Friday, April 3, 2020

Memulai Develop StartUp



Seiring perkembangan teknologi IT dan didukung kenyataan bahwa antar setiap individu perlu terhubung dengan berbagai motivasi, maka platform yang terinstall di SmartPhone yang langsung dipegang setiap orang dan user friendly menjadi banyak dikembangkan. Tapi mendevelop aplikasi startup sama sekali bukan hal yang mudah. 90% startup akan gagal di tahap tahap awal pembentukannya. Karena IT terutama prioritas fungsinya untuk mengumpulkan dan mengolah data kapasitas besar dengan akurat dan cepat, mempermudah proses kerja, terutama mengatasi masalah tempat dan waktu ataupun cara pembayaran yang selama ini mungkin bisa jadi kendala atau ketidak praktisan di cara bisnis konvensional.  Tapi inti kerja bisnisnya tetap di produk, delivery, harga, stock, komunikasi dan kordinasi antar pihak supporting, yang tetap harus dijalankan secara konvensional yang hasil akhirnya tetap pada kepuasan pelanggan

Bukan rahasia bahwa skill IT banyak dimiliki oleh generasi millenial yang memang belajar programming dan jaringan. Bahkan mungkin tanpa harus mengalami pengalaman kerja sebelumnya dan paham kendala di lapangan langsung, secara logika mereka bisa mencoba membuat platform yang diharapkan bisa support bidang bisnis tertentu dengan harapan bisa memudahkan, mempercepat proses dan tentu saja bisa menguntungkan sebagai bisnis. Para gen millenial ini memang sangat visioner dengan latar belakang skill IT dan jaringan, tapi ada kunci sukses lain yang harus ikut disertakan, yaitu detil pada saat membangun infrastrukture di lapangan. Mindset seharusnya adalah IT aplikasi adalah support, sedangkan infrastrukture lapangan adalah core businessnya. Sedangkan mereka yang berpengalaman di lapangan sudah tentu yang sudah berumur lebih senior. Maka sinergi antara gen milenial pelaku IT dan senior lapangan memang dibutuhkan untuk membuat development startup ini berhasil.

Saran saya perhatikan detil dalam setiap persiapan proses kerja. Detil itulah informasi yang harus didapat dari senior pelaku bisnis lapangan. Jika ada yang bisa diatasi dan diberi innovasi via IT maka lakukan untuk memberi value plus berupa kepraktisan, kecepatan dan kemudahan. Jadikan senior lapangan sebagai mitra/partner untuk menguji apa semua proses lapangan bisa berjalan secara IT dan aplikasi layak untuk launching. Karena sekali launching dan didownload oleh para pemilik SmartPhone maka mulai dari sana aplikasi ini akan mendapat respond dari mitra supporting dan dari pasar. Jika aplikasi ini dirasakan sangat bermanfaat dan membantu, maka startup ini akan sukses. Tapi sebagai aplikasi yang terconnect di jaringan maka kemungkinan bisnis startup ini dinilai gagal justru bisa lebih cepat dibanding bisnis konvensional karena sifatnya yang viral. Jika ada proses nya di lapangan ternyata susah dijalankan sesuai harapan atau bahkan menimbulkan kendala, maka kegagalan sudah diambang. Cepat teraplikasi sekaligus ketidak sempurnaan dalam detil prosesnya bisa cepat menyebar menjadi segala kekurangan dan kesalahan. Di titik inilah startup ini gagal dan dipastikan tidak akan bisa berkembang lagi bahkan ditinggal penggunanya.

Maka sebelum memulai develop aplikasi startup untuk manfaat kepraktisan bisnis, pelajari dulu secara detil bagaimana secara konvensional kebiasaan bisnis ini dijalankan selama ini. Lalu temukan partner senior pelaksana lapangan yang betul betul paham dan bahas bersama lalu lakukan analisa di poin poin ktitis mana aplikasi IT bisa berperan lebih banyak untuk mencapai faktor kemudahan dan keunggulan produk. Jika aplikasi ini dirasakan cerdas, bahkan  sangat membantu bagi pelaku bisnis atau memenuhi kebutuhan yang selama ini berproses konvensional, maka inilah titik awal kesuksesan platform aplikasi ini. Pada akhirnya juga pasti akan menarik bagi investor ataupun system crowdfunding. Jangan terbalik, dibuatkan flowprosesnya dulu secara IT lalu proses manual dipaksakan ikut system yang sudah diplotkan. Jika seperti ini akan ada   "kebijaksanaan natural" yang akan hilang dan itu berpotensi mengganggu proses, atau respon kurang baik dari para pihak yang terhubung, kecuali memang jika dari hulu ke hilir keseluruhan proses bisa berlangsung secara IT tanpa melibatkan peran manusia. Pay on detail, jangan hanya berpikir ingin cepat launching aplikasi tapi belum aplicable dijalankan di dunia nyata. Silakan bermimpi dan berjuang menuju unicorn. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)



Monday, March 2, 2020

Penjiwaan " AKU " di Jaman Sekarang


Chairil Anwar, Lahir di Medan pada 26 Juli 1922, merupakan salah satu pelopor seniman puisi Angkatan ’45 sekaligus pelopor puisi sastra modern Indonesia. Karya puisinya yang diketahui berjumlah lebih kurang ada sejumlah 70 karya dari 96 karya sastra yang telah dituliskan.
Dilahirkan dan dibesarkan di Medan, Chairil Anwar berkenalan dengan dunia sastra setelah kepindahannya ke Batavia dengan sang ibu saat usianya menginjak 19 tahun. Puisi pertamanya dipublikasikan 2 tahun setelah kepindahannya, yaitu pada 1942. Tema yang sering diusung dalam tulisan-tulisannya adalah masalah pemberontakan, kematian, individualisme, eksistenalisme, hingga multi-interpretasi.
         
"Aku" adalah karya puisi Chairil Anwar yang paling dikenal. Puisi Aku menggambarkan tentang keyakinan dan semangat Chairil Anwar dalam melahirkan karya-karya tulisannya dibalik pengawasan ketat dari Jepang.

Aku
Kalau sampai waktuku
‘Ku  mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulan yang terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!
         
"Aku" masih sangat relevan jika dimaknai pada zaman ini sebagai pembentukan karakter pribadi dan penyemangat perjuangan hidup setiap kita. Berikut adalah parafrase puisi Aku ke dalam bentuk prosa, dimaknai dalam kehidupan kita sehari hari: 

Suatu saat aku pasti harus pergi keluar rumah, ke kehidupan nyata. Atau suatu saat pasti Aku akan sampai pada masa jatuh dan susah. Bersaing ketat dengan semua manusia yang juga ingin bertahan hidup. Ketika saatnya aku untuk pergi atau masa susah itu tiba, aku tak ingin ada yang meremehkanku untuk menyerah pada segala keadaan dan kekuranganku. Meskipun itu kau yang meremehkan, teman, keluarga, bahkan orangtua..aku akan tetap berkeras hati dengan keyakinan tujuanku.
Aku tak membutuhkan tangisan dan air mata dari siapapun untuk mengasihaniku. Tidak perlu sedu sedan itu. Aku tidak akan mengeluh dan meratap.

Menurut keadaanku saat ini, aku ini merupakan binatang jalang. Oleh sebab itu aku ini adalah bagian dari kumpulan kelompok yang terbuang, kelompok yang sedang kalah, kelompok yang sedang dikucilkan, sedang direndahkan.
Bisa jadi Aku adalah karyawan yang dipecat, marketing yang tidak capai target, anak dari orang tua yang cerai, orang miskin yang tidak berharga, pengusaha yang sedang bangkrut, orang yang sedang kena fitnah, dsb...
Keberadaanku tidak dianggap karena saat ini aku sedang jatuh dan tidak punya apapun untuk dibanggakan.

Tapi biarpun saat ini kesulitan menerpa, kemiskinan melanda, caci maki dan sindiran bertubi tubi, bahkan meskipun hujan peluru menerjang, aku akan tak akan pernah menyerah dan berhenti berjuang. Aku akan tetap berlari menerjang dengan kobaran semangat yang terus meradang. Sampai cita cita dan tujuan tercapai.

Walau dengan berjuang akan membutuhkan pengorbanan, tubuhku penuh luka dan racun serta bisa, aku akan terus berlari. Meski aku harus mati, tapi aku akan mati dengan kebanggaan dan kehormatan. Aku tak akan menghentikan lariku. Aku akan berusaha meninggikan derajatku, memperbaiki perkataanku, menghargai pikiranku, memperkaya wawasan dan pemikiranku, memperbanyak pengalamanku, menguatkan ibadah dan doaku, memperluas sedekahku, tanpa perduli ejekan dan sinis dari  siapapun.

Aku akan menguatkan tekad dan menegaskan tindakanku..Sampai aku tak bisa merasakan apa pun lagi selain semangatku yang membara dan menyala. Hilang sudah semua pedih dan perih yang kurasa selain keinginan kuatku. Aku tidak peduli dengan semua yang sedang terjadi, tidak peduli dengan bagaimana orang lain memandang dan menilaiku rendah, sampai semua tujuan muliaku tercapai. Aku beribadah seakan Aku mati esok dan Aku akan berusaha karena Aku akan hidup seribu tahun lagi.

Demikianlah puisi Chairil Anwar ini masih sangat relevan dengan situasi kejiwaan kita saat ini, sebagai pejuang kehidupan yang kadang harus mengalami jatuh dan masa susah. 
Puisi " Aku "  memberikan semangat agar kita tidak perduli pada semua kesulitan dan keraskan hati untuk selalu berjuang. Sabar, sadar, tekun dan yakinkan hati. Untuk almarhum Chairil Anwar, kita sampaikan Al Fatehah...semoga Alloh SWT melapangkan kuburnya dan menggenapkan segala amal ibadahnya. 

SEMANGAT SUKSES 
( Mirza A.Muthi )

Sunday, February 2, 2020

Kesempatan Vs Jebakan


Dijual Mobil Alphard seharga cash Rp.50 juta? Kapan lagi bisa dapat KESEMPATAN emas seperti ini? Bisa bergaya dengan mobil mewah dengan harga murah. Belum tentu besok besok dapat kesempatan seperti ini. Tapi cobalah pikir dengan KEWAJARAN. Kira kira wajar tidak Alphard walaupun second bisa dibeli dengan harga cash segitu? Jangan jangan tidak ada surat surat legalnya? atau bekas kebanjiran, bekas tabrakan, atau susah mutasi balik nama karena dapat dari tarikan leasing? dan banyak kemungkinan hal teknis spesifik lainnya yang tidak wajar sebagai mobil yang normal. Jangan sampai jadi JEBAKAN dan malah jadi menyusahkan, buang buang uang dan membawa masalah dikemudian hari.

Itu sekedar gambaran mudah kasus Kesempatan vs Jebakan, yaitu dalam keputusan membeli mobil second. Kenyataannya dalam perjalanan hidup kita banyak mendapat momen kesempatan vs jebakan ini. Batas antara kesempatan dan jebakan ini sangatlah tipis. Pertimbangannya harus dari BIAYA dan KEWAJARAN. Misal ditawarkan investasi dengan bunga diatas 20% sebulan dengan membeli produk seharga tertentu dan tanpa usaha apa apa lagi. Perlu pertimbangan matang secara biaya dan kewajaran, dari mana perusahaan tsb membayar bunga untuk para investornya/nasabahnya? Memang sepertinya kita akan sangat beruntung karena bisa dapat bagi hasil lumayan besar setiap bulan dari jumlah uang yang kita investasikan. Tapi banyak kenyataan terungkapnya investasi bodong sekarang ini terbukti merugikan banyak nasabahnya. Mungkin bulan bulan awal kita bisa dapat bagi hasilnya sesuai perjanjian, tapi di bulan berikutnya mulai bermasalah bahkan kemudian tidak lagi terkirim sama sekali. Kantor Pusat perusahaan investasinya tutup dan uang Anda akhirnya hilang lenyap bersama ratusan nasabah investor lain. Akhirnya kesempatan menjadi jebakan karena Anda mengabaikan kewajaran. 

Anda orang yang punya skill spesifik yang sedang dibutuhkan, punya banyak asset, punya perusahaan sedang booming dan fenomenal, punya produk yang sangat happening, pendeknya..Anda sedang menjadi "gula" atau " semut ". Pada saat Anda jadi gula atau semut, sudah tentu Anda jadi target banyak pihak yang " ingin memanfaatkan " atau " ingin menjatuhkan " Anda. Saya pakai kata " ingin memanfaatkan ", karena melihat Anda bisa dipakai untuk mempercepat tercapainya tujuan mereka secara lebih cepat dan lebih efesien. Saya pakai kata  " semut " karena Anda secara tidak disadari sudah menggigit pihak lain. Saya pakai kata " ingin menjatuhkan " , karena siapa tahu eksistensi Anda menjadi sandungan, calon kompetitor kuat, atau penghambat bisnis mereka. Kita tidak tahu apa yang sebenarnya ada dalam pikiran mereka. Pertimbangkanlah dengan bijaksana agar Anda jadi orang yang lebih waspada dan berhati hati khususnya dalam berbisnis.

Misalnya Anda punya perusahaan yang sedang berkembang pesat dan berprospek cerah. Anda berpikir akan lebih baik jika mendapat tambahan investasi agar lebih cepat berkembang besar. Padahal wajarnya lebih baik proses berjalan perlahan agar besar pada waktunya memang sudah siap. Lalu ada investor yang menawarkan kerjasama investasi dengan pembagian saham. Seharusnya Anda mengambil waktu untuk lebih mengenal calon mitra investor perusahaan Anda, atau memberi waktu mengenal calon mitra dengan kerjasama per project dulu untuk lebih mengenal karakter calon mitra perusahaan Anda. Sampai Anda merasa sudah cukup mengenal dan perusahaan memang sudah butuh tambahan invetasi, baru ambil kesempatan tsb menjadikan calon mitra Anda sebagai pemilik saham perusahaan dan resmi bermitra. Mudah saja bagi mitra yang memang mempunyai dana kuat untuk sekejap menyusun skenario, memanfaatkan situasi dan membalik keadaan untuk membeli saham Anda, kemudian menutup perusahaan dan menendang Anda keluar. Maka perlu waktu cukup  untuk menilai baik buruknya bermitra sebelum mengambil keputusan penting. Ambil yang Anda butuhkan, bukan apa yang Anda inginkan. inginkan. Semua butuh poses, waktu dan tidak bisa instant. Itupun walaupun sudah matang dipertimbangkan, kadang masih bisa saja terjadi hal hal yang tidak Anda inginkan karena bagaimanapun seninya bisnis adalah segala keputusannya selalu akan berisiko sekaligus berkesempatan di waktu yang bersamaan.

Misalnya Anda punya asset banyak tanah dimana mana, tahu tahu tanpa ada angin atau proses sebelumnya,  Anda mendadak ditawari jadi Direktur Utama Perusahaan Developer besar skala nasional tanpa sebelumnya Anda pernah menduduki posisi managerial apalagi Direksi di perusahaan kontraktor atau developer. Sedangkan untuk menjadi Dirut Perusahaan Developer besar dengan project skala nasional dan karyawan ratusan tersebar di seluruh Indonesia, sangat butuh skill spesifik dan pengalaman puluhan tahun karir pelaksana sampai mengelola bisnis dan perusahaan semacam itu. Harus berpikir, apakah ini WAJAR? Pertama pikirkanlah apakah Anda mampu jadi Direktur Utama perusahaan sebesar itu di bidang yang Anda sama sekali tidak paham sebelumnya? Apakah ada maksud pihak tsb sebenarnya mengincar asset tanah yang Anda miliki dengan cara yang mudah dan harga yang murah? Apakah ada biaya yang dibutuhkan untuk menduduki posisi pejabat penting ini? Apakah perusahaan tsb sedang ada masalah, sehingga di tahap selanjutnya bisa mengkambing hitamkan Anda sebagai penanggung jawab utama sebagai Direktur Utama? Setelah mengambil keuntungan dari asset Anda? Perlu banyak pertimbangan matang dari segi kewajaran dan biaya.

Kesempatan vs Jebakan sangat tipis bedanya, maka hati hati dalam mengambil keputusan. Bukannya kita menghindari dalam mengambil kesempatan, tapi perlu pertimbangan kewajaran dan biaya agar tidak menjadi kerugian besar yang tidak diprediksi dan terukur sebelumnya bagi Anda apalagi merugikan nama baik, kredibilitas profesi, asset dan perusahaan Anda. Sayang sekali apa yang sudah capai bertahun tahun lalu akan hilang lenyap bahkan bisa membawa dampak hukum dan bahkan pidana bagi Anda karena Anda salah melihat Jebakan sebagai sebuah Kesempatan. Ambil Kesempatan sebagai informasi, pelajari dulu resikonya, pertimbangkan biaya dan kewajarannya dan ambil keputusan yang proporsional agar tidak menjadi Jebakan. Tapi jangan juga terlalu paranoid dan takut mengambil kesempatan bagus. Terpenting kita harus paham bahwa kesuksesan dan keberhasilan tidak ada yang instant dan harus melalui proses jatuh bangun. Tapi selama tujuan di depan masuk akal dan memang bisa kita perjuangkan, jadikan kesempatan  sebagai penyemangat untuk terus berusaha dan berkarya. Jangan lupa untuk meminta saran masukan dari berbagai pihak yang kompeten agar bisa menimbang kesempatan, tidak salah mengambil keputusan, atau jika ada hal hal tambahan yang perlu dianalisa sebelumnya, sehingga resiko bisa makin diperkecil.

SEMANGAT SUKSES
( Mirza A.Muthi )

Friday, January 3, 2020

Untuk Sahabat Putih Abu Abuku


1986-2019, sudah 33 tahun kita berkawan. Selama 1-3 tahun pertemanan di SMA banyak hal hal lucu, konyol yang manis untuk dikenang. Mungkin kalau sekarang kita flashback ke masa SMA, bisa malu sendiri kalau lihat foto foto masa lalu. Rambut gondrong lupus dengan kancing kerah dibuka lebar supaya dada terkembang, celana pinsil yang susah bener dilepaskan kalau kebelet di toilet. Yang cewek lengan baju yang sudah pendek masih digulung lagi sampai ketiak dan kaos kaki digulung sampai sepatu supaya betis indah mulus tampak jelas.. Kalau dinasehatin ortu lagi egoegonya, ndablek. Sudah Selalu Salah Situ Senyum Senyum Saja. Pokoknya foto jadul dilihat sekarang kesannya beda banget sama waktu dilihat pas baru selesai cetak. Dulu rasanya gue udah paling keren sedunia, kalo dilihat lagi sekarang..kok dulu gue bisa begini ya..malu gue lihatnya sekarang...sambil senyum senyum sendiri.

Waktu terus berlalu...
Pasti perjalanan hidup tiap tiap kita sejauh ini berbeda beda arah tujuan. Bertemu dengan teman lain lagi. Baik teman bisnis, teman komunitas, teman club hobby, teman pengajian, teman gereja, dll. 
33 tahun mungkin ada yang pertama kali kita bertemu lagi, ada yang sudah jadi pengusaha, profesional, ada yang jadi dokter, ada yang jadi pengacara, jadi karyawan, jadi ustadz, dll. Teman datang dan pergi. Tapi mudah mudahan teman 1816 tetap dihati. Saat ini ada kawan yang tengah berjaya, tapi justru ada yang sedang lagi susah. Tapi janganlah berhenti berkawan karena hal apapun. Kita tidak menilai dari apa jabatanmu atau bagaimana ekonomimu. Banyak Kawan Banyak Rejeki, Sedikit Rejeki Tetap Harus Banyak Kawan..Siapa tahu dari silaturahmi ini terbuka jalan rejeki.

Main Seru Lelah hilang Perut Kenyang Kita Pulang Kenangan Membayang.
Sekarang kita dalam perjalanan pulang. Setelah seharian berkegiatan bareng seperti jaman kita dulu masih sekelas, sekarang kita pulang dan besok kita sudah kembali ke kehidupan nyata kita masing masing lagi. Momen seperti ini sungguh langka dan berharga. Entah kapan lagi Tuhan mengijinkan kita berkumpul lagi seperti ini. Entah nanti kita berhalangan karena sudah sibuk urus cucu, atau bisnis yang makin sibuk tidak bisa ditinggal, atau makin tenar dipanggil seminar kesana sini, atau kertas hasil laboratorium melaporkan angka kolesterol makin tinggi, kaki nyut nyutan asam urat, pinggang pinggul pegal panas linu, kesehatan sudah tidak memungkinkan. Rasanya selain pekerjaan utama, menyediakan waktu dan tenaga untuk hal lain terasa makin berat. Pak Tua Sudahlah Udah Umur Sudah Sepuh Cepet Capek.. Tapi semoga kita masih sempat membaca undangan dari panitia reuni satoedelapanenambelas di tahun tahun berikutnya, dan mudah mudah masih kuat dan bersemangat untuk berkumpul lagi, mengenang memori dan merajut persahabatan.

Terimakasih untuk semua di hari ini. Manusia tidak ada yang sempurna dan tidak ada manusia yang tidak membutuhkan kawan. Mohon dimaafkan segala kesalahan, kenanglah hanya yang baik baik saja.  Kawan sejati susah dicari, dan musuh sejati mau dibuat sekarang juga bisa. Tapi musuh sejati jangan pernahlah dibuat dan kawan sejati memang tidak bisa dicari. Kadang ujian dan cobaan baru bisa mempertemukan kita dengan kawan sejati. Jadi jangan menyerah dengan cobaan dan ujian hidup, semoga dari sini kita bisa ketemu kawan sejati. Kawan Sejati Tidak Dicari Tapi Datang Sendiri Diantarkan Tuhan Pada Saatnya.

Terimakasih kawan, segala yang terbaik yang bisa disediakan Tuhan semoga menjadi rahmat dan berkah untukmu dan keluargamu. Salam joss persahabatan untuk suami, istri dan anakmu atau orangtuamu di rumah. Bilang kalau aku, papanya atau mamanya baru berbagi waktu kebersamaan bersama kawan kawan lama yang terbaik yang pernah aku miliki. Nak, kami orangtuamu  berpesan..kalau kamu berkawan, selalu ambil hal baik dari kawanmu dan buang hal buruk yang ada pada kawanmu. Jadikan dirimu panglima atas keputusan penting dalam hidupmu. Jadikan kawan sebagai penyemangatmu, pengingatmu, penasehatmu dan pembelajaranmu. Kawan seribu masih kurang tapi satu musuh terlalu banyak. Tapi putuskan dengan siapa kamu bisa berkawan, berbagilah pada kawan yang jadi pilihanmu tapi jangan hancurkan masa depanmu karena alasan setia kawan, karena jika tidak membawa kebaikan berarti itu bukan berkawan.  Karena kawan tidak hanya yang bisa tertawa bersama sama saat bahagia, tapi bisa juga menasihati sebelum menyesal terjadi dan menangis bersama. 

Somewhere betwen Lembang to Jakarta. November 2019.

SEMANGAT SUKSES
(Mirza A.Muthi)

Monday, December 2, 2019

Etika Kerja Antara Pimpinan dan Karyawan

Kali ini kita membahas kasus tentang norma etika profesional kerja. Yaitu pemutusan kerja karyawan yang posisinya sudah termasuk tinggi, sangat berpengalaman di manajemen  bidang kerjanya dan sudah punya pengalaman di beberapa lapangan, mengeluh kecewa telah diputus hubungan kerja sepihak tanpa ada Surat Peringatan 1 dan 2 terlebih dahulu. Padahal dia baru saja ditarik dari perusahaan lama yang statusnya dulu masih bekerja dan ditempatkan posisi yang lebih tinggi di perusahaan baru ini. Langsung berkordinasi dengan Direktur. Umur kerja ybs di perusahaan baru ini baru mau masuk 5 bulan masa kerja. Berita ini sangat mengagetkan bagi ybs dan keluarganya karena terkesan sangat mendadak. Menjelang akhir bulan diajak ketemu oleh salah satu Direksi, di cafe umum yang cukup ramai, ternyata membahas masalah terminate ybs langsung di akhir bulan itu juga selesai.

Tentu saja ybs kaget karena selama ini tidak pernah ada tanda tanda apapun mengarah hal keputusan ini, bahkan ybs merasa selama ini sudah memenuhi jobdesc yang diamanatkan, suasana hubungannya dengan Direksi selama ini baik baik saja, disupport dengan positif oleh team pusat maupun team lapangan dan merasa tidak pernah berbuat apapun yang merugikan perusahaan. Walaupun selama ini bekerja dengan supervisi minimal karena masing masing Direktur sibuk pada pekerjaannya yang sering berbeda tempat, tapi walaupun ada keterbatasan kordinasi, ybs merasa tugas tugas tetap maksimal dijalankan dan dilaporkan rutin ke Direksi . Apalagi karena sebelumnya ybs tidak pernah diajak bicara oleh Direksi atau ada laporan dari pihak lain tentang masalah yang mungkin terkait atas kekurangan kinerjanya selama ini. 

Menurut saya, Direksi kurang paham etika norma hubungan kerja antara Pimpinan dan Karyawan. Karyawan adalah manusia juga, dan pekerjaan adalah hal yang sangat penting bagi keluarga saat ini. Beberapa karyawan potensial seharusnya adalah juga asset perusahaan. Memecat karyawan senior hanya dengan 1x pembicaraan final di tempat umum pula, hal itu saja saya pikir adalah tindakan pengambil keputusan penting yang kurang bijaksana. 

Pertama, alasan dari tempat disampaikan keputusan pemecatan. Dalam suasana tempat umum seperti cafe itu, karyawan "dipaksa" untuk menerima apapun yang disampaikan oleh pimpinan. Tidak mungkin ybs komplain bersuara tinggi atau bahkan mungkin bisa jadi menangis sebagai ekspresi kekecewaan atau mungkin marah marah di tempat umum ramai, karena merasa diperlakukan tidak fair.  Seharusnya menyampaikan hal sensitif seperti ini harus dilakukan di ruangan tertutup di Kantor. Suasana tenang dan private memungkinkan komunikasi ini dilakukan secara seharusnya, dua arah dan dalam suasana komunikasi yang formil.

Kedua adalah Karyawan ybs seharusnya diberi kesempatan untuk mendengarkan dengan seksama alasan pemecatan dan memberikan respond terkait keputusan yang disampaikan kenapa ybs diputus hubungan kerja. Ini penting sebagai masukan ybs agar bisa memperbaiki diri dipenempatan tugas berikutnya. Diberikan kesempatan juga bagi karyawan ybs untuk memberi respond atas keputusan tsb. Tapi jika menyampaikan hal penting seperti pemutusan kerja dilakukan di cafe umum, tidak ada sarana dan suasana formil bagi pimpinan ybs untuk menunjukan poin poin kesalahan karyawan ybs secara valid berdasarkan bukti dokumen atau laporan pihak lain yang harusnya bisa dikonfirmasi dulu untuk pengambilan keputusan pemutusan hubungan kerja. Kalaupun dianggap karyawan senior yang seharusnya sudah tidak perlu diajarkan lagi cara bekerja, memang bukan cara kerjanya yang perlu diajarkan. Tapi yang terpenting komunikasi mengenai tujuan kerja yang ingin dicapai perusahaan, masalah masalah spesifik yang sudah ada sebelum ybs ini masuk. Karena sebagai karyawan baru tentunya perlu diinformasikan apa saja kendala yang sedang terjadi di perusahaan yang mungkin itu jadi alasan kenapa perusahaan menarik dirinya dulu dari tempatnya bekerja.

Ketiga, karyawan posisi senior biasanya sudah lama malang melintang di dunia profesionalisme bidangnya, dan juga pasti sudah punya link luas. Kalau saat ybs ditarik dalam posisi masih bekerja, mungkin saja selama ini citra dan nama karyawan ybs cukup baik di kalangannya sehingga masih dipakai dan termasuk perusahaan menarik ybs untuk bergabung. Bergabungnya ybs dengan perusahaan baru bisa jadi juga sudah tersebar luas. Lalu mendadak 4 bulan setelah direkrut, timbul informasi bahwa ybs mendadak diterminate oleh perusahaan, pasti banyak rumor di kalangan profesional bidang tsb  yang akan timbul. Kalau rumornya terkait kesalahan yang dibuat oleh ybs maka tidak ada kerugian bagi perusahaan. Tapi kalau rumornya diberi bumbu bumbu tentang " karyawan teraniaya", maka justru otomatis citra kerugian tentang nama baik akan didapat oleh perusahaan. Di masa depan akan susah bagi perusahaan tsb untuk merekrut profesional yang dibutuhkan karena khawatir nasibnya akan seperti si pemilik kisah.

Keempat, hal ini yang sering terjadi dalam hubungan kerja profesional. Baik hubungan antara Pimpinan dan Karyawan, atau antara investor dan mitra pengelola, dan semacamnya. Jangan cepat termakan oleh isu isu yang beredar diluar tentang seseorang. Hal yang sangat maksud akal jika seorang yang sukses dan berhasil, pasti akan banyak "musuh" yaitu mereka yang tidak senang akan keberhasilan dan kesuksesan ybs. Pasti akan banyak rumor yang dibuat pihak lain yang mungkin saja bisa menjatuhkan kredibilitas ybs. Yang harus dilakukan seorang pimpinan jika sedang menerima berita rumor tsb mengenai karyawannya adalah melakukan cross check langsung dengan ybs. Jika perlu cari siapa yang bisa jadi saksi atau orang orang yang tekait atas validitas laporan tsb. Banyak keputusan profesional yang salah diambil karena tidak memperhatikan hal hal cross check langsung sehingga "ongkos kesalahan pengambilan keputusan" seperti ini akan menjadin sangat besar dan merugikan perusahaan itu sendiri.

Demikian agar kejadian ini bisa jadi pelajaran bagi karyawan yang sedang enak bekerja lalu ditawari iming iming pekerjaan baru di perusahaan baru hendaknya hati hati. Perlu juga karyawan mempelajari history dan trackrecord dari perusahaan dan etika kerja para Direksi pemberi kerja kepada sumber sumber lain sebelum memutuskan keluar dari pekerjaan saat ini dan bergabung dengan perusahaan baru. Tentunya juga perhatian bagi Direksi atau BOD bagaimana norma etika memutus hubungan kerja karyawan secara lebih bijaksana dan profesional. Anda mungkin atasan dan memegang kuasa atas karyawan Anda. Tapi ingatlah, berbisnis secara tidak memiliki norma dan etika kewajaran dan kebaikan akan menarik karma buruk. Hal hal yang kurang kondusif sangat mungkin terjadi di masa depan dan mungkin menghalangi kesuksesan usaha Anda. 

SEMANGAT SUKSES 
( Mirza A.Muthi )