Senin, 11 Oktober 2021

American KungFu vs Chinese Cowboy

Seperti terbalik ya skill dan pelaku di judul atas. Umumnya kita tahu keahlian beladiri KungFu dari China dan keahlian tembak cepat tepat ala Koboi dari Amerika. Tapi dalam sebuah film semua bisa terjadi. Bayangkan jika dalam sebuah scene 2 jagoan ini terpaksa harus duel, siapa yang menang? Koboi China yang ahli menembak tepat cepat berhadapan dengan Master KungFu bule Amerika yang bisa membaca arah peluru dan menghindar lalu memberikan pukulan dan tendangan seribu ke arah lawannya. 

Saya lebih suka alur ceritanya begini. Karena keduanya sudah sangat ahli dibidangnya, walaupun masing masing sudah babak belur tapi belum ada satupun diantara mereka yang menyerah. Masing masing hanya sementara menghindar dan mencari selamat dulu untuk mengobati luka lukanya untuk niat bertempur lagi di kesempatan yang akan datang. 

Tapi dalam pertempuran panjang dan melelahkan tadi, sebagai petarung profesional rupanya masing masing petarung juga belajar dan “menyerap ilmu” dari lawannya. Diam diam si Cowboy China menyerap ilmu kungfu fan si American Master KungFu menyerap cara menembak cepat tepat. Sebagai seorang Master yang sudah belajar puluhan tahun sepanjang hidupnya bertemu dari lawan ke lawan, rupanya urusan menyerap ilmu lawan bukan hal yang terlalu sulit. Oleh karena itu sebagai Master selalu berkeliling mencari lawan lawan lebih tangguh setiap kali untuk dikalahkan karena juga dapat meningkatkan daya tempurnya. Setiap selesai bertempur, maka skillnya makin meningkat. Naah di pertempuran kali ini justru skill menembak cepat tepat jadi hal menarik bagi si American KungFu.

Begitupun sebaliknya, skill gerakan kung fu yang cepat, keras, akurat dan mematikan sangat membuat si jago tembak China Koboi kesengsem untuk dimiliki. Jadilah masing masing belajar keahlian tambahan tsb dengan harapan di pertempuran kedua urusan yang belum beres ini bisa diselesaikan dengan kemenangan bagi dirinya. Tentu saja kadar dan semangat berlatih ini juga sudah kadar selevel master, bukan semangat semangat ala junior baru belajar dunia. Semua dedikasi dan pengorbanan diupayakan di level tertinggi, namanya juga sudah Master. Hasil dari perubahan tsb bisa kalian bayangkan bisa menjadikan masing masing si China Cowboy dan American KungFu Master masing masing jadi monster yang menakutkan dan tanpa tanding. Sekarang si American KungFu Master melengkapi dirinya dengan tongkat dan keahlian tertingginya, sedangkan China Cowboy dipastikan menambah kelengkapannya dengan pistol revolver di pinggang. 

Masa berjalan dan akhirnya mereka bertemu tidak sengaja di suatu pasar ramai  di satu kota gurun. Mau tidak mau title jawara tarung dunia harus dinobatkan dan perangpun terjadi. Apalagi saat ini banyak saksi mata yang tidak sengaja menonton. Bukan hanya medan perang sekeliling yang hancur porak poranda..kios kios rubuh, barang dagangan berterbangan kemana mana dan orang orang berlarian menjerit jerit ngeri dengan dahsyatnya pertempuran 2 orang master yang belum pernah mereka lihat dan alami sebelumnya. Bagi orang biasa, ini betul betul kengerian yang sesungguhnya dan tingkatan skillnya masing masing sudah sulit dipercaya akal sehat. Terlihat dari dampak kerusakan lingkungan pasar yang terjadi seperti dirusak sekawanan kerbau mengamuk, padahal yang bertempur hanya 2 orang petarung.

Herannya bagi si China Cowboy dan American KungFu Master, semua jurus dan tembakan yang mereka lakukan seperti sedang bertarung dengan diri sendiri. Kerusakan fisik, kesakitan dan luka lebam yang mereka derita tidak separah pertempuran pertama kali walaupun kali ini pertempurannya lebih dahsyat lagi. Seperti semua jurus maupun tembakan dari lawan sudah terbaca arahnya dan bisa dihindari dengan mudah. 

Setelah lama bertempur, menghancurkan sebagian besar area pasar dengan ditingkahi oleh jerit tangis dan teriakan ketakutan  orang orang di pasar, ibu ibu yang memeluk erat anaknya sambil berurai air mata, padagang yang coba memunguti barang dagangannya yang tercerai berai..suasana panik yang ditimbulkan, pelan pelan diperhatikan juga oleh kedua petarung tangguh ini. Karena lelah juga seperti bertarung tanpa hasil jelas, juga diliputi rasa kasihan kepada orang orang tidak berdosa di pasar yang terpaksa harus jadi korban berantakan, perlahan mereka saling mengedorkan serangan masing masing. Sambil memperhatikan sekeliling  dan merubah fokusnya yang mereka kaget juga betapa porak porandanya dampak dari hasil pertarungan mereka, sebagai Master yang punya hati mereka sepakat menghentikan pertarungan. Si American KungFu Master legowo memuji China Cowboy yang sekarang jago berantem seperti dirinya dan sebaliknya si China Cowboy mengakui sangat kagum dengan kecepatan tembak American KungFu Master yang persis seperti dirinya. Masing masing seperti melihat sosok dirinya pada diri lawannya. 

Lalu saat pertempuran mereda…seorang nenek dan kakek datang bersujud dan bersimpuh datang pada keduanya memohon untuk tidak lagi bertempur dan berkata “Lebih baik bagi orang orang ahli seperti kalian untuk menggunakannya keahliannya menolong kami yang lemah ini, semoga Tuhan memberikan kebaikan bagi kami melalui kalian berdua”. Rupanya kampung ini seringkali disantroni kawanan bandit yang datang setiap kali hari raya pasar untuk merampok dan mengambil upeti orang orang kampung. Nenek dan Kakek ini merasa setelah melihat daya tempur master berdua…merasa mereka berdualah jawaban dari doa mereka setiap hari agar didatangkan siapapun yang bisa jadi penoling jalan keluar penduduk kampung dari kesusahan yang sudah lama mendera. Ditambah kemudian seluruh warga kampung bergerak mendekati kedua master ini, mereka ramai ramai bersujud bersimpuh dan memohon agar keduanya membantu warga membebaskan mereka dari komplotan bandit kejam yang selalu mengganggu dan menjarah mereka.

Sebagai seorang master yang memiliki idealisme bela diri yang baik dan benar, yang hanya bertempur melawan lawan sepadan dan bukan untuk menginjak orang lemah  juga selalu berkeinginan jadi yang terbaik diatas yang terbaik, pengakuan dan permintaan pertolongan tulus iklas dari seluruh warga kampung tentu saja sangat menggetarkan hati mereka berdua. Maka mereka berdua sepakat untuk tidak bermusuhan lagi dan berkolaborasi untuk membantu warga kampung memberantas kebatilan komplotan bandit pada saat kedatangan mereka berikutnya. 

Maka masa berjalan dan datanglah komplotan bandit tapi cerita mereka kali ini tentu saja lain dari hasil kemenangan dari kedatangan mereka di masa masa lalu ke kampung itu. Tentu saja tidak ada seorangpun dari anggota komplotan bandit kejam tersebut yang lolos dari hukuman 2 jagoan kita kali ini dan sejak itu kampung tsb aman damai makmur untuk selamanya. Si China Cowboy dan si Americam KungFu Master jadi pahlawan kampung dan tinggal menetap disana berbaur dengan warga yang sangat senang karena sekarang di kampung mereka sudah ada 2 malaikat penjaga. Tidak tampak dari penampilan mereka bahwa mereka sebetulnya adalah 2 dewa dalam ilmu tempur masa itu. Selayaknya warga biasa saja dan bahkan mereka melatih anak anak muda warga untuk paling tidak memiliki setengah dari kemampuan tempur mereka untuk ikut menjaga kampung. Demikian akhir skenario film action ini.

Diluar dari alur cerita tadi, pasti para pembaca bisa menangkap pelajaran yang coba disampaikan yaitu mengenai belajar menambah skil baru yang dibutuhkan, belajar dan menguasai skill penting sampai jadi yang terbaik, fokus pada hal hal yang bermanfaat dan membawa kebaikan bagi banyak orang, makin berilmu justru makin merendah, selalu ada langit diatas langit dan hal lain yang mungkin bisa berguna bagi hidup pembaca. By The Way skenario ini bukan saya kutip dari film yang saya tonton. Ini murni hasil imajinasi saya sendiri. Jika ada sutradara yang berminat saya melamar jadi peranan kakek yang memohon di pasar. SEMANGAT SUKSES


(Mirza A.Muthi)

Kamis, 16 September 2021

Marketing Dulu atau Produksi Dulu?


Sebelumnya obingmitra.com mohon maaf bahwa format layout obingmitra.com berubah dari tampilan biasanya. Website kami di masa vakum interaksi juga sempat cukup lama mengalami crash down dan kami memutuskan untuk merubah layout menjadi lebih simple dan fokus di artikel dan konseling. Format ini agar lebih memudahkan pembaca langsung fokus ke kebutuhannya dari obingmitra.com tanpa harus terganggu oleh berlebihannya tampilan informasi tambahan lain dari penulis. Mudah mudahan obingmitra.com tetap bisa memberi manfaat bagi para pembacanya khususnya kawan kawan pelaku UMKM di Indonesia. Selamat membaca....


Ok jika kita baca judul diatas, ini pertanyaan tricky. Saya tidak bisa menjawab, tapi saya awali dengan cerita. Seorang office boy dari perusahaan yang bekerja di salah satu kawasan perkantoran bisa menghasilkan uang dari menyusun "buku menu sendiri" berupa menyalin menu menu pilihan dari warteg, foodcourt, resto sekitaran kantor. Buku menu yang harganya tentunya sudah disesuaikan menjadi pilihan bagi para karyawan kantor yang malas keluar kantor untuk memesan menu makan siang yang nanti diantar sampai ke meja kerja. Jika sehari saja ada 50 karyawan order makan siang dengan kelebihan Rp.3000 per menu, maka hari itu dia bisa dapat penghasilan Rp.150.000. Jumlah yang sangat lumayan untuk office boy yang tidak punya barang /tidak perlu memproduksi masakannya sendiri untuk bisa menjual menu. Yang dibutuhkan hanya skill marketing mulai dari cara berbicara, sopan santun keramahan, relasi luas dan pergaulan, dan biaya sedikit untuk mencetak beberapa buku menu. Marketing dan Sales adalah dominan skill. 

Lalu "usaha makelar menu" ini sudah aman lancar berjalan selama 1 tahun. Relasi makin luas dan penghasilan makin besar. Rupanya office boy ini merasa makin percaya diri untuk menaikan statusnya dari makelar menjadi pengusaha kuliner. Dia percaya dengan skill menjualnya yang mumpuni maka dia bisa juga menjadi pengusaha kuliner sukses. Lalu dari simpanannya dikeluarkan modal untuk sewa 1 spot kios ruko 1 lantai di kawasan perkantoran dan menjual soto ayam. Dia mulai belajar untuk mencari supplier bahan baku, belanja ke pasar, belajar memasak, merekrut pegawai, melayani pembeli, merancang beberapa program diskon. Tapi kenyataannya tidak seindah bayangannya..banyak hal yang sepertinya belum terpikirkan sebelumnya. Ternyata susah menjaga stock bahan. Kadang kadang bahan baku sudah habis padahal permintaan masih berjalan. Kadang kadang stock berlebih sehingga terbuang sementara penjualan tidak target. Belum masalah pegawai yang terus bongkar pasang karena tidak betah kerja. Dia juga tidak menyangka bahwa harga lebih mahal Rp.1000 saja maka pelanggan bisa pindah ke soto ayam kompetitornya. Sementara warung soto ayam bukannya makin berkurang tapi malah buka 2 konter dan 1 warung lagi dalam 3 bulan ini. Kelihatannya bahkan yang warung soto pelayannya lebih cantik muda dan menjadi daya tarik tambahan bagi Pelanggan. Rasanya repot sekali cari uang untuk menutup biaya sewa kios belum harus bayar gaji pegawai. Masih harus bayar uang preman lagi dan banyak pelanggan yang minta hutang dibayar akhir minggu. Kalau tidak dikasih bisa jadi mereka pindah ke warung soto ayam lainnya yang bisa kasih hutangan seminggu. Belum hal hal lain yang bikin tambah pusing kepala. Akhirnya bulan ke 5 dia menyerah dan menutup warung soto ayamnya dengan sejumlah kerugian. Dia tidak sadar kalau dia sebetulnya sudah masuk ke ranah bisnis, bukan lagi sekedar marketing sales atau  dagang. Di bisnis bukan skill lagi yang dominan tapi seorang pebisnis harus punya knowledge/ pengetahuan. Dia harus paham merencanakan tahapan bisnisnya disesuaikan dengan budget, menggerakan dan mengelola sumber daya manusianya, menganalisa setiap keputusan atrategi dan taktiknya, semua parameter harus dikontrol agar tetap relatif terhadap kesehatan bisnis. Untuk bisa mengelola bisnis maka jelas perlu pengetahuan dan mental pengorbanan pasti tidak bisa instant berhasil.

Sekarang kita lihat abang soto ayam gerobak yang keluar masuk sampai gang gang perumahan di kampung kampung. Mereka sebetulnya cuma menyiapkan budget untuk produksi bahkan mungkin tanpa marketing. Mereka hanya kelilingan sejauh yang mereka bisa jangkau dan posisikan arah jalan dan mangkalnya di tempat tempat strategis dimana akan banyak langganannya datang. Dia bisa menghindar dari rute gerobak soto lainnya di waktu yang sama dan yang sama sama punya rute kelilingan kompleks. Skill sales yang dia perlu hanya skill pergaulan agar pelanggan senang pada pelayanannya karena ramah dan sopan melayani. Selebihnya tentu rasa soto ayamnya harus rata rata enak dan harga pantas. Jadi di usaha dagang soto ayam gerobak ini tentu harus duluan produksi. Jika suatu saat abang soto mie ini ingin punya gerobak gerobak soto ayam yang ingin difranchisekan dengan target menarik uang mitra untuk membangun gerobak gerobak soto mie lebih banyak secara cepat dan berharap skala bisnisnya jadi jauh lebih besar. Apakah menurut Anda proses pindah kuadran ini akan bisa berjalan mudah dan lancar dengan rasa percaya diri dari dasar pengalamannya jadi abang soto gerobak dorong selama 3 tahun? Apakah ada kemungkinan nantinya mitra pemilik uang yang sudah mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli gerobak dan membeli kepastian bahan baku akan komplain karena omzetnya tidak sesuai dengan yang dijanjikan? Masih aman kalau hanya 2 mitra yang komplain. Bagaimana kalau diatas 10 mitra yang sama sama komplain berbagai hal yang lebih menjurus pada masalah bisnis? 

Maka dalam perusahaan yang lebih besar skalanya ada div business development, div marketing dan sales dept. Masing masing punya KPI sendiri dan ada budgetnya sendiri sendiri. Jadi jawaban diatas adalah tergantung Anda akan jadi makelar/reseller/dagang/bisnis dan sebesar apa skala usaha yang akan Anda jalani?

Tapi bagi entepreneur pemula lebih baik miliki dulu skill menjual/menawarkan karena bisnis dimulai sejak dilakukan penawaran. Belajar dulu menawarkan barang orang lain agar resiko Anda untuk menyiapkan barang dagangan bisa dieliminir. Jika dari penawaran Anda ada respond positif sampai ada yang berhasil terjadi pembelian, maka itu tanda pertama bahwa Anda berbakat belajar lebih banyak dan lebih jauh lagi untuk jadi pengusaha.
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Senin, 06 September 2021

Diamlah..Biar Hasil Yang Bicara


Hallo para pembaca yang budiman. Mohon maaf obingmitra.com sempat vakum cukup lama dari artikel online karena memang belum ada pertanyaan baru lagi yang masuk ke redaksi. Kita sama sama maklum di situasi pandemic ini fokus semua orang pindah pada mode bertahan. Bisa bertahan hidup dan bertahan memenuhi kebutuhan minimal hidup saja sudah alhamduillah. Maka obingmitra.com juga memutuskan untuk stop tayang dulu sampai tayang lagi Agustus 2021 ini di bulan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam 1 tahun terakhir ini saya banyak bertemu dan berbincang dengan para kepala keluarga , para suami, para bapak, yang kehilangan kemampuannya sebagai tulang punggung keluarga. Ada yang kena PHK, tidak.diperpanjang kontrak, pengurangan gaji sampai 50%, bahkan banyak yang dikejar kejar hutang. Kalau masih beruntung ada beberapa kepala keluarga yang istrinya masih berpenghasilan menjadi backup walaupun tentu masih kurang mencukupi. Lucunya...jika kita bapak bapak kumpul, maka akan jadi sesi curhat antar suami. Biasanya hal ini tidak pernah terjadi. Banyak suami dan bapak yang seakan kehilangan eksistensinya dihadapan istri ataupun anak anak. Dalam beberapa situasi, kepala keluarga jadi seperti kehilangan harga diri.  Per Maret April 2021 lalu, sudah 2 tahun pandemic COVID 19 melanda Indonesia dan dunia. Saat ini banyak orang yang sedang dalam kondisi sejatuh jatuhnya dari segi ekonomi keluarga sampai sampai pihak keluarga besar harus turun tangan membantu dengan segala lika likunya. Ada yang membantu tapi dengan banyak catatan ini itu , omongan yang tidak enak dengan tekanan mental terutama di kepala keluarga. Tapi ada juga keluarga yang membantu sesama keluarga yang lagi susah dengan pengertian yang tinggi,  tetap menjaga kehormatan dan harga diri keluarga yang dibantunya. Kebanyakan manusia memang dinilai dari hasil akhirnya terutama masalah uang. Banyak manusia berperan sebagai Tuhan, menghakimi , memberi predikat negatif dan memberi keputusan bersalah kepada seseorang, bahkan tanpa tahu proses dan latar belakang kenapa orang tsb bisa sampai di situasi seperti ini. Kalau dilihat seseorang sedang miskin atau sedang banyak hutang maka keluarlah analisa sepihak bahwa selama ini dia kurang pintar usahanya, salah atur uangnya, kurang hemat pakai uangnya, kurang keras usahanya, kurang iklas sedekahnya, kurang lurus jalannya, kurang banyak bersyukur, kurang berbakti pada orang tua, bodoh pikirannya, kurang pikir ini...kurang timbang itu...apalagi kalau dia harus menerima bantuan maka si pemberi bantuan seakan jadi punya hak untuk masuk mengatur hidup mereka yang disantuninya. Padahal pilihan tujuan dan jalan hidup setiap orang atau setiap keluarga berbeda beda. Opsinya hanya apa yang dia pikir benar dan baik harus dipaksakan untuk dilaksanakan, berkaca karena saat ini pemberi bantuan masih mapan dan dia si penerima bantuan sudah tumbang. Padahal hal itu belum tentu baik untuk si penerima bantuan. Ada 1000 cara dan jalan sukses dalam hidup tapi Anda dipaksa untuk menjalankan 1 atau 3 cara hidup yang dia arahkan. Yang memberi jadi merasa  kelebihan hak untuk ikut intervensi atur ini rubah itu versi dia dan yang menerima bantuan jadi kehilangan hak untuk berpendapat atau bahkan bicara untuk diri dan keluarganya sendiri. Yang pegang uang yang bisa bicara. Memberi bantuan dan santunan lalu mengatur ini itu dengan dasar selama ini apa yang Anda kerjakan sudah jelas tidak ada hasil yang benar, jadi bicara apapun juga tidak benar.

Belum lagi kita kehilangan dukungan dari orang terdekat, misalnya istri atau anak anak. Karena ketidak mampuan menafkahi lagi di masa pandemic ini, banyak kebaikan sebagai kepala keluarga dan suami dikecil kecilkan dianggap tidak berarti dengan adanya sedikit kesalahan dan kekurangan tidak bisa menafkahi tahun ini dan sebaliknya usaha memenuhi backup  kebutuhan keluarga oleh pasangan yang nyatanya masih lebih kecil dan masih belum lama juga tapi sangat dibesar besarkan. Yang tadinya anak dan istri masih iklas dengan keadaan ini, dimasuki pemikiran pemikiran lain dari keluarga besar yang merubah cara pandang, maka bisa berbalik komplain dengan keadaan, berbalik dari yang tadinya masih bisa terima. Bahkan keadaan sebenarnya dengan keahlian drama queen dari pasangan, bisa diputar balik dan itu seperti kebenaran yang disampaikan keroyokan sekeluarga pada saat Anda duduk di kursi terdakwa dan tidak berdaya untuk membela diri dan tidak punya harga diri lagi sebagai kepala keluarga. Pada dasarnya dalam pengadilan manusia, umumnya kita sangat pintar berperan sebagai jaksa penuntut dan sedikit yang berperan sebagai pengacara pembela. Dengan tuntutan yang diperkuat dengan fakta yang memang ada saat ini maka banyak pihak yang meng-amin-kan bahwa memang Anda adalah orang kalah dan salah, apa yang Anda sudah lakukan selama ini salah apapun alasannya. Yang parah jika Anda sudah bekerja dalam tugas menghidupi keluarga selama 20 tahun dan baru susahnya di 5 tahun terakhir, maka tetap saja disampaikan pasangannya selama 20 tahun tidak memberikan apa apa selain penderitaan. Kadang pasangan kita jika dalam posisi masih mengkontribusi keluarga menggantikan posisi sebagai tulang punggung keluarga bisa juga terlalu over acting sehingga meniadakan eksistensi suami, melupakan pemberian suami dan merendahkan harga diri Anda sebagai suami. Rasanya semua orang bahkan istri Anda saat ini seperti berhak menghakimi dan menghukum Anda. Anda tidak diberi opsi bicara untuk menjelaskan bahwa sudah banyak hal hal baik yang selama ini dilakukan untuk keluarga, kejadian saat ini adalah situasi umum dan kenapa bisa jatuh sampai ke situasi seperti ini selain yang dikejar adalah saat ini Anda punya banyak kebutuhan hidup dan hutang dan semua kebutuhan uang itu ikut memberatkan orang orang/ keluarga  yang jadi harus ikut turun tangan membantu. Padahal selama ini Anda letih berjuang lahir bathin juga hanya untuk keluarga. Seluruh kebaikan yang sudah diusahakan hancur dengan satu musim paceklik.

Lalu harus bagaimana sikap Anda? Sebetulnya Anda masih termasuk beruntung karena ada anggota keluarga besar yang masih bersedia membantu. Maka selebihnya jadikan sabar dan sholat menjadi penolongmu. Ingatlah jika semua pendampingmu, anak dan istri adalah titipan yang diamanahkan ada Anda. Istripun adalah juga hanya titipan Alloh SWT. Jadi Anda juga tidak bisa mengatur bagaimana istri Anda harus bersikap kepada Anda. Harus memihak atau justru menikam Anda sepenuhnya hak istri Anda tergantung dari keimanannya sebagai istri.
Anggaplah sekarang ini Anda adalah pejuang yang sedang berperang. Tidak ada ruang dan waktu untuk bisa tenang, istirahat dan hidup damai sebelum kemenangan tercapai. Tidak perlu pamer juga sudah bagaimana usaha, sabar, doa dan sholat  yang sudah Anda lakukan selama ini, percuma juga. Jangan juga akhirnya terlalu mengharapkan "bantuan gratis" keluarga, istri/suami, kawan kawan dsb karena jarang sekali ada "manusia" bertindak dan memberi tanpa pamrih atau mengorek ngorek " jasa baik ". Jika Anda menerima pertolongan dari mereka, maka lapangkanlah hatimu untuk menerima kenyataan bahwa mau tidak mau Anda harus mengizinkan si penolong masuk intervensi dalam kehidupan Anda. Ringankan saja hati Anda dan selalu doakan mereka yang membantu Anda. Sudah sangat bagus di saat sulit seperti ini masih ada keluarga yang bersedia membantu karena mungkin sebenarnya mereka juga butuh uangnya paling tidak untuk dihemat hemat, tapi karena rasa sayangnya mereka kepada Anda maka mereka turun membantu. Termasuk syukuri istri Anda yang masih bisa menghasilkan uang dan sebisanya backup kebutuhan keluarga walaupun sikapnya kepada Anda sebagai suaminya jadi dingin , kurang hormat dan ringan mulut. Anggaplah jargon bersama saling sayang jaga dan hormati antara suami istri selalu dalam suka dan duka...itu hanya skenario cerita manis di sinetron. Di dunia nyata..kita semua hanya manusia biasa saja dengan ego, keakuan, kebutuhan dan keserakahan yang tinggi. Harus jelas siapa yang bisa disalahkan dan dikorbankan atas situasi yang terjadi.
Intinya setiap bantuan itu Anda harus hargai dengan sabar karena keluarga Anda yang membutuhkan, kecuali Anda cuma hidup sendiri dan tidak menanggung anak atau anggota keluarga lain.

Kalaupun Anda saat itu tidak dibebani kewajiban untuk mengembalikan uang segera sebagai misalnya hutang, tapi paling tidak Anda mungkin saja akan menerima cibiran, cemoohan sebagai konsekuensi paling rendah. Kalaupun tidak langsung disampaikan di depan Anda, di belakang pasti Anda akan jadi topik omongan keluarga dari sisi kelalaian Anda. Anda hanya bisa dengar isyu dari sana sini atau merasakan sikap sinis anggota keluarga terhadap Anda...mungkin saudara saudara Anda jadi menghindar berkomunikasi dengan Anda si pembuat masalah....bersabarlah.

Jadi apakah Anda harus menyalahkan sana sini dan katakan kalau seluruh dunia bersalah kepada Anda? Lebih baik jangan Anda lakukan atau kalaupun Anda lakukan maka Anda akan semakin terlihat sebagai orang yang konyol dan kekanakan. Lebih baik sabar dan iklas.. terima saja karena saat ini memang sedang waktunya Anda di bawah. Kalaupun Anda yang sedang dibawah menerima tekanan dari mereka yang sedang diatas, itu sudah normal dari sifat manusiawi. Termasuk Anda sendiri jika bisa menolong orang mungkin Anda akan pamrih bahwa sewaktu waktu orang yang Anda tolong akan gantian berbaik hati kepada Anda.  Jadi janganlah juga Anda jengkel dan kesal dengan apa yang Anda sedang alami saat ini.  Pasti masih banyak orang lain yang lebih susah kondisinya, lebih menderita suasana batinnya, lebih dekat ke putus asa harapannya dari Anda saat ini. Sekarang ini banyak tutup mulut dulu, menerima dulu dan banyak bersyukur saja untuk saat ini sambil terus persiapkan rencana dan  langkah berikutnya sesuai tujuan perbaikan hidup Anda yang Anda sembunyikan. Kalaupun sekarang Anda dikatakan selalu salah apapun yang Anda kerjakan...tetap diamlah, masuk telinga kanan biar keluar dari telinga kiri. Lebih baik jadi bekas orang salah daripada jadi bekas orang baik. usahakan saja sekuat tenaga perbaikan hasil. Nanti biar pada waktunya nanti hasil yang bicara.

Tidak ada kehidupan ideal seperti apa yang Anda mau. Justru "kekurang sesuaian dengan harapan" dari yang Anda rasakan menjadi ujian keimanan bagi Anda bagaimana menyikapinya. Karena Anda juga bukan manusia sempurna. Dimata orang lain Anda juga banyak kekurangan dan belum memberikan ke-ideal-an sempurna buat orang lain. Tenanglah, nasib Anda saat ini tidak sendiri. Banyak suami, bapak dan kepala keluarga lain yang mengalami situasi rumit yang sama. Menjadi suami dan bapak memang bukan tugas sederhana. Benar kadang masih bisa salah, apalagi salah jadi tambah runyam. Karena suami yang dikenai tanggung jawab paling besar di keluarga maka selalu kekurangannya yang akan lebih dulu terlihat. Karena sifat manusia yang seringkali kurang bersyukur, lebih mudah melihat menilai kekurangan orang dan lebih suka membanggakan peran diri sendiri. Tapi jika semua ujian ini selesai dan Anda selamat bisa bertahan maka Anda sudah jadi seseorang Anda yang baru. Sudah lebih baik jadi bapak, suami, kepala keluarga yang lebih siap untuk mulai menerima suatu amanah titipan besar dari Alloh SWT. Walaupun begitu jika sudah lepas dari kesulitan, tetaplah setia pada istri Anda. Jangan sakit hati kepada dia karena suami memang harus lebih baik, lebih sabar, lebih bijak, lebih logik dan kalau bisa lebih pintar tentunya dari istri. Doakan selalu istri Anda dan tetaplah ridho pada ketentuanNYA agar menjadi amalan pahala buat Anda para suami. Tetap semangat para kawan kawan suami sedulur, badai pasti berlalu. Aamiin Ya Robbal Alamin. 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Minggu, 07 Maret 2021

Skill Bicara Untuk Manager


Manager adalah jabatan struktural posisi tertinggi dalam sebuah outlet. Manager bertanggung jawab kepada Direktur atau bahkan bisa saja langsung kepada owner. Sementara kebawah bertanggung jawab mengatur teamwork agar semuanya busa sinergi berjalan dan bergerak sebagai satu team ke arah tujuan bisnis perusahaan.

Masalahnya untuk bisnis yang tidak terlalu high end seperti restorant atau cafe, seringkali tidak seluruh team member harus direkrut dari latar belakang pedidikan diatas SMA. Bahkan banyak diantaranya lebih mementingkan penampilan/performa dibandingkan pendidikan. Kadang pengalaman juga tidak dinilai yang penting mereka mau belajar dan patuh pada arahan. Tidak ada yang salah mengenai hal tsb bahkan sangat bagus memberi kesempatan kepada mereka  peluang kerja di bidang Horeca. Tapi seringkali masalah muncul bagi Manager untuk bisa memberikan instruksi kerja bagi seluruh member team. Dari seluruh anggota team misalnya ada saja 1-2 orang anggota yang susah menerima instruksi, bahkan ada kecenderungan melawan. Yang susahnya jika dia merasa sukses mempencundangi managernya lalu mereka meprovokasi anggota team lainnya untuk ikut ikutan menjadi tidak patuh kepada pimpinan.

1. Manager berkomunikasi langsung ke beberapa pihak. Manager ke Owner/pemilik resto. Maneger berkomunikasi ke anggota teamwork baik management maupun operasional. Manager berkomunikasi ke pelanggan juga termasuk Manager berkomunikasi ke pihak ke 3 misal supplier, vendor , mitra mitra lain terkait tugas dan fungsinya mengelola resto/ outlet. Dalam setiap partner komunikasinya ada cara, hirarkhi adab dan etika yang berbeda beda dan harus dipahami dengan baik oleh Manager agar partner komunikasinya merasa nyaman dan bersedia kooperatif dengan apa yang disampaikan Manager. Maka skill bicara level Manager sungguh tidak mudah.
2. Manager tidak bertugas menyenangkan semua orang. Kita semua dinilai. Manager dinilai Direktur atau owner. Team dinilai oleh supervisor, supervisor dinilai manager. Jadi semua orang yang bekerja dan menerima gaji di bisnis ini harus mau  dinilai dan berhak dikoreksi oleh atasannya. Sebaliknya bawahan juga harus memberi masukan kepada pimpinan agar keputusan yang diambilnya efektif dan tepat sesuai kebutuhan lapangan. Tapi tidak pada tugasnya Pimpinan atau Manager terus mengalah untuk menyenangkan anggota teamnya walaupun anggota teamnya tidak bisa diatur apalagi membangkang.
3. Setiap anggota team berhak tahu tujuan aktifitas bisnis dan harus paham kenapa hal/ strategi ini dibutuhkan untuk dikerjakan. Banyak manager hanya pintar menyuruh ini itu tapi tidak menjelaskan kenapa harus mengerjakan ini itu tsb. Misalnya menjelaskan bahwa misal  langkah A ini perlu karena dengan tujuan mempercepat proses order sampai menu sampai ke meja pelanggan. Atau langkah B sangat penting dilakukan agar pelanggan tidak hanya sekali datang tapi bisa berkesan dan akan datang lagi dilain kesempatan. Seseorang akan lebih senang melakukan hal yang dia tahu why, what, when dan how nya daripada sekedar disuruh suruh tanpa tahu untuk apa, atau bahkan sementara diluar instruksi tsb dia merasa punya cara lain untuk mengerjakan secara lebih baik.
4. Manager perlu punya skill bicara dan "skill memerintah" agar setiap anggota team mau mengerjakan perintah tanpa melawan atau tersinggung. Terkait dengan penyampaian when, why, what, how sangat penting untuk memperjelas penerimaan instruksi. Sangat penting bagi anggota untuk tidak bingung bagaimana mengerjakan perintah pimpinannya. 
5. Intonasi, nada bicara dan dialek juga sangat perlu diperhatikan. Jangan  bicara ketus, sok bossy atau bahkan marah marah tidak menentu. Yang dibangun adalah rasa hormat bukan rasa takut anggota kepada pimpinan.  Apalagi Manager yang datang bertugas ke daerah luar. Ada kemungkinan kasus sebagian anggota team yang merasa orang asli daerah akan merasa menang angin karena banyak backup dan dukungan sebagai orang asli putra daerah dibanding sang manager yang orang pendatang. Maka langkah kerja manager perlu dijembatani skill bicara yang fleksible dan membumi agar anggota team yang bermasalah tsb masih juga bisa menerima instruksi dengan senang hati dan lapang untuk mengerjakan. Jika perlu pelan pelan belajar bahasa lokal daerah tempat bertugas agar lebih mudah komunikasi secara informal dengan anggota yang orang asli daerah.
6. Rasa hormat dibangun dengan pengalaman yang diceritakan, pelajaran yang diberikan, pengetahuan yang disampaikan, pengarahan yang baik disampaikan dan hasil yang diperlihatkan. Jika manager hanya pintar suruh suruh dan marah marah tanpa anggota bisa melihat dengan jelas kompetensi dan profesionalisme pimpinannya, kemungkinan besar lama lama anggota juga akan kehilangan rasa hormat pada pimpinan.
7. Jangan pertahankan anggota yang bandel. Anggota yang benar benar tidak bisa diajak bekerja sama dalam team dan selalu mengajak konflik apapun alasannya mungkin memang punya karakter tidak cocok sebagai karyawan. Mungkin mereka lebih cocok usaha sendiri dan atur diri sendiri. Mereka jika dibiarkan cenderung akan jadi virus yang menginfeksi seluruh team. Jika Anda terlalu baik maka selanjutnya Anda yang akan menanggung resiko karena owner atau Direktur akan meminta tanggung jawab Anda sebagai pelaksana operasi bisnis.
Demikian beberapa arahan bagaimana skill komunikasi khas Manager yang dibutuhkan agar bisa menunjang keberhasilan tugasnya sebagai Pimpinan operasional bisnis outlet. 
 
 
SEMANGAT SUKSES
 (Mirza A.Muthi)

Rabu, 10 Februari 2021

Marketing Produk Fashion


Saat ini pekerjaan marketing dan sales mungkin "pekerjaan paling mudah". Maksudnya kemajuan jaman dengan support aplikasi sosial media dengan system  IT networking saat ini membuat informasi semacam iklan atau promo menjadi sangat mudah tersebar dan cepat viral. Siapapun bisa menggunakannya tanpa harus punya standard skill atau sertifikasi formal dari bidang marketing tertentu.  Tapi ingat..mudah bukan berarti pasti sukses dan berhasil karena semua produk menggunakan media/channel marketing yang sama. Pada waktunya tetap pengetahuan akan kinerja sosmed yang efektif mengoptimalusasi system kerja pencarian kata kunci seperti SEO, keahlian copywriting, skill art photography  dan design editing untuk konten yang menarik juga komitmen untuk konsisten upload konten tetap akan menyelekai siapa pemain yang akan berhasil mempromosikan produknya di OnLine. Yang saya maksud adalah siapapun bisa memiliki akses untuk menggunakan media sosial sepeti Instagram, facebook, youtube,  tiktok, sales dan penawaran promosi via whatsup atau email dan beragam marketplace secara free/gratis. Semua pemilik produk usaha fashion pasti menggunakan platform medsos tsb dan tinggal dari pembeli memilih satu atau dua pcs dari ribuan produk yang didisplay tsb. Mereka menimbang harga, pilihan model dan warna, sampai ongkir free atau bayar. Sungguh pilihan yang nyaman dari calon pembeli tapi penantian yang was was dari pedagang. Jika produk Anda adalah produk fashion umum, tidak ada yang unik secara spesifik, atau bukan dari brand ternama dan valuenya rata rata sama saja dengan produk fashion sejenis, maka secara sekilas hal yang paling mudah menjadi daya tarik langsung dalam 1-3 detik pertama pastilah harga. Mudah membandingkan diantara produk sejenis dengan varian harga. Hampir pasti yang harganya paling murah yang ditarget pertama kali.

Salah satu pertimbangan lain yang penting dan paling sering dilakukan calon pembeli adalah membaca review pembeli sebelumnya. Biasanya pembei bisa menceritakan experiencenya dan memberi bintang pada kolom ulasan. Hal hal yang disampaikan bisa segala macam. Ada yang suka dengan bahannya tapi ternyata jahitannya beda di pengiriman kedua dibanding pembelian pertama, sehingga kecewa. Ada yang komplain kelembutan bahannya tidak seperti asumsi yang dia lihat di foto. Ada yang komplain pengiriman terlambat padahal baju ini untuk hadiah ulang tahun, sehingga kecewa berat. Ada yang komplain katanya standard size S, M, L  nya tidak standard dengan size fashion brand lain yang biasa dia beli sehingga salah pilih ukuran. Perlu diperhatikan dahulu review review dari medaos apa saja yang biasanya dikomplain dari pelanggan agar kita bisa menghindari kesalahan tsb untuk produk Anda. 

Sebaliknya makin bagus kisah puasnya dan makin banyak bintangnya secara rata rata maka makin besar kemungkinan produk Anda akan dipilih untuk dibeli. Maka penting harus dijaga rasa puas dari pembeli dalam segala aspek agar tetap menjaga saleable rate dari produk yang Anda tayangkan di medsos. Dan jangan salah bahwa kepuasan ternyata tidak terlalu tergantung dari harga yang murah. Ada paradigma logika masuk akal juga dalam benak pembeli bahwa tidak ada yang murah tapi bisa bagus sempurna. Kalau mau dapat barang yang sempurna mutu dan gengsinya ya beli barang dari merk branded, harus sesuaikan juga daya beli dengan harganya yang pasti mahal. Kalau mau beli produk dari merk penggembira yang penting model bagus dan suka...lalu beli tanpa harus pusing daya tahan produk fashion tsb. Kalau sobek atau rusak ya tinggal order lagi, namanya barang murah jadi sesuai mutu yang kurang awet dengan harganya. Apalagi selera fashion terus berganti maka penikmat fashion lebih suka memakai baju/ fashion cukup 1-5x pakai saja sebelum model tsb sudah tidak trendy lagi.

Jangan juga terlalu terpaku dengan cara OnLine. Baik juga jika selain OnLine Anda tetap punya outlet OffLine dimana Anda bisa mendisplay secara fisik yang mana pembeli bisa langsung meraba bahan, mencoba ukuran, membandingkan beberapa model design dan membandingkan harga. Untuk produk fashion yang dijual OffLine, maka komplain terkait hal hal yang umum dikomplain di online biasanya sangat kurang. Pembeli sudah mencek langsung barangnya di outlet sebelum membeli. Jadi tidak ada hal hal yang "katagori diragukan" seperti barang yang datang tidak sesuai dengan panampakan di foto, dll mengenai barang yang display dan stock langsung cek, pilih dan beli di toko seperti halnya penawaran dalam channel OnLine. 

Untuk jangka panjang jika Anda serius berbisnis fashion jangka panjang bahkan Anda sudah berani keluar investasi/modal untuk bikin konveksi bahkan industri garmen sendiri, maka Anda juga harus punya toko OnLine yang permanen yaitu website. Jika Anda punya akun di IG, fb, youtube, tiktok dll maka Anda hanya menumpang di platform marketing milik pihak lain. Jika operator aplikasi tsb menutup channelnya maka akun Anda juga otomatis akan stop. Tapi jika Anda menyewa webhosting untuk website  produk Anda , maka selama Anda bayar sewa webhostingnya maka channel promosi Anda akan tetap eksis dan tidak ada pihak yang bisa menutup toko online Anda secara sepihak. 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Sabtu, 23 Januari 2021

Strategi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021


Pariwisata menjadi sektor pendapatan negara yang sangat terkoreksi dari target. Tidak adanya kunjungan wisatawan manca negara bahkan wisatawan lokal antar daerah membuat omzet dari ekonomi kreatif lokal daerah wisata juga anjlok drastis. Semua betul betul prihatin dengan situasi pandemic covid 19 ini. Sektor riil pariwisata seperti sektor transportasi menderita. Pengusaha Bus Pariwisata kehilangan kemampuan untuk membayar angsuran unit unit busnya. Pengusaha Airlines apalagi yang kehilangan momentum sepanjang tahun, paling beberapa momen libur panjang dimana beberapa penumpang memaksakan harus berpergian juga. Sampai pengusaha UKM snack oleh oleh juga tidak bisa menjual produknya secara konvensional karena tidak ada kunjungan ke toko off linenya. Banyak sektor riil lain baik yang langsung terkait dengan pelaksanaan proses wisata atau sektor supporting yang biasanya bisa menghidupi ratusan kepala, saat ini terpaksa harus menderita.Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif harus memikirkan jalan keluar dari situasi sulit ini agar ekonomi seputar bisnis wisata dan ekonomi kreatif bisa mulai bergerak lagi, setidaknya, walaupun belum bisa jika harus berlari. 

Berikut strategi yang bisa ditawarkan berdasarkan logika collateral thinking yang masih logis;

Minggu, 20 Desember 2020

Bagaimana Produk UMKM Bisa Lebih Cepat Bertumbuh


Dimasa pandemic ini sudah jadi fitrahnya setiap kita berusaha dengan jalan apapun untuk bertahan hidup. Banyak yang tadinya berstatus karyawan, punya gaji tetap bulanan mendadak jadi tidak berpenghasilan sama sekali. Maka kemudian kenyataannya banyak kita lihat pengusaha pengusaha kecil dadakan yang lahir dari rumah tangga. Misal produksi panganan snack yang dibungkus plastik lalu dijual secara langsung door to door atau via medsos. Ada sisi bagus dari situasi pandemic ini yaitu banyak orang "dipaksa" untuk jadi pengusaha kecil, mengusahakan apa yang bisa digunakan untuk mencari uang pengganti pemasukan uang bulanan yang hilang. Tapi banyak juga secara skill, pengetahuan mereka belum cukup mampu mengelola usaha kecilnya secara profesional sehingga hasilnya tidak mengalami  percepatan secara signifikan sehingga apa yang didapatnya tidak menghasilkan secara cukup dan itu ternyata cukup membuat frustrasi padahal ini baru usaha pertamanya sebagai pengusaha kecil. Banyak produk seperti snack/panganan ini tidak salah di produk, rasa dan kerenyahan, tidak ada yang salah. Layak makan bahkan layak jual. Hanya saja untuk kemudia dibisniskan masih banyak yang cara penangannya kurang benar dan kurang tepat, sehingga hasil yang didapatkan kurang memenuhi harapan.


Beberapa pekerjaan yang seharusnya dilakukan sebagai proses bisnis dalam usaha panganan/snack di skala UMKM adalah;
1. Biaya Produksi. Harus diukur biaya produksinya dan tetap masuk katagori kelayakan rasanya. Ingat bahwa panganan yang dibuat kali ini untuk dijual, bukan untuk dikonsumsi sendiri atau keluarga. Jadi harus dihitung biaya produksinya dalam hal ini bahan baku, ingredient bumbu dan rempah2 termasuk biaya minyak dan gas apakah masih memungkinkan untuk dijual dengan harga terjangkau di pasaran nanti. Jika ada tenaga orang tambahan dalam proses produksi juga harus dihitung apakah ongkos feenya masih masuk hitungan total biaya produksi. Singkatnya bahan baku dan cara pengolahan harus disiasati agar rasa tetap harus enak lezat dan renyah tapi harga juga harus tetap terjangkau untuk pasaran luas.
2. Kemasan harus profesional. Perihal kemasan ini secara khusus terpisah diulas di kolom konsultasi edisi ini karena memang banyak pertanyaan mengenai kemasan ini. Tapi untuk kemasan perdana paling tidak tempel kemasan plastik snack Anda dengan sticker simple logo brand dan kontak telp/WA Anda agar memudahkan pembeli untuk menghubungi Anda untuk order lagi.
3. Cara Pemasaran. Saat pandemic ini segala sesuatu hal yang sifatnya bertemu langsung sedang sangat dibatasi. Mungkin calon konsumen juga membatasi diri untuk ditemui kita dalam upaya kita menawarkan langsung kepada calon pembeli. Jadi akan sangat susah bagi kita untuk minta waktu berkunjung ke kantor atau ke rumah calon pembeli produk snack/panganan kita dalam rangka pemasaran. Maka sudah waktunya bagi kita menggunakan jaringan media sosial dan marketplace. Maka itu tadi di unsur kemasan , bagian ini akan sangat berpengaruh pada kecepatan dan keberhasilan kita menjual secara media online karena 2-5 detik pertama orang melihat produk kita hanya bisa melalui kemasannya.
4. Promo Perdana. Jangan kaku dalam menetapkan harga jual. Apalagi dimasa pengenalan produk kepada pembeli baru lebih baik diberikan sample free dulu. Tidak ada bisnis yang langsung instan menghasilkan. Memang selalu ada biaya promosi yang keluar diawal. Materi promosi yang paling efektif untuk produk snack/panganan adalah pengenalan dan pembuktian rasa produk itu sendiri, bukan brochure atau spanduk.  Berikan secara terukur beberapa bungkus produk untuk area wilayah yang ditetapkan. Paling cepat adalah pasarkan dulu untuk wilayah sekitar rumah atau tempat produksi Anda. Misal RW Anda ada 5 RT maka di setiap RT disebar 10 bungkus free berbeda rumah. Cari keluarga yang anggota keluarganya aktif sosialisasi antar tetangga agar informasi enak dan renyahnya snack Anda cepat tersebar. Jangan cuma sekali free, setiap minggu jadwalkan 10 bungkus free minimal 2 x sebar di rumah yang berbeda. Lalu cek respondnya dengan bertanya langsung pada tetangga penerima snack free. Informasi dari mereka juga bisa jadi perbaikan rasa dari snack Anda untuk batch produksi selanjutnya. Jika prosuder ini Anda lakukan konsisten maka dari free promo snack ini Anda sudah bisa mengenalkan produk Anda minimal pada 1 RW dalam 1 bulan. Selanjutnya gelombang order berulang sudah bisa Anda harapkan datang dari RW sekitar Anda. Jangan takut, semua panganan yang rasanya enak pasti akan cepat tersebar informasinya dari mulut ke mulut tanpa harus Anda minta mereka bicara atau bayar mereka untuk mempromosikannya.
Demikianlah sedikit petunjuk langkah awal dalam Anda memulai bisnis panganan/snack skala UMKM Anda. Rejeki ada dimana saja dan bisa didapat dengan cara apa saja. Maka jangan ragu dalam berbisnis usaha skala UMKM ini asal caranya tepat pasti juga akan menghasilkan rejeki. 


SEMANGAT SUKSES 

(Mirza Amrullah Muthi)