Selasa, 01 Desember 2015

SELAMAT TINGGAL 2015

Tahun 2015 adalah tahun yang berat. Banyak tantangan, krisis ekonomi, kenyataan dibawah harapan, kekeringan yang panjang, bahkan musibah kepungan asap kebakaran hutan skala nasional terarah sepanjang sejarah dan bermacam musibah lain. Walaupun demikian, jika semua tetap direspond dengan cara pandang yang positif dan diambil hikmahnya, maka tahun baru 2016 ini harus kita hadapi dengan optimisme  tinggi. Walaupun jelas terlihat ada bukit  tantangan di depan tapi yakinlah dibalik bukit tantangan tsb ada masa depan.

Tahun sudah berganti, umur kita berkurang 1 tahun lagi. Masih belum punya nyali untuk mulai bertindak beda? Jika apa dan cara yang Anda lakukan sama saja dengan tahun tahun lalu, bagaimana Anda bisa berharap berubah? Jika Anda inginperubahan, maka rubahlah cara Anda melakukan hal hal yang penting dalam hidup Anda. Rubahlah cara berpikir, rubah kebiasaan dan rubah karakter Anda. Rubah tindakan Anda, baru hasilnya bisa Anda harapkan untuk berubah. Bahwa tantangan memang membutuhkan pemikiran, kerja keras bahkan air mata dan pengorbanan, tapi itu harus dipahami sebagai sesuatu yang wajar.

Setiap ujian hidup memang harus dijalani sebagai tahapan wajar dan proses dalam setiap kehidupan makhluk Tuhan. Setiap manusia saat ditiupkan ruh dan nyawa pasti diberikan misi dalam hidup dan hanya yang punya visi hiduplah yang bisa bertahan. Jika kita mau naik kelas maka harus ikut ujian tahapan. Bagitu juga hidup, jika kita ingin meningkatkan taraf hidup maka harus berani taklukan ujian.Banyak mereka yang ingin lebih sukses dan lebih bahagia tapi terlalu cepat menyerah hadapi ujian dan tantangan. Keinginan untuk menjadi sukses dalam ukuran kepemilikan materi dan standard gaya hidup sudah tinggi, tapi sebenarnya mental belum siap untuk meraih kesuksesan. Bahwa sesungguhnya sukses itu harus diusahakan, bukan diminta, diberikan percuma atau keberuntungan apalagi kebetulan semata.

Kita sering tidak berani menerima resiko, terutama menyangkut kerugian, pengorbanan waktu, kehilangan harta, takut capai, takut gagal, kebesaran rasa malu ini malu itu dan tidak berani menghadapi masalah. Padahal hidup itu sendiri adalah masalah. Hadapi masalah satu persatu. Tapi harus dijalani dan jangan ditunda atau dilewati karena semua ujian pasti tetap akan datang juga cepat atau lambat jika tujuannya sama. Menunda menjalani dan menumpuk masalah, bukan menhadapi untuk menyelesaikannya bisa membebani hati dan pikiran. Menahan tindakan, menghilangkan tekad dan ragu ragu bergerak akan membuat tidak bisa fokus pada tujuan dan itu tidak ada baiknya.  Misalnya berpikir nanti saja dihadapi jika sudah siap. Lalu kapan siapnya jika Anda tidak pernah sengaja bersiap.

Makin lama menunda pasti umur sudah makin tua, stamina makin lemah, waktu makin sempit  dan jikapun nanti berhasil, pasti kesempatan menikmati hasilnya nanti sudah makin sedikit waktu. Menyesal kenapa tidak dari muda sudah sukses seperti ini. Maka hadapi saja sekarang setiap tantangan dan penuhi harapan Anda. Usia masih muda, energi masih banyak, kalaupun gagal masih banyak kesempatan untuk bangkit dan coba lagi. Bisa besar harapan sukses. Kebiasaan menunda adalah kebiasaan yang jelek. Karena waktu terus berjalan dan tidak pernah menunggu. Rubahlah kebiasaan menunda. Jika sukses Anda bisa datang sekarang dan tidak perlu ditunda, ambil ujiannya dan taklukan sekarang. Jemput dan rebut kesuksesan Anda saat ini juga. Buat apa tunggu 5 atau 10 tahun lagi. Ucapkanlah Selamat Tinggal untuk mindset lama Anda di Tahun 2015. Canangkan mindset baru di Tahun 2016 ini. Beranilah! SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)