Saturday, June 11, 2011

BAGAIMANA MENINGKATKAN KEYAKINAN DIRI?

Dalam beberapa pertanyaan via email sebagian intinya bertanya kenapa saya tidak pernah yakin pada diri sendiri? Baik itu pada kemampuan atau pada penampilan sehingga membuat hidup seakan menjadi stagnan saja, tidak cepat berkembang. Keyakinan diri erat kaitannya dengan menghargai diri sendiri. Anda memberi Value / nilai / score pada diri kita sendiri. Dalam skala 1 – 10 misalnya untuk kemampuan berbicara di muka umum, berapa nilai yang Anda berikan untuk diri sendiri? Mungkin banyak diantara Anda memberi nilai cukup 2, 5 atau paling tinggi 7. Kalau poin 8 atau 9 belum sampai lah saya ini. Belum pengalaman, bicara masih tergagap gagap, menatap mata kawan diskusi  masih takut, pengetahuan materi bahasan juga masih kurang, banyak alasan lain. Tapi apa betul? Apakah Anda sudah pernah mencoba berbicara di depan umum sebelumnya? Bukankah selama ini Anda dikenal jago berbicara di depan rekan rekan sekerja Anda dan rekan Anda merespon dengan antusias apa yang Anda bicarakan? Sampai ada istilah gaul: gak rame kalo gak ada lo. Manusia terbiasa untuk melakukan under value. Menilai kerja saat ini tidak berguna, istri saat ini tidak lebih Ok dibanding assiten wanita di kantor, anak sendiri kurang pintar dibanding anak tetangga, rekan kerja tidak bisa kerja lebih baik dari kita, atau bahkan under value terhadap kemampuan diri sendiri.  Oya saya pantas miskin karena saya lahir dari keluarga orang tidak mampu, saya pantas bodoh dan cukup bergaji rendah karena pendidikan saya paling rendah dibanding kawan kawan kantor, dan sebagainya.
Under Value membuat potensi kita yang seperti gunung es ( terlihat kecil di atas permukaan air tapi sebetulnya besar di bawah permukaan air ) tidak akan pernah terangkat naik. Under Value pada diri sendiri bisa memadamkan semangat dan kegigihan.  Bagaimana Anda bisa mengangkat segenap kemampuan Anda? Yah caranya dengan cari guru yang tepat , yang bisa memotivasi, mengarahkan seluruh potensi tersembunyi Anda agar terangkat ke permukaan dan siap disiarkan kepada dunia kalau Anda mampu.
Mintalah masukan atau input dari orang lain apa kira kira sisi positif kita. Kumpulkan dan bangun rasa menghargai diri sendiri. Berlatih, biasakan, perbaiki. Kalau bukan kita sendiri yang memberi harga pantas untuk kita, lalu siapa lagi. Pantaskan perilaku, sikap, kemampuan, pegetahuan Anda untuk dapat dinilai baik oleh orang lain. Kenyataannya kita hampir selalu under value terhadap apa yang dimiliki kita sendiri dan over value terhadap apa yang dimiliki orang lain. Kadang apa yang dimiliki orang lain belum tentu sesuatu yang memang kita butuhkan. Misalnya dalam penampilan kita merasa kegantengan wajah kita dibawah standard. Kenyataannya memang kita tidak perlu kelihatan terlalu ganteng dan tampan seperti cover boy karena kita bukan kerja sebagai model, tapi ternyata kita seniman yang jago melukis. Tetapkan jalur Anda di seni melukis dan buat lukisan sebaik baiknya agar bisa dijual dengan harga mahal dan anda dikenal sebagai pelukis yang dicari orang. Percayalah, banyak orang menilai dengan porsi yang lebih besar pada kemampuan Anda, bukan sekedar penampilan fisik.
Setiap orang punya jalan hidup suksesnya sendiri. Semua profesi dan golongan berhak untuk menjadi sukses. Tidak mungkin di dunia ini semua yang sukses hanya dari kalangan pengusaha, guru juga ada yang sukses sehingga seringkali dipanggil jadi dosen tamu di banyak sekolah/ universitas, petani juga bisa sukses menjadi kaya bisa mengekspor hasil buminya, atau karyawan yang sukses dengan karir melesat cepat di usia muda juga banyak. Maka jangan ragu untuk menyatakan bahwa Anda adalah orang yang berkemampuan tinggi, professional sehingga pantas bernilai tinggi. Tapi sampai bisa menggali seluruh potensi Anda tidak akan bisa dimulai jika Anda tidak percaya diri.
-          Anda harus percaya bahwa Anda belum mengeluarkan kemampuan terbaik Anda saat ini, jadi jangan menyerah pada diri sendiri. Anda bukan seperti Anda saat ini, masih ada banyak waktu dan banyak cara didepan yang harus ditempuh sampai Anda mencapai tujuan hidup. Bersemangatlah!

-          Anda harus percaya bahwa ada “Guru” yang bisa membantu Anda mengeluarkan semua kemampuan Anda. Kunjungi seminar seminar, baca buku buku positif, minta coaching secara personal kepada guru pilihan Anda,

-          Anda harus percaya bahwa lingkungan Anda akan sangat mempengaruhi cara berpikir Anda mengenai membangkitkan kepercayaan diri. Jangan dengar input input yang mendeskreditkan Anda, dengarkan kata hati: Saya pasti bisa!

-          Perluas wawasan. Dari cara dan apa yang Anda bicarakan orang dapat menilai seberapa level bonafiditas Anda. Tapi untuk bisa bicara ini itu tentu saja Anda harus punya bahan. Maka selalu isi otak Anda dengan informasi informasi up to date setiap hari, jangan hanya soal perut dan penampilan saja yang dipenuhi.

-          Walaupun Anda mengatahui cukup banyak bidang, tetap Anda harus pastikan dari sekian banyak item minat dan kemampuan, di item apa Anda betul betul akan mencoba menjadi ahli. Menjadi ahli di sebuah bidang tetrtentu akan meningkatkan kepercayaan diri dan nilai Anda.

-          Anda harus percaya, berlatih dan terus berlatih dengan terus memperbaiki diri dalam  hal yang sama akan meningkatkan rasa percaya diri secara signifikan. Jangan pernah merasa cukup, diatas langit masih ada langit, maka terus recharge diri dan kemampuan Anda.
-          Anda harus percaya bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa selalu bersama Anda , memberi rejeki kepada Anda sesuai dengan usaha Anda. Jika Anda ingin disayang Tuhan, maka kerjakan apa yang diperintahkanNya dan jauhi apa yang dilarangNya. Jika Anda dekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan lebih dekat lagi dengan Anda dan akan mengijinkan keajaiban berlaku pada diri Anda.

SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )

Saturday, May 14, 2011

TRUN AROUND STRATEGY

Dari beberapa email yang masuk ada yang memiliki pertanyaan yang sama yang akan saya jawab sebagai artikel.Kita membahas kasus. Untuk perusahaan ( anggap bisnis resto ) yang sudah dibangun antara 2 - 3 tahun tapi ternyata kurang memberi omzet yang menguntungkan/ menggembirakan, maka perlu didiagnosa dan analisa penyebabnya.
Kadang kita tidak menyadari bahwa sebetulnya masalah bukan datang dari luar, tapi justru dari dalam intern sendiri. Masalah organisasi misalnya perlu didiagnosa dahulu sebelum kita menyalahkan hal lain.

Coba kita analisa intern dulu

ORGANISASI
Banyak perusahaan yang sebetulnya secara konsep bisnis sudah OK, tapi ternyata pengelolaan organisasinya yang bermasalah. Terutama aturan main organisasi untuk bisnis kecil seperti resto langsung ada di tangan owner. Owner mungkin sudah menunjuk manager operasional outlet yang tetap saja harus bekerja detail by detail atas instruksi dari owner. Termasuk jika owner menerapkan ada aturan main denda kepada karyawan jika ada yang datang terlambat, atau ada yang salah input harga, atau pecahkan piring tidak sengaja, dan kesalahan lain lain.  Mungkin maksud owner ingin menanamkan disiplin kepada karyawannya agar bekerja sebaik mungkin dan sesuai prosedur agar zero mistake. Apakah sebaliknya juga ada jika ada karyawan yang selama setahun tidak pernah terlambat, atau selama setahun tidak pernah salah prosedur kerja atau sering mendatangkan pelanggan baru, apakah prestasi tersebut juga direspon dengan reward atau penghargaan uang khusus? Kalau tidak maka organisasi memberlakukan hukum yang tidak positif. Hanya menekankan punishment tetapi tidak memberlakukan reward. Saya yakin pasti frekuensi turn over karyawan sangat tinggi karena merasa tidak aman dan nyaman dengan pekerjaannya

PUNISHMENT Vs REWARDS
Tapi hal punishment denda uang ini kurang kondusif untuk bisnis service. Dalam bisnis service seperti resto biasa untuk segmen umum rasanya standard gaji karyawan setara waiterpun tidak terlalu besar. Bayangkan kalau karyawan sudah membayangkan kalau salah ini itu lalu gajinya dipotong 2-3x denda yang mungkin bulan ini dia bisa lakukan, maka tinggal sisa berapa take home payment-nya. Padahal dengan gaji yang diterima sekarangpun setelah dikurangi makan, transport, cicilan motor, pengobatan dokter, kasih orang tua dll itupun masih kurang. Dengan kondisi psycologis seperti itu, apa mungkin seorang karyawan bisa memancarkan aura "service oriented" di wajahnya? Yang ada mungkin malah aura takut bekerja ,takut ini itu salah, padahal dalam bisnis service unsur spontanitas service dalam bertugas sangat penting. Misalnya inisiatif manager outlet memuji anak pelanggan yang lucu, waiter dengan cara tutur kata yang menarik menawarkan makanan menu terbaru, bagi waitress bisa memuji kecantikan pelanggan, dengan senyum lebar dan gestur yang sopan. Hal hal spontanitas yang positif ini hanya bisa keluar jika dalam hati juga sudah merasa nyaman dengan kerjanya. Dia tidak akan merasa nyaman jika dihantui "potongan denda" atau mendapat sugesti pengaruh emosional dari temannya yang sudah mendapatkan penalti denda. Ingat ini kerja team work, jadi bukan hanya aura positif yang ditularkan tapi juga aura negatif yang dirasakan satu orang, bisa berpengaruh pada aura anggota team lain. Bahkan karyawan yang kecewa bila dia coba mempengaruhi mindset teman temannya bisa menjadi virus yang pelan pelan menggerogoti perusahaan.

KEWENANGAN MANAGER
Memang tidak ada jaminan kalau denda ini dihapuskan maka lantas karyawan berkerja secara sembarangan karena toh tidak ada sanksinya. Sanksinya tentu saja tetap manager yang mengawasi satu persatu anggota organisasi lain setiap bulannya. Sanksi bisa diterapkan sewajarnya, misalnya kalau uang di kasir kurang 200rb dari hitungan mesin kasir, maka kita hukum secara team mereka harus kumpulkan 200rb untuk menutup kekurangan. Masih fair untuk karyawan dan selanjutnya mereka akan saling jaga agar kejadian kurang/ hilang uang tidak terjadi lagi.
Manager sebagai perwakilan owner di bisnis harusnya memang mendapat "tempat terhormat" di mata karyawan. Bukan hanya title manager tapi seluruh karyawan tahu bahwa manager tersebut tidak ada kewenangannya untuk bertindak atau mengambil keputusan.  Maka penghormatan karyawan kepada manager seperti ini akan beda dengan manager yang memang dikuasakan penuh kewenangan owner. Wibawanya, perintah yang dikeluarkannya, meeting yang dipimpinnya, dokumen yang ditanda tanganinya, akan lebih jadi berbobot jika karyawan tahu dengan jelas bahwa dia betul manager yang dikuasakan owner, bukan hanya "manager boneka". Maka perlu kebijaksanaan dari owner untuk memberikan kepercayaan penuh kepada manager operasional. Seharusnya bisa diberikan kepercayaan penuh karena manager diseleksi, dipilih langsung oleh owner. Tentu saja sebelum manager terpilih bertugas harus jelas dulu batasan batasan mana keputusan yang bisa diambil sendiri dan mana keputusan yang harus didiskusikan dahulu bersama owner.
Manager juga bertanggung jawab atas seluruh member organisasi dibawahnya,  tugasnya menstandarisasi service skill setiap karyawan dan memberi teguran sesuai hierarkhi struktur organisasi dan hukuman yang pantas jika ada pelanggaran.

KEBIJAKAN BUDAYA PERUSAHAAN
Membentuk mental positif karyawan bukan dengan mengembangkan rasa takut, justru harus dengan "rasa memiliki". Cara Owner atau manager sebagai wakil owner  menimbulkan "rasa memiliki" ini kepada karyawan bisa dengan didengar pendapatnya, kadang kita hanya perlu memberi reward tanpa punishment, misalnya jika omzet sampai di angka Rp.50juta per bulan maka ada bonus 2% omzet yang dibagikan rata kepada setiap karyawan. Secara logika pasti seluruh team kerja akan berusaha kejar omzet minimal tersebut dan dengan sendirinya memperkecil kemungkinan salah prosedur karena ingin bekerja sebaik mungkin. Penekanannya bukan di denda tapi justru di bonus. Bahkan acara gathering misalnya ke pantai rekreasi bersama dengan owner dan manager dalam suasana informal bisa mengikat kebersamaan yang lebih kuat dan positif.
Budaya menghargai dan bukan budaya hukuman ini yang harus diimplementasikan di outlet jika ingin bisnis maju ke depan secara cepat. Prospek bisnis bagus tapi perangkat kerja di dalamnya tidak bisa mengimbangi kebutuhan organisasi yang efektif dan produktif maka akan susah memenuhi target.

RE-CONCEPT
Jika terbukti bahwa setelah organisasi diperbaiki dan memang belum juga ada perbaikan, maka baru arahkan perbaikan di strategi bisnis. Mulai dari cara marketing, promo, co branding dan cross selling bahkan merubah brand dan re-image jika dibutuhkan. Secara analisa produk mungkin harga jual produk juga terlalu tinggi atau analisa variasi produk menu yang memang kurang diminati diganti dengan yang lebih menjual. Perbaiki konsep interior room mungkin biar lebih fresh setelah 2 tahun. Memang jika hasil analisa sampai pada keputusan harus diredesign kembali secara major maka akan dibutuhkan biaya investasi yang cukup besar. Dengan hasil bisnis yang 2 tahun sudah berjalan tapi belum menghasilkan omzet optimal maka kebanyakan owner pasti segan untu re-invest kembali karena ada trauma dananya tidak kembali modal. Untuk memfokuskan upaya turn around ini bisa saja bagi resto yang sudah buka lebih dari satu outlet bisa fokus dulu di satu outlet di daerah pasar paling potensial sebagai role model .
Dikembangkan sampai mantap menjadi pola bisnis outlet resto yang menguntungkan, baru dikembangkan di outlet outlet lain

MITRA SHARING SAHAM
Karena misalnya alasan ruko sewa masih misalnya ada 3 tahun lagi dan bisnis yang ada tidak mungkin ditutup begitu saja karena walaupun belum booming tapi sudah cukup dikenal di kawasan sekitar outlet, maka perlu dipertimbangkan adanya melibatkan mitra investor luar yang tertarik bergabung sebagai owner resto. Jika sudah ada investor mitra, maka re born resto baru harus betul betul dijalankan dengan konsep bisnis yang lebih fresh dan dijalankan dengan organisasi lebih handal dan budaya perusahaan yang lebih positif.  Bagaimanapun pengalaman 2 tahun mengelola outlet resto yang kurang berhasil pasti membawa pelajaran penting bagi owner. Jika perlu gunakan jasa konsultan bisnis agar tujuan bisnis lebih terarah dan lebih cepat tercapai. Seperti kisah INUL VIZTA karaoke keluarga yang awalnya di tahun 2005 hanya ingin survive sebagai outlet karaoke keluarga yang sedang bangkrut di kelapa gading yang masih 3 tahun masa sewanya, tapi karena artis Inul Daratista mengambil alih kepemilikan dan dukungan konsep turn around strategy , positioning, differensiasi dan segmentasi yang tepat , organisasi yang kuat juga member karyawannya memenuhi spesifikasi skill dibutuhkan, ditambah edukasi yang efektif maka dari sekedar ingin bertahan hidup,ternyata bahkan dapat opportunity bisnis lebih besar yang  di 2011 sudah mencapai lebih dari 50an outlet.
Demikian sebagai pandangan. SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )



Saturday, May 7, 2011

BAGAIMANA MENENTUKAN LOKASI STRATEGIS UNTUK BUKA USAHA

Pakar bisnis selalu mengatakan, tiga syarat penting untuk membuka tempat usaha adalah pertama: Lokasi, kedua: Lokasi , ketiga: Lokasi, keempat baru syarat lainnya. Sedemikian pentingnya lokasi sehingga Management Mall atau developer apartment , pengembang kawasan perumahan juga selalu menggunakan kalimat sakti paling utama dan paling besar ukuran font tulisannya dalam promo brochurenya: Lokasi strategis ! lalu tersebut sekian menit dari semanggi, sekian menit dari bandara, akses langsung ke tol cikampek, dekat sekolah atau universitas, dekat stasiun KA, bebas banjir ,bla..bla..sebagai penggambarannya agar orang makin yakin bahwa lokasi tersebut memang betul betul strategis dari sudut pandang siapapun.

Sebetulnya hal ini tidak selalu benar terutama untuk usaha yang lebih orientasinya lebih ke rasa puas yang legendaris, misalnya usaha kuliner tradisional, karena utamanya lebih ke rasa. Pernah dengar di satu kota ada warung makan yang lokasinya harus masuk dalam gang kawasan perumahan rakyat sehingga pelanggan rela memarkir mobilnya di luar gang dipinggir jalan raya dan dia berjalan kaki ke dalam untuk bisa makan di warung makan itu? Atau juga untuk usaha yang tersedia supplynya hanya sedikit karena factor skill. Misalnya pijat urut patah tulang terkenal yang jalannya rumit masuk masuk jalanan kecil tapi tetap saja ramai dikunjungi pasien. Tapi itulah gambarannya kalau usaha Anda ada di katagori legendaries bolehlah tidak sependapat dengan lokasi. Tapi kalau usaha Anda masih baru mau buka dan belum dikenal orang, maka untuk mempercepat berhasilnya bisnis memang harus memperhatikan lokasi. Walaupun demikian jika terpaksa tempat usaha Anda harus di lokasi yang agak dalam dan kurang terlihat dari keramaian, sedang menyewa tempat strategis sepertinya mahal dan tidak terjangkau, selalu ada cara dan taktik untuk tetap bisa eksis dan berhasil. Jadi jangan putus asa.

Lalu bagaimana cara mudah untuk menentukan sebuah lokasi ini strategis atau tidak untuk dijadikan lokasi usaha?
-    Jalan raya di depan toko atau di depan kawasan pertokoan outlet Anda: dengan adanya jalan raya ini maka otomatis ada rute angkot, kendaraan pribadi seperti mobil dan motor juga mudah mencapai lokasi Anda . Keuntungan lan juga mudah bagi outlet Anda memasang banner/ billboard atau spanduk mengarah ke keramaian jalan sehingga brand usaha Anda bisa terpublikasi dengan efektif.

-   Kawasan Pertokoan atau area Mall. Kawasan niaga belanja perdagangan seperti ini adalah pusat dari aktifitas belanja orang banyak. Semakin terkenal Mall dan kawasan niaganya, maka semakin banyak orang berkunjung, jika Anda punya unit toko didalamnya selalu ada kemungkinan Anda bisa menjual produk Anda karena toko Anda akan terlewati oleh pengunjung Mall. Kelebihan lain menyewa di area komersial seperti ini adalah ketersediaan area parkir yang lebih luas dan lebih aman. Untuk bisnis dengan brand lebih tinggi area parkir dibutuhkan karena segmen pasarnya menggunakan mobil untuk ke lokasi toko.
-    Kawasan perumahan, Kawasan perumahan yang sudah padat sangat cocok dijadikan lokasi usaha kebutuhan rumah tangga sehari hari karena sudah ada captive marketnya yaitu penduduk kawasan perumahan tersebut. Kalau tidak terbentur masalah izin usaha peruntukan rumah untuk tempat tinggal atau bisnis, maka bisa juga mempertimbangkan tempat usaha dikawasan perumahan ramai.  Kalau skala tokonya hanya kecil saja saya kira masih bisa diterima, kecuali membangun gedung khusus usaha di kawasan perumahan memang berisiko melanggar ketentuan peruntukan kawasan. Usaha yang cocok lainnya selain kebutuhan sehari hari adalah jasa seperti dokter, kursus, salon, pulsa.

-     Dekatkan dengan aktifitas target market. Ini tergantung dari ingin usaha apa Anda di toko itu. Kalau jual alat tulis kantor dan foto copy, sewa tempat di kawasan perkantoran atau dekat sekolah. Jangan dekat perumahan, karena kemungkinan berhasilnya usaha ATK lebih besar di kawasan perkantoran dan sekolah. Kalau ingin membuka bengkel mobil cari lokasi di pinggir jalan raya, jangan di perumahan karena di kawasan perumahan selain marketnya susah, juga keributan khas bengkel mobil akan mengganggu kenyamanan tinggal penghuni perumahan. Kalau mau buka cafĂ© kelas yang agak mahal yang harus di kawasan elit, agar image wilayah dan image kelas cafenya sejalan dengan target segmen marketnya.  Akses jalan harus mudah dan kapasitas parkirnya juga harus memadai karena pelanggannya pasti bawa mobil sendiri untuk transportasinya.

-       Wilayah yang berprospek. Biasanya di kawasan wilayah pengembangan kota. Dari dinas tata kota kita bisa mendapatkan data di suatu daerah ( mungkin bukan di Jakarta, tapi di daerah ) di sector mana saja yang akan menjadi target pengembangan kawasan. Jika sudah yakin maka Anda bisa invest ruko di sana agar dalam 1-2 tahun ke depan Anda sudah punya lokasi strategis untuk membuka usaha. Biasanya wilayah yang masih dalam proses pengembangan maka harga tanah dan bangunannya masih lebih murah dibanding nanti jika kawasan tersebut sudah makin maju. 

-     Saat ini bisnis perdagangan juga bisa dilakukan via on line. Hanya dengan memiliki website yang mendisplay demo produk maka transaksi bisa juga terjadi. Dengan begitu biaya sewa showroom di lokasi strategis juga bisa dieliminir diganti dengan biaya pengembangan website dengan design yang lebih menarik dan fungsi yang lebih informative.  

-     Juga bisa kerjasama dengan bisnis lain tidak sejenis atau saling support. Misalnya sewa ruko 3 lantai untuk 2 jenis usaha. Misalnya di lantai 1 untuk rerstorant dan di lantai 2 untuk usaha warnet, lalu di lantai 3 dibagi 2 untuk kantor manajemen resto dan warnet tsb. Biaya sewa ditanggung bersama maka akan lebih terasa hemat.

Demikian sedikit tips mengenai lokasi kantor/ showroom untuk usaha yang bisa dipertimbangkan sesuai tujuan bisnis dan ketersediaan budget.
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )


Saturday, April 9, 2011

PELAJARAN BERHARGA DARI BANGSA JEPANG

Jepang berduka! Gempa 9 SR disertai Tsunami dan masih berlanjut dengan bencana radiasi nuklir ditengah badai salju -4C benar benar meluluh lantakkan sebagian besar Jepang. Kami dari Obing Mitra ikut merasakan betapa bencana yang harus mereka terima dan kepedihan yang mereka rasakan adalah sangat berat dan rasanya masa perjuangan untuk bertahan masih sangat panjang. Kami sangat bersimpati dan mendoakan semoga bangsa Jepang bisa bertahan dari cobaan berat ini. Sekaligus mengingatkan kepada kita bahwa "Kun Fayakun" pasti bisa terjadi. Jika harus terjadi, maka terjadilah. Tidak ada siapapun yang bisa menahan kehendak Tuhan. Dalam hitungan menit saja semua bisa berubah. Dari negara super power menjadi mulai kembali dari titik nol, sungguh cobaan yang sangat berat.

Tapi ada hal menarik yang tidak pernah hilang dari bangsa Jepang. Kedisiplinan, mental baja dan semangat positif yang luar biasa. Coba bayangkan jika bencana seperti ini terjadi di negara lain, mungkin sudah ditimpa bencana malah makin diperparah lagi oleh kerusuhan pasca bencana, penjarahan asset, caci maki kepada pemerintah, atau malah dijadikan ajang politik saling ambil simpati kelompok tertentu di daerah bencana. Di Jepang saat ini seakan semua melebur menjadi satu tubuh , satu jiwa. Satu sakit, semua berusaha mengobati. Pemerintah juga segera menghentikan project project yang kurang prioritas dan merubah seketika target pembangunan skala negara untuk hal hal yang urgent.


Dari segi rakyat juga tetap bisa menjaga kewarasan mereka. Warga yang menerima bantuanpun tertib mengantri, tidak ada penjarahan mengganggu warga lain yang masih aman, tidak ada gangguan pada warga etnis atau dari negara tertentu, tidak ada teriakan gusar kepada pihak tertentu, tidak ada rebutan bantuan di penampungan pengungsi., bahkan diantara para pengungsi masih saja terjadi saling bantu memberi prioritas pada yang lebih perlu. Sungguh masyarakat yang mandiri dan tidak menambah beban kepada pemerintahnya yang sedang mengarahkan prioritas  berjuang mengatasi dampak radiasi nuklir yang mencapai level 5.


Betul betul keunggulan mental bangsa Jepang terlihat luar biasanya pada pasca bencana ini. Sesuatu karakter bangsa yang diamini, dijiwai, dijalankan, dan diamalkan oleh seluruh masyarakat segala lapisan dan komponen bangsa di Jepang. Maka tidak heran dalam keadaan normal pertumbuhan ekonomi, sosial, industri dan seluruh aspek kebanggaan berbangsa bernegara di Jepang bisa tumbuh dengan sangat cepat dibanding negara lain. Karena mereka sudah memiliki mental yang tepat dan diarahkan oleh pemimpin yang tepat. Mataharipun akan selalu terbit di hati setiap orang Jepang walaupun dalam keadaan alam segelap apapun. Bertahanlah Jepang, segera matahari kalian akan bersinar cerah kembali. 



Tantangannya buat kita rakyat dan bangsa Indonesia, tirulah mental Japanese dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita pasti juga bisa. Yakinlah bahwa nasib suatu negara adalah pemimpin dan rakyat negara itu sendiri yang menentukan. Semoga kita tidak harus ditimpa bencana besar dulu baru melahirkan kebersamaan. Masih ada kesempatan untuk berubah lebih baik.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Saturday, April 2, 2011

MAMPUKAH UKM MENJAWAB PERMASALAHAN KRISIS PANGAN?

Ada pertanyaan mengenai “ bagaimana UKM bisa memajukan taraf kehidupan dan ekonomi masyarakat Indonesia” sedangkan saat ini pemerintah saja masih belum bisa mengangkat taraf ekonomi masyarakat banyak di Indonesia, hanya golongan masyarakat tertentu saja yang dirasakan menikmati hasil pembangunan. Sedangkan harga bahan pokok makanan saja terus melambung tanpa bisa dikendalikan. 

Ini permasalah terkait dengan sektor UKM dan sektor pertanian. Seperti yang kita sudah sama sama tahu bahwa awalnya Indonesia dikenal sebagai negara Agraris karena sebagian mata pencaharian penduduk dari pertanian. Tanah Jawa ini terkenal dengan kesuburannya sampai kata Bimbo: tongkat dan batu ditanam jadi tanaman. Demikian suburnya dan didukung sumber air baku “kolam susu” yang bersih dan tersedia melimpah, cuaca yang teratur sehingga jika saja waktu bisa diputar kembali, lebih baik menjadikan 70% luasan P. Jawa sebagai lumbung pangan dengan menanami seluruh kebutuhan pangan kita dan memindahkan infra strukture perkotaan yang ada di kota kota besar di P. Jawa ke pulau pulau Indonesia lainnya seperti Kalimantan atau Sulawesi. Memang kebijakan pemerintah saat ini secara sistematik sudah salah kaprah dan sudah terlanjur. Yang bisa kita lakukan sekarang untuk ketahanan pangan kita yaitu membuat subur Pulau pulau lain agar layak dijadikan area pertanian. Memang biayanya menjadi mahal karena butuh teknologi rekayasa pertanian, pupuk, pengairan dan lain lain. Tapi tetap harus dilakukan karena itu tadi sudah terlanjur. Harus dilakukan jika tidak ingin masyarakat Indonesia di masa depan kekurangan pangan atau tidak mampu membeli bahan pangan lagi karena semua bahan pangan diimpor dan harganya menjadi sangat tinggi. Luasan tanah / area yang harus dijadikan persawahan untuk menanam padi juga bisa dikurangi dengan mengganti sumber bahan makanan pokok. Perubahan pola makan dari biasa makan nasi juga perlu dirubah menjadi makan ubi, singkong yang pasti juga sama kenyangnya atau gizinya dibanding nasi. Tentunya dengan diolah dalam berbagai jenis menu yang menarik.

UKM yang terkait dengan misalnya upaya membuat menu menu panganan pokok berbahan makanan selain beras atau gandum yang 100% impor, perlu digalakan.   Semakin banyak unit unit UKM bisa didirikan maka tentu saja semakin banyak masyarakat yang sudah bisa mandiri memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan bisa memperkerjakan orang lain. Semakin banyak tenaga kerja terserap di sektor UKM, maka semakin sedikit mereka yang bekerja pada pemerintah, seperti pegawai negeri. Skema penghasilan di struktur kepegawaian negeri memang “high cost”. Efektifitas kerja pegawai negeri kadang kurang, karena kelebihan orang.  Tapi pemerintah tetap harus membayar uang pensiun, jamsostek dalam jumlah yang banyak. Jikapun pemerintah ingin melakukan PHK pegawai negeri / pegawai pemda yang dianggap berlebih  maka akan lebih banyak lagi alokasi dana pesangon yang harus disediakan dari APBN/ APBD. Belum lagi isyu isyu miring dan negatif dari masyarakat dan media yang akan diterima pemerintah terkait kebijakan ini dan juga bisa berdampak politik dan ekonomi. Bayangkan jika cost pemerintah pusat atau pemda yang saat ini dialokasikan untuk pegawai negeri atau pemda bisa dikurangi dan bisa disubsidikan ke sektor UKM , pendidikan dan pertanian yang merupan faktor faktor asset motor penggerak kemajuan dan meningkatkan taraf hidup bangsa.

Pendidikan kewirausahaan yang diajarkan sejak dini di tingkat SMU/ kejuruan harus bisa merubah mindset bagi setiap lulusan sekolah atau kuliah bahwa selepas dari pendidikan formal mereka harus jadi pengusaha, bukan melamar jadi karyawan, apalagi jadi pegawai negeri yang membebankan APBN/ APBD. Kata pakar wirausaha, jika 2% saja dari total penduduk Indonesia ini menjadi wira usaha, maka itu sudah bisa menggerakan sektor riil dan memberi banyak lapangan kerja. Apalagi jika kita bisa boost jumlah unit wirausaha sampai 10% jumlah penduduk Indonesia bergerak di sektor riil UKM dan itu mayoritas di sektor pertanian. Maka saya rasa mungkin Indonesia bisa mencapai swasembada pangan lagi bahkan mengekspor produk produk pertanian dan menu menu olahan.

Seperti di artikel saya tahun 2010 lalu, tentu saja Pemerintah berkewajiban untuk mensupport perkembangan unit unit UKM sektor pertanian ini. Diantaranya dengan mendirikan laboratorium untuk menciptakan bibit bibit unggul dan tahan kondisi hama dan cuaca ekstrem sesuai fenomena global warming saat ini. Membuatkan unit unit usaha berbasis pangan sebagai embrio dan diserah terimakan kepada masyarakat untuk di kelola dalam unit unit usaha bersama. Mempersiapkan infrastruktur irigasi dan penyediaan air dan pupuk, Memudahkan perizinan dan kebijakan pembentukan unit UKM secara legal, intensif pajak yang menguntungkan, melancarkan channel channel distribusi, penjualan hasil olahan bahan baku dan jika perlu memasarkannya ke luar negeri sehingga memberikan kemakmuran bagi pelaku UKM

Jika ada banyak contoh nyata para pelaku UKM yang sukses, hidupnya makmur dan berhasil, bisnisnya mudah dan lancar, maka sangat mungkin banyak orang ingin beralih menjadi pelaku aktif UKM. Maka pada momentum seperti itu, jangankan jumlah pelaku UKM sampai 2% , kita genjot sampai 10% total penduduk pun masih mungkin. Pada saat itu, UKM bisa memajukan taraf kehidupan dan ekonomi masyarakat Indonesia dan sekaligus Indonesia terbebas dari krisis pangan yang saat ini makin jelas dihadapan kita dan belahan dunia lain. Pada saat kemakmuran meningkat, maka daya beli meningkat sehingga makanan jenis apapun termasuk yang impor bisa saja kita konsumsi. Tapi baiknya selalu utamakan pangan produk dalam negeri. 
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )


Saturday, March 12, 2011

PELAJARAN BERSYUKUR

Dikutip dari tulisan Andrias Harefa:

Pelajaran bersyukur adalah pelajaran pertama yang saya anggap penting dalam setumpuk mata pelajaran di sekolah kehidupan Indonesia. Dalam “mata pelajaran” yang satu ini, guru saya yang pertama dan terutama adalah almarhumah ibu saya sendiri. Ia mengajarkan kepada saya agar mendisiplin diri untuk belajar bersyukur dalam segala situasi, baik di kala suka maupun di kala duka.

Bersyukur di kala suka, yakni saat hidup berjalan sebagaimana saya harapkan, tidaklah sulit. Saya dengan mudah mengucapkan syukur atas segala macam hadiah yang saya peroleh, prestasi yang saya raih, penghargaan yang saya terima, dan berbagai rejeki serta kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Dan setiap kali saya mengingat-ingat kemurahan Tuhan, saya dengan mudah dapat mengucapkan syukur dalam hidup saya.

Namun, bersyukur di kala duka acap kali tidak mudah saya lakukan. Bagaimana saya harus bersyukur ketika hidup berjalan tidak seperti yang saya inginkan? Ketika saya kecewa karena tidak mendapatkan apa yang saya harapkan, atau ketika beban kehidupan terasa berat karena harus menunaikan sejumlah kewajiban dalam keluarga atau dalam pekerjaan, maka mengucap syukur menjadi soal yang tidak mudah. Apalagi ketika saya berulang kali harus menerima kenyataan sejumlah usaha yang saya rintis untuk meningkatkan tarap hidup, justru berakhir dengan kegagalan dan kebangkrutan. Bukan hanya tidak memberikan hasil seperti yang saya harapkan, saya terkadang harus menanggung beban hutang yang harus dicicil selama beberapa tahun. Hal-hal semacam itu membuat saya kecewa, frustasi, sedih, dan hampir putus asa. Biasanya pada saat-saat semacam itu, gelombang kekhawatiran mengenai masa depan muncul silih berganti. Masa depan nampak sebagai sesuatu yang menyeramkan, dan semangat hidup turun pada tingkat terendah.

Saya kemudian menyimpulkan bahwa bersyukur di kala suka itu mudah, tetapi bersyukur di kala duka memerlukan latihan dan disiplin. Bersyukur atas berkat yang Tuhan limpahkan itu gampang, tetapi bersyukur atas penderitaan yang Tuhan ijinkan menimpa hidup saya, jelas tidak mudah. Dan karena yang terakhir ini tidak mudah, saya perlu mempelajarinya dengan lebih seksama.

”Sekurang-kurangnya ada dua pilihan yang bisa kamu ambil ketika hidupmu sedang dilanda kesusahan. Pertama, kamu bisa mengeluh atau bahkan mengutuk hidup sendiri; Kedua, kamu bisa tetap bersyukur karena kamu yakin bahwa tidak ada kesusahan yang di ijinkan Tuhan melampaui kekuatan yang telah diberikannya kepada kamu. Bahkan acapkali kesusahan yang di ijinkan Tuhan itu sesungguhnya merupakan sebuah proses persiapan untuk kamu menikmati suka cita yang lebih besar dari yang pernah kamu alami sebelumnya,” kata Ibu saya. Dan dalam praktik hidup yang nyata, Ibu saya selalu memilih yang kedua. Sepanjang hidupnya saya tidak pernah mendengar Ibu saya berkeluh kesah. Ia
selalu bersyukur. Selalu. Ini membuat saya kagum dan menghormati ajarannya.

Bagi Ibu saya, bersyukur adalah soal pilihan pikiran dan hati. Kita  bebas menentukan pilihan, namun kita terikat pada dampak yang ditimbulkan oleh setiap pilihan. Entah sadar atau tidak, bagi Ibu saya jelas bahwa mengeluh dan mengutuki kegagalan dan kesusahan hidup tidak pernah membuat hidup menjadi lebih baik. Keluhan bahkan membuat kita makin kehilangan semangat hidup dan terperosok lebih dalam kejurang keputusasaan. Sebaliknya, dengan tetap mengucap syukur kita kemudian ditolong untuk menemukan kembali kegairahan hidup, mendapatkan semacam kekuatan untuk menghadapi kenyataan sepahit apapun. Bersyukur membuat mata pikiran [eye of mind] dan mata batin [eye of spirit] kita terbuka lebih lebar, sehingga dapat melihat berbagai kemurahan tuhan yang nyata-nyata telah [bukan] akan Ia berikan dalam hidup kita. Atas kemurahan Tuhanlah kita masih hidup, masih bisa bernafas, masih bisa
makan dan minum, masih memiliki pakaian, tempat tinggal, di beri kesehatan, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, bersyukur menolong kita untuk tetap menjaga perspektif hidup secara keseluruhan, tidak terjebak hanya melihat sisi gelap kehidupan kita saat menderita.

Bagaimana caranya agar kita tetap mampu bersyukur dalam segala situasi, terutama ketika situasi kita tidak menyenangkan? Bagi Ibu saya caranya amatlah sederhana. Ia mempraktikkan syair lagu berikut:

Bila hidupmu dilanda topan b’rat
Engkau putus asa hatimu penat
Berkatmu kau hitung satu persatu
K’lak kau tercengang melihat jumlahnya...

Itulah caranya. Dan itulah yang saya coba praktikkan selama berpuluh tahun. Bila kesusahan hidup mendera, saya mengambil selembar kertas dan memaksa pikiran saya untuk menemukan sejumlah hal yang pantas saya syukuri dalam hidup. Saya mendaftarkan sejumlah prestasi dan penghargaan yang pernah saya raih; menambahkan sejumlah hal yang berhasil saya miliki; menuliskan semua tempat rekreasi dan kota-kota yang pernah saya kunjungi; mencatat satu per satu anggota tubuh saya yang sehat; buku-buku yang sempat saya baca; nama-nama orang yang pernah menolong saya atau yang pernah saya tolong; bahkan juga kesusahan-kesusahan yang pernah saya lalui; dan  seterusnya. Dan sejauh ini harus saya akui, saya akhirnya sering tercengang melihat jumlahnya. Biasanya saya berhenti ketika daftar syukur saya mencapai angka seratus. Bila saya lanjutkan, maka jumlahnya pasti bisa ditambah sepuluh atau dua puluh kali lipat, atau bahkan lebih. Lalu saya merenung dan bertanya pada diri saya sendiri: tidak cukup banyakkah berkat Tuhan yang telah nyata-nyata saya terima dan saya alami dalam hidup saya? Lalu adilkah saya bila karena sebuah penderitaan saja, semua berkat Tuhan itu saya anggap tidak bernilai? Bukankah pada kenyataannya saya telah menerima begitu banyak berkat yang melampaui apa yang sesungguhnya saya butuhkan untuk hidup?

Lambat laun, setelah latihan bersyukur dalam segala situasi selama puluhan tahun, saya kemudian menyadari ada perbedaan antara orang yang bisa bersyukur dengan orang  yang mahir bersyukur. Sama seperti orang yang bisa berenang harus dibedakan dengan mereka yang mahir berenang, orang yang bisa naik sepeda harus dibedakan dengan pembalap sepeda, dan seterusnya. Bisa belum tentu mahir, tetapi mahir pasti bisa.

Orang yang bisa bersyukur adalah mereka yang bersyukur ketika hidupnya berjalan sesuai keinginannya, tetapi mengeluh ketika kesusahan datang. Sementara orang yang mahir bersyukur tetap bisa mengucap syukur bahkan ketika hidup berjalan tidak seperti yang diharapkan. Kesadaran ini membuat saya menetapkan dalam hati saya akan menempa diri agar menjadi orang yang mahir bersyukur, bukan sekadar bisa bersyukur. Bahkan lebih dari itu, saya berharap bisa ”mewariskan” kecakapan mengucap syukur dalam segala situasi ini kepada anak-anak saya dan kepada setiap orang yang bisa saya sentuh hidupnya dengan berbagai cara, termasuk dengan cara menuliskan artikel sederhana ini.

Tentang kemahiran bersyukur ini saya pernah melakukan sebuah eksperimentasi selama sepuluh bulan dengan melibatkan 500 peserta program pelatihan dari 20-an angkatan/kelas yang saya fasilitasi. Dalam salah satu materi pelatihan, saya meminta semua peserta berlomba mebuat daftar ”25 hal yang saya syukuri dalam hidup”. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk setiap angkatan hanya 1-2 orang saja yang mampu menyelesaikan daftar syukur tersebut dalam waktu 4 menit atau kurang [rekor tercepat adalah 2,5 menit]. Lebih dari 95% peserta memerlukan waktu yang lebih lama. Karena itu secara hipotetis saya menganggap bahwa jumlah yang banyak itu termasuk kategori orang bisa bersyukur, sementara jumlah yang 5 persen itu bisa dikelompokkan sebagai orang yang mahir  besyukur.

Belajar mengucap syukur dalam segala situasi, itulah salah satu pelajaran penting yang saya pelajari di sekolah kehidupan Indonesia. Dan saya sungguh bersyukur bahwa untuk pelajaran yang sepenting itu, Tuhan memberi saya seorang guru terbaik yang pernah saya kenal: Ibu saya sendiri.

Tabik!

*) Andrias Harefa; Mindset Therapist, Penulis 37 Buku Best-seller,
Trainer/Speaker Coach Berpengalaman 20 Tahun, founder www.pembelajar.com.
Dapat dihubungi langsung di www.andriasharefa.com atau FB:


Terimakasih Bang Andrias, atas pencerahannya dan mohon dimaafkan jika tidak kuasa menahan diri untuk mengutip tulisan Anda sekedar untuk menyebar kebaikan. Mohon perkenankan.. 
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )

Saturday, March 5, 2011

PEMASARAN UKM

Dari beberapa pertanyaan ada kesamaan mengenai inti masalah yaitu  Bagaimana mengenai aplikasi pemasaran dan marketing untuk bisnis UKM yang budget promosinya terbatas. UKM ini misalnya toko yang dibuka di ruko 1 lantai, gerobak dorong, atau bahkan kios pinggir jalan, atau diasongkan keliling kel;iling kawasan Pemasaran dalam suatu usaha, termasuk juga bisnis UKM tersebut di atas pasti tetap butuh pemasaran. Untuk UKM yang pasti budget pemasarannya memang terbatas, tapi tetap ada taktik efesien dan efektif yang bisa dilakukan. Tapi yang perlu diperhatikan di awal adalah pastikan bahwa produk anda memang dibutuhkan oleh pasar sekitar outlet. Selebihnya seperti persaingan, service, bisa diperbaiki terus sambil bisnis berjalan.

Pemasaran untuk UKM bisa dimulai dari hal hal marketing yang sangat dasar, tapi innovatif. Coba disimak :


1. Brand: gunakan brand yang catchy, bisa juga terdengar "nyeleneh" agar pasar juga cepat aware  dengan hadirnya toko anda. Juga thematik in line dengan produk yang dijual. Brand yang unik akan diingat lebih lama daripada nama brand yang pasaran. Apalagi disekitar banyak toko pesaing. Pasang banner  logo Brand ini di depan took dengan ukuran yang lumayan terlihat dsn fontnya bisa jelas dibaca. Logo brand jangan dibuat mengejar estetika pemilik brand tapi jadi susah dibaca orang umum. Logo Brand sebaiknya simple, gampang dibaca sekilas dan langsung diingat orang karena namanya unik, bentuk estetikanya pas dan komposisi warnanya menarik Logo Brand juga dipasang di brochure promo, kemasan produk, seragam penjaga toko, bahkan di souvenir souvenir misalnya. 


2. Outlet/Toko:, catnya berwarna terang agar markingnya jelas. Kalau bisa gunakan color identity sesuai warna logo agar in line dengan logo brandnya. Kalau itu berupa gerobag dorong, maka cat gerobag dengan warna terang atau digambar body gerobagnya secara menarik. Walaupun sudah  malam jaga agar lampu signboard brand toko anda tetap terang, agar jika malam ada orang yang lewat depan toko tapi toko sudah tutup tapi sempat muncul keinginan untuk datang besok harinya. Sign board juga memuat gambaran produk yang anda jual juga no telp yang bisa dihubungi . Dan ingat lampu penerangan harus terang agar terpancar energy produktif untuk toko Anda. Toko yang gelap, kusam , tidak terawat membuat orang malas berkunjung apalagi melakukan transaksi.


3. Buat bonus menarik yang murah. Misalnya warung makan pecel lele: untuk pesan 2 porsi lele dapat teh botol gratis. Untuk toko galon aqua atau gas tambahkan beberapa bungkus supermi. dan lainnya. Promo promo paket seperti di toko toko retail modern di Mall mall juga tidak tabu untuk dibawa ke toko toko kecil pinggir jalan. Bahkan bagi kalangan segmen mid below penawaran paket promo lebih hemat ini sangat berarti bagi mereka karena mereka segmen pasar yang peka harga


4. Care kepada pelanggan. Yang juga membedakan satu toko dengan toko lain sejenis adalah perhatiannya. Misalnya toko jual pulsa, selama proses input pulsa ke hp sediakan 1 cup mineral water dan permen untuk yang mengisi pulsa atau membeli assesories hp. Tawarkan jasa kita untuk membantu mengisikan pulsa fisik di hp mereka. Untuk toko bangunan, beri pertimbangan kepada pembeli cat tembok sebagai konsultasi, bukan hanya sekedar jual beli padahal kita tahu cat yang kita jual ke pembeli sebetulnya tidak cocok atau terlalu mahal...


5. Performance. Ini yang sering dilupakan di toko toko kecil. Walaupun hanya jualan di toko kecil, selalu jaga penampilan yang terbaik. Wajah segar, rambut disisir rapi, tidak bau badan dan tidak bau mulut. Senyum, sapa, salam adalah wajib. Pakai seragam yang bersih dan rapi, jangan sekedar pakai kaos oblong dan celana pendek, belum mandi sudah melayani pelanggan. Kalau ada pilihan toko yang lebih sopan lagi pelayannya , maka pelanggan pasti pindah.


6. Cetak dan sebar brochure. Design brochure yang simple tapi menarik. Skemanya bagi yang datang ke toko dengan membawa brochure tsb akan mendapat diskon 10%. Brochure harus menyebutkan dengan jelas alamat toko, jika ada no telp, lengkapi dengan foto toko dan beberapa foto produk. Jika produk Anda terkait dengan obat atau perawatan jelaskan khasiatnya.


7. Unik. Misalnya kalau tempat usaha berupa gerobag roti yang keliling kampong pakai speaker yang volumenya sesuai saja untuk umumkan "teriakan maut" merk dan tagline produk anda. Jika tidak ingin terlalu ribut mengganggu lingkungan bisa gunakan krincing sebagai tanda kehadiran gerobag Anda. Kerincing ini akan berbunyi terus selama gerobag Anda jalan. Ini juga sebagai penanda bagi yang mendengar bahwa gerobag roti Anda sebentar lagi akan sampai ke sana.


8. Jaga hubungan relasi dengan pelanggan. Referensi toko anda dari mulut ke mulut sesama orang yang sudah dikenal akan lebih efektif dibanding jika anda yang tawarkan sendiri. Jadi menjaga loyalitas pelanggan lama dengan baik akan membawa banyak pelanggan pelanggan baru.


9. Datang ke lokasi toko sejenis, misalnya restorant dan pelajari apa yang ada disana dan diminati oleh pelanggan. Usahakan ada dan harus lebih baik bisa ditawarkan di toko Anda. Atau bicara dengan para pelanggan dan berpura pura sebagai tamu toko juga mencoba menyebut nama toko/ brand Anda untuk sekedar informasi langsung pilihan / alternative toko produk sejenis di target pelanggan dari produk sejenis

Jadi marketing dan promo bukan melulu cost mahal untuk pasang iklan di media, pasang banyak  billboard danspanduk, sebar ribuan brochure. Banyak cara lain untuk bisnis UKM yang budgetnya lebih rendah tapi masih efektif untuk bisnis UKM.
 

SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )