Kamis, 01 Januari 2015

NILAILAH PSANGAN DARI PROSPEK, BUKA HARTA WARISAN

Dari surel yang masuk, banyak juga pembaca yang mengeluh susah memulai usaha atau mempertahankan usaha karena tidak sepikiran dengan pasangannya. Memang jelas bahwa pasangan hidup kita akan ikut mempengaruhi jalan hidup kita di masa depan. Maka coba kita bahas mengenai pasangan hidup yang berprospek. Januari sudah datang dan berarti tahun ini sebetulnya akan ada harapan baru lagi sekaligus kekhawatiran baru. Ada beban bagi mereka yang sudah cukup berumur tapi belum berpasangan, belum bersuami atau beristri, bahwa rasanya kurang sempurna menjalani tahun tanpa pasangan yang menemani hidup.

Sebagaimana keluarga umumnya di Indonesia, seringkali orang tua atau kerabat bertanya mengenai pasangan Anda, apalagi jika saat kumpul keluarga besar saat lebaran atau hari raya.Bagi Anda yang masih terus mencari pasangan, rasanya kalau bisa ingin tidak usah hadir di kumpul kumpul keluarga karena khawatir mendapat pertanyaan itu itu lagi. Memang tidak semua orang punya mindset bahwa pasangan baik itu kekasih, suami atau istri adalah penting dalam hidup. Ada juga yang tidak terlalu mempermasalahkan hal tsb. Tapi jangan salah, banyak yang merasakan kadang kesuksesan Anda terasa kurang lengkap jika Anda belum punya pendamping atau pasangan tetap.

Atau mungkin Anda susah mencapai kesuksesan karena konsentrasi Anda tidak fokus untuk berprestasi karena sebagian besar pikiran Anda tersita untuk memikirkan hal mencari pasangan atau ditekan oleh keluarga soal pasangan. Jadi Anda susah fokus pada pekerjaan Anda. Bisa juga walaupun Anda bekerja, tapi kurang termotivasi karena tidak tahu untuk siapa dan untuk apa Anda menghasilkan pendapatan setiap bulannya. Akhirnya hanya habis dipakai senang senang sendiri dan kawan kawan tanpa tujuan ke persiapan masa depan yang jelas.

Nasihat ini untuk mereka yang ingin menikah tapi seringkali berpikir terlalu rumit untuk selanjutnya. Jangan takut menikah, karena menikah akan membukakan tambahan pintu rejeki. Allah SWT menyuruh kita untuk menikah jika sudah dipenuhi syaratnya dan tidak ada syarat sudah harus mapan ekonomi. Ada ke-ajaiban rejeki bagi mereka yang menikah dengan niat ibadah. Setiap manusia dilahirkan di bumi sudah tertulis takdir jalan rejekinya, tinggal kita mengusahakan semaksimal mungkin agar rejeki tsb bisa dicapai dan menjadi nasib baik dari usaha yang dilakukan secara baik, halal dan benar dalam mengusahakan rejeki. Jika Anda sudah ada jalanrejeki, dengan menikahi suami atau istri maka akan terbuka 1 pintu rejeki lagi.

 Menghimpun yang terserak di antara  keduanya, termasuk rejeki yang selama ini belum terkumpul. Prinsip menikah harus menunggu punya rumah dulu, punya mobil dulu, punya penghasilan per bulan minimal 10jt dulu, itulah yang menghambat keberanian untuk menikah. Hal itu tidak akan jadi masalah jika pasangan Anda sama sama sepaham bahwa kemapanan dan kestabilan ekonomi rumah tangga harus dibangun dari bawah bersama sama oleh suami dan istri, bukan harus disediakan oleh satu pihak kepada pasangannya.

 Nyatanya banyak mereka yang mulai meningkat ekonomi dan stabil kesejahteraannya setelah menikah.Yang penting saat menikah rayakan dengan sewajarnya kemampuan finansial Anda dan keluarga. Jangan baru menikah tapi langsung menumpuk hutang karena membela terlaksananya pesta pernikahan agung yang mewah. Segala sesuatu kalau dilaksanakan diluar batas kemampuan maka akhirnya akan menyusahkan.Bagi Anda para wanita, perlu diingat bahwa Anda kelak akan hidup bersama dalam waktu yang panjang dengan suami Anda. Dan dalam waktu yang panjang tsb, jika kualitas hidup berprogress jadi lebih baik setiap waktu tentu akan lebih baik dibanding justru makin turun setiap waktu. Pria yang bisa membangun kualitas hidup berkeluarga lebih baik dari waktu ke waktu adalah jika pria tsb memiliki kualitas yang memberikan prospek cerah kepada masa depan keluarga.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)