Rabu, 30 September 2015

KEBIJAKSANAAN YANG MENJADI RAHMAT



Dalam ilmu beladiri, disebutkan pendekar yang semakin tinggi kekuatan & tingkat ilmu kanuragannya maka harus semakin tinggi juga kebijaksanaannya. Jika tidak, maka pendekar tsb hanya akan menjadi malaikat maut yang menakutkan dan membawa petaka bagi orang orang disekitarnya saja. Dia akan menantang tanding bukan hanya sesama pendekar saja, tapi juga menindas orang orang awam biasa dengan kekuatannya.
 
Sebaliknya, jika kita hanya orang biasa yang banyak belum tahu apapa. Maka juga harus tinggi rasa tahu dirinya. Sadar bahwa harus banyak merendah dan belajar. Jangan bodoh, belum banyak tahu, tidak berpengalaman, tapi berlagak pintar di depan orang yang lebih tua dan berpengalaman, bahkan konyolnya menjustifikasi bahwa apa yang dilakukan dan sudah dikerjakan oleh mereka yang lebih memiliki skill tsb salah, sedangkan dia sendiri belum pernah bisa membuktikan apa apa dalam perjalanan nyata hidupnya.

Bijaksana, jika tidak tahu diri untuk terus belajar maka kita akan makin tidak bisa berguna bahkan untuk diri sendiripun. Tidak ada yang bisa bantu kita jika tidak memaksakan diri kita untuk berubah baik niat dalam hati, egoisme maupun perilaku kita. Kebijaksanaan hati dan membuka pikiran adalah pintu kemajuan hidup. Introspeksi diri dan sadarlah apa yang harus diperbaiki dan dibutuhkan untuk maju. Kebijaksanaan akan memajukan diri kita dari kekurangan, ketidaktahuan dan kegelapan menjadi lebih baik, lebih tahu, lebih bernilai dan berguna. Kita menjadi agen kebaikan bagi sekitar kita, jadi rahmat bagi manusia sekitar kita.

Tapi sekaligus kebijaksanaan menjaga kita untuk tetap menginjak bumi, sederhana dan empati jikapun keberhasilan, kejayaan dan materi sudah didapat. Sekali lagi seperti pendekar bela diri yang bijaksana, semakin tinggi ilmu kanuragannya justru malah akan makin memberi perlindungan untuk sekitarnya, bukan malah menebar teror. Makin jarang bertempur karena pendekar sejati menghindar dari kekerasan fisik karena dia tahu jika terjadi pertempuran fisik maka akibatnya akan sangat fatal bagi lawannya. Dia tidak mau melukai orang lain jika merasa tidak perlu. Juga bagi orang biasa yang tidak tahu apa apa, jika dia bijaksana malah akan lebih banyak merendah dan belajar, berguru dahulu pada mereka yang lebih tahu dan berpengalaman. Jadilah bijaksana dan rendah hati sesuai situasi dan kondisi Anda. Bawalah diri Anda secara tepat, maka Anda akan jadi rahmat sekeliling Anda , mudah diterima dan akan  berhasil. 

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)                    

Selasa, 01 September 2015

JAGA PELANGGAN ANDA

Kepuasan pelanggan secara sederhana bisa diukur. Parameternya diamati dari progress omzet toko dan jumlah pelanggan yang datang dari waktu ke waktu di toko Anda, perhatikanlah. Apa setiap waktu pelanggan Anda bertambah, omzet makin tinggi atau makin hari malah makin sedikit dan bahkan pelanggan makin hilang. Pelanggan adalah sumber pendapatan usaha kita. Maka tempatkanlah prioritas Anda paling utama pada kebutuhan pelanggan. Jangan bedakan perlakuan dan tingkat kesopanan untuk pelanggan. Apakah dia pelanggan besar atau pelanggan kecil. Harus sama sopannya, tegur sapanya. Silakan membedakan dari fasilitas ataupun bonus, compliment, sesuai besar belanjanya. Tapi jangan sesekali bedakan dari keramahannya. Manusia pada dasarnya sama sama ingin dihargai, apalagi dia yang sudah merasa memberikan uangnya pada toko Anda
.
Pelanggan ada yang biasa komplain dengan langsung, terbuka di depan manager outlet. Tapi banyak juga yang hanya diam saja, keluar seperti tidak ada masalah. Lalu diluar mereka menuliskan komplain di media sosial bahkan langsung menulis di surat pembaca koran, justru pelanggan seperti inilah yang lebih beresiko. Kastemer tidak akan kembali ke toko Anda jika dia tidak merasa nyaman dan ada pilihan lain. Tidak ada pelanggan maka tidak ada bisnis. Bahaya untuk investasi Anda. Maka pastikan Anda dan seluruh jajaran outlet menstandardkan pelayanan dan keramahan pada setiap pelanggan Anda untuk kepuasan standard.

Semakin Anda bisa menjaga pelanggan yang sudah ada saja, maka pelanggan baru akan datang sendiri dari informasi yang disampaikan pelanggan yang puas. Pelanggan yang puas akan secara rela dan iklas memuat kepuasannya di media sosial, mereferensikannya kepada saudara dan rekan2nya. Anda tidak perlu lagi ngotot menyebar brochure, pasang iklan di koran yang mahal, dan lain2 marketing program dan campaign yang berbiaya mahal.

Jangan juga Anda cuma janji janji di marketing dan promo tools, tapi begitu pelanggan bersedia datang ke toko Anda malah mereka kecewa yang didapatkan. Promo Anda cuma pemberi harapan palsu. Apa yang Anda tawarkan dalam brochure, iklan dan promo tidak sesuai dan standard pelayanannya juga buruk. Jadi untuk mudahnya, pastikan produk Anda yang terbaik, SDM Anda terbaik, team kerja Anda paling solid dan layani pelanggan Anda dengan standard terbaik. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)