Sabtu, 07 Desember 2013

BRANDINGKAN DIRI ANDA

Setiap kita butuh branding, bukan hanya untuk produk tapi justru sangat penting untuk diri sendiri. Sebab apapun profesi Anda tapi prioritas produk terpenting adalah diri sendiri. Justru sebelum orang melihat apa yang kita jual, mendatangi usaha kita, memperkerjakan kita atau bahkan akan melakukan perjanjian bisnis dengan kita, maka referensi orang seperti apa Anda sangatlah penting. Bagaimana orang dan lingkungan mempersepsikan diri Anda dari karakter, kredibilitas dan reputasi Anda. Setiap orang ada nilainya sendiri sendiri secara unik dan justru reputasi itu seringkali tidak perlu Anda yang sampaikan sendiri karena informasi mengenai Anda ternyata sudah tersebar di luaran dan sampai kepada orang yang akan terkoneksi dengan Anda. Apalagi sekarang eranya sosial media, informasi lintas fitur gadget yang memungkinan informasi penting baik itu hal baik ataupun hal buruk bisa cepat digali dan didapatkan.

Dalam jangka waktu tahunan membangun branding diri ini cerdas IQ saja tidak cukup, tapi juga harus EQ cerdas emosional, cerdas spriritual SQ dan punya daya tahan tinggi berjuang  juga respon positif terhadap situasi. Tidak mudah untuk mem"branding"kan diri Anda, butuh waktu bertahun dan upaya keras menampilkan semua yang terbaik yang Anda punya dan bermanfaat. Manfaat apa yang bisa Anda berikan jika harus bekerjasama dengan pihak lain, manfaat apa yang akan diterima pihak lain jika dia mempekerjakan Anda, manfaat apa yang bisa Anda sharing jika mereka menimba ilmu dari Anda, dan banyak hal lain menyangkut manfaat. Ingat hanya manfaat yang dibutuhkan orang lain, bukan kesusahan, ketidak berdayaan, cari muka, omong kosong dan lain lain hal negatif. Jika Anda tidak punya manfaat maka branding Anda tidak bernilai.

Tapi bagi beberapa yang sudah menemukan cara yang tepat bisa dalam 2-5 tahun membuat branding diri sesuai yang diinginkannya, lebih cepat lagi. Bisa juga seseorang berubah dari "bejat" menjadi "hebat" atau dari "zero" menjadi "hero" , semua bisa dilakukan dengan branding yang kuat. Tidak ada kata terlambat jika kita berusaha keras.  Paling tidak orang akan melihat proses usaha keras Anda di hal hal baik untuk merubah pandangan orang terhadap sisi buruk Anda. Apakah akhirnya Anda ingin dikenal sebagai motivator, komedian, politikus, pengusaha, seniman, dll. Banyak profesi positif tapi hanya beberapa orang saja yang akhirnya dikenal orang secara spesifik. Sebagai dasarnya tergantung juga bagaimana karakter yang Anda bangun seperti penyayang, problem solver, dll citra positif atau pemarah, trouble maker, dll citra negatif. 

Usahakan Anda dikenal mulai dari hal hal baik dari diri Anda, lalu Anda profesional pada skill spesifik Anda kemudian orang akan mulai membutuhkan skill Anda, makin lama makin dikenal reputasi di kalangan yang lebih luas dan selalu jaga kredibilitas. Makin luas reputasi anda dikenal dan Anda bisa jaga kredibilitas untuk jangka waktu yang lama dan sudah proven track record maka brand Anda makin liquid,  dipercaya, makin dibutuhkan, maka kesuksesan akan datang sendiri pada Anda. Sukses Anda akan sangat dipengaruhi bagaimana Anda membangun branding diri. Sebagaimana produk juga butuh brand awareness

Sebaliknya jika Anda dikenal karena reputasi negatif, minim skill profesional, susah dipercaya atau bahkan kriminal,maka hati2lah. Citra diri Anda hanya Anda sendiri yang buat dan usahakan, lalu dilihat , dirasakan, dinilai dan direspon oleh orang lain dan lingkungan. Jadi Anda tidak bisa salahkan orang lain atas apa yang terjadi pada hidup dan masa depan Anda. Brand Anda adalah visualisasi diri dan kualitas Anda . Dari keahlian khusus Anda. Misalnya perusahaan yang butuh training pasti kemungkinan besar akan hubungi Anda karena brand Anda dikenal sebagai trainer handal. Atau perusahaan asing masuk Indonesia kemungkinan besar akan menghubungi Anda sebagai kandidat CEO karena brand Anda dikenal sebagai pencetak sukses banyak perusahaan lokal besar. Agency yang akan membuat program komedi tayang di televisi akan menghubungi Anda karena brand Anda spesifik sebagai komedian paling terkenal di Indonesia. Hotel hotel besar berebut merekrut Anda dengan tawaran bayaran mahal karena Anda adalah chef yang paling banyak disukai masakannya berdasarkan hasil voting  dan banyak lagi contoh. 

Bagaimana Anda akhirnya dikenal dari sisi profesionalisme, karakter, kecerdasan emosional, spiritual  dan intelektual, kepedulian. Yang terpenting, jika brand Anda sudah dapat kepercayaan maka jaga amanah. Brand yang sudah Anda bangun susah payah, belasan puluhan tahun, bisa hancur dalam sehari jika Anda salah mengambil langkah. Sekali brand Anda hancur, susah untuk membangkitkannya lagi. Lebih mudah membangun brand dari awal ataupun merubah brand dari jelek ke bagus dibanding memperbaiki brand bagus yang akhirnya sudah tidak dipercaya lagi.  

Kalau sampai sekarang Anda merasa belum sukses, maka tanyakan pada diri sendiri bagaimana branding Anda? Anda akan jadi seperti bagaimana Anda berniat, berpikir, bertindak, dan mempersiapkan branding Anda. Mau jadi apa anda? Maka bangunlah branding diri Anda, lalu sebarkan informasi mengenai Anda seluas mungkin, bangun relasi dan jaringan agar banyak yang butuh Anda. Sukses akan datang. Selamat Tahun Baru dan buat resolusi branding diri Anda jadi lebih bernilai tahun depan.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 02 November 2013

MAKSIMALKAN KINERJA OTAK ANDA

Mau jadi pengusaha tapi tidak punya modal uang? Tapi Anda  punya otak bukan yang dianugrahi Tuhan kepada setiap  manusia. Seringkali kita belum meng-explore kemampuan berpikir otak kita, maka coba sekarang gunakan semaksimal  mungkin.  Bekerjalah dengan peduli pada sekitar, mengamati setiap  celah masalah dan kumpulan ide untuk solusi lalu visualisasikan. Konsep dan ide yang bisa Anda jual adalah  cara menjadi pengusaha paling murah modal dan kadang membawa hasil luar biasa untuk dapat dikembangkan menjadi bisnis Yang dibutuhkan adalah konsep berpikir lateral dgn berbagai  kemungkinan kebutuhan, visualisasikan dan gunakan  kreatifitas untuk menambahkan value dan sinergikan. Ingat, dibalik setiap kelebihan sesuatu kebutuhan atau produk pasti  ada kekurangannya, maka tutupi kekurangan hal tsb dengan  kelebihan dari produk lain dan jadikan sinergi dari dua  kebutuhan atau produk tsb menjadi satu kebutuhan baru. Ini adalah masalah supply demand dan bagaimana menjembataninya.

Ide adalah hal yang tidak pernah habis bagi mereka yang  selalu berpikir secara visualisasi. Memang produknya mungkin  belum ada, tapi sudah bisa Anda  membayangkannya akan seperti apa dan itu bisa dipaparkan dalam satu proposal  business opportunity Ide atau konsep juga tidak ada harga pasarannya, jika ide  dan konsep Anda dirasakan banyak orang sangat berharga,  begitu diibutuhkan dan orisinil, maka ide Anda bisa berharga sangat mahal dan pasti akan menarik banyak minat dari calon  mitra investor.

Dengan ide segar yang didapat dari berbagai  informasi, hasil pengamatan diolah dengan kreatifitas dan  insting bisnis, membuat kesempatan dan membuka peluang usaha  sangat mungkin jika konsepnya ketemu yang pas dan  memungkinkan dijalankan. Konsep bisnis inilah yang nanti  bisa ditawarkan dengan mempresentasikan kepada target mitra  atau investor yang mungkin akan tertarik dari sisi bisnis. Bagaimanapun banyak investor yang bisa melihat peluang  bisnis dari sebuah ide dan konsep bisnis. Yang penting  mereka bisa merasakan "feeling uang" di dalamnya. Karena itu  gunakan otak kanan dan kreatiflah. Explore seluas mungkin  ide-mu. Ide dan kreatifitas jangan dibatasi segila apapun  ide Anda. Kalau produk atau jasa yang Anda pikirkan itu  memang belum ada, mungkin karena memang hal itu belum pernah  dipikirkan orang sebelumnya, bukannya sesuatu yang tidak mungkin ada atau tidak ada permintaan kebutuhan. Ide Anda  bisa berharga mahal dan siapa tahu merubah masa depan Anda.  Sudah banyak konseptor konseptor bisnis yang membuktikannya  dan sekarang jadi pengusaha tanpa modal. Formulanya:  ide+nilai tambah+konsep bisnis+action=peluang bisnis. Maka  tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa jadi pengusaha  mandiri.

 SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 05 Oktober 2013

BERSIAPLAH AMBIL KESEMPATAN

Opportunity atau kesempatan banyak mendatangi setiap orang  dan sebagian dari kita. Tapi kebanyakan dari kita tidak  menyadarinya. Seperti halnya kesempatan menghasilkan uang sebetulnya ada dimana mana, itu berlaku bagi yang jeli melihat kesempatan untuk dijadikan peluang. Tapi kalau yang tidak jeli ya semua berlalu seperti biasa saja  Untuk mengasah kepekaan melihat kesempatan, maka seseorang  harus terbiasa hidup dan terjun langsung dalam lingkungan  dimana peluang terus dicari.  Dalam setiap lingkungan  kehidupan memiliki kesempatan dan peluangnya sendiri  sendiri. Tinggal pilih anda punya passion dan minat dimana.  Lingkungan pebisnis, lingkungan pedagang, bahkan kalau ini  peluang politik maka harus terbiasa di lingkungan partai  atau organisasi politik. Dalam hal peluang mendapatkan uang  yaitu kesempatan bisnis, maka kita harus jeli menghubung  hubungkan potensi tiap kesempatan yang mungkin bisa digali. Potensi memang saat itu belum jelas terlihat, justru harus  dieksplore dan digali dengan cara dan strategi yang tepat  agar menjadi peluang. Setiap kebutuhan pasti bisa dipenuhi oleh potensi lain. Visualisasikan cross demand supply dari banyak potensi, nanti akan ketemu peluang bisnisnya.  Bagi pebisnis yang gigih dan efektif, maka peluang  kesempatan menjadi peluang bisa lebih dari 50%. Bagi yg  berpengalaman bahkan bisa 75%.

Sebelum semua itu yang terpenting pebisnis tsb sudah bersiap  dengan pengalaman atau wawasan mengenai cara memanfaatkan kesempatan tsb. Itulah yang dinamakan Persiapan. Diantarany  sudah mempelajari secara teori lingkup tugas tugas utama  agar bisnis bisa berjalan baik. Sudah ikuti seminar seminar bisnis terkait, atau belajar dari rekan rekan pengusaha  sejenis yg sudah lebih dulu berkecimpung. Lebih baik lagi  jika sebelumnya sudah bergaul atau bahkan bekerja pada  perusahaan sejenis. Hanya saja sekarang beda status, kalau  sebelumnya karyawan atau manajemen maka sekarang akan jadi  pemilik usaha mandiri. Tapi bukan berarti harus belajar  terus sampai betul betul matang. Usaha mandiri bukan teori  tapi masalah aplikasi. Yang penting mulailah dahulu, nanti  selanjutnya belajar bisa sambil berjalan. Jadikan cita cita  Anda jadi kenyataan.Kesempatan+Persiapan = Peluang. Peluang+Action = Prospek.  Maka bersiaplah dan jadikan peluang agar kesempatan jadi  prospek. Prospek=Uang.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)


Sabtu, 07 September 2013

ORGANISASI YANG BERTUMBUH DAN BERBUAH MANIS

Organisasi yang Bertumbuh dan Berbuah Manis Organisasi dalam sebuah bisnis seperti sebuah pohon, ada akar, batang, dahan, ranting, daun, bunga dan akhirnya buah. Semua bertumbuh bersama dgn seluruh dinamikanya. Semua bagian pohon dari mulai akar sampai bunga jelas ada guna dan tugasnya masing masing dan hasil akhirnya adalah buah. Buah yang bisa kita nikmati dan menjadi nilai ekonomis utama dari pohon tersebut. Dalam pertumbuhannya ada saatnya daun daun kering dan gugur, kadang ranting juga harus kering dan patah, bahkan kadang ada rangkaian bunga bunga yang tidak bisa jadi buah. Itu adalah hal alami semua proses berjalan sesuai kebutuhan misalnya daun daun gugur saat musim panas terik untuk mencegah air menguap terlalu banyak, supaya pohon tidak kurang air dan jadi mati.

Bukan berarti daun yang rontok, ranting yang patah itu tidak berguna. Justru selama adanya mereka telah juga berjasa dan jadi bagian dalam tugas membesarkan pohon. Dalam perusahaan kadang mindset dan karakter karyawannya harus sesuai dengan tuntutan jaman. Pada saat trend berganti kadang senior yang kaku harus digantikan dengan junior yang lebih berwawasan terbuka mengikuti demand pasar. Tapi bukan berarti yang senior tidak berguna karena bagaimanapun mereka sudah membangun perusahaan, mempersiapkannya dan sekarang saatnya menyerahkan tongkat estafet jalannya perusahaan kepada yang lebih muda dan sesuai.

Kembali ke daun daun yang gugur, tapi sebanyak apapun daun dan ranting yang rontok, pohon masih tetap hidup selama akarnya masih tertanam di tanah dan batang utamanya tidak patah. Akar ini adalah brand, merk suatu usaha, batang adalah organisasi, integrasi yang jadi pondasi sebuah perusahaan atau bisnis. Harus kokoh. Seperti kita tahu bahwa nilai sebuah brand atau merk yang liquid jauh lebih mahal dari nilai asset produksi produk merk itu sendiri. Karena itu banyak pengusaha berani membeli hanya merknya saja tidak termasuk asset alat produksinya. Itu menggambarkan betapa bernilainya merk yang sudah melalui tahap brand awareness dan mencapai tahap liquid. Karena brand inilah yang akan jadi buah yang memiliki nilai ekonomis. 

Dahan, ranting, daun yang silih berganti dengan yang baru adalah stake holder di dalamnya, yang ikut membesarkan dan bersama bertumbuh. Karyawan, merekalah yang memberi jiwa karakter kepada perusahaan ke arah bagamana pohon ini akan tumbuh. Apakah akan tumbuh subur atau kurus kering. Karyawan yang terjalin dalam teamwork yang solid dan efektif adalah asset penting perusahaan. Semua bisnis mendambakan punya the winning teamwork. Dalam organisasi selalu ada saatnya pergantian sesuai kebutuhan perusahaan. Tujuannya agar perusahaan tetap sehat, kondusif dan produktif . Bahkan jika perlu sampai owner atau direksi juga bisa berganti demi menjaga organisasi dan brand tetap eksis, seperti club sepakbola. Banyak club sepakbola terkenal dunia sampai berganti pemilik atau pelatih lebih sering dibanding berganti pemainnya. Asalkan club tsb tidak hilang dari kompetisi dan bisnis hiburan sepakbola dunia yang bernilai multi miliar dollar.

Dalam suasana persaingan bisnis yang tinggi, frekuensi pergantian manager dan direksi akan lebih mungkin sering terjadi demi tujuan kompetitif. Karena justru di pundak para eksekutif inilah pemilik menitipkan nyawa perusahaan dan prospek bisnisnya. Jika perusahaan kompetitif, bisa dapat omzet lebih besar, cukup membiayai pos pos cost dan punya margin profit yang cukup, maka perusahaan akan langgeng dan terus berprospek. Jadi hal pergantian pejabat, posisi, karyawan bahkan pemilik usaha itu adalah hal yang sangat umum dan wajar dalam bisnis. Jangan jadi masalah besar. Pimpinan HRD harus menjelaskan maksud pergantian karyawan di berbagai posisi untuk maksud apa. Jangan karena 1 orang harus dimutasi atau dikeluarkan lalu satu teamwork down dan jadi isu negatif, setelah ini siapa lagi yang akan didepak. Pasti ada sebab dan pertimbangan. Dan bagi yang kebetulan terkena giliran dimutasi ataudikeluarkan juga jangan berespon negatif. Setelah ini justru akan dapat peluang lebih baik lebih sesuai kapasitas. Jangan lupa banyak mereka yang sudah terpaksa keluar dari perusahaan yang sudah tahunan dia bertugas di dalamnya, justru beberapa tahun kemudian ketika bertemu lagi sudah dalam situasi yang justru jauh lebih baik dibanding saat dia masih di perusahaan lamanya. Orang seringkali dalam keadaan terjepit menjadi kreatif , lebih innovatif dan hidupnya justru pesat berkembang maju dan lebih sukses. Secara tidak langsung perusahaan lamanya membukakan pintu sukses kepada orang tsb . Pada dasarnya kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian. Bukan kenapa saya diberhentikan tapi bagaimana supaya besok saya bisa lebih bertahan atau bahkanbagaimana supaya saya tidak akan pernah bisa dikeluarkan pimpinan lagi karena sekarang sayalah pemilik perusahaan.

Organisasi adalah juga makhluk hidup, yang perlu jiwa dari karakter teamworknya, perlu gizi dari skill member teamworknya, perlu terus tumbuh. Karena itu harmonisasikan hubungan antar stakeholder. Hubungan profesional yang harmonis akan relevan dengan kesuksesan organisasi mencapai tujuan. Jika pohon yang produktif dan ekonomis dinilai dari buah manis yang bisa dihasilkannya, maka perusahaan atau bisnis yang sehat dinilai dari awareness brand dan permintaan produknya yang tinggi dan berkelanjutan. Maka bertumbuhlah dengan subur walau harus merotasi, memutasi atau mengganti karyawan Anda jika itu dirasakan perlu untuk menjaga kesehatan pohon organisasi perusahaan Anda.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Sabtu, 03 Agustus 2013

DEWASALAH SEIRING BERTAMBAHNYA UMUR

 Selamat ulang tahun! Siapa yang tidak bahagia dan senang.

dengan event ulang tahunnya. Tapi sadarkah Anda bahwa justru setiap tahun kualitas kedewasaan umur Anda bisa diperiksa lagi? Anda pernah dengar orang bicara " ini orang sudah tua tapi kelakuan seperti anak kecil!" Atau " ooh saya pikir tadinya Anda sudah berumur, ternyata Anda masih muda, wah hebat Anda bisa melakukan hal besar seperti ini". Umur bisa tambah tua, tapi menjadi dewasa adalah pilihan dan sayangnya tidak semua orang bisa bertumbuh kualitas dirinya seiring umur dan bersikap dewasa

Dewasa dalam bersikap dilahirkan dari cara pikir yang dewasa, cara pandang, wawasan, pengaruh lingkungan, cara mengambil pilihan dan keputusan. Dewasa dalam mengelolaemosi dan hati Anda. Tidak membuang buang energi untuk hal hal yang kurang berguna dan tidak perlu. Pilihlah prioritas kegiatan hanya untuk yang berguna bermanfaat

Dewasa dalam mengelola waktu. Tidak membuang buang waktu untuk sesuatu yang tidak ada tujuan. Pilih kegiatan yang lebih prioritas dan fokus pada tujuan manfaat. Jangan salah artikan "fokus", misalnya jika Anda sedang merintis membangun usaha lalu gagal, lantas ingin mencoba lagi lalu pikiran dalam hati Anda anggap ini buang buang waktu. Justru itu artinya Anda sedang mencoba fokus untuk masa depan Anda, bukan buang buang waktu.

Kedewasaan juga berarti pintar mengelola peluang, melihat jauh ke depan, mempersiapkan diri sebelum kesempatan datang. Kedewasaan tidak bisa terjadi dalam waktu seminggu atau sebulan. Kedewasaan ditempa dari proses perjalanan hidup dan pengalaman. Bagaimana menempatkan logika diatas resiko, berespon positif atas cobaan yg negatif, ikhlas dan memaafkan atas caci maki orang, tidak selalu menyalahkan sekitar atau orang lain atas situasi yang harus Anda terima, tapi juga tidak merendahkan diri sendiri, menganggap diri tidak mampu tapi terus saja tidak mau belajar dan merubah diri.

Dewasa juga mengenai bagaimana menentukan prioritas atas pilihan yang ada, bagaimana menempatkan kepentingan orang banyak dibanding jadi egois. Bagaimana bisa menghargai kehadiran dan eksistensi orang lain, keluarga, suami istri disekitar Anda yang membantu Anda menjalani proses hidup.

Bagaimana bisa merendahkan hati agar tidak sombong atau merasa selalu paling benar. Bisa memberi nasihat tapi juga ikhlas dinasihati. Bagaimana bisa merasa bahwa kita semua adalah manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan. Mau minta maaf dan ikhlas memaafkan. Bagaimana punya keinginan kuat untuk selalu meningkatkan daya pikir, wawasan, pengembangan diri, perbaiki lagi ibadahnya dibanding melulu urusan materialistis dan dunia belaka.

Bagaimana bisa bersyukur atas segala cobaan yg diterimanya selama ini. Tidak terus mengeluh. Percaya bahwa ada Tuhan yang mengatur segala keputusan. Bagaimanapun tugas manusia adalah berusaha sebaik baiknya seolah olah akan hidup selamanya di dunia. Jatuh bangun perjalanan hidup Anda dan bagaimana Anda memberikan reaksi dan respon yang tepat dan benar adalah bentuk dari kedewasaan diri Anda. Karena itu kadang kedewasaan tidak selalu seiring dengan bertambahnya umur. Ada yang sudah tua tapi tingkah laku dan pikirnya emosional, malah ada yang lebih muda tapi tampak lebih wibawa dan dewasa. Namun dewasa bukan juga harus selalu tampak serius, bermuka masam, berkening mengkerut. Mereka yang dewasa justru akan cenderung bersikap menyenangkan sekelilingnya, membagi bahagia dan peduli.

Dewasa bukan ditunjukan dengan melakukan hal hal yang biasa dilakukan orang dewasa. Merokok, bergaul di hiburan malam, minuman keras atau melakukan sex secara tidak seharusnya agar bisa disebut sudah jadi orang dewasa.

Kedewasaan akan jadi dasar yang kuat bagi seseorang berproses jadi sukses. Maka setidaknya cobalah jadi dewasa sesuai umur Anda, supaya tidak memalukan diri sendiri. Dewasa jika dalam setiap aspek kehidupan kita berprogress lebih baik lagi dari waktu ke waktu. Jadilah manusia yang bernilai lebih setiap tambah umur. Menjalani puasa Ramadhan ini, bentuk kedewasaan adalah taat beribadah sunat dan wajib Ramadhan dan berkomitmen lebih baik dari Ramadhan tahun lalu. Kedewasaan hasil dari puasa adalah apakah setelah Anda berpuasa kesabaran dan tingkah laku Anda akan bisa berubah lebih baik lagi? Andalah yang mengusahakannya sendiri. Mohon maaf lahir bathin, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Semoga dilancarkan sampai akhir Ramadhan nanti.


 SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 06 Juli 2013

PENTINGNYA MENGELOLA PRESEPSI PASAR

Fakta dalam bisnis bahwa kadang kita merasa sudah melakukan yang terbaik, mulai dari merencanakan, membuat strategi, mengaplikasikannya di outlet atau pada produk, menjualnya sampai menangani after sales service, tapi hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan. Berarti apa yang kita sampaikan dan kita sediakan ternyata tidak sesuai dengan harapan pasar. Jika kenyataan yang kita sediakan tidak sesuai dengan harapan, maka tentu saja ada kekecewaan target pasar.

Kita para pelaku bisnis mengeluarkan banyak usaha untuk "mengira ngira", membayangkan, apa kira kira yang diharapkan calon pelanggan kita pada saat produk atau jasa ini dilaunching ke pasar. 

Pertanyaannya banyak: apa kriteria dan spesifikasinya sudah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, apa sudah bisa menggantikan produk pendahulu yang selama ini dikenal kuat di pasar, apa harga cocok bisa diterima pasar, apa nanti produk/jasa ini mudah didapat diberbagai kota/ daerah, apa nanti produk/jasa ini bisa berumur panjang dan tetap trend, apa secara bisnis produk ini bisa membawa profit yang menguntungkan, dan banyak sekali pertanyaan terkait bisnis. 

Banyak resiko? Santai sajalah, justru itu memang jadi entepreneur atau pengusaha tidak bisa diterima oleh mereka yang tidak berani menanggung resiko. Jadi jika Anda memutuskan jadi pengusaha harusnya Anda sudah siap secara mental dan waktu untuk jadi pengusaha sukses dengan persiapan yang pasti tidak mudah. 
Tapi paling tidak dari sekian banyak pertanyaan pertanyaan tsb Anda bisa menentukan prioritas persepsi mana yang akan penuhi lebih dulu dengan skala 7 atau 8 dalam skala 1-10.  Artinya jika Anda penuhi dengan baik kebutuhan poin tsb, dari 10 pelanggan, Anda hanya akan dikomplain 2-3 pelanggan saja. Itu cukup baik. Anda tidak bisa sama sekali menghilangkan komplain pelanggan, apalagi di awal awal memulai usaha.

Lalu setelah itu tentukan prioritas ke-2, yang Anda akan usahakan kepuasannya dalam skala 6-7. Jadi mungkin ada 3-4 pelanggan dari 10 pelanggan yang akan komplain. Lanjutkan ke beberapa poin lagi, dan bahkan mungkin Anda tidak akan bisa betul betul aman di semua poin pertanyaan persepsi Anda. Karena itu Anda perlu tetapkan segmentasi dan positioning bisnis Anda, agar Anda bisa membayangkan persepsi yang hampir tepat sesuai target spesifik pasar Anda. Dengan segmentasi, diferensiasi dan positioning maka Anda tidak melebar kemana mana mengelola persepsi target pasar Anda.

Disamping itu persepsi kebutuhan pasar memang tidak bisa disimpulkan secara 100% akurat dan jika disediakan akan 100% diterima secara puas oleh pasar. Maka pilihan yang akan lebih menantang bagi Anda sebagai pebisnis adalah mengedukasi target pasar Anda, menciptakan persepsi trend kebutuhan baru. Kebutuhan yang tadinya belum terlalu dilihat dan dirasakan sebagai urgensi, bisa kita edukasi sebagai potensi market baru. Seperti karaoke keluarga sebelum tahun 2005 masih dianggap bukan potensi bisnis yang bagus, tapi dengan edukasi market dan penyesuaian spesifikasi produk yang tepat, sampai sekarang ternyata keluarga masa kini berbondong bondong datang mencari hiburan di outlet karaoke keluarga dan dari segi prospek bisnis pun sangat menarik dan menjanjikan profitnya. 

Tidak mungkin Anda memberikan pemenuhan dalam skala penuh untuk semua persepsi pasar. Yang Anda butuhkan bagaimana Anda mengelola persepsi ini. Menentukan skala prioritas pemenuhannya dan menjalani improvementnya secara bertahap sampai setiap poin persepsi kepuasan maksimal pelanggan Anda bisa naikan skalanya satu persatu. Bisnis harus tetap berjalan, tidak bisa menunggu Anda mampu 100% memenuhi semua persepsi pasar. Anda tidak akan pernah mulai berbisnis. Maka bersabar dan berkomitmenlah dalam berbisnis.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)


Sabtu, 08 Juni 2013

KERJA BUKAN RUTINITAS, TAPI PEMBUKTIAN NILAI DIRI

Ada istilah populer di kalangan karyawan yaitu 9 (nine) to 5 (five). Kerja dari pukul sembilan pagi sampai pukul lima sore. Minimal 8 jam kita habiskan waktu kita untuk aktifitas yang sering kita namakan sebagai "kerja". Tapi apakah kerja Anda menghasilkan? Atau cuma sekedar menghabiskan waktu saja? Ada Key Performance Indicator (KPI) sebagai parameter sukses prestasi kerja seorang karyawan. Misalnya kalau Anda adalah pejabat manager outlet maka KPI Anda adalah omzet. Target omzet sebulan yang jadi KPI manager outlet misalnya adalah Rp.150 juta. Maka Direktur atau owner outlet Anda sudah memberi nilai cukup memuaskan jika Anda bisa usahakan teamwork Anda mencapai omzet Rp. 150 juta. Bahkan jika Anda ternyata bisa capai omzet Rp. 300 juta dalam sebulan, maka prestasi Anda sudah masuk katagori luar biasa dan siap siap Anda jadi karyawan kandidat utama untuk dipromosikan. Tentunya dengan janji kenaikan gaji dan benefit lain lain mengikuti, juga pimpinan akan sangat keberatan jika Anda minta keluar dari perusahaan. Anda akan dinilai sebagai asset penting perusahaan dan Direksi serta owner akan menjaga Anda selama mungkin berkontribusi bagi perusahaan. Selama Anda bisa menjaga kinerja Anda bahkan bisa terus meningkatkan performa prestasi pencapaian target, maka dengan sendirinya uang akan mengalir sendiri dari perusahaan kepada Anda. Ingat pengusaha selalu menggunakan azas bisnis bahkan kepada karyawannya. Mereka yang bisa memberikan keuntungan besar maka pantas diganjar benefit besar dan dijaga selama mungkin agar produktif dan kalau perlu bisa menurunkan ilmu dan skillnya kepada kandidat kandidat dibawahnya.

Hal itu tidak akan terjadi pada semua karyawan. Hanya terjadi pada karyawan yang paham akan makna kerja, menjiwai prosesnya, dan menjalankan aturan mainnya. Bahwa pekerja harus adil, bila ingin menerima gaji, maka harus memberi kontribusi. Nyatanya banyak dari karyawan menjalani kerja hanya sebagai rutinitas. Yang penting tidak pernah absen seminggu 5 hari kerja, masuk jam 9 dan pulang teng jam 6 sore, cukup. Mengenai apakah kerjanya memberi dampak positif apa tidak kepada perusahaan yang menggajinya, atau membawa kemajuan bagi perusahaan apa tidak, menyumbangkan ide atau solusi pada masalah yang sedang dialami perusahaan apa tidak, itu bukan urusan kita. Yang penting nanti akhir bulan lihat di rekening ada tambahan saldo karena gaji bulanan sudah masuk. Kalau sudah cukup lama kerja lalu merasa berhak menuntut fasilitas benefit ini itu seperti bonus, asuransi, bahkan kendaraan karena menganggap itu sudah wajar hak sebagai karyawan yang sudah lama. 

Ingat, sewajarnya benefit bukan dihitung dari lama tidaknya kerja. Tapi dari ada manfaatnya apa tidak kehadiran Anda di perusahaan tempat Anda bekerja. Di Indonesia budaya maklum dan pekewuh senioritas masih sangat kental dan itu menguntungkan pekerja, khususnya pekerja yang sudah lama bekerja dalam satu perusahaan. Di luar negeri, Anda yang tidak bisa memberikan kontribusi baik kepada perusahaan bisa dipecat kapan saja tanpa pesangon bahkan jika Anda karyawan lama. Tapi walaupun jika Anda karyawan baru dan dalam beberapa bulan bisa menunjukan kinerja yang memuaskan bisa langsung mendapat posisi dan benefit yang lebih baik dari karyawan senior. Naik gaji 3x dalam setahun dan naik jabatan 2 tingkat bukan hal yang mustahil. Jadi karyawan juga bisa kaya asal Anda berpikir dengan mindset seperti pengusaha. Itulah hakikatnya "adil" bahwa benefit diberikan sesuai kontribusi. Dan untuk bisa berkontribusi pada perusahaan tempat Anda bekerja maka Anda harus punya skill softskills dan hardskills yang memadai, mental berjuang yang tangguh, rasa memiliki pada tujuan perusahaan dan berkarakter pribadi positif. Jika Anda memaknai pekerjaan secara positif, maka Anda akan bernilai lebih dibanding orang lain. Mulianya buat kita yang beragama, kerja adalah ibadah, karena sebagian besar waktu hidup kita digunakan untuk bekerja demi menafkahi keluarga dan orang orang tercinta yang jadi kewajiban tanggung jawab Anda. Maka bekerjalah dengan penuh rasa cinta, dan bukan karena terpaksa atau seadanya. 

Jangan sia siakan pekerjaan yang Anda miliki hari ini, bersyukurlah dan jalani sebaik baiknya  karena itu berarti Anda sedang diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa Anda adalah "the next TOP: Target Offering Person" yaitu orang orang yang pantas dan dituju untuk mendapat penawaran lebih. Berarti Anda orang yang memiliki nilai lebih yang juga harus diberi wewenang lebih juga pantas menerima lebih. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 04 Mei 2013

LANGKAH RINGAN MEMULAI BISNIS

Bagi Anda pelaku pemula di bisnis UKM yang datang dari kalangan karyawan, atau dari keturunan keluarga bukan pengusaha, biasanya terus saja dihalangi oleh penundaan keputusan. "Jadi gak ya?".."atau nanti saja kalau sudah lebih siap".."gimana kalau nanti gagal ya? Hilang dong modalnya"..dsb.  Memang jelas, pertanyaan pertanyaan yang bernada pesimis, negatif, akan mengarahkan kepada jawaban yang negatif dan kontra produktif juga. Coba kita mulai membiasakan diri membuat pertanyaan pertanyaan yang lebih positif dan visioner. Kebiasaan ini perlu Anda miliki pada saat Anda menjalankan bisnis karena pada saat Anda jadi wirausaha mandiri, semua keputusan akan tergantung dari mindset Anda sendiri. Sekarang Anda bukan lagi karyawan, jadi cara berpikir dan attitude Anda harus berubah. Ini akan berguna pada saat Anda nanti menemukan masalah bisnis dan mencari solusi efektif. Jadi langkah awal jadi pengusaha adalah 1. Jadikan kebiasaan membuat pertanyaan pertanyaan yang positif agar jawabannya juga positif dan memberi inspirasi, bukan malah kontra produktif

Lalu sebagai pemula yang belum pengalaman, Anda pasti butuh pemandu. Seseorang yang akan membantu mengarahkan Anda mengambil keputusan, memilih opsi dari alternatif2 yang ada, meminimalkan resiko dan mengexplore kekuatan intern, mengkoneksi dengan pihak2 luar yang bisa menakselerasi bisnis,dll. Pemandu ini bisa memang seseorang yang Anda anggap guru, yaitu mereka yang sudah lebih dulu terjun di bisnis serupa dan terbukti sudah sukses, atau justru mitra bisnis Anda yang sudah expert di bisnis ini ikut kontribusi terutama di bidang pengelolaan dan manajemen bisnisnya. Jika Anda lebih memiliki modal capital maka Anda bisa bermitra dengan mereka yang lebih expert di pengelolaan bisnis hariannya. Maka langkah berikutnya adalah 2. Sinergi antara pemodal dan keahlian pengelolaan adalah formula tepat memulai bisnis pertama. 

Setiap usaha baru jangan bermimpi akan langsung mulus tanpa hambatan dan cobaan. Apalagi berusaha sendiri, jelas besar resikonya karena jika Anda jatuh maka hanya Anda yang bertanggung jawab. Bertanggung jawab atas karyawan2 Anda, bertanggung jawab atas pelanggan Anda, bertanggung jawab atas asset Anda dan juga bertanggung jawab atas nama baik Anda. Tapi hasil dari sebuah bisnis yang sukses juga tidak bisa dibandingkan dengan hasil dari gaji bulanan sebagai karyawan. Dengan bisnis sendiri Anda berpeluang mencapai penghasilan tak terbatas sesuai kemampuan usaha Anda. Tapi semua harus dilalui dengan belajar dan terus belajar. Anda sebagai pemilik usaha dan team work Anda sebagai pengelola usaha harus menjadi organisasi pembelajar yang terus menerus merencanakan, kerjakan, analisa lagi, perbaiki lagi, kerjakan lagi, dst tanpa berhenti. Temukan formula dan pola kerja yang paling tepat dan efesien agar omzet besar dan profit tinggi. Belajar artinya pantang menyerah, terus menerus dan bertahap ke arah yang lebih baik, makin baik dan terbaik. Terapkan pembelajaran ini di semua aspek lini bisnis. Di strategi dan tactic, pengelolaan SDM, produksi, promo dan marketing, after sales service, sampai ke corporate social responsibilty sesuai skala bisnis yang sudah Anda capai. Biasakan baca buku, bergaul di lingkungan positif dan optimis, ikuti seminar seminar percepatan bisnis adalah salah satu cara meningkatkan kapasitas berpikir Anda dan karyawan. Maka yang ke 3. Jadilah manusia dan organisasi pembelajar yang berkesinambungan

Sekarang Anda akan banyak berhubungan dengan orang lain dibanding saat Anda menjadi karyawan. Anda akan berhubungan langsung dengan karyawan dan meminta support dari mereka, berhubungan langsung pelanggan, supplier, vendor, membina relasi dengan mitra, pejabat terkait, aparat, juga dengan pihak pihak luar lain. Terutama sekali adalah hubungan Anda dengan teamwork Anda akan sangat menentukan seberapa baik kualitas SDM yang bisa Anda bangun agar kondusif untuk bisnis. Bagaimana cara Anda membangun SDM berkualitas agar jadi teamwork yang efektif, produktif dan bermental positif.  Anda membutuhkan communication skill yang lebih baik dan tepat guna. Anda akan banyak membutuhkan orang lain diluar yang Anda bayangkan. Cara orang lain memperlakukan Anda akan setara dengan bagaimana Anda memperlakukan mereka. Tidak perlu pembedaan perlakuan kepada relasi yang setara, karena alam akan memberikan kebijaksanaannya kepada Anda. Anda baik dan peduli kepada "kalangan bawah", maka "kalangan atas" akan hormat dan membutuhkan Anda. Jangan lupa bayar zakat Anda karena zakat akan membukakan jalan Anda dari segala arah. Anda peduli maka Anda akan diperhatikan oleh orang lain. Maka yang ke 4. Sudah saatnya Anda lebih peduli kepada orang lain 

Segala upaya Anda memasuki kehidupan sebagai pengusaha akan lebih banyak "godaan". Uang yang bisa lebih banyak, tapi dibarengi dengan stress yang lebih tinggi, jaringan pertemanan yang makin luas, gaya hidup yang meingkat, tapi banyak waktu berkualitas dengan keluarga yang justru akan dikorbankan di awal awal pembentukan usaha, dsb. Untuk itu Anda harus meminta lebih kepada Allah SWT untuk lebih menjaga Anda melalui tahapan demi tahapan, membimbing Anda selalu di jalan yang lurus, diberi kemudahan dan kelancaran usaha. . Maka ke 5. Makin dekatkan diri Anda, keluarga dan seluruh teamwork kepada Allah SWT

Demikian 5 langkah awal membangun bisnis perdana Anda. Ini sebagai pondasi dan selanjutnya Anda akan menemukan sendiri langkah langkah berikutnya seiring makin besarnya skala bisnis Anda. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 06 April 2013

SEMPURNALAH PADA DETAIL

"Saya bikin usaha resto seperti dia, tapi kenapa dia sukses sedangkan saya gagal ya. Salah dimana ?" Atau " saya sudah pengalaman kerja di usaha sejenis sebelumnya, tapi pas saya buka usaha sendiri yang sejenis ternyata gagal total, kenapa ya?. Bahkan, "Saya sudah pakai konsultan terkenal lho buat memperbaiki kinerja bisnis saya, tapi tetap saja tidak berhasil. Dasar konsultan tidak kredibel!"
Hal hal seperti di atas seringkali ditemukan dalam kasus bisnis. Apa kesalahan utamanya? Saya katakan ANDA TIDAK MELAKUKAN POIN POINNYA DENGAN DETIL DAN SEMPURNA.

Kesempurnaan pada detil adalah sangat penting dalam melakukan usaha. Jangan anggap enteng hal hal kecil yang harus dilakukan dalam step by step strategi usaha atau bisnis. Oleh krn itu kadang resep boleh sama tp koki beda, maka bisa beda juga hasilnya. Karena ada hal hal kecil yang terlewat, tapi orang lain ada yang melakukannya dengan betul betul paripurna.
Seperti juga dalam bisnis franchise, boleh SOP sama tapi hasil di setiap franchisee bisa jadi beda. Selain memang situasi lokalnya sudah beda dan diperkuat lagi dengan franchise dan team kurang detil dan lengkap dalam melaksanakan SOP, saran dan input dari franchisor

Bahka jika sudah menggunakan konsultan bisnispun kadang tidak bisa selalu memuaskan hasilnya. Memang kadang konsultan tidak selalu sempurna. Tapi konsultan juga seperti dokter hanya kuasa memberikan saran dan input. Dokter sering mengeluh krn "resep obat" yang dituliskan "tidak dibeli dan tidak diminum" sesuai anjuran. Kalau sudah begini jika sakitnya tidak sembuh jangan salahkan dokternya. Bagaimana bisnis akan mengalami perubahan jika saran dan input mengenai program kerja, promo juga budget tidak dikerjakan client poin by poin secara detil dan sempurna. Konsultan dan client harus sinergi

Begitu juga jika Anda berusaha sendiri dari hasil observasi atau bahkan punya pengalaman di usaha sejenis. Sekarang Anda coba jalankan sendiri, ternyata hasilnya belum tentu akan sama berhasilnya dengan pengalaman Anda di tempat dahulu. Periksa mungkin ada detil yang terlewat dan tidak dikerjakan dengan baik

Tujuan sempurnakan detil adalah membuat semua rangkaian kerja "tepat resep" sehingga secara system bekerja sesuai bobot dan kecepatannya menuju target yg kita harapkan. Detil ini adalah mencakup semua, mulai dari persiapan seperti menentukan lokasi yang layak, memilih nama brand yang catchy, merekrut SDM yang tepat dan memberikan training, menentukan harga produk serta program discountnya, bagaimana cara briefing karyawan, menerapkan service excellent, mempersiapkan tools marketer untuk senjata mereka keliling cari client dan market dan mengaplikasikan program promo, memilih media iklan, sampai cara mendisplay produk di outlet, mengkombinasikan warna di outlet, menentukan layout setting meja kursi, menentukan souvenir dan gimmick, menentukan rule operasional, bahkan sampai merumuskan insentif dan komisi, masuk lagi ke detil2 kecil masalah tata tertib karyawan, bagaimana cara manager memberdayakan teamworknya dan cara owner memberdayakan seluruh SDMnya.. Bahkan sebelum mulainya bisnis termasuk adalah bagaimana sebagai calon pengusaha Anda sudah mempersiapkan mental, kesabaran, lingkungan keluarga jaringan support dan passion Anda dalam bisnis ini akan sangat menstimulasi Anda berupaya keras melengkapi detil2 ini

Banyak sekali poin poin breakdown yang harus dikerjakan secara sempurna dan sinergi membentuk sebuah system kerja yg nantinya dalam jangka waktu yang belalu bisa membuktikan bahwa system kerja usaha Anda bisa sampai tahap "auto pilot"

Jadi jka Anda pernah gagal dalam bisnis/usaha dimana Anda lihat pelaku lainnya bisa sukses di bidang usaha yg sama, maka koreksi detil Anda. Apakah betul betul Anda kerjakan detil sama lengkap dan sempurna seperti yang sudah dilakukan pemilik usaha sukses tadi? Pasti berbeda maka hasilnya berbeda. Kesempurnaan detil adalah jalan menuju usaha sukses. Jika Anda ingin usaha bisnis pastikan Anda akan mulai tahap. persiapan lokasi, brand dll dengan detil. Kerjakan bisnis dengan standard opersional detil, marketing promo yg menyeluruh dan fokus, pemeliharaan SDM yang membangun dll. Semakin banyak poin poin resep sukses yang Anda bisa lengkapi dengan sempurna, semakin besar prosentase usaha Anda akan sukses. Amin

SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Obing Mitra-Konsultan Usaha
CEO Founder
www.obingmitra.com

Sabtu, 09 Maret 2013

KEPUTUSAN VS RESIKO BISNIS

Keputusan dalam sebuah bisnis bisa sangat menentukan masa depan bisnis Anda. Apa yang dicapai oleh perusahaan baik itu progress positif atau negatif adalah murni hasil dari keputusan keputusan yang diambil pemilik, direksi dan manajemen perusahaan  selama perusahaan beroperasi. Maka keputusan harus diambil dengan hati hati mempertimbangkan resiko jangka pendek dan jangka panjang.

Keputusan pertama adalah menentukan akan bergerak di bidang usaha apa perusahaan yang akan Anda bangun dan kelola ini. Jenis usaha yang Anda yakini akan memberikan omzet dan keuntungan dalam jangka waktu yang panjang, Tentunya jenis usaha yang paling baik diputuskan adalah usaha yang paling Anda kuasai. Apakah jenis usaha tsb memang sudah pernah Anda jalani secara mendalam sebelumnya atau memang Anda memiliki passion untuk bekerja pada bidang tsb. Jika Anda memutuskan berusaha pada bidang yang tidak Anda kuasai atau tidak berpengalaman, resikonya Anda akan tidak mengerti detil spek usaha , cara bersaing dan skema kerja usaha tsb dari hulu ke hilir. Akan banyak celah celah dimana karyawan bisa "membohongi/curang" terhadap usaha Anda. Praktis usaha Anda tidak akan berumur panjang.

Tujuan mendirikan usaha secara spesifik bisa memberikan kesejahteraan bagi para pemilik perusahaan, yang tentunya untuk bisa berjalan baik juga harus memberi jaminan kesejahteraan bagi para karyawannya juga. Maka keputusan pemilihan karyawan juga sangat penting. Karyawan karyawan yang sudah sangat punya keahlian di bidang inti usaha bisa menduduki posisi Manager. Manager juga harus memiliki leadership skill karena dia harus bisa menggerakan bawannya bekerja seperti apa yang seharusnya dilakukan.  Jangan lupa di posisi Direktur justru dibutuhkan orang orang yang bisa melihat prospek, pengambilan keputusan dan memiliki intuisi bisnis yang kuat. Dan diposisi karyawan harus mereka yang ingin belajar, muda dan semangat, berkarakter positif, satu visi misi dengan perusahaan, jujur dan loyal. Salah keputusan dalam pemilihan karyawan khususnya pada posisi posisi kunci atau salah menempatkan "the right man at the right place" bisa memiliki resiko memperlambat akselerasi progress perusahaan. Perusahaan jadi harus punya waktu ekstra untuk masih terus bongkar pasang karyawan dan mencari format posisi yang mantap selama berbulan bulan bahkan tahunan sehingga tidak bisa naik ke tahap pemantapan usaha. Banyak cost terbuang percuma sementara situasi persaingan sudah makin kuat dan nama perusahaan Anda sudah makin terpuruk karena belum kunjung ada brand awareness yang kuat bahkan tertinggal oleh brand pendatang pendatang baru.

Pada perkembangan perusahaan pada akhirnya Anda sebagai pemilik usaha harus memutuskan akan sebesar apa skala usaha Anda dalam 5 tahun, 10 tahun atau sekian tahun ke depan. Ada yang memang dari awal sudah memutuskan tidak akan menjadikan bisnisnya menjadi terlalu besar, asalkan cukup untuk menghidupi keluarga besarnya dan karyawannya. Tapi ada yang memang pemiliknya terus mengikuti progress usahanya semaksimal mungkin bisa dikembangkan maka akan terus diperbesar skalanya. Tentunya semakin besar skala bisnisnya semakin besar resikonya.

Pada usaha yang secara ambisius akan diperbesar skalanya mulai dipertimbangkan keputusan untuk berhutang modal usaha  untuk tambahan modal, atau menggunakan skema franchise atau business opportunity. Jika dimulai dari usaha rumah tangga, UKM dan ternyata dalam beberapa tahun memiliki kemungkinan untuk diperbesar skala bisnisnya. Hutang bukan sesuatu yang tabu dalam bisnis, hanya Anda harus yakin apakah kedepannya perusahaan Anda mampu mengelola hutang tsb atau malah dipersulit dengan hutang dan bunga yang makin bertumpuk. Hutang yang bisa dikelola dan digunakan untuk mengenerate potensi produksi dan perolehan omzet lebih besar adalah baik. Tapi berhutang yang tidak bisa dibayar juga bisa berujung pada resiko kebangkrutan perusahaan.

Sebetulnya keputusan penting memperbesar skala bisnis perusahaan UKM bukan ada di penambahan modal, tapi terutama di masalah mental karakter pemilik usaha. Apakah Anda siap untuk mendelegasikan tugas tugas penting tertentu kepada bawahan Anda dan memberi wewenang orang lain untuk mengambil keputusan penting dalam perusahaan Anda? Hal ini akan sangat sulit diawal karena Anda atau keluarga sebagai pemilik tunggal usaha  terbiasa "one man show" atau hirarkhi "top to down". Padahal jika usaha mulai berskala besar, maka Anda harus siap memberi wewenang kepada orang lain dan menerima masukan dari bawahan Anda pelaksana di lapangan yang bersentuhan langsung dengan pelanggan atau client. Kalau skala usaha Anda kecil skala keluarga atau UKM mungkin Anda masih bisa jangkau dan kuasai semua lini, tapi kalau sudah berkembang menjadi skala besar dan banyak cabang, maka Anda harus memberikan kepercayaan kepada bawahan Anda. Kalau Anda tipe orang/pemilik usaha yang tradisional, konservatif yang susah percaya kepada orang lain, maka lebih baik Anda pastikan saja usaha Anda tetap dalam skala kecil atau paling maksimal bisa qty produksinya yang bisa ditingkatkan sebatas maksimal kapasitas pabrik awal Anda, tapi bukan pada skala total bisnisnya. Keputusan memperbesar skala bisnis tapi secara mental Anda belum siap memberi kepercayaan dan wewenang pada orang lain maka malah akan memberikan resiko besar pada ketidak pastian perkembangan masa depan perusahaan. Di masa depan Anda tidak akan bisa lagi "menguasai" ratusan karyawan, kadang terpencar di lain kota, dengan cara dan system kordinasi seperti pada waktu Anda hanya menangani 10 karyawan di tempat produksi yang kecil. Anda berkeras tangani semuanya sendiri tapi sebetulnya juga Anda tidak paham bagaimana usaha dalam skala besar ini dan dalam cara yang lebih modern harus dijalankan. Anda kehilangan trust dari karyawan dan karyawan merasakan kebingungan dari pemilik perusahaan mengakibatkan tingkat turnover karyawan juga tinggi. Bahkan keputusan menentukan lokasi untuk kantor, workshop juga outlet akan sangat mempengaruhi kinerja perusahaan Anda. Dimana sebagian besar domisili target pasar atau client Anda, bagaimana kondisi traffic pengiriman pada saat jam jam sibuk, bagaimana client mudah menemukan kantor atau showroom Anda, seberapa besar kapasitas moda pengangkutan yang bisa akses langsung sampai workshop atau gudang Anda, apakah jauh jarak tempuh dari workshop atau factory Anda ke pelabuhan. Jangan terlalu fokus pada harga sewa yang murah, karena jika dihitung biaya ops secara jangka panjang sebetulnya beresiko akan lebih besar cost bulanannya jika dibanding sedikit lagi menambah biaya sewa atau beli asset gedung tapi akan banyak menekan biaya transport bulanan dan malah bisa menambah gengsi perusahaan Anda.

Banyak detil keputusan yang harus diambil dalam perusahaan berdampak langsung pada resiko jangka pendek dan jangka panjang. Karena itu lebih baik minta input dari beberapa tokoh bisnis atau panutan yang Anda percaya dan bahkan mintalah pendapat direksi dan manager Anda sebelum mengambil keputusan keputusan besar untuk perusahaan Anda. Keputusan yang diambil bersama akan lebih memiliki kemudahan dalam implementasinya karena sudah atas komitmen bersama.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)

Sabtu, 02 Februari 2013

KARYAWAN PEMBELAJAR

Banyak pertanyaan apakah jadi karyawan tidak pernah akan bisa kaya. Saya katakan bisa, tapi umumnya ini adalah masalah mental. Memang beda antara mental kebanyakan karyawan dengan mental pengusaha mandiri. Maka jelas etos kerja dan daya tahan antara pelaku dua jenis profesi ini dirasakan berbeda. Maka saya saat ini lebih berfokus pada memperbaiki sikap mental saat menjadi karyawan dulu, bukan .pada strategis bagaimana karyawan bisa kaya.

Manusia dikaruniai akal budi,  itu yang membedakan antara manusia dan makhluk Tuhan lainnya. Itu yg akan mengarahkan manusia. Dengan akal budinya manusia bisa terus menerus mengalami proses pembelajaran hidup, itu jika dia ingin disebut manusia pembelajar. Atau jika dia tidak mau belajar maka walaupun bertambah umur tetap saja tidak akan membawa manfaat bagi dirinya sendiri. Umur seperti sia sia. Saya ambil contoh bagi kita yang berprofesi sebagai karyawan, apa saja yang masuk dalam proses pembelajaran? Kita coba bahas.

Sebagai karyawan tentunya setiap kita punya posisi, jobdesc dan tanggung jawab baik kepada pimpinan ataupun bawahan. Jangan lupa teladan juga. Terakhir semua atribut itu akan dikompensasikan dengan gaji dan komisi sebagai hak dari apa yang telah kita kerjakan dalam sebulan. Anda harus adil sebagai karyawan. Kalau Anda menerima gaji dari perusahaan, tentunya Anda wajib memberikan kontribusi kepada perusahaan.

Seringkali karyawan hanya terfokus pada tujuan semu yaitu gaji nanti di akhir bulan. Semua hanya rutinitas. Pergi pagi pulang sore, selesai . Sementara proses bagaimana kita mendapatkan gaji itu tidak kita maknai dengan sebenarnya. Padahal itu yg membedakan antar karyawan satu dengan lainnya. Anda harus naik tahap menjadi karyawan yang berinisiatif, bukan sekedar adil. Sesungguhnya tidak ada gaji yang nilainya tetap. Kita bisa minta naik gaji dan  komisi tergantung dari nilai kontribusi yang sudah kita berikan kepada perusahaan hasil dari pembelajaran yg kita lakukan secara  inisiatif. Karyawan bisa punya target naik gaji setahun 2-3x kita "paksakan" kepada perusahaan dan akan dikabulkan karena  perusahaan sangat perlu Anda. Sebagai manusia baik pimpinan maupun bawahan tentu mempunyai penilaian terhadap apa yang karyawan berikan dalam pekerjaan. 

Jika memang eksistensi Anda bisa membawa kontribusi positif dan progress luar biasa terhadap kemajuan perusahaan, pasti beda respon perusahaan kepada setiap karyawannya. Maka tidak ada keberatan sama sekali dari pimpinan atau bawahan untuk menaikkan gaji Anda seperti yang Anda minta. daripada kehilangan Anda Anda belajar dengan sangat baik, memperbaiki segala kekurangan yang ada Setiap hari hasil kerja Anda makin spektakuler dan jelas jelas membawa perubahan perbaikan kepada prestasi perusahaan apakah itu terkait omzet atau image perusahaan. Anda juga memberi contoh kepada karyawan lain karena melakukannya dengan cara dan strategi yang lebih baik,lebih cepat dari yang sudah pernah dilakukan orang atau karyawan lain. Cara yang Anda lakukan bisa memberi contoh cara yang bisa dilakukan untuk hasil lebih optimal dan efektif. Kontribusi Anda membawa kemajuan signifikan bagi perusahaan sesuai dengan posisi Anda, memberi bukti pada karyawan lain bahwa hal itu mungkin dicapai. Lalu apa yang akan pimpinan atau bawahan Anda akan sangkal kalau Anda berhak mendapat penghargaan gaji yang lebih tinggi?

Apabila Anda tidak jadi manusia pembelajar maka Anda tidak akan alami kemajuan apa apa. Bahkan mungkin Anda bisa mengalami kemunduran. . Bahayanya lagi lingkungan kerja di perusahaan bisa membuat Anda terbiasa dan nyaman dengan kondisi "wajar" seperti itu. Bertahun tahun Anda bekerja di perusahaan atau institusi seperti itu akan praktis menghilangkan motivasi Anda untuk jadi karyawan yang lebih produktif lagi.. 

Atasan Anda akan menilai Anda berkinerja buruk karena hanya bergerak jika disuruh, itupun berkali kali melakukan kesalahan yang sama. Di perusahaan kadang kinerja kita tidak berpengaruh langsung pada "hukuman" yang kita terima. Mungkin saja hukumannya hanya sekedar terima gaji dengan kenaikan rutin berkala dan tidak naik jabatan. Tapi tetap bisa nyaman bekerja lebih lama lagi di perusahaan atau institusi.

Tidak ada perbaikan cara kerja dalam waktu yang lama, pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda seringkali gagal dan sayangnya Anda jadi terbiasa. Dalam perusahaan yang lebih kompetitif, catatan kerja Anda menunjukan performance yang tidak memuaskan, teman teman menilai Anda anggota team yang susah diajak kerjasama. Anda tahu itu tapi tetap tidak memperbaiki. Lalu apa yang bisa Anda dapat dari sikap yang seperti itu? Tdk ada gunanya buat Anda Maka jadilah manusia pembelajar dan perbaiki setiap aspek hidup dan kerja Anda setiap hari. Maka hidup dan kerja Anda akan makin sukses.. 

Menjadi karyawan sukses seringkali menjadi tahapan awal untuk pindah jadi pengusaha mandiri sukses. Berarti Anda sudah punya dasar mentalnya. Entah mungkin Anda akan diberi saham oleh bos kantor Anda, atau ada pihak lain yang tertarik mengajak Anda berbiisnis. Tunggu waktunya tiba. Bagi karyawan pembelajar, kesempatan bekerja pada orang akan dimanfaatkan untuk melatih daya pikir, menangani kasus dan solusi, belajar organisasi, melatih mental dan wawasan perusahaan. Membina relasi dan trust. Kelak jika sdh ada kesempatan saatnya membangun usaha sendiri. Maka jika sekarang Anda karyawan, jangan kecil hati. Bekerjalah sebaik mungkin diatas pengharapan bos Anda. Banyak pihak akan melihat hasilnya

Anda harus berpikir bekerja untuk kepuasan diri sendiri, derajat dan martabat Anda, harga diri dan integritas Anda. Bukan untuk perusahaan.. Kalaupun nanti sikap mental dan prestasi Anda membawa perubahan perbaikan kinerja itu adalah bonus bagi perusahaan sekaligus pembuktian bahwa prestasi Anda diapresiasi oleh perusahaan. Maka keberhasilan dan kesuksesan akan selalu menyertai prestasi kerja Anda. Selanjutnya nasib Anda akan berubah, termasuk Anda bisa mengubah status Anda dari karyawan menjadi pengusaha mandiri karena mental dan wawasan Anda sudah siap.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)


Sabtu, 05 Januari 2013

PEDE

Tahun 2013 ini sudah mulai. Ayo harus berusaha lebih smart lagi agar hidup bisa berubah lebih baik. Tapi bagi beberapa orang yang saya temui, hidup terasa sangat berat baginya karena untuk PD saja katanya sudah susah. Padahal (P)ercaya (D)iri itu membuat kita berani bicara, bisa eksis, bisa dilihat oleh orang lain, punya banyak teman. Dari tahun ke tahun tetap saja krisis percaya diri tsb tidak berubah dan semakin membuat hidup makin terpuruk, semakin jauh dari lingkungan.  

Lalu bagaimana supaya kita bisa menjadi PD ( percaya diri /confident ), tidak takut menghadapi tantangan dan tidak malu bicara dengan orang lain, diakui dalam pergaulan. Banyak orang merasa tidak PD sehingga dia sepakat bahwa tidak bisa maju karena ketidak PD-annya itu. Lalu jadi pasrah karena susah berubah. Lebih jauh mengatakan kepada  orang lain yang lebih PD tsb, bahwa PD itu adalah karunia Tuhan, berasumsi bahwa tidak semua orang bisa PD seperti orang tsb dan seperti harus memaklumi keadaan  

Tapi perlu diketahui bahwa PD bisa dibangun dari dalam diri sendiri. Setiap orang bisa asal sanggup dan mau berusaha keras mampu untuk membangun PDnya pelan pelan. Misalnya ukuran seseorang bisa PD dalam satu komunitas jika dia bisa eksis dalam pergaulannya. Bicaranya didengar dan aktifitasnya disupport anggota komunitas. Tapi coba saya ajak Anda berubah sudut pandang bagaimana PD dan eksistensi bisa muncul. Eksis karena memang orang butuh kehadiran dan karya Anda  

Mulai saat ini bangkitkan PD Anda dengan apa yang bisa Anda kontribusikan kepada lingkungan sekitar. Secara jangka panjang dan lebih luas eksistensi tetap harus dibuktikan dengan hasil dari perbuatan. Apalagi jika hasil tsb membawa pengaruh baik bagi orang banyak. Untuk masalah PD di komunitas maka kuasailah situasi dan  tidak harus terbawa arus pergaulan. Jadilah diri sendiri,tampilkan kecerdasan pribadi

Tapi sebelumnya pertimbangkanlah, apa lingkungan pergaulan Anda saat ini betul betul baik untuk Anda. Jangan sampai menyesal kemudian. Pikirkanlah apa lebih baik Anda betul betul eksis dalam komunitas ini atau meninggalkannya. Pikirkanlah apa Anda akan mendapatkan manfaat dari lingkungan ini. PD justru bisa timbul dari kenyamanan Anda berada dalam komunitas ini. Rasakanlah, apa Anda merasa nyaman dan happy dengan lingkungan ini? Kalau Anda merasa nyaman dengan komunitas ini, enjoy dengan aktifitasnya, kemungkinan Anda bisa tune in dgn komunitas ini, lama lama bisa berbaur dan PD sendiri

Tapi kalau Anda merasa tidak nyaman, merasa terpaksa melakukan aktifitas bersama, tidak cocok dengan orang2nya, jangan paksakan untuk tidak jadi  diri sendiri. Anda bisa cari komunitas lain dimana jika Anda coba seminggu Anda bisa merasakan kecocokan hati dan aktifitas serta nyambung dengan orang orangnya. Ingat, bergaul kadang bisa jadi pintu awal menuju eksistensi, jika beruntung justru bisa membuka pintu rejeki. Banyak karir bagus dan cerah ternyata yang datang dari jalur  pergaulan. Tapi bergaul juga bisa fatal untuk hidup Anda. Jika salah memilih komunitas dan cara bergaul, masa depan Anda bisa hilang sia sia. Hati hatilah

Masa depan seseorang salah satunya dipengaruhi oleh siapa teman temannya dan dimana lingkungannya. Pikirkanlah jangka panjang karena kadang dalam pergaulan, ada namanya paradigma solidaritas. Jika sudah masuk dalam komunitas tsb susah jika tidak mengikuti apa2 acara yg diagendakan. Jika tidak ikut maka dianggap tidak solider dengan kawan kawannya. Jika ada hal hal  memberatkan spt ini sebaiknya keluar saja sebelum berlarut. Bergaul bukan untuk jadi susah hati

Kalau sudah mantap bahwa komunitas pergaulan ini membawa kebaikan, baru usaha untuk bisa eksis dan mempunyai nilai tambah manfaat. Lebih baik membawa komunitas Anda kearah sesuatu yang bisa membanggakan. Bergaul juga harus ada tujuan, bukan hanya untuk senang senang.
Tunjukan bahwa Anda bisa mencetak prestasi hebat dalam olah raga, mengumpulkan donasi untuk rumah yatim, touring motor sambil menyebar bantuan, banyak lagi. Bagi umur yang lebih muda bisa kumpul belajar modeling, club menyanyi karaoke mungkin bisa berbakat jadi vocalist, mungkin jalan jalan ke mall tapi untuk memupuk peluang usaha dagang, dll. Misalnya untuk kalangan laki laki bisa kumpul dengan komunitas bengkel lalu belajar cara perbaikan mesin motor, masuk klub photography, carilah komunitas yg positif dan produktif. Percayalah setiap orang pasti paling tidak ada 1 (satu) kebisaan atau ketertarikan bidang tertentu yang Anda bisa lebih serius dan fokus menjalankannya. 

PD bukan hanya sekedar eksis karena minta pengakuan dari lingkungan. Atau melebih lebihkan penampilan materi agar terlihat mencolok di lingkungan. Jika Anda memberi manfaat dan nilai tambah bagi komunitas, mengarahkan komunitas lebih bermanfaat, maka lingkungan juga akan support. Rekan rekan di komunitas dengan sendirinya akan support dan Anda akan merasa lebih PD dan eksis. PD pada dasarnya adalah karena  respond lingkungan, bukan action dari pribadi Anda secara dibuat buat. Pahamilah

Bahwa jika Anda menunjukan kapasitas Anda, maka orang akan datang kepada Anda. Anda akan eksis dan PD dengan sendirinya, pasti! Jadi jangan Anda menunjukan dengan mendorong eksis Anda keatas dengan menampilkan hal hal yang hanya "topeng" agar Anda dilihat. Pada saatnya nanti Anda sudah tidak ada yang bisa diperlihatkan lagi, maka Anda akan kehilangan massa. Berbeda kalau Anda menunjukan prestasi karena prestasi sifatnya akan lebih abadi, karena disana kapasitas dan manfaat eksistensi Anda akan dirasakan massa, dan banyak dukungan

Bahkan jika sekarang Anda bisa mulai bergerak sendiri saja dulu, mengarah pada tujuan Anda dan buktikan pada sekitar akan eksistensi dan manfaat Anda. Jika masyarakat menilai apa yang Anda lakukan bisa bermanfaat dan meninspirasi kebaikan bagi banyak orang, komunitas bisa datang sendiri pada Anda tanpa harus Anda minta. Anda bisa jadi pusat perhatian, eksis dan PD tanpa Anda berniat utk eksis. Sesungguhnya tetap saja kebaikan akan menjadi magnet besar. Memang ada beberapa keburukan di dunia, tapi tetap kebaikan dan contoh manfaat menjadi cahaya bagi dunia. Jadilah Anda bagian dari  kebaikan itu. PD,percaya diri sebaiknya juga terkait pada apa yang kita kerjakan bermanfaat bagi sesama. Jika yg dilakukan merusak sesama buat apa PD. seharusnya seseorang memiliki rasa malu untuk melakukan ha hal jelek, bukan malah mengajak orang lain sama sama support hal yang jelek tsb

Anda sebagai khalifah di bumi, wajib menyebar kebaikan. Paling tidak orang orang sekitar Anda merasakan manfaat dari  eksistensi Anda. jika Anda menjadi inspirasi dan panutan hal baik bagi lingkungan, diinginkan saran dan nasihatnya,diminta pendapatnya,maka pasti Anda akan PD. jadi jangan berusaha secara "topeng" untuk PD. Tapi tunjukan saja kemampuan, prestasi karya dan perbaiki skill komunikasi, leadership.Eksistensi yang dibutuhkan akan datang sendiri karena lingkungan melihat karya Anda dan pengakuan lingkungan tsb akan mendorong PD Anda. Ayo tahun ini harus lebih PD dan sukses dari tahun lalu.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)