Sabtu, 02 Februari 2013

KARYAWAN PEMBELAJAR

Banyak pertanyaan apakah jadi karyawan tidak pernah akan bisa kaya. Saya katakan bisa, tapi umumnya ini adalah masalah mental. Memang beda antara mental kebanyakan karyawan dengan mental pengusaha mandiri. Maka jelas etos kerja dan daya tahan antara pelaku dua jenis profesi ini dirasakan berbeda. Maka saya saat ini lebih berfokus pada memperbaiki sikap mental saat menjadi karyawan dulu, bukan .pada strategis bagaimana karyawan bisa kaya.

Manusia dikaruniai akal budi,  itu yang membedakan antara manusia dan makhluk Tuhan lainnya. Itu yg akan mengarahkan manusia. Dengan akal budinya manusia bisa terus menerus mengalami proses pembelajaran hidup, itu jika dia ingin disebut manusia pembelajar. Atau jika dia tidak mau belajar maka walaupun bertambah umur tetap saja tidak akan membawa manfaat bagi dirinya sendiri. Umur seperti sia sia. Saya ambil contoh bagi kita yang berprofesi sebagai karyawan, apa saja yang masuk dalam proses pembelajaran? Kita coba bahas.

Sebagai karyawan tentunya setiap kita punya posisi, jobdesc dan tanggung jawab baik kepada pimpinan ataupun bawahan. Jangan lupa teladan juga. Terakhir semua atribut itu akan dikompensasikan dengan gaji dan komisi sebagai hak dari apa yang telah kita kerjakan dalam sebulan. Anda harus adil sebagai karyawan. Kalau Anda menerima gaji dari perusahaan, tentunya Anda wajib memberikan kontribusi kepada perusahaan.

Seringkali karyawan hanya terfokus pada tujuan semu yaitu gaji nanti di akhir bulan. Semua hanya rutinitas. Pergi pagi pulang sore, selesai . Sementara proses bagaimana kita mendapatkan gaji itu tidak kita maknai dengan sebenarnya. Padahal itu yg membedakan antar karyawan satu dengan lainnya. Anda harus naik tahap menjadi karyawan yang berinisiatif, bukan sekedar adil. Sesungguhnya tidak ada gaji yang nilainya tetap. Kita bisa minta naik gaji dan  komisi tergantung dari nilai kontribusi yang sudah kita berikan kepada perusahaan hasil dari pembelajaran yg kita lakukan secara  inisiatif. Karyawan bisa punya target naik gaji setahun 2-3x kita "paksakan" kepada perusahaan dan akan dikabulkan karena  perusahaan sangat perlu Anda. Sebagai manusia baik pimpinan maupun bawahan tentu mempunyai penilaian terhadap apa yang karyawan berikan dalam pekerjaan. 

Jika memang eksistensi Anda bisa membawa kontribusi positif dan progress luar biasa terhadap kemajuan perusahaan, pasti beda respon perusahaan kepada setiap karyawannya. Maka tidak ada keberatan sama sekali dari pimpinan atau bawahan untuk menaikkan gaji Anda seperti yang Anda minta. daripada kehilangan Anda Anda belajar dengan sangat baik, memperbaiki segala kekurangan yang ada Setiap hari hasil kerja Anda makin spektakuler dan jelas jelas membawa perubahan perbaikan kepada prestasi perusahaan apakah itu terkait omzet atau image perusahaan. Anda juga memberi contoh kepada karyawan lain karena melakukannya dengan cara dan strategi yang lebih baik,lebih cepat dari yang sudah pernah dilakukan orang atau karyawan lain. Cara yang Anda lakukan bisa memberi contoh cara yang bisa dilakukan untuk hasil lebih optimal dan efektif. Kontribusi Anda membawa kemajuan signifikan bagi perusahaan sesuai dengan posisi Anda, memberi bukti pada karyawan lain bahwa hal itu mungkin dicapai. Lalu apa yang akan pimpinan atau bawahan Anda akan sangkal kalau Anda berhak mendapat penghargaan gaji yang lebih tinggi?

Apabila Anda tidak jadi manusia pembelajar maka Anda tidak akan alami kemajuan apa apa. Bahkan mungkin Anda bisa mengalami kemunduran. . Bahayanya lagi lingkungan kerja di perusahaan bisa membuat Anda terbiasa dan nyaman dengan kondisi "wajar" seperti itu. Bertahun tahun Anda bekerja di perusahaan atau institusi seperti itu akan praktis menghilangkan motivasi Anda untuk jadi karyawan yang lebih produktif lagi.. 

Atasan Anda akan menilai Anda berkinerja buruk karena hanya bergerak jika disuruh, itupun berkali kali melakukan kesalahan yang sama. Di perusahaan kadang kinerja kita tidak berpengaruh langsung pada "hukuman" yang kita terima. Mungkin saja hukumannya hanya sekedar terima gaji dengan kenaikan rutin berkala dan tidak naik jabatan. Tapi tetap bisa nyaman bekerja lebih lama lagi di perusahaan atau institusi.

Tidak ada perbaikan cara kerja dalam waktu yang lama, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda seringkali gagal dan sayangnya Anda jadi terbiasa. Dalam perusahaan yang lebih kompetitif, catatan kerja Anda menunjukan performance yang tidak memuaskan, teman teman menilai Anda anggota team yang susah diajak kerjasama. Anda tahu itu tapi tetap tidak memperbaiki. Lalu apa yang bisa Anda dapat dari sikap yang seperti itu? Tdk ada gunanya buat Anda Maka jadilah manusia pembelajar dan perbaiki setiap aspek hidup dan kerja Anda setiap hari. Maka hidup dan kerja Anda akan makin sukses.. 

Menjadi karyawan sukses seringkali menjadi tahapan awal untuk pindah jadi pengusaha mandiri sukses. Berarti Anda sudah punya dasar mentalnya. Entah mungkin Anda akan diberi saham oleh bos kantor Anda, atau ada pihak lain yang tertarik mengajak Anda berbiisnis. Tunggu waktunya tiba. Bagi karyawan pembelajar, kesempatan bekerja pada orang akan dimanfaatkan untuk melatih daya pikir, menangani kasus dan solusi, belajar organisasi, melatih mental dan wawasan perusahaan. Membina relasi dan trust. Kelak jika sdh ada kesempatan saatnya membangun usaha sendiri. Maka jika sekarang Anda karyawan, jangan kecil hati. Bekerjalah sebaik mungkin diatas pengharapan bos Anda. Banyak pihak akan melihat hasilnya

Anda harus berpikir bekerja untuk kepuasan diri sendiri, derajat dan martabat Anda, harga diri dan integritas Anda. Bukan untuk perusahaan.. Kalaupun nanti sikap mental dan prestasi Anda membawa perubahan perbaikan kinerja itu adalah bonus bagi perusahaan sekaligus pembuktian bahwa prestasi Anda diapresiasi oleh perusahaan. Maka keberhasilan dan kesuksesan akan selalu menyertai prestasi kerja Anda. Selanjutnya nasib Anda akan berubah, termasuk Anda bisa mengubah status Anda dari karyawan menjadi pengusaha mandiri karena mental dan wawasan Anda sudah siap.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)