Minggu, 01 Mei 2016

INFORMASI BENAR JADI DASAR KEPUTUSAN BESAR

Beberapa hal yang sering terjadi dalam pengambilan keputusan salah adalah karena kurangnya informasi dan menggunakan dasar alasan yang juga salah. Bahan bahan pertimbangan yang diambil kurang dan kadang tidak korelasi sehingga toleransi kesalahan sangat besar. Bukan keputusan yang tepat karena salah informasi. Bahkan seringkali keputusan diambil dengan rekomendasi dan referensi informasi dari orang yang tidak tepat, karena ada motivasi jelek tertentu

Salah mengambil keputusan juga karena dipengaruhi oleh isyu dan opini orang lain yang tidak suka pada seseorang atau sesuatu. Padahal Anda dan mereka sebenarnya beda pandangan. Kondisi hati pada saat mengambil keputusan juga sangat berpengaruh. Saat sedang emosi biasanya sesaat langsung ambil keputusan emosional. Keputusan emosional biasanya akan disesali saat hati sudah dingin dan tenang, kembali berpikir rasional. Atau pada saat sudah berjalan dan itu gagal baru kembali teringat pada masa lalu saat pertama diambil keputusan. Menyesal karena waktu itu terburu buru memutuskan. Salah mengambil keputusan juga sering disebabkan kurangnya wawasan, pengetahuan dan latar belakang yang spesifik tentang sesuatu hal.

Wawasan, pengalaman dan pengetahuan spesifik tentang sesuatu hal yang sedang dipertimbangkan, sangat dibutuhkan sebagai landasan pengambilan keputusan. Bahkan jika dibutuhkan sebelum mengambil keputusan penting, maka sewajarnya minta masukan dari orang orang yang kompeten spesifik di bidangnya. Bandingkan informasi dari satu sumber dengan sumber lain lalu analisa.

Ada juga salah mengambil keputusan karena salah menentukan prioritas tujuan pengambilan keputusan. Akibatnya menyalah gunakan wewenang. Salah motivasi. Seharusnya jangan ditujukan untuk kepentingan pribadi, keluarga atau golongan, tapi ditujukan untuk kepentingan umum yang lebih luas. Hal seperti itu juga mengindikasikan adanya kecurangan yang merugikan perusahaan.

Misal memutuskan memilih dan menggunakan vendor atau supplyer yang bisa markup harga agar manager sebagai penghubung mendapatkan kelebihan. Itu merugikan perusahaan karena cost perusahaan akan lebih tinggi. Tapi siapa yang memilih manager seperti itu?

Tapi salah mengambil keputusan bukan hal yang tabu, kadang harus terjadi dalam keharusan memilih opsi dibanding sama sekali tidak memutuskan. Tidak berani sama sekali mengambil keputusan pun itu salah juga. tidak ada kemajuan dari langkah yang tidak diambil dan tidak mulai bertindak. Hanya saja sebagai seseorang berpendidikan dan bijaksana, proses pengambilan keputusan harus memiliki dasar yang kuat dan alasan yang logis.

Keputusan benar atau salah nantinya akan menentukan perubahan pada diri Anda, sekarang dan masa depan. Belajarlah mengambil keputusan benar berdasarkan informasi yang benar dan diputuskan dalam kondisi emosi hati yang sedang tenang dan rasional.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)