Sabtu, 09 Maret 2013

KEPUTUSAN VS RESIKO BISNIS

Keputusan dalam sebuah bisnis bisa sangat menentukan masa depan bisnis Anda. Apa yang dicapai oleh perusahaan baik itu progress positif atau negatif adalah murni hasil dari keputusan keputusan yang diambil pemilik, direksi dan manajemen perusahaan  selama perusahaan beroperasi. Maka keputusan harus diambil dengan hati hati mempertimbangkan resiko jangka pendek dan jangka panjang.

Keputusan pertama adalah menentukan akan bergerak di bidang usaha apa perusahaan yang akan Anda bangun dan kelola ini. Jenis usaha yang Anda yakini akan memberikan omzet dan keuntungan dalam jangka waktu yang panjang, Tentunya jenis usaha yang paling baik diputuskan adalah usaha yang paling Anda kuasai. Apakah jenis usaha tsb memang sudah pernah Anda jalani secara mendalam sebelumnya atau memang Anda memiliki passion untuk bekerja pada bidang tsb. Jika Anda memutuskan berusaha pada bidang yang tidak Anda kuasai atau tidak berpengalaman, resikonya Anda akan tidak mengerti detil spek usaha , cara bersaing dan skema kerja usaha tsb dari hulu ke hilir. Akan banyak celah celah dimana karyawan bisa "membohongi/curang" terhadap usaha Anda. Praktis usaha Anda tidak akan berumur panjang.

Tujuan mendirikan usaha secara spesifik bisa memberikan kesejahteraan bagi para pemilik perusahaan, yang tentunya untuk bisa berjalan baik juga harus memberi jaminan kesejahteraan bagi para karyawannya juga. Maka keputusan pemilihan karyawan juga sangat penting. Karyawan karyawan yang sudah sangat punya keahlian di bidang inti usaha bisa menduduki posisi Manager. Manager juga harus memiliki leadership skill karena dia harus bisa menggerakan bawannya bekerja seperti apa yang seharusnya dilakukan.  Jangan lupa di posisi Direktur justru dibutuhkan orang orang yang bisa melihat prospek, pengambilan keputusan dan memiliki intuisi bisnis yang kuat. Dan diposisi karyawan harus mereka yang ingin belajar, muda dan semangat, berkarakter positif, satu visi misi dengan perusahaan, jujur dan loyal. Salah keputusan dalam pemilihan karyawan khususnya pada posisi posisi kunci atau salah menempatkan "the right man at the right place" bisa memiliki resiko memperlambat akselerasi progress perusahaan. Perusahaan jadi harus punya waktu ekstra untuk masih terus bongkar pasang karyawan dan mencari format posisi yang mantap selama berbulan bulan bahkan tahunan sehingga tidak bisa naik ke tahap pemantapan usaha. Banyak cost terbuang percuma sementara situasi persaingan sudah makin kuat dan nama perusahaan Anda sudah makin terpuruk karena belum kunjung ada brand awareness yang kuat bahkan tertinggal oleh brand pendatang pendatang baru.

Pada perkembangan perusahaan pada akhirnya Anda sebagai pemilik usaha harus memutuskan akan sebesar apa skala usaha Anda dalam 5 tahun, 10 tahun atau sekian tahun ke depan. Ada yang memang dari awal sudah memutuskan tidak akan menjadikan bisnisnya menjadi terlalu besar, asalkan cukup untuk menghidupi keluarga besarnya dan karyawannya. Tapi ada yang memang pemiliknya terus mengikuti progress usahanya semaksimal mungkin bisa dikembangkan maka akan terus diperbesar skalanya. Tentunya semakin besar skala bisnisnya semakin besar resikonya.

Pada usaha yang secara ambisius akan diperbesar skalanya mulai dipertimbangkan keputusan untuk berhutang modal usaha  untuk tambahan modal, atau menggunakan skema franchise atau business opportunity. Jika dimulai dari usaha rumah tangga, UKM dan ternyata dalam beberapa tahun memiliki kemungkinan untuk diperbesar skala bisnisnya. Hutang bukan sesuatu yang tabu dalam bisnis, hanya Anda harus yakin apakah kedepannya perusahaan Anda mampu mengelola hutang tsb atau malah dipersulit dengan hutang dan bunga yang makin bertumpuk. Hutang yang bisa dikelola dan digunakan untuk mengenerate potensi produksi dan perolehan omzet lebih besar adalah baik. Tapi berhutang yang tidak bisa dibayar juga bisa berujung pada resiko kebangkrutan perusahaan.

Sebetulnya keputusan penting memperbesar skala bisnis perusahaan UKM bukan ada di penambahan modal, tapi terutama di masalah mental karakter pemilik usaha. Apakah Anda siap untuk mendelegasikan tugas tugas penting tertentu kepada bawahan Anda dan memberi wewenang orang lain untuk mengambil keputusan penting dalam perusahaan Anda? Hal ini akan sangat sulit diawal karena Anda atau keluarga sebagai pemilik tunggal usaha  terbiasa "one man show" atau hirarkhi "top to down". Padahal jika usaha mulai berskala besar, maka Anda harus siap memberi wewenang kepada orang lain dan menerima masukan dari bawahan Anda pelaksana di lapangan yang bersentuhan langsung dengan pelanggan atau client. Kalau skala usaha Anda kecil skala keluarga atau UKM mungkin Anda masih bisa jangkau dan kuasai semua lini, tapi kalau sudah berkembang menjadi skala besar dan banyak cabang, maka Anda harus memberikan kepercayaan kepada bawahan Anda. Kalau Anda tipe orang/pemilik usaha yang tradisional, konservatif yang susah percaya kepada orang lain, maka lebih baik Anda pastikan saja usaha Anda tetap dalam skala kecil atau paling maksimal bisa qty produksinya yang bisa ditingkatkan sebatas maksimal kapasitas pabrik awal Anda, tapi bukan pada skala total bisnisnya. Keputusan memperbesar skala bisnis tapi secara mental Anda belum siap memberi kepercayaan dan wewenang pada orang lain maka malah akan memberikan resiko besar pada ketidak pastian perkembangan masa depan perusahaan. Di masa depan Anda tidak akan bisa lagi "menguasai" ratusan karyawan, kadang terpencar di lain kota, dengan cara dan system kordinasi seperti pada waktu Anda hanya menangani 10 karyawan di tempat produksi yang kecil. Anda berkeras tangani semuanya sendiri tapi sebetulnya juga Anda tidak paham bagaimana usaha dalam skala besar ini dan dalam cara yang lebih modern harus dijalankan. Anda kehilangan trust dari karyawan dan karyawan merasakan kebingungan dari pemilik perusahaan mengakibatkan tingkat turnover karyawan juga tinggi. Bahkan keputusan menentukan lokasi untuk kantor, workshop juga outlet akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan Anda. Dimana sebagian besar domisili target pasar atau client Anda, bagaimana kondisi traffic pengiriman pada saat jam jam sibuk, bagaimana client mudah menemukan kantor atau showroom Anda, seberapa besar kapasitas moda pengangkutan yang bisa akses langsung sampai workshop atau gudang Anda, apakah jauh jarak tempuh dari workshop atau factory Anda ke pelabuhan. Jangan terlalu fokus pada harga sewa yang murah, karena jika dihitung biaya ops secara jangka panjang sebetulnya beresiko akan lebih besar cost bulanannya jika dibanding sedikit lagi menambah biaya sewa atau beli asset gedung tapi akan banyak menekan biaya transport bulanan dan malah bisa menambah gengsi perusahaan Anda.

Banyak detil keputusan yang harus diambil dalam perusahaan berdampak langsung pada resiko jangka pendek dan jangka panjang. Karena itu lebih baik minta input dari beberapa tokoh bisnis atau panutan yang Anda percaya dan bahkan mintalah pendapat direksi dan manager Anda sebelum mengambil keputusan keputusan besar untuk perusahaan Anda. Keputusan yang diambil bersama akan lebih memiliki kemudahan dalam implementasinya karena sudah atas komitmen bersama.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)