Tidak ada produk atau jasa yang benar benar baru dijual atau baru dibutuhkan di dunia ini, satu satunya hanya Anda saja yang jual tidak ada lagi sumber lain untuk mendapatkannya. Hampir tidak ada bisnis yang punya keunggulan bersaing produk seperti itu kecuali Anda menjual barang barang sangat  inovatif atau berteknologi baru. Tapi Anda bisa sampaikan metode pemasaran yang lebih unggul, innovasi produk/jasa yang lebih optimal untuk pasar yang dibidik bisa lebih spesifik, pelayanan yang lebih friendly, cara pembayaran yang lebih mudah, cara pengantaran delivery produk yang lebih aman, cepat dan praktis, komplimen yang lebih dibutuhkan, penggunaan aplikasi IT yang lebih canggih, strategi marketing yang praktis dan cerdas, plan A dan plan B untuk mengatasi segala situasi perkembangan bisnis, dll. Dibutuhkan proposal bisnis yang lebih lengkap untuk mengurai hal hal yang lebih detil. Apapun produk/ jasa Anda yang penting intinya secara masuk akal calon investor yang ingin yakin adalah apakah bisnis ini bisa diserap pasar, kuat bersaing dan bisa berbisnis jangka panjang. 

Pada akhirnya jika calon mitra investor sudah menyatakan tertarik untuk menjadi mitra, langkah selanjutnya Anda harus FLEKSIBLE & NEGOTIABLE. Karena Anda dan calon investor akan mengikatkan diri dalam PERJANJIAN KEMITRAAN USAHA BERSAMA. Disana akan dituangkan ketentuan ketentuan yang mengikat dan sebelumnya tentunya harus lebih dahulu disepakati bersama. Untuk terlaksananya poin poin pasal disepakati dalam perjanjian sampai ditanda tangani bersama itulah pentingnya fleksible sampai terjadi kesepakatan. Supaya tidak deadlock dan usaha bersama bisa segera mulai Anda harus negotiable, jangan kaku dan hanya berkeras pada keinginan diri sendiri saja. Toh ini ada partisipasi dan kontribusi dari mitra pemilik dana juga yang harua didengar pendapat dan keinginannya. Jadi Anda tidak boleh egois dan merasa paling paham sendiri. Kalau Anda mau egois ya silakan berusaha dengan 100% modal sendiri, tidak usah cari mitra.

Selanjutnya yang paling penting dalam kemitraan adalah PEMBUKTIAN PERFORMANCE. Di tahap ini Anda harus komitmen dan penuh integritas menggunakan skill dan waktu Anda untuk tujuan keberhasilan bisnis ini. Apa yang sudah Anda janjikan A to Z mengenai prospek dan potensi bisnis ini harus dengan konsisten dan komitmen Anda buktikan dalam business performance yang nyata. Bulan demi bulan dibuktikan bahwa tidak menyesal investor telah menanamkan dananya untuk berbisnis dengan Anda. Biasanya untuk awal investor hanya menanamkan sebagian kecil dananya karena masih tahap mengenal Anda dan mencoba. Tapi jika dalam 3 bulan sampai 6 bulan Anda bisa menyenangkan investor, paling tidak arah bisnisnya benar dan prospek positifnya terlihat, terasa dan trendnya menguntungkan. Bisa jadi atas keinginan dan keyakinan mitra sendiri secara sukarela mitra investor menambahkan nilai investasinya di kerjasama usaha bersama ini walaupun belum kembali modal. Kalaupun belum menghasilkan cukup keuntungan yang penting komunikasi transparancy harus selalu dijaga dan dilakukan secara terus menerus. Mitra Investor harus paham sedari awal ada masalah apa yang sedang terjadi di usaha bersama ini. Jangan sampai modal sudah habis dan sudah tidak bisa bergerak lagi baru disampaikan oleh Anda ke mitra investor bahwa usaha bersama telah gagal dan uang investor hilang begitu saja tanpa investor tahu jalan cerita usahanya selama ini. Apalagi jika data data laporan yang Anda sampaikan itu adalah kecurangan dan bukan data fakta actual tapi rekayasa atas keinginan mendapatkan keuntungan pribadi yang lebih besar diluar kesepakatan yang sudah tercantum dalam perjanjian usaha bersama. Berarti Anda tidak bisa dipercaya. 

Dalam usaha bersama Anda HARUS AMANAH. Jangan lupa, menjaga nama baik akan sangat berpengaruh pada besar kecil penghasilan Anda. Jika nama Anda baik maka penghasilan akan makin baik, sebaliknya jika nama Anda dan reputasi Anda buruk maka penghasilan Anda akan semakin susah dari hari ke hari. Penghasilan Anda dari karma yang Anda sendiri yang buat. Rejeki adalah berapa jumlah yang bisa jadi berkah dari penghasilan yang bisa Anda usahakan. Penghasilan yang bisa membawa manfaat bagi Anda. Jika Anda amanah, tidak curang, jujur, maka akan semakin besar rejeki Anda dan akan semakin dimudahkan usaha Anda. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)