Saturday, July 16, 2011

CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

Dari beberapa email ada kesamaan menanyakan mengenai Corporate Social Responsibility (CSR). Coba kita bahas saja secara general.  CSR adalah bentuk tanggung jawab/ empati perusahaan terhadap lingkungan, minimal untuk lingkup lingkungan dimana perusahaan tersebut berdomisili. Artinya sebagian dari keuntungan bisnis juga harus dialokasikan untuk membawa manfaat bagi sekitar, bukan hanya sibuk mencari keuntungan terlebih jika mengexplore potensi lingkungan tapi melupakan lingkungan sekitar atau tidak mengembalikannya lagi manfaat kepada lingkungan tersebut.

Seperti manusia yang perlu menyeimbangkan antara hubungan antar manusia ( hablumminanaas ) dan hubungan dengan Tuhannya ( hablumminallaah ). Begitu juga perusahaan jika dianalogikan  kerja habluminanaas sebagai sebuah “makhluk bernyawa” , melakukan hubungan dengan pelanggan, kordinasi dengan supplier dan vendor, melakukan pemasaran, mendidik karyawannya melalui training training, berkordinasi dengan dinas terkait sebagai bagian dari bisnis perusahaan. Bisa saja perusahaan dianggap makhluk bernyawa karena dengan melakukan bisnis perusahaan dengan baik sehingga bisnis bisa terus tumbuh berkembang, menjadi semakin besar, semakin luas jangkauan bisnisnya, semakin menyejahterakan para pemilik dan karyawannya. Maka sebagai “balasan” dari pertumbuhan positif ini dan wujud rasa syukur bolehlah jika perusahaan berbagi sedikit rejeki kepada orang lain, khususnya kepada lingkungan terdekat dimana perusahaan beroperasi.   Kita namakan keinginan berbagi ini untuk urusan “habluminallaah”, berkomunikasi kepada Tuhan yang memberikan rejeki melalui upaya upaya berbagi yang membahagiakan orang lain, upaya mengurangi resiko resiko yang mungkin terjadi diakibatkan berkembangnya perusahaan, sehingga secara timbal balik mendatangkan value bagi perusahaan dan lingkungan sekitar.

Yang harus ditegaskan bahwa bentuk CSR bukan sekedar donasi/ sumbangan uang atau sembako. Justru CSR yang bernilai adalah berbentuk program yang hasil akhirnya bisa membawa manfaat luas bagi perbaikan kondisi tertentu. Tentukan thema CSR dari sebuah perusahaan, misalnya “Ibu Cerdas”, yang materi programnya memberikan free pendidikan wirausaha, pengelolaan keuangan, cara mendidik anak kepada ibu ibu rumah tangga, agar mereka mendapatkkan pengembangan wawasan dan ilmu yang akhirnya berguna untuk meningkatkan kualitas keluarga masing masing. Atau perusahaan AC mencanangkan “Go Green”, yang materi programnya menanam 1 juta pohon produktif dalam waktu 1 tahun di wilayah yang urgent dihijaukan sehingga terhindar dari bencana banjir, longsor bahkan bisa menambah kapasitas produksi pangan. Juga bisa perusahaan susu mencanangkan “Indonesia sehat” dengan materi programnya mencanangkan pentingnya makan telur dan minum susu sampai usia 12 tahun untuk meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh sehingga akan terbentuk generasi yang gizinya cukup dan otaknya lebih produktif.  Bahkan program “sunatan masal”  untuk perusahaan menengah juga pantas sebagai bentuk CSR. Thema program CSR bisa disesuaikan dengan produk dari perusahaan agar sinergi.  Semakin besar skala CSR dan dijalankan secara berkesinambungan, maka akan semakin membawa value bagi perusahaan. Perusahaan akan dikenal sebagai perusahaan yang berempati pada lingkungan sekitar dan ber-etika dalam bisnis.

Jika perusahaan menunjukan empati terhadap lingkungan sekitar, juga melibatkan seluruh stakeholder seperti para Direksi, manager, karyawan, para supplier dan vendor, bahkan para pelanggan, maka ini seperti menyebarkan aura energy positif kepada kepentingan perusahaan secara luas. Stake holder jadi makin peduli kepada lingkungan sekitar, makin bersemangat membantu sesama, makin peduli terhadap penderitaan orang lain, makin ringan tangan membantu kegiatan kemanusiaan, maka secara bertahap akan merubah karakter seluruh stakeholder menjadi pribadi positif yang dermawan, senang membantu dan peduli. Jika setiap pribadi yang terlibat dalam perusahaan memiliki karakter positif maka bayangkan secara kumpulan karyawan perusahaan akan bersinergi menjadi kelompok positif yang luar biasa. Bahkan bukan hanya perusahaan, tapi semua stake holdernya adalah orang orang yang dianggap baik, peduli dan positif. Intinya jika kita hanya melakukan hal hal baik , berguna untuk orang/ pihak lain dan dido’a-kan oleh banyak orang agar banyak rejeki, panjang umur, maka hal hal baik akan datang pada kita ataupun pada perusahaan. Misalnya image positif untuk brand produk / perusahaan meningkat, sales makin menngkat , pelanggan bertambah, profit meningkat, akhirnya kesejahteraan karyawan juga meningkat.


Perlu diingat sering kali pembeli memutuskan action to buy bukan karena produk, tapi karena alasan emosional /non teknis. Misalnya saya sangat tahu bahwa perusahaan A ini betul membagikan sebagian keuntungan bisnisnya untuk memajukan masyarakat dan lingkungan sekitar dengan program CSRnya, dan memang banyak orang telah bersaksi merasa bersyukur dan terbantu dengan adanya CSR ini, maka bisa saja saya akhirnya lebih cenderung loyal membeli produk perusahaan A sebagai support atas dijalankannya CSR dan agar merasa saya telah ikut berpartisipasi agar program CSR ini bisa terus dijalankan secara jangka panjang. Walaupun mungkin secara spek mutu produk A lebih dibawah produk B, atau bahkan harga produk A lebih mahal daripada produk B. Percayalah, masih banyak orang baik yang menjunjung tinggi hal hal baik yang dilakukan orang dan sangat bersedia untuk ikut berpartisipasi. Karma tetap berlaku sekalipun itu untuk perusahaan, menanam bibit yang baik akan menuai buah yang baik juga. Jika kita menjalankan perintah Tuhan, maka hukum Tuhan pasti akan berlaku. Maka sebaiknya CSR dijalankan oleh setiap perusahaan yang sudah mampu menjalankannya.  Membayar pajak usaha memang wajib untuk hablumminanaas, tapi membudgetkan sebagian dari keuntungan usaha untuk biaya CSR seperti membayar zakat untuk hablumminallah. Insya Allah membawa berkah dan kebaikan untuk perusahaan. SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )

Saturday, July 9, 2011

MENCAPAI POTENSI HIDUP YANG MAKSIMAL

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir, 
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai 
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang 
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.
Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini 
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap 
aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda. 
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang 
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu. 
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia 
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan. 
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya 
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang. 

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.


* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar 
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri. 
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita, 
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan 
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga ! SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )

( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)



Saturday, June 18, 2011

LOYALITAS PELANGGAN

Dalam hukum persaingan based on Service Quality, menjadikan pelanggan puas saja tidak cukup. Menjadikan pelanggan sebagai Pelanggan Loyal itu baru memenuhi kecukupan. Pelanggan kembali lagi, berbisnis secara jangka panjang dan tidak pindah ke produk atau merk lain. Pelanggan baru memang penting, tapi lebih penting menjaga loyalitas pelanggan saat ini. Kenapa?
Sebab orang diluar sana lebih percaya dan yakin jika diajak oleh orang yang dia kenal untuk datang ke toko Anda, dibanding jika diajak oleh Marketing Anda. Jadi hanya dengan kita memelihara kepuasan dari pelanggan saat ini , maka mereka akan dengan sukarela memberi referensi toko Anda kepada saudaranya, rekan kerjanya, relasinya. Dengan memelihara Pelanggan agar loyal, maka kita mendapat minimal 2 keuntungan, yaitu:
1.      Pelanggan tadi akan repeat bisnis dengan Anda
2.      Pelanggan tadi akan membawa 5 orang kastemer baru 

Bagaimana supaya pelanggan loyal? Fokus di factor emosional! Detik detik pelanggan berada di outlet atau toko mulai dari masuk pintu sampai pulang keluar pintu lagi adalah “pengalaman bernilai” dan usahakan supaya mereka tidak bisa mendapat pembandingnya dari tempat toko atau jasa lain sejenis. Banyak produk atau jasa lain yang sejeniis tapi yang membedakan adalah pengalaman emosional yang berkesan baik dan diingat secara menyenangkan.

1.   Sebut nama pelanggan lebih memberi kesan bahwa kita care kepada pelanggan secara lebih personal
2.      Biarkan kita yang bekerja, pelanggan hanya menikmati dan membayar. Mulai dari masuk toko kita bukakan pintu masuk dan sapa selamat datang dengan ramah. Atur posisi duduknya yang nyaman, berikan segala sesuatu kebutuhannya dengan cepat dan sopan mempersilakan, lalu bukakan kembali pintu pada saat ingin keluar toko dan ucapkan terimakasih. Ingat setiap detil kontak pelanggan dengan kita adalah sangat berharga dan itu yang memberikan credit poin plus untuk toko kita. Semakin banyak credit poin positif yang dikumpulkan dalam benak kepuasan kastemer maka akan semakin ingin dia untuk kembali lagi di lain kesempatan atau semakin ingin dia mereferensikan toko Anda kepada relasinya, walaupun banyak toko atau jasa lain sejenis tapi toko Andalah yang paling dia ingat dan berkesan karena setiap detilnya bernilai bagi pelanggan.
3.      Amati setiap gerakan dan kebutuhannya. Misalnya kalau melihat tamu seperti orang sedang mencari cari arah segera datangi dan tanya apa yang bisa dibantu. Mungkin dia sedang mencari arah toilet. Maka jangan sekedar menunjukkan tapi inisiatif untuk mengantarkan ke arah toilet tersebut secara sopan.
4.      Jika pelanggan terlihat seperti agak bimbang memutuskan, berikan konsultasi agar pembeli mendapatkan pilihan produk atau barang yang tepat sesuai kebutuhannya. Bukan hanya menjual produk yang paling mahal padahal kita tahu dia sebetulnya tidak perlu membeli produk dengan spesifikasi termahal tersebut. Berempatilah!
5.      Jika ada masalah atau complain , berikan solusi dengan efektif dan sopan, bukan bantahan atau bertahan. Pelanggan adalah raja, maka mohon maaf dan berikan kompensasi sepantasnya dan undang untuk kembali datang di lain waktu. Berpikirlah positif, dari 100 tamu yang datang paling hanya 2 – 5 orang yang berlaku aneh, maka tetaplah setia pada kewajiban Anda melayani bagaimanapun tingkah pelanggan Anda.
6.      Berikan diluar yang diharapkan. Jangan segan segan berikan surprise buat pelanggan. Misalnya jika Anda amati pelanggan si A ini dalam seminggu minimal 3 kali dia mengunjungi toko Anda, belanja dengan nilai transaksi yang cukup siginifikan dan itu sudah terjadi terus dalam 2 bulan ini, suatu hari berikan kejutan special dari Anda langsung Anda sendiri sebagai pemilik toko yang menyerahkan. Misalnya kupon belanja di supermarket, atau berupa souvenir barang yang cukup berharga, atau compliment dari produk Anda berupa tambahan jam atau menu gratis untuk berapa kali pakai. Katakan kalau Anda diam diam selama ini mengamati kegiatan belanja si A di toko Anda dan sangat menghargai loyalitasnya. Sebagai rasa penghargaan yang tinggi langsung Anda sendiri sebagai pejabat toko atau owner langsung menyerahkan surprise kepada si A. Maka hal ini akan membuat si A merasa tersanjung..
7.      Pelanggan yang sudah loyal dan hatinya sudah bisa “dibeli” oleh Anda, sudah menganggap Anda dan team kerja Anda seperti keluarga, maka toko Anda akan betul betul mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Komplain pun sudah tidak akan terlalu keras lagi sebagaimana complain dari tamu biasa. Semuanya dijalankan berdasarkan pertimbangan kekeluargaan, saling pengertian dan saling menjaga hubungan jangka panjang.


Loyalitas pelanggan tidak bisa dibentuk dalam satu dua hari operasional toko. Loyalitas pelanggan dibangun dengan waktu, usaha dan kerja keras seluruh team work, kadang melalui ujian badai complain dari pelanggan. Semua harus dilalui secara team, tidak bisa perorangan.  Justru bahaya jika seorang pelanggan hanya loyal pada satu orang manager saja di sebuah toko atau outlet, jika manager tadi pindah kerja ke perusahaan lain maka pelanggan loyal tadi akan mengikutinya pindah. Maka pasti akan lebih berhasil bagi pimpinan perusahaan jika membangun standard pelayanan yang sama bagi semua anggota teamwork tanpa terkecuali agar output yang keluar dari toko atau outlet Anda pantas untuk diingat secara positif dan kondusif untuk direfereniskan kepada orang lain. SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )

Saturday, June 11, 2011

BAGAIMANA MENINGKATKAN KEYAKINAN DIRI?

Dalam beberapa pertanyaan via email sebagian intinya bertanya kenapa saya tidak pernah yakin pada diri sendiri? Baik itu pada kemampuan atau pada penampilan sehingga membuat hidup seakan menjadi stagnan saja, tidak cepat berkembang. Keyakinan diri erat kaitannya dengan menghargai diri sendiri. Anda memberi Value / nilai / score pada diri kita sendiri. Dalam skala 1 – 10 misalnya untuk kemampuan berbicara di muka umum, berapa nilai yang Anda berikan untuk diri sendiri? Mungkin banyak diantara Anda memberi nilai cukup 2, 5 atau paling tinggi 7. Kalau poin 8 atau 9 belum sampai lah saya ini. Belum pengalaman, bicara masih tergagap gagap, menatap mata kawan diskusi  masih takut, pengetahuan materi bahasan juga masih kurang, banyak alasan lain. Tapi apa betul? Apakah Anda sudah pernah mencoba berbicara di depan umum sebelumnya? Bukankah selama ini Anda dikenal jago berbicara di depan rekan rekan sekerja Anda dan rekan Anda merespon dengan antusias apa yang Anda bicarakan? Sampai ada istilah gaul: gak rame kalo gak ada lo. Manusia terbiasa untuk melakukan under value. Menilai kerja saat ini tidak berguna, istri saat ini tidak lebih Ok dibanding assiten wanita di kantor, anak sendiri kurang pintar dibanding anak tetangga, rekan kerja tidak bisa kerja lebih baik dari kita, atau bahkan under value terhadap kemampuan diri sendiri.  Oya saya pantas miskin karena saya lahir dari keluarga orang tidak mampu, saya pantas bodoh dan cukup bergaji rendah karena pendidikan saya paling rendah dibanding kawan kawan kantor, dan sebagainya.
Under Value membuat potensi kita yang seperti gunung es ( terlihat kecil di atas permukaan air tapi sebetulnya besar di bawah permukaan air ) tidak akan pernah terangkat naik. Under Value pada diri sendiri bisa memadamkan semangat dan kegigihan.  Bagaimana Anda bisa mengangkat segenap kemampuan Anda? Yah caranya dengan cari guru yang tepat , yang bisa memotivasi, mengarahkan seluruh potensi tersembunyi Anda agar terangkat ke permukaan dan siap disiarkan kepada dunia kalau Anda mampu.
Mintalah masukan atau input dari orang lain apa kira kira sisi positif kita. Kumpulkan dan bangun rasa menghargai diri sendiri. Berlatih, biasakan, perbaiki. Kalau bukan kita sendiri yang memberi harga pantas untuk kita, lalu siapa lagi. Pantaskan perilaku, sikap, kemampuan, pegetahuan Anda untuk dapat dinilai baik oleh orang lain. Kenyataannya kita hampir selalu under value terhadap apa yang dimiliki kita sendiri dan over value terhadap apa yang dimiliki orang lain. Kadang apa yang dimiliki orang lain belum tentu sesuatu yang memang kita butuhkan. Misalnya dalam penampilan kita merasa kegantengan wajah kita dibawah standard. Kenyataannya memang kita tidak perlu kelihatan terlalu ganteng dan tampan seperti cover boy karena kita bukan kerja sebagai model, tapi ternyata kita seniman yang jago melukis. Tetapkan jalur Anda di seni melukis dan buat lukisan sebaik baiknya agar bisa dijual dengan harga mahal dan anda dikenal sebagai pelukis yang dicari orang. Percayalah, banyak orang menilai dengan porsi yang lebih besar pada kemampuan Anda, bukan sekedar penampilan fisik.
Setiap orang punya jalan hidup suksesnya sendiri. Semua profesi dan golongan berhak untuk menjadi sukses. Tidak mungkin di dunia ini semua yang sukses hanya dari kalangan pengusaha, guru juga ada yang sukses sehingga seringkali dipanggil jadi dosen tamu di banyak sekolah/ universitas, petani juga bisa sukses menjadi kaya bisa mengekspor hasil buminya, atau karyawan yang sukses dengan karir melesat cepat di usia muda juga banyak. Maka jangan ragu untuk menyatakan bahwa Anda adalah orang yang berkemampuan tinggi, professional sehingga pantas bernilai tinggi. Tapi sampai bisa menggali seluruh potensi Anda tidak akan bisa dimulai jika Anda tidak percaya diri.
-          Anda harus percaya bahwa Anda belum mengeluarkan kemampuan terbaik Anda saat ini, jadi jangan menyerah pada diri sendiri. Anda bukan seperti Anda saat ini, masih ada banyak waktu dan banyak cara didepan yang harus ditempuh sampai Anda mencapai tujuan hidup. Bersemangatlah!

-          Anda harus percaya bahwa ada “Guru” yang bisa membantu Anda mengeluarkan semua kemampuan Anda. Kunjungi seminar seminar, baca buku buku positif, minta coaching secara personal kepada guru pilihan Anda,

-          Anda harus percaya bahwa lingkungan Anda akan sangat mempengaruhi cara berpikir Anda mengenai membangkitkan kepercayaan diri. Jangan dengar input input yang mendeskreditkan Anda, dengarkan kata hati: Saya pasti bisa!

-          Perluas wawasan. Dari cara dan apa yang Anda bicarakan orang dapat menilai seberapa level bonafiditas Anda. Tapi untuk bisa bicara ini itu tentu saja Anda harus punya bahan. Maka selalu isi otak Anda dengan informasi informasi up to date setiap hari, jangan hanya soal perut dan penampilan saja yang dipenuhi.

-          Walaupun Anda mengatahui cukup banyak bidang, tetap Anda harus pastikan dari sekian banyak item minat dan kemampuan, di item apa Anda betul betul akan mencoba menjadi ahli. Menjadi ahli di sebuah bidang tetrtentu akan meningkatkan kepercayaan diri dan nilai Anda.

-          Anda harus percaya, berlatih dan terus berlatih dengan terus memperbaiki diri dalam  hal yang sama akan meningkatkan rasa percaya diri secara signifikan. Jangan pernah merasa cukup, diatas langit masih ada langit, maka terus recharge diri dan kemampuan Anda.
-          Anda harus percaya bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa selalu bersama Anda , memberi rejeki kepada Anda sesuai dengan usaha Anda. Jika Anda ingin disayang Tuhan, maka kerjakan apa yang diperintahkanNya dan jauhi apa yang dilarangNya. Jika Anda dekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan lebih dekat lagi dengan Anda dan akan mengijinkan keajaiban berlaku pada diri Anda.

SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )

Saturday, May 14, 2011

TRUN AROUND STRATEGY

Dari beberapa email yang masuk ada yang memiliki pertanyaan yang sama yang akan saya jawab sebagai artikel.Kita membahas kasus. Untuk perusahaan ( anggap bisnis resto ) yang sudah dibangun antara 2 - 3 tahun tapi ternyata kurang memberi omzet yang menguntungkan/ menggembirakan, maka perlu didiagnosa dan analisa penyebabnya.
Kadang kita tidak menyadari bahwa sebetulnya masalah bukan datang dari luar, tapi justru dari dalam intern sendiri. Masalah organisasi misalnya perlu didiagnosa dahulu sebelum kita menyalahkan hal lain.

Coba kita analisa intern dulu

ORGANISASI
Banyak perusahaan yang sebetulnya secara konsep bisnis sudah OK, tapi ternyata pengelolaan organisasinya yang bermasalah. Terutama aturan main organisasi untuk bisnis kecil seperti resto langsung ada di tangan owner. Owner mungkin sudah menunjuk manager operasional outlet yang tetap saja harus bekerja detail by detail atas instruksi dari owner. Termasuk jika owner menerapkan ada aturan main denda kepada karyawan jika ada yang datang terlambat, atau ada yang salah input harga, atau pecahkan piring tidak sengaja, dan kesalahan lain lain.  Mungkin maksud owner ingin menanamkan disiplin kepada karyawannya agar bekerja sebaik mungkin dan sesuai prosedur agar zero mistake. Apakah sebaliknya juga ada jika ada karyawan yang selama setahun tidak pernah terlambat, atau selama setahun tidak pernah salah prosedur kerja atau sering mendatangkan pelanggan baru, apakah prestasi tersebut juga direspon dengan reward atau penghargaan uang khusus? Kalau tidak maka organisasi memberlakukan hukum yang tidak positif. Hanya menekankan punishment tetapi tidak memberlakukan reward. Saya yakin pasti frekuensi turn over karyawan sangat tinggi karena merasa tidak aman dan nyaman dengan pekerjaannya

PUNISHMENT Vs REWARDS
Tapi hal punishment denda uang ini kurang kondusif untuk bisnis service. Dalam bisnis service seperti resto biasa untuk segmen umum rasanya standard gaji karyawan setara waiterpun tidak terlalu besar. Bayangkan kalau karyawan sudah membayangkan kalau salah ini itu lalu gajinya dipotong 2-3x denda yang mungkin bulan ini dia bisa lakukan, maka tinggal sisa berapa take home payment-nya. Padahal dengan gaji yang diterima sekarangpun setelah dikurangi makan, transport, cicilan motor, pengobatan dokter, kasih orang tua dll itupun masih kurang. Dengan kondisi psycologis seperti itu, apa mungkin seorang karyawan bisa memancarkan aura "service oriented" di wajahnya? Yang ada mungkin malah aura takut bekerja ,takut ini itu salah, padahal dalam bisnis service unsur spontanitas service dalam bertugas sangat penting. Misalnya inisiatif manager outlet memuji anak pelanggan yang lucu, waiter dengan cara tutur kata yang menarik menawarkan makanan menu terbaru, bagi waitress bisa memuji kecantikan pelanggan, dengan senyum lebar dan gestur yang sopan. Hal hal spontanitas yang positif ini hanya bisa keluar jika dalam hati juga sudah merasa nyaman dengan kerjanya. Dia tidak akan merasa nyaman jika dihantui "potongan denda" atau mendapat sugesti pengaruh emosional dari temannya yang sudah mendapatkan penalti denda. Ingat ini kerja team work, jadi bukan hanya aura positif yang ditularkan tapi juga aura negatif yang dirasakan satu orang, bisa berpengaruh pada aura anggota team lain. Bahkan karyawan yang kecewa bila dia coba mempengaruhi mindset teman temannya bisa menjadi virus yang pelan pelan menggerogoti perusahaan.

KEWENANGAN MANAGER
Memang tidak ada jaminan kalau denda ini dihapuskan maka lantas karyawan berkerja secara sembarangan karena toh tidak ada sanksinya. Sanksinya tentu saja tetap manager yang mengawasi satu persatu anggota organisasi lain setiap bulannya. Sanksi bisa diterapkan sewajarnya, misalnya kalau uang di kasir kurang 200rb dari hitungan mesin kasir, maka kita hukum secara team mereka harus kumpulkan 200rb untuk menutup kekurangan. Masih fair untuk karyawan dan selanjutnya mereka akan saling jaga agar kejadian kurang/ hilang uang tidak terjadi lagi.
Manager sebagai perwakilan owner di bisnis harusnya memang mendapat "tempat terhormat" di mata karyawan. Bukan hanya title manager tapi seluruh karyawan tahu bahwa manager tersebut tidak ada kewenangannya untuk bertindak atau mengambil keputusan.  Maka penghormatan karyawan kepada manager seperti ini akan beda dengan manager yang memang dikuasakan penuh kewenangan owner. Wibawanya, perintah yang dikeluarkannya, meeting yang dipimpinnya, dokumen yang ditanda tanganinya, akan lebih jadi berbobot jika karyawan tahu dengan jelas bahwa dia betul manager yang dikuasakan owner, bukan hanya "manager boneka". Maka perlu kebijaksanaan dari owner untuk memberikan kepercayaan penuh kepada manager operasional. Seharusnya bisa diberikan kepercayaan penuh karena manager diseleksi, dipilih langsung oleh owner. Tentu saja sebelum manager terpilih bertugas harus jelas dulu batasan batasan mana keputusan yang bisa diambil sendiri dan mana keputusan yang harus didiskusikan dahulu bersama owner.
Manager juga bertanggung jawab atas seluruh member organisasi dibawahnya,  tugasnya menstandarisasi service skill setiap karyawan dan memberi teguran sesuai hierarkhi struktur organisasi dan hukuman yang pantas jika ada pelanggaran.

KEBIJAKAN BUDAYA PERUSAHAAN
Membentuk mental positif karyawan bukan dengan mengembangkan rasa takut, justru harus dengan "rasa memiliki". Cara Owner atau manager sebagai wakil owner  menimbulkan "rasa memiliki" ini kepada karyawan bisa dengan didengar pendapatnya, kadang kita hanya perlu memberi reward tanpa punishment, misalnya jika omzet sampai di angka Rp.50juta per bulan maka ada bonus 2% omzet yang dibagikan rata kepada setiap karyawan. Secara logika pasti seluruh team kerja akan berusaha kejar omzet minimal tersebut dan dengan sendirinya memperkecil kemungkinan salah prosedur karena ingin bekerja sebaik mungkin. Penekanannya bukan di denda tapi justru di bonus. Bahkan acara gathering misalnya ke pantai rekreasi bersama dengan owner dan manager dalam suasana informal bisa mengikat kebersamaan yang lebih kuat dan positif.
Budaya menghargai dan bukan budaya hukuman ini yang harus diimplementasikan di outlet jika ingin bisnis maju ke depan secara cepat. Prospek bisnis bagus tapi perangkat kerja di dalamnya tidak bisa mengimbangi kebutuhan organisasi yang efektif dan produktif maka akan susah memenuhi target.

RE-CONCEPT
Jika terbukti bahwa setelah organisasi diperbaiki dan memang belum juga ada perbaikan, maka baru arahkan perbaikan di strategi bisnis. Mulai dari cara marketing, promo, co branding dan cross selling bahkan merubah brand dan re-image jika dibutuhkan. Secara analisa produk mungkin harga jual produk juga terlalu tinggi atau analisa variasi produk menu yang memang kurang diminati diganti dengan yang lebih menjual. Perbaiki konsep interior room mungkin biar lebih fresh setelah 2 tahun. Memang jika hasil analisa sampai pada keputusan harus diredesign kembali secara major maka akan dibutuhkan biaya investasi yang cukup besar. Dengan hasil bisnis yang 2 tahun sudah berjalan tapi belum menghasilkan omzet optimal maka kebanyakan owner pasti segan untu re-invest kembali karena ada trauma dananya tidak kembali modal. Untuk memfokuskan upaya turn around ini bisa saja bagi resto yang sudah buka lebih dari satu outlet bisa fokus dulu di satu outlet di daerah pasar paling potensial sebagai role model .
Dikembangkan sampai mantap menjadi pola bisnis outlet resto yang menguntungkan, baru dikembangkan di outlet outlet lain

MITRA SHARING SAHAM
Karena misalnya alasan ruko sewa masih misalnya ada 3 tahun lagi dan bisnis yang ada tidak mungkin ditutup begitu saja karena walaupun belum booming tapi sudah cukup dikenal di kawasan sekitar outlet, maka perlu dipertimbangkan adanya melibatkan mitra investor luar yang tertarik bergabung sebagai owner resto. Jika sudah ada investor mitra, maka re born resto baru harus betul betul dijalankan dengan konsep bisnis yang lebih fresh dan dijalankan dengan organisasi lebih handal dan budaya perusahaan yang lebih positif.  Bagaimanapun pengalaman 2 tahun mengelola outlet resto yang kurang berhasil pasti membawa pelajaran penting bagi owner. Jika perlu gunakan jasa konsultan bisnis agar tujuan bisnis lebih terarah dan lebih cepat tercapai. Seperti kisah INUL VIZTA karaoke keluarga yang awalnya di tahun 2005 hanya ingin survive sebagai outlet karaoke keluarga yang sedang bangkrut di kelapa gading yang masih 3 tahun masa sewanya, tapi karena artis Inul Daratista mengambil alih kepemilikan dan dukungan konsep turn around strategy , positioning, differensiasi dan segmentasi yang tepat , organisasi yang kuat juga member karyawannya memenuhi spesifikasi skill dibutuhkan, ditambah edukasi yang efektif maka dari sekedar ingin bertahan hidup,ternyata bahkan dapat opportunity bisnis lebih besar yang  di 2011 sudah mencapai lebih dari 50an outlet.
Demikian sebagai pandangan. SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )



Saturday, May 7, 2011

BAGAIMANA MENENTUKAN LOKASI STRATEGIS UNTUK BUKA USAHA

Pakar bisnis selalu mengatakan, tiga syarat penting untuk membuka tempat usaha adalah pertama: Lokasi, kedua: Lokasi , ketiga: Lokasi, keempat baru syarat lainnya. Sedemikian pentingnya lokasi sehingga Management Mall atau developer apartment , pengembang kawasan perumahan juga selalu menggunakan kalimat sakti paling utama dan paling besar ukuran font tulisannya dalam promo brochurenya: Lokasi strategis ! lalu tersebut sekian menit dari semanggi, sekian menit dari bandara, akses langsung ke tol cikampek, dekat sekolah atau universitas, dekat stasiun KA, bebas banjir ,bla..bla..sebagai penggambarannya agar orang makin yakin bahwa lokasi tersebut memang betul betul strategis dari sudut pandang siapapun.

Sebetulnya hal ini tidak selalu benar terutama untuk usaha yang lebih orientasinya lebih ke rasa puas yang legendaris, misalnya usaha kuliner tradisional, karena utamanya lebih ke rasa. Pernah dengar di satu kota ada warung makan yang lokasinya harus masuk dalam gang kawasan perumahan rakyat sehingga pelanggan rela memarkir mobilnya di luar gang dipinggir jalan raya dan dia berjalan kaki ke dalam untuk bisa makan di warung makan itu? Atau juga untuk usaha yang tersedia supplynya hanya sedikit karena factor skill. Misalnya pijat urut patah tulang terkenal yang jalannya rumit masuk masuk jalanan kecil tapi tetap saja ramai dikunjungi pasien. Tapi itulah gambarannya kalau usaha Anda ada di katagori legendaries bolehlah tidak sependapat dengan lokasi. Tapi kalau usaha Anda masih baru mau buka dan belum dikenal orang, maka untuk mempercepat berhasilnya bisnis memang harus memperhatikan lokasi. Walaupun demikian jika terpaksa tempat usaha Anda harus di lokasi yang agak dalam dan kurang terlihat dari keramaian, sedang menyewa tempat strategis sepertinya mahal dan tidak terjangkau, selalu ada cara dan taktik untuk tetap bisa eksis dan berhasil. Jadi jangan putus asa.

Lalu bagaimana cara mudah untuk menentukan sebuah lokasi ini strategis atau tidak untuk dijadikan lokasi usaha?
-    Jalan raya di depan toko atau di depan kawasan pertokoan outlet Anda: dengan adanya jalan raya ini maka otomatis ada rute angkot, kendaraan pribadi seperti mobil dan motor juga mudah mencapai lokasi Anda . Keuntungan lan juga mudah bagi outlet Anda memasang banner/ billboard atau spanduk mengarah ke keramaian jalan sehingga brand usaha Anda bisa terpublikasi dengan efektif.

-   Kawasan Pertokoan atau area Mall. Kawasan niaga belanja perdagangan seperti ini adalah pusat dari aktifitas belanja orang banyak. Semakin terkenal Mall dan kawasan niaganya, maka semakin banyak orang berkunjung, jika Anda punya unit toko didalamnya selalu ada kemungkinan Anda bisa menjual produk Anda karena toko Anda akan terlewati oleh pengunjung Mall. Kelebihan lain menyewa di area komersial seperti ini adalah ketersediaan area parkir yang lebih luas dan lebih aman. Untuk bisnis dengan brand lebih tinggi area parkir dibutuhkan karena segmen pasarnya menggunakan mobil untuk ke lokasi toko.
-    Kawasan perumahan, Kawasan perumahan yang sudah padat sangat cocok dijadikan lokasi usaha kebutuhan rumah tangga sehari hari karena sudah ada captive marketnya yaitu penduduk kawasan perumahan tersebut. Kalau tidak terbentur masalah izin usaha peruntukan rumah untuk tempat tinggal atau bisnis, maka bisa juga mempertimbangkan tempat usaha dikawasan perumahan ramai.  Kalau skala tokonya hanya kecil saja saya kira masih bisa diterima, kecuali membangun gedung khusus usaha di kawasan perumahan memang berisiko melanggar ketentuan peruntukan kawasan. Usaha yang cocok lainnya selain kebutuhan sehari hari adalah jasa seperti dokter, kursus, salon, pulsa.

-     Dekatkan dengan aktifitas target market. Ini tergantung dari ingin usaha apa Anda di toko itu. Kalau jual alat tulis kantor dan foto copy, sewa tempat di kawasan perkantoran atau dekat sekolah. Jangan dekat perumahan, karena kemungkinan berhasilnya usaha ATK lebih besar di kawasan perkantoran dan sekolah. Kalau ingin membuka bengkel mobil cari lokasi di pinggir jalan raya, jangan di perumahan karena di kawasan perumahan selain marketnya susah, juga keributan khas bengkel mobil akan mengganggu kenyamanan tinggal penghuni perumahan. Kalau mau buka cafĂ© kelas yang agak mahal yang harus di kawasan elit, agar image wilayah dan image kelas cafenya sejalan dengan target segmen marketnya.  Akses jalan harus mudah dan kapasitas parkirnya juga harus memadai karena pelanggannya pasti bawa mobil sendiri untuk transportasinya.

-       Wilayah yang berprospek. Biasanya di kawasan wilayah pengembangan kota. Dari dinas tata kota kita bisa mendapatkan data di suatu daerah ( mungkin bukan di Jakarta, tapi di daerah ) di sector mana saja yang akan menjadi target pengembangan kawasan. Jika sudah yakin maka Anda bisa invest ruko di sana agar dalam 1-2 tahun ke depan Anda sudah punya lokasi strategis untuk membuka usaha. Biasanya wilayah yang masih dalam proses pengembangan maka harga tanah dan bangunannya masih lebih murah dibanding nanti jika kawasan tersebut sudah makin maju. 

-     Saat ini bisnis perdagangan juga bisa dilakukan via on line. Hanya dengan memiliki website yang mendisplay demo produk maka transaksi bisa juga terjadi. Dengan begitu biaya sewa showroom di lokasi strategis juga bisa dieliminir diganti dengan biaya pengembangan website dengan design yang lebih menarik dan fungsi yang lebih informative.  

-     Juga bisa kerjasama dengan bisnis lain tidak sejenis atau saling support. Misalnya sewa ruko 3 lantai untuk 2 jenis usaha. Misalnya di lantai 1 untuk rerstorant dan di lantai 2 untuk usaha warnet, lalu di lantai 3 dibagi 2 untuk kantor manajemen resto dan warnet tsb. Biaya sewa ditanggung bersama maka akan lebih terasa hemat.

Demikian sedikit tips mengenai lokasi kantor/ showroom untuk usaha yang bisa dipertimbangkan sesuai tujuan bisnis dan ketersediaan budget.
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )


Saturday, April 9, 2011

PELAJARAN BERHARGA DARI BANGSA JEPANG

Jepang berduka! Gempa 9 SR disertai Tsunami dan masih berlanjut dengan bencana radiasi nuklir ditengah badai salju -4C benar benar meluluh lantakkan sebagian besar Jepang. Kami dari Obing Mitra ikut merasakan betapa bencana yang harus mereka terima dan kepedihan yang mereka rasakan adalah sangat berat dan rasanya masa perjuangan untuk bertahan masih sangat panjang. Kami sangat bersimpati dan mendoakan semoga bangsa Jepang bisa bertahan dari cobaan berat ini. Sekaligus mengingatkan kepada kita bahwa "Kun Fayakun" pasti bisa terjadi. Jika harus terjadi, maka terjadilah. Tidak ada siapapun yang bisa menahan kehendak Tuhan. Dalam hitungan menit saja semua bisa berubah. Dari negara super power menjadi mulai kembali dari titik nol, sungguh cobaan yang sangat berat.

Tapi ada hal menarik yang tidak pernah hilang dari bangsa Jepang. Kedisiplinan, mental baja dan semangat positif yang luar biasa. Coba bayangkan jika bencana seperti ini terjadi di negara lain, mungkin sudah ditimpa bencana malah makin diperparah lagi oleh kerusuhan pasca bencana, penjarahan asset, caci maki kepada pemerintah, atau malah dijadikan ajang politik saling ambil simpati kelompok tertentu di daerah bencana. Di Jepang saat ini seakan semua melebur menjadi satu tubuh , satu jiwa. Satu sakit, semua berusaha mengobati. Pemerintah juga segera menghentikan project project yang kurang prioritas dan merubah seketika target pembangunan skala negara untuk hal hal yang urgent.


Dari segi rakyat juga tetap bisa menjaga kewarasan mereka. Warga yang menerima bantuanpun tertib mengantri, tidak ada penjarahan mengganggu warga lain yang masih aman, tidak ada gangguan pada warga etnis atau dari negara tertentu, tidak ada teriakan gusar kepada pihak tertentu, tidak ada rebutan bantuan di penampungan pengungsi., bahkan diantara para pengungsi masih saja terjadi saling bantu memberi prioritas pada yang lebih perlu. Sungguh masyarakat yang mandiri dan tidak menambah beban kepada pemerintahnya yang sedang mengarahkan prioritas  berjuang mengatasi dampak radiasi nuklir yang mencapai level 5.


Betul betul keunggulan mental bangsa Jepang terlihat luar biasanya pada pasca bencana ini. Sesuatu karakter bangsa yang diamini, dijiwai, dijalankan, dan diamalkan oleh seluruh masyarakat segala lapisan dan komponen bangsa di Jepang. Maka tidak heran dalam keadaan normal pertumbuhan ekonomi, sosial, industri dan seluruh aspek kebanggaan berbangsa bernegara di Jepang bisa tumbuh dengan sangat cepat dibanding negara lain. Karena mereka sudah memiliki mental yang tepat dan diarahkan oleh pemimpin yang tepat. Mataharipun akan selalu terbit di hati setiap orang Jepang walaupun dalam keadaan alam segelap apapun. Bertahanlah Jepang, segera matahari kalian akan bersinar cerah kembali. 



Tantangannya buat kita rakyat dan bangsa Indonesia, tirulah mental Japanese dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita pasti juga bisa. Yakinlah bahwa nasib suatu negara adalah pemimpin dan rakyat negara itu sendiri yang menentukan. Semoga kita tidak harus ditimpa bencana besar dulu baru melahirkan kebersamaan. Masih ada kesempatan untuk berubah lebih baik.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)