Minggu, 07 Maret 2021

Skill Bicara Untuk Manager


Manager adalah jabatan struktural posisi tertinggi dalam sebuah outlet. Manager bertanggung jawab kepada Direktur atau bahkan bisa saja langsung kepada owner. Sementara kebawah bertanggung jawab mengatur teamwork agar semuanya busa sinergi berjalan dan bergerak sebagai satu team ke arah tujuan bisnis perusahaan.

Masalahnya untuk bisnis yang tidak terlalu high end seperti restorant atau cafe, seringkali tidak seluruh team member harus direkrut dari latar belakang pedidikan diatas SMA. Bahkan banyak diantaranya lebih mementingkan penampilan/performa dibandingkan pendidikan. Kadang pengalaman juga tidak dinilai yang penting mereka mau belajar dan patuh pada arahan. Tidak ada yang salah mengenai hal tsb bahkan sangat bagus memberi kesempatan kepada mereka  peluang kerja di bidang Horeca. Tapi seringkali masalah muncul bagi Manager untuk bisa memberikan instruksi kerja bagi seluruh member team. Dari seluruh anggota team misalnya ada saja 1-2 orang anggota yang susah menerima instruksi, bahkan ada kecenderungan melawan. Yang susahnya jika dia merasa sukses mempencundangi managernya lalu mereka meprovokasi anggota team lainnya untuk ikut ikutan menjadi tidak patuh kepada pimpinan.

1. Manager berkomunikasi langsung ke beberapa pihak. Manager ke Owner/pemilik resto. Maneger berkomunikasi ke anggota teamwork baik management maupun operasional. Manager berkomunikasi ke pelanggan juga termasuk Manager berkomunikasi ke pihak ke 3 misal supplier, vendor , mitra mitra lain terkait tugas dan fungsinya mengelola resto/ outlet. Dalam setiap partner komunikasinya ada cara, hirarkhi adab dan etika yang berbeda beda dan harus dipahami dengan baik oleh Manager agar partner komunikasinya merasa nyaman dan bersedia kooperatif dengan apa yang disampaikan Manager. Maka skill bicara level Manager sungguh tidak mudah.
2. Manager tidak bertugas menyenangkan semua orang. Kita semua dinilai. Manager dinilai Direktur atau owner. Team dinilai oleh supervisor, supervisor dinilai manager. Jadi semua orang yang bekerja dan menerima gaji di bisnis ini harus mau  dinilai dan berhak dikoreksi oleh atasannya. Sebaliknya bawahan juga harus memberi masukan kepada pimpinan agar keputusan yang diambilnya efektif dan tepat sesuai kebutuhan lapangan. Tapi tidak pada tugasnya Pimpinan atau Manager terus mengalah untuk menyenangkan anggota teamnya walaupun anggota teamnya tidak bisa diatur apalagi membangkang.
3. Setiap anggota team berhak tahu tujuan aktifitas bisnis dan harus paham kenapa hal/ strategi ini dibutuhkan untuk dikerjakan. Banyak manager hanya pintar menyuruh ini itu tapi tidak menjelaskan kenapa harus mengerjakan ini itu tsb. Misalnya menjelaskan bahwa misal  langkah A ini perlu karena dengan tujuan mempercepat proses order sampai menu sampai ke meja pelanggan. Atau langkah B sangat penting dilakukan agar pelanggan tidak hanya sekali datang tapi bisa berkesan dan akan datang lagi dilain kesempatan. Seseorang akan lebih senang melakukan hal yang dia tahu why, what, when dan how nya daripada sekedar disuruh suruh tanpa tahu untuk apa, atau bahkan sementara diluar instruksi tsb dia merasa punya cara lain untuk mengerjakan secara lebih baik.
4. Manager perlu punya skill bicara dan "skill memerintah" agar setiap anggota team mau mengerjakan perintah tanpa melawan atau tersinggung. Terkait dengan penyampaian when, why, what, how sangat penting untuk memperjelas penerimaan instruksi. Sangat penting bagi anggota untuk tidak bingung bagaimana mengerjakan perintah pimpinannya. 
5. Intonasi, nada bicara dan dialek juga sangat perlu diperhatikan. Jangan  bicara ketus, sok bossy atau bahkan marah marah tidak menentu. Yang dibangun adalah rasa hormat bukan rasa takut anggota kepada pimpinan.  Apalagi Manager yang datang bertugas ke daerah luar. Ada kemungkinan kasus sebagian anggota team yang merasa orang asli daerah akan merasa menang angin karena banyak backup dan dukungan sebagai orang asli putra daerah dibanding sang manager yang orang pendatang. Maka langkah kerja manager perlu dijembatani skill bicara yang fleksible dan membumi agar anggota team yang bermasalah tsb masih juga bisa menerima instruksi dengan senang hati dan lapang untuk mengerjakan. Jika perlu pelan pelan belajar bahasa lokal daerah tempat bertugas agar lebih mudah komunikasi secara informal dengan anggota yang orang asli daerah.
6. Rasa hormat dibangun dengan pengalaman yang diceritakan, pelajaran yang diberikan, pengetahuan yang disampaikan, pengarahan yang baik disampaikan dan hasil yang diperlihatkan. Jika manager hanya pintar suruh suruh dan marah marah tanpa anggota bisa melihat dengan jelas kompetensi dan profesionalisme pimpinannya, kemungkinan besar lama lama anggota juga akan kehilangan rasa hormat pada pimpinan.
7. Jangan pertahankan anggota yang bandel. Anggota yang benar benar tidak bisa diajak bekerja sama dalam team dan selalu mengajak konflik apapun alasannya mungkin memang punya karakter tidak cocok sebagai karyawan. Mungkin mereka lebih cocok usaha sendiri dan atur diri sendiri. Mereka jika dibiarkan cenderung akan jadi virus yang menginfeksi seluruh team. Jika Anda terlalu baik maka selanjutnya Anda yang akan menanggung resiko karena owner atau Direktur akan meminta tanggung jawab Anda sebagai pelaksana operasi bisnis.
Demikian beberapa arahan bagaimana skill komunikasi khas Manager yang dibutuhkan agar bisa menunjang keberhasilan tugasnya sebagai Pimpinan operasional bisnis outlet. 
 
 
SEMANGAT SUKSES
 (Mirza A.Muthi)

Rabu, 10 Februari 2021

Marketing Produk Fashion


Saat ini pekerjaan marketing dan sales mungkin "pekerjaan paling mudah". Maksudnya kemajuan jaman dengan support aplikasi sosial media dengan system  IT networking saat ini membuat informasi semacam iklan atau promo menjadi sangat mudah tersebar dan cepat viral. Siapapun bisa menggunakannya tanpa harus punya standard skill atau sertifikasi formal dari bidang marketing tertentu.  Tapi ingat..mudah bukan berarti pasti sukses dan berhasil karena semua produk menggunakan media/channel marketing yang sama. Pada waktunya tetap pengetahuan akan kinerja sosmed yang efektif mengoptimalusasi system kerja pencarian kata kunci seperti SEO, keahlian copywriting, skill art photography  dan design editing untuk konten yang menarik juga komitmen untuk konsisten upload konten tetap akan menyelekai siapa pemain yang akan berhasil mempromosikan produknya di OnLine. Yang saya maksud adalah siapapun bisa memiliki akses untuk menggunakan media sosial sepeti Instagram, facebook, youtube,  tiktok, sales dan penawaran promosi via whatsup atau email dan beragam marketplace secara free/gratis. Semua pemilik produk usaha fashion pasti menggunakan platform medsos tsb dan tinggal dari pembeli memilih satu atau dua pcs dari ribuan produk yang didisplay tsb. Mereka menimbang harga, pilihan model dan warna, sampai ongkir free atau bayar. Sungguh pilihan yang nyaman dari calon pembeli tapi penantian yang was was dari pedagang. Jika produk Anda adalah produk fashion umum, tidak ada yang unik secara spesifik, atau bukan dari brand ternama dan valuenya rata rata sama saja dengan produk fashion sejenis, maka secara sekilas hal yang paling mudah menjadi daya tarik langsung dalam 1-3 detik pertama pastilah harga. Mudah membandingkan diantara produk sejenis dengan varian harga. Hampir pasti yang harganya paling murah yang ditarget pertama kali.

Salah satu pertimbangan lain yang penting dan paling sering dilakukan calon pembeli adalah membaca review pembeli sebelumnya. Biasanya pembei bisa menceritakan experiencenya dan memberi bintang pada kolom ulasan. Hal hal yang disampaikan bisa segala macam. Ada yang suka dengan bahannya tapi ternyata jahitannya beda di pengiriman kedua dibanding pembelian pertama, sehingga kecewa. Ada yang komplain kelembutan bahannya tidak seperti asumsi yang dia lihat di foto. Ada yang komplain pengiriman terlambat padahal baju ini untuk hadiah ulang tahun, sehingga kecewa berat. Ada yang komplain katanya standard size S, M, L  nya tidak standard dengan size fashion brand lain yang biasa dia beli sehingga salah pilih ukuran. Perlu diperhatikan dahulu review review dari medaos apa saja yang biasanya dikomplain dari pelanggan agar kita bisa menghindari kesalahan tsb untuk produk Anda. 

Sebaliknya makin bagus kisah puasnya dan makin banyak bintangnya secara rata rata maka makin besar kemungkinan produk Anda akan dipilih untuk dibeli. Maka penting harus dijaga rasa puas dari pembeli dalam segala aspek agar tetap menjaga saleable rate dari produk yang Anda tayangkan di medsos. Dan jangan salah bahwa kepuasan ternyata tidak terlalu tergantung dari harga yang murah. Ada paradigma logika masuk akal juga dalam benak pembeli bahwa tidak ada yang murah tapi bisa bagus sempurna. Kalau mau dapat barang yang sempurna mutu dan gengsinya ya beli barang dari merk branded, harus sesuaikan juga daya beli dengan harganya yang pasti mahal. Kalau mau beli produk dari merk penggembira yang penting model bagus dan suka...lalu beli tanpa harus pusing daya tahan produk fashion tsb. Kalau sobek atau rusak ya tinggal order lagi, namanya barang murah jadi sesuai mutu yang kurang awet dengan harganya. Apalagi selera fashion terus berganti maka penikmat fashion lebih suka memakai baju/ fashion cukup 1-5x pakai saja sebelum model tsb sudah tidak trendy lagi.

Jangan juga terlalu terpaku dengan cara OnLine. Baik juga jika selain OnLine Anda tetap punya outlet OffLine dimana Anda bisa mendisplay secara fisik yang mana pembeli bisa langsung meraba bahan, mencoba ukuran, membandingkan beberapa model design dan membandingkan harga. Untuk produk fashion yang dijual OffLine, maka komplain terkait hal hal yang umum dikomplain di online biasanya sangat kurang. Pembeli sudah mencek langsung barangnya di outlet sebelum membeli. Jadi tidak ada hal hal yang "katagori diragukan" seperti barang yang datang tidak sesuai dengan panampakan di foto, dll mengenai barang yang display dan stock langsung cek, pilih dan beli di toko seperti halnya penawaran dalam channel OnLine. 

Untuk jangka panjang jika Anda serius berbisnis fashion jangka panjang bahkan Anda sudah berani keluar investasi/modal untuk bikin konveksi bahkan industri garmen sendiri, maka Anda juga harus punya toko OnLine yang permanen yaitu website. Jika Anda punya akun di IG, fb, youtube, tiktok dll maka Anda hanya menumpang di platform marketing milik pihak lain. Jika operator aplikasi tsb menutup channelnya maka akun Anda juga otomatis akan stop. Tapi jika Anda menyewa webhosting untuk website  produk Anda , maka selama Anda bayar sewa webhostingnya maka channel promosi Anda akan tetap eksis dan tidak ada pihak yang bisa menutup toko online Anda secara sepihak. 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Sabtu, 23 Januari 2021

Strategi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021


Pariwisata menjadi sektor pendapatan negara yang sangat terkoreksi dari target. Tidak adanya kunjungan wisatawan manca negara bahkan wisatawan lokal antar daerah membuat omzet dari ekonomi kreatif lokal daerah wisata juga anjlok drastis. Semua betul betul prihatin dengan situasi pandemic covid 19 ini. Sektor riil pariwisata seperti sektor transportasi menderita. Pengusaha Bus Pariwisata kehilangan kemampuan untuk membayar angsuran unit unit busnya. Pengusaha Airlines apalagi yang kehilangan momentum sepanjang tahun, paling beberapa momen libur panjang dimana beberapa penumpang memaksakan harus berpergian juga. Sampai pengusaha UKM snack oleh oleh juga tidak bisa menjual produknya secara konvensional karena tidak ada kunjungan ke toko off linenya. Banyak sektor riil lain baik yang langsung terkait dengan pelaksanaan proses wisata atau sektor supporting yang biasanya bisa menghidupi ratusan kepala, saat ini terpaksa harus menderita.Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif harus memikirkan jalan keluar dari situasi sulit ini agar ekonomi seputar bisnis wisata dan ekonomi kreatif bisa mulai bergerak lagi, setidaknya, walaupun belum bisa jika harus berlari. 

Berikut strategi yang bisa ditawarkan berdasarkan logika collateral thinking yang masih logis;

Minggu, 20 Desember 2020

Bagaimana Produk UMKM Bisa Lebih Cepat Bertumbuh


Dimasa pandemic ini sudah jadi fitrahnya setiap kita berusaha dengan jalan apapun untuk bertahan hidup. Banyak yang tadinya berstatus karyawan, punya gaji tetap bulanan mendadak jadi tidak berpenghasilan sama sekali. Maka kemudian kenyataannya banyak kita lihat pengusaha pengusaha kecil dadakan yang lahir dari rumah tangga. Misal produksi panganan snack yang dibungkus plastik lalu dijual secara langsung door to door atau via medsos. Ada sisi bagus dari situasi pandemic ini yaitu banyak orang "dipaksa" untuk jadi pengusaha kecil, mengusahakan apa yang bisa digunakan untuk mencari uang pengganti pemasukan uang bulanan yang hilang. Tapi banyak juga secara skill, pengetahuan mereka belum cukup mampu mengelola usaha kecilnya secara profesional sehingga hasilnya tidak mengalami  percepatan secara signifikan sehingga apa yang didapatnya tidak menghasilkan secara cukup dan itu ternyata cukup membuat frustrasi padahal ini baru usaha pertamanya sebagai pengusaha kecil. Banyak produk seperti snack/panganan ini tidak salah di produk, rasa dan kerenyahan, tidak ada yang salah. Layak makan bahkan layak jual. Hanya saja untuk kemudia dibisniskan masih banyak yang cara penangannya kurang benar dan kurang tepat, sehingga hasil yang didapatkan kurang memenuhi harapan.


Beberapa pekerjaan yang seharusnya dilakukan sebagai proses bisnis dalam usaha panganan/snack di skala UMKM adalah;
1. Biaya Produksi. Harus diukur biaya produksinya dan tetap masuk katagori kelayakan rasanya. Ingat bahwa panganan yang dibuat kali ini untuk dijual, bukan untuk dikonsumsi sendiri atau keluarga. Jadi harus dihitung biaya produksinya dalam hal ini bahan baku, ingredient bumbu dan rempah2 termasuk biaya minyak dan gas apakah masih memungkinkan untuk dijual dengan harga terjangkau di pasaran nanti. Jika ada tenaga orang tambahan dalam proses produksi juga harus dihitung apakah ongkos feenya masih masuk hitungan total biaya produksi. Singkatnya bahan baku dan cara pengolahan harus disiasati agar rasa tetap harus enak lezat dan renyah tapi harga juga harus tetap terjangkau untuk pasaran luas.
2. Kemasan harus profesional. Perihal kemasan ini secara khusus terpisah diulas di kolom konsultasi edisi ini karena memang banyak pertanyaan mengenai kemasan ini. Tapi untuk kemasan perdana paling tidak tempel kemasan plastik snack Anda dengan sticker simple logo brand dan kontak telp/WA Anda agar memudahkan pembeli untuk menghubungi Anda untuk order lagi.
3. Cara Pemasaran. Saat pandemic ini segala sesuatu hal yang sifatnya bertemu langsung sedang sangat dibatasi. Mungkin calon konsumen juga membatasi diri untuk ditemui kita dalam upaya kita menawarkan langsung kepada calon pembeli. Jadi akan sangat susah bagi kita untuk minta waktu berkunjung ke kantor atau ke rumah calon pembeli produk snack/panganan kita dalam rangka pemasaran. Maka sudah waktunya bagi kita menggunakan jaringan media sosial dan marketplace. Maka itu tadi di unsur kemasan , bagian ini akan sangat berpengaruh pada kecepatan dan keberhasilan kita menjual secara media online karena 2-5 detik pertama orang melihat produk kita hanya bisa melalui kemasannya.
4. Promo Perdana. Jangan kaku dalam menetapkan harga jual. Apalagi dimasa pengenalan produk kepada pembeli baru lebih baik diberikan sample free dulu. Tidak ada bisnis yang langsung instan menghasilkan. Memang selalu ada biaya promosi yang keluar diawal. Materi promosi yang paling efektif untuk produk snack/panganan adalah pengenalan dan pembuktian rasa produk itu sendiri, bukan brochure atau spanduk.  Berikan secara terukur beberapa bungkus produk untuk area wilayah yang ditetapkan. Paling cepat adalah pasarkan dulu untuk wilayah sekitar rumah atau tempat produksi Anda. Misal RW Anda ada 5 RT maka di setiap RT disebar 10 bungkus free berbeda rumah. Cari keluarga yang anggota keluarganya aktif sosialisasi antar tetangga agar informasi enak dan renyahnya snack Anda cepat tersebar. Jangan cuma sekali free, setiap minggu jadwalkan 10 bungkus free minimal 2 x sebar di rumah yang berbeda. Lalu cek respondnya dengan bertanya langsung pada tetangga penerima snack free. Informasi dari mereka juga bisa jadi perbaikan rasa dari snack Anda untuk batch produksi selanjutnya. Jika prosuder ini Anda lakukan konsisten maka dari free promo snack ini Anda sudah bisa mengenalkan produk Anda minimal pada 1 RW dalam 1 bulan. Selanjutnya gelombang order berulang sudah bisa Anda harapkan datang dari RW sekitar Anda. Jangan takut, semua panganan yang rasanya enak pasti akan cepat tersebar informasinya dari mulut ke mulut tanpa harus Anda minta mereka bicara atau bayar mereka untuk mempromosikannya.
Demikianlah sedikit petunjuk langkah awal dalam Anda memulai bisnis panganan/snack skala UMKM Anda. Rejeki ada dimana saja dan bisa didapat dengan cara apa saja. Maka jangan ragu dalam berbisnis usaha skala UMKM ini asal caranya tepat pasti juga akan menghasilkan rejeki. 


SEMANGAT SUKSES 

(Mirza Amrullah Muthi)

Rabu, 04 November 2020

Kenapa Butuh IT di Bisnis


Saat ini hampir semua usaha dan bisnis menggunakan IT system? Sebetulnya hal seperti ini juga terjadi di era industrilaisasi dimana mesin mesin produksi baru diciptakan dan digunakan secara luas. Waktu produksi yang lebih cepat, kapasitas produksi yang lebih besar, mutu hasil produksi yang bisa distandarkan, hasil produksi jadi lebih banyak dan keuntungan usaha jadi lebih besar. Oleh sebab itu saat itu semua produsen berlomba lomba melengkapi produksinya dengan mesin mesin produksi dan sejak itu dinamakan pabrik. Keuntungan meningkat pesat dan bisnis makin bagus. Revolusi industri dimulai.

Saat ini mesin mesin produksi dengan teknologi modernnya sudah menjadi wajib dan biasa. Revolusi berikutnya adalah mesin atau computer yang bisa berpikir sendiri/ artificial intelegent. Dengan IT semacam ini maka manusia tidak perlu mengawal dan mengawasi selama masa produksi. ON kan..lalu tinggalkan, mesin dan computer bekerja dan memutuskan sendiri dengan otaknya, kita terima jadi sesuai order. Maka manusia dengan kecerdasan otaknya bisa mengatasi segala kekurangan otaknya sendiri dan mengembangkan kecerdasan buatan yang diimplant pada system IT computer dan bisa memproduksi kecerdasan melebihi manusia itu sendiri, karena mesin dan system selalu fokus, konsisten, tidak terganggu pengaruh apapun diluar fokus, tidak lelah secara fisik atau jenuh secara mental, tidak punya hati dan iba yang bisa melemahkan ketegasan keputusan dan banyak hambatan atau kelemahan manusia pada umumnya.

Diluar bidang industri untuk produksi, teknologi IT lebih dominan untuk mengelola big data. Data data tsb bisa dipilih pilih, dikategorikan, dihubungkan, disambungkan sesuai parameter yang dibuat, menjalankan alogaritma untuk mendapatkan pola, menyimpan data sesuai karakter yang dibutuhkan, sepwrti gender, kelompok usia, pekerjaan, profesi, hobby, wilayah domisili dan banyak lagi. Output dari hasil olah data ini kita bisa mengelompokan pelanggan berdasarkan frekuensi belanjanya per minggu yang menjadi parameter loyalitasnya. Jumlah transaksi rata rata yang dilakukan yang menjadi parameter pengelompokan segmen daya beli. Lalu kelompok pembeli yang membeli barang barang yang sama atau sejenis bisa dikelompokan dan diarahkan untuk dibuat semacam komunitas dan jadi parmeter untuk membuat club atau kelompok hobby tertentu..lalu kelompok yang sering membeli daftar belanja bahan bahan kue bisa dihubungkan dengan seorang baker/pembuat kue untuk mengatur acara demo bikin roti. Bahkan besok besok mereka bisa membeli bahan baku kue dan roti tanpa harus datang ke toko tapi bisa pesan lewat HP , dibayar lewat payment transfer dan bahan kue dikirim pada waktunya. Dihubungkan dengan satelite menentukan dimana posisi sumber terdekat untuk pengiriman ke pemesan sehingga lebih cepat dan efesien. Banyak lagi yang bisa diatur jika kita bisa mengumpulkan dan mengolah big data. Bayangkan manfaat yang bisa kita dapatkan dari kecerdasan seperti ini. Maka jelas kita sangat membutuhkan IT system untuk membuat semuanya berjalan lebih efektif, lebih efesien, lebih cepat, lebih terintegrasi, lebih fokus dan lebih berbobot secara bisnis. Segala sesuatu yang lebih efektif , lebih dibutuhkan , lebih memudahkan, modern tapi tetap user friendly pasti akan lebih unggul dan menarik untuk digunakan. Keunggulan competitive yang dibutuhkan dalam persaingan bisnis. 


SEMANGAT SUKSES 

(Mirza Amrullah Muthi)

 

 

Sabtu, 24 Oktober 2020

Kecepatan Tahapan Proses


 Dalam apapun yang kita kerjakan selalu ada tahapan. Ada yang perlu riset untuk lebih dahulu mengumpulkan data, lalu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi, perbaiki tambah kurang modifikasi, pelaksanaan pasca evaluasi dan penilaian akhir KPI (Key Performance Indicator). Itu dinamakan proses tahapan mencapai tujuan. Jelas serangkaian proses tersebut membutuhkan waktu. Waktu sangat terkait dengan berapa banyak biaya dan pengorbanan yang dibutuhkan..semakin lama prosesnya semakin banyak yang dibutuhkan. Ada hal hal yang bisa diusahakan untuk mempercepat proses, misalnya gunakan sumber daya manusia yang sudah berpengalaman sehingga proses belajar trial error di-eliminir. Tentu saja makin expert sumber daya manusia maka makin mahal harga upahnya. Cepat karena expertise. Atau jika dalam sektor produksi/industri, gunakan sumber daya mesin atau alat yang lebih canggih tapi mahal. Proses cepat tapi mahal.  Kecepatan proses bisa juga karena sudah dipelajari sebelumnya sehingga pada saat menjalankannya sudah paham dengan akurat tepat step step efektif efesiennya. Tidak buang buang waktu dan uang yang tidak perlu. Cepat tapi tetap efesien.

 Tapi ada bagian proses yang tidak bisa dipercepat, yaitu proses connecting antara satu tahap dengan tahap berikutnya. Tahap ke 2 tidak akan bisa selesai sebelum tahap 1 selesai. Bisa jadi tahap 4 dan tahap 5 berjalan paralel, lalu hasil kedua tahap akan digabung di tahap 6. Tapi intinya tidak ada proses yang bisa dikatakan selesai sebelum semua tahapan berjalan sempurna.

Dalam kehidupan ini juga sama, kita harus mengalami semua tahap. Ada tahap senang, ada tahap susah, ada tahap harap harap cemas, bahkan kadang ada masa dimana kita sudah merasa putus asa dan hampir berniat berhenti mundur dari menjalankan proses. Kita tidak bisa melompati tahapan. Misal hanya mau ambil tahap tahap yang mudah, senang, aman saja dan tidak mau mengalami tahap tahap penderitaan, pengorbanan dan kesusahan. Bahkan juga gangguan dan ketidak yakinan muncul dari kalangan keluarga dan lingkungan dekat. Dari ibu, dari adik kakak yang menyangsikan keyakinan kita dan menganggap apa yg sedang kita kejar selama ini cuma kebodohan yang mengawang awang dan malah menimbulkan masalah. Juga mungkin dari pasangan dan anak anak yang wajar kurang sabar karena kebutuhan tetap harus dipenuhi setiap harinya. Dalam tahap ini ada harus mensiasati situasi. Jangan terlalu frontal tetap maju terus dan membuat keluarga merasa kita tidak peduli masukan mereka padahal mereka sudah membantu kesulitan kita. Tapi juga jangan berhenti, tetap gunakan waktu waktu yang disesuaikan untuk tetap follow up peluang yang Anda yakini tsb secara bertahap sampai berhasil. Jika sedikit saja kita yang sedang mengalami tahap dicoba dan langsung jadi putus asa dan berhenti, maka sayang sekali karena pasti proses terhenti dan tidak ada hasil sama sekali.

 Tidak apa untuk sebentar istirahat, merenung dan tarik napas dahulu, tapi setelah itu harus bergerak lagi. Tidak ada yang tahu siapa tahu selangkah dua langkah lagi tahu tahu Anda sudah sampai di gerbang keberhasilan. Jadi jangan sampai Anda berputus asa lalu memutuskan berhenti, padahal persis dibalik dinding Anda sudah ada cahaya terang. Menyesal tidak akan mengubah hasil dan menyia -nyiakan waktu yang sudah dan sedang kita jalani untuk berproses. 

 

SEMANGAT SUKSES 

(Mirza A.Muthi)

Senin, 07 September 2020

TIPS AWET BERTEMAN


Di suatu kesempatan saya bertemu warga senior. Usianya diatas 60 tahun dan dari apa yang disampaikan terlihat bahwa wawasannya luas. Dari beberapa kali pertemuan saya dapati jika kawan beliau banyak sekali. Baik dari kalangan muda apalagi yang sebaya beliau. Dari kalangan di bawah pohon rindang sampai birokrat beneran. Dari kalangan investor sampai makelar. Saya bertanya apa resepnya. Walaupun tidak secara detil beliau mendeskripsikan maknanya tapi saya menangkap garis merahnya. Berikut saya sharing nasihat dari warga senior ini dan coba deskripsikan dengan bahasa saya sendiri.  Sengaja singkatannya tidak saya tampilkan. Walaupun jadi sangat mudah untuk mengingatnya tapi seperti sangat tidak umum untuk mengucapkannya. Jadi kalau diucapkanpun harus dalam konteks becandaan saja, jangan dianggap serius atau konteks negatif lainnya. Hanya supaya lebih mudah dihapalkan. Berikut tips keren yang saya deskripsikan sebagai berikut;

1. SITUASI. Adalah suasana external yang sedang berlangsung saat sesi komunikasi berlangsung. Lebih kepada mood dan suasana hati. Lagi situasi happy, sedih, serius dan fokus atau santai santai saja. Bahwa jika sedang ngobrol dengan kawan kawan ataupun relasi  harus tahu bagaimana aituasi yang sedang berlangsung. Jangan pada situasi yang membutuhkan konsentrasi serius dan fokus lalu Anda lemparkan guyonan candaan yang kekanak kanakan. Ataupun sebaliknya disaat situasi sedang santai lalu Anda terlalu serius sehingga ada istilah 'lo orangnya gak asyik'. Bisa juga masukan sedikit jokes ringan secara smart pada tengah tengah sesi agar tidak terlalu tegang. Selama anggota kumpul atau kawan Anda tidak ada yang keberatan atau malah bisa membuat suasana kaku menjadi lebih cair maka tidak ada salahnya juga. Diamati dan diantisipasi saja. Situasi juga bisa jadi tergantung dari Agenda / thematic apa yang sedang diusung saat sesi ketemu ini berlangsung. Apakah cuma untuk sesi ngobrol santai, kumpul diskusi , membahas progress kerja atau hanya kumpul ngopi ngobrol untuk nostalgia masa lalu.

2. KONDISI. Adalah keadaan dari masing masing pribadi orang. Situasi diatas bisa tejadii karena terkait erat dengan Kondisi  siapa yang jadi lawan bicara kita. Misal saat kita kedatangan kawan dalam kondisi yang sedang susah, butuh bantuan saran dan minta saran dari kita, maka ciptakan situasi komunikasi yang akhirnya akan memberi harapan solusi atau setidaknya inspirasi untuk dia. Sebaliknya jangan malah memeperolok olok atau menggampangkan masalahnya lalu tidak memberikan solusi apapun. Tidak akan lebih baik kondisinya setelah bertemu dengan Anda.

3. TOLERANSI. Hindari memulai masalah hal hal yang sifatnya sensitif, seperti (SARA) suku, keyakinan dan agama, ras, antar golongan, urusan keluarga kawan, bahkan pekerjaan kawan jika dia tidak memulai bicara duluan. Hal hal yang jika akhirnya diperdebatkan bisa memancing emosi. Dengan adanya situasi dan kondisi tersebut dan setiap orang dalam satu sesi busa jadi dalam kondisi yang berbeda beda, maka empati dan simpati sangat dibutuhkan. Outputnya adalah toleransi. Jangan pamer kekayaan dan kesuksesan di depan kawan yang sedang susah, sedangkan jikapun Anda diminta bantuan misal pinjaman, tetap saja juga tidak bisa membantu. Atau pada saat mengumpulkan uang untuk suatu acara hendaknya angkanya tidak dipatok sama karena kondisi setiap kawan berbeda beda. Lebih baik kawan yang sedang mampu dan berlebih bisa menyumbang lebih sebagai subsidi pada kawan yang sedang kurang mampu. Toleransi tidak hanya dalam bentuk uang. Bisa jadi dalam hal menyampaikan pendapat yang tidak sangat memaksakan pendapat sendiri, atau dalam hal menghormati keyakinan masing masing. Banyak hal dimana toleransi sangat penting diterapkan dalam berkawan. Bahkan saat ini kita tidak hanya berkawan di dunia nyata. Ada grup WA yang kadang bisa terjadi konflik saat saling lempar tulisan. Saat ini jempolmu adalah harimaumu, maka hati hati saat menekan 'send enter' periksa dulu apakah tulisanmu akan akan berdampak negatif untuk suasana grup WA.

4. PANDANGAN. Adalah sejauh mata memandang, maka ini sifatnya tidak terbatas. Pandangan bagus untuk kita tetap termotivasi, atau memberi inspirasi kepada kawan. Bahwa harapan di depan masih terbuka luas. Jika bercita cita membuat usaha bersama dengan kawan misalnya pandangan ini bisa mentrigger visi misi dan strategi jangka panjang. Tapi Pandangan setiap orang pasti tidak sama. Ada yang mempunyai pandangan tidak terbatas, simulasikan dengan 5 km ke depan, ada kawan yang hanya berani memandang maksimal 2 km di depan, ada yang sangat hati hati sekali hanya main aman dengan tidak mau lebih berpandangan dari yang betul betul bisa terlihat 100 m di depan. Jadi lihat dulu siapa kawan diskusi kita, jangan nanti Anda dicap terlalu membuai mimpi mimpi atau bahkan tukang omong kosong.

5. JANGKAUAN. Adalah apa yang benar benar bisa kita pastikan untuk bisa dicapai saat ini atau dalam jangka pendek. Mudahnya saja jika sedang berjanji dengan kawan untuk datang ketika diundang, jangan pernah katakan insha Alloh jika dalam jangkauan Anda 99% sudah pasti tidak bisa hadir. Mohon maaf saja untuk saat ini belum ada waktunya dan nanti diatur lagi waktu di kesempatan lain. Insha Alloh harusnya 99% Anda memang bisa hadir dan 1%nya adalah kehendak Alloh SWT. Bukan dibalik dan menjadikan kalimat "Insha Alloh" sebagai bumper.

Dalam berteman sering kasusnya hubungan pertemanan jadi putus karena masalah uang. Jika dalam keseharian pergaulan kita seperti bisa mengamati karakter setiap kawan kita, rasanya semua normal normal saja. Kawan yang baik dan enak diajak berteman, tunggu sampai kita bermasalah uang dengan dia. Disana baru benar benar kita paham karakter sebenarnya dari kawan tsb atau bagaimana orang juga akan menilai karakter kita juga dari masalah uang. 

Misalnya dalam hal pinjam meminjam.  Jika dalam Jangkauan Anda sudah pasti Anda bisa membayar hutang maka Anda boleh meminjam uang kepada kawan, khususnya pinjaman jangka pendek.  Tapi jika dalam jangkauan Anda belum ada Pandangan pemasukan karena Anda sedang tidak bekerja, jangan janjikan untuk bisa membayar cepat karena 99% Anda akan gagal bayar. Atau sebaiknya Anda betul betul ceritakan situasinya dan kondisi Anda sendiri yang sedang sangat sangat butuh uang tsb. Jika kawan Anda tetap bersedia meminjamkan, atau malah memberikan bantuan iklas, maka dia adalah kawan sejati yang harus Anda jaga dan pertahankan seumur hidup Anda. Kalaupun pada tanggalnya Anda tetap belum bisa bayar, tetaplah komunikasi dengan kawan yang meminjamkan, jangan berusaha menghindar apalagi menghilang. Sampaikan alasannya dan buat jadwal baru pembayaran lagi. Apapun yang sedang terjadi, dia berhak menagih. Jangan malah Anda yang lebih galak, karena Anda yang meminjam. Jadi hargai kawan yang bersedia meminjamkan uangnya pada Anda pada saat situasi keuangan Anda sedang sulit, apalagi jika dia tidak terlalu menekankan kapan Anda bisa kembalikan pinjaman tsb karena paham situasi Anda. KAWAN SEJATI ADALAH YANG BERSEDIA DATANG PADA SAAT ANDA KESUSAHAN. 

Situasi ini juga sebagai berkah sekaligus reminder bagi Anda, kelak jika Anda sudah kembali ke situasi ekonomi bagus dan berjaya, jangan segan segan bantu kawan yang sedang berkesusahan. Ingat berkah dan rahmat harus terus dibagi dan berputar agar energi baik tetap mengalir. Demikian deskripsi mengenai tips sukses awet berteman untuk kita semua terapkan dalam kehidupan berkawan dan bersosialisasi sehari hari. Satu musuh sudah terlalu banyak dan seribu teman baik masih terlalu kurang. 

 

SEMANGAT SUKSES 

(Mirza A.Muthi)