Sabtu, 08 September 2012

BUDAYA KERJA NEGATIF

Saya banyak menerima pertanyaan dari eks karyawan yang sudah bekerja 10-15 tahun yang ingin menjadi pengusaha, malah menjadi jadi ketakutan untuk memulainya. Saya coba memberi gambaran sebagai berikut.

Kebanyakan dari kita jika sudah lulus kuliah lalu memasuki tahap bekerja sebagai karyawan. Sebagaimana karyawan disebuah perusahaan, dimana memiliki pimpinan, memiliki rekan kerja, relasi perusahaan atau jika bekerja di level spv atau manager sudah memiliki beberapa staff/anak buah. Pasti juga diberi target kerja dan lingkup tugas kerja rutin. Tidak apa apa jika Anda memulai karir jadi karyawan, terima kesempatan ini dan tetap lakukan yang terbaik. Jadikan tahapan menjadi karyawan adalah langkah pertama setelah lulus kuliah untuk belajar mencari pengalaman, membina mental dan membangun karakter untuk persiapan Anda menjadi pengusaha. Tapi tentukan target waktu bahwa jika Anda sudah sekian tahun bekerja dan Anda anggap persiapan sudah cukup, maka Anda akan pindah menjadi pengusaha.. 

Tapi jangan salah, kadang dalam tahapan kita sebagai karyawan di ujung akhirnya bukan jadi membentuk Anda menjadi pribadi yang unggul, kompetitif dan berkarakter karena justru Anda tercemar oleh budaya kerja perusahaan yang negatif.  Apalagi jika Anda sudah jadi karyawan selama bertahun tahun, sehingga sedemikian rupa tidak Anda rasakan akhirnya di pikiran bawah sadar membentuk karakter dan mental Anda menjadi kurang kondusif lagi dan membuat distorsi dari misi awal bekerja untuk membangun pondasi persiapan jika ingin menjadi pengusaha, menjadi malah semakin takut memulai action jadi pengusaha..

Sebagaimana di hampir semua perusahaan yang kita rasakan sebagai karyawan, pasti ada budaya kerja karyawan yang umum terjadi di perusahaan tempat bekerja, seperti budaya karyawan lebih suka mengeluh mengenai tugas kerja, terlalu banyak menuntut gaji, bonus, padahal belum memberikan kontribusi apa apa kepada perusahaan, bukan seorang team player karena selalu ingin dimudahkan untuk urusan diri sendiri dan memberi beban lebih ke rekan kerja lain. Egois namanya
.
Padahal selama ini kita baru kerja seenaknya, yang penting "dilihat bekerja". Sekedar pergi pagi pulang petang, tapi tidak memberi nilai tambah pada hasil pekerjaan. Kalau perlu biar tetap dinilai bekerja sesuai target sampai berani me-manipulasi data data prestasi kerja.. Otak jadi dilatih untuk curang dan kalau sekali dua kali berhasil, maka jadi terbiasa mencurangi perusahaan. Bahkan di kantor cuma menghabiskan waktu kerja untuk berinternet hal hal yang tidak terkait tugas kerja dengan memakai fasilitas perusahaan.

Kebiasaan kerja dengan tidak sempurna karena merasa rugi kalau memberikan yang terbaik buat perusahaan dan sering suka menunda-nunda memulai pekerjaan, tidak disiplin dalam waktu kerja misalnya datang paling akhir dan pulang kantor paling cepat tanpa hasil optimal. Jelas sikap spt itu seperti tidak ada "rasa memiliki" , tanggung jawab dan daya juang
.
Hanya bekerja berdasarkan perintah atasan dan susah diminta bantuan mengerjakan tugas tambahan karena merasa bukan tugas dan tanggung jawabnya. Tidak memiliki inisiatif untuk kreatif dengan menganalisa masalah dan mencari solusi demi kebaikan perusahaan. Yang Anda kerjakan dengan yang sudah orang lain sebelumnya pernah kerjakan sama saja, tidak ada nilai tambahnya.. Yang dipikirkan bagaimana supaya saya tidak dirugikan perusahaan, bukan pada bagaimana supaya perusahaan tidak rugi.
  
Masalah mental juga sangat mempengaruhi karakter seseorang. Mental yang negatif, tidak antusias, kadang malah memprovokasi rekan kerja lain untuk berpihak meng-komplain kepada kebijakan perusahaan. Banyak karyawan yang bekerja dengan standar mutu kerja yang rendah, seadanya, terlalu menggampangkan pekerjaan, kurang memberi arti pada kerja team, merasa paling pintar,paling memberi kontribusi dan paling berarti dalam sebuah team..

Jika tanpa antusias dan inisiatif, maka bertahun tahun bekerja Anda hanya akan terjebak dalam rutinitas. Pergi pagi pulang petang tidak ada penambahan nilai positif  pada hasil pekerjaan maupun peningkatan nilai pada diri sendiri. Senang pada kenyamanan kerja yang tenang tenang saja, kadang kalau ada rotasi tugas atau diberi tantangan di Divisi lain maka malah panik, seperti terbebani karena harus mulai kerja lagi dari awal. .

Itu sebabnya jika seseorang sudah terlanjur nyaman bekerja menjadi karyawan dan sudah terlalu lama sehingga mental dan karakter yang terbentuk secara tidak disadari mengambil banyak nilai nilai negatif dari budaya kerja perusahaan, maka akan susah bagi orang tersebut untuk pindah kuadran menjadi pengusaha. Ketakutannya nanti memasuki situasi pengusaha akan jauh lebih besar dibanding jika memulai entrepenuer di saat awal berkarir. 

Situasi berusaha mandiri diyakini akan berbeda jauh dari saat masih menjadi karyawan, bayangan ketidak pastian pendapatan bulanan, ketakutan nanti jadi pengusaha sudah tidak bisa kerja santai lagi seperti saat jadi karyawan, bukan terima gaji malah harus memberi gaji pada karyawannya, dll sangat membelenggu mental dan menjauhkan niat membuka usaha sendiri dari action. Padahal Action adalah turning poin berubah dari karyawan menjadi pengusaha mandiri.

Jadi hati hati dengan budaya kerja sebuah perusahaan, karena budaya kerja perusahaan dibentuk oleh dominan karakter dan mental pimpinan dan karyawan di perusahaan tsb. Jika didominasi oleh pimpinan dan teamwork karyawan yang kondusif,antusias,result oriented, teamwork dan pembelajar, maka akan membentuk Anda menjadi pribadi yang siap lepas landas,cukup persiapan untuk pindah ke tahap calon pengusaha
Anda betul betul belajar di perusahaan dan mengambil manfaat yang Anda pegang sebagai nilai nilai penting untuk persiapan ke tahap menjadi seorang entrepreneur. 

Tapi jika Anda lama bekerja di perusahaan dengan ritme kerja biasa biasa saja, yang tidak punya bobot progress pada nilai nilai yang memberi manfaat bagi diri Anda, sebagian besar karyawannya menganut budaya kerja negatif, maka Anda akan semakin jauh dari realisasi niat berubah status menjadi pengusaha. Pertimbangkan dengan baik karena waktu yang sudah terlewati tidak bisa kita putar ulang lagi. 

Dan tentu saja, selama Anda nyaman menjadi karyawan belasan bahkan puluhan tahun tentu saja membuat umur Anda menjadi lebih tua. Pada saat sudah terlalu tua maka memulai profesi menjadi pengusaha akan sangat susah. Sangat susah menerima resiko pada saat sudah banyak tanggungan keluarga, sementara fisik dan kesehatan sudah dirasakan makin menurun. Sudah maklum. . 

Selanjutnya saran saya, jika harus berkarir awal menjadi karyawan maka masuklah pada perusahaan dengan ritme kerja yang kompetitif, suasana kerja yang kondusif, bangunlah nilai nilai tambah positif disana dan cukup kerja 5 tahun saja. Setelah itu pindah kuadran menjadi pengusaha. Hidup adalah pilihan
SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)