Sabtu, 08 Juni 2013

KERJA BUKAN RUTINITAS, TAPI PEMBUKTIAN NILAI DIRI

Ada istilah populer di kalangan karyawan yaitu 9 (nine) to 5 (five). Kerja dari pukul sembilan pagi sampai pukul lima sore. Minimal 8 jam kita habiskan waktu kita untuk aktifitas yang sering kita namakan sebagai "kerja". Tapi apakah kerja Anda menghasilkan? Atau cuma sekedar menghabiskan waktu saja? Ada Key Performance Indicator (KPI) sebagai parameter sukses prestasi kerja seorang karyawan. Misalnya kalau Anda adalah pejabat manager outlet maka KPI Anda adalah omzet. Target omzet sebulan yang jadi KPI manager outlet misalnya adalah Rp.150 juta. Maka Direktur atau owner outlet Anda sudah memberi nilai cukup memuaskan jika Anda bisa usahakan teamwork Anda mencapai omzet Rp. 150 juta. Bahkan jika Anda ternyata bisa capai omzet Rp. 300 juta dalam sebulan, maka prestasi Anda sudah masuk katagori luar biasa dan siap siap Anda jadi karyawan kandidat utama untuk dipromosikan. Tentunya dengan janji kenaikan gaji dan benefit lain lain mengikuti, juga pimpinan akan sangat keberatan jika Anda minta keluar dari perusahaan. Anda akan dinilai sebagai asset penting perusahaan dan Direksi serta owner akan menjaga Anda selama mungkin berkontribusi bagi perusahaan. Selama Anda bisa menjaga kinerja Anda bahkan bisa terus meningkatkan performa prestasi pencapaian target, maka dengan sendirinya uang akan mengalir sendiri dari perusahaan kepada Anda. Ingat pengusaha selalu menggunakan azas bisnis bahkan kepada karyawannya. Mereka yang bisa memberikan keuntungan besar maka pantas diganjar benefit besar dan dijaga selama mungkin agar produktif dan kalau perlu bisa menurunkan ilmu dan skillnya kepada kandidat kandidat dibawahnya.

Hal itu tidak akan terjadi pada semua karyawan. Hanya terjadi pada karyawan yang paham akan makna kerja, menjiwai prosesnya, dan menjalankan aturan mainnya. Bahwa pekerja harus adil, bila ingin menerima gaji, maka harus memberi kontribusi. Nyatanya banyak dari karyawan menjalani kerja hanya sebagai rutinitas. Yang penting tidak pernah absen seminggu 5 hari kerja, masuk jam 9 dan pulang teng jam 6 sore, cukup. Mengenai apakah kerjanya memberi dampak positif apa tidak kepada perusahaan yang menggajinya, atau membawa kemajuan bagi perusahaan apa tidak, menyumbangkan ide atau solusi pada masalah yang sedang dialami perusahaan apa tidak, itu bukan urusan kita. Yang penting nanti akhir bulan lihat di rekening ada tambahan saldo karena gaji bulanan sudah masuk. Kalau sudah cukup lama kerja lalu merasa berhak menuntut fasilitas benefit ini itu seperti bonus, asuransi, bahkan kendaraan karena menganggap itu sudah wajar hak sebagai karyawan yang sudah lama. 

Ingat, sewajarnya benefit bukan dihitung dari lama tidaknya kerja. Tapi dari ada manfaatnya apa tidak kehadiran Anda di perusahaan tempat Anda bekerja. Di Indonesia budaya maklum dan pekewuh senioritas masih sangat kental dan itu menguntungkan pekerja, khususnya pekerja yang sudah lama bekerja dalam satu perusahaan. Di luar negeri, Anda yang tidak bisa memberikan kontribusi baik kepada perusahaan bisa dipecat kapan saja tanpa pesangon bahkan jika Anda karyawan lama. Tapi walaupun jika Anda karyawan baru dan dalam beberapa bulan bisa menunjukan kinerja yang memuaskan bisa langsung mendapat posisi dan benefit yang lebih baik dari karyawan senior. Naik gaji 3x dalam setahun dan naik jabatan 2 tingkat bukan hal yang mustahil. Jadi karyawan juga bisa kaya asal Anda berpikir dengan mindset seperti pengusaha. Itulah hakikatnya "adil" bahwa benefit diberikan sesuai kontribusi. Dan untuk bisa berkontribusi pada perusahaan tempat Anda bekerja maka Anda harus punya skill softskills dan hardskills yang memadai, mental berjuang yang tangguh, rasa memiliki pada tujuan perusahaan dan berkarakter pribadi positif. Jika Anda memaknai pekerjaan secara positif, maka Anda akan bernilai lebih dibanding orang lain. Mulianya buat kita yang beragama, kerja adalah ibadah, karena sebagian besar waktu hidup kita digunakan untuk bekerja demi menafkahi keluarga dan orang orang tercinta yang jadi kewajiban tanggung jawab Anda. Maka bekerjalah dengan penuh rasa cinta, dan bukan karena terpaksa atau seadanya. 

Jangan sia siakan pekerjaan yang Anda miliki hari ini, bersyukurlah dan jalani sebaik baiknya  karena itu berarti Anda sedang diberi kesempatan untuk membuktikan bahwa Anda adalah "the next TOP: Target Offering Person" yaitu orang orang yang pantas dan dituju untuk mendapat penawaran lebih. Berarti Anda orang yang memiliki nilai lebih yang juga harus diberi wewenang lebih juga pantas menerima lebih. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)