Sabtu, 05 April 2014

HARUS TAKUT GELAP, SEGERA CARI CAHAYAMU SENDIRI

Takut adalah sesuatu hal yang sangat alami. Tidak ada orang yang tidak pernah merasa takut dalam seumur hidupnya. Bahkan seorang yang gagah perkasa. Tapi jangan salah sangka,  kebanyakan orang bukan takut menghadapi hal hal fisik yang  bisa dilihat langsung, tapi justru takut pada hal didepan yang tidak bisa diprediksi saat ini. Seperti takut beresiko  dalam mulai merintis usaha mandiri, takut berbicara di depan umum, takut merantau pindah kota jauh dari keluarga, dan banyak lagi takut takut lainnya

Tapi percayalah, Anda akan "lumpuh" jika membiarkan rasa takut itu menghentikan Anda. Anda malah menyuburkan sifat sifat lemah pada kehidupan seperti mengasihani diri sendiri, sedih berkepanjangan, menyalahkan diri sendiri atau orang lain. Seharusnya Anda takut pada ketidakpastian masa depan  yang sudah bisa diprediksi jika Anda tidak coba berubah dari sekarang, karena itu lebih jelas gambarannya. Takut memang  akan membuat kita jadi lebih berhati hati untuk tidak gegabah, ceroboh dan melakukan sesuatu tujuan tanpa persiapan. Tapi sebaiknya rasa takut juga harus jadi pendorong persiapan meraih masa depan yang lebih baik. Masa depan tetap akan datang pada Anda apakah Anda sempat  mempersiapkannya atau tidak sempat. Sebaiknya masa depan datang sesuai dengan persiapan Anda.

Takutlah pada resiko jika Anda tidak coba berubah maka Anda tidak akan kemana mana, atau bahkan dimasa depan situasinya> bisa makin memburuk. Misal Anda sebagai karyawan paham kalau terus dalam posisi yang sama dengan gaji awal di perusahaan  yang sama terus berkarya selama bertahun tahun maka jika kenaikan gaji normal per tahun maks 10%, sudah bisa  diprediksi pasti 5 th lagi bisa dihitung gaji plus kenaikan tahunan tidak akan cukup kebutuhan keluarga terpenuhi dan  hanya hidup dari gaji. Solusinya maka Anda harus naik jabatan jadi manager atau pindah ke perusahaan lain dengan posisi lebih baik. Tapi rasa takut timbul, rasanya takut nanti di tempat kerja baru jadi susah menyesuaikan diri, lebih berat kerjanya, dan rasanya sudah nyaman di posisi sekarang, kerjanya tidak terlalu sulit, cukup santai.

Berpikir mau jadi manager tapi takut bicara dengan orang banyak, takut dikasih wewenang besar karena tidak bisa kerja santai lagi. Mana ada santai mau uang banyak Padahal tahu jelas kalau posisi manager gajinya bisa lebih besar 2x lipat. Takut memaksakan mulai mencicil rumah bisa jadi sampai tua nanti tidak bisa punya rumah sendiri. Padahal tuntutan bayar cicilan rumah setiap bulan bisa bikin kerja Anda makin  kreatif untuk cari solusi dan kepastian bayar. Yang lebih dipikirkan adalah melulu resiko gagalnya, kerepotan yang akan diterima, bukan kemungkinan  yang lebih baik jika usaha berubah nanti berhasil .Ingat, setiap aspek kehidupan selalu punya 2 sisi, baik jelek, salah benar, sukses gagal, mudah susah, sedih gembira, dll. Perjuangkan supaya semua tujuan berakhir dengan baik. Tidak banyak pilihan, maka kenapa tidak memilih memperjuangkan tujuan yang mungkin bisa memperbaiki hidup Anda jadi lebih baik? Daripada tidak memilih sama sekali. Fokuskan semangat keyakinan dalam pengambilan keputusan  pada tujuan akhir, bukan pada proses.

Sepanjang Anda masih bisa berpikir, produktif maka kesalahan2 dalam proses pengambilan keputusan bisa diperbaiki. Waktu dan umur Anda terus berjalan, tapi jika Anda memilih untuk statis di zona nyaman Anda, tahu sebenarnya apa yg akan dihadapi di masa depan dan tetap tidak berani berubah, maka hidup Anda sudah jelas nasibnya.Seperti berada dalam terowongan panjang, sebetulnya Anda  tahu diluar ujung  terowongan pasti ada cahaya, tapi Anda terlalu takut berjalan kesana, merasa lebih nyaman di dalam terowongan. Tapi jika sewaktu waktu terowongan Anda sudah gelap maka Anda sudah kehilangan waktu, tenaga,  pikiran, kesempatan dan umur untuk menuju cahaya. Maka takutlah akan gelap, segera bergerak menuju cahaya.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)