Sabtu, 23 Januari 2021

Strategi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2021


Pariwisata menjadi sektor pendapatan negara yang sangat terkoreksi dari target. Tidak adanya kunjungan wisatawan manca negara bahkan wisatawan lokal antar daerah membuat omzet dari ekonomi kreatif lokal daerah wisata juga anjlok drastis. Semua betul betul prihatin dengan situasi pandemic covid 19 ini. Sektor riil pariwisata seperti sektor transportasi menderita. Pengusaha Bus Pariwisata kehilangan kemampuan untuk membayar angsuran unit unit busnya. Pengusaha Airlines apalagi yang kehilangan momentum sepanjang tahun, paling beberapa momen libur panjang dimana beberapa penumpang memaksakan harus berpergian juga. Sampai pengusaha UKM snack oleh oleh juga tidak bisa menjual produknya secara konvensional karena tidak ada kunjungan ke toko off linenya. Banyak sektor riil lain baik yang langsung terkait dengan pelaksanaan proses wisata atau sektor supporting yang biasanya bisa menghidupi ratusan kepala, saat ini terpaksa harus menderita.Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif harus memikirkan jalan keluar dari situasi sulit ini agar ekonomi seputar bisnis wisata dan ekonomi kreatif bisa mulai bergerak lagi, setidaknya, walaupun belum bisa jika harus berlari. 

Berikut strategi yang bisa ditawarkan berdasarkan logika collateral thinking yang masih logis;

Tidak ada komentar:

Posting Komentar