Friday, January 1, 2016

JANGAN CUMA BERHARAP,TAKE ACTION

"Berharap" itu seperti balon gas. Jika kita tidak memegang talinya, maka balon bisa lepas terbang tinggi sampai hilang dari pandangan mata Anda. Tapi jikapun kita terus memegang talinya kuat kuat lama lama gas didalam balonnya juga tetap akan habis. Sia sia kita lama memegang balon tersebut. Maka jangan terlalu besar bergantung pada berharap, membuat Anda jadi pasif dan menunggu.

Jangan tergantung pada pemberian. Berharap ada seseorang memberi bantuan, berharap ada bekas bos memberi pekerjaan, berharap ada relasi membuka jalur proyek, berharap ada kawan mengajak bisnis, dll. Dalam dunia egois saat ini, tidak ada hal apapun yang diberikan gratis oleh siapapun. Semua harus diusahakan. Diusahakan proaktif saja. Aktif mengejar, aktif usaha, aktif mencari, aktif mencoba dan iklaskan hasilnya agar tidak sakit hati. Dapatkan yang memang sudah jadi rejekimu

Berharap hanya membuat Anda lemah, kurang inisiatif, terlalu banyak buang waktu dan kehilangan peluang. Kurang usaha dan jadi banyak bermimpi. Berharap menjadikan Anda tidak pernah menggali potensi terbesar dalam diri Anda. Cuma berharap situasi membaik atau ada seseorang yang nanti akan memberi untuk Anda. Tapi seringkali harapan tersebut tidak jadi kenyataan dan Anda akan kecewa. Maka berharaplah pada apa yang Anda sudah usahakan, dengan baik dan terencana. Bukan berharap dari sekedar pemberian orang atau kepedulian belas kasih orang, atau situasi yang berpihak pada Anda. Jangan jadi pribadi kerdil. Berharap pada sesuatu atau seseorang boleh saja. Tapi jangan terpaku hanya untuk terus menunggu saja. Nasib harus diusahakan secara  mandiri dan aktif. Nasib Anda tidak akan berubah jika Anda melakukan cara yang sama dan itu itu saja. Rubahlah cara Anda mencapai tujuan tersebut maka akan ada harapan perubahan hasil.

Jika dalam rangka mengusahakan nasib sendiri lalu Anda dapat tambahan sana sini pemberian, pengakuan prestasi atau kenaikan jabatan atau posisi, atau mengajak bermitra, itulah bonus yang pantas dari usaha keras Anda. Jangan khawatir, perlu Anda pahami, bahwa orang lain akan mengajak Anda jika Anda menunjukan sikap proaktif, menunjukan skill dan kecerdasan , sehingga banyak pihak membutuhkan skill dan pengalaman Anda. Ada alasan bagi orang atau pihak lain untuk memberi Anda sesuatu, tapi sifatnya sudah take and give. Bukan lagi Anda sekedar berharap dari angan angan kosong. Jika Anda ingin lingkungan Anda berubah, coba merubah diri sendiri dahulu. Jika lingkungan melihat Anda dan semangat perubahan yang Anda bawa dirasakan maka Anda dan mereka bisa secara bersama sama melakukan perubahan besar.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi) 

Tuesday, December 1, 2015

SELAMAT TINGGAL 2015

Tahun 2015 adalah tahun yang berat. Banyak tantangan, krisis ekonomi, kenyataan dibawah harapan, kekeringan yang panjang, bahkan musibah kepungan asap kebakaran hutan skala nasional terarah sepanjang sejarah dan bermacam musibah lain. Walaupun demikian, jika semua tetap direspond dengan cara pandang yang positif dan diambil hikmahnya, maka tahun baru 2016 ini harus kita hadapi dengan optimisme  tinggi. Walaupun jelas terlihat ada bukit  tantangan di depan tapi yakinlah dibalik bukit tantangan tsb ada masa depan.

Tahun sudah berganti, umur kita berkurang 1 tahun lagi. Masih belum punya nyali untuk mulai bertindak beda? Jika apa dan cara yang Anda lakukan sama saja dengan tahun tahun lalu, bagaimana Anda bisa berharap berubah? Jika Anda inginperubahan, maka rubahlah cara Anda melakukan hal hal yang penting dalam hidup Anda. Rubahlah cara berpikir, rubah kebiasaan dan rubah karakter Anda. Rubah tindakan Anda, baru hasilnya bisa Anda harapkan untuk berubah. Bahwa tantangan memang membutuhkan pemikiran, kerja keras bahkan air mata dan pengorbanan, tapi itu harus dipahami sebagai sesuatu yang wajar.

Setiap ujian hidup memang harus dijalani sebagai tahapan wajar dan proses dalam setiap kehidupan makhluk Tuhan. Setiap manusia saat ditiupkan ruh dan nyawa pasti diberikan misi dalam hidup dan hanya yang punya visi hiduplah yang bisa bertahan. Jika kita mau naik kelas maka harus ikut ujian tahapan. Bagitu juga hidup, jika kita ingin meningkatkan taraf hidup maka harus berani taklukan ujian.Banyak mereka yang ingin lebih sukses dan lebih bahagia tapi terlalu cepat menyerah hadapi ujian dan tantangan. Keinginan untuk menjadi sukses dalam ukuran kepemilikan materi dan standard gaya hidup sudah tinggi, tapi sebenarnya mental belum siap untuk meraih kesuksesan. Bahwa sesungguhnya sukses itu harus diusahakan, bukan diminta, diberikan percuma atau keberuntungan apalagi kebetulan semata.

Kita sering tidak berani menerima resiko, terutama menyangkut kerugian, pengorbanan waktu, kehilangan harta, takut capai, takut gagal, kebesaran rasa malu ini malu itu dan tidak berani menghadapi masalah. Padahal hidup itu sendiri adalah masalah. Hadapi masalah satu persatu. Tapi harus dijalani dan jangan ditunda atau dilewati karena semua ujian pasti tetap akan datang juga cepat atau lambat jika tujuannya sama. Menunda menjalani dan menumpuk masalah, bukan menhadapi untuk menyelesaikannya bisa membebani hati dan pikiran. Menahan tindakan, menghilangkan tekad dan ragu ragu bergerak akan membuat tidak bisa fokus pada tujuan dan itu tidak ada baiknya.  Misalnya berpikir nanti saja dihadapi jika sudah siap. Lalu kapan siapnya jika Anda tidak pernah sengaja bersiap.

Makin lama menunda pasti umur sudah makin tua, stamina makin lemah, waktu makin sempit  dan jikapun nanti berhasil, pasti kesempatan menikmati hasilnya nanti sudah makin sedikit waktu. Menyesal kenapa tidak dari muda sudah sukses seperti ini. Maka hadapi saja sekarang setiap tantangan dan penuhi harapan Anda. Usia masih muda, energi masih banyak, kalaupun gagal masih banyak kesempatan untuk bangkit dan coba lagi. Bisa besar harapan sukses. Kebiasaan menunda adalah kebiasaan yang jelek. Karena waktu terus berjalan dan tidak pernah menunggu. Rubahlah kebiasaan menunda. Jika sukses Anda bisa datang sekarang dan tidak perlu ditunda, ambil ujiannya dan taklukan sekarang. Jemput dan rebut kesuksesan Anda saat ini juga. Buat apa tunggu 5 atau 10 tahun lagi. Ucapkanlah Selamat Tinggal untuk mindset lama Anda di Tahun 2015. Canangkan mindset baru di Tahun 2016 ini. Beranilah! SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sunday, November 1, 2015

JADI MANAGER TAK MUDAH


Dalam dunia kerja profesional, tentu saja posisi Manager atau Direktur adalah posisi prestise. Semua karyawan pada akhirnya ingin bisa mencapai jabatan tsb dalam jenjang karir profesionalnya. Tapi tentu saja tidak semua karyawan bisa mencapai posisi tsb. Dibutuhkan skill, wawasan, pengalaman dan leadership diatas rata rata untuk bisa dipercaya memegang jabatan strategis tsb. Bukan hanya sekedar kerja, tapi juga memiliki skill managerial, komunikasi, berpikir startegic, orientasi hasil tapi menghargai proses dan mental harus lebih kuat dibanding karyawan.

Tapi seperti pohon, makin tinggi pasti makin kencang ditiup angin. Anda harus sadari hal tsb. Kalau Anda sekarang ada dalam dunia profesional, maka miliki sifat pantang menyerah! Bukan hanya pantang menyerah dalam rangka mencapai target perusahaan, tapi kadang menjaga eksistensi posisi manager Anda saja sudah banyak tantangan. Kalau kita dipecat kerja atau diturunkan jabatan karena kecurangan atau kelalaian kita sendiri, maka kita pantas jatuh atau gagal. Tapi jangan heran jika ada orang lain menjatuhkan atau menggagalkan kita dengan cara cara yang non profesional. Dalam dunia kerja atau bisnis profesional, sebagai manager kadang tidak semua berjalan mulus dan baik saja. Kita tidak tahu kalau ada musuh terselubung. Orang orang yang tidak suka dengan kesuksesan kita, mereka yang bekerja hanya untuk eksistensi bukan prestasi, konspirasi politik kantor, meniupkan isyu2 tidak berdasar, bos yang tidak objektif menilai suatu masalah. Macam macam saja tantangan pekerjaan ini. Tapi Anda juga harus menimbang nimbang, jangan juga harus memaksakan Anda harus tetap selamanya ada di perusahaan tertentu. Anda harus tahu kapan harus melepas atau harus bertahan di satu perusahaan. Sebatas Anda mundur bukan karena memang Anda bersalah atau curang  atau ketidak mampuan skill dan kinerja Anda, itu bukanlah hal yang tabu. Mungkin bukan rejeki Anda di perusahaan A, tapi sepanjang Anda tidak punya track record yang jelek dan nama baik Anda tidak rusak, maka Anda masih bisa tetap berkarya, dipercaya, memulai lagi dan membangun karir di perusahaan B yang orang orangnya bisa lebih positif, menghargai dan justru disana karir dan nama baik Anda akan jauh berkembang dan makin dikenal orang.

Dunia ini bukan surga, yang segala sesuatunya sudah tersedia sempurna sesuai harapan kita dan akan baik baik saja. Kita sangat berharap semua berjalan ideal. Jangan naif, pasti sesekali kita akan ketemu masalah terkait perilaku atau karakter orang lain yang berkoneksi dengan kita. Itu hal biasa dalam dunia kerja dan jangan dianggap terlalu masalah besar. Maka sebab itulah agar Anda tidak mudah jatuh kecewa atau menyalahkan sana sini, Anda membutuhkan kebesaran hati dan kebijaksanaan pikiran. Anda bisa menjadi agen perubahan dalam sebuah organisasi yang tidak kondusif, membawakan pandangan yang objektif, orientasi solusi. Bahkan membalikan pandangan mereka yang tadinya merasa terganggu dengan Anda, menjadi kagum dan hormat karena Anda punya leadership.

Maka manager belum tentu betul betul seorang pemimpin, tapi pemimpin lebih tinggi dari seorang manager, karena karakter dan perilakunya sudah pantas dan matang. Jadi manager selain karena jenjang karir, bisa saja karena faktor senioritas, kedekatan dengan pemilik perusahaan, atau pintar mencari kesempatan. Jadi  tunjukan siapa diri Anda. Anda pantas untuk menjadi seorang leader atau cuma sekedar manager yang ditunjuk dan bisa besok diturunkan lagi karena bawahan dan atasan Anda tidak melihat sisi leadership Anda.. Its up to you. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Wednesday, September 30, 2015

KEBIJAKSANAAN YANG MENJADI RAHMAT



Dalam ilmu beladiri, disebutkan pendekar yang semakin tinggi kekuatan & tingkat ilmu kanuragannya maka harus semakin tinggi juga kebijaksanaannya. Jika tidak, maka pendekar tsb hanya akan menjadi malaikat maut yang menakutkan dan membawa petaka bagi orang orang disekitarnya saja. Dia akan menantang tanding bukan hanya sesama pendekar saja, tapi juga menindas orang orang awam biasa dengan kekuatannya.
 
Sebaliknya, jika kita hanya orang biasa yang banyak belum tahu apapa. Maka juga harus tinggi rasa tahu dirinya. Sadar bahwa harus banyak merendah dan belajar. Jangan bodoh, belum banyak tahu, tidak berpengalaman, tapi berlagak pintar di depan orang yang lebih tua dan berpengalaman, bahkan konyolnya menjustifikasi bahwa apa yang dilakukan dan sudah dikerjakan oleh mereka yang lebih memiliki skill tsb salah, sedangkan dia sendiri belum pernah bisa membuktikan apa apa dalam perjalanan nyata hidupnya.

Bijaksana, jika tidak tahu diri untuk terus belajar maka kita akan makin tidak bisa berguna bahkan untuk diri sendiripun. Tidak ada yang bisa bantu kita jika tidak memaksakan diri kita untuk berubah baik niat dalam hati, egoisme maupun perilaku kita. Kebijaksanaan hati dan membuka pikiran adalah pintu kemajuan hidup. Introspeksi diri dan sadarlah apa yang harus diperbaiki dan dibutuhkan untuk maju. Kebijaksanaan akan memajukan diri kita dari kekurangan, ketidaktahuan dan kegelapan menjadi lebih baik, lebih tahu, lebih bernilai dan berguna. Kita menjadi agen kebaikan bagi sekitar kita, jadi rahmat bagi manusia sekitar kita.

Tapi sekaligus kebijaksanaan menjaga kita untuk tetap menginjak bumi, sederhana dan empati jikapun keberhasilan, kejayaan dan materi sudah didapat. Sekali lagi seperti pendekar bela diri yang bijaksana, semakin tinggi ilmu kanuragannya justru malah akan makin memberi perlindungan untuk sekitarnya, bukan malah menebar teror. Makin jarang bertempur karena pendekar sejati menghindar dari kekerasan fisik karena dia tahu jika terjadi pertempuran fisik maka akibatnya akan sangat fatal bagi lawannya. Dia tidak mau melukai orang lain jika merasa tidak perlu. Juga bagi orang biasa yang tidak tahu apa apa, jika dia bijaksana malah akan lebih banyak merendah dan belajar, berguru dahulu pada mereka yang lebih tahu dan berpengalaman. Jadilah bijaksana dan rendah hati sesuai situasi dan kondisi Anda. Bawalah diri Anda secara tepat, maka Anda akan jadi rahmat sekeliling Anda , mudah diterima dan akan  berhasil. 

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)                    

Tuesday, September 1, 2015

JAGA PELANGGAN ANDA

Kepuasan pelanggan secara sederhana bisa diukur. Parameternya diamati dari progress omzet toko dan jumlah pelanggan yang datang dari waktu ke waktu di toko Anda, perhatikanlah. Apa setiap waktu pelanggan Anda bertambah, omzet makin tinggi atau makin hari malah makin sedikit dan bahkan pelanggan makin hilang. Pelanggan adalah sumber pendapatan usaha kita. Maka tempatkanlah prioritas Anda paling utama pada kebutuhan pelanggan. Jangan bedakan perlakuan dan tingkat kesopanan untuk pelanggan. Apakah dia pelanggan besar atau pelanggan kecil. Harus sama sopannya, tegur sapanya. Silakan membedakan dari fasilitas ataupun bonus, compliment, sesuai besar belanjanya. Tapi jangan sesekali bedakan dari keramahannya. Manusia pada dasarnya sama sama ingin dihargai, apalagi dia yang sudah merasa memberikan uangnya pada toko Anda
.
Pelanggan ada yang biasa komplain dengan langsung, terbuka di depan manager outlet. Tapi banyak juga yang hanya diam saja, keluar seperti tidak ada masalah. Lalu diluar mereka menuliskan komplain di media sosial bahkan langsung menulis di surat pembaca koran, justru pelanggan seperti inilah yang lebih beresiko. Kastemer tidak akan kembali ke toko Anda jika dia tidak merasa nyaman dan ada pilihan lain. Tidak ada pelanggan maka tidak ada bisnis. Bahaya untuk investasi Anda. Maka pastikan Anda dan seluruh jajaran outlet menstandardkan pelayanan dan keramahan pada setiap pelanggan Anda untuk kepuasan standard.

Semakin Anda bisa menjaga pelanggan yang sudah ada saja, maka pelanggan baru akan datang sendiri dari informasi yang disampaikan pelanggan yang puas. Pelanggan yang puas akan secara rela dan iklas memuat kepuasannya di media sosial, mereferensikannya kepada saudara dan rekan2nya. Anda tidak perlu lagi ngotot menyebar brochure, pasang iklan di koran yang mahal, dan lain2 marketing program dan campaign yang berbiaya mahal.

Jangan juga Anda cuma janji janji di marketing dan promo tools, tapi begitu pelanggan bersedia datang ke toko Anda malah mereka kecewa yang didapatkan. Promo Anda cuma pemberi harapan palsu. Apa yang Anda tawarkan dalam brochure, iklan dan promo tidak sesuai dan standard pelayanannya juga buruk. Jadi untuk mudahnya, pastikan produk Anda yang terbaik, SDM Anda terbaik, team kerja Anda paling solid dan layani pelanggan Anda dengan standard terbaik. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Saturday, August 1, 2015

KEBIASAAN MEMBENTUK KARAKTER

Kebiasaan adalah hal rutin yang secara sengaja kita lakukan setiap hari. Awalnya secara sengaja kita atur, tapi lama lama seringkali bisa kita lakukan sudah tanpa sadar lagi, terjadi begitu saja. Semakin tertib dan terencana hidup maka biasanya makin banyak hal hal rutin yang selalu Anda lakukan diulang ulang lagi setiap hari dan hampir sepanjang hidup atau disebagian besar masa hidup Anda. Hal hal tsb yang terbiasa dan diulang ulang lagi lama lama menjadi terbiasa dan jadi kebiasaan sehingga setiap hari dilakukan seperti tanpa harus berpikir lagi. Misalnya jika Anda  awalnya terbiasa bangun subuh dengan bel pukul 04.30 dan itu terus dilakukan 1-2 tahun terus menerus, maka di tahun ke 3 bisa saja Anda sudah bisa bangun sendiri di jam 04.20 sebelum bel berbunyi. Kebiasaan Anda yang tahunan ini akhirnya membentuk jam biologis tubuh membiasakan diri dan menyalakan sinyal sendiri tanpa harus Anda sadar karena mendengar bel.

Sebaliknya makin hidup Anda tidak terencana, tidak tertib, kegiatan Anda berubah ubah terus sepanjang waktu,  biasanya Anda tidak punya kebiasaan baik. Hidup mengalir saja, asal jalan saja setiap harinya. Mau bangun atau tidur jam berapa berlalu sekenanya, mau tinggal saja di rumah sepanjang hari atau berkegiatan di luar rumah setiap hari juga berjalan tanpa jadwal. Mau olah raga seminggu sekali atau setahun sekali juga tubuh tidak bisa menyesuaikan. Ritme tubuh, metabolisme system gerak tubuh Anda dan pikiran Anda tidak bisa merekam aktifitas rutin yang paling sering Anda lakukan. Akibatnya Anda jadi sering lelah atau tergopoh gopoh jika harus sewaktu waktu perlu bangun subuh, atau misalnya mengejar jadwal pesawat.

Yang membentuk Anda siap untuk menghadapi  situasi yang penting dalam hidup Anda adalah persiapan dan persiapan yang baik dibentuk dari kebiasaan baik. Tindakan dan pikiran yang terus dilakukan berulang ulang selama tahunan, otomatis akan membangun pola pikir sesuai kebiasaan. Pola pikir dan gestur akan membangun perilaku, lalu karakter mental, wawasan juga bertambah.

Selain jam tubuh Anda bisa berubah jika dibiasakan, begitu juga pola pikir Anda. Jika selama 1 tahun Anda paksakan untuk terbiasa membaca beberapa bab buku pengetahuan, maka mulai tahun ke 2 Anda terus merasa butuh baca. Bahkan gestur dan irama tubuh Anda bisa berubah lebih gesit dan berwajah cerah jika selama tahunan Anda terus gerak dengan positif dan semangat. Setting tubuh dan pikiran Anda dengan kebiasaan hal yang baik dan positif. Bukan sebaliknya membiasakan diri dengan hal hal yang negatif dan merusak. Konsisten dengan kebiasaan baik akan membentuk perilaku, mental dan karakter Anda. Maka rubahlah kebiasaan Anda jika ingin merubah nasib Anda.SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sumber Gambar : dwcorp.blogspot.com

Wednesday, July 1, 2015

IQRA: MAKA ANDA BERUBAH

Iqra: bacalah! Itu adalah wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada baginda besar Rasul Muhammad SAW. Maka baca akan merubah zaman. Dari zaman jahilliyah saat itu, kesesatan yang nyata, diajarkan kepada kebenaran atas petunjukNya melalui rasulNya. Membaca adalah pintu perubahan.

Membaca berarti menambahkan pengetahuan atas hal hal yang kita tidak tahu atau belum jelas. Semakin banyak tahu semakin bermanfaat. Membaca yang diikuti dengan pemahaman akan membawa kita kepada solusi atas masalah. Makin banyak solusi makin banyak kesempatan untuk sukses.

Kita tidak mungkin tahu semua pengetahuan, maka tentukan fokus kita akan kemana lalu pertajam pengetahuan kita disana sehingga jadi bernilai lebih. Membaca bukan berarti hanya membaca buku pengetahuan. Membaca juga dari mengamati pergaulan sekitar, perilaku orang lain, teladan tokoh. Membaca situasi, mengamati keadaan, mempelajari cara seseorang mengambil keputusan, cara perusahaan keluar dari persaingan bisnis, cara seorang ayah menjaga keluarganya tetap maju, harmonis dan beriman, cara seorang ibu tunggal berjuang membesarkan anak anaknya sampai sukses dan berhasil dan pasti banyak hal hal baik yang bisa jadi motivasi dan teladan untuk menjadi bekal wawasan, bahan kebijaksanaan dan inspirasi kita untuk mulai memperbaiki hidup. Banyak contoh contoh di sekitar kita jika kita bisa "membacanya". Jangan hanya membaca hal hal yang baik, kita juga perlu membaca hal hal jelek dan buruk dengan tujuan agar kita melihat dampaknya bagi kehidupan kita. Tentu saja untuk dihindari, jangan didekati, jangan diikuti, jelas tahu akan ada kerugian buat kita diakhirnya jika kita menjalankan hal yang jelek tersebut.

Kita tidak perlu mencoba menjalaninya langsung sendiri jika kita sudah membaca keburukan, kesalahan dan akibat yang terjadi pada mereka yang sudah menjalaninya.  Membaca kemaha kuasaan Tuhan dari alam sekitar yang diciptakanNya, diresapi keindahan dan kebesaranNya. Manusia hanya sekecil debu. Meyakini maha penyayangNya membuat kita bersyukur, merendahkan hati dan peduli kepada sesama hambanya, bahwa hidup harus membawa manfaat, mengalirkan kebaikan. Membaca bukan hanya yang tersurat, tapi juga yang tersirat. Oleh karena itu manusia juga dibekali akal pikiran untuk mengamati pelajari situasi sekitar. Dan juga hati untuk menilai sebagai manusia, memilih mana yang baik dan mana yang jelek, mana salah mana benar.

Maka jelas membaca bukan hanya berarti membaca buku. Tapi membaca tanda tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang Allah tempatkan pada manusia lain, pada tanda tanda alam, pada situasi tertentu, pada kisah kisah teladan tokoh tokoh terkenal, pada kisah kisah bencana terkait situasi atau tokoh tokoh tertentu, perjalanan hidup tokoh tokoh yang sering kita lihat di media, bahkan pada kisah kisah orang orang terdekat seperti orang tua, saudara, kawan kawan yang sudah terjadi dan bisa kita baca maksud dan makna tersiratnya. Membaca menambahkan kebjaksanaan bagi kita. Keputusan keputusan diambil berdasarkan banyak pertimbangan bukan semata emosional. Keinginan besar kita membaca, mengamati,belajar,mengambil pelajaran dan hikmah, akan membawa kebaikan bagi kehidupan dan masa depan kita.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sumber Gambar : wasathon.com