Saturday, August 4, 2012

SEDEKAH KUNCI SEGALA PINTU REJEKI

Di bulan suci Ramadhan ini cobalah bersedekah lebih baik. Apa keuntungan bersedekah? Ada kalanya kita yang berniat menjadi pengusaha atau calon entepreneur seperti menemui jalan buntu dimana mana. Sudah usaha ini gagal, usaha itu bangkrut, sebentar ketipu orang, lalu hutang seperti sudah menumpuk dan kita dikejar kejar debt collector. Masalah saja yang datang, kapan keberhasilan dan kesuksesan akan datang? Rejeki itu kadang seperti teka teki. Dicari menjauh tapi tidak berniat mencari bisa tahu tahu datang sendiri. Dia akan menemukan jodohnya pada orang orang yang tepat

Bagaimana agar rejeki dan kesuksesan itu datang kepada kita? 
Berkali kali saya ditanya, apa kunci sukses menjadi pengusaha. Saya sendiri belum merasa. sangat sukses. Tapi paling tidak saya sudah menjadi pengusaha dan sedang berprogress. Saya sudah buktikan keajaiban sedekah. Maka berkali kali ditanya kunnci sukses menjadi pengusaha, saya jawab tetap jawaban kuncinya ada di SEDEKAH. Dengan berbagi, memberi, empati , beramal atau apapun sebutannya insya ALLAH rejeki yang baik akan datang. Memang bersedekah tidak berarti melulu uang, bisa nasihat, pikiran, bantuan akses. Tapi apa yang bisa kita nasihatkan dari buah pikiran kita saat itu, sedangkan kita sendiri juga sangat butuh saran untuk keluar dari masalah. Bersedekahlah diawal dengan uang dan harta bendamu, walaupun tidak harus besar. Anda sangat menyayangi uang bukan? Jika kita berkorban dari apa yang sangat kita sayangi, maka kita akan diberil lebih banyak. Semampunya saja, tapi lakukan, karena ini ujian. Pada saat kita sangat mebutuhkan uang tapi kita malah iklas membagi sebagiannya untuk orang yang lebih membutuhkannya. Alam semesta tidak diam, ALLAH SWT punya sistem matematika sendiri untuk apa pengeluaran yang sudah dilakukan umatnya. Bukan makin banyak keluar uang yang disedekahkan maka malah makin sedikit uang yang tersisa.

Bersedekah berarti kita membukakan pintu rejeki kepada orang orang yang sangat membutuhkan. Orang tersebut akan sangat bersyukur dan memanjatkan doa syukurnya sekaligus doa bagi kita kepada sang pencipta. Semakin banyak kita disebut dalam doa doa orang orang yang kita bantu, walaupun orang tersebut juga tidak mendoakan kita tapi setiap amal kebaikan ALLAH SWT pasti mencatat dan membalas berkali lipat, itulah pada saatnya nanti kita akan disiapkan pintu rejeki bagi kita.

Ini seperti kita terus berputar putar dalam ruangan besar berbentuk bola. Setahun yang lalu rasanya kita sudah ke pintu A tapi belum ada yang cocok kuncinya untuk membuka pintu rejekinya. Sambil terus beramal, bersedekah, kita terus berputar mengumpulkan anak kunci dan mampir di pintu B, C, kadang sebulan kemudian seperti kembali lagi ke pintu A, belum juga ketemu pintunya yang cocok dengan kuncinya. Jangan berhenti bersedekah, terus kumpulkan anak anak kunci lainnya sambil terus berputar di bulan bulan berikutnya berusaha mencari kunci dan pintu rejeki yang cocok. Sudah berputar putar sampai di pintu Z,kembali lagi ke pintu G, H, terus bersedekah dan berputar jangan berhenti, kadang bisa tahunan. Baru lusa lalu Anda mampir di pintu yang sama belum ada pintu rejeki, akhirnya hari ini Anda ketemu pintu rejeki di pintu C. Kunci Anda ternyata sudah ada yang bisa membuka pintu ini. Padahal setahun yang lalu di pintu C ini belum cocok kunci dengan pintunya. Alhamdulillah. Ini seperti Anda sudah  memegang anak kuncinya dan mencoba mencari pintu yang tepat yang bisa dibuka dengan kunci tersebut. Dengan masuk ke pintu di C ternyata kita dapat kunci lain lagi untuk membuka pintu A, B dan D lagi.

Bagaimana jadinya jika Anda tidak memiliki kunci itu? Dan jangan salah persepsi, pintu itu jika bisa dibuka pun bukan berarti Anda menemukan uang langsung di hadapan Anda. Ini bukan seperti "harta karun" dimana Anda membuka peti dan terlihat timbunan emas permata dan koin koin uang didalamnya. Anda khan bukan bajak laut. Pintu rejeki itu seperti membuka pintu demi pintu agar terbuka jalan untuk bisa sampai ke Pintu Rejeki seseungguhnya. Mulai misalnya dari bertemu teman lama yang bisa memberikan pencerahan, lalu ketemu kawan lain yang bisa memberikan akses pekerjaan, maka bekerjalah dulu selama sekian tahun untuk menimba ilmu dan pengalaman lalu mengambil manfaat lebih dari status karyawan tersebut. Seiriing dari pergaulan yang lebih luas dan wawasan yang bertambah lalu pintu yang kita buka selanjutnya adalah perasaan terbukanya pikiran kita. Kok rasanya tahun ini otak Anda jauh lebih cemerlang dan ide ide usaha terus saja terbuka padahal di tahun sebelumnya otak rasanya buntu. Itu rejeki bagus dan nikmati saja. Biarkan pikiran Anda menjelajah semua kemungkinan usaha. Selanjutnya lalu pintu bertemu investor yang menawarkan modalnya terbuka,  dilanjutkan pintu kesempatan terbuka untuk jalan yang makin lebar saat beretemu kawan kawan yang se-misi se-visi dan punya kompetensi dalam bermitra membangun usaha, tahu tahu terbuka pintu lagi dari orang yang butuh bantuan kita untuk mengerjakan sebuah proyek, dari proyek pertama terbuka lagi pintu untuk kesempatan lebih dikenal secara luas mengerjakan proyek proyek lain, selanjutnya pintu rejeki yang lebih lebar lagi menuju jalan utama kemakmuran terbuka dengan terus berdatangannya proyek dari banyak client. Bisa menyewa lokasi usaha dengan harga sewa murah. Seakan akan semua dimudahkan jalannya. Kita pun mantap untuk membuka usaha sendiri dengan prospek client yang sudah tergambar jelas di depan.. Begitulah skema pintu rejeki. Kita punya kuncinya yaitu SEDEKAH, nanti ALLAH akan berikan kunci kunci lainnya dan siapkan pintu pintunya untuk mengarahkan kita ke jalan menuju gudang rejeki yang tepat untuk kita buka pada waktunya yang juga tepat juga..  Jangan menyerah kepada waktu.

Kenapa tidak langsung kita bersedekah besoknya kita dapat pintu rejekinya? Bukan ALLAH tidak memberi rejeki segera setelah kita berusaha. Itu pikiran kita, tapi mungkin menurut ALLAH kita belum siap secara mental dan skill untuk menerima rejeki besar. Jika Anda baru punya gelas kapasitas 1 liter, dan diberi air 5 liter, maka pasti akan terbuang sia sia 4 liter. Artinya Anda belum punya gelas yang cukup untuk menerima seluruh rejeki yang ALLAH akan berikan. Usahakan dulu gelas yang lebih besar agar siap. Jika secara mental Anda tidak siap, maka mudah saja menghabiskan uang kaget Rp. 100 juta dengan konsumtif belanja barang ini itu yang tidak perlu dan akhirnya Anda menyesal setelah uangnya habis tidak berguna. Lain halnya jika Anda secara mental dan skill sudah siap. Uang Rp. 100jt bisa Anda usahakan sehingga tahun berikutnya bisa berkembang menjadi Rp. 1 Milyar. Jadi jangan pernah ragu soal waktu, ALLAH yang memiliki waktu dan maha tahu kapan Anda siap menerima rejeki. Tugas Anda adalah menyiapkan mental, kemampuan diri, pengetahuan wawasan, jaringan komunitas yang tepat dan Anda tahu arah tujuan usaha dan hidup Anda, sehingga saat rejeki itu datang maka Anda akan siap. Bukalah pintu pintu rejeki Anda secara bertahap dan terarah.

Perbaiki hubungan dengan orang tua, sesama manusia dan hubungan dengan sang Pencipta Alam Semesta yang akan memilihkan pintu pintu rejeki yang Anda bisa buka.. Selama Anda menjadi pengusaha juga tetap jangan berhenti bersedekah, agar dijaga kelanggengan usaha Anda, dimudahkan usahanya, diarahkan dan dibukakan pikiran Anda untuk terus bisa meningkatkan usaha.

Sedekah juga menjaga "kebersihan rejeki"  apa yang kita dapat Orang bilang rejeki yang haram lebih mudah dicari daripada rejeki yang halal. Memang betul, tapi dalam konsep hidup kita, semua ada pertanggung jawabannya pada saat umur kita di dunia usai. Juga ada karmanya selama anak keturunan kita masih hidup di dunia. Hidup adalah pilihan. Kadang di saat yang sama dibukakan kita 2 pintu untuk cara yang susah dan lama tapi berkah dan halal. Atau pilih pintu lainnya yang cepat, mudah kerjanya tapi haram. Setiap pilihan ada konsekuensinya.

Jika kita bersedekah, insya ALLAH akan dipilihkan jalan rejeki yang baik dan halal untuk bisa kita ambil.  Rejekinya misalnya melalui ditetapkannya hati kita menjadi pengusaha walaupun merintis dari pengusaha kecil. Jangan lupa, menjadi pedagang atau pengusaha itu adalah pekerjaan mulia. Jangan malu mulai menjadi pedagang atau pengusaha kecil walaupun harus berpeluh keringat atau bekerja berat. Beberapa orang atau keluarga lain yang bisa hidup dengan kita mempekerjakan karyawan dengan gaji dan bayaran yang layak. Beda jika kita jadi karyawan dimana kita bekerja hanya menghidupi diiri sendiri dan keluarga..

Sedekah membersihkan rejeki yang kita dapat dan meluruskan niat kita dalam berusaha. Jangan lupa, Dunia dan Akhirat adalah tujuan kita semua. Selama di dunia, kita punya nama baik diri dan keluarga yang harus kita jaga agar setelah meninggal nanti nama kita tetap dikenang dalam kesan positif. Itulah kesempurnaan hidup yang kita cari. Amin.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)


Saturday, July 14, 2012

BERKOMPETISILAH DI LEVEL TERTINGGI

Senang lihat Moto GP ? Coba bayangkan jika Anda adalah salah satu pebalapnya. Bayangkan Anda adalah Jorge Lorenzo atau Valentino Rossi. Rasakan sensasinya.. 
Dimulai sesaat sebelum start, dengan kepala dilindungi oleh Helm dan tubuh dibalut jacket safety, rasakanlah suhu tubuh yang manghangat dan pikiran Anda fokus konsentrasi pada jalur balap di depan Anda. Dengan konsentrasi penuh itu,. Anda bahkan bisa  mendengar degup jantung Anda sendiri berdetak yang memacu aliran darah lebih cepat walaupun suasana sekeliling sedang riuh. Di sisi lapangan, nama Anda diteriakan terus oleh fans dan supporter Anda. Saatnya Anda tidak perduli dulu dan fokus konsentrasi pada apa di depan Anda.

Pandangan lurus ke depan dan seksama melihat lampu tanda start. Begitu start lampu hijau, langsung putar grip dan atur posisi badan dan gas motor Anda agar tidak jump start atau ban belakang terlalu lama spinning. Setelah itu maka yang akan terjadi terjadilah.

Yang ada dalam diri hanya berusaha menjadi yang terbaik, menjaga posisi motor selalu di depan rival. Seluruh adrenalin Anda terpacu untuk bisa memimpin lomba. Hasil latihan, nama baik, kredibilitas dan pengalaman bertahun tahun dipertaruhkan pada lomba balap saat ini.  Kadang kesal jika ada pebalap lain ternyata bisa menyalip Anda dan berarti Anda harus berusaha lebih keras lagi untuk menyusul pebalap di depan Anda. Pantang menyerah sebelum bendera finish berkibar. Terus kejar dan jaga posisi di kumpulan grup terdepan.

Dalam kecepatan rata rata diatas 150 km/jam diatas roda dua Anda harus memasuki tikungan demi tikungan dengan mulus dan aman lalu memacu motor secepat mungkin di trek lurus, berkali kali harus konsisten keliling jalur lap lomba agar tetap selamat sampai bendera finish dikibarkan.

Selama balapan berlangsung, tidak ada celah untuk bisa salah. Sedikit saja salah mengkordinasikan antara rem depan dan belakang maka motor bisa melintir keluar jalur, atau menikung terlalu cepat atau  terlambat me-rem atau terlalu cepat memutar gas di tikungan maka bisa tergelincir keluar jalur atau bahkan jika sedang sial tertabrak motor rival lain yang terlalu dekat atau berusaha mengambil jalur balap Anda.. .Kadang nyawa dan keselamatan Anda jadi taruhannya sehingga sekaligus Anda harus ada ketenangan dan berhati hati, bukan asal sradak sruduk tanpa perhitungan matang. Jika Anda sukses menjadi salah satu  pemenang maka seketika rasanya dunia indah, seketika rasa tegang di dalam dada terbang berganti kabahagiaan. Saat Anda berdiri di podium dengan piala di tangan dan  lagu kebangsaan berkumandang rasanya luar biasa. Perasaan yang pantas Anda dapatkan sebagai juara Moto GP. 

Itulah gambaran kompetisi di level tertinggi. Sinergi antara fokus dan konsentrasi, persiapan yang prima, kejar target waktu, latihan keras, pengalaman bertahun tahun, skill yang terus ditingkatkan, evaluasi kinerja dan perbaikan terus menerus, pengetahuan yang tepat, winning teamwork, kematangan dan ketenangan, konsisten, tahan tekanan dan mental baja dan keinginan kuat untuk menjadi nomor 1.  Bayangkan jika poin poin ini dimiliki setiap dari kita atau setiap organisasi dalam "berkompetisi" sehari hari di kehidupan profesional dan karir sehari hari.

Seperti saya jelaskan di materi bulan sebelumnya, jika Anda ingin jadi yang terbaik, anggaplah semua yang sedang Anda jalankan dan perjuangkan adalah kompetisi di level tertinggi. Maka persiapkan dan berusahalah untuk jadi yang terbaik. Dengan senantiasa menganggap sedang berkompetisi, maka Anda terbiasa untuk bersiap dan berusaha pada level juara, level orang luar biasa, bukan hanya sekedar bisa finish tapi diurutan buncit. Kesempatan akan berguna bagi Anda pada saat Anda siap. Jikapun Anda tidak pernah punya persiapan, kesempatan datang berkali kalipun tidak pernah akan jadi opportunity buat Anda. Jangan jadi pecundang. Kesuksesan hanya untuk para Juara. 
Saya kira simulasi Anda menjadi pebalap Moto GP tepat untuk Anda visualisasikan. Jadilah orang luar biasa diatas rata rata. Jadilah Juara ! Kenakan helm Anda dan rasakan deruman mesin motor Anda! Jangankan visualisasi, menontonnya saja sudah bisa membuat kita tahan nafas karena tegang dan terbawa suasana kompetisi. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi) 

Saturday, July 7, 2012

LOYALITAS PELANGGAN

Pelanggan puas saja tidak cukup. Menjadi loyal, kembali membeli atau datang lagi dan tidak pindah ke produk lain adalah lebih penting. Pelanggan bisa saja puas pada beberapa merk dari produk jasa sejenis. Tapi dia hanya referalkan merk yg dia paling loyal.

Untuk usaha jasa, tidak perlu terlalu fokus cara mencari pelanggan baru. Percuma saja jika kita selalu dapat mencari pelanggan baru, tapi hanya dua - tiga kali datang lalu pindah lagi ke jasa merk lain. Pelanggan baru memang penting, tapi lebih penting menjaga loyalitas pelanggan saat ini. Orang baru di luar sana tidak akan mendengar lebih baik up selling dari marketing outlet Anda dibanding mendengar referensi dari kawan baik atau saudaranya sendiri. Sepuluh kali kita menawarkan produk A untuk dibeli tidak sekalipun mereka datang, tapi hanya sekali saja produk yang sama tersebut direkomendasi oleh kawan baiknya, niscaya dia langsung datang. Sebetulnya produknya sama, tapi tergantung siapa yang mereferensikannya. Jika kita punya banyak sekali pelanggan saat ini yang loyal, maka itu akan sangat bernilai bagi kemajuan usaha Anda secara jangka panjang.

Jadi hanya dengan me-mantain pelanggan saat ini kita dapat min 2 keuntungan
1. Pelanggan tadi akan repeat business
2. Pelanggan tadi akan bawa 5 orang baru lagi ke outlet

Untuk bisnis outlet jasa Anda, bagaimana supaya pelanggan loyal?
Fokus di faktor emosional. Detik detik pelanggan berada di outlet adalah "pengalaman bernilai" dan tidak bisa didapat dari merk lain sejenis. Banyak produk sejenis dalam standard mutu sama tapi yang membedakan adalah pengalaman emosional yang berkesan.

1. Sebut nama pelanggan lebih memberi kesan kepada pelanggan. Semakin banyak Anda mengenal pelanggan Anda mulai dari nama saja dulu, maka selanjutnya akan lebih mudah Anda mengenal hal hal spesifik lain dari para pelanggan Anda.
2. Berikan konsultasi agar pembeli mendapatkan barang yang tepat sesuai kebutuhannya. Bukan hanya menjual yang paling mahal padahal kita tahu pelanggan tidak perlu sampai membeli produk yang terlalu mahal.
3. Jika ada masalah berikan solusi dengan efektif dan sopan, bukan bantahan atau bertahan. Pelanggan adalah raja, maka mohon maaf dan berikan kompensasi seperlunya juga undang untuk dilain waktu datang lagi.
4. Berikan surprise kepada pelanggan. Memang tidak boleh membedakan "pelayanan" kepada pelanggan. Tapi harus dibedakan memberikan "penghargaan" kepada pelanggan. Coba cek diantara pelanggan hari itu mana yang transaksinya bergerak paling besar diantara pelanggan lain. Jangan sungkan untuk memberi compliment kepada pelanggan seperti contoh tsb. Bedakan penghargaannya dengan pelanggan lain, karena dia pantas mendapatkannya.
5. Jika perlu libatkan pelanggan dalam proses interaktif antara management outlet dan pelanggan. Contohnya biarkan pelanggan membuat minumannya sendiri, pelanggan mengisi acara menyanyi di panggung menghibur pelanggan lain, dan hal hal lain dimana pelanggan mendapatkan "interactive experience" antara pelanggan-management atau pelanggan-pelanggan. Untuk itu konsep bisnis outlet Anda harus didevelop sehingga memungkinkan aplikasi interactive ini berjalan.

Intinya selama pelanggan Anda datang mulai dari dibukakan pintu sampai diantar kembali keluar pintu outlet, sebanyak mungkin pelanggan mengumpulkan kesan kesan positif, maka akan semakin baik. Semakin loyal pelanggan terhadap outlet Anda.

Dan ingat! Jangan salah, bedanya tipis sekali di bisnis jasa antara loyal dengan jasa perusahaan atau loyal kepada salah satu person di perusahaan. Usahakan sekali pelanggan loyal kepada produk dan system operasional service outlet Anda, bukan loyal kepada salah seorang yang bekerja di outlet. Jika itu terjadi, maka pelanggan akan pergi kemana person tersebut pergi atau pindah ke perusahaan lain. Itu bahaya untuk perusahaan Anda. Tapi kalau itu terjadi memang tidak bisa disalahkan karena berarti standard service dan skill person tersebut jauh diatas rata rata karyawan lain dan perusahaan tidak pandai memelihara karyawan favorit pelanggan tersebut loyal kepada perusahaan. Bagaimanapun seseorang berhak mencari yang lebih baik lagi bagi dirinya.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Saturday, June 9, 2012

JURUS ENTEPRENUER: SINERGI PROFESI

Entepreneurship pada intinya adalah menghebatkan kemampuan diri untuk masuk dalam level pemilik usaha, bukan mendaftarkan kemampuan diri hanya ke perusahaan atau seseorang dalam skala karyawan. Penawaran dan kesetaraan peran kepentingan dalam sinergi profesi untuk mewujudkan sebuah usaha bisa mengangkat tingkat "value" seorang ahli dalam jajaran owner, bukan sekedar karyawan. 

Seorang ahli teknik yang bisa membuat misalnya mesin penghemat bahan bakar atau bahkan membuat bahan bakar alternatif, biasanya hanya sukses menghasilkan produk tersebut keluar dari workshopnya. Tapi setelah itu mereka bingung bagaimana memperkenalkannya apalagi menjualnya di masyarakat luas. Hal ini sangat wajar karena memang keahlian seorang ahli teknik adalah mencipta, merekayasa, bukan menjual.  Bahkan profile orang teknik yang cenderung susah berkomunikasi dengan orang luar, agak pemalu memulai komunikasi, bahkan takut untuk masuk ke lingkungan komunitas yang baru membuat profile ini tidak cocok untuk tugas bidang marketing. Maka carilah partner untuk "melengkapi". Ingat targetnya melengkapi, ikut memiiliki saham perusahaan, bukan akhirnya hanya menjual teknologi tersebut dan mendaftar sebagai karyawan operator.

Orang teknik yang mendevelop produk atau teknologi harus berpartner dengan orang non teknis yang bisa lebiih berperan di pemasaran agar produk teknologi tadi bisa terjual. Seorang pemikir ide/konseptor kawasan bersinergi dengan arsitektur lansekap dan design agar icon kawasan hiburan taman kota bisa diwujudkan. 3D nya dan dipresentasikan kepada investor  dan pejabat pemerintahan kota. Seorang lulusan design animasi bisa bergabung bersama sama penulis skenario naskah cerita untuk menghidupkan karakter cartoon film anak anak yang menarik dan memiliki misi edukasi. 
Bahkan sejatinya pemilik modal dalam rangka memutar uangnya sangat membutuhkan innovator dan konseptor. Contohnya dalam skala yang lebih besar misalnya innovator menemukan cat mobil sekaligus anti karat, mempresentasikan di hadapan investor. Maka investor yang tertariik dan memutuskan membantu memberikan modal dan bahkan perlu juga mengajak juga konsultan sebagai konseptor untuk membuat produk innovatif ini menjadi produk massal yang bisa dijual dan menghasilkan bisnis, investor yang biasanya juga punya link di kalangan pengusaha biisa menawarkan produknya ke sektor industri mobil dan perakitan kapal.. Jadi dalam industri cat mobil anti karat ini melibatkan banyak profesi: innovator, konsultan bisnis, jaringan industri dan bengkel mobil.

Bahkan jika Anda hanya punya ketekunan kerja keras pada satu bidang dan kejujuran, misalnya secara total melayani tamu tamu di hotel tempat Anda bekerja. Melayani dengan sepenuh hati, care, ketulusan dan tidak menganggap ini hanya pekerjaan belaka yang dibatasi waktu , jobdesc dan kebetulan tamu yang Anda layani sangat terkesan dengan pelayanan Anda yang berbeda dari petugas hotel lain, maka pasti akan ada saatnya Anda mendapatkan hasil besar. Diluar sana banyak pengusaha hotel lain yang bersedia menawarkan sahamnya untuk Anda join bersinergi sebagai salah satu pemilik di hotelnya yang punya misi akan bersama sama membangun kejayaan hotel..

Maka saat ini tekunlah pada profesi Anda, apakah Anda arsitek, teknisi, penjahit, pelukis, penyanyi, salesman, dsb. Jangan khawatir pada ketakutan bahwa profesi Anda tidak memiliki masa depan atau susah berkembang. Setiap profesi membutuhkan profesi lain. Asal Anda menjadikan profesi Anda sebagai penghebat "value" diri Anda di level terbaik di bidangnya dan menunjukan bahwa  integritas dan profesi Anda memiliki nilai jual maka Anda punya masa depan. Jadilah orang di atas rata rata, bukan orang biasa, tapi orang yang luar biasa. Anda yakin bisa maka tantang calon sinergi Anda untuk menjadikan Anda mitra, bukan karyawan. Hargai potensi diri dan kemampuan spesifik Anda untuk bisa mendapatkan lebih dari sekedar level karyawan. Selamat bergabung di dunia entepreneurship kemitraan.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Saturday, June 2, 2012

5 FAKTA KESUKSESAN

I. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN USIA KITA!
- Nelson Mandela, baru jadi presiden pada usia 76 tahun setelah masuk bui selama 27 Thn.
- Steve Jobbs, sudah jadi jutawan usia 21 tahun
- Kolonel Sanders (KFC), memulai bisnis pd umur 65 tahun
- Winston Churchill, Seringkali gagal dan banyak hambatan, baru bisa jadi PM Inggris di usia 52 tahun.
- Bill Gates, sudah jadi manusia terkaya di dunia usia 41 tahun.

2. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN SUKU, AGAMA, BANGSA, WARNA KULIT DAN KETURUNAN.
- Barrack Obama : Keturunan Kulit Hitam pertama yg jadi Presiden Amerika Serikat saat ini
- Jenderal Colin Powell & Martin Luther King : juga berkulit hitam
- Confusius: anak yatim di negeri Tiongkok yg akhirnya menjadi Penasehat Kerajaan dengan sebutan Sang Bijak dan diakui sbg Nabi oleh para pengikutnya .
- Charles Dickens : penulis cerita kanak-kanak Inggris, menulis di gudang, banyak naskahnya dibuang ke tong sampah oleh editornya.

3. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ( CACAT ) FISIK.!
- Hellen Keller : Seorang Tuna Netra dan Tuna Rungu tapi berhasil menjadi Penulis dan Pendidik terkenal dunia.
- William Shakespeare: seorang penderita cacat kaki yg bisa menjadi penulis novel yg sangat terkenal yg sangat fenomenal dengan karya2 nya .
- F.D. Roosevelt: waktu kecil terkena sakit polio tapi ia berhasil menjadi Presiden AS ke 32.
- Beethoven: Seorang Tuna Rungu tapi bisa menjadi komposer musik.
- Napoleon Bonaparte : Tubuhnya sangat pendek, wajah pun tidak menarik, tetapi dia menjadi pemimpin pasukan yg menaklukkan hampir seluruh Eropa.
- Anthony Robbins: hanya Lulusan SMA, dia jg kegemukan tapi dia merubah persepsi tentang penampilan dan cara diet, dia menjadi langsing dan menjadi motivator terkenal dunia.

4. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN TINGKAT PENDIDIKAN!
- Temujin adalah seorang yg tidak pernah mengenyam pendidikan selain menurut adat dan tradisi suku Mongol tapi dia bisa mengembangkan pasukannya menjadi Tentara yang paling Sukses didunia dan membangun Kerajaan Terluas Yang pernah ada di Dunia dan akhirnya dia dikenal dgn nama Jenghis Khan Sang Penakluk.
- Thomas Alfa Edison : Hanya berpendidikan SD tapi melahirkan 2000 paten yg masih banyak dipakai sekarang ini.
- Li Ka Shing: berhenti sekolah umur14 tahun, pada usia 40an thn dia sudah mempunyai armada perkapalan terbesar di asia dan dia menjadi orang terkaya di Hongkong.
- Henry Ford : tidak pernah duduk di bangku sekolah tapi bisa membangun sebuah pabrik Mobil .
- The Wright Brother : orang dari kalangan biasa saja dan tidak berpendidikan tinggi, tetapi merekalah yg menciptakan pesawat terbang pertama di dunia.
- Bill Gates, orang terkaya didunia, dia memulai bisnis setelah lulus SMA.
- Lawrence Ellison : drop out universitas, pendiri Oracle Corp, orang terkaya kedua didunia.

5. KESUKSESAN TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA!
- Andrew Carnegie : bekerja usia 13 tahun, keluarga sangat miskin, menjadi Raja Besi Baja dunia.
- Walt Disney : waktu usia 20 tahun dia masih seorang pemuda miskin dan tidak terkenal tapi pada usia 30 tahun dia sudah menjadi usahawan terkenal.
- Abrahan Lincoln lahir dari keluarga miskin tapi bisa memimpin dan mempersatukan Amerika.
- Napolean Hill dilahirkan di keluarga miskin, ibunya meninggal saat dia kecil, akhirnya dia bisa menjadi guru motivasi terkenal dunia, bukunya Think and Grow Rich : menjadi acuan pertama bagi para motivator dunia.
- Bill Clinton : ayahnya meninggal ketika masih kecil, adiknya terlibat obat terlarang tapi dia menjadi salah satu Presiden tersukses Amerika .

Kita ? sama2 punya tulang & daging dengan mereka semua, maka jika mereka bisa kita juga harusnya bisa!...
Yang penting upayanya, urusan hasil itu ketentuan Sang Maha Penentu....
Kita Brangkaaaaaaat! Bismillah....

*Dari sebuah sumber

Saturday, May 19, 2012

FENOMENA KPop DARI SUDUT PANDANG MARKETING

Saya menerima pertanyaan menarik dari salah satu rekan menyikapi fenomena Koren Pop Stars atau KPop yang bisa merubah fashion lifestyle dari mulai gaya berpakaian, makeup, style rambut,warna kulit, trend musik kearah grup style ala boyband dan girlband korea, gaya tarian personil grup, naiknya pamor etnis tertentu ke puncak keartisan di Indonesia, yang tentu saja ini gejala yang mengembirakan, bahkan trending topic terutama kalangan para ABG. Apa yang bisa kita ambil manfaat dari fenomena ini untuk marketing?

Tentu saja awalnya dimulai dari performance artis artis korea yang bening, mulus, sexy dengan kaki panjangnyanya, juga untuk boybandnya yang berwajah tidak kalah rupawan dengan wanitanya. Saat ini gambaran wanita idaman bagi para ABG pria adalah wanita type KPop stars korea dan sebaliknya cowok idaman adalah yang manis seperti actor atau KPop pria korea. Sudah ganteng dan cantik, sexy, jago actiing, bisa menyanyi ( walaupun skill nyanyi standard ) , menari lincah dan tentu s
aja kaya, terkenal dipuja banyak fans. Ini adalah contoh visualisasi  "makhluk Tuhan paling sempurna" versi mereka.

HIPNOTIS  adalah hasil akhir dari experience marketing paling sempurna untuk "things awareness". Dalam alam bawah sadarnya, karena terus memikirkan korean things akhirnya secara porsi memory pikiran membawa dirinya kepada kondisi terhipnotis.. Dalam kasus KPop ini seakan akan para ABG ini ter"hipnotis" oleh dewa dewi KPop. Dengan hipnotis ini perhatian para ABG ini ter"alihkan" hampir 100% untuk KPop. Mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi dan selalu terulang dalam keseharian dalam jangka waktu yang cukup lama terus memikirkan KPop stars secara detil dan tergambar jelas visulisasi di pikirannya.. Keinginan untuk bisa mengikuti apa saja yang dipakai, gaya rambut, warna kulit, gaya rias, lifestyle bahkan sampai cara bicara, supaya sampai bisa betul betul mirip sang idola korea. Betul betul hidup mereka ada di Zona Korea Mania. Mulai nonton sinetron, lihat konser KPop sampai menjerit jerit histeris bahkan sampai pingsan karena  berebutan bisa menyentuh atau berfoto dengan sang bintang, atau bahkan tidak apalah cukup dengan duplikatnya korean pop star versi Indonesian star look alike KPop yang sekarang banyak bermunculan, kadang membuat kita yang ada diluar zona korea mania ini bingung .

Fenomena KPop ini bagi para pengusaha  adalah kesempatan untuk membuat bisnis berbasis massa target pasar yang ada di Zona Korea Mania ini yang tentu saja tidak sedikit jumlahnya dan datang dari segmen yang paling konsumtif. Dengan membuat produk atau jasa yang berbau korea saja mereka rela untuk membeli dan melengkapinya sebagai koleksi. .Bagaimana punya kulit semulus dan sebening KPop stars, rambut dan tata rias ala KPop stars, rok mini mengembang ala korean style, accesories ala korean, sampai kursus bahasa korea dan boomingnya makanan korea. 
Memangnya kenapa karaoke keluarga sangat booming saat ini? Karena si Mamat bisa memvisualisasikan dirinya seperti Pasha Ungu. Memvisualisasikan dirinya seperti idolanya dengan mendapatkan pengalaman bernyanyi yang berkesan dengan sound system prima, lampu lampu dekorasi yang kelap kelip mengitari dirinya, teks yang dipampang di layar TV sehingga persis tahu teks lagu kata per kata, juga room yang private sehingga walaupun ada sofa duduk tapi si Mamat lebih senang berdiri agar lebih bebas bergaya berekspresi karena toh tidak ada yang mentertawakannya. Visualisasi yang melibatkan "rasa dan gerak" akan semakin kuat menghipnotis seseorang sehingga menimbulkan efek kecanduan. Besoknya diulang dan diulang lagi datang ke karaoke..

Sama halnya dengan KPop stars yang mengajak "rasa dan gerak" para korea mania dan mengalihkan sebagian besar memorynya untuk menjadikan mereka Dewa Dewi mereka, pusat perhatian mereka, dan mengikuti apa saja yang di"sabda"kan KPop Stars. Saat ini semua ABG ingin menjadi KPop Stars lengkap dengan semua atributnya. Luar Biasa! Korea Mania adalah salah satu korban Hypno selling dari KPop stars.

Jadi yang bisa diambil dari fenomena ini adalah jika ingin merebut hati konsumen produk anda, maka berikanlah marketing experience yang melibatkan rasa dan gerak pelanggan. Semakin besar rasa dan gerak pelanggan terlibat sehingga bisa menyita sebagian besar memory pikiran pelanggan, maka saat itu pelanggan akan terikat dengan produk kita.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Saturday, April 7, 2012

APAKAH PERLU MELAKUKAN RISET PASAR?

Riset Pasar seperti kita membeli obat tapi sebelum merasa sakit. Gunanya riset pasar adalah yang paling utama mencegah terjadinya kegagalan dalam berbisnis, belum pada tahap bagaimana bisa menjadi pemenang dalam kompetisi bisnis. Riset pasar biasanya paling sering dilakukan sebelum memulai usaha atau meluncurkan produk baru.  Seperti diketahu hal yang paling ditakutkan banyak orang dalam memulai usaha mandiri adalah ketakutan jika usaha yang dibangun akan gagal atau lebih tepatnya produk /jasa yang ditawarkan ternyata tidak direspon target pasar sesuai  dengan harapan . Karena itu para pakar usaha  menyarankan "lakukan riset pasar". Dari riset akan diketahui parameter yang sifatnya kuantitatif. Misalnya akan bermain di kisaran harga berapa produk atau jasa sejenis di pasaran, siapa saja pemain kuat produk/jasa di area 5 km, berapa kekuatan daya beli pasar sekitar, berapa % target segmen pasar yang mampu menyerap produk/jasa dari total populasi lokal setempat, apa saja deskripsi dari produk/jasa kompetitor mulai dari kemasan sampai cara mendistribusikan ke end user. Dari data yang didapat akan keluar "profile produk/jasa" seperti apa yang akan dilempar ke pasar. Bahkan bisa direncanakan timing mengenai waktu yang dirasakan tepat untuk opening outlet atau launching produk agar mencapai "peak performance" yang optimal.

Tapi banyak hal kualitatif yang juga sangat  berpengaruh dalam bisnis, seperti service excellent, komunikasi antar pelanggan dan pebisnis, after sales service, team work yang solid dan efektif, yang kadang kadang tidak bisa didapat datanya dalam survey karena itu adalah "resep rahasia" milik kompetitor dan itu baru terlihat biasanya setelah kita sama sama sudah bersaing di kompetisi nyata dalam usaha atau bisnis.

.Mengenai perlu atau tidaknya riset pasar saya pikir tergantung dari seberapa kuat pelaku usaha tsb berpengalaman dan percaya diri dalam bidang bisnis tsb. Jika sudah berkali kali pernah membuka bisnis yang sama dan mayoritas sukses, seperti halnya pemain bisnis franchise maka rasanya riset pasar bukan hal yang terlalu urgent. Riset pasar dalam bisnis franchise bukan dalam rangka membuka usaha baru, tapi lebih menciptakan produk/tambahan layanan baru agar tetap innovatif dan competitive.

Tapi jika betul betul pemain baru, maka 70% disarankan perlu melakukan riset pasar sebelum memutuskan membuka usaha baru. Tentu saja kemungkinannya setelah didapatkan data hasil riset, kemungkinan bahkan profile produk atau jasa yang lebih prospektif untuk dijual bisa saja berbeda dengan rencana di awal. ..Tapi jangan juga setelah dilakukan riset pasar malah menjadikan hati ciut dan makin tidak berani membuka usaha karena tidak percaya diri bersaing dengan produk yang sudah ada di pasaran.

Kreatif, Innovatif dan mengutamakan kepuasan pelanggan adalah kunci kesuksesan bisnis, dan itu bisa diolah dan diexplore bersamaan dengan bisnis berjalan. Maka Go Action, stop thinking too much.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)