Selasa, 01 Maret 2016

JADILAH BIJAKSANA

Kebijaksanaan biasanya akan muncul seiring waktu berjalan. Seseorang seiring perjalanan waktu bisa saja jadi lebih sabar, lebih perhatian, lebih memaafkan dan lebih menyenangkan. Tapi jika ada seseorang tidak juga berubah makin bijaksana walaupun umur terus saja  bertambah maka harus dipertanyakan kenapa sebabnya? Apakah harga diri dan egonya terlalu tinggi sehingga menghalanginya dari keinginan untuk belajar, mengamati, berempati dan berubah?

Sudah makin berumur tapi sifat karakternya tetap tidak berubah. Berkeras tidak pernah mengaku salah, tidak tahu berterimakasih, tidak pernah merasa ada kekurangan, merasa lebih pintar atau lebih penting, lebih sering menyalahkan orang lain, adalah tanda tanda  tidak mendapat hidayah. Maka umur tidak selalu berbanding lurus dengan kebijaksanaan seseorang. Seseorang boleh makin tua, tapi belum tentu makin dewasa sifatnya. Kebijaksanaan lahir dari hati yang iklas, pikiran yang positif, niat yang baik, tujuan yang jelas dan rasa empati. Menimbang banyak hal tapi tetap berorientasi pada pencapaian tujuan. Kebijaksanaan tercermin dari keputusan yang diambil, sikap yang dirasakan orang lain, maksud yang tersirat, bahkan gestur dan tutur kata yang menyejukan.

Jangan menyalahkan keadaan masa lalu sebagai hambatan untuk berbuat baik hari ini. Justru kekurangan, kekecewaan dan  ketiadaan yang Anda alami di masa lalu sebaliknya direspond dengan rasa syukur karena saat ini sudah berlalu dan berganti dengan kesempatan mendapatkan yang jauh lebih baik. Justru bagi mereka yang bisa membuat segalanya lebih baik dari masa lalunya, tidak memendam dendam situasi masa lalu untuk dilampiaskan kepada orang lain di masa kini. Berkeinginan segala sesuatu yang berjalan saat ini harus jauh lebih baik bagi siapapun, misalnya anak Anda harus lebih baik kesejahteraannya dan pendidikannya daripada pada saat Anda jadi anak dari orang tua Anda, atau kesejahteraan karyawan harus lebih baik daripada saat Anda mulai merintis usaha dulu, dll. Kadang pasti Anda spontan merasa kesal, marah, kecewa pada situasi yang harus Anda terima di masa lalu. Tapi jika saat ini terkenang kembali maka bisa saja Anda baru merasakan hikmahnya, manfaatnya kenapa Anda harus menyalami hal tsb. Justru itu yang membentuk karakter dan mental Kuat Anda saat ini. Jika Anda bisa menjadikan setiap pengalaman susah pahit kehidupan yang telah Anda jalani sebagai anugrah, menjadi masukan positif, selalu berprasangka baik terhadap segala kehendak Allah SWT dan tetap dipenuhii rasa syukur, maka Anda bisa jadi seseorang yang bijaksana.


Orang-orangx disekitar orang yang bijaksana akan merasakan kesejukannya, aura kebaikannya, bijaksana bukan berarti baik tanpa batas kepada semua orang. Memberi uang bantuan  ke siapa saja tanpa alasan jelas seringkali bukan tindakan bijaksana. Tapi kadang kebijaksanaan justru akan berisi teguran, himbauan, bahkan sanksi tegas, hanya caranya juga ikut bijaksana, objektif, mendidik dan dipahami. Bisa dirasakan maksud baik dan manfaatnya dimasa depan. Jadilah bijaksana agar Anda menjadi oase kesejukan bagi sekitar Anda. Tempat bertanya dan meminta pertimbangan. Pada akhirnya banyak orang mendoakan Anda dan itu akan jadi banyak berkah untuk hidup Anda. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)