Sabtu, 08 November 2014

SUDAH MAKSIMALKAH USAHA DAN BERPIKIR ANDA?

Banyak diantara kita yang sedang berkarir bekerja jadi karyawan atau berusaha mandiri, merasa bahwa setiap harinya saya sudah sangat sibuk, datang dari pagi kerja pontang panting dan sore malam baru pulang, menyelesaikan banyak macam pekerjaan, kontak dan kordinasi dengan banyak orang dan sebagainya dan sebagainya. Lalu jika atasan atau ada orang yang komplain dengan hasil kinerja atau progress kerja Anda, maka Anda akan sangat marah setengah mati, merasa sangat tidak dihargai dan merasa mendapat perlakuan yang tidak adil. Mengapa begitu? Pertanyaannya: Sudah maksimal dan efektifkan apa yang selama ini Anda kerjakan? Sibuk sangat berbeda dengan prestasi.
Sibuk kesana sini,kerjakan ini itu, jalan keluar kantor seharian ketemu si A sampai si E, ketik banyak laporan dan buat banyak presentasi, tapi jika tidak ada hasil yang memberikan kontribusi kepada perusahaan, kepada mitra, kepada tujuan department, kepada bisnis, maka sibuk hanyalah sibuk belaka,Anda kurang menganalisa apakah yang selama ini Anda sibukan memberi progress pada pencapaian prestasi Anda. Anda tidak berpikir bagaimana harus mencari opsi opsi dan cara untuk mencapai hasil bahkan melebihi tujuan. Anda belum berpikir dengan lebih cerdas bagaimana Anda bisa mencapai tujuan ersebut dengan biaya yg lebih rendah tapi cara kerja yang lebih efektif.
Anda harus memiliki mindset bahwa cara yang Anda lakukan harus lebih baik, lebih efesien, lebih efektif daripada yang orang lain lakukan dan hasil pencapaiannya lebih memberi image bernilai tambah pada image diri Anda sendiri. Anda adalah manusia diatas rata rata dan semua orang akan butuh Anda.Maka gunakan otak Anda. Semua orang punya otak untuk berpikir, tapi tidak semua tahu cara berpikir dan menggunakan pikirannya secara cerdas. Jadi sepertinya setiap hari hanya rutin itu itu lagi yang Anda kerjakan sementara orang lain terus menilai Anda hanya buang buang waktu saja.
Bagaimana cara Anda berpikir, menganalisa situasi, memberikan respond, mengatur strategi, memanage sumber daya dan melaksanakannya itulah yang akan membedakan hasil kinerja Anda dibanding orang lain. Pada akhirnya yang menilai hasilnya adalah orang lain, atasan Anda, mitra Anda, bahkan bawahan Anda. Pada akhirnya orang akan menilai hasilnya, bukan prosesnya. Karena dalam dunia profesional bagi pengambil keputusan, proses baru akan diamati, ditiru dan dijadikan bahan masukan oleh orang lain jika pada akhirnya memberikan hasil yang luar biasa.
Jika selama ini Anda merasa terus saja dikritik oleh pimpinan Anda, sering diminta mengundurkan diri dari perusahaan tempat bekerja, atau diputus kontrak oleh mitra bisnis, dan kurang memiliki wibawa di mata bawahan, maka coba analisa kesibukan kerja Anda. Bacalah dan nilailah diri Anda sendiri, apakah Anda hanya sibuk sendiri sekedar menghabiskan jam kerja sehari hari agar terlihat sibuk bekerja atau sudah bekerja dengan terarah dan berpikir pada fokus poin poin yang berorientasi kepada hasil. Parameter mudahnya biasanya mereka yang bekerja dengan cerdas dan berorientasi hasil yang lebih baik dari waktu ke waktu secara karir dan penghasilan akan lebih cepat meningkat dibanding orang lain yang sekedar sibuk saja.
Penulis juga terus merasa belum sepenuhnya memaksimalkan fungsi otak untuk berpikir. Selalu ada orang lain yang lebih baik , lebih sukses bahkan jauh lebih baik dari kita. Mereka bisa kita jadikan contoh. Amati caranya, tiru apa yang dikerjakannya dan beri nilai tambah. Coba analisa posisi Anda beberapa tahun terakhir ini dibanding rekan rekan Anda sekantor misalnya. Jangan terus menerus pada posisi kalah dari orang lain atau kawan Anda. Tahun depan ini Anda harus lebih baik dari tahun ini.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)