Sabtu, 06 Desember 2014

MENGGAPAI ISTANA BINTANG

Kalimat pada judul artikel adalah judul single terbaru Setia Band dari vokalis Charly Van Houten, memiliki arti dan makna yang sangat dalam dan relevan pada menjelang awal tahun yang baru ini. 1 bulan lagi kita masuki Januari tahun 2015. Di tahun baru nanti, pasti kita punya harapan semuanya akan jauh lebih baik dari tahun lalu. "Bintang" pasti kita tahu ada di tempat tertinggi di langit, bahkan mataharipun sebetulnya adalah bintang. Sinarnya yang terang sering dipersepsikan sebagai sesuatu daya tarik yang menarik perhatian mata dan langsung menjadi fokus pada saat kitamemandang ke arah langit lepas ditengah kegelapan malam.

Sering orang memandang langit berbintang memposisikan dirinya dalam kondisi lebih baik saat sudah berposisi setinggi bintang. Bahkan segala hal yang tinggi terhormat selalu disebut dengan istilah "bintang"; bintang kelas, jendral bintang, hotel bintang, rating bintang, dll. Intinya bintang diidentifikasikan sebagai pencapaian yang terbaik, harapan dan tujuan tertinggi, cita cita setiap orang. Apalagi kata Bintang disandingkan dengan "Istana"; yang kita persepsikan sebagai bangunan khusus yang megah, hanya bisa dimiliki pada saat pencapaian sudah mencapai level bintang, puncak dari kenyamanan dan kemewahan sebuah bangunan yang bisa disebut sebagai istana.

Maka "Menggapai Istana Bintang" adalah puncak pencapai yang mungkin bisa didapatkan oleh seseorang. Pada saat sudah memiliki Istana, maka disanalah kita akan istirahat dengan nyaman dan tenang, menikmati pencapaian kita. Pencapaian disini bukan semata duniawi, fisik benda harta atau hal hal hedonis lainnya. Charly Van Houten dalam lagunya tersebut menceritakan keinginan sederhana seorang anak kecil penjual cilok dimana dia harus mengorbankan waktu bermain dan masa sekolahnya yang umum bagi anak anak seusianya untuk membiayai kehidupan ibu dan adiknya.

Bagi dia, bisa bermain dan bersekolah saja untuk sekedar makan 3x sehari sudah merupakan kemewahan hidup setara bintang, tidak muluk muluk. Maka sebetulnya banyak dari Anda yang bisa membantu anak anak seperti ini untuk mencapai bintangnya. Keinginan sederhana dari anak kecil yang terpuruk karena kondisi dan situasi yang dia sendiri tidak bisa memilih. Mengamatinya harusnya bisa menimbulkan rasa syukur yang teramat sangat bagi kita yang masih diberikan kelebihan rejeki, lahir dari keluarga yang lebih baik dan tentu apalagi yang berkelimpahan. Tapi sayang kita sering lupa bersyukur dan lebih sering mengeluh atas apa yang kita terima dan dapatkan selama ini. 

Maka sebetulnya setiap manusia sudah melakukan pencapaian. Memang pencapaian tidak bisa langsung ke level bintang, tapi selama pencapaian sedang menuju arah bintang, maka syukurilah tahapan pencapaian Anda.Bersyukur akan menyebabkan kita menghargai diri sendiri,menghindari diri dari kebiasaan mengeluh. Tidak ada jalan menuju bintang yang mudah dan ideal seperti maunya kita.Pastilah banyak cobaan dan tantangan dalam perjuangannya. Kita dihadapkan pada situasi hanya mengeluh atau maju menghadapi tantangan. Bahkan cobaan dalam tahap yang lebih ekstrim mungkin penderitaan fisik, caci maki dan hinaan dari pihak lain.

Jika Anda memutuskan menyerah dan mengeluh, maka disitulah Anda akan berhenti bertumbuh. Jika Anda bisa menghargai diri sendiri dengan mengambil tantangan dan terus maju, maka Anda calon pemenang bintang. Siapa lagi yang bisa menghargai diri sendiri jika tidak dimulai dari diri sendiri. Dengan bersyukur kita menikmati tahapan tahapan pencapaian kita dalam usaha menggapai istana bintang dengan iklas, dengan sabar dan dengan empati dengan sekeliling kita yang juga sedang sama sama membutuhkannya bahkan lebih rendah dari posisi Anda saat ini. Sangat penting Anda pahami, bahwa dengan membantu orang lain untuk naik lebih tinggi, maka Allah SWT pasti akan membantu usaha Anda untuk bisa lebih cepat lagi naik lebih tinggi dari posisi Anda saat ini.

Menggapai Istana Bintang bukan hanya sekedar jargon atau kalimat indah, tapi mengandung sarat makna dan mengajak kita semua pada pencapaian maksimal kita. Siapapun kita dan sedang dalam posisi dimanapun level kita. Pasti ada harapan yang lebih baik yang akan kita tuju dan kita sebut sebagai posisi bintang. Baik itu pencapaian duniawi ataupun pencapaian kedamaian hati. Setiap orang memiliki Istana Bintang-nya sendiri, maka berjalanlah atau bahkan berlarilah menuju dan gapai Istana Bintang Anda tahun 2015 ini.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 08 November 2014

SUDAH MAKSIMALKAH USAHA DAN BERPIKIR ANDA?

Banyak diantara kita yang sedang berkarir bekerja jadi karyawan atau berusaha mandiri, merasa bahwa setiap harinya saya sudah sangat sibuk, datang dari pagi kerja pontang panting dan sore malam baru pulang, menyelesaikan banyak macam pekerjaan, kontak dan kordinasi dengan banyak orang dan sebagainya dan sebagainya. Lalu jika atasan atau ada orang yang komplain dengan hasil kinerja atau progress kerja Anda, maka Anda akan sangat marah setengah mati, merasa sangat tidak dihargai dan merasa mendapat perlakuan yang tidak adil. Mengapa begitu? Pertanyaannya: Sudah maksimal dan efektifkan apa yang selama ini Anda kerjakan? Sibuk sangat berbeda dengan prestasi.
Sibuk kesana sini,kerjakan ini itu, jalan keluar kantor seharian ketemu si A sampai si E, ketik banyak laporan dan buat banyak presentasi, tapi jika tidak ada hasil yang memberikan kontribusi kepada perusahaan, kepada mitra, kepada tujuan department, kepada bisnis, maka sibuk hanyalah sibuk belaka,Anda kurang menganalisa apakah yang selama ini Anda sibukan memberi progress pada pencapaian prestasi Anda. Anda tidak berpikir bagaimana harus mencari opsi opsi dan cara untuk mencapai hasil bahkan melebihi tujuan. Anda belum berpikir dengan lebih cerdas bagaimana Anda bisa mencapai tujuan ersebut dengan biaya yg lebih rendah tapi cara kerja yang lebih efektif.
Anda harus memiliki mindset bahwa cara yang Anda lakukan harus lebih baik, lebih efesien, lebih efektif daripada yang orang lain lakukan dan hasil pencapaiannya lebih memberi image bernilai tambah pada image diri Anda sendiri. Anda adalah manusia diatas rata rata dan semua orang akan butuh Anda.Maka gunakan otak Anda. Semua orang punya otak untuk berpikir, tapi tidak semua tahu cara berpikir dan menggunakan pikirannya secara cerdas. Jadi sepertinya setiap hari hanya rutin itu itu lagi yang Anda kerjakan sementara orang lain terus menilai Anda hanya buang buang waktu saja.
Bagaimana cara Anda berpikir, menganalisa situasi, memberikan respond, mengatur strategi, memanage sumber daya dan melaksanakannya itulah yang akan membedakan hasil kinerja Anda dibanding orang lain. Pada akhirnya yang menilai hasilnya adalah orang lain, atasan Anda, mitra Anda, bahkan bawahan Anda. Pada akhirnya orang akan menilai hasilnya, bukan prosesnya. Karena dalam dunia profesional bagi pengambil keputusan, proses baru akan diamati, ditiru dan dijadikan bahan masukan oleh orang lain jika pada akhirnya memberikan hasil yang luar biasa.
Jika selama ini Anda merasa terus saja dikritik oleh pimpinan Anda, sering diminta mengundurkan diri dari perusahaan tempat bekerja, atau diputus kontrak oleh mitra bisnis, dan kurang memiliki wibawa di mata bawahan, maka coba analisa kesibukan kerja Anda. Bacalah dan nilailah diri Anda sendiri, apakah Anda hanya sibuk sendiri sekedar menghabiskan jam kerja sehari hari agar terlihat sibuk bekerja atau sudah bekerja dengan terarah dan berpikir pada fokus poin poin yang berorientasi kepada hasil. Parameter mudahnya biasanya mereka yang bekerja dengan cerdas dan berorientasi hasil yang lebih baik dari waktu ke waktu secara karir dan penghasilan akan lebih cepat meningkat dibanding orang lain yang sekedar sibuk saja.
Penulis juga terus merasa belum sepenuhnya memaksimalkan fungsi otak untuk berpikir. Selalu ada orang lain yang lebih baik , lebih sukses bahkan jauh lebih baik dari kita. Mereka bisa kita jadikan contoh. Amati caranya, tiru apa yang dikerjakannya dan beri nilai tambah. Coba analisa posisi Anda beberapa tahun terakhir ini dibanding rekan rekan Anda sekantor misalnya. Jangan terus menerus pada posisi kalah dari orang lain atau kawan Anda. Tahun depan ini Anda harus lebih baik dari tahun ini.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 04 Oktober 2014

JANGAN TAKUT PADA DUNIA

Kita pernah mendengar bahwa ada seseorang meminta hak untuk mengeksekusi dirinya sendiri karena merasa gagal dalam hidup, merasa sebatang kara dan tidak berguna apa apa lagi jika harus melanjutkan hidup. Padahal ybs bukan orang yang lemah sekali secara ekonomi dan bahkan tinggi dari segi pendidikan. Saya tidak tahu sebetulnya apa yang terjadi dan tidak berhak menghakimi kalau beliau sepenuhnya salah karena hanya ybs yang bisa merasakan dan paham beratnya beban hidup yang dirasakannya. Saya hanya ingin mengajak kita sama sama belajar dari peristiwa ini karenra mungkin saja perasaan ini tidak hanya dirasakan oleh ybs. Hanya mungkin ini yang terekspose ke media untuk bisa kita jadikan pelajaran bersama.

Ingat, jangan berdoa untuk hidup yang mudah. Itu bertentangan dengan fitrah kita yang harus diuji sebagai manusia. Berdoalah agar diberi kekuatan dan kesabaran. Berdoalah mohon ditunjukanNYA jalan dan diberi kemudahan dalam segala urusan, bukan hidupnya yang minta dibikin mudah. Tidak ada hidup yang ideal dan mudah sesuai apa yang kita mau. Berdoa wajib bagi hamba lemah yang memiliki Tuhan Yang Maha Kuasa. Hidup memang tidak akan mudah bagi kita, tapi juga bukan tidak mungkin bisa menikmati hidup dan memberi manfaat pada hidup kita dan bahkan orang lain. Jangan berputus asa akan kondisi dan situasi Anda sekarang. Jika saat ini Anda merasa lemah, gagal dalam hidup, kecewa, pastikan Anda masih punya hati

Tanyakan pada hati terdalam Anda, apakah Anda layak menerima ini semua untuk kehadiran Anda di dunia? Pasti hati Anda minta yang lebih baik. Sedangkan banyak orang lain yang lebih sulit kondisi ekonomi atau bahkan kekurangan pada kondisi fisik masih bisa hidup lebih baik daripada Anda saat ini. jika hati Anda jujur, maka pasti Anda akan berontak dari keadaan saat ini. Pasti ingin yg lebih baik, lebih menyenangkan. Maka kenapa tidak usaha wujudkan? Tidak mungkin jika di era internet ini Anda sama sekali tidak punya teman jika bukan Anda yang memang sengaja menutup diri. Cari teman berbagi cerita, mungkin jika Anda khawatir dimasuki pengaruh luar yang buruk dalam hidup Anda, maka Anda bisa membangun tembok yang ada pintunya.

Bukan seluruhnya tembok solid. Anda bisa buka pintu untuk tetap Anda bisa menerima hal hal baik untuk masuk. Anda juga bisa keluar menjemput kesempatan baik di luar tembok. Tapi Anda tetap bisa menutup pintu untuk hal hal negatif yang Anda hindari tapi tetap tidak menutup Anda dari mendapatkan hal hal yang baik diluar tembok Anda. Dunia Anda akan merasa kecil, sempit, sepi, menyedihkan dan mudah putus asa jika Anda tidak membuka mata hati Anda pada dunia luar Percayalah, tidak semua diluar sana jahat, buruk atau akan menjatuhkan Anda. Justru Anda akan menjerumuskan Anda sendiri jika menutup diri. Justru banyak sumber kebaikan ada diluar sana.

Pengetahuan yang berguna, guru guru yang berpengalaman, kawan kawan yang sayang, orang tokoh penting yang bisa dijadikan teladan, dll. Yang Anda perlu lakukan adalah mengamati dan memilih. Memang kadang pilihan kita salah, tapi itu hal biasa dan kita masih bisa perbaiki dan itu merupakan proses pembelajaran.Jangan takut pada dunia. Jangan biarkan dunia menekan Anda,tapi justru Anda yang menaklukan dunia. Bereaksilah sesuai pada porsi seharusnya dimana membawa Anda pada kebaikan dan manfaat. Itulah namanya respond. Respond harus menghasilkan kebaikan dan manfaat yang menguntungkan Anda, bukan malah menjerumuskan Anda dalam hal yang negatif. Masa depan Anda akan tergantung bagaimana respond Anda menjalani hidup. Maka tentukan respond dan bersikap keraslah pada dunia, maka dunia akan bersahabat kepada Anda. Tapi jika Anda lemah pada dunia, maka dunia akan terasa keras terhadap Anda.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 06 September 2014

DIHORMATI KARENA ANDA MENJAGA HARGA DIRI ANDA

Hargai diri sendiri dengan kepantasan hal yang baik dan hanya untuk hal yang baik. Jika Anda tidak bisa menghargai diri sendiri, lalu harus siapa lagi yang bisa? Anda harus hidup dengan harga diri. Anda tidak bisa memaksa orang sekitar Anda untuk menghargai Anda jika perilaku Anda sendiri tidak mencerminkan sebagai orang yang pantas dihargai dengan nilai baik. Harga diri berlaku jika memang perilaku, karakter ataupun pencapaian Anda pantas untuk dihargai. Jadi nilai Anda harus Anda yang usahkan sendiri bukan berarti Anda harus dihormati tanpa sebab. Harga diri justru memaksa Anda untuk selalu dalam posisi perilaku dan karakter positif , malu untuk meminta, lebih suka memberi dibanding menerima, tidak mengeluh.

Hargai diri sendiri juga meyakini Anda untuk berpikir positif bahwa jika orang lain bisa kenapa saya tidak? Bahwa sukses adalah hak semua orang Jadi sukses bukan pilihan jika Anda orang yang menghargai diri sendiri. Tujuan Anda menghargai diri sendiri adalah agar Anda bisa menuju sukses tsb. Diberi kesempatan untuk hidup maka sudah wajib harus dimanfaatkan sebaik baiknya.Karena hanya dengan bisa berhasil dalam hidup maka Anda tidak menyiakan umur Anda. Tidak menyiakan seluruh anugrah yang Anda terima dari Tuhan pada Anda. Umur muda, fisik yang sehat, pikiran yang segar, anggota tubuh yang lengkap,keluarga yang sayang, kawan kawan yang baik, kesempatan yang bisa membuka kesempatan jadi peluang.

Apalagi yang Anda tidak miliki dan syukuri? Bahkan seseorang  dengan kondisi cacat anggota tubuh saja jika punya harga diri bisa hidup dengan penuh kesuksesan dan tidak memilih untuk memanfaatkan kekurangannya dan memilih bekerja meminta minta menanti belas kasihan orang lain. Atau mereka yang tidak pernah tahu orangtua mereka, kemiskinan menjerat, cobaan terus, bahkan situasi tsb bisa menghebatkan seseorang dengan harga diri. Harga diri juga menjaga kejujuran Anda. Tidak tergoda oleh kenikmatan sesaat yang menggadaikan jabatan. Bahwa amanah adalah yang terpenting dijaga walaupun ada jalan naik turun berliku untuk menjalaninya sampai tercapai tujuan.

Pencapaian dan prestasi Anda yang diakui orang lain adalah harga diri Anda sebagai profesional. Karena harga diri mengharuskan Anda menjaga semua hasil kerja selalu dalam kondisi terbaik, karena hasil kerja adalah alat ukur harga diri Anda. Jangankan hasil kerja, bahkan Anda sudah berstatus bekerja saja itu bisa berarti harga diri. Bayangkan jika ada anggota keluarga besar, seseorang atau kawan yang bertanya "kamu kerja dimana sekarang?" dan kita tidak punya jawaban untuk pertanyaan tsb karena memang sedang tidak bekerja. Rasanya tentu merasa rendah diri, apalagi bagi laki laki. Banyak hal hal yang ingin kita capai, tapi kita tidak punya harga diri untuk menjaga martabat sebagai manusia yang baik karena ingin segalanya instant. Atau karena kita terlalu larut dalam kesenanganan.

Sebagaimana sifat dasar manusia yang selalu menghindari kesengsaraan dan mencari kesenangan Tapi harga dirilah yang mengarahkan Anda memiliki nilai nilai positif dalam hidup dan tugas sebagai manusia. Harga diri bahwa Anda harus memberi arti. Sebagai khalifah Tuhan diberi kesempatan hidup di dunia maka harus dimaknai sebagai memberi manfaat kepada seluas luas umat. Nilai Anda tergantung pada harga diri Anda, jadilah sukses pada setiap aspek hidup Anda. Malulah jika tidak jujur karena merusak harga diri Anda.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 09 Agustus 2014

UKUR DAN ANALISA PROGRESS HIDUP ANDA

Perjalanan hidup Anda sampai saat ini adalah perspektif dari siapa diri Anda. Apakah sekarang Anda sudah merasa sukses atau gagal? Apakah Anda sekarang sudah merasakan bahagia dan bersyukur atas apa yang sudah Anda capai? Sukses juga bukan berarti sudah kaya atau punya asset banyak. Paling tidak Anda sudah merasa jalan hidup pilihan Anda sudah tepat dan Anda sudah berbahagia. Jadi Anda tinggal melanjutkan hidup Anda di jalan hidup yang sudah Anda pilih. Percepat akselerasi dan tidak usah masih mencari jati diri lagi.

Anda juga hidup berdampingan dengan lingkungan sekitar. Anda punya orang tua dan saudara saudara yang memperhatikan perjalanan hidup Anda selama ini. Kawan kawan juga banyak yang sudah bersama atau mengenal Anda bertahun tahun. Sebagai ukuran Anda bisa meminta atau menerima respond dan pendapat dari orang orang di lingkungan sekitar, orang tua, keluarga, kawan kawan pendapatnya tentang Anda. Atau Anda amati saja. Apakah selama ini pandangan mereka terhadap Anda baik, support bahkan kagum atau mungkin terus menasihati seperti mereka khawatir terhadap diri Anda, melarang banyak hal2, dll. Buka telinga dan hati Anda dan pekalah pada lingkungan.

Waspadalah jika sekeliling Anda seperti sudah tidak peduli lagi pada Anda. Bisa jadi mereka sudah lelah menasihati, mengarahkan, kritik tapi Anda tidak bisa berubah. Akhirnya mereka sudah melepas saja Anda mau bagaimana terserah dan tidak ada yang memikirkan Anda lagi. Lebih parah lagi jika bahkan orang mendoakan jelek kepada Anda karena Anda kerap menjadi "horor" bagi orang lain. Mengganggu dan menyusahkan orang lain. Orang berharap Anda tidak eksis lagi karena keberadaan Anda merugikan orang lain. Anda harus paham bahwa sebagai manusia sebaik baiknya adalah mereka yang bisa memberi manfaat pada orang orang sekitarnya atau paling tidak berguna bagi dirinya

Coba ambil waktu menyepi sendiri untuk mengukur dan menganalisa pencapaian hidup Anda sampai saat ini.  Flashback lagi apa yang sudah Anda lakukan, capai, berikan kepada orang orang sekitar Anda. Cek umur Anda saat ini dan pikirkan sampai kapan Anda akan begini terus atau targetkan pencapaian berikutnya sebagai pencapaian Anda. Lebih baik jika proses evaluasi ini dilakukan setiap malam setelah selesai beraktifitas harian. Makin sering Anda mengevaluasi diri maka makin cepat Anda bisa melakukan koreksi diri dan mengarahkan lagi sikap dan tindakan Anda ke arah jalan yang tepat.

Kalaupun saat ini belum bisa memberi manfaat luas, paling tidak Anda berguna untuk diri sendiri dan jangan jadi orang yang merugikan dan menjadi horor bagi orang orang sekitar. Mungkin Anda hari ini bisa jadi belum seperti apa yang Anda harapkan, tapi dunia belum kiamat maka Anda masih bisa berubah jadi manusia yang lebih baik asal ada niat. Visualisasikan bagaimana seharusnya perspektif ideal Anda, lalu atur rencana dan action. Yang penting jadilah orang dan niat dan tindakan baik dan lingkungan akan balik memberi karma baik kepada Anda. Tapi jika tahu Anda belum jadi orang yang baik atau sukses tapi tidak merubah niat dan tindakan Anda, maka perubahan yang Anda inginkan cuma jadi mimpi saja. Kumpulkan sukses sukses kecil dan syukuri. Ingat waktu tidak akan menunggu Anda berubah, sementara umur Anda terus bertambah. Ber-progress-lah secara fisik, tindakan dan mental dalam jalan yang baik untuk tujuan yang baik.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 02 Agustus 2014

THR UNTUK SEMANGAT KERJA

Artikel kali ini lebih diprioritaskan untuk Anda para pengusaha franchise sebagai bagian dari proses edukasi. Untuk memahami mindset sebagai owner usaha kepada karyawan dan kantor pusat franchise yang dibutuhkan dalam bisnis. Hukum bisnis yang berlaku bagi siapa saja yang berani jadi pengusaha dalam setiap jenis usaha apapun adalah nasib untung atau rugi. Tidak ada yang bisa menjamin akhir nasib ini, bahkan jikapun Anda ikut bisnis franchise. Faktor kesuksesan usaha banyak sekali, bukan hanya mengenai penggunaan merk yang sudah dikenal maka Anda dijamin akan sukses dan anti rugi. Ada faktor SDM, lokasi, trend yang sedang berlaku, persaingan juga bisa cuaca dan situasi umum yang sedang berlaku di mayoritas sepanjang tahun usaha. Bahkan faktor mindset owner juga akan sangat mempengaruhi jalannya bisnis.

Berbisnis Franchise harus dipandang sebagai bantuan untuk mempercepat Anda membuka usaha yang Anda inginkan. Tetap pada pelaksanaannya Anda juga aktif berusaha tentunya dibantu oleh teamwork outlet Anda dengan didampingi oleh kantor pusat/ franchisor. Bayangkan misalnya jika Anda ingin membuat usaha karaoke keluarga dengan merk sendiri, maka Anda harus melakukan banyak hal persiapan sendiri dan untuk persiapannya saja sudah membutuhkan banyak biaya dan waktu. Mengembangkan system IT dan support, SOP, design standard dan pemilihan alat alat terkait, belum usaha  membangun merk produk agar dikenal. Maka lebih ekonomis jika Anda membuka bisnis karaoke keluarga dengan membeli lisensi dari kantor pusat franchise. Hal yang banyak ditemukan di bisnis franchise, kadang franchisee atau investor seringkali menyalahkan franchisor atau kantor pusat dalam kegagalan yang dialami bisnisnya. Baru 6 bulan sampai setahun buka dan mengalami kerugian, sudah dikatakan merk gagal atau produk gagal. Padahal apa yang disarankan Franchisor untuk direkomendasikan untuk dijalankan di outlet tidak semua atau belum dijalankan. Juga ada hal hal lokal yang memang harus diselesaikan oleh franchisee karena itu ada di daerah teritorial franchisee seperti terkait dengan tempat usaha, keamanan lingkungan dan tidak bisa menunggu support dari franchisor. Franchisor sama seperti dokter, hanya bisa memberikan resep resep yang harus ditebus oleh pasien. Jika resep tsb tidak ditebus, atau ditebus tapi tidak diminum, atau diminum tapi tidak sesuai dosis, lalu pasien kembali datang 2 minggu kemudian untuk menyalahkan resep dokternya tidak manjur dan dokternya jelek, tentu ini bukan suatu sikap yang fair. Lalu kenapa dari 10 pasien hanya ada 2 pasien yang komplain jika alasannya dokternya jelek? Kecuali dari 10 pasien seluruhnya tidak ada yang sembuh, maka bisa dikatakan dokternya jelek.

Begitu juga dalam bisnis franchise. Ada franchisee yang beranggapan jika sudah membeli franchise maka sudah seperti dijamin bisnisnya akan berhasil. Tapi saran saran dari franchisor tidak dijalankan dan semakin lama semakin membawa kemunduran dan masalah bagi outlet. Kita bahas usaha bidang outlet pelayanan seperti hotel, resto/cafe, karaoke keluarga yang lebih mengutamakan service of excellent. Seperti masalah pembagian THR (Tunjangan Hari raya) yang secara wajar harus diberikan oleh pengusaha kepada karyawannya. Walaupun tentu THR ini tidak selalu harus full tergantung situasi lokal outlet, lama outlet sudah beroperasi, lama karyawan bekerja, tapi tetap sedikit uang pada saat momen lebaran akan sangat berarti bagi karyawan. Karena memang pada momen lebaran semua sangat membutuhkan uang untuk kebutuhan yang bertambah sesuai situasi umum. Tapi ada sebagian pengusaha menahan dan tidak mengeluarkan uang THR ini dengan alasan bisnis merugi, belum ada untung atau usaha belum genap 1 tahun, dll alasan lain yang sebetulnya itu sudah menjadi kewajiban dari pengusaha.

Kewajiban karyawan adalah bekerja sebaik baiknya sesuai arahan dari manager agar bisa memenuhi target omzet dan keuntungan dari owner. Semua cara kerja dan SOP sudah diarahkan dari kantor pusat franchise. Kantor Pusat dimanapun pasti sangat mengedepankan pentingnya SDM yang solid dan bersemangat dalam bekerja. Hal yang paling bisa instant mengangkat semangat kerja karyawan adalah uang. Walaupun perusahaan tidak bisa memenuhi semua kebutuhan hidup karyawannya, paling tidak jangan menahan apa yang sudah jadi hak mereka. Jika THR atau jika belum sesuai kondisinya bisa kita sebut uang perhatian dari owner kepada karyawan tidak diberikan, maka bagaimana owner bisa berharap karyawan akan memberikan usaha terbaiknya untuk kemajuan outlet? Kantor Pusat yang datangpun untuk melakukan training tidak akan mencapai hasil optimal karena dari dalam hati setiap karyawannya sudah menyimpan rasa kecewa dan menganggap ownernya toh tidak ada rasa empati pada karyawannya.

Kita bicara tentang mindset karyawan level bawah, bagian service, pendidikan dasar yang semua alat ukurnya adalah harus terima upah. Mau tidak mau karena karakter umumnya karyawan Indonesia seperti itu, tapi tetap kita butuhkan karena selain itu yang ada dan juga gajinya masih sesuai. Kita tidak bicara mengenai karakter  karyawan profesional yang justru malu menerima gaji jika belum memberikan kontribusi pada perusahaan. Tapi biasanya karyawan level profesional lebih sedikit dan gajinya juga mahal. Jadi pengusaha juga harus bisa mengukur sikapnya pada situasi nyata di perusahaannya.

Bagi sudut pandang karyawan umumnya, tetaplah mereka merasa owner adalah seseorang yang "beruang" yang mampu secara finansial jauh tingkatan ekonominya diatas karyawan. Mereka tidak menganggap kerugian yang dialami di outlet tempatnya bekerja lantas akan spontan memiskinkan owner sehingga menghilangkan kewajiban mereka membayar THR dan menghilangkan hak karyawan menerima THR dari ownernya. Wajar jika semangat karyawan bisa langsung drop dan tidak bisa diangkat untuk didorong lebih berprestasi lagi. Yang ada dalam benak mereka selepas libur lebaran mungkin segera mencari tempat kerja baru yang ownernya lebih memiliki rasa empati. Jika hal ini terus berulang dan terjadi dari tahun ke tahun, maka kapan pengusaha bisa memiliki teamwork yang solid dan trampil sesuai standard level of service yang ditetapkan kantor pusat franchise?

Juga hal ini perlu dipahami oleh para pengusaha bisnis service di merk franchise bahwa jika masalah ini sampai didengar pihak luar, maka ini akan merusak nama baik merk yang terkait. Di luar akan tersiar kabar bahwa merk A bukan tempat yang nyaman untuk bekerja karena karyawannya tidak dimantain dengan baik. Kantor Pusat Franchise menekankan perlunya sinergi mindset dan action antara franchisee, franchisor dan karyawannya. Diharapkan franchisee melakukan apa yang direkomendasikan dan disarankan oleh franchisor. Franchisor pasti melakukan hal terbaik untuk outlet outlet franchisenya walaupun itu memang membutuhkan waktu. Lalu franchisor terus mengadakan development baik dari segi strategi bisnis, pendampingan maupun system yang terkait. Semakin bisa sinergi dan satu hati antara franchise dan franchisor maka semakin besar kecepatan outlet franchise bisa mendapatkan suksesnya.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 05 Juli 2014

PERBAIKI PROSES BERPIKIR ANDA UNTUK SELALU RESPON POSITIF

Anda merasa selalu hidup dalam kegagalan,  kekecewaan,sedih yang mendalam? Maka  rubahlah cara berpikir, itu langkah pertama agar hidup Anda bisa berubah lebih menyenangkan, lebih berguna dan lebih bisa bersyukur. Sebelum Anda merubah tindakan justru harus bisa merubah mindset dulu. Mindset adalah software otak Anda. Respon yang  keluar dari output proses berpikir Anda terhadap sebuah informasi input. Otak selalu melakukan proses. Bagaimana menerima input, lalu seketika software mengolahnya sebagai sebuah data, menghasilkan output. Maka output yang keluar akan tergantung bagaimana software mengolah.

Anda harus mem-program software seperti apa yang seharusnya, bukan yang apa adanya. Jika Anda ingin output respon yang bagus dan positif maka gunakan software cara memproses input yang positif dan produktif. Software otak kita ini memang sudah kita miliki dari lahir, hanya saja dalam perjalanan hidup kita bisa mengalami upgrade atau bahkan mungkin lebih banyak yang downgrade sesuai input input data yang kita terima.
Hanya software otak manusia bisa terus membaharui programnya justru dari input input yang diterimanya, tapi sekaligus  bisa memilih mana yang harus dipakai dan mana yang bisa dibuang. Software otak manusia terbentuk dengan pengaruh keluarga, lingkungan, input yang diterima, teladan, pengalaman hidup, bacaan, guru dll. Input itu pada akhirnya dirasakan sebagai rasa kegembiraan dan kecewaan yang mengeluarkan output bahagia dan sedih. yang pada akhirnya bisa merubah hidup dari respon yang kita ambil.

Kebanyakan tindakan yang kita lakukan dan pilihan yang kita ambil selalu berdasarkan perasaan bahagia, sedih, optimis, yakin, rendah diri,dll. Maka jika Anda ingin jadi orang yang berhasil, Anda harus bisa merubah sebagian besar  input yang diterima agar outputnya hanya rasa senang, optimis  atau bersyukur saja. Semakin banyak proses berpikir Anda menghasilkan output kesedihan maka kemungkinan Anda kurang bahagia menjalani hidup akan makin besar .

Bagi sebagian manusia membiarkan virus kecewa, sakit hati, marah, dendam di dalam  software otaknya akan membuatnya selalu mengambil sisi negatif dari setiap pertanyaan. Padahal cara kita merespon pertanyaan akan menentukan sikap kita mengambil pilihan dalam hidup. Memang hidup tidak selalu mudah dan baik baik saja. Hidup bisa saja membenamkanmu sampai terbenam dalam kegelapan, tapi mindset yang optimis, positif bisa  memperbaiki arah pengambilan keputusan atas sebuah kejadian atau situasi.

Maka apapun input yang masuk dalam otak Anda, jika software  yang Anda pilih untuk memprosesnya hanya program yang  positif, maka output akan positif. Jadi perbaiki cara pandang hidup, olah setiap input data dalam otak Anda secara positif dan be-respond-lah hanya yang membawa kebaikan bagi Anda.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 07 Juni 2014

INOVASI ATAU MATI

Kreatif dan inovasi, penting sekali dalam bisnis agar bisa bertahan juga agar bisa tetap kompetitif. Atau justru inovasi sangat perlu bagi pebisnis baru yang jadi follower.Bermimpi ingin punya produk yang tampaknya umum tapi bisa jadi dipilih dibanding produk produk existing. Untuk wujudkan mimpi menjadi kenyataan maka kuncinya harus inovasi. Inovasi bisa mempercepat sukses bisnis atau mempermudah bersaing. Maka jangan takut berpikir dan bertindak diluar cara cara konvensional beri nilai lebih pada konsumen.

Anda harus bisa mensiasati agar bisa segera mengatasi situasi dinamika bisnis, trend, persaingannya, perubahan teknologi, kebutuhannya, kendala dan tantangannya. Untuk itu otak dan pikiran Anda hàrus terbuka. Tidak bisa berpikir biasa lagi maka harus out of box. Jika mungkin menciptakan demand baru. Kadang inisiatif baru muncul pada saat terdesak. Pada saat bisnis stagnan atau bahkan terancam tutup, jadi terpaksa harus berpikir. Itu bagus dan jangan takut, karena kadang justru momen itu bisa jadi pemicu untuk mulai timbulnya inovasi dalam bisnis Anda. Ambil hikmahnya selalu ada awal berubah Coba menggali potensi potensi beberapa demand, trend, lalu berpikir lateral menghubungkan poin poin potensi yang bisa disinergikan dan jadi fitur inovasi. Berpikir inovatif berarti memberi nilai tambah pada value dan manfaat yang sudah umum.

Untuk produk sendiri itu bisa memperpanjang umur kompetitif produk. Tapi nilai tambah harus betul betul yang diminati konsumen agar memiliki daya jual atau mempermudah, wajar costnya agar kompetitif harga. Maka inisiatif inisiatif  perlu diinputkan sebagai bahan melakukan inovasi. Diplanning, uji coba , dikontrol, dianalisa dan digali lagi, terus seperti itu, berkesinambungan. Sebagian manager atau direktur memang punya bakat kreatifitas tinggi dan bisa secara mandiri mengkonsep beberapa ide inovasi berkelanjutan. Tapi jika tidak,  lalu dari mana ide ide inovasi bisa digali? Inisiatif juga bisa menggali dari  teamwork, bukan hanya dari kepala Anda sendiri. Karyawan lebih banyak di lapangan, mereka tahu banyak data faktual.

Makin banyak input lapangan yang faktual akan makin bagus. Maka inovasi yang diambil bisa sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Data dari lapangan situasi persaingan dan kekuatan intern perusahaan Anda ramu jadi konsep dan system inovasi yang Anda akan terapkan. Hargai karyawan Anda, mintakan pendapatnya, konsepkan bersama systemnya, ajak mereka semua bersama bersama menjalankan konsep ini. Kebanggaan bagi semua jika nanti ada keberhasilan karena keberhasilan inovasi ini dipikirkan,direncanakan dan dibangun bersama. Punya mimpi? bukan sejauh dan sebesar apa kita bermimpi, tapi sejauh mana kita bisa wujudkan mimpi itu jadi nyata. Juga berlaku dalam bisnis. Inovasi atau mati.

 SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)


Sabtu, 03 Mei 2014

3 MAGIC WORDS AKAN MENGUBAH NASIB ANDA

Tentunya Anda sangat tahu ada 3 (tiga) kata yang sangat sakti yaitu: Maaf..., Terimakasih... dan Tolong.... Demikian saktinya hingga kalau Anda terbiasa mengucapkannya, maka karakter dan sikap Anda akan berubah jd jauh lebih  baik. "Maaf" bukan hanya digunakan pada saat kiranya kita berbuat  salah, tapi juga bisa untuk keperluan minta ijin dengan hormat untuk waktu dan pengertiannya. "Tolong" sebaiknya diucapkan pada saat kita meminta bantuan dari orang lain. Dan dari keseluruhan proses permintaan dan bantuan itu, selalu ucapkan "Terimakasih" sebagai penghargaan Anda atas bantuan dan pengertian yang sudah diberikan kepada kita.

Sebetulnya sangat sulit mengucapkan kata kata sakti tersebut. Tidak semua orang bisa mengucapkannya dengan hati tulus dan terpancar dengan iklas dari ucapan seseorang. Beberapa enggan mengucapkan kata kata tsb karena gengsi atau takut dianggap lebih rendah level dibanding lawan bicara. Kebanyakan ucapan tsb memang harus terucap karena tuntutan  SOP di tempat kerja, atau terpaksa terucap karena sudah berkali kali kena tegur atasan atau bahkan pelanggan, diperingatkan saudara karena bete Anda yang dibantu tidak  pernah tahu terimakasih, atau dicuekin teman teman karena rasanya Anda terus berlagak seperti bos.

Mungkin dalam hati Anda terdalam tidak pernah bermaksud begitu, tapi manusia adalah makhluk dengan pernyataan. Jika Anda tidak pernah menyatakan sesuatu yang ada dalam benak  Anda, maka seringkali orang mempersepsikan yang berbeda  terhadap Anda, bahkan bisa jadi persepsi yang jelek dan kontra kondusif terhadap karakter Anda. Yang lingkungan Anda  persepsikan kepada Anda selama ini adalah Anda orang yang  bossy, tukang main perintah, tidak tahu terimakasih, tidak empati, dll. Maka Anda harus sadar dan berusaha memperbaiki  "brand image" Anda pada pandangan orang orang dilingkungan sekitar Anda.

Susunlah kalimat sopan seperti , "Maaf pak, bisa tolong pindahkan kursi itu ke meja sebelah kanan sana, terimakasih". Apa Anda rasa akan lebih sopan dan berpendidikan dibanding meminta " Pak, pindahkan kursi itu ke meja sebelah kanan sana". Apakah Anda merasa kemungkinan apakah bapak yang diminta pertolongan tsb akan lebih senang membantu Anda jika Anda mengucapkan susunan kalimat permintaan yang pertama atau kalimat perintah yang kedua?  Jangan lupa, sebetulnya ada perintah yang sama, yang disampaikan kepada orang yang sama, tapi disampaikan oleh 2 orang yang berbeda, maka bisa beda juga hasilnya, tergantung  pada bagaimana cara pesan tsb disampaikan.

Jika Anda terbiasa berusaha menyusun kata kata sakti dan mengucapkan kalimat sakti kepada orang lain lawan bicara Anda, lalu orang lain merasa dihargai, dihormati, terharu,  tersanjung, Anda empati kepadanya, dihormati eksistensi dan usahanya oleh Anda, maka itu akan perlahan membentuk karakter dan perilaku Anda. Kalimat yang Anda susun mau tidak mau "memaksa" Anda menyesuaikan nada bicara, gestur, perilaku dan kerendahan hati pada saat menyampaikannya. Jika Anda membiasakan mengucapkan 3 kata sakti tsb, maka kebiasaan Anda akan menyesuaikan dan jika ini dilakukan berulang ulang, berbulan sampai bertahun, jadi terbiasa,  maka akan mengubah karakter Anda, insya Allah nasib Anda akan berubah. Kenapa bisa berubah? Karena orang orang disekitar Anda melihat Anda sebagai orang yang dewasa bertanggung jawab yang menyenangkan, empati, mau mendengar, sopan dan intelektual. Juga jelas tidak akan berkurang  derajat kehormatan Anda dalam pandangan orang orang  sekeliling, bahkan Anda akan dikenal orang berkualitas yang tetap rendah hati.

Semua orang mencari mitra dalam hidupnya. Mitra pertemanan, mitra sahabat, mitra diskusi, mitra belajar, mitra berbagi cerita, sampai mitra bisnis. Banyak orang mau bekerja sama  dengan type karakter dan perilaku seperti yang Anda tunjukan. Rezeki akan datang dari mana saja termasuk dari orang orang sekeliling yang Anda kenal.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)


Sabtu, 05 April 2014

HARUS TAKUT GELAP, SEGERA CARI CAHAYAMU SENDIRI

Takut adalah sesuatu hal yang sangat alami. Tidak ada orang yang tidak pernah merasa takut dalam seumur hidupnya. Bahkan seorang yang gagah perkasa. Tapi jangan salah sangka,  kebanyakan orang bukan takut menghadapi hal hal fisik yang  bisa dilihat langsung, tapi justru takut pada hal didepan yang tidak bisa diprediksi saat ini. Seperti takut beresiko  dalam mulai merintis usaha mandiri, takut berbicara di depan umum, takut merantau pindah kota jauh dari keluarga, dan banyak lagi takut takut lainnya

Tapi percayalah, Anda akan "lumpuh" jika membiarkan rasa takut itu menghentikan Anda. Anda malah menyuburkan sifat sifat lemah pada kehidupan seperti mengasihani diri sendiri, sedih berkepanjangan, menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Seharusnya Anda takut pada ketidakpastian masa depan  yang sudah bisa diprediksi jika Anda tidak coba berubah dari sekarang, karena itu lebih jelas gambarannya. Takut memang  akan membuat kita jadi lebih berhati hati untuk tidak gegabah, ceroboh dan melakukan sesuatu tujuan tanpa persiapan. Tapi sebaiknya rasa takut juga harus jadi pendorong persiapan meraih masa depan yang lebih baik. Masa depan tetap akan datang pada Anda apakah Anda sempat  mempersiapkannya atau tidak sempat. Sebaiknya masa depan datang sesuai dengan persiapan Anda.

Takutlah pada resiko jika Anda tidak coba berubah maka Anda tidak akan kemana mana, atau bahkan dimasa depan situasinya> bisa makin memburuk. Misal Anda sebagai karyawan paham kalau terus dalam posisi yang sama dengan gaji awal di perusahaan  yang sama terus berkarya selama bertahun tahun maka jika kenaikan gaji normal per tahun maks 10%, sudah bisa  diprediksi pasti 5 th lagi bisa dihitung gaji plus kenaikan tahunan tidak akan cukup kebutuhan keluarga terpenuhi dan  hanya hidup dari gaji. Solusinya maka Anda harus naik jabatan jadi manager atau pindah ke perusahaan lain dengan posisi lebih baik. Tapi rasa takut timbul, rasanya takut nanti di tempat kerja baru jadi susah menyesuaikan diri, lebih berat kerjanya, dan rasanya sudah nyaman di posisi sekarang, kerjanya tidak terlalu sulit, cukup santai.

Berpikir mau jadi manager tapi takut bicara dengan orang banyak, takut dikasih wewenang besar karena tidak bisa kerja santai lagi. Mana ada santai mau uang banyak Padahal tahu jelas kalau posisi manager gajinya bisa lebih besar 2x lipat. Takut memaksakan mulai mencicil rumah bisa jadi sampai tua nanti tidak bisa punya rumah sendiri. Padahal tuntutan bayar cicilan rumah setiap bulan bisa bikin kerja Anda makin  kreatif untuk cari solusi dan kepastian bayar. Yang lebih dipikirkan adalah melulu resiko gagalnya, kerepotan yang akan diterima, bukan kemungkinan  yang lebih baik jika usaha berubah nanti berhasil .Ingat, setiap aspek kehidupan selalu punya 2 sisi, baik jelek, salah benar, sukses gagal, mudah susah, sedih gembira, dll. Perjuangkan supaya semua tujuan berakhir dengan baik. Tidak banyak pilihan, maka kenapa tidak memilih memperjuangkan tujuan yang mungkin bisa memperbaiki hidup Anda jadi lebih baik? Daripada tidak memilih sama sekali. Fokuskan semangat keyakinan dalam pengambilan keputusan  pada tujuan akhir, bukan pada proses.

Sepanjang Anda masih bisa berpikir, produktif maka kesalahan2 dalam proses pengambilan keputusan bisa diperbaiki. Waktu dan umur Anda terus berjalan, tapi jika Anda memilih untuk statis di zona nyaman Anda, tahu sebenarnya apa yg akan dihadapi di masa depan dan tetap tidak berani berubah, maka hidup Anda sudah jelas nasibnya.Seperti berada dalam terowongan panjang, sebetulnya Anda  tahu diluar ujung  terowongan pasti ada cahaya, tapi Anda terlalu takut berjalan kesana, merasa lebih nyaman di dalam terowongan. Tapi jika sewaktu waktu terowongan Anda sudah gelap maka Anda sudah kehilangan waktu, tenaga,  pikiran, kesempatan dan umur untuk menuju cahaya. Maka takutlah akan gelap, segera bergerak menuju cahaya.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 08 Maret 2014

SKILL KOMUNIKASI UNTUK HIDUP YANG LEBIH BAIK

Dalam aspek kehidupan apapun dimana Anda diharuskan melakukan kontak atau hubungan dengan manusia lain, maka seringkali Anda temukan hal hal yang berjalan tidak sesuai apa yang Anda mau, seperti tidak tercapai tujuan, tidak dijalankan persis seperti apa yang Anda mau, konflik karena tidak ada kecocokan maksud, dll. Coba cek komunikasi Anda, mungkin ini menjadi pangkal masalah yang harus Anda prioritaskan untuk ditangani. Komunikasi adalah kata kunci untuk sukses menggerakan sebuah proses mencapai tujuan bersama yang menyangkut lebih dari 2 orang dalam segala aspek hidup dan untuk tujuan apapun itu.

Dari lingkungan terdekat Anda seperti komunikasi antara suami istri, 2 orang yang paling dekat dalam unit rumah tangga misalnya. Menentukan kerukunan rumah tangga. Rumah tangga yang langgeng karena komunikasi suami istri ada di frekuensi yang sama. Tidak ada yang suami terus yang boleh bicara dan istrinya hanya boleh mendengar atau sebaliknya istri terus yang minta diperhatikan dan minta diberi, sementara suami harus mati matian berusaha keras memenuhi keinginan istri. Bahwa dalam setiap hubungan dua hati keduanya percaya tidak ada yang tidak bisa diselesaikan jika saling terbuka dan percaya untuk sama sama menyelesaikan masalah. Suami istri seharusnya saling berbicara di frekuensi saling mencintai, percaya dan rasa membutuhkan. Jika tidak ada 3 semangat tsb maka komunikasi suami istri akan emosional yang egois belaka.

Kita tahu tidak mudah mengikat 2 hati selama mungkin, apalagi yang sudah menjadi suami istri. Tapi syukur dan cinta seharusnya akan membuat komunikasinya lebih mudah. Tapi jika salah satu pihak ada yang mulai mengkhianati atau membandingkan pasangannya, maka 3 semangat tsb akan otomatis hilang. Tunggu saja waktu konfliknya 

Area komunikasi lebih luas lagi antara orang tua dan anak dalam satu keluarga harus dilandasi semangat bahwa anak percaya kalau dia disayang, diperhatikan oleh orang tuanya. Setiap anggota keluarga harus merasa nyaman berada dalam keluarga, rumah adalah selalu tempat untuk kembali dari kepenatan dan masalah hidup, orang tua selalu jadi panutan dan real hero buat anak. Sementara anak selalu jadi permata hati dan kebanggaan orang tua. Komunikasi anggota keluarga di frekuensi penuh cinta, percaya, sabar dan saling mendo'akan . Bagaimana cara komunikasi dan perilaku suami istri akan dicontoh oleh anak2. Maka berlakulah penuh sayang dan berikan contoh nyata pada anak

Area lebih luas lagi adalah komunikasi dalam setiap organisasi perusahaan dimana butuh kordinasi efektif dan tepat antar setiap department agar bisa mengeliminasi terjadi potensi konflik antar department. Harus dimaknai walaupun di organisasi perusahaan terdiri dari beberapa dept dengan jelas tugas masing2 dept, ada budget masing2, tapi tetap semuanya bekerja demi 1 tujuan yang sama. Level manager dalam setiap dept memegang peranan penting dalam mendelegasikan tugas, mengalirkan komunikasi yang kondusif dan efektif di perusahaan. Komunikasi antar dept yang mampet atau terputus menjadi awal hancurnya proses kinerja bisnis. Banyak terjadi konflik lintas dept dan tidak akan bisa selesaikan masalah. Harus ada semangat saling membutuhkan, tidak merasa orang atau dept yang paling penting dan rasa memiliki usaha bersama demi kebaikan perusahaan. Komunikasi antara pemimpin dan yang dipimpinnya harus dilandasi semangat saling memahami dan menghargai. Pola kinerja based on instruksi. Misal manager yang memberi perintah paham menjelaskan knowhow instruksinya, karena itu akan lebih bagus jika sebelumnya memang manager sudah pernah pengalaman praktek dan teori di bidang yang ditanganinya sehingga fungsi pendelegasian berjalan dengan benar dan applikatif realistis. Intinya bawahan yang diberi instruksi paham tujuan yang akan dicapainya dan bersedia menjalankan instruksi karena paham tahapan kerja dan jelas cara kerjanya 

Belum lagi status manusia sebagai makhluk sosial yang selalu berinteraksi dengan manusia lain. Tidak selalu harus hubungan keluarga, hubungan kerja, atau hubungan profesional lain, tapi interaksi antar manusia selalu terjadi kapanpun. Semakin baik Anda bisa mengelola komunikasi dan sekeliling Anda senang dengan cara Anda berkomunikasi, maka hidup Anda akan semakin mudah. Karena itu kelola skill komunikasi Anda sesuaikan dengan tujuan komunikasi. Komunikasi berwawasan spesifik dan data untuk urusan bisnis dan profesional, komunikasi berwibawa dan bijaksana untuk mengelola bawahan, komunikasi penuh cinta dan pengertian kepada mereka yang Anda sayangi. Alirkan agar isi komunikasi menjadi pesan yang jelas dan berbuah persepsi atau tindakan yang tepat, lalu bersyukurlah bahwa disekeliling Anda masih ada mereka yang bisa memperhatikan, mendengar, mendukung, memberi saran, masukan, mengerjakan apa yang Anda maksudkan. Bayangkan jika Anda hidup sendiri di lingkungan Anda, tanpa ada yang bisa Anda ajak bicara, atau tidak peduli dengan apa yang Anda bicarakan, atau lebih buruk lagi tidak ada lagi yang mau mendengar dan peduli kepada bicara Anda karena cara komunikasi Anda yang salah. Agar hidup jadi lebih indah maka perhatikan cara komunikasi Anda, karena Anda akan dinilai dari situ.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 01 Februari 2014

SUDHKAH ANDA NILAI PROSPEK RUTINITAS ANDA ?

Setelah libur panjang tahun baru yang lalu, seperti biasa kita akan masuk rutinitas sehari hari. Bekerja seperti yang dilakukan sehari hari. Tapi coba analisa lagi rutinitas kerja Anda demi kebaikan Anda dan masa depan keluarga. Jangan terjebak amannya rutinitas, tapi fokuslah pada prospeknya. Pergi pagi pulang sore yang sudah Anda lakukan bertahun tahun apa sudah atau akan bisa membawa perubahan? Perubahan yang tentunya membawa ke arah lebih baik. Bukan berubah makin resah karena perusahaan tempat bekerja makinlama makin tidak jelas. Parameternya coba dianalisa dan sudah bisa menghitung sendiri kalau setiap tahun naik gaji cuma 5-10% maka dalam 5 tahun tidak akan bisa mengejarkebutuhan sekolah anak yang makin mahal.

Sebetulnya sudah tahu, tapi tetap tidak mencoba membuat perubahan darirutinitas kerja tanpa prospek tsb. Sudah tahunan bekerja tapi tidak mendapat kenaikan gaji dan benefit kesejahteraan yg signifikan padahal kebutuhan keluarga terus naik. Apalagi jenjang karir juga tidak jelas bagaimana penilaian prestasi dan parameternya sehingga peluang promosi jabatan yang pasti mempengaruhi gaji dan benefit juga tidak jelas. Atau Anda merasa sebetulnya bidangpekerjaan yang dikerjakan saat ini bukan kesukaan Anda, jadi rasanya kurang semangat dalam bekerja. Tapi tetap saja Anda jalankan sebagai rutinitas tanpa Anda ada keinginanmerubahnya.

Banyak hal yang menyebabkan rutinitas kerja hanya berjalan begitu saja tanpa ada "jiwa" didalamnya. Sekedar yang penting ada kegiatan rutin setiap hari dan bisa dilihat tetangga setiap pagi pergi dari rumah ke kantor dan baru pulang kerja nanti malam. Kita seringkali kehilanga kebanggaan atas apa yang kita kerjakan atau bidang yang sedang kita kerjakan karena hanya terjebak rutinitas. Sebaiknya Anda punya prioritas dalam melakukan kerja rutinitas ini, jika untuk keluarga maka hasilnya jelas harus meningkat terus. Kebutuhan keluarga pasti akan meningkat seiring tumbuhnya anggota keluarga, harga2 kebutuhan keluarga, sekolah anak, kesehatan, asuransi, rekreasi, dll

Anda sudah tahunan bekerja di satu perusahaan, pasti Anda sudah mendapat pola bagaimana kinerja bisnisnya, perilaku ownernya dan prediksi masa depannya. Jika Anda bertahan di perusahaan yang tidak bisa memberi Anda kebutuhan masa depan Anda, mungkin tahun ini sudah waktunya cari pekerjaan lainatau sumber penghasilan lain daripada menunggu keburu tua. Jangan terus saja terjebak rutinitas yang tidak berprospek. Tapi jika  Anda masih muda, single, pemula dgn prioritas mencari pengalaman dan tantangan, maka cari bidang pekerjaan yang sesuai passion, agar jika ternyata Anda memang betul betul cinta pada pekerjaan Anda untuk selanjutnya bisa terus berkarir profesional di bidang Anda. Intinya, dalam berkarir jadilah salah satu yang terbaik di bidang Anda sehingga harga Anda menjadi mahal dan banyak pihak membutuhkan jasa spesifik Anda.

Rutinitas akan membawa ke zona nyaman. Tapi zona nyaman yang memang betul nyaman jika penghasilannya juga sesuai atau lebih dari kebutuhan. Bukan nyaman karena kerjanya santai dan yang penting ada kegiatan setiap harinya. Kalau hanya sekedar ada pekerjaan tapi hasilnya tidak cukup dan takut untuk merubah status itu yang susah. Nasib tidak akan berubah jika Anda tidak merubahnya atau Anda tidak akan sempat berubah lagi karena waktunya sudah terlalu terlambat bagi usia tua dan kesehatan Anda.

Maka lihatlah prospek rutinitas Anda, apa akan membawa kebaikan untuk masa depan atau Anda hanya takut untuk mulai merubahnya? Anda yang tahu.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 04 Januari 2014

BEKERJA PASTI LEBIH UNUTNG

Dalam posisi sebagai karyawan pasti Anda sudah jelas jabatan dan jobdesc. Bahkan kadang tertuang dalam kontrak kerja Anda dalam poin poin rinci apa yang jadi tugas dan KPI (Key Performance Indicator). Sebagai karyawan Anda akan datang sesuai jam kerja, setiap harinya datang pagi pulang sore, kerjakan hal hal rutin dan berusaha capai target. Sebetulnya jika Anda sudah kerjakan hal hal sesuai jobdesc dan hasilnya sudah memenuhi KPI maka bolehlah Anda berharap bahwa kinerja Anda di perusahaan sudah positif dan mungkin setelah kira kira kinerja Anda stabil selama 1 tahun mulai bisa berharap ada kenaikan benefit, gaji atau kenaikan jabatan. 

Jika Anda perhatikan visualisasi skema kerja diatas, itu adalah cara kerja karyawan biasa pada umumnya. Tapi apa Anda hanya puas jadi orang biasa saja? Coba tanyakan pada diri Anda sendiri, mau sampai berapa tahun Anda akan berada di perusahaan tsb sampai Anda bisa mendapatkan sesuatu yang jadi impian besar Anda, misalkan punya mobil skala menengah mewah atau rumah lumayan sebelum misalnya umur 40 tahun, biaya menikah atau tabungan naik haji dalam 5 tahun kedepan. Jika Anda kerjakan hal hal yang biasa, maka kenaikan jabatan dan benefit tentu juga biasa biasa saja hasilnya dan kecepatan perkembangannya dalam standard kinerja karyawan umumnya.

Bagaimana supaya karir Anda melejit cukup tinggi dalam waktu yang lebih cepat. Logikanya tentu Anda harus punya kualifikasi profesional setara orang yang jabatannya 1 - 2 level lebih tinggi dari Anda dalam waktu sesegera mungkin. Kalaupun tidak Anda naik posisi di perusahaan sekarang, maka Anda akan dibajak lebih mahal oleh perusahaan lain yang butuh skill dan performance Anda. Bagaimana kuncinya supaya kemungkinan itu terjadi pada Anda? Kuncinya adalah "jangan merasa rugi untuk kerja lebih". Mulailah dari menimbulkan rasa ingin menolong. Tolonglah karyawan lain, department lain, divisi lain dalam menjalankan tugas tugasnya. Jika Anda sudah selesaikan tugas Anda, atau kerjakan secara paralel, sekedar memberi input atau pandangan dari sudut pandang Anda, jangan pernah segan atau berat untuk melakukannya. Tidak ada ruginya, bahkan di mata karyawan lain, atau department lain bahkan antar divisi, Anda akan dikenal sebagai rekan kerja yang suka membantu.

Bahkan jika bantuan saran Anda ternyata bernilai out of box, pembawaan Anda supel dan empati, cara bicara dan komunikasi Anda cerdas dan bernas, maka bukan tidak mungkin banyak perhatian khusus yang diberikan rekan kerja, pimpinan department atau kepala divisi bahkan perusahaan lain kepada profesionalisme Anda. Biasanya jika ada minat dari perusahaan lain justru pertama kali datang dari perusahaan perusahaan mitra, rekanan perusahaan tempat Anda kerja sekarang. Bagaimanapun SDM bagus dibutuhkan perusahaan mana saja dan info mengenai karyawan TOP ( Target Offering Person ) akan cepat beredar luas. 

Jangan rugi untuk bekerja lebih. Bagaimanapun bekerja pada dasarnya adalah untuk eksistensi diri, harga diri dengan selalu mengexplore batas kemampuan dan percayalah jika semua manusia, tidak terkecuali dalam hal pekerjaan dan profesi, pasti membutuhkan orang dengan skill tinggi dan inisiatif yang bagus. Tidak akan ada kesia siaan dari waktu yang sudah Anda tambahkan, dari pikiran yang Anda sumbangkan, dari inisiatif dan keramahan yang Anda berikan. Bahkan banyak orang melihat dari sikap positif Anda, pengetahuan Anda yang tampak lebih pintar dan luas dibanding rekan kerja lain, inisiatif Anda yang menonjol, kepedulian Anda yang tinggi. Anda akan membangun kepantasan Anda sendiri untuk dinilai lebih dari apa yang Anda dapatkan sekarang. Orang lain merasa Anda memang sebetulnya pantas untuk diberikan penawaran lebih, posisi lebih tinggi, wewenang lebih luas, dan berarti kesempatan karir dan benefit yang lebih baik dari rekan kerja lain seangkatan. Mungkin Anda bisa naik gaji 2-3x setahun dibanding kawan lain yang naik gaji hanya 1x setahun. Ataupun jika tetap sama naik gaji 1x setahun tapi kenaikan benefit Anda bisa lebih tinggi rangenya dibanding karyawan lain setara. Anda lebih bernilai dan pantas dinilai lebih dibanding rekan lain karena memang Anda yang mengusahakan secara profesional karena Anda bukan karyawan biasa saja. Maka Anda akan masuk dalam daftar prioritas karyawan yang akan segera diberi penawaran karir pada posisi dan jabatan yang lebih tinggi

Kalaupun benefitnya tidak langsung Anda rasakan saat ini, tapi hampir pasti dimasa depan nilai Anda pantas lebih baik dibanding rekan lain yang masuk dalam katagori biasa saja. Bahkan pada waktunya sikap positif Anda ini membuat Anda pantas memiliki usaha sendiri dan sikap mental Anda sudah siap untuk itu. Bisa jadi ada pemodal yang mengajak Anda untuk bermitra bersama sama mengelola perusahaan yang juga Anda miliki sahamnya, kenapa tidak? Kerja lebih pasti lebih untung. Jadikan sikap dan semangat kerja lebih ini sebagai resolusi sikap profesional Anda di tahun baru ini agar Anda lebih cepat sukses.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)