Monday, June 1, 2015

MINDSET YANG MENDORONG LEBIH KAYA

Sudah tengah tahun dan tahun yang baru segera datang lagi, sebetulnya apa yang paling penting harus baru dari kita? Rumah atau mobil baru, atau tempat kerja baru? Silakan, tidak ada yang salah dengan memiliki asset atau gaya hidup yang baru. Itu memang hak Anda untuk memberi hadiah yang terbaik buat diri Anda. Hanya harus dibedakan antara kebutuhan dan keinginan. Kadang tidak selalu yang  diinginkan adalah kebutuhan. Padahal kita lebih urgent untuk yang kita butuhkan. Kebanyakan hidup jadi terasa berat karena masalah keuangan. tahun ini rasanya berat menjalani hidup karena uang habis harus bayar cicilan ini itu demi mengejar gengsi dan status sosial.

Seringkali keinginan lebih tinggi spek-nya daripada kebutuhan. Terlalu mahal bagi kita. Kadang bahkan keinginan tsb sebetulnya tidak kita butuhkan. Untuk itu yang perlu kita rubah adalah mental. Mental akan menentukan pengambilan keputusan dalam hal apapun. Termasuk soal kebutuhan dan keinginan. Untuk merubah mental, maka cara pandang Anda harus berubah. Tidak lagi memprioritaskan pada gengsi atau produk brand. Yang penting kebutuhan terpenuhi. Dengan demikian keputusan bisa  diambil secara bijaksana dan sesuai. Kebutuhan terpenuhi dan hidup juga tidak tertekan hutang terlalu banyak. Lebih bagus jika keinginan Anda untuk memiliki ini itu justru mendorong Anda untuk menambah penghasilan. Jadikan keinginan sebagai  dorongan positif

Anda memang sudah punya penghasilan tetap selama ini, tapi ternyata rasanya kurang jika harus memenuhi keinginan Anda. Saatnya Anda berubah. Bahkan jika harus tahun nanti ini dari sekarang Anda hrs berencana menambahkan sumber penghasilan Anda dari usaha kecil yang Anda buat. Persiapkan dari sekarang, jangan menunggu awal tahun. Bukan malah terus berencana membeli ini itu barang produk bermerk lagi untuk menambah pengeluaran tanpa berpikir bagaimana caranya menambah penghasilan. Dalama mengelola usaha kecil, Anda tidak harus full incharge di usaha kecil ini. Sementara kerja kantoran yang sekarang tetap Anda jalani, tapi ada penghasilan tambahan dari usaha kecil tsb. Maka jadikan justru keinginan Anda yang senang barang- barang bagus dan brand sebagai pendorong untuk Anda berusaha menambah sumber penghasilan. Jangan justru berhemat ketat mengurangi budget sana sini untuk memenuhi satu keinginan yang Anda kejar. Anda tidak harus mengurangi kesenangan Anda akan barang produk bermerk yang mahal, atau menurunkan status sosial dan menurunkan gaya hidup Anda. Anda pantas dapat yang terbaik. Jika Anda punya standard tinggi, maka usaha Anda juga harus lebih keras dan cerdas. Tambah penghasilan Anda.

Mindset! Itulah berubah yang positif untuk tahun baru nanti. Cara berpikir Anda yang harus berubah. Jika Anda ingin lebih kaya dan berkualitas dalam hidup Anda maka bukan lifestyle Anda yang Anda tingkatkan sementara penghasilan Anda tetap saja. Pada akhirnya Anda akan makin terbebani oleh keinginan Anda yang tinggi tapi kemampuan makin berkurang. Tapi bukan berarti Anda tidak boleh berpenampilan lebih baik, lakukanlah selama biayanya masih bisa Anda tanggung secara wajar dan tidak memberatkan. Lalu kreatiflah lakukan upaya dan usaha lebih smart untuk menambah penghasilan Anda. Ayoo ini sudah pertengahan tahun, segera bersiap sesuai keinginan Anda. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sumber Gambar : magicinbusiness.wordpress.com

Friday, May 1, 2015

JATUH ITU BIASA, BISA BANGKIT LAGI ITU LUAR BIASA


Kadang kita ada pada momen dimana merasa sangat jatuh, sedih, tertekan dan tidak berdaya untuk melawan. Jangan khawatir ini hal yang sangat wajar. Manusia terbuat dari hati dan jiwa. Tidak mungkin terus menerus bisa tegar dan berpura pura baik baik saja. Tapi harus selalu bisa bangkit lagi. Perbedaan manusia sukses dengan gagal adalah beberapa berhasil bangkit, tapi lebih banyak lagi yang terus terpuruk dan menyerah. Jangan sampai gagal.

Pertama Anda harus yakin bahwa situasi tidak menyenangkan yang Anda harus terima hari ini bukan nasib Anda. Hidup Anda tidak akan berakhir seperti ini. Anda silakan untuk cooling down sejenak. Menghindar dari hiruk pikuk dunia, merenung sambil mengevaluasi diri dan langkah yang sudah Anda jalani. Anda perlu ingat dan bersyukur, sungguh orang lain pernah ada dalam situasi yang lebih parah dan lebih buruk dari Anda, tapi mereka berhasil survive. Anda masih punya Allah SWT dan Dia menjanjikan kita tidak akan menerima cobaan melebihi kekuatan kita menerima. Berarti selalu ada harapan setelah kejatuhan.

Lalu jangan lama lama mengasingkan diri, dari evaluasi Anda kira kira mulai bisa paham mengapa kenyataan tidak sesuai dengan harapan dan rencana Anda. Anda menemukan hal salah yang kelak Anda harus perbaiki di langkah selanjutnya. Jangan pernah menutup diri dari lingkungan luar. Justru dari luar Anda akan banyak dapat pencerahan, inspirasi, bahkan pertolongan dan kesempatan. Yang Anda butuhkan adalah tempatkan diri Anda pada lingkungan yang tepat, orang orang yang menginspirasi dan memberi support, aura semangat yang positif.

Sebaliknya jika Anda dalam keadaan terpuruk lalu Anda menutup diri atau memilih masuk dalam lingkungan dan orang orang yang negatif, maka habislah Anda. Tapi jika setelah keadaan terpuruk tsb Anda membuka diri dan masuk dalam lingkungan yang positif dan mencari dukungan, maka Anda punya harapan bangkit. Jika Anda sudah menemukan rasa positif, semangat untuk bangkit, tidak menyalahkan siapa siapa dan menghargai diri sendiri, itu bekal yang tepat. Maka mereka yang beruntung akan terus mengejar nasibnya, sedang yang merugi akan membuat hari hari selanjutnya justru lebih hancur dari sebelumnya. Tidak peduli sedalam apa kejatuhan Anda, manusia dengan hati dan otaknya didesign Allah SWT untuk bertahan dalam cobaan, belajar iklas menerima, mencoba selalu bisa bangkit dan jadi lebih baik dari kemarin. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Wednesday, April 1, 2015

BICARA JUGA HARUS PUNYA SKILL

Bicara itu mudah, tapi kerja yang susah. Jangan salah sangka, bagi posisi atau saat tertentu justru bicara itu yang paling susah. Tidak semua orang bisa bicara dengan cara yang baik dan benar. Padahal jika kita punya ide atau wawasan, maka kita harus bisa mengungkapkan atau menceritakan agar orang lain tahu kalau Anda paham hal tsb. Kecerdasan, wawasan Anda secara praktis bisa terlihat dari cara Anda berbicara. Dari situ baru orang memberi kesempatan untuk Anda membuktikan.

Bahkan sering juga kalau pada sesi interview kita sampai salah mempercayai orang pada posisi penting karena dia begitu pandai bicara menawarkan skillnya. Itulah kesempatan mendapatkan rejeki bagi seseorang yang ahli berbicara. Padahal skill dan pengetahuannya tidak seperti level apa yang disampaikannya pada awal bertemu kita. Skill berbicara berarti  bisa juga menipu banyak orang. Hal ini bukan berarti Anda harus diam saja karena takut membohongi orang. Lebih baik And berusaha berbicrra sebaik mungkin secara meyakinkan, lalu jika sampai terjadi deal maka Anda harus berkomitmen kuat untuk mewujudkannya. Anda pasti ingin mengalami perubahan nasib dan rejeki dalam hidup Anda, tapi jika Anda sangat susah untuk berbicara, menyampaikan atau mempresentasikan, bagaimana orang lain tahu kemampuan sebenarnya dari Anda atau paling tidak semangat dan pandangan Anda yang visioner.

Sebaliknya orang yang memang sebetulnya pintar secara spesifik dan banyak pengalaman bisa saja tidak terlihat skillnya secara langsung jika dia tidak bisa berbicara menyampaikan pengetahuannya yang perlu diketahui orang. Padahal secara skill dan pengalaman dipastikan sebetulnya akan banyak orang yang sangat membutuhkan kualitas Anda. Tapi karena Anda tidak bisa atau tidak pandai berbicara, maka kesempatan baik kepada Anda tidak diberikan. Sayang sekali bukan? Saat ini mutlak Anda sangat perlu skill komunikasi, adalah untuk mencitrakan diri Anda dalam 5 menit pertama atas skill dan pengetahuan spesifik yang dimiliki. Tidak ada lagi "diam itu emas" dalam konteks ini. Kalau Anda tidak berani berbicara, maka tidak ada yang tahu kalau Anda sebetulnya paham dan bisa. Nanti Anda akan banyak bertemu orang atau pihak pihak yang baru sekali Anda kenal, yang mungkin saja membuka kesempatan Anda untuk mendapat pekerjaan atau bermitra.

Bahkan skill bicara seorang level pemimpin bisa mempengaruhi banyak orang, bahkan bisa mengajak mereka untuk mempercayai Anda yang mengajak melakukan suatu hal. Kadang untuk mewujudkan mimpi, Anda tidak bisa hanya lakukan sendiri. Anda harus mengundang pihak lain untuk membantu. Skill bicara yang mempengaruhi persepsi orang dan memberi keyakinan orang untuk percaya pada Anda itu bisa mewujudkannya. Kekuatan skill bicara secara mumpuni dan pengaruhnya global bahkan bisa mendamaikan sebuah sengketa, membebaskan sandera, memulai perang dunia,dll. Banyak tokoh dikenal dari kemampuan bicaranya yang bernas, pidatonya yang berapi api, paparannya yang cerdas, hingga mereka yang mendengarnya seakan terhanyut dan terhipnotis, membangun emosi sesuai keiinginan tujuan pembicara, bisa mengajak dan mempengaruhi opini massa. Jika Anda mampu, coba tiru skill bicara mereka.

Anda dinilai dari citra diri Anda. Untuk pertama kali citra diri bisa dinilai dari 5 menit Anda bicara. Jika Anda ingin nasib Anda berubah, segera mendapatkan pekerjaan atau ingin meningkatkan jabatan, ingin mendapatkan mitra bisnis baru, atau mengajak beberapa orang yang Anda pikir dibutuhkan untuk membuat sebuah perubahan, maka perbaiki skill bicara Anda agar kondusif dan positif sesuai tujuan bicara Anda.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)        


Sunday, March 1, 2015

JAGA HUBUNGAN ANTAR MANUSIA

Hargai mereka yang pernah memberi manfaat dan berarti dalam perjalanan sukses hidup Anda. Anda tidak jadi seperti sekarang jika bukan karena bantuan mereka. Paling tidak ingat dan hargai mereka yang memang pernah kenal dan bertemu langsung dengan Anda. Sesekali kontak untuk jaga hubungan silaturahim. Keberhasilan, kesuksesan Anda hari ini banyak disebabkan proses dalam perjalanan hidup Anda, seperti orang tua, istri/suami, bos di perusahaan Anda.

Begitu juga kawan kawan seperjuangan di kantor yang pernah  Anda kerja, mereka yang memberi teladan dan inspirasi bagi Anda, tentu saja mereka yang pernah memberi referensi kerja pada Anda, atau mengenalkan Anda dengan seseorang yang kini penting buat Anda. Telponlah mereka sesekali atau ketemu sekedar ngopi di waktu senggang.

Pelihara komunikasi dan hubungan baik. Jangan kemudian hanya menelepon jika hanya Anda ada keperluan atau permintaan tolong. Sedangkan sebelumnya lama tidak menghubungi. Jika kita menerima telpon dari kawan yang sudah lama tidak menghubungi, lalu menelpon kembali hanya untuk meminta kerjaan maka agak kurang enak rasanya. Lain halnya jika selama ini hubungan dibina terus tanpa maksud apa apa dan sesekali kita paham jika kadang manusia butuh ditolong. Menjaga silaturahim penting untuk tetap menjaga rejeki, menjaga nama baik dan citra Anda dimata kolega dan orang-orang yang pernah Anda kenal.

Tapi ingat, bukan hanya hal hal yang supportif dan baik yang bisa membuat Anda jadi sukses. Bahkan hal hal yang menguji mental dan semangat Anda. Kadang Anda sempat drop dengan mendapatkan cobaan dari orang orang tersebut, tapi lalu Anda berespon positif, mengambil manfaat dan jadikan ini kesempatan. Bukan semata bantuan positif, tapi justru perlakuan negatif yang Anda terima ikut membantu Anda membentuk mental dan karakter tangguh, justru jika Anda berhasil bangkit dari kegagalan, membuktikan prestasi dari mereka yang selalu meremehkan Anda, tertantang untuk buktikan bahwa Anda bisa.

Ingat, berkah Anda dalam hidup juga sangat tergantung dari doa orang orang yang ada disekitar Anda. Kumpulkanlah doa baik untuk Anda, bukan sumpah serapah untuk Anda. Jika And baik, berguna, membawa manfaat bagi banyak orang, maka doa baik untuk Anda akan semakin banyak. Sebaliknya jika Anda sering merugikan manusia, membawa ketakutan, bahkan dianggap setan oleh manusia, maka bahkan Anda akan disumpahi jelek oleh manusia. Sering dinamakan silaturahim, hubungan antar manusia yang baik akan diridhoi Allah SWT. Sebaliknya Allah SWT tidak akan memberi ampun jika kita masih ada dosa yang belum dimaafkan oleh sesama manusia. Dan pasti itu juga menghalangi ridho dan berkah Allah SWT untuk kita.

Atau justru belajar dari orang orang yang pernah gagal dan jatuh di sekeliling. Sehingga Anda tidak perlu harus mengalami kegagalan dan kejatuhan sendiri. Justru hal hal yang kelak jadi menguatkan mental dan hati Anda penting Anda alami dalam proses hidup untuk membentuk karakter dan cara pikir Anda. Apapun baik dan buruk yang pernah Anda terima dan terjadi dalam hidup Anda, pada akhirnya semua akan tergantung respond Anda. Be positif! Semangat Sukses (Mirza A. Muthi)

Sunday, February 1, 2015

BAGAIMANA MEMBANGUN KEPERCAYAAN DIRI

Banyak yang bertanya via email bagaimana seorang pada posisi waiter biasa atau pelayan bisa berkomunikasi dengan pelanggan yang dia tahu mereka dari kalangan orang kaya dan orang pintar. Seringkali situasinya kaku dan tidak nyaman, sehingga standard pelayanan seperti komunikasi yang ramah,melayani dan menawarkan sesuai SOP tidak tercipta. Yang ada cuma sekedar menjawan ya dan tidak setelah itu selesai. Dan Anda menyesali diri sendiri karena seharusnya Anda pikir bisa jauh lebih baik dari yang Anda lakukan tadi. Jika Anda punya perasaan itu, sudah bagus. Berarti Anda sadar bahwa sebetulnya Anda mampu, tinggal dicarikan formulanya bagaimana lain kali Anda bisa lebih baik lagi. Bagaimana cara "men-deliver" skill dan sosok Anda secara lebih ideal kehadapan tamu Anda.

Anda harus membentuk citra diri Anda. Bukan hanya orang politik yang butuh pencitraan. Kita semua, termasuk Anda juga harus membangun citra diri Anda dengan positif. Anda ingin dikenal orang sebagai apa, sebagai siapa. Jika Anda sudah bisa mensinergikan sosok karakter positif dan skill mumpuni yang Anda miliki dan orang lain paham kompetensi Anda dibangun dari sosok dan skill tsb, maka disitulah citra diri Anda terbentuk. Tapi sebelumnya, kunci awalnya adalah Anda harus memiliki rasa percaya diri dahulu. Rasa percaya diri ada jika Anda yakin bahwa Anda menguasai bidang kerja Anda dengan baik. Misalnya sebagai waiters, maka betul betul paham SOP melayani tamu mulai dari cara berpakaian Anda, persiapan kondisi badan Anda, jangan bau badan atau bau mulut tentunya, cara menyambut tamu, penguasaan product knowledge yang harus diinfokan ke pelanggan, program promo yang tengah berjalan, penyampaian kalimat kalimat kuncinya, mimik wajah, intonasi suara dan gestur Anda.

Jika Anda kuasai semua poin ini maka Anda sudah punya modal untuk bisa percaya diri. Tapi kadang semua persiapan dan ilmunya sudah. Anda miliki, namun begitu ketemu tamu lalu Anda seperti mati kutu, kaku berdiri dan seperti susah menyampaikan semua yang sudah Anda persiapkan dan Anda pelajari. Supaya mudah penggambarannya kita buat visualisasi dan saya yakin Anda semua mungkin pernah suka sekali pada seorang wanita. Situasi ini mirip seperti waktu Anda berniat "menembak" wanita idaman Anda dulu, sudah mantap persiapan dengan kata kata gombal yang sudah disusun tapi begitu si Dia sudah tepat di depan Anda, maka seketika buyar dan Anda cuma bisa diam terpaku.
Anda tidak memiliki rasa percaya diri pada saat bertemu wanita idaman Anda karena dalam hati Anda tidak yakin,apakah "lamaran cinta" Anda akan diterima atau tidak oleh si Dia. Apakah Anda pantas mendampingi dia atau tidak. Bahkan karena terlalu ingin perfect, walaupun Anda sudah persiapkan maksimal sebelumnya, di detik detik terakhir Anda jadi terlalu fokus pada penampilan Anda, apakah baju saya sudah sesuai, apakah mulut saya tidak bau, dll. Karena fokus Anda berubah, maka begitu si Dia datang seketika Anda menjadi tidak siap dan lupa dengan kalimat indah yang sudah Anda susun. Anda merasa bahwa Anda dibawah posisi si Dia. Anda yang butuh dan si Dia menguasai situasi.
Bahkan Anda berpikir bisa hancur dunia Anda kalau saja Dia sampai menolak Anda. Semuanya itu masih hanya andai andai, tapi itu sudah cukup menghancurkan semua persiapan dan misi Anda.Begitu juga dengan pelayanan di tempat kerja pada posisi Anda sebagai waiter. Jangan posisikan Anda terlalu rendah di depan pelanggan. Memang Anda harus melayani, ramah, sopan kepada pelanggan, tapi bukan berarti merendah. Bahkan Anda harus dalam posisi sejajar dengan pelanggan Anda dalam arti Anda harus memahami kebutuhan pelanggan. Untuk memahami berarti Anda harus bisa mendengar dengan baik dan memberikan jawaban yang tepat maupun dalam bentuk pelayanan dan solusi yang tepat juga.

 Mindset ini dulu yang harus Anda tanam dalam benak pikiran Anda. Jangan merasa kerja menjadi waiter adalah pekerjaan rendah. Justru Anda harus bangga dengan pekerjaan ini karena posisi ini memungkinkan Anda bertemu dan berkomusikasi dengan berbagai macam orang. Jadi banggalah dengan pekerjaan Anda. Paling penting adalah sebut nama pelanggan Anda dengan sopan. "Selamat siang bapak Amir,ibu Risma, kakak Safa, adik Nayla, dsb. Jangan lupa juga untuk perkenalkan nama Anda kepada pelanggan. Anda maupun pelanggan akan lebih merasa dekat jika kenal dengan pelanggan Anda.

Komunikasi adalah interaksi, artinya bicara dan mendengar, 2 arah, bolak balik. Maka Anda harus meyakinkan pelanggan bahwa Anda mendengar apa yang pelanggan sampaikan. Itu bisa dirasakan pelanggan dari cara Anda merespond pelanggan saat bicara. Maka jika sedang berbicara tatap mata tamu Anda dengan pandangan antusias, artinya Anda memperhatikan apa yang mereka coba sampaikan maka Anda berusaha untuk memahami. Bukan tatapan mata yang mengintimidasi atau bahkan menggoda. Intinya dalam hati Anda harus punya niat mendengarkan untuk memahami, maka "sinar mata" Anda nanti pasti akan mengatur secara alami dan respond itu bisa ditangkap positif oleh tamu lawan bicara Anda.
Selanjutnya jika Anda sudah mulai bisa membuat komunikasi Anda dengan tamu mengalir dengan baik, maka Anda harus terus melatihnya. Jangan lupa sertakan kata: terimakasih, maaf dan tolong dalam setiap komunikasi Anda. Mungkin Anda masih sebatas merespond lawan bicara, tapi tidak apa, lakukan terus :  Anda bisa karena biasa. Aturlah intonasi, ritme, mimik wajah sebagai respond yang berirama dari setiap kalimat kalimat yang Anda komunikasikan dua arah. Jika Anda sudah bisa mengatur suasana hati Anda maka Anda bisa mulai secara aktif mengalirkan arah pembicaraan. Berikanlah pujian pada tamu, misalnya "aduuh ibu, anaknya cantik sekali, berapa tahun umurnya?", kepada ibu yang membawa anak perempuannya yang masih kecil atau "wah, bapak masih sehat ya.

Mudahan awet sehat terus ya pak" kepada seorang kakek yang datang. Jika perlu tawarkan bantuan, misal kepada pelanggan yang seperti kerepotan membawa tas belanjaannya, tawarkan membawakan tas belanjaannya sampai pada posisi tempat duduknya. Pujian dan bantuan  sebagai compliment tsb menunjukan empati dan care kita kepada pelanggan dan setiap orang senang dengan pujian dan bantuan. Hal itu bisa membawa komunikasi ke arah yang lebih informal. Dengan suasana informal maka suasana bisa dibangun lebih cair dan akrab. Jika sudah begini maka komplain dari pelanggan pun tidak disampaikan dengan cara yang terlalu keras. Akan jadi keuntungan buat perusahaan Anda.


Cobalah untuk berani memulai. Memang tidak mudah merubah karakter dari pemalu menjadi lebih aktif. Tapi bisa karena terbiasa, dan biasa selalu diawali dengan mencoba yang pertama kali. Tekadkan misal dalam sehari Anda harus mencoba lebih akrab dan intens komunikasi dengan 5 pelanggan Anda. Lalu minggu depan naik 10 pelanggan. Makin lama Anda makin ketemu pola dan cara nyaman Anda untuk berkomunikasi dengan pelanggan secara kondusif. Selanjutnya melayani dengan bicara dengan pelanggan sudah jadi kebiasaan Anda. Untuk jadi sukses, Anda harus bisa menyampaikan citra diri Anda yang positif dan kompetitif. Tapi untuk sampai ke arah sana maka Anda harus percaya diri dulu. Jadi waiter adalah tempat yang sangat bagus untuk melatih rasa percaya diri Anda. Jangan lupa semua ada prosesnya, jadi jangan rendah diri menjadi waiter karena 5 tahun lagi Anda bisa jadi pengusahanya. Amin. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Thursday, January 1, 2015

NILAILAH PSANGAN DARI PROSPEK, BUKA HARTA WARISAN

Dari surel yang masuk, banyak juga pembaca yang mengeluh susah memulai usaha atau mempertahankan usaha karena tidak sepikiran dengan pasangannya. Memang jelas bahwa pasangan hidup kita akan ikut mempengaruhi jalan hidup kita di masa depan. Maka coba kita bahas mengenai pasangan hidup yang berprospek. Januari sudah datang dan berarti tahun ini sebetulnya akan ada harapan baru lagi sekaligus kekhawatiran baru. Ada beban bagi mereka yang sudah cukup berumur tapi belum berpasangan, belum bersuami atau beristri, bahwa rasanya kurang sempurna menjalani tahun tanpa pasangan yang menemani hidup.

Sebagaimana keluarga umumnya di Indonesia, seringkali orang tua atau kerabat bertanya mengenai pasangan Anda, apalagi jika saat kumpul keluarga besar saat lebaran atau hari raya.Bagi Anda yang masih terus mencari pasangan, rasanya kalau bisa ingin tidak usah hadir di kumpul kumpul keluarga karena khawatir mendapat pertanyaan itu itu lagi. Memang tidak semua orang punya mindset bahwa pasangan baik itu kekasih, suami atau istri adalah penting dalam hidup. Ada juga yang tidak terlalu mempermasalahkan hal tsb. Tapi jangan salah, banyak yang merasakan kadang kesuksesan Anda terasa kurang lengkap jika Anda belum punya pendamping atau pasangan tetap.

Atau mungkin Anda susah mencapai kesuksesan karena konsentrasi Anda tidak fokus untuk berprestasi karena sebagian besar pikiran Anda tersita untuk memikirkan hal mencari pasangan atau ditekan oleh keluarga soal pasangan. Jadi Anda susah fokus pada pekerjaan Anda. Bisa juga walaupun Anda bekerja, tapi kurang termotivasi karena tidak tahu untuk siapa dan untuk apa Anda menghasilkan pendapatan setiap bulannya. Akhirnya hanya habis dipakai senang senang sendiri dan kawan kawan tanpa tujuan ke persiapan masa depan yang jelas.

Nasihat ini untuk mereka yang ingin menikah tapi seringkali berpikir terlalu rumit untuk selanjutnya. Jangan takut menikah, karena menikah akan membukakan tambahan pintu rejeki. Allah SWT menyuruh kita untuk menikah jika sudah dipenuhi syaratnya dan tidak ada syarat sudah harus mapan ekonomi. Ada ke-ajaiban rejeki bagi mereka yang menikah dengan niat ibadah. Setiap manusia dilahirkan di bumi sudah tertulis takdir jalan rejekinya, tinggal kita mengusahakan semaksimal mungkin agar rejeki tsb bisa dicapai dan menjadi nasib baik dari usaha yang dilakukan secara baik, halal dan benar dalam mengusahakan rejeki. Jika Anda sudah ada jalanrejeki, dengan menikahi suami atau istri maka akan terbuka 1 pintu rejeki lagi.

 Menghimpun yang terserak di antara  keduanya, termasuk rejeki yang selama ini belum terkumpul. Prinsip menikah harus menunggu punya rumah dulu, punya mobil dulu, punya penghasilan per bulan minimal 10jt dulu, itulah yang menghambat keberanian untuk menikah. Hal itu tidak akan jadi masalah jika pasangan Anda sama sama sepaham bahwa kemapanan dan kestabilan ekonomi rumah tangga harus dibangun dari bawah bersama sama oleh suami dan istri, bukan harus disediakan oleh satu pihak kepada pasangannya.

 Nyatanya banyak mereka yang mulai meningkat ekonomi dan stabil kesejahteraannya setelah menikah.Yang penting saat menikah rayakan dengan sewajarnya kemampuan finansial Anda dan keluarga. Jangan baru menikah tapi langsung menumpuk hutang karena membela terlaksananya pesta pernikahan agung yang mewah. Segala sesuatu kalau dilaksanakan diluar batas kemampuan maka akhirnya akan menyusahkan.Bagi Anda para wanita, perlu diingat bahwa Anda kelak akan hidup bersama dalam waktu yang panjang dengan suami Anda. Dan dalam waktu yang panjang tsb, jika kualitas hidup berprogress jadi lebih baik setiap waktu tentu akan lebih baik dibanding justru makin turun setiap waktu. Pria yang bisa membangun kualitas hidup berkeluarga lebih baik dari waktu ke waktu adalah jika pria tsb memiliki kualitas yang memberikan prospek cerah kepada masa depan keluarga.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Saturday, December 6, 2014

MENGGAPAI ISTANA BINTANG

Kalimat pada judul artikel adalah judul single terbaru Setia Band dari vokalis Charly Van Houten, memiliki arti dan makna yang sangat dalam dan relevan pada menjelang awal tahun yang baru ini. 1 bulan lagi kita masuki Januari tahun 2015. Di tahun baru nanti, pasti kita punya harapan semuanya akan jauh lebih baik dari tahun lalu. "Bintang" pasti kita tahu ada di tempat tertinggi di langit, bahkan mataharipun sebetulnya adalah bintang. Sinarnya yang terang sering dipersepsikan sebagai sesuatu daya tarik yang menarik perhatian mata dan langsung menjadi fokus pada saat kitamemandang ke arah langit lepas ditengah kegelapan malam.

Sering orang memandang langit berbintang memposisikan dirinya dalam kondisi lebih baik saat sudah berposisi setinggi bintang. Bahkan segala hal yang tinggi terhormat selalu disebut dengan istilah "bintang"; bintang kelas, jendral bintang, hotel bintang, rating bintang, dll. Intinya bintang diidentifikasikan sebagai pencapaian yang terbaik, harapan dan tujuan tertinggi, cita cita setiap orang. Apalagi kata Bintang disandingkan dengan "Istana"; yang kita persepsikan sebagai bangunan khusus yang megah, hanya bisa dimiliki pada saat pencapaian sudah mencapai level bintang, puncak dari kenyamanan dan kemewahan sebuah bangunan yang bisa disebut sebagai istana.

Maka "Menggapai Istana Bintang" adalah puncak pencapai yang mungkin bisa didapatkan oleh seseorang. Pada saat sudah memiliki Istana, maka disanalah kita akan istirahat dengan nyaman dan tenang, menikmati pencapaian kita. Pencapaian disini bukan semata duniawi, fisik benda harta atau hal hal hedonis lainnya. Charly Van Houten dalam lagunya tersebut menceritakan keinginan sederhana seorang anak kecil penjual cilok dimana dia harus mengorbankan waktu bermain dan masa sekolahnya yang umum bagi anak anak seusianya untuk membiayai kehidupan ibu dan adiknya.

Bagi dia, bisa bermain dan bersekolah saja untuk sekedar makan 3x sehari sudah merupakan kemewahan hidup setara bintang, tidak muluk muluk. Maka sebetulnya banyak dari Anda yang bisa membantu anak anak seperti ini untuk mencapai bintangnya. Keinginan sederhana dari anak kecil yang terpuruk karena kondisi dan situasi yang dia sendiri tidak bisa memilih. Mengamatinya harusnya bisa menimbulkan rasa syukur yang teramat sangat bagi kita yang masih diberikan kelebihan rejeki, lahir dari keluarga yang lebih baik dan tentu apalagi yang berkelimpahan. Tapi sayang kita sering lupa bersyukur dan lebih sering mengeluh atas apa yang kita terima dan dapatkan selama ini. 

Maka sebetulnya setiap manusia sudah melakukan pencapaian. Memang pencapaian tidak bisa langsung ke level bintang, tapi selama pencapaian sedang menuju arah bintang, maka syukurilah tahapan pencapaian Anda.Bersyukur akan menyebabkan kita menghargai diri sendiri,menghindari diri dari kebiasaan mengeluh. Tidak ada jalan menuju bintang yang mudah dan ideal seperti maunya kita.Pastilah banyak cobaan dan tantangan dalam perjuangannya. Kita dihadapkan pada situasi hanya mengeluh atau maju menghadapi tantangan. Bahkan cobaan dalam tahap yang lebih ekstrim mungkin penderitaan fisik, caci maki dan hinaan dari pihak lain.

Jika Anda memutuskan menyerah dan mengeluh, maka disitulah Anda akan berhenti bertumbuh. Jika Anda bisa menghargai diri sendiri dengan mengambil tantangan dan terus maju, maka Anda calon pemenang bintang. Siapa lagi yang bisa menghargai diri sendiri jika tidak dimulai dari diri sendiri. Dengan bersyukur kita menikmati tahapan tahapan pencapaian kita dalam usaha menggapai istana bintang dengan iklas, dengan sabar dan dengan empati dengan sekeliling kita yang juga sedang sama sama membutuhkannya bahkan lebih rendah dari posisi Anda saat ini. Sangat penting Anda pahami, bahwa dengan membantu orang lain untuk naik lebih tinggi, maka Allah SWT pasti akan membantu usaha Anda untuk bisa lebih cepat lagi naik lebih tinggi dari posisi Anda saat ini.

Menggapai Istana Bintang bukan hanya sekedar jargon atau kalimat indah, tapi mengandung sarat makna dan mengajak kita semua pada pencapaian maksimal kita. Siapapun kita dan sedang dalam posisi dimanapun level kita. Pasti ada harapan yang lebih baik yang akan kita tuju dan kita sebut sebagai posisi bintang. Baik itu pencapaian duniawi ataupun pencapaian kedamaian hati. Setiap orang memiliki Istana Bintang-nya sendiri, maka berjalanlah atau bahkan berlarilah menuju dan gapai Istana Bintang Anda tahun 2015 ini.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)