Saturday, February 19, 2011

STRATEGI PROMO PRODUK AGAR SESUAI SEGMENTASI TARGET PELANGGAN

Dari beberapa email banyak yang bertanya bagaimana mengklasifikasi produk agar sesuai dengan segmentasi target pelanggan yang ditetapkan perusahaan. Untuk kondisi karakter pasar Indonesia saat ini saya bisa katakan tidak ada hal yang baku dalam hal ini. Banyak orang kaya tapi lebih suka tampil low profile dan merasa cukup menggunakan produk produk kelas menengah. Sebaliknya banyak juga orang dari segmen mid below demi mengejar standard lifestyle sengaja bekerja siang malam atau bahkan berhutang agar bisa membeli produk dari segmen kelas premium atau paling tidak membeli produk replikanya. Tidak ada pilihan sesorang selalu pasti akan ambil produk dari kelas premium. Kadang kadang dia bisa membeli produk kelas menengah atau bahkan rela lesehan di warung pinggir trotoar mentraktir kawan kawannya santap malam, karena kata orang orang warung lesehan itu adalah khasnya kota tersebut, jadi harus mau bergabung dengan orang orang dari golongan bawah untuk makan sama sama di sana. Atau bahkan tukang beca yang punya mindset lebih baik tidak makan daripada tidak merokok, dan luar biasanya rokoknya terus Dji Sam Soe yang terkenal mahal. Jadi mengasumsi potensi bisnis berdasarkan demografik atau PAD untuk produk produk tertentu agak kurang berlaku dengan karakter kastemer saat ini.

Klasifikasi produk untuk segmentasi target pasar tetap perlu. Dari segmentasi tersebut kita targetkan 70% pembeli memang sesuai dengan target pasar dan kelas produk. Tapi 30% lagi bisa datang dari segmen pembeli dari kalangan mana saja. Yang terpenting pada akhirnya adalah eksekusi panetrasi pasar. Strategi yang diambil oleh pemegang kebijakan bisnis dan diterapkan secara segmented di wilayah segmen target pasar. Aplikasi eksekusi strategi pasar juga harus segmented. Mulai dari materi brosure, gaya bahasa, edukasi market, cara pendekatan yang dipakai, jika perlu endorser yang dipakai juga beda untuk produk yang sama tapi segmen pasar yang beda.

Bisa juga kita membedakan harga dari produk yang sama tapi dengan dilengkapi collateral yang berbeda untuk setiap segmen. Misalnya sebagai contoh biasa dilakukan untuk produk mobil yang mengeluarkan seri mulai dari “E” untuk segmen mid sampai “V” untuk segmen premium. Tapi tentu saja dibedakan fitur fitur kelengkapannya mulai dari kapasitas mesin, fitur keselamatan, interior sampai eksteriornya. Pembedaan type tersebut membedakan juga harga jual unitnya. Untuk mobil type “E” yang paling murah diperuntukan untuk segmen pasar angkutan, pelajar/ mahasiswa dan karyawan pemula bisa menggunakan bahasa promo yang lebih merakyat dan sehari hari. Konteksnya cukup untuk kemudahan penunjang aktifitas sehari hari. Misalnya endorsernya menggunakan artis ABG yang sedang naik daun. BTL yang dilakukan di kampus kampus dengan event yang banyak diminati kalangan mahasiswa.
Untuk type “G” yang menengah, konteks promo ditujukan pada best value, nilai jual kembali yang stabil dan gengsi. Bisa dilakukan promo di perkantoran atau kawasan bisnis ternama. Testimoni bisa dijaring di kalangan eksekutif karyawan kantoran, misalnya jemput mereka untuk keluar makan siang dengan mobil type “G” tersebut agar bisa langsung merasakan sensasinya. Lalu dimintakan testimoninya untuk dipromo.
Untuk seri “G” ini bisa juga dibuat versi “sporty” karena segmen seri ini cenderung masih berjiwa muda tapi sudah punya daya beli cukup kuat. Seri “sporty” ini bahasa promonya tentu saja harus mereferensikan mobil ini mampu berlari kencang tapi tetap stabil dan berpenampilan gaya balap. Misalnya endorsernya menggunakan atlet pembalap yang cukup dikenal lengkap dengan demo balapnya dengan mobil tersebut. BTL yang dilakukan di sirkuit balap dengan event one make race.

Lalu untuk type “V” yang paling premium dengan kelengkapan fitur, gunakan bahasa promo yang lebih berkelas dengan mengeksploitasi keunggulan fitur istimewa dan standard lifestyle yang bisa didapat. Segmen market yang dituju yang lebih kelas bisnis, kelas golongan mapan yang mengutamakan kemewahan, luxury dan kelas tersendiri. Segmen premium seperti ini tidak membutuhkan endorser jika endorsernya tidak betul betul high level. Lebih efektif referensi pertemanan/ koneksi dari kalangan atas ke lingkungan sesamanya. Untuk type ini bisa dilakukan pemasaran secara personal langsung menggunakan personal marketer dengan wanita cantik atau pria tampan plus excellent communication skill dengan seragam yang chic dan elegant langsung membuat perjanjian demo di lokasi rumah atau kantor target agar bisa uji coba langsung.


Demikian strategi untuk panetrasi pasar produk yang sama tapi ditujukan untuk beberapa segmen pasar. Eksekusi lapangan dari marketer dan konsep penawaran di lapangan memegang peranan penting untuk keberhasilan. Komunikasi, gaya bahasa, endorser, penjelasan perbedaan yang jelas antar produk yang sama di setiap type menjadi kunci sukses pemasaran sesuai segmen pasar. SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )

Saturday, February 12, 2011

SPIRIT DARI OM BOB SADINO

Alhamdulillah dulu waktu masih karyawan saya sempat beberapa kali bertemu dengan Om BOB (Pengusaha Bob Sadino) di rumahnya. Beliau juga yang meyakinkan saya untuk segera keluar dari kerjaan dan menempuh hidup baru yang lebih merdeka.

Waktu itu sempat saya tanya: "Gimana sih supaya bisa sukses seperti om Bob?"
Dengan gampangnya Dia bilang "Besok pagi kamu telpon saya dan bilang ke saya bahwa pagi ini saya sudah jadi orang yang MERDEKA. Saya sudah tidak bekerja di kantor lagi.....!!!"

GILA...!!! itu yang ada dalam hati saya saat mendengarkannya. Bagaimana mungkin kondisi saya yg sudah berkeluarga dan istri sedang Hamil tua (anak pertama) harus RESIGN besok pagi juga!!!!! Mau dikasih apa anak istri saya nanti>>>??/

Pagi harinya saya tidak berani menelpon Beliau, karena saya masih berangkat ke kantor seperti biasa. Saya takut resikonya kalo nekat Resign saat itu juga. Ketakutan saya berlangsung sampai 4 tahun dan akhirnya saya Resign juga.

Alhamdulillah saya bisa menjawab tantangan dari beliau setelah 4 tahun kemudian. Dan Alhamdulillah juga ketakutan akan resikonya bisa saya hadapi dengan baik sampai saat ini.

Saya bersyukur karena ternyata saya tidak perlu jadi TUKANG/KULI BANGUNAN seperti yg Beliau pernah alami dulu saat berhenti dari pekerjaannya.
Saya bersyukur karena tidak jadi SUPIR TAXI GELAP yang menabrakkan mobil Bosnya seperti yg Beliau juga alami dulu.
Saya bersyukur karena tidak harus sampai NGUTANG TEMPE dua potong kepada tukang gado-gado. Dan kisah-kisah "penderitaan" lainnya yg pernah beliau alami.
Saya juga bersyukur karena kalau dipikir ternyata ujian yang saya hadapi masih lebih ringan dibanding yang beliau pernah ceritakan kepada saya waktu itu.

Saat lagi Down, saya sengaja berlama-lama memandangi foto yang bergambar saya saat bersama dengan om BOB, sebagai penyemangat & pengingat bahwa orang sukses seperti Beliau saja pernah bahkan SERINGmengalami hal yang lebih buruk dari yang saya hadapi, KENAPA SAYA HARUS CENGENG....!!!!???
Maka saat itu juga darah saya mendidih kembali.

Selamat Berjuang untuk Kawan-Kawan Pengusaha yang lagi DROP.....!!!!! 
Nikmati saja Kesulitannya...!!!
Nikmati saja Penderitaannya....!!!
Nikmati saja perjuangannya.... !!!
Karena kita yakin itu semua adalah jalan menuju sukses seperti om BOB....

Jadi orang yang MERDEKA...!!!! (yaitu : setiap saat pake celana pendek & baju buntung...he....he...he...)

Purwanto


Saturday, February 5, 2011

TIDAK ADA SESUATU HASIL BAIK TANPA PROSES USAHA YANG BAIK

Seringkali kita melihat seorang yang sudah sukses masih dipandang sinis oleh orang yang belum sukses. “Enak ya dia bisa beli mobil Jaguar, pasti bisa soalnya dia khan kaya”, atau “Kok artis itu tampil sebentar tapi dibayar belasan juta, gampang bener hidupnya ya”, atau “ Yah pasti saja dia cepet dapat bisnisnya, khan dia dekat dengan pejabat A,B, pasti dia yang menang tendernya “. Dan banyak lagi komentar komentar sinis. Perlu saya tegaskan tidak ada hasil yang serta merta datang tanpa didahului oleh proses usaha. Banyak orang melihat dari apa yang ada pada seseorang di kondisinya saat sekarang, tapi mereka tidak melihat kepada prosesnya bagaimana dia bisa sampai di kondisi sekarang.

Pasti banyak kesakitan jatuh bangun perjalanan hidup yang sudah dialami, waktu bertahun yang telah disempatkan untuk selalu kerja keras, komunikasi dengan orang orang tertentu yang positif dan membangun relasi, kurang waktu santai bersama keluarga, pergi pagi pulang malam untuk bekerja di luar rumah, berkeliling di bawah panas matahari dan hujan untuk menjual sesuatu, dicemooh tetangga karena dianggap melakukan pekerjaan berderajat rendah, mengikuti seminar seminar pengembangan diri dengan biaya mahal, membeli buku buku bacaan bermutu, hanya bergaul dengan orang orang positif dan mengurangi bergaul yang tidak perlu walaupun itu menyenangkan, sampai mungkin ada pengorbanan pengorbanan besar lain yang berisiko demi teguh kepada tujuan adalah proses hidup si orang sukses yang kita belum tentu tahu, bahkan belum tentu kita bisa sanggup menjalani tahap tahap susah dan berjuangnya jika kita dalam posisi orang itu.
Semua apa yang baik yang sedang kita usahakan saat ini adalah investasi untuk masa depan kita. Buah dari investasi kita akan kita dapat pada saatnya nanti. Jika kita tidak pernah berinvestasi, maka tidak pernah akan ada hasil buah yang baik yang bisa kita dapat walaupun sampai kapanpun kita menunggu. Orang yang bersedia membayar investasi itu yang akan mendapatkan barangnya.

Tidak ada yang gratis di dunia ini. Itu sudah hukum Alam yang diungkapkan dalam berbagai gaya bahasa. Siapa menanam akan menuai, tidak ada makan siang gratis, Karma baik dan karma buruk. Membayar bukan hanya berkonotasi pada uang tapi ini ungkapan pada usaha baik yang berkesinambungan dan mengarah kepada tujuan hidup. Bangun pagi setiap hari selama belasan tahun, keluar uang untuk ikut seminar ini itu, membeli buku buku keilmuan, menjalin relasi dengan orang orang potensial, terbiasa bersikap ramah, optimis, seperti yang saya uraikan di atas itu adalah “investasi” . Anda berinvestasi membayar / berusaha untuk harapan tercapainya tujuan akhir yaitu “buah sukses” yang bisa Anda terima di masa depan. Tidak ada yang instant dalam hidup ini. Membayar adalah investasi yang nanti investasi ini akan memberikan hasil sukses di jangka waktu kemudian.

Kalaupun Anda tidak melakukan pembayaran investasi baik, maka akhirnya Anda juga harus membayar untuk resiko kegagalan hidup Anda, hanya dalam konteks yang negative. Misalnya Anda terus saja bertahan untuk hidup tidak produktif, tidak jelas arah tujuan, bersenang senang terus, tidak mengembangkan potensi diri, bersikap negative dan sulit bersosialisasi, nanti dibeberapa tahun mendatang hidup Anda akan nyata nyata sulit secara ekonomi, mau berobat susah, mau sekolahkan anak susah, terus naik angkot panas dan hujan karena tidak pernah punya uang untuk mencicil mobil, hutang menumpuk tanpa jelas bagaimana cara membayarnya, cerai dengan pasangan hidup karena pasangan mungkin lama lama tidak tahan hidup susah terus, dan banyak hal susah lainnya. Anda membayar lebih mahal daripada seharusnya Anda investasi di awal agar kesusahan ini tidak terjadi. Tapi sudah agak terlambat karena sekarang usia Anda sudah semakin tua sehingga kesempatan sudah makin kecil bagi Anda untuk bisa bangkit.

Atau jika kita ingin instant mencari kekayaan cepat dengan cara korupsi, curang dalam pengelolaan uang perusahaan tempat kita bekerja, mempungli pihak pihak yang bisa kita tekan, maka mungkin saja Anda akan terlihat sukses secara financial. Tapi tetap saja Anda nantinya juga harus membayar jika ternyata kecurangan Anda terbongkar. Anda bisa berhadapan dengan pihak berwajib, pengadilan, mungkin media massa sehingga nama baik dan kredibilitas Anda hancur, ditinggalkan kawan, relasi bahkan saudara, atau mungkin harus menghabiskan sisa hidup dalam kurungan penjara. Apalagi jika sebenarnya Anda adalah orang baik yang terpaksa melakukan hal tersebut karena dorongan lingkungan, pasti Anda terus merasa berdosa pada hati kecil Anda. Hidup Anda tidak akan pernah tenang lagi setelah itu karena dihantui rasa bersalah yang tidak ada obatnya.


Tidak ada sesuatupun yang gratis. Anda harus membayar, apa itu pembayaran investasi di awal agar Anda bisa memetik buah hasil sukses di akhir ataupun menerima hasil instant dulu di depan tapi Anda harus membayar dengan kehancuran di belakang. Hidup adalah pilihan, dan Anda yang menentukan. Pilihan sudah Anda ambil dan Anda harus menerima konsekuensinya. Maka jangan salahkan orang lain pada keburukan apa yang sudah terjadi atau nanti terjadi pada hidup Anda. SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )  

Saturday, January 15, 2011

TEGASKAN DAN TANAMKAN PERSEPSI BRAND ANDA, MAKA PRODUK ANDA AKAN UNGGUL BERSAING

Siapa bilang Rinso membersihkan paling bersih? Menurut uji coba ada deterjen lain yang membersihkan lebih bersih. Tapi kenapa Anda terus saja dari mulai Anda kecil sudah belasan tahun sampai sekarang Anda sudah jadi ibu rumah tangga tetap terus beli Rinso? Atau Pepsodent di pasta gigi, Aqua di Air Mineral, Mobil Keluarga ideal adalah Kijang ( saat ini : Innova ) atau lebih jelasnya Avanza yang keluaran Toyota lebih laku dari Xenia yang keluaran Daihatsu, padahal infonya semua mesin dan struktur bodynya hampir sama saja.

Apa yang bisa membuat sebuah brand bisa lebih diingat daripada brand lain padahal mungkin brand lain produknya lebih baik? PERSEPSI. apa yang dinamakan persepsi? Persepsi adalah nilai nilai yang dianggap dominan oleh seseorang  terhadap satu produk atau brand. Celakanya bagi obyek produk, nilai nilai ini bisa dibentuk dan kemudian dinilai orang secara subyektif. Jadi ada saja produk yang sebetulnya telah melalui analisa laboratorium, uji pasar, kandungan dan kemasannya secara keseluruhan poinnya lebih baik dari produk yang sudah ada di pasaran, dan ditambah upaya marketing promo terbaik lainnya tapi tetap gagal di pasaran. Mungkin brand tersebut gagal membentuk persepsi pasar untuk produk baru yang harusnya bisa mengungguli kualitasnya terhadap produk pendahulunya yang sudah ada. Itu disebabkan oleh persepsi yang subyektif dari pangsa pasar Target pasar saat ini terlalu banyak menerima informasi mengenai produk dari brand A, brand B – E. Sementara pikiran bawah sadarnya sudah tertancap pada brand C yang sedari kecil sudah dipakai orang tuanya, bisa jadi begitu. Tentu saja kastemer tidak ada waktu untuk terlalu menganalisa kandungan dari deterjen misalnya, mempelajari formula apa yang dipakai sehingga brand A seharusnya lebih baik dari brand C yang biasa keluarganya pakai. Jadi walaupun dia pergi kemana saja, begitu perlu Deterjen ya pasti Rinso lagi yang diambilnya.

Persepsi memang tergantung kebutuhan kastemernya, untuk apa dia membeli barang tersebut. Berbeda tergantung dari usia, pendidikan, lifestyle, ekonomi pendapatannya, sejarah latar belakang keluarga, adat istiadat. Tergantung juga dari jenis kelamin. Misalnya bagi mereka para wanita yang perlu produk tas yang bergengsi, meningkatkan status social, maka membeli produk fashion dari brand terkenal adalah wajib. Padahal jika membeli tas dari buatan local yang juga dibuat dari kulit yang sama, jahitan handmade yang juga rapih walaupun dengan harga yang lebih murah, dia tetap saja memilih membeli tas dari brand yang minimum berharga puluhan juta. Padahal kita para pria mungkin secara logika berpikir keras, untuk apa para wanita itu membeli tas sedemikian mahalnya, lebih baik uang sejumlah itu dibelikan motor sport saja. Sebaliknya sama saja pikiran para wanita, untuk apa beli motor sport, tidak bernilai untuk kebanggaan dalam pergaulan sosialita. Jadi tiap orang punya persepsi nilai yang berbeda terhadap kebutuhannya akan sebuah produk. Brand yang bisa mengarahkan persepsi orang bahwa produknya lebih tepat, lebih cocok ( belum tentu lebih baik ) dengan kebutuhan itu, maka brand tersebut yang akan menang.  

Tapi apa itu berarti akan percuma produk baru melakukan riset, marketing dan promo karena  “si pemimpin pasar” akan selamanya terus berjaya di puncak persepsi pasar? Tentu saja tidak, asalkan ada keunggulan obyektif yang memang bisa mematahkan persepsi subyektif yang sudah diterima banyak orang dan tentu saja dibutuhkan oleh cukup jumlah pasar yang tetap menguntungkan. Dan diatas semua ini yang terpenting adalah dikomunikasikan secara jitu dan berulang ulang kepada masyarakat luas maka persepsi pasar yang sudah terbentuk tetap bisa dirubah, asalkan positioning brand tepat dalam menempatkan keunggulan produknya dalam benak kastemer. Misalnya untuk tariff telepon sellular tentu saja persepsinya secara umum harus yang lebih murah lebih baik karena bisa lama bicara atau SMS ke banyak nomor dengan murah. Tapi bisa saja ada operator sellular yang mempersepsikan produknya sebagai jaringan koneksi tanpa terputus dan paling kuat sinyalnya di seluruh Indonesia dan digaransi. Ini kelemahan dari operator selluler yang saat ini ada. Jika ada operator yang punya positioning tersebut dan berhasil membuktikannya secara fakta di lapangan dan ini diaware dengan baik secara ATL maupun BTL, maka tentu saja ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang sering traveling dan lebih mengutamakan mutu dibanding sekedar harga tariff murah. Tetap ada pasarnya bagi kastemer yang seperti itu, jika perlu dipaketkan hanya khusus dengan handphone setnya yang memang luxury sehingga kesannya eksklusif dan meningkatkan gengsi penggunanya.  Handphone mewah untuk jaringan terluas dan sinyal terkuat tanpa putus di seluruh nusantara. Sesuatu yang dikaitkan dengan lifestyle pasti ada pangsa pasar khususnya di Indonesia yang orangnya berkarakter jaga gengsi. Jumlah Volume produk terjual tidak perlu besar tapi Kualitas per transaksinya besar.

Atau bisa saja produknya diperuntukan khusus untuk gender tertentu walaupun produknya sebetulnya lintas gender, misalnya produk shampoo untuk pria atau produk motor untuk wanita. Apabila produk tersebut tidak dikeluarkan oleh brand market leader. Saya rasa lebih baik menggunakan brand yang sama sekali baru. Gunanya untuk menghindarkan bias antara persepsi yang sudah terlanjur tertanam di benak orang selama ini. Misalnya kalau Honda memegang Top of Mind untuk brand di sepeda motor, maka bisa saja Honda mempositioningkan scoopy untuk raja motor maticnya wanita. Tidak masalah untuk Honda mengeluarkan varian produk barunya.
Tapi kalau brand sepeda motor yang sudah dikenal pasar posisi marketnya selalu di luar kelompok 3 besar di Indonesia, mengeluarkan juga motor segmen wanita bersaing dengan scoopy, kemungkinan 75% akan gagal juga. Bukan masalah mutu dan kualitas produk yang kurang baik, tapi persepsi brandnya yang kurang mendukung. Untuk merk tersebut bersaing di kelas motor umum saja masih selalu kalah apalagi mengeluarkan produk untuk segmen wanitanya yang catatannya seharusnya lebih aman dan nyaman, tidak rewel. Lebih baik sekalian membuat brand baru yang khusus untuk produk sepeda motor matic segmen wanita, diboost promonya dengan jitu maka akan lebih jelas positioningnya dan lebih mudah mengarahkan persepsinya tanpa bias dengan persepsi brand dari merk yang lama.

Maka selanjutnya kesatuan antara rangkaian kegiatan marketing dan promo ATL, BTL, CRM, sampai CSR ini harus didesign sedemikian rupa agar terintegrasi setiap link eventnya dan mengarah ke satu tujuan: Persepsi baru yang bernilai lebih, yang unik dan diingat oleh orang, lebih fresh dan tertanam dalam benak orang lebih dalam dan lebih tepat dengan positioningnya dari persepsi brand lain yang pernah dia ingat.
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )


MASALAH PROPOSAL PENAWARAN

Para pengunjung blog/website yang saya hormati…..
Ada banyak sekali pertanyaan yang masuk baik lewat e-mail, sms maupun di box komentar yang menanyakan tentang bagaimana membuat proposal atau surat penawaran. Bahkan banyak juga yang minta dikirimkan contoh-contohnya. Mohon maaf sekali saya tidak dapat menjawabnya satu per satu karena keterbatasan waktu yang saya miliki. Saya akan jawab saja sekaligus secara Umum lewat web/blog ini.

Berikut ini adalah kutipan beberapa e-mail yang masuk sebagai sekedar gambaran bagi yang lainnya mengenai permasalahan yang mereka hadapi yang mungkin sama dengan masalah dari rekan-rekan sekalian;

PERTANYAAN:
“Pak pur kami baru mendirikan usaha jasa provider outbound training dan wargame (mulai bulan januari kemarin). sampai saat ini perkembangan masih jauh dari target karena kurangnya promosi. kami ingin masukan apa yang harus kami lakukan dan kalau ada contoh proposal penawaran kepada perusahaan atau  instansi tolong kami di kirimi.mohon maaf kalo merepotkan....terimakasih banyak pak
Bhekti Slamet” 

salam,
usaha yang saat ini saya sedang jalani adalah bisnis strawberry, selama ini saya hanya mensupply barang untuk pedagang2 tradisional (hampir 7 bulan), saya merasa sepertinya usaha ini sudah sampai pada titik jenuh, perlu ada inovasi atau pengembangan.
yang terpikir oleh saya saat ini adalah bisa mensuplai barang ke super market, hotel & restoran atau industri, namun saya tidak tahu apa dan bagaimana caranya!
ketika saya coba tanya teman saya, katanya pakai proposal penawaran, itu tambah bingung saya lagi, saya tdk tahu bagaimana membuat proposal penawaran, oleh karena itu mohon Bapak Purwanto bisa memberi masukan dan dapat memberi contoh proposal penawaran
Thanx before

donny ferdinald”

Yth. Bapak Purwanto,
Saya membaca website anda dan saya tertarik dengan website tersebut. Saya ingin bertanya tentang contoh proposalpenawaran barang. Saya baru memulai usaha berwiraswasta membuat kerajinan dari triplek. Saya ingin menawarkan barang saya ke supermarket - supermarket sebagai sovenir tetapi saya tidak tahu bagaimana cara memulainya.
Besar harapan saya agar Bapak bersedia membalas email saya ini. Atas perhatian dan bantuan Bapak, saya ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Yanti”


JAWAB:
Sebenarnya konsep utama dari proposal/surat penawaran adalah sebagai berikut :
1. Memperkenalkan diri tentang perusahaan Kita & bidang usahanya secara singkat.
2. Memperkenalkan Program, Produk-produk atau Bidang Jasa yang dihasilkan perusahaan kita
3. Memberikan Penawaran Program Spesial, penawaran harga yang kompetitif, diskon khusus atau penawaran paket istimewa.
4. Menginformasikan tentang bagaimana cara memperoleh produk kita. Biasanya berisi Nama orang yang bisa dihubungi beserta no. telpon & alamatnya bila ada yang ingin mengetahui produk kita lebih dalam (contact person).


Ke-4 point tersebut bisa kita uraikan cukup dengan satu atau dua halaman saja (berupa surat proposal penawaran) atau bisa juga diuraikan dalam bentuk Proposal lengkap yang menggunakan banyak halaman utuk dipresentasikan secara lengkap. Terserah Anda ingin menggunakan yang mana. Disesuaikan saja dengan kondisi

Pada point 1; Kita memberikan gambaran singkat mengenai perusahaan atau organisasi yang kita miliki. Kalau mau lengkap  lampirkan juga foto-foto mengenai kantor, gedung, toko, bengkel kerja, gudang atau kios milik kita. Istilah kerennya mungkin bisa disebut Company Profile. Kenapa saya minta untuk melampirkan foto-foto? Karena biasanya orang akan malas untuk membaca proposal yang terlalu banyak tulisan. Ilustrasi berupa gambar atau foto biasanya lebih eye catching (menarik perhatian) sehingga proposal kita tidak cepat dibuang oleh si pembaca. Sertakan juga daftar perusahaan yang pernah/masih menggunakan produk/jasa perusahaan kita. Hal ini untuk memberikan gambaran mengenai tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk/jasa yang kita miliki. Kalau ada nama-nama perusahaan besar atau orang terkenal yang memakai produk/jasa kita, maka berikan urutan teratas dalam daftar tersebut. Karena biasanya mereka memiliki faktor Reverensi yang sangat kuat.    

Point 2; Uraikan produk-produk atau bidang jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Sekali lagi jangan lupa berikan foto-foto atau gambar agar orang bisa mengetahui bagaimana bentuk, ukuran, warna dan suasananya. Foto-foto produk/jasa ini merupakan daya tarik utama dari sebuah proposal. Kalau produknya berupa makanan, lampirkan foto hidangan yang menggugah selera. Dalam kasus pak Donny di atas, akan sangat menarik bila terdapat foto strawbery yang berwarna merah segar, berbentuk sempurna dengan tetesan embun yang masih menempel di bagian kulitnya dan berlatar belakang perkebunan yang berkabut dipagi hari. Kalau dalam kasus pak Bhekti karena produknya berupa jasa, maka ilustrasikan foto-foto yang menggambarkan suasana Game sedang berlangsung seolah-olah dalam rimba peperangan atau suasana outbound yang membuat orang akan menjadi refresh/segar kembali di alam bebas. Dalam hal ini mungkin kita membutuhkan jasa fotografer profesional untuk menghasilkan ilustrasi yang kuat. Tapi kalau dana minim ya... gunakan saja kamera digital beresolusi tinggi dan perbanyaklah foto-foto lalu pilih yang bagus. Berikan uraian mengenai spesifikasi produk yang kita tawarkan. Tonjolkanlah kelebihan-kelebihan produk kita, bila perlu bandingkan juga dangan produk sejenis lainnya. Cara ini sekarang banyak dipakai oleh provider selular dengan perbandingan harga “Termurah” dalam setiap brosur mereka.

Point 3; Tentunya Anda memiliki program penjualan/marketing yang harus disampaikan kepada khalayak umum sehingga orang memiliki alasan yang kuat untuk membeli produk/jasa tersebut. Istilah kerennya Selling Point. Semua hal yang akan memberikan benefit/keuntungan bagi konsumen harus Anda cantumkan disini. Misalnya diskon istimewa, beli satu dapat seribu, bonus pembelian, paket spesial, undian berhadiah, edisi terbatas dll.

Point 4; Sebagai penutup tentu Anda tidak ingin menyia-nyiakan orang yang tertarik dengan produk Anda bukan? Oleh sebab itu cantumkan Contact Person atau orang bisa dihubungi bila ada yang tertarik ingin membeli. Bila perlu sertakan juga outlet-outlet penjualan yang kita miliki, sehingga orang akan mudah mengunjungi lokasi mana yang terdekat untuk mendapatkan produk/jasa tersebut. Alamat harus jelas dan disertai no. telepon yang bisa dihubungi.

Naaaahhh..... tulisan diatas kan cuma teori diatas kertas...  dan karena banyak e-mail/sms yang minta dikirimkan contoh-contoh proposal maka akan saya lampirkan beberapa contoh saja di blog ini. Mudah-mudahan bisa di-download dari manapun Anda berada. Mohon maaf sekali saya tidak bisa mengirimkan kepada para penanya satu per satu. Dan karena konsultasi di blog ini diberikan secara gratis untuk alasan dan semangat sosial yaitu penyebaran pengetahuan kepada mereka yang membutuhkan terutama pengusaha mikro kecil & menengah, maka saya juga mohon izin secara terbuka kepada para pemilik proposal tersebut untuk saya publikasikan. Kalau memang ada pihak yang keberatan dengan dipublikasikannya materi tersebut saya mohon maaf dan mohon disampaikan kepada saya secara pribadi via e-mail untuk kemudian akan saya tarik kembali materinya.

Untuk para pengunjung website/blog DILARANG mengutip atau menggunakan ide/materi yang ada pada contoh tersebut untuk kepentingan pribadi dalam bentuk apapun tanpa seizin Saya atau pemilik proposal yang bersangkutan. Hormatilah hasil karya orang lain. Dan akan lebih baik jika menggunakan gaya atau ide anda yang orisinal untuk membuat proposal penawaran.

Semoga bermanfaat untuk semuanya.....
Purwanto. 


Saturday, January 8, 2011

MENJADI MANUSIA PEMBELAJAR

Manusia dikaruniai akal budi, yang katanya itu yang membedakan antara manusia dan makhluk Tuhan lainnya. Dengan akal budinya manusia bisa terus menerus mengalami proses pembelajaran hidup, itu jika dia ingin disebut manusia pembelajar. Atau jika dia tidak mau belajar maka walaupun bertambah umur tetap saja tidak akan membawa manfaat bagi dirinya sendiri. Kita semua harus mulai dari apa yang dilakukan sehari hari agar setiap waktu kita bisa "naik kelas" karena kita telah lulus belajar dari "sekolah hidup" sebelumnya..

Sekolah hidup adalah apa yang kita alami mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi. Semakin lama kita "terjaga" maka semakin banyak kita bisa belajar banyak hal. Itu sebabnya kita lebih baik bangun pagi, memulai aktifitas dan tidur seperlunya. Aktifitas adalah proses belajar agar hidup menjadi bermanfaat dan tidur dan istirahat untuk menjaga keseimbangan kesehatan tubuh agar tetap fit menjalankan aktifitas..

Saya ambil contoh bagi kita yang karyawan, apa saja yang masuk dalam proses pembelajaran? Sebagai karyawan tentunya setiap kita punya posisi, jobdesc dan tanggung jawab baik kepada pimpinan ataupun bawahan. Terakhir semua atribut itu akan dikompensasikan dengan gaji sebagai hak dari apa yang telah kita kerjakan dalam sebulan. Seringkali kita hanya terfokus pada tujuan semu yaitu gaji nanti di akhir bulan. Sementara proses bagaimana kita mendapatkan gaji itu tidak kita maknai dengan sebenarnya. Sesungguhnya tidak ada gaji yang nilainya tetap. Kita bisa minta naik gaji setahun 2 - 3x atau lebih tergantung dari proses pembelajaran yang kita lakukan secara inisiatif. Sebagai manusia baik pimpinan maupun bawahan tentu mempunyai penilaian terhadap apa yang kita berikan dalam pekerjaan. Jika memang eksistensi Anda bisa membawa kontribusi positif dan progress luar biasa terhadap kemajuan perusahaan, maka tidak ada keberatan sama sekali dari pimpinan atau bawahan untuk menaikkan gaji Anda seperti yang Anda minta. Anda belajar dengan sangat baik, memperbaiki segala kekurangan yang ada dan melakukannya dengan cara dan strategi yang lebih baik dari yang sudah pernah dilakukan orang sehingga membawa kemajuan signifikan bagi perusahaan sesuai dengan posisi Anda, lalu apa yang akan pimpinan atau bawahan Anda akan sangkal kalau Anda berhak mendapat gaji yang lebih tinggi?

Lalu bagaimana caranya menjadi karyawan pembelajar? Jangan kaku pada jobdesc yang ditetapkan HRD dept pada Anda pada saat kontrak. Misalnya kalau Anda ada di posisi supervisor engineering di dept maintenance di sebuah Mall maka saat Ana menandatangni kontrak kerja dengan Dept HRD sudah jelas bahwa tugas utama Anda memastikan semua peralatan mesin mesin di Mall Anda berjalan baik. Lift, escalator, travelator, AC, Genset dan lain lain yang terkait listrik terutama harus bisa difungsikan sesuai kebutuhan Mall, memastikan pada jam operasional Mall semua bisa beroperasi sebagaimana fungsinya. Sebagai pejabat supervisor maka Anda adalah bagian dari Team Dept engineering. Anda punya kepala engineering sebagai atasan dan punya beberapa teknisi sebagai assisten Anda.  Secara struktur organisasi jobdesc Anda memang terbatas di masalah teknis equipment Mall. Untuk bisa keseluruhan dept engineering bisa berjalan baik maka mulai dari kepala dept sampai ke teknisi harus bisa bekerja sebagai teamwork. Setiap anggota teamwork mulai dari pimpinan sampai anggotanya harus bisa berkoordinasi ,kerjasama menurut garis struktur kerjanya dan masing masing bertanggung jawab terhadap jobdescnya, baru secara team hasil kerja Dept engineering dinilai sukses. Key Performance Indicatornya mudah, semua peralatan equipment Mall berjalan baik karena dirawat secara rutin, dimantain kinerjanya , diperbaiki kerusakannya dan dipastikan bisa operasional sesuai kebutuhan.

Tapi apakah sebagai Supervisor Anda hanya boleh bertugas di engineering? Tentu saja tidak. Pertama Anda harus punya tekad tidak selamanya saya hanya menjadi supervisor, dalam setahun kedepan saya juga harus menjadi kepala engineering. Untuk itu Anda harus tunjukkan kinerja yang baik dan sempurna. Kecepatan dan kemampuan mengatasi masalah dan mengambil keputusan penting.. Dalam setiap struktur organisasi tidak hanya atasan langsung saja yang bisa melihat kinerja Anda. Atasan tidak langsung dari supervisor engineering, misalnya building manager juga bisa menilai kinerja Anda dan membandingkannya dengan kepala engineering atau bahkan dengan teknisi engineering bawahan Anda. Jika Anda bukan manusia pembelajar, maka bisa bisa posisi Anda digantikan oleh teknisi di bawah Anda. Jika Anda manusia pembelajar maka Anda bisa menggantikan posisi kepala enginer atau pindah ke lain perusahaan sebagai kepala di dept engineering.

Banyak cukup waktu tersisa sepanjang jam kerja Anda di Mall jika Anda terbiasa kerja perawatan mesin secara terjadwal, tidak banyak masalah kerusakan mesin, atau tidak sedang melakukan pergantian mesin skala besar. Dalam waktu senggang tersebut, jalan jalan dengan kawan kawan marketing, atau operasional, tenant relation di Mall. Jangan eksklusif membatasi pergaulan hanya dengan kawan kawan satu department. Tanya hal hal yang menarik perhatian Anda kepada rekan rekan lain dept. Jika Anda membawa diri secara baik tentu mereka juga dengan senang hati memberikan wawasan wawasan bidangnya kepada Anda. Bahkan Anda akan dikenal sebagai pribadi positif yang menyenangkan, bisa bergaul luas, menempatkan diri dengan baik, ramah dan pintar. Ingat, belajar bukan hanya dari buku, menggali ilmu dari pergaulan juga banyak manfaatnya. Jika Anda nanti berminat kepada salah satu bidang yang berbeda dengan enginering, misalnya marketing maka tentu saja Anda mulai memperbanyak belajar dan bergaul dengan segala aspek tentang marketing. Hidup adalah pilihan. Anda yang menentukan pilihan dan bertanggung jawab atas pilihan Anda. Dengan Anda menguasai bidang engineering dan marketing Mall secara sekaligus, siapa yang akan menolak jika Anda dinilai punya kompetensi dan potensi besar menjadi calon Building Manager dalam 1 tahun ke depan? Tentu saja dengan gaji dan masa depan yang jauh lebih baik dari posisi sekarang.

Apabila Anda tidak jadi manusia pembelajar maka Anda tidak akan mengalami kemajuan apa apa. Bahkan mungkin Anda bisa mengalami kemunduran. Atasan Anda akan menilai Anda berkinerja buruk karena hanya bergerak jika disuruh, itupun berkali kali melakukan kesalahan yang sama, tidak ada perbaikan cara kerja dalam waktu yang lama, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda seringkali gagal menunjukan performance yang memuaskan, teman teman menilai Anda anggota team yang susah diajak kerjasama. Lalu apa yang bisa Anda dapat dari sikap yang seperti itu? Posisi Anda sebagai supervisor digantikan oleh teknisi Anda. Dalam sekian bulan tidak juga ada perbaikan akhirnya Anda dipecat dari pekerjaan Anda. Juga Anda akan susah diterima bekerja di Mall lain karena referensi Anda di Mall tersebut sudah tersebar ke Mall lain. Ingat, referensi buruk akan cepat sekali tersebar ke lingkungan kerja yang sama. Anda adalah orang yang merugi, merugikan masa depan Anda sendiri dan keluarga yang menggantungkan hidupnya kepada Anda.. Dan dalam kehidupan profesional akan susah sekali memperbaiki keadaan jika kompetensi Anda sudah tidak dipercaya dalam satu bidang profesi.

Belajar ini tidak tergantung kepada umur. Maka kita bisa lihat dalam kehidupan ada pemuda umur 25 tahun dengan kecerdasan dan kebijaksanaan seperti manager berpengalaman umur 40 tahun, sebaliknya ada orang berumur 40 tahun yang sikap menjengkelkan seperti anak muda bandel dan susah diatur umur 20 tahunan. Maka siapapun Anda dan dimanapun Anda berada dan apapun profesi Anda jadilah MANUSIA PEMBELAJAR, demi masa Anda yang lebih cemerlang.
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )

Saturday, January 1, 2011

BELAJAR DARI TIMNAS

Piala AFF telah menemukan juaranya. Walaupun itu bukan Indonesia tapi banyak hikmah yang kita dapat dari event ini. Betapa semua masyarakat Indonesia, mulai dari presiden sampai anak anak larut dalam semangat nasionalisme, semangat kebangsaan, bernyanyi bersama, yel yel yang membakar semangat dan haru biru kebanggaan terhadap icon bangsa: tim nasional bola. Tentu bukan tanpa sebab, karena timnas telah memberikan bukti perjuangan yang nyata yaitu telah mengalahkan lawan lawannya dengan hanya sekali kalah. Lepas dari kekalahan di kandang lawan yang juga memancing banyak pendapat dimana kita masih juga bisa "belajar" dari penyebab kekalahan itu, yang pasti secara keseluruhan harapan untuk lebih baik dimasa depan bisa dititipkan pada team nasional saat ini. 

Ada progress nyata yang bisa kita rasakan. Skill yang meningkat, kekompakan yang makin padu, kecepatan dan determinasi, kegigihan dan semangat juang, nasionalisme, sportivitas dan banyak hal lain dari timnas dan supporter sekarang yang makin dewasa yang seharusnya bisa "mengajari" kita dalam banyak hal. Mudah mudahan karakter timnas saat ini menular kepada setiap pribadi kita dan karakter kebangsaan pada umumnya untuk aspek kehidupan kita di tahun 2011 ini. Karakter calon juara: Kecintaan pada bangsa, Kegigihan untuk selalu menang, Pantang menyerah, Sportif, Team work, dan percaya pada satu tujuan: satu saat kita pasti menang.

Dan berkat timnas walaupun setelah piala AFF ini orang masih dengan bangga mengenakan kaos merah dengan lambang Garuda di dada. Hidup Tim Nasional Bola. Membanggakan! Nasionalisme ternyata bisa tumbuh dari mana saja, termasuk dari olah raga. Lambang negara akan dengan bangga menjadi atribut anak bangsa jika ada motor penggerak nyata rasa kebanggaan berbangsa dan bernegara. Bukan hanya jargon. 
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )