Sunday, September 1, 2019

Merawat Karyawan Unggul


Satu fenomena yang nyata terjadi di dunia kerja adalah karyawan yang paling cerdas, paling unggul, mungkin yang paling dharapkan bisa jadi penerus Anda dalam membangun dan mengembangkan perusahaan/ usaha, justru akhirnya keluar dan mendirikan  usaha yang sama yang pada akhirnya malah jadi kompetitor kuat perusahaan Anda. Lalu apakah ini wajar atau beretika? 

Kasus nyata yang terjadi contohnya, banyak konter kebab brand baru yang sekarang lahir banyak ditemui konternya di pinggir jalan, rata rata lahir dari karyawan yang pernah kerja di BR Kebab sebagai pionir konter kebab franchise. Brand Ayam Fried Chicken di konter/outlet yang banyak kita temukan juga rata rata lahir dari karyawan lulusan brand Fried Chicken yang ternama dan dikenal sebagai pionir. Station TV swasta banyak lahir dari bekas bekas karyawan level manager bagus jebolan TV nasional dan TV swasta pertama di Indonesia.  Perusahaan pengiriman barang/ paket itu lahir dari bekas karyawan pos perusahaan nasional. Semuanya begitu. Pun dalam kasus brand franchise, seperti perusahaan Karaoke keluarga icon artis banyak lahir dari manager handal bekas kerja di outlet karaoke tsb dan pasti dibuat atas permintaan oleh investor investor/ franchisee perusahaan karaoke keluarga icon artis yang dangdut terkenal itu. Pada saat bisnis sudah sangat prospektif dan menjadi industri, maka akan banyak sekali pihak yang berusaha membuka produk/jasa yang sama untuk tidak kehilangan peluang bisnis tsb.

Sama halnya dengan karyawan, sebut si B yang kita rekrut dari awal dididik, pelan pelan ilmunya makin bertambah, skillnya makin baik, bisa memahami proses kerja perusahaan secara keseluruhan, posisinya makin naik, maka sudah jadi fitrahnya jika si B berpikir kalau sewaktu waktu si B bisa bikin bisnis ini sendiri dan mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Mungkin maksud dia bukan untuk jadi kompetitor usaha perusahaan induk semangnya, tapi lebih kepada memperbaiki taraf hidupnya dan status sosialnya. Dan karena  usaha ini yang dia kuasai prosesnya dari hulu ke hilir ya yang terpikir di dia pasti bikin usaha sendiri yang sejenis dengan usaha perusahaan induk semangnya ini. Itu sudah hal yang alami. Semua orang pengen jadi boss atas usahanya sendiri, bukan terus jadi karyawan. Tapi dari pihak bapak sebagai owner perusahaan bisa antisipasi hal ini dengan mengajak bicara terbuka dan menjadikan karyawan bagus tadi sebagai mitra bisnis, bukan lagi sebagai karyawan tapi sebagai pemilik usaha yang masih berafiliasi dengan merk bapak. Misal dibukakan Toko Ritel A dengan pembagian saham antara si B dan manajemen kantor pusat toko ritel A. Atau tetap kerja di perusahaan A dengan posisi Direktur dan diberikan saham perusahaan, bukan hanya gaji, dst. Maka ada istilah karyawan bagus itu adalah asset tapi sekaligus juga boom waktu. Tergantung bagaimana perusahaan bisa memantain si pekerja potensial ini dan membangun hubungan kerja mutualisma. Yang penting si B tidak jadi kompetitor dengan membuka semacam brand Toko A sendiri.  Yang perlu perusahaan bangun adalah suasana menghargai dengan selayaknya dan sepantasnya, iklim kerja, perhatian, pemikiran ide ide spontan cerdas yang selalu jadi solusi masalah dan hal hal lain selain hanya masalah teknis proses kerja. 

Menghargai dengan layak, misalnya memberi gaji sesuai dengan kontribusinya ke perusahaan. Kenyataannya memang perusahaan harus membedakan antara upaya menjaga karyawan yang jadi asset perusahaan dengan memperlakukan karyawan yang hanya jadi beban cost perusahaan. Adil bukan berarti gaji sama rata tapi digaji sesuai jasanya ke perusahaan. Mungkin diberi kesempatan pengembangan diri berupa kenaikan posisi jabatan sehingga dirasakan ada jenjang karier seiring berjalannya waktu. Kesempatan mendapatkan pelatihan/ training diluar dengan kewajiban mengajarkannya kembali ke teman teman kerjanya di perusahaan. Buat karyawan unggul ini merasa berguna dan dibutuhkan di perusahaan, maka hal tsb juga akan menghalangi niat ybs untuk segera keluar pindah kerja di tempat lain.

Diluar hal tsb, perusahaan memang harus mengusahakan beberapa bibit unggul di kalangan karyawan. Jangan terlalu menggantungkan nasib perusahaan pada hanya 1 (satu) orang karyawan saja walaupun dia handal. Karyawan unggul bisa dibentuk, dan itu adalah tugas SDM dept dan para manager satuan unit kerja. Buat suasana kompetisi sehat diantara karyawan dan selalu sampaikan bahwa loyalitas adalah bagian penting dari penilaian karakter  karyawan. Jadilah seperti mentor dan membuat ikatan bathin yang kuat dengan karyawan unggul. Hal hal emosional seperti ini juga bisa menimbulkan ikatan pribadi yang  kuat agar karyawan unggul enggan untuk pindah dari perusahaan atau dibajak pihak/ perusahaan lain.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Thursday, August 1, 2019

Yang Boleh dan Jangan Dalam Berbicara




Salah satu skill penting yang dibutuhkan untuk menjadi sukses adalah skill bicara. Bicara ini bukan berarti cerewet, ramai bicara, ketawa atau bersuara keras keras atau heboh gaul eksis seperti gaya anak sekarang. Bicara untuk tujuan sukses tentu saja harus berisi, berbobot materinya dan mencerminkan apa yang ada dalam otak Anda sebagai gambaran pengetahuan dan pengalaman yang Anda miliki. Dari apa yang Anda sampaikan dalam sebuah pembicaraan, diskusi, meeting atau bahkan pidato, bisa digambarkan bagaimana kapasitas Anda. Kecerdasan, pengalaman, karakter pandangan hidup, kecerdasan dan kebijaksanaan Anda yang bisa membuat orang banyak akan lebih menghargai Anda. Salah satu profesi penting yang menggunakan public speaking skill adalah presenterdi TV. Coba lihat mereka, sudah cantik, tampan terlihat pintar pula karena pintar bicara topik topik terkini yang sedang viral. Banyak pemirsa TV yang kagum dengan pribadi Presenter dan ingim jadi seperti mereka.

Jangan salah, bahkan jikapun Anda sebetulnya hanya bisa bicara tanpa bisa melaksanakan secara persis apa yang Anda sampaikan, inipun bisa terjadi. Paling lawan bicara yang Anda sudah pukau sedemikian rupa dengan apa yang Anda sampaikan lama lama jadi meragukan Anda karena dalam kenyataannya skill implementasi Anda tidak sehebat skill bicara Anda. Tapi ini menunjukan betapa powerful nya kekuatan bicara jika Anda bisa menguasainya dan melakukannya  dengan baik. Maka sebaiknya demi nama baik Anda, jika Anda pintar bicara, memberi nasehat, mengajarkan hal hal baik, maka sebaiknya Anda juga adalah pelaku dari apa yang Anda sudah sampaikan. Anda harus jadi contoh model dari apa yang Anda sampaikan. Jangan sampai lain di mulut tapi juga lain di pelaksanaan.

Tapi tidak ada seseorang pun punya kemampuan bicara baik, lancar dan  meyakinkan jika dia tidak punya pengetahuan mendalam dan pengalaman lama dalam hal konten yang jadi topik penyampaian. Karena Anda menguasai topik materinya, maka Anda berani speak out untuk menyampaikan hal hal yang mungkin banyak orang tidak / belum tahu. Jadi syarat pertama untuk Anda berani bicara profesional adalah Anda harus punya pengetahuan yang cukup mendalam dalam materi yang akan dibicarakan atau disampaikan. Dalam hal ini jangan sampai juga karena tidak ingin kehilangan pamor dan Anda seperti ingin memaksakan harus bicara hal hal teknis dan spesifik mengenai suatu materi khusus, tapi karena tidak menguasai dan Anda hanya mengira ngira sedangkan lawan bicara Anda rupanya cukup paham masalah ini, maka tampaklah benar benar "kebodohan" Anda. Lebih baik jika begini situasinya sampaikan secara jujur saja jika untuk hal ini saya belum cukup memahami dan saya ingin mendengar untuk belajar dari bapak. Itu lebih etis secara profesional dan tidak akan merugikan image Anda. Justru Anda akam dipersepsikan sebagai profesional yang masih ingin mendengar dan ingin terus belajar. Jadi Anda harus terkesan cerdas pada saat bicara. Jika Anda berbicara tapi malah memberikan kesan bodoh dan jadi bahan olok olok, lebih baik diam dan mendengarkan yang lebih ahli untuk bicara lalu Anda menyimak dengan teliti. 

Berinteraksi dengan orang lain secara langsung juga paling mudah dan cepat adalah dengan berbicara atau ngobrol. Berbicara langsung seperti ini banyak etikanya. Karena hati yang sakit karena sebuah ucapan akan susah untuk diperbaiki lagi. Kalaupun lawan bicara Anda sudah memaafkan Anda tapi tentu saja hari kemudian semua tidak akan pernah lagi sama seperti hari yang sudah sebelumnya  berlalu. Usahakan memuji harus di depan orang, tapi mengkritik/ bahkan marah panggil secara pribadi di dalam ruangan hanya berdua. Jangan terbalik, memarahi / konflik bicara secara keras di depan banyak orang secara terbuka tapi memuji hanya diam diam pada saat sedang berdua saja. 

Berbicara juga harus disesuaikan dengan kapasitas lawan bicara. Jika hanya percakapan pergaulan sehari hari dengan tetangga, dengan kawan kongkow, jangan gunakan bahasa bahasa khusus spesifik yang biasa Anda gunakan dalam pekerjaan. Selain mungkin saja lawan bicara Anda akan tidak paham, bisa saja Anda akan dipandang sombong karena terlalu ingin dianggap pintar karena bicara dengan bahasa "langit". 
Ingat, lingkungan Anda sejak dari bangun tidur sampai nanti malam tidur lagi, Anda akan bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang. Tempatkan cara bicara, materi pembicaraan, gaya bahasa dan gaya bicara Anda sesuai pada situasi dan siapa lawan bicara Anda agar Anda selalu dapat diterima dengan terhormat dimanapun Anda berada dan mencoba berinteraksi.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)


Monday, July 1, 2019

Bagaimana Memiliki Mindset Karyawan Unggul



Karyawan walaupun menurut struktur organisasi dan jobdesc utamanya adalah harus selalu taat, tertib dan menjalankan SOP perusahaan, tapi bukan berarti lantas harus kehilangan hak buat ber-ide, memberi masukan atau bahkan melahirkan gagasan baru yang bisa disampaikan kepada pimpinan. Setiap pimpinan unit kerja juga pasti mencari dan mencatat dari sekian orang bawahannya, mana karyawan yang paling potensial dan bisa memberi kontribusi kondusif bagi tercapainya target kerja unit. Sebab keberhasilan dari unit kerja adalah promosi juga bagi performance dirinya sebagai pimpinan.

Tidak semua pimpinan juga bersifat licik, misal hanya mengambil ide dari bawahannya lalu setelah berhasil mengatakan kepada yang lain bahwa ini adalah gagasan dan hasil kepemimpinannya. Saya rasa sangat sulit mengklaim hal tsb dalam satu unit kerja yang terdiri dari banyak staff, banyak saksi mata dalam meeting dan pekerjaan dan banyak interaksi sehari hari. Jadi jika ada pimpinan yang berlaku kurang sportif dan fair pada salah satu bawahannya, pasti akan banyak celah terungkap kebenaran cerita dibalik layarnya. Hal tsb justru akan mengungkap sisi gelap dari karakter pimpinan.

Maka jika menurut Anda bahwa Anda adalah karyawan tapi dengan berjuta potensi dan mungkin merasa lebih unggul dari pimpinan yang ada saat ini, justru menurut saya, jangan takut untuk mengeluarkan kontribusi terbaik untuk perusahaan terlepas khawatir ide gagasan tsb akan dibajak oleh pimpinan. Tetap hormati pimpinanmu, sampaikan gagasan dalam forum terbuka, sampaikan detil lebih rinci secara tertulis langsung pada pimpinan, minta waktu kepada pimpinan untuk mendiskusikan khusus gagasan Anda demi kebaikan perusahaan.

Tantanglah selalu diri sendiri sampai dimana kompetensimu pada bidang pekerjaanmu. Apakah ini bisa dijadikan jenjang karir, identitas profesional diri yang nantinya akan bernilai tinggi bagi masa depan dirimu sendiri, atau sekedar kerja rutin dr pkl 9-5 yang membosankan dan tidak menyenangkan? Berlian pasti akan tetap tampak sinarnya walaupun terpendam dalam lumpur. Karakter pemenang seseorang tidak mungkin selamanya tersembunyi dibalik eksistensi seseorang, lama lama pasti akan tercium, terdorong untuk keluar atau bahkan ada tangan yang membantu mengangkat dan menarikmu keluar dari dalam lumpur. Itu sudah karma ketentuan alam, siapa yang memberi manfaat pasti akan diberi jalan.

Bekerjalah sebaik mungkin untuk kebaikan Anda sendiri. Anggap perusahaan tempat Anda bekerja adalah ladang sawah tempat Anda bercocok tanam. Anda bisa merasakan pengalaman, menggali potensi, mengumpulkan ilmu dan informasi, mengolahnya, menjalankan teori dalam aplikasi, memperbaiki dan melihat hasilnya, mendengar respond dari atasan dan rekan sekerja, lalu perbaiki lagi. Sudah disediakan lahan masih terima gaji pula, apa ruginya buat Anda. Jangan menutup usaha dan potensi terbaik Anda di pekerjaan dengan alasan percuma tidak ada penghargaan karena atasan akan mencuri idenya dari Anda. Atau nanti ada rekan rekan yang ikutan diuntungkan lalu memanfaatkan keuntungan kenaikan pendapatan dan karir karena kecerdasan Anda. Biar saja mengalir. Jangan menutup aliran rahmat karena prasangka jelek Anda. Iklaskan hal hal yang akan terjadi selama itu adalah kebaikan bersama. Jika Anda menebar kebaikan, insha Alloh Anda akan dipertemukan dengan orang orang baik lainnya. 

Yakinlah pada waktunya nanti sampai juga pada rejeki Anda mencapai posisi pimpinan mulai dari unit, departement, divisi bahkan mungkin bisa sampai pada level Direktur karena memang Anda pantas dan dinilai cakap kompetensinya untuk menduduki jabatan strategis tsb. Kalaupun orang tsb bukan dari lingkungan perusahaan tempat Anda bekerja, siapa tahu ada klien perusahaan yang paham bahwa Andalah sebenarnya mastermind dari kemajuan perusahaan. Lalu Anda akan diajak bermitra untuk usaha baru mereka. Atau ada rekan kerja Anda yang sudah keluar lalu menghubungi Anda mengajak bergabung dengan perusahaan barunya untuk posisi jabatan yang lebih tinggi dan kesempatan baik lain semacamnya yang Anda tidak duga sebelumnya.

Bahkan banyak dari pengusaha lahir dari karyawan karyawan dengan sikap yang positif dan jenjang karir yang gemilang dimasa mereka masih jadi karyawan. Berpikirlah positif, berikan selalu yang terbaik, selalu berkompetisi di level yang tertinggi dan berprasangka baik pada semua yang ditetapkan Alloh SWT. Itulah mindset yang Anda butuhkan untuk jadi karyawan yang sukses 

SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Saturday, June 1, 2019

Peluang atau Godaan?



Jika suatu hari nanti Anda dapat tawaran untuk memulai membuka usaha, bagaimana menyikapinya? Ambil sebagai peluang atau lewati saja anggap hanya godaan. Itu tergantung bagaimana latar belakang Anda , seberapa puas Anda dengan keadaan saat ini dan bagaimana masa depan yang Anda inginkan. 
Misal jika saja latar belakang keluarga Anda datang dari kalangan karyawan kantoran, lalu Anda saat ini sedang jadi karyawan dengan gaji bulanan yang tetap dan aman dan Anda cukup puas dengan kondisi keuangan Anda saat ini, mungkin Anda akan menganggap tawaran ini sebagai cobaan saja, dan kemungkinan akan Anda lewatkan. 

Tapi jika mungkin saat ini Anda sedang kurang puas dengan kondisi Anda. Secara financial selalu kurang, secara mental tidak positif karena banyak konflik di kantor, ingin ada perubahan nyata dari situasi dan kondisi saat ini, pasti mulai melihat tawaran ini sebagai peluang. Jadi peluang atau godaan bisa tergantung dari situsi dan kondisi Anda saat ini.

Tapi bagi mereka yang menganggap tawaran sebagai peluang, saya sarankan juga untuk mulai membuat checklist bagaimana kesiapan dan kemampuan Anda mengelola peluang tsb agar menjadi bisnis dan keuntungan. Apakah Anda pelaku yang tepat, memiliki passion yang kuat untuk bidang ini, memiliki latar belakang pengetahuan, informasi dan pengalaman yang cukup. Jikapun Anda sendiri tidak punya, mungkin Anda tahu rekan yang pas yang bisa diajak  bermitra atau bekerjasama atau paling tidak bisa menjadi mentor usaha baru Anda. Kebanyakan pelaku usaha pemula bisa saja mudah  memulai usaha baru, tapi tidak banyak yang punya deteriminasi dan daya tahan untuk tetap gigih menjalani jatuh bangun dunia usaha.
Jika Anda memiliki mitra dan mentor, Anda akan punya banyak saran, pertimbangan dan bantuan untuk menjalani usaha tsb.

Yang pasti di garis finishnya, jika Anda berhasil mewujudkan mimpi sebagai pengusaha sukses, maka kebebasan financial, kebebasan waktu dan mungkin Anda sudah membuka lapangan kerja bagi beberapa keluarga. Miliki usaha sendiri maka terbuka kesempatan bagi Anda untuk membesarkan usaha Anda sampai ke skala yang Anda inginkan. Apakah misalnya cukup satu toko saja, atau punya beberapa toko. Atau bahkan membuka jaringan toko tsb dengan konsep business opportunity atau franchise. Anda yang menentukan limitnya berdasarkan passion Anda selama ikut turun langsung menangani usaha. Tapi usaha kecil, menengah atau besar, Anda sudah jadi boss atas kerja dan bisnis Anda sendiri. Semuanya terserah Anda.

Bagaimana Anda merencanakan hidup Anda di 5 tahun ke depan, memulainya bisa dari sekarang. Kesempatan mungkin tidak datang beberapa kali dalam hidup Anda, tapi kesempatan terbaik yang bisa jadi peluang usaha mungkin tidak akan banyak menghampiri Anda. Tapi kesempatan baru bisa jadi peluang jika Anda punya persiapan atau Anda berani mengusahakan hal tsb terwujud dengan menghubungkan potensi dan skill yang bisa Anda temui di sekeliling dan jaringan Anda. Jangan sampai baru nanti kesuksesan orang lain suatu saat menggoda Anda, padahal dulu Anda pernah berpikir akan mengambil kesempatan ini dimasa lalu.


SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Monday, May 6, 2019

Bagaimana Bisa Menyikapi Sewa Tempat Usaha Yang Mahal



Memang untuk memulai usaha salah satu yang sering dikeluhkan jadi kendala adalah kesiapan modal. Salah satu kegunaan modal awal investasi itu adalah untuk sewa tempat usaha. Sedangkan tempat usaha di lokasi startegis tentu saja mahal tarif sewanya. Kadang pemilik tempat bahkan minta tempatnya disewa langsung 2 tahun atau lebih. 

Walaupun demikian tentu saja harusnya hal ini tidak menjadikan Anda surut untuk mulai membuka usaha. Ada tipsnya untuk bisa membuka/memulai usaha dengan biaya investasi yang lebih ditekan. 
Jika Anda main ke mall yang banyak unit kiosnya misalnya, banyak unit unit kios yang rolling doornya terus tertutup, tapi jika ditanyakan ke manajemen didapat informasi bahwa unit tsb sudah dibeli investor. Ini dinamakan mall strata title, yaitu unit unit kiosnya dijual ke investor agar investor bisa menyewakam lagi ke pengusaha atau bahkan langsung menjualnya lagi. Tapi tentu saja pemilik ke 2 akan mengontrak atau membeli unit kios / toko tsb jika suasana bisnis di lantai unit tsb kondusif, tokonya beragam dan semua buka berdagang, pengunjungnya ramai dan transaksi jual beli terjadi di unit unit. Bagaimana kalau sebagian besar unit toko / kios di mall tsb masih tutup? Lantai tsb serasa mati, tidak ada kehidupan dan tidak ada semangat bisnis karena kemanapun pandangan dilayangkan hanya akan melihat rolling door yang sudah mulai kusam.

Jelas bahwa investor pemilik unit toko ternyata bukan pedagang asli, mereka hanya bisa membeli unit tapi menggunakan unit tsb untuk berdagang mungkin bukan keahliannya. Tapi apakah mereka tetap ada keinginan berdagang? tentu saja ada, hanya harus dibantu dan difasilitasi. 

Lalu tanya kenapa pedagang yang dagang di emperan toko tidak menyewa saja unit toko di Mall. Pasti mereka ingin buka toko di Mall, tapi terbatas modal untuk sewa unit toko di mall yang rata rata tidak terjangkau. Bagi mereka uang yang ada lebih baik diputar untuk membeli barang yang akan dijual.

Terlihat garis merah antara demand dan supply. Tujuannya sama yaitu untuk berdagang tapi yang satu punya barang dan yang satu punya unit toko. Kenapa tidak kita kawinkan saja, sinergikan dengan memanfaatkan apa yang masing masing miliki. Kamu bisa mempertemukan antara keduanya dan jadi pengelolanya dengan upah bagi hasil fee dari nett profit. Itulah salah satu cara jadi pengusaha/pedagang tanpa modal. 

Demikian, jadi yang terpenting adalah berpikir out of the box, menjalin kemitraan dan sinergi lalu jaga kepercayaan. Setelah itu bekerjalah secara cerdas dibanding bekerja keras. Jika pihak pemilik unit toko dan pemilik barang dagangan senang dengan kerjasama menguntungkan ini, maka Anda sudah punya mitra usaha tetap untuk kemajuan Anda selanjutnya. Tanpa punya modal atau tidak bisa menyewa unit toko di mall, tapi tetap bisa berusaha di toko dalam mall. 


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A Muthi)