Minggu, 31 Oktober 2021

Lebih Boleh..Kurang Jangan


Dalam sebuah percakapan membeli singkong 3 kg ada hal menarik. Saya menaruh satu satu singkong sampai timbangan mencapai angka 3 kg. Sepertinya terlewat sedikit jarum di angka 3 lalu saya mengembalikan 1 buah singkong yang berukuran kecil. Tapi bapak penjual singkong mengembalikan kembali singkong tsb sambil berkata, sudah...jangan dikembalikan. Lebih boleh tapi kurang jangan. Saya protes..saya bilang, jangan pak, nanti bapak rugi. Bapak menjawab, saya sama sekali tidak rugi, insha Alloh kelebihan timbangan ini yang jadi berkah dagang saya hari ini. Saya betul betul terharu..Aamiin. pelajaran besar buat saya di hari Sabtu pagi itu. Padahal beliau hanya pedagang singkong sederhana kios non permanen di pinggir jalan.  Bahkan ketika mau saya bayar lebih pun beliau tidak mau menerima dan hanya bersedia menerima sesuai harga 3 kg. Semoga laku laris dagangannya Abah, saya hanya bisa mendoakan.


Itulah mental berniaga yang diajarkan Nabi Besar Muhammad SAW. Baginda Nabi Besar dulunya juga berdagang dan sampai digelari Al Amin ( yang dipercaya ) karena akhlak jujurnya. Tidak sedikitpun baginda Nabi mengurangi takaran timbangannya sesuai kesepakatan perniagaan. Bahkan seringkali Baginda Nabi melebihkan timbangannya. Dengan demikian banyak pembeli datang kembali pada Baginda Nabi kembali berniaga karena merasa diuntungkan dan dihargai uangnya. Alhamdulillah ternyata masih ada pengikut Baginda Nabi yang meneruskan jejak berniaga tersebut sampai saat ini.

Dalam kita berniaga/ jual beli/ muamalah, memang tujuan kita adalah menjual sebanyak banyaknya dan mencari keuntungan. Menjual boleh banyak tapi keuntungan sudah beda dari menjual. Keuntungan harus wajar, manusiawi dan berkah. Karena keuntungan inilah yang akan menentukan akan berapa lama kita diberi waktu oleh Alloh SWT untuk berniaga. Alloh SWT juga pasti tidak ridho dan memberkahi jika kita berniaga dengan menzholimi pembeli pembeli barang dagangan kita. Menjual dengan keuntungan sangat tinggi, sampai pembeli suatu waktu sadar bahwa dia merasa telah membayar terlalu banyak untuk sebuah barang yang kualitasnya kurang, manfaatnya tidak sebanding, nilainya kurang, bahkan mungkin dirugikan karena barangnya diterima cacat atau diluar apa apa yang disampaikan pedagang. Jika itu terjadi, pembeli yang cerdas akan pindah ke lain pedagang/penjual. Bukan itu saja, bahkan memprovokasi pembeli lain untuk tidak membeli ke tempat/toko Anda.

Bisa saja Anda menjual sebuah produk dengan harga tinggi hanya saja memang harus memiliki nilai yang tinggi diatas rata rata produk sejenis lainnya. Misalnya kualitasnya jauh lebih kuat, nilai jual kembalinya bisa bertahan stabil, nilai kebanggaan menggunakannya, keterbatasan unitbyang diproduksinya. Tentunya tidak hanya menghitung cost of production tapi juga cost of development dan research, cost of brand building yang perusahaan sudah keluarkan secara serius untuk fokus menjadi produk terbaik diatas kompetitor. Jika Anda hanya menjual barang atau produk yang tidak ada nilai tambah dan sama saja dengan produk kebanyakan, maka rasanya tidak etis kalau Anda jual dengan harga yang terlalu tinggi diatas pasaran dengan harapan mendapatkan keuntungan yang sangat tinggi.

Lebih boleh..kurang jangan. Apalagi jika Anda melebihkan kualitas, melebihkan ukuran, melebihkan manfaat tapi dijual dengan harga rata rata, maka insha Alloh pembeli akan jauh lebih senang dan dagangan Anda berkah. Kalau orang bisnis bilanh Value for Money. Dengan nilai uang yang sama bisa mendapat produk yang terbaik. 

Sholat wajib 5 waktu, kurang jangan tapi lebih boleh..lebihkan dengan sholat sholat sunnat lainnya. Memberi nafkah pada keluarga, usahakan jangan kurang agar semua kebutuhan bisa tercukupi. Tapi tentunya jika bisa dan mampu untuk dilebihkan maka akan lebih baik. Keluarga jadi ada kesempatan untuk bersama sama merasakan misalnya liburan atau sekedar makan diluar sesekali bercengkrama bersama sama. Memperhatikan dan bersabar kepada pasangan/ suami istri  pastikan juga harus lebih. Tapi kedua duanya harus punya pandangan yang sama, melebihkan "pemberian" kepada pasangannya. Pemberian ini bukan berarti hanya uang atau barang, tapi juga perhatian, rasa sayang, doakan, menghargai dan bersyukur, tutur kata sopan dan hangat, dll hal baik lainnya yang membangun suasana kondusif dalam hubungan kasih sayang suami istri. Kalau ada yang kurang atau misalnya hanya satu pihak saja yang berusaha memberi sedangkan pihak pasangannya hanya pintar meminta, sudah begitu masih kurang lagi...kurang bersyukur, kurang menghargai, kurang hormat, kurang hal hal lain yang menyakiti hati pasangannya, maka sudah tentu umur hubungan kasih sayang ini tidak akan lama bertahan. Lebih boleh...kurang jangan.

Maka dimasa pandemic ini usahakan kita tetap menjaga semangat tetap lebih, jangan kurangi optimisme. Pasti jika kita tetap berusaha keras, cerdas mencari jalan keluar dan menjaga prasangka baik kita terhadap rejeki Alloh SWT, insha Alloh akan datang juga rejeki atau jalan keluar yang kita nanti nantikan. Jika dulu Anda berusaha 2x sudah bisa jalan usaha Anda, maka sekarang harus Anda lebihkan 4x 6x lebih keras daripada sebelumnya. Jangan malah mengendur jadi 1x. Tapi sesuaikan caranya dengan situasi kondisi yang terjadi, maka cerdaslah mencari jalan keluar untuk berusaha. Lebih banyaklah mencari informasi yang dibutuhkan. Lebih banyak ketemu kawan kawan yang lrbih sukses, lebih berhasil, lebih optimis, lebih pintar, lebih positif. Jangan keseringan kumpul dengan kawan kawan yang kurang semangat, nanti malah terbawa suasana loyo dan menyerahnya kepada Anda. Tentunya iringi dengan sholat dan sabar yang lebih lagi sebagai penolongmu. Tadinya hanya sholat wajib, maka sekarang lebihkan dengan sholat Dhuha dan sholat Tahajud..Lebihkan waktu setelah sholatmu untuk disempatkan bermunajat berdoa memohon dengan sungguh sungguh pertolonganNYA. Lebihkan sedekahmu, lebihkan perbuatan baikmu, lebihkan berbakti pada orang tuamu yang masih hidup. Lebih boleh..kurang jangan.

Seperti Abang penjual singkong pada cerita diatas, lebihkan perhatianmu dan tindakanmu pada semua hal hal yang mungkin bisa mendatangkan berkah kepadamu. Lebih boleh..kurang jangan. Insha Alloh Anda bisa melewati saat saat susah ini dengan selamat. Aamiin
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar