Jumat, 30 September 2016

SAHABAT SEJATI

Persahabatan itu adalah juga rejeki dari Allah SWT, bukan hanya uang. Justru sahabat yang baik dan positif lebih berharga daripada sekedar uang atau harta. Sahabat yang bukan hanya mengajak pada kesenanganduniawi semata, tapi justru mengajak untuk menanam kebaikan, menjauhi masalah dan mudharat. Masalah yang disebabkan oleh diri sendiri atau masalah yang mungkin akan terjadi karena pengaruh lingkungan. Mengingatkan agar tidak salah jalan.

Bahkan mungkin saja sahabat bisa memarahi jika kita terlalu susah dinasihati oleh orang tua, keluarga atau orang lain. Sahabat bisa lebih didengar nasihatnya. Tidak mudah mencari sahabat sejati. Dari sekian banyak teman keseharian yang kita miliki mungkin akhirnya hanya 1-2 orang yang pantas jadi sahabat. Jika kamu merasakan ketulusan dan kebaikan dari seorang kawan, apalagi saat kamu sedang dalam masa.

susah, jangan abaikan. Itu tanda sahabat datang. Kadang disaat kita terpuruk, seorang kawan bisa justru memberi kritik dan saran. Itu karena dia memperhatikan Anda. Itu juga ciri seorang sahabat. Tidakbanyak kawan yang berani meminjamkan uang atau menolong urusan financial pada saat Anda kepepet membutuhkan. Kadang sahabat tidak terlalu memperhitungkan nilai uang pada persahabatan. Teman lebih berharga daripada sejumlah uang tertentu. Hormati kepeduliannya walaupun dia ada resiko kehilangan uang yang dipinjamkan. Sebaliknya hargai perhatian dan pengorbanannya dengan beritikad dan berusaha keras mengembalikan uang yang Anda pinjam walaupun sahabat Anda tidak menanyakannya. Itulah cara Anda menghargai bantuannya kepada Anda.

Sahabat tidak akan memanfaatkan skill, waktu atau uang kawannya untuk kepentingan pribadi. Tapi justru mendorong cara agar bisa berkembang lebih baik lagi. Seorang sahabat tidak akan cemburu dengan keberhasilan kawannya. Justru akan ikut senang dan bersyukur dan juga tidak akan membebaninya. Kita butuh sahabat sebagai kawan baik yang bisa kita percaya, seorang mentor, tempat bertanya. Seorang partner, tempat kita berbagi cerita. Seorang mitra, tempat bisa untuk bertanya dan bahkan seorang kawan untuk sekedar ngobrol senda gurau tanpa takut harus tersinggung.

Manusia tidak ada yang bisa hidup sendiri?  Karena manusia didesign sebagai makhluk sosial, tidak mungkin sempurna dan bisa menyelesaikan semua masalah kehidupan hanya seorang diri.  Kita butuh input, saran, opini pihak lain dalam setiap urusan kita dalam menentukan pilihan untuk mengambil keputusan. Semakin banyak sahabat, apalagi yang berbagai bidangnya, cara berpikirnya, lingkungannya, maka semakin menyenangkan dan semakin luas wawasan kita. Kadang keluarga pun tidak menjamin kita dekat dan cocok. Tapi sahabat yang baik, tulus, supporting dan saling mengingatkan, itulah kekayaan.


Bahkan dalam hubungan persahabatan berlainan jenis, sahabat yang mendamaikan perasaan, menguatkan hati dan memberi kenyamanan bisa menjadi belahan jiwa. Carilah sahabat sahabat dalam kehidupan Anda. Rasakan kehadirannya dan resapilah manfaatnya. Hati Anda akan menilai siapa yang pantas dan tepat jadi sahabat sejati. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Kamis, 01 September 2016

MEMBERI UNTUK MENDAPATKAN LEBIH

Memberi, bukan sesuatu pekerjaan yang sia sia atau buang buang uang. Kita yang sudah  cape bekerja mencari dan mengumpulkan uang, tapi kenapa harus dibagi bagi kepada orang lain, bahkan untuk orang yang kita tidak kenal pula. Ingatlah, agar semua berjalan lancar maka harus diyakini bahwa semua yang kita lakukan harus berjalan seperti apa yang diperintahkan oleh Sang Maha Pencipta. Memberi menjadi urusan manusia karena itu yang diajarkan dan dicontohkan oleh para Nabi dan sudah diperintahkan oleh Tuhan. Allah SWT memberi banyak kepada umatnya, bahkan jika kita gunakan lautan sebagai tinta untuk menulis apa yang sudah kita terima dari Allah SWT, maka tidak akan pernah cukup. Maka manusia juga sewajarnya dan wajib memberi kepada sesama manusia, membangun hubungan yang baik antar yang punya kepada yang butuh, antar kaya kepada yang miskin, yang pintar kepada yang awam.

Tugas manusia kepada manusia lainnya adalah kepedulian, dan semakin sering kita melakukan pekerjaan tsb, maka semakin banyak berkah dan amal ibadah dari Allah SWT. Jadikan memberi dan peduli dengan niat iklas dan membantu sebagai  kebiasaan. Maka ini akan membuat Anda jadi manusia yang lebih beruntung karena ada energi semesta mengatur karma. Itu sudah jadi ketentuan Allah SWT yang mengatur semesta dan seluruh energinya. Bagi mereka yang banyak memberi dan membantu orang lain, maka niscaya hidupnya juga akan banyak dibantu oleh orang lain. Rantai lingkaran energi kebaikan.

Mungkin kita bisa menilai ada seseorang yang beruntung. Hidupnya sangat Indah, dari keluarga kaya, muda kaya raya, terkenal, menua dengan makmur dan meninggal dengan dikenang orang. Banyak rahasia Tuhan yang mungkin tidak kita pahami,  misal kenapa sebagian orang tampak hidupnya sangat mudah dan menyenangkan dan sebagian besar seperti terbanting terseret dalam penderitaan.  Allah memberi gambaran yang jelas dalam kehidupan agar bisa dijadikan contoh dan pelajaran.  Oklah ini bisa jadi terlalu sempurna. Kita ambil hal yang sederhana, misal saat yang lain susah mendapat pekerjaan, maka dia seperti mudah mendapatkan panggilan kerja. Di tempat kerja karir kawan kawan lain susah berkembang tapi dia cepat meningkat posisi dan jabatan sehingga gajipun naik berlipat jauh lebih besar dari kawan sekantor seangkatan. Jangan Anda sekedar menilai dia dari kompetensi kerja yang dia tampilkan di tempat kerja. Bagi mereka yang punya "hobby" memberi dan peduli biasanya tidak akan gembar gembor memberi tahu kepada semua orang jika dia sudah memberi kemana, memberi apa atau berapa yang diberi. Maka Anda tidak akan tahu "senjata rahasia" dia kenapa bisa lebih sukses dibanding orang lain.

Keberuntungan itu bukan kebetulan. Diluar masalah soft skill, EQ, IQ dan hard skill knowledge yang wajib terus dibangun, tentu saja kita membutuhkan "keberuntungan". Keberuntungan itu dibangun dari hati yang iklas, membantu dan peduli. Iklas juga berarti dia tidak merasa perlu memberi tahu kepada semua orang bahwa dia senang berbagi dan peduli. Bahkan bisa jadi keberuntungan sudah dibangun sejak jaman orang tua kita, yang menabung kebaikan dan mencari berkah lalu anak anaknya yang kemudian mendapatkan keberuntungan. Ditambah biasanya anak anak mengikuti teladan yang diajarkan orang tuanya dijadikan sebagai kebiasaan. Tapi walaupun begitu keberuntungan tidak bisa berlaku rata. Bahkan mungkin dari empat anak, belum tentu semuanya bisa beruntung, karena tidak semua orang bisa beruntung. Tergantung pada setiap perilaku karakter pribadi anak tsb.

Apakah Anda menyimak di sekitar Anda bahwa justru banyak orang kaya yang lebih beribadah dibanding orang miskin,  orang kaya lebih penuh sholat 5 waktu dibanding orang miskin,  orang kaya yang seperti itu sudah pasti lebih banyak bersyukur dan lebih banyak memberi. Maka sudah diajarkan bahwa jika kamu memberi, AKU akan kembalikan kepadamu dengan jumlah yang berlipat ganda. Tapi Anda tidak harus menunggu kaya atau memiliki posisi jabatan untuk bisa memberi atau menolong orang. Karena yang Anda bisa berikan tidak harus melulu uang atau materi. Yang penting Anda punya kepedulian dan niat. Memberi bukan hanya harus uang, tapi perhatian, bimbingan, sekedar makanan, buku bacaan, bahkan saran dan juga mendoakan orang lain.


Sehingga memberi bukan hanya sebatas memberi ikannya, tapi justru memberi pancing. Mendidik dan memberi wawasan jauh lebih baik bagi yang diberi. Jadikan peduli dan memberi sebagai kebiasaan, jadikan sifat ini membentuk karakter diri Anda. Tapi berikan dengan cara yang bijaksana. Pecayalah pada "jalan dari langit". SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Senin, 01 Agustus 2016

JANGAN MENUNDA TAPI MEMPERBAIKI

Seberapa jauh Anda yakin bahwa usaha yang dilakukan akan sepenuhnya berhasil sesuai rencana dan target Anda? 50% atau 150% alias pasti yakin? Optimis sangat penting untuk memacu Anda memulai setiap rencana dengan segera. Terlalu banyak berpikir resiko menyebabkan rencana tidak jadi action. Tapi lebih banyak lagi yang memilih menunda action sampai setahun, dua tahun, lima tahun, sampai sudah kehabisan energi, kehabisan waktu, sampai tidak ada lagi kemungkinan perubahan atau perbaikan hidup apa apa terjadi dalam hudupnya.

Jalankan dulu rencana Anda. Setahap demi setahap. Menunda bukan kebiasaan yang baik dan bisa menunda keberhasilan datang. Mulai dengan keyakinan. Tapi keyakinan jangan juga terlalu besar membuat Anda membabi buta dan  kehilangan kewaspadaan. Bahwa selalu ada kemungkinan kenyataan tidak sesuai rencana. Karena setiap rencana selalu ada kemungkinan tidak terlaksana ideal seperti yang kita mau, maka siapkan juga plan B dan mental Anda. Terpenting adalah mindset dan sikap positif.

Jangan anggap apa yang tidak tercapai atau tidak sesuai target sebagai sebuah kegagalan. Anda sudah bisa disebut hebat dengan berani memulai action sebuah rencana. Jika sesuatu berjalan tidak ideal menurut Anda, jangan lantas merasa gagal karena itu akan membuat mental down dan seperti semua sia sia. Tidak ada yang percuma, Anda sudah belajar. Allah SWT tahu apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda inginkan. Ambil sudut pandang positif, bahwa Anda jadi tahu satu cara yang salah yang harus diperbaiki lain kali. Tapi Anda sudah tahu lebih banyak cara yang lebih baik.

Dengan menjaga mental tetap tenang, tidak down, tetap bersyukur, maka Anda tidak akan stress dan bisa berpikir jernih. Bahwa besok masih ada kesempatan selama saat ini tidak putus asa.  Dan jangan lupa, kadang kesalahan justru bisa membawa arah pikiran baru yang bisa jadi petunjuk untuk ide yang lebih baik dari rencana semula. Kenapa tidak? Waktu adalah hal yang paling berharga dan tidak ternilai. Jika Anda bisa membeli waktu pasti akan beli untuk perbaiki kesalahan masa lalu agar semua di saat ini tetap baik baik saja sesuai keinginan Anda. Tapu toh Anda tidak bisa membeli waktu.  Kemajuan hidup harus terus bergerak karena waktu terus berjalan sedangkan umur sudah ada jatahnya dan sayangnya kita tidak tahu berapa batas umur kita.

Maka untuk alasan tsb sebaiknya kita jangan sering menunda. Harus manfaatkan waktu yang terbatas ini dan ambil kesempatan. Jangan terlalu takut dengan resiko kesalahan. Karena tidak pernah ada zero mistake di langkah pertama kita. Tapi jika kita tidak pernah mencoba dan memulai, maka di benak kita hanya ada teori teori salah benar tanpa kita pernah buktikan. Karena kesalahan niscaya pasti terjadi walaupun sudah sebaik mungkin kita rencanakan. Tapi setiap kesalahan bisa kita perbaiki jika kita sudah mengalami menjalankannya. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)



Jumat, 01 Juli 2016

CARILAH MOTOVASI UNTUK BERUBAH MENJADI BAIK

Motivasi, adalah alasan untuk berbuat. Umumnya dipersepsikan untuk hal hal yang positif, maka pembicara sikap sering dinamakan motivator. Pembicara yang merefresh kembali alasan alasan yang dibutuhkan seseorang untuk alasan menjadi lebih baik muncul dari dalam hatinya. Me-recharge semangat yang kadang menurun dari setiap orang. Sebetulnya setiap orang sudah punya alasan alasan khas yang bisa memotivasi dirinya. Hanya seringkali kemalasan jauh lebih kuat.

Ingatlah, hal hal jelek dan buruk bisa tumbuh sendiri. Membiarkan kita terlarut dalam keputus asaan, membiarkan otak kita tidak bekerja maksimal, atau membiarkan kita hidup berleha leha menikmati dunia bisa membuat Anda terpuruk pada akhirnya. Tapi hal hal baik harus diusahakan sekuat mungkin. Mungkin saja dengan berbagai kerja keras, doa khusuk, berbagai pengorbanan di depan. Maka tidak semua orang bisa sukses.

Setiap hal hal baik butuh pengorbanan, waktu, tenaga, materi, disiplin dll. Hal hal yang dianggap berat dan susah bagi banyak orang. Tapi hal hal buruk sangat mudah diterima orang, bermalas malasan, santai buang waktu, cari uang cepat, hal hal yang menyenangkan dan mudah. Maka jika kita tidak paksakan berbuat dan membiasakan hal hal baik dan jadikan karakter, maka yang tertanam justru adalah sebaliknya.

Untuk seseorang bisa melawan kemalasan dengan disiplin, maka dibutuhkan motivasi kuat. Untuk apa saya harus kerja keras dan cerdas. Temukan alasan kuatnya untuk berubah, apakah untuk kebaikan kehidupan berkeluarga, bisa berbakti kepada orang tua, atau peningkatan penghasilan dan karier. Membuka lapangan kerja buat sesama, niat beribadah untuk meraih pahala lebih sempurna, dan lain lain.

Setiap orang punya alasan alasan khas sendiri tergantung niat dan situasinya. Maka cari alasan, situasi dan bangunlah perbaikan agar alasan tsb menjadi kuat. Biasakan melakukan hal hal yang benar, bukan membenarkan hal hal yang sudah biasa dilakukan. Motivator terbaik sesungguhnya adalah diri Anda sendiri. Motivasi akan membakar antusias dan semangat. Mencari tahu dan cara dengan cara apapun juga bagaimana bisa memenuhi keinginan untuk bisa jadi lebih baik sesuai tujuan. Motivasi harus dicari dan dipompa dengan semangat agar muncul antusias dan tindakan nyata. Jadikan kebiasaan bangun karakter positif. Tapi jika hidup tanpa motivasi, maka waktu akan berlalu begitu saja tanpa ada makna apalagi nilai tambah. Sia sia hidup tanpa nilai positif. Hidup tidak perlu lama, sebentar tapi besar makna dan bermanfaat jauh lebih baik daripada hidup lama tapi hanya untuk jadi beban banyak orang. Biasakan berbuat yang benar, bukan membenarkan apa yang sudah jadi kebiasaan. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)


Rabu, 01 Juni 2016

BANYAK PELUANG DILUAR SANA

Perhatikan, peluang sebetulnya sangat banyak diluar sana. Tapi tidak semua peluang bisa Anda dapat dan Anda kelola karena banyak bidang ragamnya. Jadi jangan ikut ikutan orang lain atau ikutan trend. Satu buka cafe, semua buka cafe, lalu Anda ikut buka cafe. Setelah itu tutup karena Anda tidak paham.

Peluang seperti mencari lot parkiran di mall yang ramai di jam sibuk. Semua mata pengunjung parkiran mall tertuju pada tanda tanda mobil yang mau keluar. Jika ada tanda tanda mobil pengunjung mau keluar lot , maka mobil Anda segera pasang sen dan bersiap menunggu untuk parkir. Karena kalau terlewat, maka Anda tidak bisa mundur lagi. Sudah rapat antrian di belakang Anda mengambil peluang parkir itu. 

Bukan rejeki Anda maka pada saat ada peluang, Anda sudah harus siap untuk mengambil.Siap secara pengetahuan, skill, mental, bahkan mungkin biaya. Tapi Anda tidak bisa menguasai seluruh pengetahuan, skill, dan punya biaya tak terbatas. Maka Anda harus lebih fokus pada potensi. Apa potensi yang Anda punya, atau apa potensi yang bisa Anda kuasai. Bisa jadi potensi itu punya orang lain, sedangkan Anda tidak memiliki skill, pengetahuan, pengalaman, relasi dan segala potensi di bidang tsb. Anda tetap bisa mengambil peluang tsb walaupun Anda tidak punya potensi untuk bidang tsb, tapi Anda bisa ajak orang berpotensi tsb untuk bermitra atau bekerja pada Anda.

Banyak orang orang berpotensi yang tidak bisa menyalurkan potensinya karena tidak paham mengelola potensi dan tidak punya sumber daya pendukung seperti modal, relasi dan jaringan, maka Anda sebagai yang paham manajemen, memiliki sumber daya modal atau yang punya kelebihan akses jaringan bisa "memanfaatkan" potensi orang lain untuk kemajuan bersama. Buka peluang baru. Misalnya ada seseorang si A yang sudah belasan tahun bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan produk tertentu misal produk B, sudah banyak memiliki relasi dan jaringan pembeli yang loyal kepadanya.

Maka bisa disebut si A ini punya potensi besar di bidang produk B, baik untuk hal penjualan ataupun hal hal lainnya terkait sejenis produk B karena si A sudah belasan tahun berkecimpung di bisnis produk B ini. Maka jika Anda yang hanya punya modal atau misalnya lokasi ruko bagus, dan Anda sangat ingin sekalimemiliki usaha penjualan bidang produk B tapi tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan sama sekali di bidang bisnis ini, Anda bisa mengajak si A bekerja sama atau bekerja untuk Anda.

Gunakan potensi si A untuk Anda bisa menjual atau berbisnis produk B.Itu untuk satu usaha produk B. Jika sumber daya Anda banyak dan Anda tidak puas hanya berbisnis di satu bidang bisnis saja, carilah peluang di bidang bidang bisnis lain. Setelah Anda pelajari dan yakin Anda akan mampu kelola secara sumber daya pendukung, lalu carilah orang orang berpotensi sesuai bidang yang Anda tuju tsb untuk menjalankannya. Semakin banyak dan beragam orang berpotensi yang bisa Anda kerjasamakan, maka semakin banyak peluang yang bisa dijalankan. Dan semua peluang tsb lebih akan berumur panjang karena dikelola oleh mereka yang memang bakat dan punya skill di potensi tsb

Bukan hanya sekedar ikut ikutan saja tanpa punya dasar skill dan pengalaman untuk mengelolanya, lalu Anda nekat untuk mengelolanya sendiri. Rasanya resiko gagalnya akan lebih besar karena Anda bukan.orang yang tepat dan mampu untuk mengelola bisnis tsb. Lebih cerdas carilah orang orang berpotensi tsb. Peluang belum tentu bisa kita dapat karena Anda tidak siap dan belum tentu cocok. Tapi potensi yangkuat dari orang lain yang sinergi dengan Anda tetap akan bisa menciptakan peluang yang bernilai.

Temukan mereka yang punya potensi kuat dalam satu bidang, fokus dan kelola bersama, buka peluang dan jadikan usaha bersama. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)  

Minggu, 01 Mei 2016

INFORMASI BENAR JADI DASAR KEPUTUSAN BESAR

Beberapa hal yang sering terjadi dalam pengambilan keputusan salah adalah karena kurangnya informasi dan menggunakan dasar alasan yang juga salah. Bahan bahan pertimbangan yang diambil kurang dan kadang tidak korelasi sehingga toleransi kesalahan sangat besar. Bukan keputusan yang tepat karena salah informasi. Bahkan seringkali keputusan diambil dengan rekomendasi dan referensi informasi dari orang yang tidak tepat, karena ada motivasi jelek tertentu

Salah mengambil keputusan juga karena dipengaruhi oleh isyu dan opini orang lain yang tidak suka pada seseorang atau sesuatu. Padahal Anda dan mereka sebenarnya beda pandangan. Kondisi hati pada saat mengambil keputusan juga sangat berpengaruh. Saat sedang emosi biasanya sesaat langsung ambil keputusan emosional. Keputusan emosional biasanya akan disesali saat hati sudah dingin dan tenang, kembali berpikir rasional. Atau pada saat sudah berjalan dan itu gagal baru kembali teringat pada masa lalu saat pertama diambil keputusan. Menyesal karena waktu itu terburu buru memutuskan. Salah mengambil keputusan juga sering disebabkan kurangnya wawasan, pengetahuan dan latar belakang yang spesifik tentang sesuatu hal.

Wawasan, pengalaman dan pengetahuan spesifik tentang sesuatu hal yang sedang dipertimbangkan, sangat dibutuhkan sebagai landasan pengambilan keputusan. Bahkan jika dibutuhkan sebelum mengambil keputusan penting, maka sewajarnya minta masukan dari orang orang yang kompeten spesifik di bidangnya. Bandingkan informasi dari satu sumber dengan sumber lain lalu analisa.

Ada juga salah mengambil keputusan karena salah menentukan prioritas tujuan pengambilan keputusan. Akibatnya menyalah gunakan wewenang. Salah motivasi. Seharusnya jangan ditujukan untuk kepentingan pribadi, keluarga atau golongan, tapi ditujukan untuk kepentingan umum yang lebih luas. Hal seperti itu juga mengindikasikan adanya kecurangan yang merugikan perusahaan.

Misal memutuskan memilih dan menggunakan vendor atau supplyer yang bisa markup harga agar manager sebagai penghubung mendapatkan kelebihan. Itu merugikan perusahaan karena cost perusahaan akan lebih tinggi. Tapi siapa yang memilih manager seperti itu?

Tapi salah mengambil keputusan bukan hal yang tabu, kadang harus terjadi dalam keharusan memilih opsi dibanding sama sekali tidak memutuskan. Tidak berani sama sekali mengambil keputusan pun itu salah juga. tidak ada kemajuan dari langkah yang tidak diambil dan tidak mulai bertindak. Hanya saja sebagai seseorang berpendidikan dan bijaksana, proses pengambilan keputusan harus memiliki dasar yang kuat dan alasan yang logis.

Keputusan benar atau salah nantinya akan menentukan perubahan pada diri Anda, sekarang dan masa depan. Belajarlah mengambil keputusan benar berdasarkan informasi yang benar dan diputuskan dalam kondisi emosi hati yang sedang tenang dan rasional.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Jumat, 01 April 2016

RENCANAKAN JENJANG KARIRMU


Saya memang sering meng-encourage sesorang untuk jadi pengusaha. Tapi menjadi karyawan juga sangat berarti bagi perjalanan karir Anda. Jika Anda bisa jadi pekerja profesional yang pintar membangun citra, mengumumkan skill dan merencanakan karir. Yang jelas saat masa bekerja Anda sebagai karyawan, jadikan saat membangun nilai diri Anda. Develop diri Anda dengan menimba wawasan dan pengetahuan spesifik, menambah pengalaman, membangun jaringan bisnis. Sudah begitu masih digaji pula dan tidak ada kewajiban menggaji.

Anda mendapatkan ilmu spesifik yang mendalam, pengalaman profesional yang cukup, yang pasti akan sangat bernilai untuk daya jual Anda.Bahkan jika Anda sering melakukan kontak dengan pihak di luar perusahaan, Anda juga bisa cukup membangun relasi atau menyiarkan reputasi Anda. Maka sebelum Anda terus berpindah pindah kerja, pikirkan secara mendalam apa sebetulnya tujuan kerja profesional Anda dan target hidup Anda

Banyak karyawan dengan cara kerja yang biasa saja. Pergi pagi pulang petang, kerjakan tugas tugas harian hampir dengan cara yang selalu sama dari tahun ke tahun. Tidak ada keinginan untuk mencoba cara yang lebih efektif. Tapi harus disadari, bahwa beberapa langkah yang biasa, tidak terencana dan kurang terukur, bisa kalah oleh satu langkah yg betul betul direncanakan baik dan terukur. Atau tidak harus lama kerja di satu perusahaan, seperti setiap setahun atau dua tahun terus berpindah pindah kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Padahal terus diposisi jabatan yang sama, kisaran gaji juga yang kurang lebih sama. Pindah pindah kerja tapi tidak membawa kemajuan bagi nilai diri Anda.

Dibanding yang lebih lama bekerja di satu perusahaan, di atas 5 tahun bersabar, tekun menambah wawasan, pengalaman, belajar dan mengambil manfaat juga pengalaman mendalam untuk diri sendiri pada satu perusahaan untuk jangka waktu yang cukup. Di perusahaan makin lama makin dikenal ahli dan bahkan bisa didengar reputasinya di lingkungan luar perusahaan. Karir dan gajipun terus naik.Kalaupun sudah merasa waktunya cukup di perusahaan ini dan Anda ingin keluar, mundur atau pindah ke pekerjaan lain, tapi keluar dengan citra baik dan pasti untuk berpindah ke posisi dan jabatan lebih baik lagi. Sudah selesaikan misi dan tugas, sudah membawa banyak manfaat untuk perusahaan tempat Anda bekerja dan citra baik untuk profesionalisme Anda. Maka itu jauh lebih bagus dibanding Anda terus melompat lompat dari satu perusahaan ke perusahaan lain dalam waktu singkat saja. Merugikan Anda

Akan ada waktunya Anda tidak akan lagi diterima bekerja dimana mana karena perusahaan menilai Anda tidak punya komitmen dan loyalitas kerja. Mereka yang sering berpindah kerja juga bisa jadi mencerminkan bahwa Anda adalah karyawan yang tidak tahan dengan tantangan atau kesulitan kerja. Jika ada tantangan lebih memilih mundur.

Tapi jika Anda sebagai karyawan bisa menaklukan tantangan demi tantangan, menjadi trouble solver dan leader yang cakap bagi sub ordinat Anda, mengantarkan teamwork dan perusahaan menuju pencapaian omzet atau target, menunjukan kontribusi maksimal kepada segenap stake holder dan nyata hingga prestasi kinerja Anda terdengar sampai keluar perusahaan dengan citra skill yang baik, maka Anda jadi TOP.

Target Offering Person: Anda yang akan dicari orang untuk dipekerjakan atau diajak bermitra usaha, bukan Anda yang sibuk mencari kerja. Smart! Maka dengan Anda bekerja dengan sungguh sungguh, menghindari terus berpindah pindah perusahaan dalam waktu singkat, maka Anda membangun citra karyawan profesional yang baik, cerdas, berprestasi dan sangat perlu untuk direkrut untuk dipekerjakan.
Setiap langkah harus buat lebih baik. Ambil satu atau dua langkah cerdas dan bernilai, dibanding 10 langkah kurang cerdas yang bahkan merugikan citra Anda.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)