Senin, 01 Oktober 2018

Jurus Sukses Berbisnis Resto/Cafe



Salah satu bisnis UKM untuk pemula yang banyak dijalani adalah kuliner sekelas warung makan, cafe kecil, atau resto. Pertimbangannya tentu saja karena kita semua suka makan. Saat ini makan bukan hanya jadi kebutuhan utama, tapi makan juga sudah jadi wisata kuliner, pelengkap sosialisi, bisa didatangi dengan seluruh keluarga dan yang jelas sangat profitable dijalankan sebagai pilihan bisnis jika benar cara mengelolanya. Nah, dari sisi pelanggan tentu yang diamati dari bisnis kuliner terutama tentang kelezatan cita rasa dan pelayanan. Waktu yang digunakan pelanggan sekitar 30 menit -  mungkin 1 jam untuk makan minum disana harus bisa dinikmati dan berkesan. Tapi bagi pelaku bisnisnya, banyak hal yang harus diperhatikan, bukan hanya dari faktor makanan.

Sebagaimana umumnya bisnis yang sudah penuh dengan persaingan, pengusaha kuliner harus berpikir bagaimana strategi untuk mendatangkan lebih banyak dan lebih banyak lagi pelanggan setiap harinya untuk belanja fnb di warung/ resto Anda dibanding di warung kompetitor Anda. Okelah utamanya Anda harus utamakan kelezatan cita rasa, karena itu daya tarik utama bisnis kuliner. Sejauh rasa makanan Anda secara rata rata masih masuk selera masyarakat penikmat kuliner, maka masih bagus. Apalagi ada beberapa varian menu yang masing masing bisa mengisi kekurangan masing masing. Kalau Anda bukan resto khusus kuliner tertentu coba perbanyak pilihan menu minimal 10 varian total makanan dan minuman dalam buku menu Anda, agar pelanggan juga punya banyak pilihan dalam sekali kunjungan mereka ke warung makan Anda. Ada buku menu standard, yang menampilkan menu yang pasti ada kapanpun pelanggan datang. Tapi juga ada menu spesial minggu ini di lembaran menu yang terpisah dari buku menu standard. 

Cukup 3-5 varian menu yang kita sampaikan "spesial" yang secara produk cukup unik dan kalau perlu harganya lebih tinggi sedikit. Selain bertujuan menambah variasi pilihan, kita perlu test market apakah pasar akan merespond penawaran yang sedikit lebih beda dan apakah pasar punya daya beli. Strategi ini juga untuk mengacaukan pantauan dari kompetitor yang mungkin terus mengamati dan menganalisa bisnis Anda. Lakukan penawaran spesial ini selama seminggu, bahkan jika ingin lebih kelihatan spesial lakukan penggolongan jam pelayanan. Jelaskan di buku menu spesial bahwa menu spesial A + B khusus ada di tanggal 1-7 bulan Oktober di jam 17-19. Lalu di minggu berikutnya tampilkan 2-3 menu berbeda lagi. Bisa dicatat menu menu apa yang direspond paling positif oleh pelanggan, lalu tambahkan menu tsb di buku menu standard. Sebaliknya kurangi satu persatu menu menu yang memang tidak cukup cepat penjualannya. Jangan lupa tampilkan foto foto menu secara menarik dan secara visual bisa langsung  menggugah selera. Akan beda hasilnya buku menu yang dilihat pelanggan dalam 5 detik pertama dengan penuh antusias dibanding buku menu yang begitu dilihat justru bisa menurunkan mood pelanggan untuk order.

Setelah omzet, tentu saja bisnis tanpa ada profit juga tidak ada gunanya. Berarti cost harus dikontrol. Mulai dari cost per porsi menunya juga harus dikontrol dengan cara porsi gram setiap ingredients menunya. Jangan korbankan rasa dengan mengurangi gramasi bumbu tapi bisa diatur gramasi bahan baku utamanya. Misalnya gramasi ayam, ikan, daging yang digunakan. Sepanjang ukurannya wajar pasaran, tidak terlalu sepotong kecil atau terlalu besar juga, makan pelanggan masih bisa terima asal mereka tidak kecewa dengan cita rasanya. Menu spesial tadi diatas juga bisa dalam bentuk menu standard yang laku, lalu dibuat satu porsi jumbo spesial dalam 1 piring yang juga lebih besar dilengkapi dengan toping yang lebih bervariasi dengan harga yang dipersepsikan lebih hemat dibanding membeli porsi reguler. Cost turunan dari cost bahan per porsinya adalah bagaimana membeli bahan baku segarnya dengan harga lebih murah. Misalnya jika ikan bisa dibeli dari pusat dengan kuantiti lebih banyak maka bisa lebih murah, maka lakukan. Dibanding setiap hari harus bolak balik membeli bahan baku pergi ke toko/pasar umum yang harga satuannya lebih mahal. Tentu saja berarti kita harus ada lemari pendingin untuk bisa menyimpan bahan mentah tetap segar untuk jangka waktu lebih lama. Hitung pola peredaran menu tsb kira kira dalam 1 minggu butuh maksimal berapa kg dan belanja sekaligus agar bisa lebih murah tapi masih dalam batas stock aman. Selalu  investasi equipment yang tepat fungsi dan tepat kapasitas bisa menghemat cost jangka panjang. Hindari menumpuk bahan baku yang cepat hilang masa kesegarannya dalam jumlah melebihi kebutuhan. Jika setiap harinya banyak bahan baku yang terbuang maka cost Anda akan jadi sangat boros. Tapi juga jangan paksakan menggunakan bahan baku yang sudah tidak segar untuk disajikan ke pelanggan dengan maksud tidak membuang biaya. Itu bahkan akan menjadi  kesalahan fatal dalam bisnis kuliner.

Jika akhirnya Anda ketemu supplier dengan harga pantas untuk mensupply kebutuhan bahan baku secara rutin sampai ditempat, maka lakukanlah. Bisa menjamin ketersediaan bahan baku segar dengan harga yang relatif stabil adalah hal baik untuk sebuah usaha. Tapi Anda harus juga tertib membayar tagihan supplier. Ingat jangan menunda jadwal pembayaran sampai bertumpuk tumpuk invoice. Ini akan membuat Anda seperti memiliki "untung cash semu". Seperti punya banyak uang cash padahal usaha Anda punya banyak hutang. Jika sudah terlalu besar, akan jadi berat rasanya Anda membayar total tagihan tsb dan menunsa nunda pembayaran ke supplier bisa memperburuk hubungan kerja Anda ke supplier. Jika banyak supplier yang Anda perlakukan seperti itu, maka usaha Anda bisa di blacklist di kalangan supplier dan Anda akan susah berusaha lagi.

Juga jagalah orang orang terbaikmu. Jangan Anda sebagai owner terlalu dalam masuk dalam operasional harian sehingga tidak memberi kesempatan team untuk berkembang dan membentuk team katakter sendiri. Akan jadi stress juga jika Anda terus memberi tekanan kepada team. Kecuali jika Anda bisa menekan sekaligus membangun motivasi sehingga team bisa merespond tekanan dengan sikap positif. Tapi jika Anda bukan seorang owner dengan karakter motivator, setiap tekanan hanya akan direspond team dengan negatif. Karena tekanan yang Anda lakukan hanya dengan marah marah dan main sanksi bahkan pecat. Team yang bekerja dalam tekanan yang tidak mereka pahami maksudnya akan buruk untuk aura bisnis Anda. Seharusnya Anda paparkan jobdesc tiap tiap personel SDM Anda, mengawasi dan berikan tanggung jawab. Kelak Anda bisa amati karakter pribadi pribadi anggota teamwork SDM Anda. 

Tidak ada usaha yang hebat tanpa disupport oleh SDM yang hebat. Hebat bukan berarti karyawan yang terbaik yang bisa didapat di kalangannya, dengan gaji termahal, dengan pendidikan formal tertinggi atau pengalaman terpanjang dimana mana. Pastikan SDM hebat itu adalah karyawan yang paling pas untuk teamwork di bisnis Anda. Karyawan karyawan yang selama ini Anda amati bekerja dengan antusias, paham tugas dan tanggung jawabnya, penuh kesungguhan hati, bisa memberi energi positif pada keseluruhan team, bisa berkomunikasi menyenangkan dengan para tamu dan mau terus belajar. Kewajiban Anda sebagai owner usaha mengamati karakter satu per satu karyawan Anda dan memilah milah, mana karyawan baik yang harus khusus diperhatikan, mana karyawan potensial yang masih bisa dibina dan mana karyawan buruk yang harus diganti. Adil bukan berarti semua karyawan harus digaji sama rata. Mungkin untuk awal perekrutan dan pembantukan team gaji memang standard. Tapi seiring perjalanan bisnis, Anda harus mulai melakukan pembedaan atas dasar keadilan tsb. Bagi karyawan yang memberikan kontribusi lebih pasti harus diperhatikan dan dikompensasikan lebih dibanding lainnya. Daripada karyawan bagus tsb dibajak atau pindah bekerja ke tempat kompetitor Anda. 

Profit besar bisa didapat dari penghematan operasional, misal menghemat penggunaan peralatan listrik atau lampu, menghemat penggunaan tissu misalnya jangan taruh wadah 1 pack plastik tissu di meja, karena pelanggan cenderung mengambil tissu sampai berlembar lembar sehingga ada 5 tamu datang saja bisa bisa habis 1 pack tissu mejam Tapi sajikan sendok garpu dalam kemasan tissu yang sudah dipacking 1 set untuk membatasi penggunaan tissu. Periksa apa lagi yang bisa dihemat pembelian dan penggunaan tanpa harus mengorbankan pelayanan dan aspek mutu produk. Anda harus punya standard fixed cost yang ideal setiap bulannya agar Anda bisa estimasi berapa profit Anda.

Jika profit Anda bagus tapi hutang Anda besar, hati hati dengan cash bruto Anda.  Anda harus bayar semua hutang hutang Anda agar Anda bisa pastikan mendapatkan cash yang nett. Jika cash nett  Anda bagus berarti bisnis Ansa sehat dan profitable. Sesekali berikan surprise kepada pelanggan dengan memberinya hadiah dalam kemasan event makan yang Anda buat. Misal habiskan  menu porsi super Jumbo dalam waktu sekian menit. Jika bisa habis maka menu gratis dan bahkan masih dapat hadiah. Libatkan pelanggan dalam event yang Anda buat. Pelanggan akan senang jika bisa terlibat dalam usaha Anda, bukan dalam arti terlibat sebagai pemegang saham atau modal, tapi terlibat dalam kegiatan kebersamaan antara manajemen dan pelanggan. Semakin erat hubungan antara manajemen dan pelanggan, maka akan semakin baik untuk perusahaan membina loyalitas pelanggan dan memberi nilai tambah bagi keunggulan bersaing dengan kompetitor.

Demikian ulasan dari sebagian  sudut pandang owner atau pengusaha. Masih cukup banyak aspek lainnya yang harus dicermati, tapi memulai usaha sekarang adalah langkah yang paling penting. Jalani prosesnya, pelajari seksama, minta nasihat dan masukan dari mentor usaha, nikmati jatuh bangunnya dan perbaiki terus menerus setiap hari sampai didapati suksesmu berbisnis kuliner. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Sabtu, 01 September 2018

Corporate Social Responsibility



Apa itu CSR? adalah kewajiban dari perusahaan untuk bisa memberi manfaat kepada lingkungan, paling tidak lingkungan terdekat sekitar. CSR ini bukan melulu hanya berarti memberi uang cash  kepada masyarakat yang membutuhkan. Itu mungkin ada di level terendah cara bantuan disalurkan. Misalnya memberi sumbangan ke panti jompo, yayasan yatim piatu. Misal sebulan sekali atau beberapa bulan sekali. Bagi banyak perusahaan bahkan sumbangan umum  formalitas ini hanya diberikan setahun sekali saja bersamaan dengan momen hari raya keagamaan. Yang penting pimpinan perusahaan merasa sudah berbagi dengan orang yang membutuhkan, alhamdulillah. 

Sebenarnya CSR ini bisa juga dibuat sebagai strategi untuk membentuk citra perusahaan. Bukan rahasia lagi jika banyak orang sangat menghargai kebaikan hati seseorang, menjadikannya sumber inspirasi yang positif. Begitu juga bagi perusahaan yang berbuat kebaikan atau diketahui ikut aktif berperan  memberi manfaat kepada sekitar, bahkan kebaikan jangka panjang yang memang sudah jadi kalender kerja perusahaan diluar urusan bisnis. Banyak konsumen memilih membeli produk dari brand atau perusahaan yang diketahui banyak memberi manfaat kepada sekitar. Jadi bukan memutuskan membeli berdasarkan hanya kualitas produk atau kesenangan pada produk tsb. Misalnya perusahaan rokok di Jawa Tengah memiliki agenda kegiatan memajukan olah raga bulu tangkis secara jangka panjang. Terbukti bahwa program CSR perusahaan ini melahirkan bibit bibit pebulutangkis yang mampu berkiprah secara nasional dan internasional. Perusahaan tsb juga tidak bangkrut dengan demikian banyaknya dana yang dikeluarkan untuk kegiatan CSR, malah rejekinya makin bertambah dan panjang umur. Karena citranya baik, produknya juga laku dibeli konsumen walaupun banyak produk sejenis saingan di pasaran. Banyak konsumen merasa ingin jadi bagian kecil untuk ikut berpartisipasi dalam tujuan baik tsb dengan paling tidak setia membeli produknya.

Banyak cara memberi manfaat perusahaan kepada sekitar. Misal perusahaan pipa air atau instalasi pengolahan air bersih, bisa membuat program kerja "air bersih 1 tahun 1 desa". Yang dikerjakan adalah mengusahakan fasilitas dan jaringan air bersih aman dan bersih dari sumber mata air sampai ke bak penampungan desa untuk diminum di desa desa pedalaman yang belum terjangkau air bersih. 

Misal perusahaan atau secara luas sudah  didapatkan informasi ada sebuah desa tertinggal. Kehidupan desa tsb masyarakatnya sering sakit sakitan karena susah mendapatkan air bersih. Untuk sekedar air minum saja harus menggotong gotong ember dan jirigen sejauh 2 km ke sumber air bersih di dalam hutan atau ke atas pegunungan. Dokumentasikan proses kerja CSR perusahaan mulai dari survey lingkungan, interview penduduk dan liput kesusahan mereka berjuang mendapatkan air bersih, liput solusi dan usaha perusahaan untuk mengadakan air bersih ke desa tersebut yang mudah diakses penduduk desa dan liput kebahagiaan penduduk atas perubahan tsb, kemajuan yang selanjutnya terjadi di desa tsb setelah hadirnya kepedulian perusahaan atas kesulitan yang dialami desa tsb. Tidak apapa selanjutnya untuk menyiarkan program CSR info ke khalayak. Berawal dari 1 desa, 2 desa, setiap tahun berlanjut terus jadi program rutin tahunan perusahaan dan disiarkan ke masyarakat melalui medsos, berita di media nasional. Menjadikan inspirasi bagi banyak orang dan banyak perusahaan lain sekaligus berlomba lomba dalam kebaikan. Apakah perusahaan akan kehilangan banyak uang? Sejatinya seperti janji Alloh SWT siapapun yang memberi justru akan diberikan balasan yang berlipat ganda. Saya rasa itu berlaku juga bagi perusahaan atau perorangan. Efek pencitraannya akan sangat baik bagi perusahaan, dan calon konsumen akan berebut ingin menjadi bagian dalam partisipasi kecil berbuat kebaikan dalam program pengadaan air bersih tsb dengan menjadi konsumen setia produk tsb.

Banyak bidang bantuan perusahaan yang sangat urgent dibutuhkan masyarakat yang menuntut peran serta swasta untuk ikut berperan, bukan hanya menjadi tanggung jawab dan kewajiban pemerintah. Contoh tadi terkait perkembangan olah raga unggulan, lalu kebutuhan utama manusia mengenai fasilitas air bersih yang mudah dan murah. Lainnya misalnya pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar masyarakat, pengadaan fasilitas kesehatan sanitasi umum, bisa juga membimbing dan membina UMKM, atau pengadaan fasilitas jalan dan jembatan di daerah wilayah pelosok,dll. Demikian bagaimana mengusahakan CSR bisa sekaligus memberi dampak pencitraan kondusif perusahaan dan peningkatan bisnis komersial bagi penjualan produk perusahaan. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Selasa, 31 Juli 2018

Pastikan Produk Anda Siap Berkompetisi



Dalam bisnis apapun saat ini, kalau bukan betul betul bisnis pionir, sudah pasti langsung berhadapan dengan kompetitor. Pada akhirnya pasti tidak ada bisnis yang akan melenggang sendirian tanpa harus berkompetisi dengan pesaing. Apalagi jika usaha Anda hadir sebagai follower pasti sudah harus bersaing dengan kompetitor di hari pertama opening. Dalam area radius 2 km saja pasti sudah  ada usaha sejenis yang sudah lebih duluan hadir yang harus Anda hadapi untuk berbagi kue pasar.  Bagi kalangan pengamat bisnis atau konsultan bisnis, bahkan "aroma kekalahan" sebuah start up bisnis bisa langsung terlihat sejak masa masa persiapan, jika dianalisa dari konsep produk dan cara branding dan strategi marketing yang akan dilakukan.

Kurang adanya daya tarik dan daya saing yang jelas dari usaha produk atau jasa yang akan diterjunkan di pasar tsb langsung bisa diprediksi bahwa penawaran baru ini akan langsung kurang direspond pasar dengan baik. Jika pemilik produk tsb sendiri tidak bisa menjawab dengan yakin dan dengan jelas pertanyaan : "Kenapa orang  harus membeli dari Anda ?", " Apa yang membuat produk Anda lebih dari produk dari pesaing yang sudah ada ?", maka itulah awal mungkin akan jadi kenyataan bahwa produk /usaha baru ini akan gagal bersaing di pasaran. 

Jadi bagi Anda sebagai pemilik usaha/ produk / jasa baru, jawablah dulu pertanyaan penting diatas. Sebelum Anda sendiri bisa menjawab dengan yakin dan jelas keunggulan produk/jasa Anda dibanding kompetitor, maka jangan dulu berani melempar produk Anda ke pasar. Perbaiki dulu konsep bisnis Anda, buat perbedaan dan daya tarik yang jelas agar penawaran Anda langsung direspond pasar dengan baik. Penting bagi Anda untuk bisa menempatkan produk/jasa Anda dalam benak konsumen sebagai produk yang dipersepsikan sesuai dan cocok dengan kebutuhan mayoritas calon konsumen. Jikapun bukan produk yang umum, pastikan bahwa produk baru ini nantinya memang yang akan dibutuhkan dan akan ada demandnya di pasar. Ciptakan trend kebutuhan baru di pasar dan produk/jasa Anda hadir sebagai pioner.

Pun jika akhirnya Anda mulai berbisnis, pastikan Anda dan team berbisnis dan bersaing secara sehat. Jalankan semua unsur bisnis dengan logika dan keilmuan, jauhkan dari mengambil opsi hal hal yang sifatnya klenik, magis, menjatuhkan pesaing dengan cara yang kotor dan semacamnya karena jikapun ada hasilnya maka itu bukan hasil yang berkah dan halal.

Anda berusaha sudah mengeluarkan  investasi yang tidak sedikit, tentunya menginginkan usaha Anda panjang umur, berkembang bertumbuh dengan positif dan menguntungkan. Jika bisa memberi manfaat bagi banyak orang dan lingkungan, misalnya bisa merekrut cukup banyak karyawan dari kalangan masyarakat sekitar, membuka lapangan pekerjaan, jadi lebih bisa berbagi dengan lingkungan, pasti usaha akan lebih berkah. 

Jangan lupa, banyak hal hal yang sepertinya tidak berhubungan langsung dengan strategi bisnis, misalnya banyak berbagi/bersedekah, menyantuni yatim, mengajak karyawan/team lebih rajin dan tekun beribadah, melakukan bakti sosial untuk lingkungan,  meningkatkan skill karyawan dengan sering mengirim karyawan potensial ke seminar atau pelatihan, dll. Hal hal yang sepertinya " membuang buang uang " tapi akan ada manfaat kebaikan yang jelas bagi usaha Anda jika Anda yakin dan percaya. Percaya bahwa rejeki akan datang jika Tuhan  Yang Maha Mengatur Rejeki akan memberi rejeki pada usaha Anda jika kehadiran Anda di dunia ikut memberi manfaat dan rahmat bagi sekeliling Anda. Itu jauh lebih baik jika Dibanding Anda datang ke dukun untuk meminta keberuntungan yang tidak jelas. Selamat berbisnis. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 30 Juni 2018

Perilaku Konsumen Yang Berubah



Dalam dunia marketing merefer pada pembagian generasi secara sosial, ada dideskripsikan target segmen berdasarkan generasi kelahiran periode tahun berapa. Perbedaan generasi ini membedakan karakter dan perilaku yang merupakan bahan analisa penting bagi pelaku marketing untuk mengkomunikasikan dan mendeliver produk ke segmen konsumen target yang dituju. Mari kita bahas satu persatu. 

Misal generasi "Baby Boomers". Ini adalah generasi pasca perang dunia ke 2. Generasi baby boomers ini menjadi generasi awal memulai hidup normal pasca perang. Meletakan pondasi hidup berkeluarga di tahap tahap awal. Panjang periodenya sampai Baby Boomers II. Di generasi ini ditanamkan hormat dan patuh kepada senior/ orang yang berusia lebih tua. Komunikasi sangat formal dan tertata. Jika masih bisa Generasi Baby Boomers II berinteraksi dengan Generasi Z misalnya, maka semua nilai nilai dan sikap yang di tampilkan oleh Gen Z di hadapan mereka pasti akan dipersepsikan diluar batas kesopanan dan adat ketimuran. Untuk pengeluaran di zaman generasi ini mementingkan prioritas tergantung kondisi keuangan tiap tiap keluarga. Terutama untuk kebutuhan sekolah dan gizi anak yang lebih diutamakan, karena saat itu anak adalah investasi utama setiap keluarga. Periode ini adalah kesempatan pertama bisa membesarkan anak dalam situasi yang lebih kondusif. Anak jadi sangat menghormati orang tua dan orang tua cenderung bersikap keras dan protektif terhadap anak yang jadi tanggung jawabnya. Segalanya menyangkut kebutuhan keluarga diperiode ini direncanakan dari jauh hari. 

Generasi selanjutnya adalah "Gen X", adalah anak anak dari Generasi baby boomers. Gen X masih mewarisi karakter yang diajarkan oleh orang tuanya. Berwirausaha masih juga dipersepsikan sebagai hal yang sangat berisiko, lebih aman bekerja sebagai karyawan. Lebih bergengsi jika bisa bekerja pada instansi pemerintahan sebagai pegawai negeri. Pada generasi ini teknologi computer sudah mulai masuk ke rumah rumah keluarga. Tapi komputer baru sebatas alat kerja. Handphone juga sudah dimiliki beberapa kalangan walaupun lebih sebatas alat komunikasi. Pengeluaran keluarga Gen X ini melanjutkan "program kerja" yang diwariskan dari orang tuanya. Menabung asuransi, membeli tanah, mengumpulkan asset adalah cita cita rata rata Gen X. Memiliki barang barang branded dan luxurious adalah pencapaian penting yang belum tentu bisa dicapai banyak orang.

Lalu "Gen Y Milenial", yang lahir antara 1980an sampai 1997. Inilah generasi yang dikatakan sebagai puncak dari dampak kenyamanan hidup. Mayoritas lahir dari situasi keluarga yang sudah lebih mapan, apa apa sudah disediakan. Orang tuanya yang dulu sempat mengalami masa susah "membalaskan dendam" kepada anak anaknya agar tidak usah mengalami hidup susah seperti dirinya dulu. Maka kebanyakan lahirlah generasi yang secara mental untuk pekerjaan cenderung lebih lemah dan rapuh, ingin instant. Generasi yang kata orang tua sebagai susah diatur dan dipahami. Maunya barang branded tapi malas kerja. Narsis tapi mudah tersinggung. Lebih cuek tidak peduli kepada lingkungan sekitar. HP dengan fasilitas internet atau disebut Smartphone bukan barang aneh lagi dan setiap Gen Y sudah punya. Maunya juga harus HP dengan brand dan spesifikasi tertentu. Wirausaha mulai dijadikan opsi utama disamping bekerja menjadi karyawan pada perusahaan perusahaan yang dianggap bonafid dan keren sebagai gengsi strata sosial. Tentu saja tetap ada generasi milenial yang bisa mengambil manfaat positif dari karakter ini, berhasil dengan karyanya yang biasanya sangat kreatif. Dari generasi ini lahir Gojek, marketplace, dsb. Walaupun termasuk generasi hedon, tapi bagi beberapa Gen Y yang  pemikirannya sangat progresif dan maju berhasil mendapatkan keuntungan yang sangat besar. Cara marketing juga sudah langsung on hand ke smartphone masing masing, melalui youtube, ig maupun facebook dan tweeter.

Masuk ke "Gen Z atau Gen Internet" lahir di periode 1995-2014. Diharapkan di Gen Z ini grafik mengambil manfaat dari kemajuan peradaban akan lebih maksimal. Sepenuhnya sudah teknologi minded. Banyak aplikasi networking social yang digunakan yang tidak pernah diakrabi oleh generasi sebelumnya. Komunikasi dan informasi sudah sangat terbuka walaupun ironisnya  justru secara sosial makin sedikit kawan yang kenal secara langsung karena makin individual. Bahkan baby umur 6 bulan sudah dikenalkan dengan ipad sebagai alat bantu mainnya. Misal usia tertua dari generasi Z ini yang 21 tahun sangat multi tasking. Terbiasa kerja dengan tablet sambil belanja online sekaligus main game diwaktu bersamaan dengan bantuan teknologi internet. Generasi ini lebih individual, lebih berpandangan global/open minded, lebih senang berwirausaha, lebih tidak formal dalam penampilan maupun cara bicara. Berpikirnya lebih progresif dengan latar belakang memanfaatkan teknologi dan internet sebagai platform cara berpikirnya. Jika bisa mendapatkan Rp.10 juta dalam sehari kenapa harus menunggu Rp.10 juta sebagai gaji sebulan? Para youtubers atau vlogers, seni kreatif dan semacamnya. Perilaku membeli mulai berubah. Travelling mencari pengalaman lebih dipilih dibanding membeli barang branded. Menjual mobil kepada generasi Z ini lebih susah dibanding menjual paket wisata atau paket adventure. Apartment yang ada di pusat kota lebih disukai dibanding tinggal di rumah besar luas yang tidak praktis.

Produk jualan dari masa ke masa tetap sama. Mobil, motor, rumah, resto/cafe, hotel, jasa travelling, barang barang fashion, lifestyle, dsb dari masa ke masa tetap diproduksi dan harus dijual. Para salesman dan marketer tetap dikenai target untuk bisa menjual produk/jasa tsb walaupun perilaku konsumen berubah. Maka setiap marketer harus bekerja keras menyesuaikan perilaku setiap segmen target sesuai golongan sosial generasinya. Bagaimana caranya agar tetap menarik perhatian target market , tertarik sesuai kebutuhannya dan merespond dengan membeli. Jika perlu produk utama harus diattach dengan hal lain yang jadi ketertarikannya. Misal menjual mobil dengan terlebih dahulu menawarkan safari travelling kepada grup komunitas Gen Z tertentu dengan kendaraan merk tsb ke destinasi wisata yang asyik. Itu hanya salah satunya saja.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)