Rabu, 01 Juli 2015

IQRA: MAKA ANDA BERUBAH

Iqra: bacalah! Itu adalah wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT kepada baginda besar Rasul Muhammad SAW. Maka baca akan merubah zaman. Dari zaman jahilliyah saat itu, kesesatan yang nyata, diajarkan kepada kebenaran atas petunjukNya melalui rasulNya. Membaca adalah pintu perubahan.

Membaca berarti menambahkan pengetahuan atas hal hal yang kita tidak tahu atau belum jelas. Semakin banyak tahu semakin bermanfaat. Membaca yang diikuti dengan pemahaman akan membawa kita kepada solusi atas masalah. Makin banyak solusi makin banyak kesempatan untuk sukses.

Kita tidak mungkin tahu semua pengetahuan, maka tentukan fokus kita akan kemana lalu pertajam pengetahuan kita disana sehingga jadi bernilai lebih. Membaca bukan berarti hanya membaca buku pengetahuan. Membaca juga dari mengamati pergaulan sekitar, perilaku orang lain, teladan tokoh. Membaca situasi, mengamati keadaan, mempelajari cara seseorang mengambil keputusan, cara perusahaan keluar dari persaingan bisnis, cara seorang ayah menjaga keluarganya tetap maju, harmonis dan beriman, cara seorang ibu tunggal berjuang membesarkan anak anaknya sampai sukses dan berhasil dan pasti banyak hal hal baik yang bisa jadi motivasi dan teladan untuk menjadi bekal wawasan, bahan kebijaksanaan dan inspirasi kita untuk mulai memperbaiki hidup. Banyak contoh contoh di sekitar kita jika kita bisa "membacanya". Jangan hanya membaca hal hal yang baik, kita juga perlu membaca hal hal jelek dan buruk dengan tujuan agar kita melihat dampaknya bagi kehidupan kita. Tentu saja untuk dihindari, jangan didekati, jangan diikuti, jelas tahu akan ada kerugian buat kita diakhirnya jika kita menjalankan hal yang jelek tersebut.

Kita tidak perlu mencoba menjalaninya langsung sendiri jika kita sudah membaca keburukan, kesalahan dan akibat yang terjadi pada mereka yang sudah menjalaninya.  Membaca kemaha kuasaan Tuhan dari alam sekitar yang diciptakanNya, diresapi keindahan dan kebesaranNya. Manusia hanya sekecil debu. Meyakini maha penyayangNya membuat kita bersyukur, merendahkan hati dan peduli kepada sesama hambanya, bahwa hidup harus membawa manfaat, mengalirkan kebaikan. Membaca bukan hanya yang tersurat, tapi juga yang tersirat. Oleh karena itu manusia juga dibekali akal pikiran untuk mengamati pelajari situasi sekitar. Dan juga hati untuk menilai sebagai manusia, memilih mana yang baik dan mana yang jelek, mana salah mana benar.

Maka jelas membaca bukan hanya berarti membaca buku. Tapi membaca tanda tanda kebesaran dan kekuasaan Allah SWT yang Allah tempatkan pada manusia lain, pada tanda tanda alam, pada situasi tertentu, pada kisah kisah teladan tokoh tokoh terkenal, pada kisah kisah bencana terkait situasi atau tokoh tokoh tertentu, perjalanan hidup tokoh tokoh yang sering kita lihat di media, bahkan pada kisah kisah orang orang terdekat seperti orang tua, saudara, kawan kawan yang sudah terjadi dan bisa kita baca maksud dan makna tersiratnya. Membaca menambahkan kebjaksanaan bagi kita. Keputusan keputusan diambil berdasarkan banyak pertimbangan bukan semata emosional. Keinginan besar kita membaca, mengamati,belajar,mengambil pelajaran dan hikmah, akan membawa kebaikan bagi kehidupan dan masa depan kita.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sumber Gambar : wasathon.com