Selasa, 02 Juni 2020

PRESENTASI DI DEPAN INVESTOR


Ada pertanyaan yang intinya adalah bagaimana cara presentasi di depan investor. Tentu tujuannya agar calon investor ini bisa tertarik dan bersedia menanamkan modalnya di usaha yang sedang kita bangun. Model bisnis yang bisa ditawarkan bisa beragam, apakah ini model bisnis franchise, kerjasama kemitraan, atau penanaman modal/saham. Diluar skema tersebut jika sifatnya sudah by business performance dan transparancy maka bisa ditawarkan secara IPO di pasar modal.

Jangan lupa, hal yang paling penting bagi investor adalah APAKAH DANA SAYA AKAN AMAN? Maka siapa ini orang yang sedang presentasi bisnis di depan saya? Apakah saya bisa percayakan uang saya di tangan dia? Maka yang harus Anda sampaikan bagaimana trackrecord Anda selama ini. Jika misalnya Anda bergerak atas nama perusahaan, misalnya menawarkan franchise sebuah brand untuk membuka outlet biasanya akan lebih bisa dipercaya karena Anda bergerak legal menggunakan nama perusahaan dan sudah ada yang membuka outlet outlet brand Anda sebelumnya. Tapi jika Anda bergerak sebagai pribadi biasanya memang akan lebih susah meyakinkan investor untuk menjadi mitra selain jika dia sudah kenal Anda, keahlian Anda ataupun reputasi bisnis Anda. Jadi saran saya untuk kerjasama usaha bersama yang pertama ini, ajak mereka yang memang sudah kenal baik Anda. Bisa itu saudara, kawan lama atau kawan sekantor, kawan alumni atau bekas pimpinan Anda di kantor. Buat contoh track record sebagai portofolio business Anda di masa depan.

Lalu kedua APAKAH DANA SAYA AKAN BISA BERKEMBANG? Maka Anda bisa menjelaskan hal ini lewat asumsi perhitungan / financial model. Mulai dari berapa lama akan dilakukan kontrak kerjasama ini. Dari mana dapat omzet. Penjualan harian bagaimana, dari item apa saja yang bisa dijual dan bagaimana target penjualan per harinya, berapa total penjualan perbulannya. Berapa omzet dan berapa nett profitnya. Lalu berapa skema bagi hasil pengembaliannya. Berapa lama modal yang ditanamkan akan bisa kembali seluruhnya dan di sisa kontrak berapa keuntungan yang bisa didapat. Dalam banyak pandangan calon investor, sebenarnya mereka tidak terlalu peduli pada produk apa yang dijual atau bisnis apa yang akan dikerjakan. Yang utama apakah uang yang mereka tanam bisa betul berputar dan menghasilkan keuntungan bisnis. Buat financial model yang wajar dan masuk akal. Jangan juga yang terlalu fantastis  boombastis dan mengawang awang sehingga tampak tidak masuk akal. Setelah mereka melihat di financial model bahwa penjelasan putaran uangnya masuk akal lalu baru mereka akan bertanya sebenarnya apa yang dijual atau jasa yang ditawarkan. Tahap ini secara akal sehat mereka akan bertanya APAKAH BISNIS INI BISA DISERAP PASAR, DIBUTUHKAN PASAR DAN BISA BERTAHAN  JANGKA PANJANG?

Mulai Anda menjelaskan kenapa kita harus menjual produk ini, bagaimana cara ditawarkannya, apa kelebihan produk kita dibanding produk dari toko lain. Apa kelebihan penawarannya, apakah di fasilitas dan pelayanan atau ada tambahan komplimen lain, bagaimana cara mempertahankan demand agar PLCnya panjang dan trend positifnya bisa dijaga. 95% barang atau produk yang akan kita presentasikan untuk dikerjasamakan pasti sudah ada juga dijual oleh orang lain. Tidak ada produk atau jasa yang benar benar baru dijual atau baru dibutuhkan di dunia ini, satu satunya hanya Anda saja yang jual tidak ada lagi sumber lain untuk mendapatkannya. Hampir tidak ada bisnis yang punya keunggulan bersaing produk seperti itu kecuali Anda menjual barang barang sangat  inovatif atau berteknologi baru. Tapi Anda bisa sampaikan metode pemasaran yang lebih unggul, innovasi produk/jasa yang lebih optimal untuk pasar yang dibidik bisa lebih spesifik, pelayanan yang lebih friendly, cara pembayaran yang lebih mudah, cara pengantaran delivery produk yang lebih aman, cepat dan praktis, komplimen yang lebih dibutuhkan, penggunaan aplikasi IT yang lebih canggih, strategi marketing yang praktis dan cerdas, plan A dan plan B untuk mengatasi segala situasi perkembangan bisnis, dll. Dibutuhkan proposal bisnis yang lebih lengkap untuk mengurai hal hal yang lebih detil. Apapun produk/ jasa Anda yang penting intinya secara masuk akal calon investor yang ingin yakin adalah apakah bisnis ini bisa diserap pasar, kuat bersaing dan bisa berbisnis jangka panjang. 

Pada akhirnya jika calon mitra investor sudah menyatakan tertarik untuk menjadi mitra, langkah selanjutnya Anda harus FLEKSIBLE & NEGOTIABLE. Karena Anda dan calon investor akan mengikatkan diri dalam PERJANJIAN KEMITRAAN USAHA BERSAMA. Disana akan dituangkan ketentuan ketentuan yang mengikat dan sebelumnya tentunya harus lebih dahulu disepakati bersama. Untuk terlaksananya poin poin pasal disepakati dalam perjanjian sampai ditanda tangani bersama itulah pentingnya fleksible sampai terjadi kesepakatan. Supaya tidak deadlock dan usaha bersama bisa segera mulai Anda harus negotiable, jangan kaku dan hanya berkeras pada keinginan diri sendiri saja. Toh ini ada partisipasi dan kontribusi dari mitra pemilik dana juga yang harua didengar pendapat dan keinginannya. Jadi Anda tidak boleh egois dan merasa paling paham sendiri. Kalau Anda mau egois ya silakan berusaha dengan 100% modal sendiri, tidak usah cari mitra.

Selanjutnya yang paling penting dalam kemitraan adalah PEMBUKTIAN PERFORMANCE. Di tahap ini Anda harus komitmen dan penuh integritas menggunakan skill dan waktu Anda untuk tujuan keberhasilan bisnis ini. Apa yang sudah Anda janjikan A to Z mengenai prospek dan potensi bisnis ini harus dengan konsisten dan komitmen Anda buktikan dalam business performance yang nyata. Bulan demi bulan dibuktikan bahwa tidak menyesal investor telah menanamkan dananya untuk berbisnis dengan Anda. Biasanya untuk awal investor hanya menanamkan sebagian kecil dananya karena masih tahap mengenal Anda dan mencoba. Tapi jika dalam 3 bulan sampai 6 bulan Anda bisa menyenangkan investor, paling tidak arah bisnisnya benar dan prospek positifnya terlihat, terasa dan trendnya menguntungkan. Bisa jadi atas keinginan dan keyakinan mitra sendiri secara sukarela mitra investor menambahkan nilai investasinya di kerjasama usaha bersama ini walaupun belum kembali modal. Kalaupun belum menghasilkan cukup keuntungan yang penting komunikasi transparancy harus selalu dijaga dan dilakukan secara terus menerus. Mitra Investor harus paham sedari awal ada masalah apa yang sedang terjadi di usaha bersama ini. Jangan sampai modal sudah habis dan sudah tidak bisa bergerak lagi baru disampaikan oleh Anda ke mitra investor bahwa usaha bersama telah gagal dan uang investor hilang begitu saja tanpa investor tahu jalan cerita usahanya selama ini. Apalagi jika data data laporan yang Anda sampaikan itu adalah kecurangan dan bukan data fakta actual tapi rekayasa atas keinginan mendapatkan keuntungan pribadi yang lebih besar diluar kesepakatan yang sudah tercantum dalam perjanjian usaha bersama. Berarti Anda tidak bisa dipercaya. 

Dalam usaha bersama Anda HARUS AMANAH. Jangan lupa, menjaga nama baik akan sangat berpengaruh pada besar kecil penghasilan Anda. Jika nama Anda baik maka penghasilan akan makin baik, sebaliknya jika nama Anda dan reputasi Anda buruk maka penghasilan Anda akan semakin susah dari hari ke hari. Penghasilan Anda dari karma yang Anda sendiri yang buat. Rejeki adalah berapa jumlah yang bisa jadi berkah dari penghasilan yang bisa Anda usahakan. Penghasilan yang bisa membawa manfaat bagi Anda. Jika Anda amanah, tidak curang, jujur, maka akan semakin besar rejeki Anda dan akan semakin dimudahkan usaha Anda. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Selasa, 05 Mei 2020

Masa Krisis Bagi Perusahaan: Berpikir Taktis dan Berespond Positif


Periode ini, pengusaha sedang mengalami situasi masa masa paling sulit. Kebijakan pemerintah di masa pandemic covid-19 ini sudah memulai tahap PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Salah satu peraturannya bahwa kantor kantor dan pabrik harus ditutup kegiatan operasionalnya agar karyawan bisa tinggal di rumah dan tidak kemana mana. Sebagai pengusaha, tidak jarang kita dihadapkan pada situasi yang dampak opsi/ pilihannya akan sama sama kalah bagi kita. Tapi keputusan harus diambil karena jika dibiarkan berlarut larut, kerugiannya akan makin besar bagi kita. Pemasukan tidak ada tapi pengeluaran tetap harus ada. Misal pilihan apakah harus memPHK karyawan atau menjual asset perusahaan. Maka jika memPHK karyawan berarti akan mencederai hati karyawan dan menghilangkan sumber penghasilan beberapa keluarga. Atau menjual asset mesin produksi, maka otomatis akan menghilangkan sebagian kapasitas produksi dan nilai asset kekayaan perusahaan. Jika terlalu parah situasi kondisinya, bahkan bisa kedua opsi dijalankan, mem PHK sekaligus menjual asset mesin produksi. 

Respond yang positif akan memberi hasil yang positif. Saat krisis ini tidak ada pilihan yang terbaik. Yang ada pilihan terbaik diantara yang terjelek, daripada menyerah kalah tanpa usaha. Sesungguhnya Anda sebagai pelaku dan pemilik usaha yang paling bisa menilai apa strategi yang paling taktis untuk dilakukan, termasuk mengukur seberapa besar dampak kerugian bagi perusahaan. Untuk mengurangi dampak negatifnya misal menggunakan parameter "yang kurang produktif". Misal masih dimungkinkan memPHK karyawan yang sudah sangat berumur, sudah kurang produktifitas kerjanya dan sudah sering sakit sakitan. Lalu jual mesin mesin produksi yang sudah cukup umur pakainya, tidak sering lagi digunakan tapi masih bisa bekerja, atau sekaligus 1 unit mesin yang memang sangat bernilai tinggi dan cepat cair jika harus dijual. Uang hasil menjual asset mesin ini sebagian digunakan untuk memberi pesangon layak bagi karyawan yang terkena PHK sehingga mereka tidak lagi merasa terdzolimi. Sebagian lagi untuk usahakan strategi lain dari upaya diversifikasi bisnis apa yang masih bisa diusahakan dan mungkin laku dijual semasa krisis.

Bagi kantor yang harus merelakan karyawannya kerja dari rumah, bisa fasilitasi karyawan dengan PC/laptop dan koneksi  internet di rumah sehingga bisa tetap produktif walau dengan jarak yang terpisah.  Atau bahkan jika itu restorant yang harus tutup maka bisa  bekerjasama dengan karyawan misal bagian dapur untuk memodali bahan baku agar karyawan bisa masak di rumah lalu dijual secara online lalu bagi hasil dengan pihak restorant. Jika perlu support alat masak yang lebih baik bisa tolong dibantu dulu oleh restorant memfasilitasi di rumah koki. Manager dan waiter yang bertugas di bagian penawaran dan gunakan gosend yang bertugas antar jika ada pesanan. Berkordinasi bisa melalui WA group. Meeting bisa gunakan aplikasi conference call. Memasarkan bisa melalui medsos instagram atau facebook atau listing di marketplace. Bagi hasil dengan seluruh team termasuk dengan perusahaan.

Hal hal yang bisa dikerjakan dari rumah juga banyak terkait dengan industri kreatif semisal design dan karya musik dan sejenisnya. Apakah ada kemungkinan sementara produk Anda berubah dari produksi barang menjadi jasa design? Atau untuk pekerjanya cari apakah bisa memberdayakan ibu ibu sekitar rumah. Misal mendesign 'accesories kecil' lalu diproduksi secara rumah tangga secara bersama dan dipasarkan secara online. Jika hanya kunjungan antar tetangga yang sama tiap hari mungkin masih diperbolehkan, asal bukan kunjungan dari warga yang jauh domisilinya dan melakukan perjalanan panjang. Cobalah periksa dan analisa beberapa opsi/ kemungkinan yang bisa digunakan untuk tetap bertahan dari krisis.

Masalah skill masak memasak untuk dijual juga bisa berlaku bagi karyawan yang terkena dampak PHK di saat pandemic covid 19 ini, terkhusus masuk bulan Ramadhan ini masih bisa melihat peluang menawarkan secara online catering makanan rumahan. Jangan dari bahan baku yang mahal atau masak yang aneh aneh. Ini benar benar masakan rumahan saja seperti tempe orek, sayur asem, ikan/ayam goreng, telur balado dll. Masih banyak ibu ibu rumah tangga lain yang tidak terbiasa masak di rumah karena selama ini sibuk kerja dan memang tidak bisa masak. Jangan jual dengan harga mahal per porsinya dan biar menarik bisa dibuatkan kalender menu mingguan dari Senin-Minggu. Jika bisa menjual ke kalangan tetangga sekitaran saja sudah lumayan untuk sekedar ongkos belanja selama masa PSBB. Seperti perusahaan ritel fashion yang masih punya stock ribuan potong baju, bagikan ke karyawan masing masing 50 pcs dan ajak karyawan untuk bantu menjualkan bagian porsinya via medsos pribadi. Buat display foto khusus dan deskripsi per unit barang. Jadi tidak usah peminat datang ke lokasi untuk memeriksa baju. Kasih harga yg menarik dan bantu ongkos kirim jika ada pembeli yang tertarik. Bagi hasil dengan perusahaan.

Ajak karyawan sama sama menanggung beban dan memiliki minsdset bagaimana usaha untuk bisa bertahan hidup. Ketimbang perusahaan mengambil langkah drastis memPHK karyawan. Saat ini tidak usah berpikir omzet besar dan profit yang tinggi dahulu. Yang penting ada cash dan masih ada cashflow sudah bagus. Sistemnya bagi hasil dan tekankan bahwa hasil akan sesuai dengan upaya dan usaha kita bersama. Jadi tidak ada tuntutan mengenai jumlah gaji bulanan yang dalam kondisi normal biasa diterima. Yang penting bisa bertahan selamat melewati badai. Segala sesuatunya bisa kembali pada saat situasi normal sudah kembali atau bahkan "pekerjaan bertahan" yang dilakukan membuka wawasan baru dan ternyata  berpotensi lebih dikembangkan lagi menjadi bisnis potensial. Jadi dimasa krisis ini tetaplah berpikir dan berespond positif. Percayalah..Anda sebagai pemilik perusahaan dan pengusaha memang orang yang lebih dibanding orang lain, karena di pundak Anda bergantung hajat hidup orang banyak. Anda membawa berkah bagi orang lain. Semoga di masa sulit ini perjuangan dan pengorbanan Anda diberi limpahan amal ibadah dari Alloh SWT. Dalam kesempatan ini saya mengajak kita semua untuk berdoa kepada Alloh SWT atas gugurnya putra putri terbaik bangsa dari kalangan dokter, perawat dan tenaga kesehatan yang sedang berperang melawan serangan virus Covid-19. Semoga para almarhum dan almarhumah khusnul khotimah dan segala amal ibadahnya dilipat gandakan, ditempatkan di surgaMU sebagai pahala syuhada. Dan yang masih berjuang diberikan perlindungan, keikhlasan, semangat dan kesehatan agar bisa kembali berkumpul dengan keluarga setelah "perang" ini selesai. Aamiin Ya Robbal Alamin. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Jumat, 03 April 2020

Memulai Develop StartUp



Seiring perkembangan teknologi IT dan didukung kenyataan bahwa antar setiap individu perlu terhubung dengan berbagai motivasi, maka platform yang terinstall di SmartPhone yang langsung dipegang setiap orang dan user friendly menjadi banyak dikembangkan. Tapi mendevelop aplikasi startup sama sekali bukan hal yang mudah. 90% startup akan gagal di tahap tahap awal pembentukannya. Karena IT terutama prioritas fungsinya untuk mengumpulkan dan mengolah data kapasitas besar dengan akurat dan cepat, mempermudah proses kerja, terutama mengatasi masalah tempat dan waktu ataupun cara pembayaran yang selama ini mungkin bisa jadi kendala atau ketidak praktisan di cara bisnis konvensional.  Tapi inti kerja bisnisnya tetap di produk, delivery, harga, stock, komunikasi dan kordinasi antar pihak supporting, yang tetap harus dijalankan secara konvensional yang hasil akhirnya tetap pada kepuasan pelanggan

Bukan rahasia bahwa skill IT banyak dimiliki oleh generasi millenial yang memang belajar programming dan jaringan. Bahkan mungkin tanpa harus mengalami pengalaman kerja sebelumnya dan paham kendala di lapangan langsung, secara logika mereka bisa mencoba membuat platform yang diharapkan bisa support bidang bisnis tertentu dengan harapan bisa memudahkan, mempercepat proses dan tentu saja bisa menguntungkan sebagai bisnis. Para gen millenial ini memang sangat visioner dengan latar belakang skill IT dan jaringan, tapi ada kunci sukses lain yang harus ikut disertakan, yaitu detil pada saat membangun infrastrukture di lapangan. Mindset seharusnya adalah IT aplikasi adalah support, sedangkan infrastrukture lapangan adalah core businessnya. Sedangkan mereka yang berpengalaman di lapangan sudah tentu yang sudah berumur lebih senior. Maka sinergi antara gen milenial pelaku IT dan senior lapangan memang dibutuhkan untuk membuat development startup ini berhasil.

Saran saya perhatikan detil dalam setiap persiapan proses kerja. Detil itulah informasi yang harus didapat dari senior pelaku bisnis lapangan. Jika ada yang bisa diatasi dan diberi innovasi via IT maka lakukan untuk memberi value plus berupa kepraktisan, kecepatan dan kemudahan. Jadikan senior lapangan sebagai mitra/partner untuk menguji apa semua proses lapangan bisa berjalan secara IT dan aplikasi layak untuk launching. Karena sekali launching dan didownload oleh para pemilik SmartPhone maka mulai dari sana aplikasi ini akan mendapat respond dari mitra supporting dan dari pasar. Jika aplikasi ini dirasakan sangat bermanfaat dan membantu, maka startup ini akan sukses. Tapi sebagai aplikasi yang terconnect di jaringan maka kemungkinan bisnis startup ini dinilai gagal justru bisa lebih cepat dibanding bisnis konvensional karena sifatnya yang viral. Jika ada proses nya di lapangan ternyata susah dijalankan sesuai harapan atau bahkan menimbulkan kendala, maka kegagalan sudah diambang. Cepat teraplikasi sekaligus ketidak sempurnaan dalam detil prosesnya bisa cepat menyebar menjadi segala kekurangan dan kesalahan. Di titik inilah startup ini gagal dan dipastikan tidak akan bisa berkembang lagi bahkan ditinggal penggunanya.

Maka sebelum memulai develop aplikasi startup untuk manfaat kepraktisan bisnis, pelajari dulu secara detil bagaimana secara konvensional kebiasaan bisnis ini dijalankan selama ini. Lalu temukan partner senior pelaksana lapangan yang betul betul paham dan bahas bersama lalu lakukan analisa di poin poin ktitis mana aplikasi IT bisa berperan lebih banyak untuk mencapai faktor kemudahan dan keunggulan produk. Jika aplikasi ini dirasakan cerdas, bahkan  sangat membantu bagi pelaku bisnis atau memenuhi kebutuhan yang selama ini berproses konvensional, maka inilah titik awal kesuksesan platform aplikasi ini. Pada akhirnya juga pasti akan menarik bagi investor ataupun system crowdfunding. Jangan terbalik, dibuatkan flowprosesnya dulu secara IT lalu proses manual dipaksakan ikut system yang sudah diplotkan. Jika seperti ini akan ada   "kebijaksanaan natural" yang akan hilang dan itu berpotensi mengganggu proses, atau respon kurang baik dari para pihak yang terhubung, kecuali memang jika dari hulu ke hilir keseluruhan proses bisa berlangsung secara IT tanpa melibatkan peran manusia. Pay on detail, jangan hanya berpikir ingin cepat launching aplikasi tapi belum aplicable dijalankan di dunia nyata. Silakan bermimpi dan berjuang menuju unicorn. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)



Senin, 02 Maret 2020

Penjiwaan " AKU " di Jaman Sekarang


Chairil Anwar, Lahir di Medan pada 26 Juli 1922, merupakan salah satu pelopor seniman puisi Angkatan ’45 sekaligus pelopor puisi sastra modern Indonesia. Karya puisinya yang diketahui berjumlah lebih kurang ada sejumlah 70 karya dari 96 karya sastra yang telah dituliskan.
Dilahirkan dan dibesarkan di Medan, Chairil Anwar berkenalan dengan dunia sastra setelah kepindahannya ke Batavia dengan sang ibu saat usianya menginjak 19 tahun. Puisi pertamanya dipublikasikan 2 tahun setelah kepindahannya, yaitu pada 1942. Tema yang sering diusung dalam tulisan-tulisannya adalah masalah pemberontakan, kematian, individualisme, eksistenalisme, hingga multi-interpretasi.
         
"Aku" adalah karya puisi Chairil Anwar yang paling dikenal. Puisi Aku menggambarkan tentang keyakinan dan semangat Chairil Anwar dalam melahirkan karya-karya tulisannya dibalik pengawasan ketat dari Jepang.

Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku  mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulan yang terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!
         
"Aku" masih sangat relevan jika dimaknai pada zaman ini sebagai pembentukan karakter pribadi dan penyemangat perjuangan hidup setiap kita. Berikut adalah parafrase puisi Aku ke dalam bentuk prosa, dimaknai dalam kehidupan kita sehari hari: 

Suatu saat aku pasti harus pergi keluar rumah, ke kehidupan nyata. Atau suatu saat pasti Aku akan sampai pada masa jatuh dan susah. Bersaing ketat dengan semua manusia yang juga ingin bertahan hidup. Ketika saatnya aku untuk pergi atau masa susah itu tiba, aku tak ingin ada yang meremehkanku untuk menyerah pada segala keadaan dan kekuranganku. Meskipun itu kau yang meremehkan, teman, keluarga, bahkan orangtua..aku akan tetap berkeras hati dengan keyakinan tujuanku.
Aku tak membutuhkan tangisan dan air mata dari siapapun untuk mengasihaniku. Tidak perlu sedu sedan itu. Aku tidak akan mengeluh dan meratap.

Menurut keadaanku saat ini, aku ini merupakan binatang jalang. Oleh sebab itu aku ini adalah bagian dari kumpulan kelompok yang terbuang, kelompok yang sedang kalah, kelompok yang sedang dikucilkan, sedang direndahkan.
Bisa jadi Aku adalah karyawan yang dipecat, marketing yang tidak capai target, anak dari orang tua yang cerai, orang miskin yang tidak berharga, pengusaha yang sedang bangkrut, orang yang sedang kena fitnah, dsb...
Keberadaanku tidak dianggap karena saat ini aku sedang jatuh dan tidak punya apapun untuk dibanggakan.

Tapi biarpun saat ini kesulitan menerpa, kemiskinan melanda, caci maki dan sindiran bertubi tubi, bahkan meskipun hujan peluru menerjang, aku akan tak akan pernah menyerah dan berhenti berjuang. Aku akan tetap berlari menerjang dengan kobaran semangat yang terus meradang. Sampai cita cita dan tujuan tercapai.

Walau dengan berjuang akan membutuhkan pengorbanan, tubuhku penuh luka dan racun serta bisa, aku akan terus berlari. Meski aku harus mati, tapi aku akan mati dengan kebanggaan dan kehormatan. Aku tak akan menghentikan lariku. Aku akan berusaha meninggikan derajatku, memperbaiki perkataanku, menghargai pikiranku, memperkaya wawasan dan pemikiranku, memperbanyak pengalamanku, menguatkan ibadah dan doaku, memperluas sedekahku, tanpa perduli ejekan dan sinis dari  siapapun.

Aku akan menguatkan tekad dan menegaskan tindakanku..Sampai aku tak bisa merasakan apa pun lagi selain semangatku yang membara dan menyala. Hilang sudah semua pedih dan perih yang kurasa selain keinginan kuatku. Aku tidak peduli dengan semua yang sedang terjadi, tidak peduli dengan bagaimana orang lain memandang dan menilaiku rendah, sampai semua tujuan muliaku tercapai. Aku beribadah seakan Aku mati esok dan Aku akan berusaha karena Aku akan hidup seribu tahun lagi.

Demikianlah puisi Chairil Anwar ini masih sangat relevan dengan situasi kejiwaan kita saat ini, sebagai pejuang kehidupan yang kadang harus mengalami jatuh dan masa susah. 
Puisi " Aku "  memberikan semangat agar kita tidak perduli pada semua kesulitan dan keraskan hati untuk selalu berjuang. Sabar, sadar, tekun dan yakinkan hati. Untuk almarhum Chairil Anwar, kita sampaikan Al Fatehah...semoga Alloh SWT melapangkan kuburnya dan menggenapkan segala amal ibadahnya. 

SEMANGAT SUKSES 
( Mirza A.Muthi )

Minggu, 02 Februari 2020

Kesempatan Vs Jebakan


Dijual Mobil Alphard seharga cash Rp.50 juta? Kapan lagi bisa dapat KESEMPATAN emas seperti ini? Bisa bergaya dengan mobil mewah dengan harga murah. Belum tentu besok besok dapat kesempatan seperti ini. Tapi cobalah pikir dengan KEWAJARAN. Kira kira wajar tidak Alphard walaupun second bisa dibeli dengan harga cash segitu? Jangan jangan tidak ada surat surat legalnya? atau bekas kebanjiran, bekas tabrakan, atau susah mutasi balik nama karena dapat dari tarikan leasing? dan banyak kemungkinan hal teknis spesifik lainnya yang tidak wajar sebagai mobil yang normal. Jangan sampai jadi JEBAKAN dan malah jadi menyusahkan, buang buang uang dan membawa masalah dikemudian hari.

Itu sekedar gambaran mudah kasus Kesempatan vs Jebakan, yaitu dalam keputusan membeli mobil second. Kenyataannya dalam perjalanan hidup kita banyak mendapat momen kesempatan vs jebakan ini. Batas antara kesempatan dan jebakan ini sangatlah tipis. Pertimbangannya harus dari BIAYA dan KEWAJARAN. Misal ditawarkan investasi dengan bunga diatas 20% sebulan dengan membeli produk seharga tertentu dan tanpa usaha apa apa lagi. Perlu pertimbangan matang secara biaya dan kewajaran, dari mana perusahaan tsb membayar bunga untuk para investornya/nasabahnya? Memang sepertinya kita akan sangat beruntung karena bisa dapat bagi hasil lumayan besar setiap bulan dari jumlah uang yang kita investasikan. Tapi banyak kenyataan terungkapnya investasi bodong sekarang ini terbukti merugikan banyak nasabahnya. Mungkin bulan bulan awal kita bisa dapat bagi hasilnya sesuai perjanjian, tapi di bulan berikutnya mulai bermasalah bahkan kemudian tidak lagi terkirim sama sekali. Kantor Pusat perusahaan investasinya tutup dan uang Anda akhirnya hilang lenyap bersama ratusan nasabah investor lain. Akhirnya kesempatan menjadi jebakan karena Anda mengabaikan kewajaran. 

Anda orang yang punya skill spesifik yang sedang dibutuhkan, punya banyak asset, punya perusahaan sedang booming dan fenomenal, punya produk yang sangat happening, pendeknya..Anda sedang menjadi "gula" atau " semut ". Pada saat Anda jadi gula atau semut, sudah tentu Anda jadi target banyak pihak yang " ingin memanfaatkan " atau " ingin menjatuhkan " Anda. Saya pakai kata " ingin memanfaatkan ", karena melihat Anda bisa dipakai untuk mempercepat tercapainya tujuan mereka secara lebih cepat dan lebih efesien. Saya pakai kata  " semut " karena Anda secara tidak disadari sudah menggigit pihak lain. Saya pakai kata " ingin menjatuhkan " , karena siapa tahu eksistensi Anda menjadi sandungan, calon kompetitor kuat, atau penghambat bisnis mereka. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikiran mereka. Pertimbangkanlah dengan bijaksana agar Anda jadi orang yang lebih waspada dan berhati hati khususnya dalam berbisnis.

Misalnya Anda punya perusahaan yang sedang berkembang pesat dan berprospek cerah. Anda berpikir akan lebih baik jika mendapat tambahan investasi agar lebih cepat berkembang besar. Padahal wajarnya lebih baik proses berjalan perlahan agar besar pada waktunya memang sudah siap. Lalu ada investor yang menawarkan kerjasama investasi dengan pembagian saham. Seharusnya Anda mengambil waktu untuk lebih mengenal calon mitra investor perusahaan Anda, atau memberi waktu mengenal calon mitra dengan kerjasama per project dulu untuk lebih mengenal karakter calon mitra perusahaan Anda. Sampai Anda merasa sudah cukup mengenal dan perusahaan memang sudah butuh tambahan invetasi, baru ambil kesempatan tsb menjadikan calon mitra Anda sebagai pemilik saham perusahaan dan resmi bermitra. Mudah saja bagi mitra yang memang mempunyai dana kuat untuk sekejap menyusun skenario, memanfaatkan situasi dan membalik keadaan untuk membeli saham Anda, kemudian menutup perusahaan dan menendang Anda keluar. Maka perlu waktu cukup  untuk menilai baik buruknya bermitra sebelum mengambil keputusan penting. Ambil yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda inginkan. inginkan. Semua butuh poses, waktu dan tidak bisa instant. Itupun walaupun sudah matang dipertimbangkan, kadang masih bisa saja terjadi hal hal yang tidak Anda inginkan karena bagaimanapun seninya bisnis adalah segala keputusannya selalu akan berisiko sekaligus berkesempatan di waktu yang bersamaan.

Misalnya Anda punya asset banyak tanah dimana mana, tahu tahu tanpa ada angin atau proses sebelumnya,  Anda mendadak ditawari jadi Direktur Utama Perusahaan Developer besar skala nasional tanpa sebelumnya Anda pernah menduduki posisi managerial apalagi Direksi di perusahaan kontraktor atau developer. Sedangkan untuk menjadi Dirut Perusahaan Developer besar dengan project skala nasional dan karyawan ratusan tersebar di seluruh Indonesia, sangat butuh skill spesifik dan pengalaman puluhan tahun karir pelaksana sampai mengelola bisnis dan perusahaan semacam itu. Harus berpikir, apakah ini WAJAR? Pertama pikirkanlah apakah Anda mampu jadi Direktur Utama perusahaan sebesar itu di bidang yang Anda sama sekali tidak paham sebelumnya? Apakah ada maksud pihak tsb sebenarnya mengincar asset tanah yang Anda miliki dengan cara yang mudah dan harga yang murah? Apakah ada biaya yang dibutuhkan untuk menduduki posisi pejabat penting ini? Apakah perusahaan tsb sedang ada masalah, sehingga di tahap selanjutnya bisa mengkambing hitamkan Anda sebagai penanggung jawab utama sebagai Direktur Utama? Setelah mengambil keuntungan dari asset Anda? Perlu banyak pertimbangan matang dari segi kewajaran dan biaya.

Kesempatan vs Jebakan sangat tipis bedanya, maka hati hati dalam mengambil keputusan. Bukannya kita menghindari dalam mengambil kesempatan, tapi perlu pertimbangan kewajaran dan biaya agar tidak menjadi kerugian besar yang tidak diprediksi dan terukur sebelumnya bagi Anda apalagi merugikan nama baik, kredibilitas profesi, asset dan perusahaan Anda. Sayang sekali apa yang sudah capai bertahun tahun lalu akan hilang lenyap bahkan bisa membawa dampak hukum dan bahkan pidana bagi Anda karena Anda salah melihat Jebakan sebagai sebuah Kesempatan. Ambil Kesempatan sebagai informasi, pelajari dulu resikonya, pertimbangkan biaya dan kewajarannya dan ambil keputusan yang proporsional agar tidak menjadi Jebakan. Tapi jangan juga terlalu paranoid dan takut mengambil kesempatan bagus. Terpenting kita harus paham bahwa kesuksesan dan keberhasilan tidak ada yang instant dan harus melalui proses jatuh bangun. Tapi selama tujuan di depan masuk akal dan memang bisa kita perjuangkan, jadikan kesempatan  sebagai penyemangat untuk terus berusaha dan berkarya. Jangan lupa untuk meminta saran masukan dari berbagai pihak yang kompeten agar bisa menimbang kesempatan, tidak salah mengambil keputusan, atau jika ada hal hal tambahan yang perlu dianalisa sebelumnya, sehingga resiko bisa makin diperkecil.

SEMANGAT SUKSES
( Mirza A.Muthi )