Sabtu, 01 April 2017

YAKIN-lah, maka Anda Harus Kejar



Keyakinan adalah sikap keteguhan pada suatu nilai yang kita yakini benar dan pasti ada hasilnya jika kita bertahan dan kerjakan. Bahwa jika kita jalankan keyakinan tsb maka akan ada kebaikan dan manfaat sebagai "upah" dari kesusahan dan kesabaran sejenak tsb. Keyakinan itu adalah pintu terakhir buat bertahan dari godaan. Apapun itu, misalnya keyakinan berTuhan dan beragama menjauhkan dari maksiat. Sehingga ada ataupun tidak ada orang lain, tetap kukuh percaya bahwa ada Allah SWT mengawasi setiap gerak langkah kita. Menjauhi dosa.

Yakin bahwa kita harus bertahan pada seseorang, maka kita tidak akan lepas berpikir positif pada orang tsb dan bisa lebih sabar juga memaafkan. Sehingga bisa menjaga keutuhan berumah tangga, berkeluarga, bersahabat. Bahwa manusia tidak ada yang sempurna baik dia maupun Anda

Keyakinan juga jelas palang terakhir yang menjaga kita tidak mundur dari berusaha. Jika kita yakin bahwa besok pasti akan berhasil maka kita akan bertahan. Sehingga kita tidak pernah berhenti berusaha walaupun keadaan sudah sesulit dan sejatuh apapun. Yakin selangkah lagi masih ada harapan dan kemungkinan

Keyakinan bahwa segala sesuatu perbuatan baik sekecil apapun pada siapapun akan diganjar pahala kebaikan , apresiasi sekitar dan karma baik. Yang mengharuskan Anda untuk terus berbuat baik dan memberi manfaat pada setiap makhluk hidup di sekitar Anda. Agar hidup berguna dan berkah

Yakinlah bahwa setiap ujian pasti ada maksud dan tujuan dari rencana Allah SWT sedang bekerja pada Anda. Allah SWT tahu apa kebutuhan kita, sedang kita selalu mengejar keinginan. Maka seringkali kita mengeluh jika diberikan cobaan karena menganggap Tuhan tidak memberi kemudahan dan pertolongan, padahal itu berarti Tuhan sedang mengarahkan kita pada tujuan yang lebih hakiki. Yakinlah bahwa Alloh SWT selalu tahu yang terbaik buat kita, menjadikan kita hambaNYA yang selalu bersyukur atas apapun yang kita sedang terima dan jalani.

Jika dalam hidup tidak ada pondasi keyakinan akan sebuah tujuan, maka Anda akan mudah menyerah. Jauh dari berjuang dan berkeras hati.Diuji sedikit mengeluh, gagal sekali dua kali seperti sudah habis sama sekali. Ditolak langsung rendah diri, padahal Anda masih hidup.Selama cobaan dan ujian tidak membuat Anda mati kehilangan nyawa, maka yakinlah masih mungkin dan masih bisa Anda untuk bangkit lagi.Yakinlah bahwa masih ada jalan. Mungkin selama ini cara dan strategi Anda kurang tepat, rubah caranya dan perjuangkan lagi maksimal. Tidak akan ada perubahan hasil dan nasib jika kita melakukan hal yang sama itu itu lagi setiap hari.

Keyakinan hati adalah senjata manusia untuk bertahan dalam kehidupan yang sulit ini dan untuk lebih sukses lagi bersaing. Siapa yang lebih yakin , bersedia berjuang dan berubah, dia yang menang. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Rabu, 01 Februari 2017

PASAR KELUARGA, SIAPA LEBIH MUDAH DITARGET



Segmen target berdasarkan genre anggota keluarga sering jadi pertimbangan penting bagi marketer untuk menentukan strategi. Anggota keluarga yang terdiri dari Ayah, ibu dan anak, walaupun adalah satu keluarga, tapi tetap saja punya karakter dan motivasi memutuskan untuk membeli yang berbeda beda. Para marketer perlu "mengerucutkan" strategi pendekatan baik secara komunikasi , pemenuhan kebutuhan yang paling prioritas, promosi dan marketing tools yang tepat, terus digali dan diexplore sampai strategi closing yang paling tepat sesuai dengan karakter target pasar. Karena jika secara detil strategi yang direncanakan tidak tepat pada saat aplikasinya oleh para penjual, bukan tidak mungkin bahwa si ibu akhirnya menggagalkan keinginan anaknya untuk membeli, atau suami akhirnya melarang istrinya untuk membeli. Anak akhirnya menjadikan seorang ibu memutuskan tidak jadi membeli. Padahal yang kita inginkan justru keinginan istri menjadikan suami akhirnya tidak kuasa untuk menolak untuk membelikan, keinginan anak justru akhirnya "memaksa" bapak mau tidak mau untuk membelikan, atau istri akhirnya tidak tega untuk memenuhi keinginan suami untuk membeli sebuah barang, dan semacamnya. Bagi seorang penjual, anggota keluarga pasti ada yang bisa dijadikan jangkar, pemicu, bahkan "pemaksa" untuk anggota keluarga lainnya menyetujui keputusan membeli, maka itu adalah closing yang sukses.

Kalau dianalogikan dengan korek api batang kayu, maka ibu adalah pentol korek api, anak adalah landasan pematik api dan bapak adalah gagang kayunya. Ibu atau wanita pada umumnya termasuk segmen target yg "mudah terbakar". Kata kata discount besar, penawaran khusus, hanya hari ini saja, pilihan yang sedang trend, dll, sudah cukup untuk membakar semangatnya untuk membeli. Apalagi jika dikaitkan dengan kebutuhan gaya hidup dan terutama kebutuhan anak. Seorang ibu sangat care dengan pemenuhan kebutuhan anaknya dalam hal pendidikan, makanan dan minuman yang baik, permainan dan hiburan anak yang sedang happening, bahkan baju baju atau accesories anak yang lucu dan trendy. Bapak sebagimana umumnya pria, sebagai gagang korek api, bisa rela untuk menggerakan tangannya mengeluarkan uang dari dompet atau menggesekan kartu kreditnya jika sudah ada permintaan dari pihak ibu atau wanita. Bahkan dalam kasus khusus tertentu si pria rela terbakar sampai habis gagang koreknya jika sudah betul betul mencintai wanita tsb. Terasa absurd memang tapi itulah fenomena kehidupan nyata.

Tapi bukan berarti para Pria atau kepala keluarga adalah target yang paling susah juga. Hal hal yang bisa membuatnya bisa "terbakar" juga adalah yang terkait dengan brotherhood, kesetiakawanan, persahabatan, termasuk segala symbol symbolnya. Pernah tahu kenapa tawuran sering sekali terjadi antara murid laki laki dibanding perempuan? Kenapa mudah sekali menjual motor besar mahal Harley Davidson dibanding menjual sebotol parfum kepada para penggila motor? Kenapa seorang eksekutif mudah mengeluarkan uang untuk melengkapi koleksi set collectible items dari band rock terkenal pujaan dia dan kawan kawannya. Jadi kawan dan gaya hidup jika para penjual tahu pas posisi pria target tsb juga bisa sangat mempengaruhi keputusan beli seorang pria. Laki laki sangat memegang harga diri jika sudah berbicara gengsi kesetiakawanan. Laki laki lebih bisa dipengaruhi melalui kawan kawannya, sedangkan wanita terasa lebih pribadi. Kalaupun wanita berkawan bisa jadi cukup hanya dalam jumlah kecil. Cukup 5 orang misalnya cukup untuk kemana mana bareng dan membagi hobby yang sama atau disama samakan sebagai symbol status atau symbol bergaul.

Tapi intinya baik Pria maupun Wanita, tetap lebih mudah untuk di"lock and fire" jika sudah kena hatinya. Bagaimanapun, mereka adalah manusia, bukan semata objek target barang dagangan. Dengan itu mereka ingin dimanusiakan dengan perhatian perhatian kecil, khusus dan tepat timingnya. Misal beri hadiah kecil sebuah pulpen berukir nama klien saat mereka ulang tahun, beri sekeranjang buah saat mereka sakit, ajak mereka ke restoran kepiting yang jadi menu kesukaannya, oleh olehkan anaknya vitamin herbal yang baik, kirimkan sms atau WA berupa doa yang khusus pada pagi hari untuk pelanggan Anda, hal hal kecil yang membuat dia terkesan dan akan ingat kepada Anda. Tidak seberapa besar biaya yang dibutuhkan, tapi nilai Anda sebagai penjual akan meningkat sebagai kawan di hati para klien Anda. Bukan lagi sekedar Anda punya barang dan dia punya uang, maka barang berpindah tangan. Tapi lebih karena "Anda"nya, bukan barangnya. Barang mudah dicari dimana mana, tidak harus beli dari Anda. Tapi kenyamanan hanya bisa dia dapatkan dari Anda, sekalipun ujung ujungnya tetap harus membeli barang atau jasa Anda tetapi tetap dia merasa lebih nyaman membelinya dari Anda sebagai kawan.
Maka nikmati proses Anda mempelajari seni menjual dan tingkatkan nilai Anda dimata para klien. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Minggu, 01 Januari 2017

WAJIB SUKSES, BUKAN PILIHAN



Hidup saat ini memang berat. Semua hampir diukur berdasarkan materi, punya rumah berapa besar, punya mobil merk apa, punya tanah berapa luas, punya simpanan bank berapa banyak, dll. Kita memang tidak bisa selalu mengukur kebahagian dengan uang, tapi jaman ini apapun butuh uang. Untuk berobat, untuk sekolah, untuk merawat orang tua, bahkan untuk booking tanah makam kita nanti. Pada akhirnya semua materi dan uang tsb harus didapat melalui pekerjaan atau usaha. Tidak ada pekerjaan yang tidak beresiko. Apapun keputusan Anda jadi karyawan atau pengusaha, usaha warung mie ataupun usaha transportasi. Resiko akan berbanding lurus dengan prospeknya. Makin besar keuntungan maka makin tinggi resiko, makin butuh keberanian dan kecerdasan. Maka siapa yang berani mengambil resiko lebih besar lebih pantas dapatkan peluang sukses lebih besar dibanding mereka yang menerima resiko rata rata saja

Mereka yang hanya bermental rata rata lebih pertimbangkan cara dan jalan yang aman, jauh dari resiko. Tapi hasil akhirnya juga biasanya akan rata rata saja. Mereka yang bermental lebih kuat dan berani mengambil tantangan lebih tinggi untuk tujuan yang lebih bernilai biasanya akhirnya akan menerima lebih.

Tapi hidup adalah pilihan, ada juga mereka yang tidak ingin hal hal berlebihan dengan materi duniawi ataupun jabatan dalam hidup walaupun mereka orang luar biasa. Mereka hidup dalam kesederhanaan walaupun secara materi mampu. Lebih banyak berbagi dan berdamai dengan situasi sekitarnya. Idealisme pribadi. Maka pada akhirnya standard kebahagian dan kebanggaan setiap orang berbeda beda tergantung tujuan hidupnya. Tidak ada yang bisa menyalahkan atau memaksakan pilihan jalan hidup atau life style.

Tapi apapun standard nilai dan kebanggaan hidup berbeda beda, tetaplah pada nilai kebaikan semesta bahwa setiap manusia perlu memberi manfaat positif pada sekitarnya. Pikiran dan wawasan di dalam tetap harus besar dan luas. Walaupun penampilan ke luar bisa biasa saja, tapi yang penting adalah output action dan manfaat . Menjadi sederhana dalam penampilan adalah hak setiap orang, walaupun dia sudah sangat sukses dalam financial. Ada pertimbangan dan idealisme tertentu.

Penampilan adalah pilihan, tapi menjadi berhasil dan sukses bukan pilihan. Jika Anda ingin hidup Anda berkualitas dan berguna, maka sukseslah. Dengan menjadi sukses dan berhasil maka Anda menghargai hak hidup yang sudah diberikan Tuhan kepada Anda, lalu jangan lupa berbagilah sukses dengan sesama. Semakin banyak mereka yang bisa Anda angkat dan bantu untuk sukses mereka, kebahagiaan mereka, perubahan ke arah lebih baik, makin baik. Pada akhirnya kewajiban hidup Anda adalah memberi manfaat pada sesama. Tapi jika Anda tidak sukses bagaimana bisa berbagi kepada sesama dan menyebar manfaat. Jadilah sukses dan bernilai. Awal tahun ini berjanjilah pada diri sendiri untuk lebih baik dan lebih berguna lagi untuk banyak orang disekitar Anda, agar Anda hidup bukan sekedar ada, tapi karena banyak orang membutuhkan Anda, Anda memberi hidup kepada banyak orang. 


SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Kamis, 01 Desember 2016

Jaga Kepercayaan dan Reputasi Anda



Kepercayaan bukan hal yang mudah didapat. Tidak semua orang pantas diberi kepercayaan. Orang berjuang menjaga reputasi seumur hidupnya untuk menjaga kepercayaan dan nama baik. Bagi yang sudah dan masih mendapat kepercayaan, maka melaksanakan amanah dan tugas sampai selesai dengan baik adalah bagian dari menjaga reputasi dan menjaga kepercayaan. Bagi profesional, menjaga kepercayaan adalah bagian penting dari usaha mencapai sukses. Karena untuk sukses tidak bisa sendirian, tapi harus ada dukungan.


Tapi dalam bisnis, menjaga kepercayaan harus dengan reputasi dan bukti nyata. Anda harus memiliki track record pekerjaan yang Anda berhasil selesaikan dengan baik dan hasil itu diakui oleh orang banyak. Reputasi Anda dikenal dengan baik di dunia bisnis yang Anda tekuni. Anda lebih baik menjadi Top 3 pelaku expert di bidang khusus tsb karena Anda punya catatan kerja yang baik sehingga Anda dinilai kompeten di bidangnya. Dengan catatan tsb, orang baru akan percaya bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk berbagi bisnis untuk diajak bermitra usaha.


Tapi jangan salah, bahkan reputasi yang Anda bangun dan jaga dengan susah payah tetap saja bisa hancur sekejap dengan satu kesalahan yang Anda buat atau bahkan isyu jelek tentang Anda. Walaupun tidak benar tapi tetap juga bisa beresiko. Karena dalam bisnis akan terkait uang, potensi, pengalaman, skill spesifik, kecerdasan intelektual bahkan kecerdasan spiritual, maka semua unsur bernilai. Jika saja sampai ada informasi dari orang lain bahwa Anda orang yang tidak bisa menjaga reputasi, maka Anda dipikir tidak tepat dijadikan mitra bisnis.


Maka dalam tujuan menjaga reputasi, jangan juga sampai Anda menciptakan musuh. Jalankan hidup dengan lurus dan baik agar tidak ada orang yang sempat tersakiti atau benci dengan Anda. Jangan sampai Anda dengar isyu jelek tentang Anda baik memang itu benar kekurangan Anda ataupun betul betul hanya isyu dari mereka yang tidak senang pada Anda. Jika tidak ada orang bisnis yang mau menjadikan Anda mitra, mempekerjakan Anda, atau mensupport Anda, maka habislah Anda


Anda mungkin tetap akan hidup, tapi yang biasa saja. Tidak ada jalan untuk mendapatkan jenjang lebih tinggi lagi karena Anda tidak bisa mendapat dukungan. Maka penting bagi Anda untuk cetak prestasi prestasi nyata, bangunlah reputasi bisnis yang cemerlang, jalin hubungan baik dengan banyak relasi dalam karir, terus bangun diri Anda, jangan lupa ringan bersedekah sebagai tanda bersyukur, maka bisnis akan datang sendiri. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Selasa, 01 November 2016

BELAJAR


Belajar, berarti menyerap informasi dari luar dan gunakan untuk memberi manfaat bagi diri sendiri. Menambah pengetahuan, memperbaiki kesalahan. Belajar, membutuhkan sikap terbuka, siap menerima, siap mendengar. Mereka yang merasa sudah tinggi, paling pintar biasanya susah jika diberi input. "Gelasnya sudah penuh". Belajar, membutuhkan tujuan, untuk apa dia belajar, untuk apa dia butuh diberi masukan. Jika tujuannya tidak jelas maka belajar tidak termotivasi. Belajar, seringkali membutuhkan contoh. Entah tokoh yang jadi panutan, ingin seperti beliau. Atau bahkan seseorang yang gagal, agar jangan sampai saya seperti dia.

Belajar, membutuhkan pengorbanan. Paling tidak waktu harus disempatkan, kadang mengorbankan kesenangan kumpul kumpul dengan keluarga. kawan kawan. Harus komitmen. Belajar, harus berprogress. Harus kelihatan perubahan ke arah lebih baik pada pengetahuan, wawasan, tingkah laku sampai merubah mindset, karakter. Belajar, tidak harus semua bisa sempurna. Kadang kita juga hanya harus fokus pada hal hal yang jadi tujuan utama. Jadi spesialis dalam satu bidang atau keilmuan. Jadi nara sumber tempat orang bertanya hal tsb. Lainnya cukup sekedar tahu sedikit dan yang penting pernah belajar.

Belajar, harus yakin bahwa akan membawa manfaat di masa depan. Jika tidak yakin maka biasanya tidak akan konsisten. Baru 2 bulan sudah bosan dan stop. Kurang daya tahan dan tidak siap menderita. Belajar, tidak berarti selalu membaca buku, masuk kelas sekolah atau ikut seminar. Belajar dari mengamati, mengikuti, menjalani langsung juga sangat perlu. Maka itu yang disebut jam terbang atau pengalaman, biasanya makin lama pengalaman makin dalam ilmu lapangannya. Kita harus bisa menemukan coach yang dalam luas ilmunya dan banyak jam terbangnya yang bisa membimbing ilmu dan pengalaman sesuai kebutuhan kita.

Belajar, adalah hal yang tidak akan pernah berhenti seumur hidupmu. Belajarlah terus selama masih bernafas maka hidupmu akan terus bernilai. Belajar, butuh kerendahan hati. Kita butuh mereka yang lebih tua, yang lebih berpengalaman, lebih punya track record utk diserap ilmu nyatanya. Belajar, butuh investasi. Jangan terus beli gadget update, pakaian bagus, lifestyle bergengsi, tapi pelit belanja buku ilmu, ikut seminar, kursus. Investasikan pada otak Anda. Maka otak Anda akan memberi penghidupan pada apa yang dibutuhkan tubuh Anda.

Belajar, butuh lingkungan yang kondusif. Jika anda dalam lingkungan yang pergaulannya cuma buang buang waktu, malas, maka anda juga tidak akan mulai belajar. Agar manusia bisa memberi manfaat pada diri sendiri dan orang orang sekitarnya, maka harus melalui proses pembelajaran. Ilmu tidak bisa didapat secara instant. Maka hidup itu sendiri dengan segala jatuh bangunnya adalah proses belajar yang terus menerus, agar setiap hari makin baik dan baik lagi. Bertambah ilmu dan bertambah kebijaksanaan.



SEMANGAT SUKSES
 ( Mirza A.Muthi )