Rabu, 10 Februari 2021

Marketing Produk Fashion


Saat ini pekerjaan marketing dan sales mungkin "pekerjaan paling mudah". Maksudnya kemajuan jaman dengan support aplikasi sosial media dengan system  IT networking saat ini membuat informasi semacam iklan atau promo menjadi sangat mudah tersebar dan cepat viral. Siapapun bisa menggunakannya tanpa harus punya standard skill atau sertifikasi formal dari bidang marketing tertentu.  Tapi ingat..mudah bukan berarti pasti sukses dan berhasil karena semua produk menggunakan media/channel marketing yang sama. Pada waktunya tetap pengetahuan akan kinerja sosmed yang efektif mengoptimalusasi system kerja pencarian kata kunci seperti SEO, keahlian copywriting, skill art photography  dan design editing untuk konten yang menarik juga komitmen untuk konsisten upload konten tetap akan menyelekai siapa pemain yang akan berhasil mempromosikan produknya di OnLine. Yang saya maksud adalah siapapun bisa memiliki akses untuk menggunakan media sosial sepeti Instagram, facebook, youtube,  tiktok, sales dan penawaran promosi via whatsup atau email dan beragam marketplace secara free/gratis. Semua pemilik produk usaha fashion pasti menggunakan platform medsos tsb dan tinggal dari pembeli memilih satu atau dua pcs dari ribuan produk yang didisplay tsb. Mereka menimbang harga, pilihan model dan warna, sampai ongkir free atau bayar. Sungguh pilihan yang nyaman dari calon pembeli tapi penantian yang was was dari pedagang. Jika produk Anda adalah produk fashion umum, tidak ada yang unik secara spesifik, atau bukan dari brand ternama dan valuenya rata rata sama saja dengan produk fashion sejenis, maka secara sekilas hal yang paling mudah menjadi daya tarik langsung dalam 1-3 detik pertama pastilah harga. Mudah membandingkan diantara produk sejenis dengan varian harga. Hampir pasti yang harganya paling murah yang ditarget pertama kali.

Salah satu pertimbangan lain yang penting dan paling sering dilakukan calon pembeli adalah membaca review pembeli sebelumnya. Biasanya pembei bisa menceritakan experiencenya dan memberi bintang pada kolom ulasan. Hal hal yang disampaikan bisa segala macam. Ada yang suka dengan bahannya tapi ternyata jahitannya beda di pengiriman kedua dibanding pembelian pertama, sehingga kecewa. Ada yang komplain kelembutan bahannya tidak seperti asumsi yang dia lihat di foto. Ada yang komplain pengiriman terlambat padahal baju ini untuk hadiah ulang tahun, sehingga kecewa berat. Ada yang komplain katanya standard size S, M, L  nya tidak standard dengan size fashion brand lain yang biasa dia beli sehingga salah pilih ukuran. Perlu diperhatikan dahulu review review dari medaos apa saja yang biasanya dikomplain dari pelanggan agar kita bisa menghindari kesalahan tsb untuk produk Anda. 

Sebaliknya makin bagus kisah puasnya dan makin banyak bintangnya secara rata rata maka makin besar kemungkinan produk Anda akan dipilih untuk dibeli. Maka penting harus dijaga rasa puas dari pembeli dalam segala aspek agar tetap menjaga saleable rate dari produk yang Anda tayangkan di medsos. Dan jangan salah bahwa kepuasan ternyata tidak terlalu tergantung dari harga yang murah. Ada paradigma logika masuk akal juga dalam benak pembeli bahwa tidak ada yang murah tapi bisa bagus sempurna. Kalau mau dapat barang yang sempurna mutu dan gengsinya ya beli barang dari merk branded, harus sesuaikan juga daya beli dengan harganya yang pasti mahal. Kalau mau beli produk dari merk penggembira yang penting model bagus dan suka...lalu beli tanpa harus pusing daya tahan produk fashion tsb. Kalau sobek atau rusak ya tinggal order lagi, namanya barang murah jadi sesuai mutu yang kurang awet dengan harganya. Apalagi selera fashion terus berganti maka penikmat fashion lebih suka memakai baju/ fashion cukup 1-5x pakai saja sebelum model tsb sudah tidak trendy lagi.

Jangan juga terlalu terpaku dengan cara OnLine. Baik juga jika selain OnLine Anda tetap punya outlet OffLine dimana Anda bisa mendisplay secara fisik yang mana pembeli bisa langsung meraba bahan, mencoba ukuran, membandingkan beberapa model design dan membandingkan harga. Untuk produk fashion yang dijual OffLine, maka komplain terkait hal hal yang umum dikomplain di online biasanya sangat kurang. Pembeli sudah mencek langsung barangnya di outlet sebelum membeli. Jadi tidak ada hal hal yang "katagori diragukan" seperti barang yang datang tidak sesuai dengan panampakan di foto, dll mengenai barang yang display dan stock langsung cek, pilih dan beli di toko seperti halnya penawaran dalam channel OnLine. 

Untuk jangka panjang jika Anda serius berbisnis fashion jangka panjang bahkan Anda sudah berani keluar investasi/modal untuk bikin konveksi bahkan industri garmen sendiri, maka Anda juga harus punya toko OnLine yang permanen yaitu website. Jika Anda punya akun di IG, fb, youtube, tiktok dll maka Anda hanya menumpang di platform marketing milik pihak lain. Jika operator aplikasi tsb menutup channelnya maka akun Anda juga otomatis akan stop. Tapi jika Anda menyewa webhosting untuk website  produk Anda , maka selama Anda bayar sewa webhostingnya maka channel promosi Anda akan tetap eksis dan tidak ada pihak yang bisa menutup toko online Anda secara sepihak. 
 
SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar