Rabu, 30 November 2016

Jaga Kepercayaan dan Reputasi Anda



Kepercayaan bukan hal yang mudah didapat. Tidak semua orang pantas diberi kepercayaan. Orang berjuang menjaga reputasi seumur hidupnya untuk menjaga kepercayaan dan nama baik. Bagi yang sudah dan masih mendapat kepercayaan, maka melaksanakan amanah dan tugas sampai selesai dengan baik adalah bagian dari menjaga reputasi dan menjaga kepercayaan. Bagi profesional, menjaga kepercayaan adalah bagian penting dari usaha mencapai sukses. Karena untuk sukses tidak bisa sendirian, tapi harus ada dukungan.


Tapi dalam bisnis, menjaga kepercayaan harus dengan reputasi dan bukti nyata. Anda harus memiliki track record pekerjaan yang Anda berhasil selesaikan dengan baik dan hasil itu diakui oleh orang banyak. Reputasi Anda dikenal dengan baik di dunia bisnis yang Anda tekuni. Anda lebih baik menjadi Top 3 pelaku expert di bidang khusus tsb karena Anda punya catatan kerja yang baik sehingga Anda dinilai kompeten di bidangnya. Dengan catatan tsb, orang baru akan percaya bahwa Anda adalah orang yang tepat untuk berbagi bisnis untuk diajak bermitra usaha.


Tapi jangan salah, bahkan reputasi yang Anda bangun dan jaga dengan susah payah tetap saja bisa hancur sekejap dengan satu kesalahan yang Anda buat atau bahkan isyu jelek tentang Anda. Walaupun tidak benar tapi tetap juga bisa beresiko. Karena dalam bisnis akan terkait uang, potensi, pengalaman, skill spesifik, kecerdasan intelektual bahkan kecerdasan spiritual, maka semua unsur bernilai. Jika saja sampai ada informasi dari orang lain bahwa Anda orang yang tidak bisa menjaga reputasi, maka Anda dipikir tidak tepat dijadikan mitra bisnis.


Maka dalam tujuan menjaga reputasi, jangan juga sampai Anda menciptakan musuh. Jalankan hidup dengan lurus dan baik agar tidak ada orang yang sempat tersakiti atau benci dengan Anda. Jangan sampai Anda dengar isyu jelek tentang Anda baik memang itu benar kekurangan Anda ataupun betul betul hanya isyu dari mereka yang tidak senang pada Anda. Jika tidak ada orang bisnis yang mau menjadikan Anda mitra, mempekerjakan Anda, atau mensupport Anda, maka habislah Anda


Anda mungkin tetap akan hidup, tapi yang biasa saja. Tidak ada jalan untuk mendapatkan jenjang lebih tinggi lagi karena Anda tidak bisa mendapat dukungan. Maka penting bagi Anda untuk cetak prestasi prestasi nyata, bangunlah reputasi bisnis yang cemerlang, jalin hubungan baik dengan banyak relasi dalam karir, terus bangun diri Anda, jangan lupa ringan bersedekah sebagai tanda bersyukur, maka bisnis akan datang sendiri. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Selasa, 01 November 2016

BELAJAR


Belajar, berarti menyerap informasi dari luar dan gunakan untuk memberi manfaat bagi diri sendiri. Menambah pengetahuan, memperbaiki kesalahan. Belajar, membutuhkan sikap terbuka, siap menerima, siap mendengar. Mereka yang merasa sudah tinggi, paling pintar biasanya susah jika diberi input. "Gelasnya sudah penuh". Belajar, membutuhkan tujuan, untuk apa dia belajar, untuk apa dia butuh diberi masukan. Jika tujuannya tidak jelas maka belajar tidak termotivasi. Belajar, seringkali membutuhkan contoh. Entah tokoh yang jadi panutan, ingin seperti beliau. Atau bahkan seseorang yang gagal, agar jangan sampai saya seperti dia.

Belajar, membutuhkan pengorbanan. Paling tidak waktu harus disempatkan, kadang mengorbankan kesenangan kumpul kumpul dengan keluarga. kawan kawan. Harus komitmen. Belajar, harus berprogress. Harus kelihatan perubahan ke arah lebih baik pada pengetahuan, wawasan, tingkah laku sampai merubah mindset, karakter. Belajar, tidak harus semua bisa sempurna. Kadang kita juga hanya harus fokus pada hal hal yang jadi tujuan utama. Jadi spesialis dalam satu bidang atau keilmuan. Jadi nara sumber tempat orang bertanya hal tsb. Lainnya cukup sekedar tahu sedikit dan yang penting pernah belajar.

Belajar, harus yakin bahwa akan membawa manfaat di masa depan. Jika tidak yakin maka biasanya tidak akan konsisten. Baru 2 bulan sudah bosan dan stop. Kurang daya tahan dan tidak siap menderita. Belajar, tidak berarti selalu membaca buku, masuk kelas sekolah atau ikut seminar. Belajar dari mengamati, mengikuti, menjalani langsung juga sangat perlu. Maka itu yang disebut jam terbang atau pengalaman, biasanya makin lama pengalaman makin dalam ilmu lapangannya. Kita harus bisa menemukan coach yang dalam luas ilmunya dan banyak jam terbangnya yang bisa membimbing ilmu dan pengalaman sesuai kebutuhan kita.

Belajar, adalah hal yang tidak akan pernah berhenti seumur hidupmu. Belajarlah terus selama masih bernafas maka hidupmu akan terus bernilai. Belajar, butuh kerendahan hati. Kita butuh mereka yang lebih tua, yang lebih berpengalaman, lebih punya track record utk diserap ilmu nyatanya. Belajar, butuh investasi. Jangan terus beli gadget update, pakaian bagus, lifestyle bergengsi, tapi pelit belanja buku ilmu, ikut seminar, kursus. Investasikan pada otak Anda. Maka otak Anda akan memberi penghidupan pada apa yang dibutuhkan tubuh Anda.

Belajar, butuh lingkungan yang kondusif. Jika anda dalam lingkungan yang pergaulannya cuma buang buang waktu, malas, maka anda juga tidak akan mulai belajar. Agar manusia bisa memberi manfaat pada diri sendiri dan orang orang sekitarnya, maka harus melalui proses pembelajaran. Ilmu tidak bisa didapat secara instant. Maka hidup itu sendiri dengan segala jatuh bangunnya adalah proses belajar yang terus menerus, agar setiap hari makin baik dan baik lagi. Bertambah ilmu dan bertambah kebijaksanaan.



SEMANGAT SUKSES
 ( Mirza A.Muthi )

Sabtu, 01 Oktober 2016

SAHABAT SEJATI

Persahabatan itu adalah juga rejeki dari Allah SWT, bukan hanya uang. Justru sahabat yang baik dan positif lebih berharga daripada sekedar uang atau harta. Sahabat yang bukan hanya mengajak pada kesenanganduniawi semata, tapi justru mengajak untuk menanam kebaikan, menjauhi masalah dan mudharat. Masalah yang disebabkan oleh diri sendiri atau masalah yang mungkin akan terjadi karena pengaruh lingkungan. Mengingatkan agar tidak salah jalan.

Bahkan mungkin saja sahabat bisa memarahi jika kita terlalu susah dinasihati oleh orang tua, keluarga atau orang lain. Sahabat bisa lebih didengar nasihatnya. Tidak mudah mencari sahabat sejati. Dari sekian banyak teman keseharian yang kita miliki mungkin akhirnya hanya 1-2 orang yang pantas jadi sahabat. Jika kamu merasakan ketulusan dan kebaikan dari seorang kawan, apalagi saat kamu sedang dalam masa.

susah, jangan abaikan. Itu tanda sahabat datang. Kadang disaat kita terpuruk, seorang kawan bisa justru memberi kritik dan saran. Itu karena dia memperhatikan Anda. Itu juga ciri seorang sahabat. Tidakbanyak kawan yang berani meminjamkan uang atau menolong urusan financial pada saat Anda kepepet membutuhkan. Kadang sahabat tidak terlalu memperhitungkan nilai uang pada persahabatan. Teman lebih berharga daripada sejumlah uang tertentu. Hormati kepeduliannya walaupun dia ada resiko kehilangan uang yang dipinjamkan. Sebaliknya hargai perhatian dan pengorbanannya dengan beritikad dan berusaha keras mengembalikan uang yang Anda pinjam walaupun sahabat Anda tidak menanyakannya. Itulah cara Anda menghargai bantuannya kepada Anda.

Sahabat tidak akan memanfaatkan skill, waktu atau uang kawannya untuk kepentingan pribadi. Tapi justru mendorong cara agar bisa berkembang lebih baik lagi. Seorang sahabat tidak akan cemburu dengan keberhasilan kawannya. Justru akan ikut senang dan bersyukur dan juga tidak akan membebaninya. Kita butuh sahabat sebagai kawan baik yang bisa kita percaya, seorang mentor, tempat bertanya. Seorang partner, tempat kita berbagi cerita. Seorang mitra, tempat bisa untuk bertanya dan bahkan seorang kawan untuk sekedar ngobrol senda gurau tanpa takut harus tersinggung.

Manusia tidak ada yang bisa hidup sendiri?  Karena manusia didesign sebagai makhluk sosial, tidak mungkin sempurna dan bisa menyelesaikan semua masalah kehidupan hanya seorang diri.  Kita butuh input, saran, opini pihak lain dalam setiap urusan kita dalam menentukan pilihan untuk mengambil keputusan. Semakin banyak sahabat, apalagi yang berbagai bidangnya, cara berpikirnya, lingkungannya, maka semakin menyenangkan dan semakin luas wawasan kita. Kadang keluarga pun tidak menjamin kita dekat dan cocok. Tapi sahabat yang baik, tulus, supporting dan saling mengingatkan, itulah kekayaan.


Bahkan dalam hubungan persahabatan berlainan jenis, sahabat yang mendamaikan perasaan, menguatkan hati dan memberi kenyamanan bisa menjadi belahan jiwa. Carilah sahabat sahabat dalam kehidupan Anda. Rasakan kehadirannya dan resapilah manfaatnya. Hati Anda akan menilai siapa yang pantas dan tepat jadi sahabat sejati. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Kamis, 01 September 2016

MEMBERI UNTUK MENDAPATKAN LEBIH

Memberi, bukan sesuatu pekerjaan yang sia sia atau buang buang uang. Kita yang sudah  cape bekerja mencari dan mengumpulkan uang, tapi kenapa harus dibagi bagi kepada orang lain, bahkan untuk orang yang kita tidak kenal pula. Ingatlah, agar semua berjalan lancar maka harus diyakini bahwa semua yang kita lakukan harus berjalan seperti apa yang diperintahkan oleh Sang Maha Pencipta. Memberi menjadi urusan manusia karena itu yang diajarkan dan dicontohkan oleh para Nabi dan sudah diperintahkan oleh Tuhan. Allah SWT memberi banyak kepada umatnya, bahkan jika kita gunakan lautan sebagai tinta untuk menulis apa yang sudah kita terima dari Allah SWT, maka tidak akan pernah cukup. Maka manusia juga sewajarnya dan wajib memberi kepada sesama manusia, membangun hubungan yang baik antar yang punya kepada yang butuh, antar kaya kepada yang miskin, yang pintar kepada yang awam.

Tugas manusia kepada manusia lainnya adalah kepedulian, dan semakin sering kita melakukan pekerjaan tsb, maka semakin banyak berkah dan amal ibadah dari Allah SWT. Jadikan memberi dan peduli dengan niat iklas dan membantu sebagai  kebiasaan. Maka ini akan membuat Anda jadi manusia yang lebih beruntung karena ada energi semesta mengatur karma. Itu sudah jadi ketentuan Allah SWT yang mengatur semesta dan seluruh energinya. Bagi mereka yang banyak memberi dan membantu orang lain, maka niscaya hidupnya juga akan banyak dibantu oleh orang lain. Rantai lingkaran energi kebaikan.

Mungkin kita bisa menilai ada seseorang yang beruntung. Hidupnya sangat Indah, dari keluarga kaya, muda kaya raya, terkenal, menua dengan makmur dan meninggal dengan dikenang orang. Banyak rahasia Tuhan yang mungkin tidak kita pahami,  misal kenapa sebagian orang tampak hidupnya sangat mudah dan menyenangkan dan sebagian besar seperti terbanting terseret dalam penderitaan.  Allah memberi gambaran yang jelas dalam kehidupan agar bisa dijadikan contoh dan pelajaran.  Oklah ini bisa jadi terlalu sempurna. Kita ambil hal yang sederhana, misal saat yang lain susah mendapat pekerjaan, maka dia seperti mudah mendapatkan panggilan kerja. Di tempat kerja karir kawan kawan lain susah berkembang tapi dia cepat meningkat posisi dan jabatan sehingga gajipun naik berlipat jauh lebih besar dari kawan sekantor seangkatan. Jangan Anda sekedar menilai dia dari kompetensi kerja yang dia tampilkan di tempat kerja. Bagi mereka yang punya "hobby" memberi dan peduli biasanya tidak akan gembar gembor memberi tahu kepada semua orang jika dia sudah memberi kemana, memberi apa atau berapa yang diberi. Maka Anda tidak akan tahu "senjata rahasia" dia kenapa bisa lebih sukses dibanding orang lain.

Keberuntungan itu bukan kebetulan. Diluar masalah soft skill, EQ, IQ dan hard skill knowledge yang wajib terus dibangun, tentu saja kita membutuhkan "keberuntungan". Keberuntungan itu dibangun dari hati yang iklas, membantu dan peduli. Iklas juga berarti dia tidak merasa perlu memberi tahu kepada semua orang bahwa dia senang berbagi dan peduli. Bahkan bisa jadi keberuntungan sudah dibangun sejak jaman orang tua kita, yang menabung kebaikan dan mencari berkah lalu anak anaknya yang kemudian mendapatkan keberuntungan. Ditambah biasanya anak anak mengikuti teladan yang diajarkan orang tuanya dijadikan sebagai kebiasaan. Tapi walaupun begitu keberuntungan tidak bisa berlaku rata. Bahkan mungkin dari empat anak, belum tentu semuanya bisa beruntung, karena tidak semua orang bisa beruntung. Tergantung pada setiap perilaku karakter pribadi anak tsb.

Apakah Anda menyimak di sekitar Anda bahwa justru banyak orang kaya yang lebih beribadah dibanding orang miskin,  orang kaya lebih penuh sholat 5 waktu dibanding orang miskin,  orang kaya yang seperti itu sudah pasti lebih banyak bersyukur dan lebih banyak memberi. Maka sudah diajarkan bahwa jika kamu memberi, AKU akan kembalikan kepadamu dengan jumlah yang berlipat ganda. Tapi Anda tidak harus menunggu kaya atau memiliki posisi jabatan untuk bisa memberi atau menolong orang. Karena yang Anda bisa berikan tidak harus melulu uang atau materi. Yang penting Anda punya kepedulian dan niat. Memberi bukan hanya harus uang, tapi perhatian, bimbingan, sekedar makanan, buku bacaan, bahkan saran dan juga mendoakan orang lain.


Sehingga memberi bukan hanya sebatas memberi ikannya, tapi justru memberi pancing. Mendidik dan memberi wawasan jauh lebih baik bagi yang diberi. Jadikan peduli dan memberi sebagai kebiasaan, jadikan sifat ini membentuk karakter diri Anda. Tapi berikan dengan cara yang bijaksana. Pecayalah pada "jalan dari langit". SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Senin, 01 Agustus 2016

JANGAN MENUNDA TAPI MEMPERBAIKI

Seberapa jauh Anda yakin bahwa usaha yang dilakukan akan sepenuhnya berhasil sesuai rencana dan target Anda? 50% atau 150% alias pasti yakin? Optimis sangat penting untuk memacu Anda memulai setiap rencana dengan segera. Terlalu banyak berpikir resiko menyebabkan rencana tidak jadi action. Tapi lebih banyak lagi yang memilih menunda action sampai setahun, dua tahun, lima tahun, sampai sudah kehabisan energi, kehabisan waktu, sampai tidak ada lagi kemungkinan perubahan atau perbaikan hidup apa apa terjadi dalam hudupnya.

Jalankan dulu rencana Anda. Setahap demi setahap. Menunda bukan kebiasaan yang baik dan bisa menunda keberhasilan datang. Mulai dengan keyakinan. Tapi keyakinan jangan juga terlalu besar membuat Anda membabi buta dan  kehilangan kewaspadaan. Bahwa selalu ada kemungkinan kenyataan tidak sesuai rencana. Karena setiap rencana selalu ada kemungkinan tidak terlaksana ideal seperti yang kita mau, maka siapkan juga plan B dan mental Anda. Terpenting adalah mindset dan sikap positif.

Jangan anggap apa yang tidak tercapai atau tidak sesuai target sebagai sebuah kegagalan. Anda sudah bisa disebut hebat dengan berani memulai action sebuah rencana. Jika sesuatu berjalan tidak ideal menurut Anda, jangan lantas merasa gagal karena itu akan membuat mental down dan seperti semua sia sia. Tidak ada yang percuma, Anda sudah belajar. Allah SWT tahu apa yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda inginkan. Ambil sudut pandang positif, bahwa Anda jadi tahu satu cara yang salah yang harus diperbaiki lain kali. Tapi Anda sudah tahu lebih banyak cara yang lebih baik.

Dengan menjaga mental tetap tenang, tidak down, tetap bersyukur, maka Anda tidak akan stress dan bisa berpikir jernih. Bahwa besok masih ada kesempatan selama saat ini tidak putus asa.  Dan jangan lupa, kadang kesalahan justru bisa membawa arah pikiran baru yang bisa jadi petunjuk untuk ide yang lebih baik dari rencana semula. Kenapa tidak? Waktu adalah hal yang paling berharga dan tidak ternilai. Jika Anda bisa membeli waktu pasti akan beli untuk perbaiki kesalahan masa lalu agar semua di saat ini tetap baik baik saja sesuai keinginan Anda. Tapu toh Anda tidak bisa membeli waktu.  Kemajuan hidup harus terus bergerak karena waktu terus berjalan sedangkan umur sudah ada jatahnya dan sayangnya kita tidak tahu berapa batas umur kita.

Maka untuk alasan tsb sebaiknya kita jangan sering menunda. Harus manfaatkan waktu yang terbatas ini dan ambil kesempatan. Jangan terlalu takut dengan resiko kesalahan. Karena tidak pernah ada zero mistake di langkah pertama kita. Tapi jika kita tidak pernah mencoba dan memulai, maka di benak kita hanya ada teori teori salah benar tanpa kita pernah buktikan. Karena kesalahan niscaya pasti terjadi walaupun sudah sebaik mungkin kita rencanakan. Tapi setiap kesalahan bisa kita perbaiki jika kita sudah mengalami menjalankannya. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)



Jumat, 01 Juli 2016

CARILAH MOTOVASI UNTUK BERUBAH MENJADI BAIK

Motivasi, adalah alasan untuk berbuat. Umumnya dipersepsikan untuk hal hal yang positif, maka pembicara sikap sering dinamakan motivator. Pembicara yang merefresh kembali alasan alasan yang dibutuhkan seseorang untuk alasan menjadi lebih baik muncul dari dalam hatinya. Me-recharge semangat yang kadang menurun dari setiap orang. Sebetulnya setiap orang sudah punya alasan alasan khas yang bisa memotivasi dirinya. Hanya seringkali kemalasan jauh lebih kuat.

Ingatlah, hal hal jelek dan buruk bisa tumbuh sendiri. Membiarkan kita terlarut dalam keputus asaan, membiarkan otak kita tidak bekerja maksimal, atau membiarkan kita hidup berleha leha menikmati dunia bisa membuat Anda terpuruk pada akhirnya. Tapi hal hal baik harus diusahakan sekuat mungkin. Mungkin saja dengan berbagai kerja keras, doa khusuk, berbagai pengorbanan di depan. Maka tidak semua orang bisa sukses.

Setiap hal hal baik butuh pengorbanan, waktu, tenaga, materi, disiplin dll. Hal hal yang dianggap berat dan susah bagi banyak orang. Tapi hal hal buruk sangat mudah diterima orang, bermalas malasan, santai buang waktu, cari uang cepat, hal hal yang menyenangkan dan mudah. Maka jika kita tidak paksakan berbuat dan membiasakan hal hal baik dan jadikan karakter, maka yang tertanam justru adalah sebaliknya.

Untuk seseorang bisa melawan kemalasan dengan disiplin, maka dibutuhkan motivasi kuat. Untuk apa saya harus kerja keras dan cerdas. Temukan alasan kuatnya untuk berubah, apakah untuk kebaikan kehidupan berkeluarga, bisa berbakti kepada orang tua, atau peningkatan penghasilan dan karier. Membuka lapangan kerja buat sesama, niat beribadah untuk meraih pahala lebih sempurna, dan lain lain.

Setiap orang punya alasan alasan khas sendiri tergantung niat dan situasinya. Maka cari alasan, situasi dan bangunlah perbaikan agar alasan tsb menjadi kuat. Biasakan melakukan hal hal yang benar, bukan membenarkan hal hal yang sudah biasa dilakukan. Motivator terbaik sesungguhnya adalah diri Anda sendiri. Motivasi akan membakar antusias dan semangat. Mencari tahu dan cara dengan cara apapun juga bagaimana bisa memenuhi keinginan untuk bisa jadi lebih baik sesuai tujuan. Motivasi harus dicari dan dipompa dengan semangat agar muncul antusias dan tindakan nyata. Jadikan kebiasaan bangun karakter positif. Tapi jika hidup tanpa motivasi, maka waktu akan berlalu begitu saja tanpa ada makna apalagi nilai tambah. Sia sia hidup tanpa nilai positif. Hidup tidak perlu lama, sebentar tapi besar makna dan bermanfaat jauh lebih baik daripada hidup lama tapi hanya untuk jadi beban banyak orang. Biasakan berbuat yang benar, bukan membenarkan apa yang sudah jadi kebiasaan. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)


Rabu, 01 Juni 2016

BANYAK PELUANG DILUAR SANA

Perhatikan, peluang sebetulnya sangat banyak diluar sana. Tapi tidak semua peluang bisa Anda dapat dan Anda kelola karena banyak bidang ragamnya. Jadi jangan ikut ikutan orang lain atau ikutan trend. Satu buka cafe, semua buka cafe, lalu Anda ikut buka cafe. Setelah itu tutup karena Anda tidak paham.

Peluang seperti mencari lot parkiran di mall yang ramai di jam sibuk. Semua mata pengunjung parkiran mall tertuju pada tanda tanda mobil yang mau keluar. Jika ada tanda tanda mobil pengunjung mau keluar lot , maka mobil Anda segera pasang sen dan bersiap menunggu untuk parkir. Karena kalau terlewat, maka Anda tidak bisa mundur lagi. Sudah rapat antrian di belakang Anda mengambil peluang parkir itu. 

Bukan rejeki Anda maka pada saat ada peluang, Anda sudah harus siap untuk mengambil.Siap secara pengetahuan, skill, mental, bahkan mungkin biaya. Tapi Anda tidak bisa menguasai seluruh pengetahuan, skill, dan punya biaya tak terbatas. Maka Anda harus lebih fokus pada potensi. Apa potensi yang Anda punya, atau apa potensi yang bisa Anda kuasai. Bisa jadi potensi itu punya orang lain, sedangkan Anda tidak memiliki skill, pengetahuan, pengalaman, relasi dan segala potensi di bidang tsb. Anda tetap bisa mengambil peluang tsb walaupun Anda tidak punya potensi untuk bidang tsb, tapi Anda bisa ajak orang berpotensi tsb untuk bermitra atau bekerja pada Anda.

Banyak orang orang berpotensi yang tidak bisa menyalurkan potensinya karena tidak paham mengelola potensi dan tidak punya sumber daya pendukung seperti modal, relasi dan jaringan, maka Anda sebagai yang paham manajemen, memiliki sumber daya modal atau yang punya kelebihan akses jaringan bisa "memanfaatkan" potensi orang lain untuk kemajuan bersama. Buka peluang baru. Misalnya ada seseorang si A yang sudah belasan tahun bekerja sebagai sales di sebuah perusahaan produk tertentu misal produk B, sudah banyak memiliki relasi dan jaringan pembeli yang loyal kepadanya.

Maka bisa disebut si A ini punya potensi besar di bidang produk B, baik untuk hal penjualan ataupun hal hal lainnya terkait sejenis produk B karena si A sudah belasan tahun berkecimpung di bisnis produk B ini. Maka jika Anda yang hanya punya modal atau misalnya lokasi ruko bagus, dan Anda sangat ingin sekalimemiliki usaha penjualan bidang produk B tapi tidak memiliki pengalaman dan pengetahuan sama sekali di bidang bisnis ini, Anda bisa mengajak si A bekerja sama atau bekerja untuk Anda.

Gunakan potensi si A untuk Anda bisa menjual atau berbisnis produk B.Itu untuk satu usaha produk B. Jika sumber daya Anda banyak dan Anda tidak puas hanya berbisnis di satu bidang bisnis saja, carilah peluang di bidang bidang bisnis lain. Setelah Anda pelajari dan yakin Anda akan mampu kelola secara sumber daya pendukung, lalu carilah orang orang berpotensi sesuai bidang yang Anda tuju tsb untuk menjalankannya. Semakin banyak dan beragam orang berpotensi yang bisa Anda kerjasamakan, maka semakin banyak peluang yang bisa dijalankan. Dan semua peluang tsb lebih akan berumur panjang karena dikelola oleh mereka yang memang bakat dan punya skill di potensi tsb

Bukan hanya sekedar ikut ikutan saja tanpa punya dasar skill dan pengalaman untuk mengelolanya, lalu Anda nekat untuk mengelolanya sendiri. Rasanya resiko gagalnya akan lebih besar karena Anda bukan.orang yang tepat dan mampu untuk mengelola bisnis tsb. Lebih cerdas carilah orang orang berpotensi tsb. Peluang belum tentu bisa kita dapat karena Anda tidak siap dan belum tentu cocok. Tapi potensi yangkuat dari orang lain yang sinergi dengan Anda tetap akan bisa menciptakan peluang yang bernilai.

Temukan mereka yang punya potensi kuat dalam satu bidang, fokus dan kelola bersama, buka peluang dan jadikan usaha bersama. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)