Saturday, December 7, 2013

BRANDINGKAN DIRI ANDA

Setiap kita butuh branding, bukan hanya untuk produk tapi justru sangat penting untuk diri sendiri. Sebab apapun profesi Anda tapi prioritas produk terpenting adalah diri sendiri. Justru sebelum orang melihat apa yang kita jual, mendatangi usaha kita, memperkerjakan kita atau bahkan akan melakukan perjanjian bisnis dengan kita, maka referensi orang seperti apa Anda sangatlah penting. Bagaimana orang dan lingkungan mempersepsikan diri Anda dari karakter, kredibilitas dan reputasi Anda. Setiap orang ada nilainya sendiri sendiri secara unik dan justru reputasi itu seringkali tidak perlu Anda yang sampaikan sendiri karena informasi mengenai Anda ternyata sudah tersebar di luaran dan sampai kepada orang yang akan terkoneksi dengan Anda. Apalagi sekarang eranya sosial media, informasi lintas fitur gadget yang memungkinan informasi penting baik itu hal baik ataupun hal buruk bisa cepat digali dan didapatkan.

Dalam jangka waktu tahunan membangun branding diri ini cerdas IQ saja tidak cukup, tapi juga harus EQ cerdas emosional, cerdas spriritual SQ dan punya daya tahan tinggi berjuang  juga respon positif terhadap situasi. Tidak mudah untuk mem"branding"kan diri Anda, butuh waktu bertahun dan upaya keras menampilkan semua yang terbaik yang Anda punya dan bermanfaat. Manfaat apa yang bisa Anda berikan jika harus bekerjasama dengan pihak lain, manfaat apa yang akan diterima pihak lain jika dia mempekerjakan Anda, manfaat apa yang bisa Anda sharing jika mereka menimba ilmu dari Anda, dan banyak hal lain menyangkut manfaat. Ingat hanya manfaat yang dibutuhkan orang lain, bukan kesusahan, ketidak berdayaan, cari muka, omong kosong dan lain lain hal negatif. Jika Anda tidak punya manfaat maka branding Anda tidak bernilai.

Tapi bagi beberapa yang sudah menemukan cara yang tepat bisa dalam 2-5 tahun membuat branding diri sesuai yang diinginkannya, lebih cepat lagi. Bisa juga seseorang berubah dari "bejat" menjadi "hebat" atau dari "zero" menjadi "hero" , semua bisa dilakukan dengan branding yang kuat. Tidak ada kata terlambat jika kita berusaha keras.  Paling tidak orang akan melihat proses usaha keras Anda di hal hal baik untuk merubah pandangan orang terhadap sisi buruk Anda. Apakah akhirnya Anda ingin dikenal sebagai motivator, komedian, politikus, pengusaha, seniman, dll. Banyak profesi positif tapi hanya beberapa orang saja yang akhirnya dikenal orang secara spesifik. Sebagai dasarnya tergantung juga bagaimana karakter yang Anda bangun seperti penyayang, problem solver, dll citra positif atau pemarah, trouble maker, dll citra negatif. 

Usahakan Anda dikenal mulai dari hal hal baik dari diri Anda, lalu Anda profesional pada skill spesifik Anda kemudian orang akan mulai membutuhkan skill Anda, makin lama makin dikenal reputasi di kalangan yang lebih luas dan selalu jaga kredibilitas. Makin luas reputasi anda dikenal dan Anda bisa jaga kredibilitas untuk jangka waktu yang lama dan sudah proven track record maka brand Anda makin liquid,  dipercaya, makin dibutuhkan, maka kesuksesan akan datang sendiri pada Anda. Sukses Anda akan sangat dipengaruhi bagaimana Anda membangun branding diri. Sebagaimana produk juga butuh brand awareness

Sebaliknya jika Anda dikenal karena reputasi negatif, minim skill profesional, susah dipercaya atau bahkan kriminal,maka hati2lah. Citra diri Anda hanya Anda sendiri yang buat dan usahakan, lalu dilihat , dirasakan, dinilai dan direspon oleh orang lain dan lingkungan. Jadi Anda tidak bisa salahkan orang lain atas apa yang terjadi pada hidup dan masa depan Anda. Brand Anda adalah visualisasi diri dan kualitas Anda . Dari keahlian khusus Anda. Misalnya perusahaan yang butuh training pasti kemungkinan besar akan hubungi Anda karena brand Anda dikenal sebagai trainer handal. Atau perusahaan asing masuk Indonesia kemungkinan besar akan menghubungi Anda sebagai kandidat CEO karena brand Anda dikenal sebagai pencetak sukses banyak perusahaan lokal besar. Agency yang akan membuat program komedi tayang di televisi akan menghubungi Anda karena brand Anda spesifik sebagai komedian paling terkenal di Indonesia. Hotel hotel besar berebut merekrut Anda dengan tawaran bayaran mahal karena Anda adalah chef yang paling banyak disukai masakannya berdasarkan hasil voting  dan banyak lagi contoh. 

Bagaimana Anda akhirnya dikenal dari sisi profesionalisme, karakter, kecerdasan emosional, spiritual  dan intelektual, kepedulian. Yang terpenting, jika brand Anda sudah dapat kepercayaan maka jaga amanah. Brand yang sudah Anda bangun susah payah, belasan puluhan tahun, bisa hancur dalam sehari jika Anda salah mengambil langkah. Sekali brand Anda hancur, susah untuk membangkitkannya lagi. Lebih mudah membangun brand dari awal ataupun merubah brand dari jelek ke bagus dibanding memperbaiki brand bagus yang akhirnya sudah tidak dipercaya lagi.  

Kalau sampai sekarang Anda merasa belum sukses, maka tanyakan pada diri sendiri bagaimana branding Anda? Anda akan jadi seperti bagaimana Anda berniat, berpikir, bertindak, dan mempersiapkan branding Anda. Mau jadi apa anda? Maka bangunlah branding diri Anda, lalu sebarkan informasi mengenai Anda seluas mungkin, bangun relasi dan jaringan agar banyak yang butuh Anda. Sukses akan datang. Selamat Tahun Baru dan buat resolusi branding diri Anda jadi lebih bernilai tahun depan.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Saturday, November 2, 2013

MAKSIMALKAN KINERJA OTAK ANDA

Mau jadi pengusaha tapi tidak punya modal uang? Tapi Anda  punya otak bukan yang dianugrahi Tuhan kepada setiap  manusia. Seringkali kita belum meng-explore kemampuan berpikir otak kita, maka coba sekarang gunakan semaksimal  mungkin.  Bekerjalah dengan peduli pada sekitar, mengamati setiap  celah masalah dan kumpulan ide untuk solusi lalu visualisasikan. Konsep dan ide yang bisa Anda jual adalah  cara menjadi pengusaha paling murah modal dan kadang membawa hasil luar biasa untuk dapat dikembangkan menjadi bisnis Yang dibutuhkan adalah konsep berpikir lateral dgn berbagai  kemungkinan kebutuhan, visualisasikan dan gunakan  kreatifitas untuk menambahkan value dan sinergikan. Ingat, dibalik setiap kelebihan sesuatu kebutuhan atau produk pasti  ada kekurangannya, maka tutupi kekurangan hal tsb dengan  kelebihan dari produk lain dan jadikan sinergi dari dua  kebutuhan atau produk tsb menjadi satu kebutuhan baru. Ini adalah masalah supply demand dan bagaimana menjembataninya.

Ide adalah hal yang tidak pernah habis bagi mereka yang  selalu berpikir secara visualisasi. Memang produknya mungkin  belum ada, tapi sudah bisa Anda  membayangkannya akan seperti apa dan itu bisa dipaparkan dalam satu proposal  business opportunity Ide atau konsep juga tidak ada harga pasarannya, jika ide  dan konsep Anda dirasakan banyak orang sangat berharga,  begitu diibutuhkan dan orisinil, maka ide Anda bisa berharga sangat mahal dan pasti akan menarik banyak minat dari calon  mitra investor.

Dengan ide segar yang didapat dari berbagai  informasi, hasil pengamatan diolah dengan kreatifitas dan  insting bisnis, membuat kesempatan dan membuka peluang usaha  sangat mungkin jika konsepnya ketemu yang pas dan  memungkinkan dijalankan. Konsep bisnis inilah yang nanti  bisa ditawarkan dengan mempresentasikan kepada target mitra  atau investor yang mungkin akan tertarik dari sisi bisnis. Bagaimanapun banyak investor yang bisa melihat peluang  bisnis dari sebuah ide dan konsep bisnis. Yang penting  mereka bisa merasakan "feeling uang" di dalamnya. Karena itu  gunakan otak kanan dan kreatiflah. Explore seluas mungkin  ide-mu. Ide dan kreatifitas jangan dibatasi segila apapun  ide Anda. Kalau produk atau jasa yang Anda pikirkan itu  memang belum ada, mungkin karena memang hal itu belum pernah  dipikirkan orang sebelumnya, bukannya sesuatu yang tidak mungkin ada atau tidak ada permintaan kebutuhan. Ide Anda  bisa berharga mahal dan siapa tahu merubah masa depan Anda.  Sudah banyak konseptor konseptor bisnis yang membuktikannya  dan sekarang jadi pengusaha tanpa modal. Formulanya:  ide+nilai tambah+konsep bisnis+action=peluang bisnis. Maka  tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa jadi pengusaha  mandiri.

 SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Saturday, October 5, 2013

BERSIAPLAH AMBIL KESEMPATAN

Opportunity atau kesempatan banyak mendatangi setiap orang  dan sebagian dari kita. Tapi kebanyakan dari kita tidak  menyadarinya. Seperti halnya kesempatan menghasilkan uang sebetulnya ada dimana mana, itu berlaku bagi yang jeli melihat kesempatan untuk dijadikan peluang. Tapi kalau yang tidak jeli ya semua berlalu seperti biasa saja  Untuk mengasah kepekaan melihat kesempatan, maka seseorang  harus terbiasa hidup dan terjun langsung dalam lingkungan  dimana peluang terus dicari.  Dalam setiap lingkungan  kehidupan memiliki kesempatan dan peluangnya sendiri  sendiri. Tinggal pilih anda punya passion dan minat dimana.  Lingkungan pebisnis, lingkungan pedagang, bahkan kalau ini  peluang politik maka harus terbiasa di lingkungan partai  atau organisasi politik. Dalam hal peluang mendapatkan uang  yaitu kesempatan bisnis, maka kita harus jeli menghubung  hubungkan potensi tiap kesempatan yang mungkin bisa digali. Potensi memang saat itu belum jelas terlihat, justru harus  dieksplore dan digali dengan cara dan strategi yang tepat  agar menjadi peluang. Setiap kebutuhan pasti bisa dipenuhi oleh potensi lain. Visualisasikan cross demand supply dari banyak potensi, nanti akan ketemu peluang bisnisnya.  Bagi pebisnis yang gigih dan efektif, maka peluang  kesempatan menjadi peluang bisa lebih dari 50%. Bagi yg  berpengalaman bahkan bisa 75%.

Sebelum semua itu yang terpenting pebisnis tsb sudah bersiap  dengan pengalaman atau wawasan mengenai cara memanfaatkan kesempatan tsb. Itulah yang dinamakan Persiapan. Diantarany  sudah mempelajari secara teori lingkup tugas tugas utama  agar bisnis bisa berjalan baik. Sudah ikuti seminar seminar bisnis terkait, atau belajar dari rekan rekan pengusaha  sejenis yg sudah lebih dulu berkecimpung. Lebih baik lagi  jika sebelumnya sudah bergaul atau bahkan bekerja pada  perusahaan sejenis. Hanya saja sekarang beda status, kalau  sebelumnya karyawan atau manajemen maka sekarang akan jadi  pemilik usaha mandiri. Tapi bukan berarti harus belajar  terus sampai betul betul matang. Usaha mandiri bukan teori  tapi masalah aplikasi. Yang penting mulailah dahulu, nanti  selanjutnya belajar bisa sambil berjalan. Jadikan cita cita  Anda jadi kenyataan.Kesempatan+Persiapan = Peluang. Peluang+Action = Prospek.  Maka bersiaplah dan jadikan peluang agar kesempatan jadi  prospek. Prospek=Uang.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)


Saturday, September 7, 2013

ORGANISASI YANG BERTUMBUH DAN BERBUAH MANIS

Organisasi yang Bertumbuh dan Berbuah Manis Organisasi dalam sebuah bisnis seperti sebuah pohon, ada akar, batang, dahan, ranting, daun, bunga dan akhirnya buah. Semua bertumbuh bersama dgn seluruh dinamikanya. Semua bagian pohon dari mulai akar sampai bunga jelas ada guna dan tugasnya masing masing dan hasil akhirnya adalah buah. Buah yang bisa kita nikmati dan menjadi nilai ekonomis utama dari pohon tersebut. Dalam pertumbuhannya ada saatnya daun daun kering dan gugur, kadang ranting juga harus kering dan patah, bahkan kadang ada rangkaian bunga bunga yang tidak bisa jadi buah. Itu adalah hal alami semua proses berjalan sesuai kebutuhan misalnya daun daun gugur saat musim panas terik untuk mencegah air menguap terlalu banyak, supaya pohon tidak kurang air dan jadi mati.

Bukan berarti daun yang rontok, ranting yang patah itu tidak berguna. Justru selama adanya mereka telah juga berjasa dan jadi bagian dalam tugas membesarkan pohon. Dalam perusahaan kadang mindset dan karakter karyawannya harus sesuai dengan tuntutan jaman. Pada saat trend berganti kadang senior yang kaku harus digantikan dengan junior yang lebih berwawasan terbuka mengikuti demand pasar. Tapi bukan berarti yang senior tidak berguna karena bagaimanapun mereka sudah membangun perusahaan, mempersiapkannya dan sekarang saatnya menyerahkan tongkat estafet jalannya perusahaan kepada yang lebih muda dan sesuai.

Kembali ke daun daun yang gugur, tapi sebanyak apapun daun dan ranting yang rontok, pohon masih tetap hidup selama akarnya masih tertanam di tanah dan batang utamanya tidak patah. Akar ini adalah brand, merk suatu usaha, batang adalah organisasi, integrasi yang jadi pondasi sebuah perusahaan atau bisnis. Harus kokoh. Seperti kita tahu bahwa nilai sebuah brand atau merk yang liquid jauh lebih mahal dari nilai asset produksi produk merk itu sendiri. Karena itu banyak pengusaha berani membeli hanya merknya saja tidak termasuk asset alat produksinya. Itu menggambarkan betapa bernilainya merk yang sudah melalui tahap brand awareness dan mencapai tahap liquid. Karena brand inilah yang akan jadi buah yang memiliki nilai ekonomis. 

Dahan, ranting, daun yang silih berganti dengan yang baru adalah stake holder di dalamnya, yang ikut membesarkan dan bersama bertumbuh. Karyawan, merekalah yang memberi jiwa karakter kepada perusahaan ke arah bagamana pohon ini akan tumbuh. Apakah akan tumbuh subur atau kurus kering. Karyawan yang terjalin dalam teamwork yang solid dan efektif adalah asset penting perusahaan. Semua bisnis mendambakan punya the winning teamwork. Dalam organisasi selalu ada saatnya pergantian sesuai kebutuhan perusahaan. Tujuannya agar perusahaan tetap sehat, kondusif dan produktif . Bahkan jika perlu sampai owner atau direksi juga bisa berganti demi menjaga organisasi dan brand tetap eksis, seperti club sepakbola. Banyak club sepakbola terkenal dunia sampai berganti pemilik atau pelatih lebih sering dibanding berganti pemainnya. Asalkan club tsb tidak hilang dari kompetisi dan bisnis hiburan sepakbola dunia yang bernilai multi miliar dollar.

Dalam suasana persaingan bisnis yang tinggi, frekuensi pergantian manager dan direksi akan lebih mungkin sering terjadi demi tujuan kompetitif. Karena justru di pundak para eksekutif inilah pemilik menitipkan nyawa perusahaan dan prospek bisnisnya. Jika perusahaan kompetitif, bisa dapat omzet lebih besar, cukup membiayai pos pos cost dan punya margin profit yang cukup, maka perusahaan akan langgeng dan terus berprospek. Jadi hal pergantian pejabat, posisi, karyawan bahkan pemilik usaha itu adalah hal yang sangat umum dan wajar dalam bisnis. Jangan jadi masalah besar. Pimpinan HRD harus menjelaskan maksud pergantian karyawan di berbagai posisi untuk maksud apa. Jangan karena 1 orang harus dimutasi atau dikeluarkan lalu satu teamwork down dan jadi isu negatif, setelah ini siapa lagi yang akan didepak. Pasti ada sebab dan pertimbangan. Dan bagi yang kebetulan terkena giliran dimutasi ataudikeluarkan juga jangan berespon negatif. Setelah ini justru akan dapat peluang lebih baik lebih sesuai kapasitas. Jangan lupa banyak mereka yang sudah terpaksa keluar dari perusahaan yang sudah tahunan dia bertugas di dalamnya, justru beberapa tahun kemudian ketika bertemu lagi sudah dalam situasi yang justru jauh lebih baik dibanding saat dia masih di perusahaan lamanya. Orang seringkali dalam keadaan terjepit menjadi kreatif , lebih innovatif dan hidupnya justru pesat berkembang maju dan lebih sukses. Secara tidak langsung perusahaan lamanya membukakan pintu sukses kepada orang tsb . Pada dasarnya kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Bukan kenapa saya diberhentikan tapi bagaimana supaya besok saya bisa lebih bertahan atau bahkanbagaimana supaya saya tidak akan pernah bisa dikeluarkan pimpinan lagi karena sekarang sayalah pemilik perusahaan.

Organisasi adalah juga makhluk hidup, yang perlu jiwa dari karakter teamworknya, perlu gizi dari skill member teamworknya, perlu terus tumbuh. Karena itu harmonisasikan hubungan antar stakeholder. Hubungan profesional yang harmonis akan relevan dengan kesuksesan organisasi mencapai tujuan. Jika pohon yang produktif dan ekonomis dinilai dari buah manis yang bisa dihasilkannya, maka perusahaan atau bisnis yang sehat dinilai dari awareness brand dan permintaan produknya yang tinggi dan berkelanjutan. Maka bertumbuhlah dengan subur walau harus merotasi, memutasi atau mengganti karyawan Anda jika itu dirasakan perlu untuk menjaga kesehatan pohon organisasi perusahaan Anda.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Saturday, August 3, 2013

DEWASALAH SEIRING BERTAMBAHNYA UMUR

 Selamat ulang tahun! Siapa yang tidak bahagia dan senang.

dengan event ulang tahunnya. Tapi sadarkah Anda bahwa justru setiap tahun kualitas kedewasaan umur Anda bisa diperiksa lagi? Anda pernah dengar orang bicara " ini orang sudah tua tapi kelakuan seperti anak kecil!" Atau " ooh saya pikir tadinya Anda sudah berumur, ternyata Anda masih muda, wah hebat Anda bisa melakukan hal besar seperti ini". Umur bisa tambah tua, tapi menjadi dewasa adalah pilihan dan sayangnya tidak semua orang bisa bertumbuh kualitas dirinya seiring umur dan bersikap dewasa

Dewasa dalam bersikap dilahirkan dari cara pikir yang dewasa, cara pandang, wawasan, pengaruh lingkungan, cara mengambil pilihan dan keputusan. Dewasa dalam mengelolaemosi dan hati Anda. Tidak membuang buang energi untuk hal hal yang kurang berguna dan tidak perlu. Pilihlah prioritas kegiatan hanya untuk yang berguna bermanfaat

Dewasa dalam mengelola waktu. Tidak membuang buang waktu untuk sesuatu yang tidak ada tujuan. Pilih kegiatan yang lebih prioritas dan fokus pada tujuan manfaat. Jangan salah artikan "fokus", misalnya jika Anda sedang merintis membangun usaha lalu gagal, lantas ingin mencoba lagi lalu pikiran dalam hati Anda anggap ini buang buang waktu. Justru itu artinya Anda sedang mencoba fokus untuk masa depan Anda, bukan buang buang waktu.

Kedewasaan juga berarti pintar mengelola peluang, melihat jauh ke depan, mempersiapkan diri sebelum kesempatan datang. Kedewasaan tidak bisa terjadi dalam waktu seminggu atau sebulan. Kedewasaan ditempa dari proses perjalanan hidup dan pengalaman. Bagaimana menempatkan logika diatas resiko, berespon positif atas cobaan yg negatif, ikhlas dan memaafkan atas caci maki orang, tidak selalu menyalahkan sekitar atau orang lain atas situasi yang harus Anda terima, tapi juga tidak merendahkan diri sendiri, menganggap diri tidak mampu tapi terus saja tidak mau belajar dan merubah diri.

Dewasa juga mengenai bagaimana menentukan prioritas atas pilihan yang ada, bagaimana menempatkan kepentingan orang banyak dibanding jadi egois. Bagaimana bisa menghargai kehadiran dan eksistensi orang lain, keluarga, suami istri disekitar Anda yang membantu Anda menjalani proses hidup.

Bagaimana bisa merendahkan hati agar tidak sombong atau merasa selalu paling benar. Bisa memberi nasihat tapi juga ikhlas dinasihati. Bagaimana bisa merasa bahwa kita semua adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan. Mau minta maaf dan ikhlas memaafkan. Bagaimana punya keinginan kuat untuk selalu meningkatkan daya pikir, wawasan, pengembangan diri, perbaiki lagi ibadahnya dibanding melulu urusan materialistis dan dunia belaka.

Bagaimana bisa bersyukur atas segala cobaan yg diterimanya selama ini. Tidak terus mengeluh. Percaya bahwa ada Tuhan yang mengatur segala keputusan. Bagaimanapun tugas manusia adalah berusaha sebaik baiknya seolah olah akan hidup selamanya di dunia. Jatuh bangun perjalanan hidup Anda dan bagaimana Anda memberikan reaksi dan respon yang tepat dan benar adalah bentuk dari kedewasaan diri Anda. Karena itu kadang kedewasaan tidak selalu seiring dengan bertambahnya umur. Ada yang sudah tua tapi tingkah laku dan pikirnya emosional, malah ada yang lebih muda tapi tampak lebih wibawa dan dewasa. Namun dewasa bukan juga harus selalu tampak serius, bermuka masam, berkening mengkerut. Mereka yang dewasa justru akan cenderung bersikap menyenangkan sekelilingnya, membagi bahagia dan peduli.

Dewasa bukan ditunjukan dengan melakukan hal hal yang biasa dilakukan orang dewasa. Merokok, bergaul di hiburan malam, minuman keras atau melakukan sex secara tidak seharusnya agar bisa disebut sudah jadi orang dewasa.

Kedewasaan akan jadi dasar yang kuat bagi seseorang berproses jadi sukses. Maka setidaknya cobalah jadi dewasa sesuai umur Anda, supaya tidak memalukan diri sendiri. Dewasa jika dalam setiap aspek kehidupan kita berprogress lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Jadilah manusia yang bernilai lebih setiap tambah umur. Menjalani puasa Ramadhan ini, bentuk kedewasaan adalah taat beribadah sunat dan wajib Ramadhan dan berkomitmen lebih baik dari Ramadhan tahun lalu. Kedewasaan hasil dari puasa adalah apakah setelah Anda berpuasa kesabaran dan tingkah laku Anda akan bisa berubah lebih baik lagi? Andalah yang mengusahakannya sendiri. Mohon maaf lahir bathin, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Semoga dilancarkan sampai akhir Ramadhan nanti.


 SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Saturday, July 6, 2013

PENTINGNYA MENGELOLA PRESEPSI PASAR

Fakta dalam bisnis bahwa kadang kita merasa sudah melakukan yang terbaik, mulai dari merencanakan, membuat strategi, mengaplikasikannya di outlet atau pada produk, menjualnya sampai menangani after sales service, tapi hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan. Berarti apa yang kita sampaikan dan kita sediakan ternyata tidak sesuai dengan harapan pasar. Jika kenyataan yang kita sediakan tidak sesuai dengan harapan, maka tentu saja ada kekecewaan target pasar.

Kita para pelaku bisnis mengeluarkan banyak usaha untuk "mengira ngira", membayangkan, apa kira kira yang diharapkan calon pelanggan kita pada saat produk atau jasa ini dilaunching ke pasar. 

Pertanyaannya banyak: apa kriteria dan spesifikasinya sudah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, apa sudah bisa menggantikan produk pendahulu yang selama ini dikenal kuat di pasar, apa harga cocok bisa diterima pasar, apa nanti produk/jasa ini mudah didapat diberbagai kota/ daerah, apa nanti produk/jasa ini bisa berumur panjang dan tetap trend, apa secara bisnis produk ini bisa membawa profit yang menguntungkan, dan banyak sekali pertanyaan terkait bisnis. 

Banyak resiko? Santai sajalah, justru itu memang jadi entepreneur atau pengusaha tidak bisa diterima oleh mereka yang tidak berani menanggung resiko. Jadi jika Anda memutuskan jadi pengusaha harusnya Anda sudah siap secara mental dan waktu untuk jadi pengusaha sukses dengan persiapan yang pasti tidak mudah. 
Tapi paling tidak dari sekian banyak pertanyaan pertanyaan tsb Anda bisa menentukan prioritas persepsi mana yang akan penuhi lebih dulu dengan skala 7 atau 8 dalam skala 1-10.  Artinya jika Anda penuhi dengan baik kebutuhan poin tsb, dari 10 pelanggan, Anda hanya akan dikomplain 2-3 pelanggan saja. Itu cukup baik. Anda tidak bisa sama sekali menghilangkan komplain pelanggan, apalagi di awal awal memulai usaha.

Lalu setelah itu tentukan prioritas ke-2, yang Anda akan usahakan kepuasannya dalam skala 6-7. Jadi mungkin ada 3-4 pelanggan dari 10 pelanggan yang akan komplain. Lanjutkan ke beberapa poin lagi, dan bahkan mungkin Anda tidak akan bisa betul betul aman di semua poin pertanyaan persepsi Anda. Karena itu Anda perlu tetapkan segmentasi dan positioning bisnis Anda, agar Anda bisa membayangkan persepsi yang hampir tepat sesuai target spesifik pasar Anda. Dengan segmentasi, diferensiasi dan positioning maka Anda tidak melebar kemana mana mengelola persepsi target pasar Anda.

Disamping itu persepsi kebutuhan pasar memang tidak bisa disimpulkan secara 100% akurat dan jika disediakan akan 100% diterima secara puas oleh pasar. Maka pilihan yang akan lebih menantang bagi Anda sebagai pebisnis adalah mengedukasi target pasar Anda, menciptakan persepsi trend kebutuhan baru. Kebutuhan yang tadinya belum terlalu dilihat dan dirasakan sebagai urgensi, bisa kita edukasi sebagai potensi market baru. Seperti karaoke keluarga sebelum tahun 2005 masih dianggap bukan potensi bisnis yang bagus, tapi dengan edukasi market dan penyesuaian spesifikasi produk yang tepat, sampai sekarang ternyata keluarga masa kini berbondong bondong datang mencari hiburan di outlet karaoke keluarga dan dari segi prospek bisnis pun sangat menarik dan menjanjikan profitnya. 

Tidak mungkin Anda memberikan pemenuhan dalam skala penuh untuk semua persepsi pasar. Yang Anda butuhkan bagaimana Anda mengelola persepsi ini. Menentukan skala prioritas pemenuhannya dan menjalani improvementnya secara bertahap sampai setiap poin persepsi kepuasan maksimal pelanggan Anda bisa naikan skalanya satu persatu. Bisnis harus tetap berjalan, tidak bisa menunggu Anda mampu 100% memenuhi semua persepsi pasar. Anda tidak akan pernah mulai berbisnis. Maka bersabar dan berkomitmenlah dalam berbisnis.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)


Saturday, June 8, 2013

KERJA BUKAN RUTINITAS, TAPI PEMBUKTIAN NILAI DIRI

Ada istilah populer di kalangan karyawan yaitu 9 (nine) to 5 (five). Kerja dari pukul sembilan pagi sampai pukul lima sore. Minimal 8 jam kita habiskan waktu kita untuk aktifitas yang sering kita namakan sebagai "kerja". Tapi apakah kerja Anda menghasilkan? Atau cuma sekedar menghabiskan waktu saja? Ada Key Performance Indicator (KPI) sebagai parameter sukses prestasi kerja seorang karyawan. Misalnya kalau Anda adalah pejabat manager outlet maka KPI Anda adalah omzet. Target omzet sebulan yang jadi KPI manager outlet misalnya adalah Rp.150 juta. Maka Direktur atau owner outlet Anda sudah memberi nilai cukup memuaskan jika Anda bisa usahakan teamwork Anda mencapai omzet Rp. 150 juta. Bahkan jika Anda ternyata bisa capai omzet Rp. 300 juta dalam sebulan, maka prestasi Anda sudah masuk katagori luar biasa dan siap siap Anda jadi karyawan kandidat utama untuk dipromosikan. Tentunya dengan janji kenaikan gaji dan benefit lain lain mengikuti, juga pimpinan akan sangat keberatan jika Anda minta keluar dari perusahaan. Anda akan dinilai sebagai asset penting perusahaan dan Direksi serta owner akan menjaga Anda selama mungkin berkontribusi bagi perusahaan. Selama Anda bisa menjaga kinerja Anda bahkan bisa terus meningkatkan performa prestasi pencapaian target, maka dengan sendirinya uang akan mengalir sendiri dari perusahaan kepada Anda. Ingat pengusaha selalu menggunakan azas bisnis bahkan kepada karyawannya. Mereka yang bisa memberikan keuntungan besar maka pantas diganjar benefit besar dan dijaga selama mungkin agar produktif dan kalau perlu bisa menurunkan ilmu dan skillnya kepada kandidat kandidat dibawahnya.

Hal itu tidak akan terjadi pada semua karyawan. Hanya terjadi pada karyawan yang paham akan makna kerja, menjiwai prosesnya, dan menjalankan aturan mainnya. Bahwa pekerja harus adil, bila ingin menerima gaji, maka harus memberi kontribusi. Nyatanya banyak dari karyawan menjalani kerja hanya sebagai rutinitas. Yang penting tidak pernah absen seminggu 5 hari kerja, masuk jam 9 dan pulang teng jam 6 sore, cukup. Mengenai apakah kerjanya memberi dampak positif apa tidak kepada perusahaan yang menggajinya, atau membawa kemajuan bagi perusahaan apa tidak, menyumbangkan ide atau solusi pada masalah yang sedang dialami perusahaan apa tidak, itu bukan urusan kita. Yang penting nanti akhir bulan lihat di rekening ada tambahan saldo karena gaji bulanan sudah masuk. Kalau sudah cukup lama kerja lalu merasa berhak menuntut fasilitas benefit ini itu seperti bonus, asuransi, bahkan kendaraan karena menganggap itu sudah wajar hak sebagai karyawan yang sudah lama. 

Ingat, sewajarnya benefit bukan dihitung dari lama tidaknya kerja. Tapi dari ada manfaatnya apa tidak kehadiran Anda di perusahaan tempat Anda bekerja. Di Indonesia budaya maklum dan pekewuh senioritas masih sangat kental dan itu menguntungkan pekerja, khususnya pekerja yang sudah lama bekerja dalam satu perusahaan. Di luar negeri, Anda yang tidak bisa memberikan kontribusi baik kepada perusahaan bisa dipecat kapan saja tanpa pesangon bahkan jika Anda karyawan lama. Tapi walaupun jika Anda karyawan baru dan dalam beberapa bulan bisa menunjukan kinerja yang memuaskan bisa langsung mendapat posisi dan benefit yang lebih baik dari karyawan senior. Naik gaji 3x dalam setahun dan naik jabatan 2 tingkat bukan hal yang mustahil. Jadi karyawan juga bisa kaya asal Anda berpikir dengan mindset seperti pengusaha. Itulah hakikatnya "adil" bahwa benefit diberikan sesuai kontribusi. Dan untuk bisa berkontribusi pada perusahaan tempat Anda bekerja maka Anda harus punya skill softskills dan hardskills yang memadai, mental berjuang yang tangguh, rasa memiliki pada tujuan perusahaan dan berkarakter pribadi positif. Jika Anda memaknai pekerjaan secara positif, maka Anda akan bernilai lebih dibanding orang lain. Mulianya buat kita yang beragama, kerja adalah ibadah, karena sebagian besar waktu hidup kita digunakan untuk bekerja demi menafkahi keluarga dan orang orang tercinta yang jadi kewajiban tanggung jawab Anda. Maka bekerjalah dengan penuh rasa cinta, dan bukan karena terpaksa atau seadanya. 

Jangan sia siakan pekerjaan yang Anda miliki hari ini, bersyukurlah dan jalani sebaik baiknya  karena itu berarti Anda sedang diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa Anda adalah "the next TOP: Target Offering Person" yaitu orang orang yang pantas dan dituju untuk mendapat penawaran lebih. Berarti Anda orang yang memiliki nilai lebih yang juga harus diberi wewenang lebih juga pantas menerima lebih. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)