Minggu, 15 Agustus 2010

BERPROMOSI DI MEDIA LUAR RUANG

Yang temasuk media luar ruang ini antara lain adalah :
  1. Billboard
  2. Baligho
  3. Umbul-umbul
  4. Spanduk
  5. Papan Nama Perusahaan/Toko (Shopsign)
  6. Balon Udara
  7. Neon Box, dll.
Hal khusus yang perlu diperhatikan saat Anda ingin menggunakan Media luar ruang ini adalah biaya pajak retribusi iklan.  Besarnya pajak iklan ini tiap daerah memiliki kebijaksanaan dan peraturan yang berbeda. Namun biasanya hitungan dasarnya adalah sebagai berikut :

Panjang x Lebar x jangka waktu pemasangan x Rupiah

Jadi pajak iklan yang harus dibayar adalah hasil perkalian dari Panjang dengan Lebar bidang gambar dikalikan dengan jumlah hari pemasangan iklan Anda dikalikan lagi dengan nilai Rupiah yang besarnya sesuai peraturan yang berlaku. Disamping faktor-faktor di atas, biasanya ada peraturan tambahan lagi yang bersangkutan dengan luas bidang minimum dari iklan, faktor pencahayaan (Frontlite atau Backlite), lokasi kelas jalan, dll.

Jadi Anda harus mengeluarkan dua macam biaya yaitu :
  1. Biaya produksi material promosi (termasuk ongkos pemasangan)
  2. Biaya pajak retribusi iklan daerah.
Jika Anda memutuskan untuk menggunakan media luar ruang ini maka pilihlah lokasi yang tepat sesuai sasaran konsumen serta produk Anda. Lokasi-lokasi persimpangan jalan biasanya menjadi incaran utama para pemasang iklan jenis ini. Namun tidak semuanya harus seperti itu. Kadang kala beriklan di dinding luar sebuah pusat pertokoan/Mall juga sangat efektif untuk mereka yang memiliki toko di dalam Mall tersebut. Jadi tidak perlu memasang iklan di persimpangan jalan yang biasanya sangat mahal. Pemasangan iklan di lapangan olah raga juga sangat efektif untuk produk minuman energy, air mineral, suplemen kesehatan dan peralatan olah raga.

Hal penting lainnya dalam merencanakan iklan luar ruang ini adalah jangan menggunakan kata-kata atau kalimat yang terlalu panjang. Karena lokasinya yang berada di tempat-tempat umum, biasanya orang akan membaca iklan ini sambil beraktifitas. Jadi waktu Anda untuk bisa menarik perhatian mereka sangatlah singkat. Supaya pesan dalam iklan Anda efektif maka utamakan untuk menampilkan gambar dan slogan singkat yang mudah diingat.

Minggu, 08 Agustus 2010

STRATEGY PEMBERDAYAAN POTENSI UMKM DAERAH (ANALISA SWOT)

UMKM atau Usaha Kecil Menengah yang didefinisikan sebagai Usaha dengan modal awal bisa dimulai dari Rp. 5.000.000,00 sampai Rp. 50.000.000,00 banyak diyakini oleh pelaku ekonomi dapat menjadi awal dari kebangkitan ekonomi kerakyatan di suatu daerah. UMKM ini menjadi wacana penting yang selalu dibahas jika membicarakan pemberdayaan masyarakat menengah bawah, pembukaan lapangan kerja ataupun peningkatan kesejahteraan rakyat. Tapi bagaimana aplikasinya hingga UMKM dapat menjadi pembangkit ekonomi Indonesia. Jika mengacu kepada strategy SWOT ( Strengths, Weaknesses, Opportunities dan Threats ) , maka berikut bagan analisa terhadap potensi UMKM di Indonesia secara umum

STRENGTHS
·        Penduduk usia produktifnya banyak
·        Tingkat konsumsi tinggi
·        Sumber daya alam melimpah
·        Musim panas ada sepanjang tahun
·        Budaya Kekeluargaan dan gotong royong
·        Warisan budaya yang khas
·        Kemauan untuk bertahan hidup tinggi

WEAKNESSES
  • Mayoritas penduduk Tingkat Pendidikan dan Skill kerja rendah
  • Mental daya juang masyarakat kelas ekonomi bawah kurang gigih
  • Kemampuan modal yang lemah
  • Tidak ada motivator penggerak usaha untuk kalangan menengah bawah
  • Penguasaan Teknologi industri masih rendah
OPPORTUNITIES
  • Masih banyak potensi yang belum dioptimalkan sebagai unsur penggerak mesin perekonomian
  • Banyak negara lain sebetulnya membutuhkan apa yang bisa dijual dari Indonesia jika ketersediaan produknya memenuhi persyaratan
THREATS
  • Banyak negara lain mengincar sebagai investor win – lose oriented di Indonesia untuk mengelola sumber daya alam Indonesia
  • Kebijakan standarisasi mutu internasional dan perdagangan bebas
  • Budaya hedonisme pengaruh dari luar, kerja UMKM kurang bergengsi

STRATEGI SWOT


STRENGTHS
WEAKNESSES
OPPORTUNITIES
     - Memanfaatkan sinar matahari dan angin sebagai sumber energi alternatif utama sepanjang tahun di seluruh Indonesia.
     - Mendayagunakan potensi jumlah penduduk dengan menciptakan unit usaha kecil kecil tapi jumlah total unitnya banyak dan tersebar sampai ke pelosok.
     - Pemda menganalisa potensi khas daerah dan sumber daya yang bisa dikembangkan dalam unit usaha kecil menengah.
    - Meminjam keahlian tenaga tenaga ahli pelaku usaha di seluruh Indonesia
     - Membuat sentra sentra inkubator UMKM yang banyak, potensial dan tersebar di seluruh Indonesia
     - Memberdayakan mahasiswa sebagai pengawas harian di lapangan
     - Pemerintah menerbitkan kebijakan Corporate Social Responsibility untuk perusahaan skala besar dan perusahaan asing


THREATS
    - Memproteksi masuknya pengusaha kuat ke sektor usaha UMKM
    - Pemda membuat kebijakan probisnis UMKM dari segi kemudahan izin
    - Membuat kebijakan usaha sektor hulu supply harus dari UMKM kepada pihak industri
    - Mengedukasi/ kampanye perilaku empati masyarakat menengah atas kepada UMKM
    - Membuat sentra sentra koperasi simpan pinjam, bank pengkreditan rakyat skala maks 5 juta di seluruh Indonesia
·   - Memperkuat jaringan database debitor yang sukses kepada bank untuk nilai pinjaman yang lebih besar
·    - Memberdayakan motivator terkenal untuk membentuk mental daya juang dan skill  pelaku UMKM

SEMANGAT SUKSES

SERVICE EXCELLENT

Dalam hal bisnis jasa seperti misalnya di Inul Vizta Karaoke Keluarga, tidak ada barang / produk yang bisa dibawa pulang untuk dinikmati kemudian seperti halnya menjual produk produk berupa barang. Apa yang dibawa oleh pelanggan adalah kesan selama dia menerima service di Inul Vizta Karaoke Keluarga. Baik dari kesan suasana, fasilitas, cita rasa makanannya, ramah tamah pelayanannya, respon dari permintaan atau keluhan. Bahkan hal hal kecil yang mungkin tidak sengaja ditunjukan waiters/ss outlet seperti wajah yang tidak tersenyum, sikap melayani yang terkesan seadanya mungkin karena hari itu sedang banyak urusan yang membebankan pikiran akan langsung ditangkap sebagai kesan jelek dari Inul Vizta. Kesan yang didapat adalah seketika itu juga dan tidak bisa ditunda oleh pihak manajemen outlet. Manajer Outlet tidak bisa menahan pelanggan untuk tidak kecewa dulu menunggu sampai semua dapat ditangani bila pelanggan saat itu merasa kecewa. Maka perlu ditegaskan pada seluruh pengelola outlet bahwa paling tidak selama masih jam operasional kita melayani pelanggan harus dengan sepenuh hati dan sesuai dengan standard kualitas.

Sifat yang harus ditunjukan dalam pelayanan yang sempurna:
  1. Ramah dan sopan
  2. Sigap / Cepat tanggap
  3. Membantu
  4. Empati & Perhatian
  5. Memberi pilihan / Solusi

Ramah dan sopan termasuk di dalamnya Senyum , Sapa dan Salam, basic attitude di dalam sikap melayani. Lalu harus sigap dalam memberikan respon. Jika ada pelanggan yang terlihat bingung melihat ke berbagai arah, langsung datangi dan tanyakan apa ada yang bisa dibantu. Mungkin pelanggan tersebut sedang mencari lokasi toilet maka bersikaplah membantu: antarkan langsung ke tujuan, jangan hanya menunjukan dengan jari arah toilet tersebut. Jika ada pelanggan komplain dengarkan dengan penuh perhatian apa yang jadi keluhan yang bersangkutan. Perlihatkan rasa empati bahwa kita merasakan kesusahan yang sama jika hal tersebut terjadi kepada kita. Lalu berikan jawaban yang simple dan menenangkan. Jika perlu berikan pilihan kompensasi yang memungkinkan dan bisa diterima agar mereka tetap jadi pelanggan dan tidak pindah ke competitor kita

Terutama yang perlu mendapat perhatian adalah mereka yang berada di garda terdepan ( Floor Operational ) seperti Receptionist, Cashier, Waiter/ waitress yang memang langsung berhadapan dengan pelanggan. Citra outlet selain diwakili oleh fisik gedung dan fasilitas sarana outlet juga sangat ditentukan pelayanan yang diberikan oleh pasukan front liner ini. Karena itu merekrut front liner tidak cukup hanya sekedar cantik/ tampan , tapi tentu saja juga harus smart. Smart artinya punya karakter minimal yang masuk katagori bisa diterima sebagai pelaku front liner. Tampak dari penampilannya, pikirannya, daya tangkapnya, sikapnya, body languangenya, caranya berbicara, sampai nada bicaranya dan kejelasan spellingnya perlu mempunyai score standard yang memenuhi syarat.

Yang harus coba diolah adalah bagaimana membawa membawa konsep pelayanan ini ke arah cara kekeluargaan. Misalnya waiter mulai mengenal nama pelanggan yang loyal dan sering datang, menyapa dengan menyebut namanya dengan sopan,  pelan pelan mengenal makanan favoritnya, pilihan minuman pilihannya, sedikit bercanda dengan anak anaknya yang sering dibawa ke outlet, sekedar bertegur sapa sedikit di luar konteks pelayanan antar pelayan dan tamunya, ingat harus tetap di koridor kesopanan dan kepantasan. Jangan kebabalasan dan pelayan kita menjadi kurang ajar terhadap tamu atau merasa sok akrab. Jika hubungan outlet dengan pelanggannya sudah mencapai tahap keakraban dalam suasana kekeluargaan, maka gaya komplain yang disampaikan bila itu terjadi akan lebih rendah “kadar kekerasan” komplainnya . Pelanggan yang merasa tidak ada hubungan bathin dengan crew outlet , dengan manager outlet pasti akan menyampaikan komplain dengan cara keras dan mungkin tidak akan kompromi sama sekali. Pelanggan yang memiliki ikatan hubungan bathin dengan outlet akan menyampaikan komplain cenderung seperti menegur baik baik seorang kawan dan lebih besar tujuannya seperti memberikan saran ke arah yang menurutnya lebih baik. Kadang komplain ini bisa disampaikan dengan cara bercanda. Mungkin ada juga rasa ikut memiliki dari kastemer tersebut, setidaknya memiliki ikatan pertemanan , persahabatan dengan para karyawan outlet. Itulah kekuatan dari SENSE OF BELONGING ( rasa memiliki ) dari kastemer. Jika tahap tersebut tercapai, itu adalah output dari pencapaian SERVICE EXCELLENT

Memang di penerimaan layanan, tidak pernah ada rasa puas dari pelanggan. Itu adalah hak prerogative pelanggan. Yang menentukan baik tidaknya layanan adalah pelanggan, bukan penyedia jasa. Pelanggan adalah raja. Level kepuasan dari pelanggan juga makin lama semakin tinggi. Biasanya mereka sudah puas di angka 3, beberapa bulan kemudian berharap pelayanan kita sampai di level 5. Nanti lihat di outlet lain lebih bagus lagi, pelanggan berharap menerima service level 7, dst. Apalagi jika tahu dia sedang BERADA DI TEMPAT  TERBAIK DI INDONESIA, pasti service level yang diharapkan juga maksimal. Pada akhirnya semakin tinggi manajemen outlet berusaha memberikan level pelayanan maksimal kepada pelanggan, maka akan lebih tinggi lagi harapan bagi para pelanggan jika mereka datang di sesi berikutnya.  Karena itu setiap outlet hendaknya senantiasa setiap hari untuk terus memperbaiki diri dan teamwork agar output service yang disampaikan dan diterima oleh pelanggan betul betul excellent.
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )


Minggu, 01 Agustus 2010

MEMBER CARD

Dari beberapa pertanyaan yang masuk di email saya merujuk pada satu fokus pertanyaan, bagaimana parameternya cara melihat kinerja sebuah produk jasa semacam entertainment bisa diterima atau tidak di masyarakat selain melihat performance omzet bulanan?
Karena itu saya sampaikan pada kolom TIPS & TRIK ini kesimpulan untuk menjawab seluruh pertanyaan tadi.

Jadikan MEMBER CARD sebagai salah satu parameter

Member Card adalah kartu keanggotaan yang diterbitkan oleh pemilik usaha/ penyedia jasa yang dimiliki oleh pelanggannya.

Kenapa harus menjadi member ?
Karena di bisnis jasa non produk seperti misalnya entertainment, key performance indicator untuk bisa dianalisa selain omzet adalah berapa orang yang sudah pernah menikmati layanan jasa kita. Jika di penjualan product jumlah unit terjual akan berbanding lurus dengan omzet penjualan, barang/ produk banyak terjual berarti omzet tinggi berarti jumlah pembeli juga tinggi karena kemungkinan besar satu orang misalnya hanya membeli satu mobil BMW seri Z, jarang sekali 1 orang membeli mobil yang sama dalam jumlah lebih dari 1 unit pada saat yang sama. Namun tidak demikian halnya dengan bisnis jasa. Bisa jadi omzet tinggi atau cenderung meningkat, ataupun omzet rendah atau cenderung menurun, tapi outlet tidak bisa langsung mengkaitkan omzet dengan jumlah pemakai jasa outlet jika tidak ada catatan sebetulnya berapa orang yang sudah menggunakan jasa outlet.

Di jasa, bisa jadi dengan jumlah pelanggan yang tetap atau bahkan makin turun tapi omzet terlihat stabil atau meningkat karena memang tingkat usage / nominal pembelanjaan setiap pelanggan meningkat pada saat itu. Tapi ada kecenderungan di masa mendatang bisa langsung menurun drastis karena pelanggan mulai mengurangi tingkat pembelanjaan dan frekuensi kunjungannya disebabkan misalnya daya beli mulai menurun atau sudah ada kompetitor yang lebih menarik.  Penurunan signifikan juga pasti terlihat jika outlet membuat program discount. Kenapa bisa menurun drastis, karena outlet ‘terlena’ dengan omzet yang cukup baik selama ini, sedangkan dari berapa jumlah pelanggan omzet tersebut dihasilkan belum terpikirkan waktu itu. Sehingga sebetulnya outlet hanya memiliki pelanggan yang ‘itu itu saja’. Hal ini berbahaya jika terjadi untuk waktu yang cukup lama karena trend bisnis dan ancaman kompetitor terus berjalan. Apalagi jika outlet tidak pintar menjaga loyalitas pelanggannya.

Cara paling dekat untuk melihat berapa sesungguhnya jumlah kastemer yang sudah menggunakan jasa outlet entertainment tsb dan memberikan kontribusi omzet outlet adalah dengan menerbitkan kartu member ( MEMBER CARD ). Paling tidak dari jumlah pemegang MEMBER CARD kita dapat mengambil rata rata belanja setiap pelanggan outlet. Yang terpenting kita mendapat data kira kira 30% jumlah pelanggan loyal yang juga MEMBER CARD HOLDER yang memberi kontribusi 70% omzet Outlet.

Memang tidak semua pelanggan outlet menunjukkan Member Card atau memiliki Member Card. Tapi dengan mendata pertumbuhan member card , maka outlet dapat mendeteksi seberapa besar minat pasar terhadap usaha outlet. Yang ideal adalah jumlah member Outlet dari bulan ke bulan terus meningkat dan tentunya akan memberikan kontribusi relevan terhadap kenaikan Omzet outlet.
Sebagai warningjika jumlah pertumbuhan member card berbanding terbalik dengan pertumbuhan Omzet, maka pasti ada yang salah dalam fungsi service dan sales outlet.
Member juga memudahkan outlet membuat program customer loyalty sehingga member akan terikat secara bathin dengan Outlet dan menjadi loyal serta cukup tahan terhadap pengaruh ajakan pindah dari kompetitor.
Berikut beberapa contoh program/ fasilitas yang bisa diimplementasikan pada MEMBER CARD usaha Anda:
- Tentunya dari data yang didapat pada saat membuat Member Card diketahui data tanggal lahir, telp dan alamat member. Berilah kesan mendalam kepada member untuk memberi ucapan Selamat Ulang Tahun kepada member Anda baik melaui telepon ataupun surat ucapan yang indah. Sentuhan pribadi yang mengesankan.
- Secara sederhana keuntungannya adalah dengan menunjukan Member Card, maka otomatis mendapatkan discount istimewa di outlet Anda, dibandingkan dengan pembeli yang belum memiliki member card
- Member Card outlet bisa juga digunakan untuk mendapatkan discount di beberapa merchant partner lainnya yang berkerja sama dengan outlet Anda, untuk memberikan privilege discount kepada member dan sebagai “added value” Member Card outlet Anda
- Dengan dukungan IT system, pertimbangkan untuk menggunakan chip di Member Card dengan program isi saldo/ biasanya dari jenis prepaid card: Member card berfungsi sekaligus prepaid card dimana saldo akan berkurang otomatis setap kali digunakan. Untuk dapat selalu menggunakan Member Card system Prepaid Card ini maka isi saldo harus senantiasa diisi dalam jumlah ideal sesuai kebiasaan pemakaian
- Jika outlet Anda memiliki atau tergabung dalam jaringan di beberapa kota dengan brand yang sama, maka setiap pemegang kartu bisa menggunakan member card dengan segala fasilitasnya berlaku sama dan seragam di seluruh outlet brand yang sama

Tapi jangan juga demi mencapai target tinggi segera dalam pencapaian member card akhirnya jadi jor – joran. Jika segmen pasar Anda harus berada di segmen B, B+ sampai A, memberi Member Card secara gratis kepada semua orang tanpa diseleksi dan dimana saja juga bukan cara meningkatkan member card yang bijaksana. Jika 70% pemegang member card adalah golongan transaksi pasif, maka akan menyulitkan manajemen Anda sendiri dalam merancang program program loyalty yang diimplementasi berdasarkan member card karena tidak didukung oleh daya beli atau life style yang cukup dari mayoritas para member Anda. Artinya profile customer Anda tidak jelas ingin ditarget di segmen mana. Maka bagi Anda pengusaha jasa semacam entertainment, tingkatkanlah jumlah Member Card Anda secara bijaksana
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )