Sabtu, 15 Desember 2012

MOTIVASI DIRI ANDA

Kenapa ada sebagian kecil orang terlihat selalu bersemangat, lincah bergerak, bicaranya cepat dan bernas, matanya berbinar binar, seperti tidak ada cape capenya kesana kemari dan sukses hidupnya. Sementara lebih banyak lagi orang lainnya yang terlihat loyo, tidak semangat, banyak tidur,  banyak mengeluh, wajahnya selalu kusut, duduknya saja melorot. Sudah pasti hidup sebagian orang ini juga susah, sesuai apa yang sering dikeluhkannya..

Anda adalah seperti apa yang Anda pikirkan. Karena itu berpikirlah besar dan bercita cita tinggi. Tuliskan apa yang ingin Anda capai dalam hidup dan tempel di cermin dimana setiap selesai mandi Anda berkaca. Tidak apa menuliskan pencapaian dalam bentuk benda/barang mewah seperti punya mercedes benz di usia 30 tahun, atau jam tangan Rolex di usia 25 tahun, tujuan tertentu seperti punya perusahaan sendiri di usia 40 tahun, naik haji di usia 40 tahun, dan lain sebagainya. Kalau perlu ucapkan keras keras dengan semangat setiap membaca tulisan Anda.  Pandanglah ke arah mata Anda sendiri di cermin bahwa Anda akan bertekad mencapai tujuan tsb sesuai target waktu. 

Pantaskan penampilan diri Anda dengan semangat yang sedang dibakar dalam hati Anda. Berdandan yang prima, pakai gel  rambut dan parfum, kenakan busana yang smart style dari kemeja sampai sepatu, berpenampilan layak akan sangat membantu mendorong rasa percaya diri Anda dan sebagai standard dari sikap Anda seharian itu.. Sikap dan gestur Anda sehari itu akan dipaksa untuk menyesuaikan diri dengan penampilan Anda, atau akan malu sendiri dengan glamor busana yang Anda kenakan. "Jaga image" istilah anak muda masa kini.  Busana sudah pantas dan berkelas tidak pantas kalau jalannya loyo, wajah kusut dan duduk melorot. Cerahkan air muka, tegapkan badan, dan tampilkan gestur semangat, itu baru hebat.. 

.Anda perlu memotivasi diri sendiri sebelum Anda meminta orang lain membantu memotivasi Anda. Tapi bergaul dengan orang orang positif akan sangat membantu pembentukan mental dan karakter Anda. Sebaliknya bergaul dengan mereka yang bermental lemah, negatif dan banyak mengeluh juga akan menjerumuskan Anda. Jangan lupa, manusia lebih merasa nyaman dalam lingkungan yang menawarkan kesenangan sesaat sampai akhirnya larut terlena dan tanpa sadar sudah terlalu terlambat untuk bangkit memperbaiki diri. Kesenangan awal seringkali adalah godaan dan tipu daya dunia belaka. Bertanggung jawablah untuk hidup Anda sendiri. Maka hati hati dalam memilih kawan dan menempatkan lingkungan dimana Anda akan bergaul dan beraktifitas sehari hari.  

Juga penting mengkaitkan usaha kerja keras Anda pada seseorang yang sangat punya arti dalam kehidupan Anda. Misalnya kalau perjuangan seorang  anak ditujukan untuk kebahagiaan orang tua, kalau perjuangan seorang kepala keluarga ditujukan untuk kebahagiaan anak istri. Seseorang yang berjuang untuk seorang yang dicintainya, akan memiliki motivasi besar agar tidak ada kegagalan dari apa yang sedang diusahakannya. Dia akan berusaha keras untuk bagaimana bisa berhasil dan memberikan yang terbaik kepada orang yang dicintainya.

Demikianlah tips sederhana bagaimana membangkitkan motivasi pada diri Anda agar selalu dalam kondisi mental kuat dan positif. Anda perlu jangkar untuk mengaitkan mindset dan niat agar motivasi dalam diri anda bisa terus dibangun dan tumbuh menjadi kebiasaan dan karakter positif. 
Selamat menyambut Tahun Baru 2013, tetaplah memotivasi diri Anda dan jadilah sukses dalam setiap langkah hidup Anda di tahun 2013. Amin Ya Rabbal Alamin


Semangat Sukses (Mirza A. Muthi)

Sabtu, 08 Desember 2012

LUKA YANG BERBEKAS

Teman-teman, sebagai penutup tahun 2012, saya akan berbagi cerita untuk Flash back terhadap apa yang telah kita lakukan selama setahun ini. Mudah-mudahan cerita ini bisa menjadi Perenungan di akhir tahun dan bisa menjadi inspirasi untuk kebaikan kita di tahun yang akan datang.

Saya pernah diceritakan Sebuah kisah sebagai berikut : 

Pernah ada anak seorang lelaki dengan banyak sekali watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham / bermasalah dengan orang lain.

Di hari pertama dia memaku 37 batang di pagar, dan itu merupakan jumlah masalah yang dia perbuat terhadap orang lain pada hari tersebut. Dia malu karena ternyata hari itu dia membuat banyak masalah. Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.

Lama kelamaan Dia merasakan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar yang berkayu keras tersebut. Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang pakupun selama seharian. Dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dimana dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.

Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:

”Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang engkau buat di pagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.

Kau bisa saja menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya akan tertinggal.

Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik. Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Tunjukkanlah kepada teman-temanmu betapa kau menyukai mereka." 

Demikianlah sebuah cerita yang bisa kita sampaikan kepada orang-orang yang kita cintai ....... Semoga bermanfaat.


Semangat Sukses
Purwanto



Sabtu, 10 November 2012

MEDIDIK ANAK MENGERTI TENTANG UANG

Sebentar lagi Liburan sekolah natal dan akhir tahun? coba ajak anak Anda berlibur sambil diskusi masalah uang dan bisnis. Anak perlu tahu uang dari cara mencarinya, bukan hanya membelanjakannya 

Anak adlh asset keluarga Anda. Mendidiknya "mengerti cara cari dan buat uang" akan membekali mrk lbh menghargai uang dan penting buat hidup mereka. Uang memang bukan tujuan hidup, hanya alat. Tapi mencari dan mengusahakan uang wajib karena semua aspek bertahan hidup di dunia dinilai dari uang, baik saat ini walaupun nanti zaman anak Anda sudah dewasa dan harus bisa menghasilkan uang sendiri. . 

Karena itu Anak sejak dini perlu tahu memposisikan uang. Bukan cari uang, tapi cari kehiidupan. Dengan uang hidup mereka bisa "lbh hidup dan bernilaii". Uang untuk memberi nilai pada hidup. Maka mulai cara mencarinya harus halal dan baik. Digunakannya untuk hal yang produktif dan ibadah. Bisa mengangkat nilai hidup

Hal hal yang bisa dilakukan pada anak Anda bisa berawal dari mengajak mereka melihat kehidupan nyata, bahwa kenyataannya hidup tidak selalu berada dalam situasi seperti yang mereka alami sekarang. Orang tua mampu, mau beli apa saja bisa saat itu juga, semua tinggal minta. Ajak melihat pinggiran kota, mengunjungi rumah rumah kumuh pinggir sungai. Ajak mereka mengunjungi rumah yatim piatu, dan anak anak dari keluarga tidak mampu lain. Dari sana jelaskan bahwa dunia tidak selamanya bisa indah. Bahwa anak anak harus bersyukur hidup dalam kondisi senang dan cukup saat ini, sementara banyak anak anak dan keluarga lain kurang beruntung. Karena itu pelajarannya bahwa pada saat dewasa nanti harus pintar mencari uang sendiri dan jangan lupa membantu sesama, agar pintu rejeki selalu terbuka dan mudah mencari rejeki. 

Lalu jangan biasakan anak anak gampang meminta dan gampang diberi. Bahkan dari uang saku yang mereka terima itupun harus mereka kelola. Artinya mereka harus bisa menabung, mengumpulkan sejumlah uang jika ingin membeli sesuatu keinginan yang cukup besar diluar event spesial. Misalnya Anda sebagai orang tua sepakat hanya kasih hadiah barang barang besar kepada anak saat ulang tahun saja. Jika diluar waktu itu dan bukan barang barang terkait kebutuhan sekolah mereka akan meminta barang besar tertentu maka mereka harus menabung dari uang saku yang mereka terima dan membeli sendiri. Jadi kita mendidik agar mereka tahu tidak semua bisa instant dimiliki tanpa usaha.

Anda punya usaha kecil di rumah? Ini harus anda manfaatkan untuk mengedukasi anak tentang kerja. Berikan porsi kerja kecil kepada anak Anda, yang sekiranya aman dan tidak memberatkan jika anak Anda membantunya. Misalnya jika Anda membuat panganan snack, buat kemasan kecil kecil dan minta anak Anda bawa ke sekolahnya dan jual beberapa bungkus kecil ke kawan kawannya. Begitu dapat uang Anda harus kasih sebagiannya sebagai fee dan katakan inilah cara orang dewasa dapat uang dari jual beli. Jadi anak Anda mendapat gambaran langsung. Kalau anak Anda pintar dan berminat di bidang penjualan, maka hasil penjualannya akan naik dari hari ke hari. Progress yang menyenangkan bagi Anda dan positif bagi anak Anda..

Mengenai menyimpan uang, Anda bisa gunakan nama dan identitas Anda untuk membuka rekening bank dan minta kartu ATM. Serahkan sepenuhnya buku tabungan dan kartu ATM tsb pada anak Anda. Ajarkan anak Anda cara menyetor uang di kantor kas bank.. Sepanjang bukan transaksi tarik uang yang butuh ttd Anda sebagai pemilik rekening maka hal tsb bisa dilakukan anak Anda. Jangan lupa berikan no PIN ATM sesuai nomor yang disukai anak Anda. Biarkan mereka mengelola sendiri "kekayaannya" dan lihat bu rekening tsb sebulan sekali. Dari progress kesehatan buku tabungannya, Anda bisa memberi saran dan input apa yang harus dilakukannya jika ingin buku rekeningnya sehat.

Salah mengarahkan anak Anda tentang uang, maka anak akan salah memperlakukan uang dalam seluruh hidupnya. Orang tua bertanggung jawab untuk hal ini. Karena itu liburan sekolah nanti adalah saat yang tepat sebagai orangtua ajarkan cara pandang lebih positif dan produktif tentang uang. Cara cari, mengembangkan jumlah uang dan cara menggunakannya..

SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Sabtu, 13 Oktober 2012

KONSEP KERJA

Manusia adalah makhluk Tuhan paling tinggi derajatnya. Ada binatang, tumbuhan, bahkan bakteri yg sama sama hidup di bumi. Tapi manusia yang dibekali instrument/fitur hidup yang paling lengkap. Ada akal, budi, mental, karakter, otak kanan, otak kiri, kemampuan belajar, beradaptasi, analisa dan mencari solusi, kemampuan memperbaiki diri sendiri dan merekayasa lingkungan sekitar agar kondusif sesuai kebutuhan yang diinginkan. 

Tumbuhan dan hewan hanya mengikuti alam secara naluri. Orientasinya menyesuaikan dan bukan merekayasa. Oleh sebab itu kenapa manusia yang menjadi khalifah di bumi, bukan hewan atau tumbuhan. Dengan kemampuan ini, manusia bisa mendamaikan bumi atau bahkan merusak bumi dan makhluk lain.

Kembali dalam skala kecil setiap diri manusia, dalam melaksanakan kehidupannya di bumi. Untuk bisa bertahan hidup di dunia, manusia sendiri perlu survive. Bertahan hidup dengan memiliki penghasilan karena secara umum dimanapun di "dunia manusia" ini, uang menjadi alat hidup yang paling dicari manusia. Cara mencari uang yang paling dasar yang dilakukan semua umat manusia adalah "bekerja". Lalu konsep bekerja yang paling dasar adalah "manusia yang membutuhkan uang, bekerja kepada manusia lain yang bisa memberinya uang", atau biasa disebut menjadi karyawan.

Jujur saja pada diri sendiri,apa saat ini Anda sudah bahagia dengan rutinitas kerja? Puas dengan hasilnya?kenapa serahkan nasib Anda pada pihak lain?

1/jika Anda sadari berapa banyak waktu yang telah berlalu tanpa memberi makna pada nilai hidup Anda,rasanya sayang sekali karena waktu tidak kembali

2/tidak ada yang salah jika Anda jadi pegawai. Tapi Anda harus mendapatkan manfaat bagi diri sendiri selama berkarir jadi karyawan, menambah nilai

3/kadang kita berencana jadi pegawai dulu  untuk membuat persiapan menjadi pengusaha. Mencari pengalaman, tingkatkan skill dan membina mental

4/agar jika sudah waktunya persiapan dirasa cukup, maka bisa pindah kuadran menjadi pengusaha mandiri. Secara teori memang bisa diaplikasi

5/tapi tidak semua suasana dan situasi kerja di perusahaan mendukung utk membangun mental entrepreneur dengan adanya budaya kerja negatif

6/bergabung dalam sebuah kelompok kerja di perusahaan dengan banyak orang,kadang kita terbawa suasana dan situasi yang dominan. Itu alamiah

7/yang bahaya jika budaya kerja negatif yang lebih dominan berkembang disana, bukan mental dan karakter kuat yg kita dapat, tapi malah makin melempem

8/bukan membentuk Anda jadi pribadi yang unggul, kompetitif dan berkarakter karena justru Anda tercemar mental dan karakter negatif.  

9/Apalagi jika Anda sudah jadi karyawan selama bertahun tahun, sehingga tidak Anda rasakan akhirnya di pikiran bawah sadar merubah diri Anda

10/membentuk karakter dan mental Anda jadi kurang kondusif lagi dan membuat distorsi dari misi awal bekerja untuk membangun persiapan

11/jika ingin menjadi pengusaha,sudah jadi karyawan lama akhirnya menjadi malah semakin takut memulai action jadi pengusaha

12/Sebagaimana di hampir semua perusahaan yg kita rasakan sebagai karyawan, pasti ada budaya kerja karyawan yang umum terjadi di perusahaan 

13/seperti budaya karyawan lebih suka mengeluh tentang tugas kerja, terlalu banyak menuntut, padahal belum memberikan kontribusi apa apa kepada perusahaan 

14/bukan seorang team player karena selalu ingin dimudahkan untuk urusan diri sendiri dan memberi beban lebih ke rekan kerja lain. Egois 
.
15/Padahal selama ini kita baru kerja seenaknya, yang penting "dilihat bekerja". Sekedar sibuk, tapi tidak memberi nilai tambah pada hasil pekerjaan. 

16/Kalau perlu biar tetap dinilai bekerja sesuai target sampai berani me-manipulasi data data prestasi kerja.Otak jadi dilatih untuk curang 

17/dan kalau sekali dua kali berhasil, maka jadi terbiasa mencurangi perusahaan. Bahkan di kantor cuma menghabiskan waktu kerja untuk internet

18/Kebiasaan kerja dengan tidak sempurna karena merasa rugi kalau memberikan yg terbaik buat perusahaan. Tidak memiliki inisiatif untuk kreatif 

19/dan sering menunda memulai pekerjaan, tidak disiplin dalam waktu kerja. Datang paling akhir dan pulang kantor paling cepat tanpa hasil optimal. 

20/Jelas sikap seperti itu seperti tidak ada "rasa memiliki" , tanggung jawab dan daya juang. Padahal entrepreneur butuh sikap mental ini 
.
21/Yang dipikirkan bagaimana supaya saya tidak dirugikan perusahaan, bukan pada bagaimana supaya perusahaan tidak rugi.
Seperti jual beli

22/Masalah mental juga sangat mempengaruhi karakter seseorang. Mental yang negatif, tidak antusias, bermalas malasan

23/kadang malah memprovokasi rekan kerja lain untuk berpihak meng-komplain kepada kebijakan perusahaan. Alasan solidaritas

24/Banyak karyawan yg bekerja dgn standar mutu kerja yg rendah, seadanya, menggampangkan pekerjaan, kurang memberi arti pada kerja team

25/merasa paling pintar,paling memberi kontribusi dan paling berarti dalam sebuah team,tidak menerima kritik dan susah menerima arahan.

26/Jika tanpa antusias dan inisiatif, maka bertahun tahun bekerja Anda hanya akan terjebak dalam rutinitas. Dan itu untuk waktu tahunan

27/Pergi pagi pulang petang tidak ada penambahan nilai positif  pada hasil pekerjaan maupun peningkatan nilai pada diri sendiri. 

28/Senang pada kenyamanan kerja yang tenang tenang saja, kadang kalau ada rotasi tugas atau diberi tantangan di Divisi lain maka malah panik

29/Itu sebabnya jika seseorang sdh terlanjur nyaman bekerja menjadi karyawan dan sudah terlalu lama sehingga mental dan karakter terbentuk 

30/yang terbentuk secara tidak disadari mengambil banyak nilai nilai negatif dari budaya kerja perusahaan, karena terbiasa itu kontraproduktif

31/maka akan susah bagi orang tersebut untuk pindah kuadran menjadi pengusaha. Ketakutannya nanti memasuki situasi fase pengusaha 

32/ketakutan setelah fase karyawan akan jauh lebih besar dibanding cita cita dulu saat memulai entrepenuer dan menjadikan karyawan sebagai awal proses. 

33/Situasi berusaha mandiri diyakini akan berbeda jauh dari saat masih menjadi karyawan, bayangan ketidak pastian pendapatan bulanan, 

34/ketakutan nanti jadi pengusaha sudah tidak bisa kerja santai lagi seperti saat jadi karyawan, bukan terima gaji malah harus memberi gaji karyawannya 

35/dll sangat membelenggu mental dan menjauhkan niat membuka usaha sendiri dari action. Semakin takut dan semakin menunda. Umur makin tua

36/Padahal Action adalah turning poin berubah dari fase karyawan menjadi pengusaha mandiri. Memulai dulu,baru bs mulai berubah pelan pelan

37/Jadi hati hati dengan budaya kerja sebuah perusahaan, jika Anda tahu ada budaya kerja yg tidak positif maka jangan larut didalamnya

38/karena budaya kerja dibentuk oleh dominan karakter dan mental pimpinan dan karyawan di perusahaan tsb. Agak susah untuk tidak ikut larut

39/Jika didominasi oleh pimpinan dan teamwork karyawan yang kondusif,antusias, result oriented, teamwork dan pembelajar, 
itu sgt bagus

40/maka akan membentuk Anda menjadi pribadi yang siap lepas landas,cukup persiapan,cukup pengalaman untuk pindah ke tahap calon pengusaha

41/Anda betul betul belajar di perusahaan dan ambil manfaat yang Anda pegang sebagai nilai penting untuk persiapan ke tahap jadi seorang entrepreneur

42/Tapi jika Anda lama kerja di perusahaan dengan ritme kerja biasa saja, yang tidak punya bobot progress pada nilai yang memberi manfaat bagi diri Anda, 

43/sebagian besar karyawannya menganut budaya kerja negatif, maka Anda akan makin jauh dari realisasi niat berubah status menjadi pengusaha. 

44/Pertimbangkan dengan baik karena waktu yang sudah terlewati tidak bisa kita putar ulang lagi,dan yang penting apa yang kita lakukan akan membekas 

45/Dan tentu saja, selama Anda nyaman menjadi karyawan belasan bahkan puluhan tahun tentu saja membuat umur Anda menjadi lebih tua. 

46/Pada saat sudah terlalu tua maka memulai profesi menjadi pengusaha akan sangat susah. Sangat susah menerima kemungkinan resiko 

47/pada saat sudah banyak tanggungan keluarga, sementara fisik dan kesehatan sudah dirasakan makin menurun. Sudah maklum. . 

48/Selanjutnya saran saya, jika harus berkarir awal menjadi karyawan maka masuklah pada perusahaan dengan ritme kerja yang kompetitif, 

49/suasana kerja yang kondusif, bangun nilai nilai tambah positif dan cukup kerja 5 tahun saja. Setelah itu pindah kuadran jadi pengusaha. 

50/hidup adalah mengenai pilihan. Maka perlu hindari terkontaminasi hal2 yang kontraproduktif agar tetap berani memilih yang berisiko tapi untuk maju

Demikian sedikit brainstorming untuk konsep kerja. Mudah mudahan bisa membawa pencerahan bagi Anda dan fit in dengan apa yang sedang Anda rasakan dan lakukan saat ini. SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Sabtu, 06 Oktober 2012

8 PRINSIP PENGUSAHA YANG BERJIWA SPIRITUAL

8prinsip pengusaha adalah pilar-pilar yang harus kukuh kita pegang untuk menjadi spiritual entrepreneur. 8prinsip tersebut di-ekstrak oleh Ust @Yusuf_Mansur dari QS Ali Imran ayat 14-17. 8prinsip itu membentuk mozaik postur pengusaha yang selalu diliputi pertolongan Sang Pemilik Modal Utama.

Prinsip 1 Aamanna, YAKIN hanya ALLAH yg berkehendak. Inilah titik zero yg justru jadi pelipat ganda kekuatan.

Prinsip 2 faghfirlana, Minta ampunan Allah SWT atas dosa masa lalu yg kerap menghalangi pertolonganNya.

Prinsip 3 Waqina ‘adzabannaar, Jaga diri dari neraka. Inilah prinsip yg membangun komitmen selalu bersih.

Jika prinsip 1 adalah “pondasi”, prinsip 2 & 3 adalah “pembersihan” atas segala penghalang pertolonganNya.

Prinsip 4 Ash-Shobiriina. SABAR. Baik dalam amaliyah, menahan diri dari maksiat atau ketika mengelola nafsu.

Prinsip 5 Ash-Shodiqiina. Lurus dan jujur selalu baik hati, pikiran maupun tindakan.

Prinsip 6 Al-Qonitiina. TAAT selalu. Perintah Allah adalah prioritas di atas segala aktivitas.

Ketika prinsip 2 & 3 telah membersihkan diri kita, prinsip 4, 5 & 6 menjadi pagar penjagaan.

Dua prinsip berikutnya adalah roket pendorong untuk bergerak lebih cepat menuju quantum changing.

Prinsip 7 Al-Munfiqiina, menafkahkan harta di jalan Allah. Baik lapang maupun sempit.

Prinsip 8, mustaghfiriina bil ashhaar, beristighfar di waktu sahur, berdiri hidupkan malam dg tahajud.

Prinsip 7 & 8 adalah tradisi para kekasih Allah, prinsip yg akan jadi “pesawat jet” bagi para pengusaha.

Demikian tentang 8prinsip pengusaha, semoga bermanfaat:)

Sumber :   www.yusufmansur.com/8-prinsip-pengusaha/

Sabtu, 08 September 2012

BUDAYA KERJA NEGATIF

Saya banyak menerima pertanyaan dari eks karyawan yang sudah bekerja 10-15 tahun yang ingin menjadi pengusaha, malah menjadi jadi ketakutan untuk memulainya. Saya coba memberi gambaran sebagai berikut.

Kebanyakan dari kita jika sudah lulus kuliah lalu memasuki tahap bekerja sebagai karyawan. Sebagaimana karyawan disebuah perusahaan, dimana memiliki pimpinan, memiliki rekan kerja, relasi perusahaan atau jika bekerja di level spv atau manager sudah memiliki beberapa staff/anak buah. Pasti juga diberi target kerja dan lingkup tugas kerja rutin. Tidak apa apa jika Anda memulai karir jadi karyawan, terima kesempatan ini dan tetap lakukan yang terbaik. Jadikan tahapan menjadi karyawan adalah langkah pertama setelah lulus kuliah untuk belajar mencari pengalaman, membina mental dan membangun karakter untuk persiapan Anda menjadi pengusaha. Tapi tentukan target waktu bahwa jika Anda sudah sekian tahun bekerja dan Anda anggap persiapan sudah cukup, maka Anda akan pindah menjadi pengusaha.. 

Tapi jangan salah, kadang dalam tahapan kita sebagai karyawan di ujung akhirnya bukan jadi membentuk Anda menjadi pribadi yang unggul, kompetitif dan berkarakter karena justru Anda tercemar oleh budaya kerja perusahaan yang negatif.  Apalagi jika Anda sudah jadi karyawan selama bertahun tahun, sehingga sedemikian rupa tidak Anda rasakan akhirnya di pikiran bawah sadar membentuk karakter dan mental Anda menjadi kurang kondusif lagi dan membuat distorsi dari misi awal bekerja untuk membangun pondasi persiapan jika ingin menjadi pengusaha, menjadi malah semakin takut memulai action jadi pengusaha..

Sebagaimana di hampir semua perusahaan yang kita rasakan sebagai karyawan, pasti ada budaya kerja karyawan yang umum terjadi di perusahaan tempat bekerja, seperti budaya karyawan lebih suka mengeluh mengenai tugas kerja, terlalu banyak menuntut gaji, bonus, padahal belum memberikan kontribusi apa apa kepada perusahaan, bukan seorang team player karena selalu ingin dimudahkan untuk urusan diri sendiri dan memberi beban lebih ke rekan kerja lain. Egois namanya
.
Padahal selama ini kita baru kerja seenaknya, yang penting "dilihat bekerja". Sekedar pergi pagi pulang petang, tapi tidak memberi nilai tambah pada hasil pekerjaan. Kalau perlu biar tetap dinilai bekerja sesuai target sampai berani me-manipulasi data data prestasi kerja.. Otak jadi dilatih untuk curang dan kalau sekali dua kali berhasil, maka jadi terbiasa mencurangi perusahaan. Bahkan di kantor cuma menghabiskan waktu kerja untuk berinternet hal hal yang tidak terkait tugas kerja dengan memakai fasilitas perusahaan.

Kebiasaan kerja dengan tidak sempurna karena merasa rugi kalau memberikan yang terbaik buat perusahaan dan sering suka menunda-nunda memulai pekerjaan, tidak disiplin dalam waktu kerja misalnya datang paling akhir dan pulang kantor paling cepat tanpa hasil optimal. Jelas sikap spt itu seperti tidak ada "rasa memiliki" , tanggung jawab dan daya juang
.
Hanya bekerja berdasarkan perintah atasan dan susah diminta bantuan mengerjakan tugas tambahan karena merasa bukan tugas dan tanggung jawabnya. Tidak memiliki inisiatif untuk kreatif dengan menganalisa masalah dan mencari solusi demi kebaikan perusahaan. Yang Anda kerjakan dengan yang sudah orang lain sebelumnya pernah kerjakan sama saja, tidak ada nilai tambahnya.. Yang dipikirkan bagaimana supaya saya tidak dirugikan perusahaan, bukan pada bagaimana supaya perusahaan tidak rugi.
  
Masalah mental juga sangat mempengaruhi karakter seseorang. Mental yang negatif, tidak antusias, kadang malah memprovokasi rekan kerja lain untuk berpihak meng-komplain kepada kebijakan perusahaan. Banyak karyawan yang bekerja dengan standar mutu kerja yang rendah, seadanya, terlalu menggampangkan pekerjaan, kurang memberi arti pada kerja team, merasa paling pintar,paling memberi kontribusi dan paling berarti dalam sebuah team..

Jika tanpa antusias dan inisiatif, maka bertahun tahun bekerja Anda hanya akan terjebak dalam rutinitas. Pergi pagi pulang petang tidak ada penambahan nilai positif  pada hasil pekerjaan maupun peningkatan nilai pada diri sendiri. Senang pada kenyamanan kerja yang tenang tenang saja, kadang kalau ada rotasi tugas atau diberi tantangan di Divisi lain maka malah panik, seperti terbebani karena harus mulai kerja lagi dari awal. .

Itu sebabnya jika seseorang sudah terlanjur nyaman bekerja menjadi karyawan dan sudah terlalu lama sehingga mental dan karakter yang terbentuk secara tidak disadari mengambil banyak nilai nilai negatif dari budaya kerja perusahaan, maka akan susah bagi orang tersebut untuk pindah kuadran menjadi pengusaha. Ketakutannya nanti memasuki situasi pengusaha akan jauh lebih besar dibanding jika memulai entrepenuer di saat awal berkarir. 

Situasi berusaha mandiri diyakini akan berbeda jauh dari saat masih menjadi karyawan, bayangan ketidak pastian pendapatan bulanan, ketakutan nanti jadi pengusaha sudah tidak bisa kerja santai lagi seperti saat jadi karyawan, bukan terima gaji malah harus memberi gaji pada karyawannya, dll sangat membelenggu mental dan menjauhkan niat membuka usaha sendiri dari action. Padahal Action adalah turning poin berubah dari karyawan menjadi pengusaha mandiri.

Jadi hati hati dengan budaya kerja sebuah perusahaan, karena budaya kerja perusahaan dibentuk oleh dominan karakter dan mental pimpinan dan karyawan di perusahaan tsb. Jika didominasi oleh pimpinan dan teamwork karyawan yang kondusif,antusias,result oriented, teamwork dan pembelajar, maka akan membentuk Anda menjadi pribadi yang siap lepas landas,cukup persiapan untuk pindah ke tahap calon pengusaha
Anda betul betul belajar di perusahaan dan mengambil manfaat yang Anda pegang sebagai nilai nilai penting untuk persiapan ke tahap menjadi seorang entrepreneur. 

Tapi jika Anda lama bekerja di perusahaan dengan ritme kerja biasa biasa saja, yang tidak punya bobot progress pada nilai nilai yang memberi manfaat bagi diri Anda, sebagian besar karyawannya menganut budaya kerja negatif, maka Anda akan semakin jauh dari realisasi niat berubah status menjadi pengusaha. Pertimbangkan dengan baik karena waktu yang sudah terlewati tidak bisa kita putar ulang lagi. 

Dan tentu saja, selama Anda nyaman menjadi karyawan belasan bahkan puluhan tahun tentu saja membuat umur Anda menjadi lebih tua. Pada saat sudah terlalu tua maka memulai profesi menjadi pengusaha akan sangat susah. Sangat susah menerima resiko pada saat sudah banyak tanggungan keluarga, sementara fisik dan kesehatan sudah dirasakan makin menurun. Sudah maklum. . 

Selanjutnya saran saya, jika harus berkarir awal menjadi karyawan maka masuklah pada perusahaan dengan ritme kerja yang kompetitif, suasana kerja yang kondusif, bangunlah nilai nilai tambah positif disana dan cukup kerja 5 tahun saja. Setelah itu pindah kuadran menjadi pengusaha. Hidup adalah pilihan
SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)


Sabtu, 11 Agustus 2012

KEKUATAN PENDEKATAN LANGSUNG

Menganalisa hasil pilgub DKI Jakarta, mari kita lihat korelasinya dalam sisi marketing. Tgl 11 Juli lalu, rakyat DKI Jakarta melakukan pilgub pemilihan DKI Jakarta 1. Didapat fakta yg menarik bahwa hasil survey beberapa lembaga survey berbeda jauh dengan hasil quick count. Menurut survey bahwa sudah hampir dipastikan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli akan unggul jauh dibanding calon kandidat lainnya. Bahkan team sukses Foke berani mengumbar pilkada 1 putaran saja, yaitu kemenangan mutlak diatas 50% dimana kemenangan sudah dipastikan tidak perlu diadakan putaran pilkada lagi. Survey ini memang lebih banyak dianalisa dari data data sebelumnya yang bisa diambil sebagai sample. Padahal untuk urusan "trust", faktor X psycologis yang lebih banyak bergerak di lapangan dan tidak dimasukan sebagai parameter dalam survey.

Ternyata pasca pilgub disepanjang perhitungan suara system quick count menunjukan Jokowi Ahok unggul cukup signifikan dibanding 5 kandidat lainnya. Apa kira kira yang menyebabkan Jokowi dan Ahok "lebih menjual" dibanding kandidat lainnya? Padahal "iklan" Foke lebih jor joran. Apalagi sebagai incumbent, Foke tentunya punya rasa percaya diri yang sangat kuat di daerahnya sendiri karena pasti semua warga DKI Jakarta kenal dirinya. Apa lalu kita bisa berpikir kalau begitu brand awareness tidak cukup untuk mengarahkan rakyat DKI Jakarta untuk mencoblos Foke.

Jokowi dikenal sebagai pemimpin kota Surakarta yang juga dinobatkan sebagai  walikota terbaik. Sederet prestasi anugrah penghargaan skala nasional dan international jg sudah disematkan untuk performance Jokowi. Penghargaan itu juga direlevansikan dengan kecintaan rakyat Solo kepada Jokowi, itu membuktikan bahwa Jokowi bukan hanya bekerja di sektor pencitraan, tapi langsung ke aplikasi akar rumput. Bukti nyata yang dirasakan langsung oleh warga kota Solo dengan adanya perubahan skala kota ke arah perbaikan daripada periode walikota sebelumnya.

Jokowi mungkin baru 4 bulan betul betul fokus di kampanye di DKI Jakarta, tapi itupun masih belum terlalu "wah" dibanding strategi team sukses Foke. Strategi kampanye Jokowi Ahok lebih langsung mendekatkan diri ke rakyat pemilih. Berkunjung ke masyarakat kelas bawah,kelas pekerja fisik di perkampungan DKI,rumah tangga,dan semacamnya dimana kelas masyarakat tersebut lebih mengena jika didekati secara "service konvensional", yaitu salam, sapa, senyum. Berkumpul dengan tidak ada jarak sosial, menepuk pundak rakyat dan memeluk manula. Pendekatan yang lebih menyentuh sisi emosional rakyat dan diapresiasi tinggi oleh rakyat.

Sedangkan iklan iklan koran, media Televisi, radio, serta pemaparan strategi dan janji janji yang diselenggarakan station TV antar sesama kandidat akan lebih diserap pemilih level menengah atas. 

Diluar rakyat DKI Jakarta yang melaksanakan haknya, ada  32% masyarakat DKI Jakarta yang notabene kelas menengah atas hanya ikut keputusan final saja dengan memutuskan Golput atau tidak memilih. Mereka lebih memilih memanfaatkan hari libur sehari di Puncak atau Bandung bersama keluarga. Entah karena mereka sudah tidak peduli, tidak ketemu pilihan yang cocok atau karena berpikir sama saja untuk DKI Jakarta siapa pemimpin terpilihnya. Yang bisa merubah keadaan jika ternyata profile Golput ini adalah pemilih incumbent yang tadinya sudah merasa yakin bahwa DKI 1 saat ini akan kembali terpilih. Untuk putaran ke 2 ini mereka bisa berbalik rematch mendukung Foke lagi. Atau sedang terperangah melihat kenyataan bahwa incumbent ternyata bisa kalah juga. Tapi saat ini masyarakat sudah semakin cerdas. Buktinya Faisal Basri yang calon independen bisa lebih unggul dari calon partai politik yang sudah besar.

Pada komposisinya pemilih kelas grass root ini mencakup 60% dibanding 40% pemilih kelas menengah atas. Itupun 70% didalamnya mungkin memang pemilih yang sudah menentukan pilihan kandidat mana yang akan dicoblosnya. Sisanya adalah massa mengambang. Kira kira 30% massa mengambang ini bisa memilih siapa saja di menit menit terakhir. Kalaupun akhirnya Jokowi dan Ahok menjadi terdepan di hasil Pilkada DKI ini diindikasi banyaknya massa mengambang yang detik detik di kotak pemilih mencoblos Jokowi Ahok berdasarkan informasi via social media mengenai keberhasilan Jokowi Ahok di kota Solo, yang hal itu "secara nurani" dimaknai sangat dalam oleh momentum Jokowi, sehingga akal sehatnya seketika memerintahkan tangannya mencoblos Jokowi Ahok. Walaupun secara kenyataan mereka sebagai penduduk berKTP DKI Jakarta belum pernah merasakan langsung "kesaktian" Jokowi seperti yang dirasakan warga kota Solo.
   
Goal dari proses kampanye dan pilkada ini adalah menjual sebanyak banyaknya suara kepada rakyat DKI. Semakin banyak pemilih "membeli" janji dan komitmen dari calon Gubernur, maka dialah yang menang. Belajar dari pilkada DKI ini, massa di dasar piramida yang profilenya lebih merakyat, mengapresiasi aplikasi nyata yang bisa dirasakan lebih bernilai dibanding paparan strategi. Strategi yang dilakukan Jokowi Ahok sudah tepat dan jangan salah, mereka tidak mulai hanya 4 bulan kampanye tapi sesungguhnya sudah selama memimpin Solo. Prestasi Jokowi yang dirasakan masyarakat Solo terpublikasi secara efektif ke seluruh kota di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, kota dimana Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur. Apalagi belum lama ini ada mobil Esemka yang awal tahun ini  sering diekspose di media massa dan mengikat simpati sebagai momentum Jokowi di masyarakat kelas menengah. 

Sebaliknya prestasi Fauzi Bowo di DKI Jakarta walaupun bukannya tidak nyata tapi masih on going progress dan dirasakan cenderung "kurang berpihak" kepada kelas akar rumput. Banyak sekali rakyat akar rumput DKI Jakarta selama periode Fauzi Bowo menjadi Gubernur tidak merasakan perbaikan kesejahteraan dan perbaikan hidup. Rakyat menengah frustasi dengan kemacetan yang makin menggila.
Ini seperti bom waktu, karena justru pemilih terbanyak rakyat DKI ada di kelas akar rumput ini. Team sukses Foke sibuk beriklan di sektor media massa yang diserap oleh segmen menengah atas. Sedangkan justru warga kelas menengah atas yang tingkat edukasinya cukup akan lebih kritis untuk memilih atas dasar logika dan penilaian sendiri tanpa harus merefer ke media massa dimana kandidat Gubernur jor joran beriklan. 
Dalam marketing, profile pemilih ini bisa kita anggap target market yang biasa kita hujani dengan iklan dan promo dari produk kita. Maka itu perlunya segmentasi pasar bagaimana kita menentukan profile target market dan menentukan strategi marketing yang tepat. Tepat caranya dan effesien biayanya. Tapi sebuah "produk mass market yang super" adalah yang bisa diserap sebanyak mungkin varian segmen pasar.

Dalam bisnis, misalnya jika kita menjual produk hiburan keluarga yang target pasarnya sebetulnya adalah mass segmen. Persaingan di bisnis mass market yang sedang trend saat ini seperti "karaoke keluarga". Manajemen outlet karaoke keluarga merasa tidak perlu terlalu banyak melakukan promo di media massa yang diserap level masyarakat menengah atas. Mereka di level menengah atas ini sudah tahu karaoke keluarga, tidak perlu diedukasi lagi mengenai karaoke keluarga, punya uang lebih buat berkaraoke, punya standard sendiri mengenai kepuasan berkaraoke dan sepenuhnya pilihan brand karaoke keluarga  yang dibeli adalah atas keputusan mereka sendiri. Kendala mereka berkaraoke hanya dari ketersediaan waktu luang berkaraoke diluar kesibukan rutinitasnya. Selebihnya mereka aktif memilih sendiri dimana mereka akan berkaraoke berdasarkan banyak source yang dianggap bernilai bagi mereka, seperti referensi relasi, influence dari komunitas sosial mereka, pengalaman service excellent di kunjungan waktu sebelumnya,dan kelihatannya sama sekali bukan karena iklan, promo atau brochure yang dilakukan manajemen outlet karaoke. Bahkan bukan karena Iconnya.

Justru manajemen karaoke keluarga lebih keras berusaha untuk merebut perhatian mass segmen dan menjual room type small dan medium kepada level mass market. Room small dan medium juga tetap dijaga kualitas kenyamanan interior dan sound systemnya, bukan karena harga murah maka lantas diturunkan kualitas performancenya.
"Kampanye" dilakukan mulai penetapan harga room charge dan menu yang bersaing antar type room sejenis dari brand lain, sampai compliment, bonus, undian untuk segmen pasar ini. Hal ini harus dilakukan karena sebagai "karaoke keluarga" tetap karaoke ini didesign untuk dikunjungi sebanyak mungkin pelanggan dari 80% dasar piramida yang berada di level ekonomi menengah bawah. Semakin banyak tamu, semakin besar omzet dan semakin sering kunjungan walaupun nilai transaksinya kecil kecil saja, dibanding hanya berharap kunjungan 20% tamu menengah atas yang walaupun nilai transaksinya besar tapi kadang kadang saja datangnya dan bahkan "hilang berlibur" jika ada waktu libur kerja diatas 2 hari. Kami manajemen karaoke keluarga berjuang jauh lebih keras untuk merebut perhatian pasar akar rumput kami, dibanding dengan merebut perhatian segmen pasar menengah atas. Pada akhirnya "secara nurani" pasar akan memilih brand yang bisa menyentuh hati mereka,melibatkan emosional faktor yang membangkitkan loyalitas, bukan hanya sekedar menjadi pasar akar rumput ini sebagai obyek pasar Maka gunakanlah strategi pendekatan ala Jokowi. 

Saat ini citra Jokowi sudah hampir mendekatkan dirinya sebagai Icon pemimpin kota yang menjadi panutan. Walaupun Jokowi dipilih bukan karena beliau sudah menjadi Icon. Jadi jika pasca pemilihan ini Jokowi tidak menjaga citranya bisa diaplikasikan dan dirasakan memberikan perubahan perbaikan skala kota megapolitan yang jauh lebih besar daripada kota Solo kepada rakyat DKI Jakarta, maka Jokowi Ahok pun niscaya akan ditinggalkan rakyat DKI Jakarta di pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode berikutnya. Saya tidak sedang menyatakan simpati kepada Jokowi ataupun Fauzi Bowo, karena saya hanya mengajak pembaca mengkorelasikannya dengan wacana marketing yang berguna untuk bisnis Anda. Terlebih saya bukan warga berKTP DKI Jakarta.

Maka dalam bisnispun jangan pernah terlena kalaupun brand dan bisnis Anda sudah menjadi trendsetter bagi pelanggan, karena brand  adalah "tumbuh", bisa tumbuh besar , berkembang atau kalau tidak dirawat dan dijaga dan selalu innovatif kreatif sebaliknya bisa sakit, makin layu dan mati, ditinggal pelanggannya. Karena pesaing lain juga bebernah dan tumbuh. Kompetisi dalam setiap aspek kehidupan selalu ada. Bukan hanya kompetisi di PilGub, tapi sejatinya selalu terjadi kompetisi di bisnis. Bahkan jangan sampai brand Anda akhirnya dikenal sebagai brand besar yang ternyata memberi pengalaman kekecewaan kepada pelanggan. SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)


KEKUATAN PENDEKATAN LANGSUNG

Menganalisa hasil pilgub DKI Jakarta, mari kita lihat korelasinya dalam sisi marketing. Tgl 11 Juli lalu, rakyat DKI Jakarta melakukan pilgub pemilihan DKI Jakarta 1. Didapat fakta yg menarik bahwa hasil survey beberapa lembaga survey berbeda jauh dengan hasil quick count. Menurut survey bahwa sudah hampir dipastikan pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli akan unggul jauh dibanding calon kandidat lainnya. Bahkan team sukses Foke berani mengumbar pilkada 1 putaran saja, yaitu kemenangan mutlak diatas 50% dimana kemenangan sudah dipastikan tidak perlu diadakan putaran pilkada lagi. Survey ini memang lebih banyak dianalisa dari data data sebelumnya yang bisa diambil sebagai sample. Padahal untuk urusan "trust", faktor X psycologis yang lebih banyak bergerak di lapangan dan tidak dimasukan sebagai parameter dalam survey.

Ternyata pasca pilgub disepanjang perhitungan suara system quick count menunjukan Jokowi Ahok unggul cukup signifikan dibanding 5 kandidat lainnya. Apa kira kira yang menyebabkan Jokowi dan Ahok "lebih menjual" dibanding kandidat lainnya? Padahal "iklan" Foke lebih jor joran. Apalagi sebagai incumbent, Foke tentunya punya rasa percaya diri yang sangat kuat di daerahnya sendiri karena pasti semua warga DKI Jakarta kenal dirinya. Apa lalu kita bisa berpikir kalau begitu brand awareness tidak cukup untuk mengarahkan rakyat DKI Jakarta untuk mencoblos Foke.

Jokowi dikenal sebagai pemimpin kota Surakarta yang juga dinobatkan sebagai  walikota terbaik. Sederet prestasi anugrah penghargaan skala nasional dan international jg sudah disematkan untuk performance Jokowi. Penghargaan itu juga direlevansikan dengan kecintaan rakyat Solo kepada Jokowi, itu membuktikan bahwa Jokowi bukan hanya bekerja di sektor pencitraan, tapi langsung ke aplikasi akar rumput. Bukti nyata yang dirasakan langsung oleh warga kota Solo dengan adanya perubahan skala kota ke arah perbaikan daripada periode walikota sebelumnya.

Jokowi mungkin baru 4 bulan betul betul fokus di kampanye di DKI Jakarta, tapi itupun masih belum terlalu "wah" dibanding strategi team sukses Foke. Strategi kampanye Jokowi Ahok lebih langsung mendekatkan diri ke rakyat pemilih. Berkunjung ke masyarakat kelas bawah,kelas pekerja fisik di perkampungan DKI,rumah tangga,dan semacamnya dimana kelas masyarakat tersebut lebih mengena jika didekati secara "service konvensional", yaitu salam, sapa, senyum. Berkumpul dengan tidak ada jarak sosial, menepuk pundak rakyat dan memeluk manula. Pendekatan yang lebih menyentuh sisi emosional rakyat dan diapresiasi tinggi oleh rakyat.

Sedangkan iklan iklan koran, media Televisi, radio, serta pemaparan strategi dan janji janji yang diselenggarakan station TV antar sesama kandidat akan lebih diserap pemilih level menengah atas. 

Diluar rakyat DKI Jakarta yang melaksanakan haknya, ada  32% masyarakat DKI Jakarta yang notabene kelas menengah atas hanya ikut keputusan final saja dengan memutuskan Golput atau tidak memilih. Mereka lebih memilih memanfaatkan hari libur sehari di Puncak atau Bandung bersama keluarga. Entah karena mereka sudah tidak peduli, tidak ketemu pilihan yang cocok atau karena berpikir sama saja untuk DKI Jakarta siapa pemimpin terpilihnya. Yang bisa merubah keadaan jika ternyata profile Golput ini adalah pemilih incumbent yang tadinya sudah merasa yakin bahwa DKI 1 saat ini akan kembali terpilih. Untuk putaran ke 2 ini mereka bisa berbalik rematch mendukung Foke lagi. Atau sedang terperangah melihat kenyataan bahwa incumbent ternyata bisa kalah juga. Tapi saat ini masyarakat sudah semakin cerdas. Buktinya Faisal Basri yang calon independen bisa lebih unggul dari calon partai politik yang sudah besar.

Pada komposisinya pemilih kelas grass root ini mencakup 60% dibanding 40% pemilih kelas menengah atas. Itupun 70% didalamnya mungkin memang pemilih yang sudah menentukan pilihan kandidat mana yang akan dicoblosnya. Sisanya adalah massa mengambang. Kira kira 30% massa mengambang ini bisa memilih siapa saja di menit menit terakhir. Kalaupun akhirnya Jokowi dan Ahok menjadi terdepan di hasil Pilkada DKI ini diindikasi banyaknya massa mengambang yang detik detik di kotak pemilih mencoblos Jokowi Ahok berdasarkan informasi via social media mengenai keberhasilan Jokowi Ahok di kota Solo, yang hal itu "secara nurani" dimaknai sangat dalam oleh momentum Jokowi, sehingga akal sehatnya seketika memerintahkan tangannya mencoblos Jokowi Ahok. Walaupun secara kenyataan mereka sebagai penduduk berKTP DKI Jakarta belum pernah merasakan langsung "kesaktian" Jokowi seperti yang dirasakan warga kota Solo.
   
Goal dari proses kampanye dan pilkada ini adalah menjual sebanyak banyaknya suara kepada rakyat DKI. Semakin banyak pemilih "membeli" janji dan komitmen dari calon Gubernur, maka dialah yang menang. Belajar dari pilkada DKI ini, massa di dasar piramida yang profilenya lebih merakyat, mengapresiasi aplikasi nyata yang bisa dirasakan lebih bernilai dibanding paparan strategi. Strategi yang dilakukan Jokowi Ahok sudah tepat dan jangan salah, mereka tidak mulai hanya 4 bulan kampanye tapi sesungguhnya sudah selama memimpin Solo. Prestasi Jokowi yang dirasakan masyarakat Solo terpublikasi secara efektif ke seluruh kota di Indonesia, terutama di DKI Jakarta, kota dimana Jokowi mencalonkan diri sebagai Gubernur. Apalagi belum lama ini ada mobil Esemka yang awal tahun ini  sering diekspose di media massa dan mengikat simpati sebagai momentum Jokowi di masyarakat kelas menengah. 

Sebaliknya prestasi Fauzi Bowo di DKI Jakarta walaupun bukannya tidak nyata tapi masih on going progress dan dirasakan cenderung "kurang berpihak" kepada kelas akar rumput. Banyak sekali rakyat akar rumput DKI Jakarta selama periode Fauzi Bowo menjadi Gubernur tidak merasakan perbaikan kesejahteraan dan perbaikan hidup. Rakyat menengah frustasi dengan kemacetan yang makin menggila.
Ini seperti bom waktu, karena justru pemilih terbanyak rakyat DKI ada di kelas akar rumput ini. Team sukses Foke sibuk beriklan di sektor media massa yang diserap oleh segmen menengah atas. Sedangkan justru warga kelas menengah atas yang tingkat edukasinya cukup akan lebih kritis untuk memilih atas dasar logika dan penilaian sendiri tanpa harus merefer ke media massa dimana kandidat Gubernur jor joran beriklan. 
Dalam marketing, profile pemilih ini bisa kita anggap target market yang biasa kita hujani dengan iklan dan promo dari produk kita. Maka itu perlunya segmentasi pasar bagaimana kita menentukan profile target market dan menentukan strategi marketing yang tepat. Tepat caranya dan effesien biayanya. Tapi sebuah "produk mass market yang super" adalah yang bisa diserap sebanyak mungkin varian segmen pasar.

Dalam bisnis, misalnya jika kita menjual produk hiburan keluarga yang target pasarnya sebetulnya adalah mass segmen. Persaingan di bisnis mass market yang sedang trend saat ini seperti "karaoke keluarga". Manajemen outlet karaoke keluarga merasa tidak perlu terlalu banyak melakukan promo di media massa yang diserap level masyarakat menengah atas. Mereka di level menengah atas ini sudah tahu karaoke keluarga, tidak perlu diedukasi lagi mengenai karaoke keluarga, punya uang lebih buat berkaraoke, punya standard sendiri mengenai kepuasan berkaraoke dan sepenuhnya pilihan brand karaoke keluarga  yang dibeli adalah atas keputusan mereka sendiri. Kendala mereka berkaraoke hanya dari ketersediaan waktu luang berkaraoke diluar kesibukan rutinitasnya. Selebihnya mereka aktif memilih sendiri dimana mereka akan berkaraoke berdasarkan banyak source yang dianggap bernilai bagi mereka, seperti referensi relasi, influence dari komunitas sosial mereka, pengalaman service excellent di kunjungan waktu sebelumnya,dan kelihatannya sama sekali bukan karena iklan, promo atau brochure yang dilakukan manajemen outlet karaoke. Bahkan bukan karena Iconnya.

Justru manajemen karaoke keluarga lebih keras berusaha untuk merebut perhatian mass segmen dan menjual room type small dan medium kepada level mass market. Room small dan medium juga tetap dijaga kualitas kenyamanan interior dan sound systemnya, bukan karena harga murah maka lantas diturunkan kualitas performancenya.
"Kampanye" dilakukan mulai penetapan harga room charge dan menu yang bersaing antar type room sejenis dari brand lain, sampai compliment, bonus, undian untuk segmen pasar ini. Hal ini harus dilakukan karena sebagai "karaoke keluarga" tetap karaoke ini didesign untuk dikunjungi sebanyak mungkin pelanggan dari 80% dasar piramida yang berada di level ekonomi menengah bawah. Semakin banyak tamu, semakin besar omzet dan semakin sering kunjungan walaupun nilai transaksinya kecil kecil saja, dibanding hanya berharap kunjungan 20% tamu menengah atas yang walaupun nilai transaksinya besar tapi kadang kadang saja datangnya dan bahkan "hilang berlibur" jika ada waktu libur kerja diatas 2 hari. Kami manajemen karaoke keluarga berjuang jauh lebih keras untuk merebut perhatian pasar akar rumput kami, dibanding dengan merebut perhatian segmen pasar menengah atas. Pada akhirnya "secara nurani" pasar akan memilih brand yang bisa menyentuh hati mereka,melibatkan emosional faktor yang membangkitkan loyalitas, bukan hanya sekedar menjadi pasar akar rumput ini sebagai obyek pasar Maka gunakanlah strategi pendekatan ala Jokowi. 

Saat ini citra Jokowi sudah hampir mendekatkan dirinya sebagai Icon pemimpin kota yang menjadi panutan. Walaupun Jokowi dipilih bukan karena beliau sudah menjadi Icon. Jadi jika pasca pemilihan ini Jokowi tidak menjaga citranya bisa diaplikasikan dan dirasakan memberikan perubahan perbaikan skala kota megapolitan yang jauh lebih besar daripada kota Solo kepada rakyat DKI Jakarta, maka Jokowi Ahok pun niscaya akan ditinggalkan rakyat DKI Jakarta di pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode berikutnya. Saya tidak sedang menyatakan simpati kepada Jokowi ataupun Fauzi Bowo, karena saya hanya mengajak pembaca mengkorelasikannya dengan wacana marketing yang berguna untuk bisnis Anda. Terlebih saya bukan warga berKTP DKI Jakarta.

Maka dalam bisnispun jangan pernah terlena kalaupun brand dan bisnis Anda sudah menjadi trendsetter bagi pelanggan, karena brand  adalah "tumbuh", bisa tumbuh besar , berkembang atau kalau tidak dirawat dan dijaga dan selalu innovatif kreatif sebaliknya bisa sakit, makin layu dan mati, ditinggal pelanggannya. Karena pesaing lain juga bebernah dan tumbuh. Kompetisi dalam setiap aspek kehidupan selalu ada. Bukan hanya kompetisi di PilGub, tapi sejatinya selalu terjadi kompetisi di bisnis. Bahkan jangan sampai brand Anda akhirnya dikenal sebagai brand besar yang ternyata memberi pengalaman kekecewaan kepada pelanggan. SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Sabtu, 04 Agustus 2012

SEDEKAH KUNCI SEGALA PINTU REJEKI

Di bulan suci Ramadhan ini cobalah bersedekah lebih baik. Apa keuntungan bersedekah? Ada kalanya kita yang berniat menjadi pengusaha atau calon entepreneur seperti menemui jalan buntu dimana mana. Sudah usaha ini gagal, usaha itu bangkrut, sebentar ketipu orang, lalu hutang seperti sudah menumpuk dan kita dikejar kejar debt collector. Masalah saja yang datang, kapan keberhasilan dan kesuksesan akan datang? Rejeki itu kadang seperti teka teki. Dicari menjauh tapi tidak berniat mencari bisa tahu tahu datang sendiri. Dia akan menemukan jodohnya pada orang orang yang tepat

Bagaimana agar rejeki dan kesuksesan itu datang kepada kita? 
Berkali kali saya ditanya, apa kunci sukses menjadi pengusaha. Saya sendiri belum merasa. sangat sukses. Tapi paling tidak saya sudah menjadi pengusaha dan sedang berprogress. Saya sudah buktikan keajaiban sedekah. Maka berkali kali ditanya kunnci sukses menjadi pengusaha, saya jawab tetap jawaban kuncinya ada di SEDEKAH. Dengan berbagi, memberi, empati , beramal atau apapun sebutannya insya ALLAH rejeki yang baik akan datang. Memang bersedekah tidak berarti melulu uang, bisa nasihat, pikiran, bantuan akses. Tapi apa yang bisa kita nasihatkan dari buah pikiran kita saat itu, sedangkan kita sendiri juga sangat butuh saran untuk keluar dari masalah. Bersedekahlah diawal dengan uang dan harta bendamu, walaupun tidak harus besar. Anda sangat menyayangi uang bukan? Jika kita berkorban dari apa yang sangat kita sayangi, maka kita akan diberil lebih banyak. Semampunya saja, tapi lakukan, karena ini ujian. Pada saat kita sangat mebutuhkan uang tapi kita malah iklas membagi sebagiannya untuk orang yang lebih membutuhkannya. Alam semesta tidak diam, ALLAH SWT punya sistem matematika sendiri untuk apa pengeluaran yang sudah dilakukan umatnya. Bukan makin banyak keluar uang yang disedekahkan maka malah makin sedikit uang yang tersisa.

Bersedekah berarti kita membukakan pintu rejeki kepada orang orang yang sangat membutuhkan. Orang tersebut akan sangat bersyukur dan memanjatkan doa syukurnya sekaligus doa bagi kita kepada sang pencipta. Semakin banyak kita disebut dalam doa doa orang orang yang kita bantu, walaupun orang tersebut juga tidak mendoakan kita tapi setiap amal kebaikan ALLAH SWT pasti mencatat dan membalas berkali lipat, itulah pada saatnya nanti kita akan disiapkan pintu rejeki bagi kita.

Ini seperti kita terus berputar putar dalam ruangan besar berbentuk bola. Setahun yang lalu rasanya kita sudah ke pintu A tapi belum ada yang cocok kuncinya untuk membuka pintu rejekinya. Sambil terus beramal, bersedekah, kita terus berputar mengumpulkan anak kunci dan mampir di pintu B, C, kadang sebulan kemudian seperti kembali lagi ke pintu A, belum juga ketemu pintunya yang cocok dengan kuncinya. Jangan berhenti bersedekah, terus kumpulkan anak anak kunci lainnya sambil terus berputar di bulan bulan berikutnya berusaha mencari kunci dan pintu rejeki yang cocok. Sudah berputar putar sampai di pintu Z,kembali lagi ke pintu G, H, terus bersedekah dan berputar jangan berhenti, kadang bisa tahunan. Baru lusa lalu Anda mampir di pintu yang sama belum ada pintu rejeki, akhirnya hari ini Anda ketemu pintu rejeki di pintu C. Kunci Anda ternyata sudah ada yang bisa membuka pintu ini. Padahal setahun yang lalu di pintu C ini belum cocok kunci dengan pintunya. Alhamdulillah. Ini seperti Anda sudah  memegang anak kuncinya dan mencoba mencari pintu yang tepat yang bisa dibuka dengan kunci tersebut. Dengan masuk ke pintu di C ternyata kita dapat kunci lain lagi untuk membuka pintu A, B dan D lagi.

Bagaimana jadinya jika Anda tidak memiliki kunci itu? Dan jangan salah persepsi, pintu itu jika bisa dibuka pun bukan berarti Anda menemukan uang langsung di hadapan Anda. Ini bukan seperti "harta karun" dimana Anda membuka peti dan terlihat timbunan emas permata dan koin koin uang didalamnya. Anda khan bukan bajak laut. Pintu rejeki itu seperti membuka pintu demi pintu agar terbuka jalan untuk bisa sampai ke Pintu Rejeki seseungguhnya. Mulai misalnya dari bertemu teman lama yang bisa memberikan pencerahan, lalu ketemu kawan lain yang bisa memberikan akses pekerjaan, maka bekerjalah dulu selama sekian tahun untuk menimba ilmu dan pengalaman lalu mengambil manfaat lebih dari status karyawan tersebut. Seiriing dari pergaulan yang lebih luas dan wawasan yang bertambah lalu pintu yang kita buka selanjutnya adalah perasaan terbukanya pikiran kita. Kok rasanya tahun ini otak Anda jauh lebih cemerlang dan ide ide usaha terus saja terbuka padahal di tahun sebelumnya otak rasanya buntu. Itu rejeki bagus dan nikmati saja. Biarkan pikiran Anda menjelajah semua kemungkinan usaha. Selanjutnya lalu pintu bertemu investor yang menawarkan modalnya terbuka,  dilanjutkan pintu kesempatan terbuka untuk jalan yang makin lebar saat beretemu kawan kawan yang se-misi se-visi dan punya kompetensi dalam bermitra membangun usaha, tahu tahu terbuka pintu lagi dari orang yang butuh bantuan kita untuk mengerjakan sebuah proyek, dari proyek pertama terbuka lagi pintu untuk kesempatan lebih dikenal secara luas mengerjakan proyek proyek lain, selanjutnya pintu rejeki yang lebih lebar lagi menuju jalan utama kemakmuran terbuka dengan terus berdatangannya proyek dari banyak client. Bisa menyewa lokasi usaha dengan harga sewa murah. Seakan akan semua dimudahkan jalannya. Kita pun mantap untuk membuka usaha sendiri dengan prospek client yang sudah tergambar jelas di depan.. Begitulah skema pintu rejeki. Kita punya kuncinya yaitu SEDEKAH, nanti ALLAH akan berikan kunci kunci lainnya dan siapkan pintu pintunya untuk mengarahkan kita ke jalan menuju gudang rejeki yang tepat untuk kita buka pada waktunya yang juga tepat juga..  Jangan menyerah kepada waktu.

Kenapa tidak langsung kita bersedekah besoknya kita dapat pintu rejekinya? Bukan ALLAH tidak memberi rejeki segera setelah kita berusaha. Itu pikiran kita, tapi mungkin menurut ALLAH kita belum siap secara mental dan skill untuk menerima rejeki besar. Jika Anda baru punya gelas kapasitas 1 liter, dan diberi air 5 liter, maka pasti akan terbuang sia sia 4 liter. Artinya Anda belum punya gelas yang cukup untuk menerima seluruh rejeki yang ALLAH akan berikan. Usahakan dulu gelas yang lebih besar agar siap. Jika secara mental Anda tidak siap, maka mudah saja menghabiskan uang kaget Rp. 100 juta dengan konsumtif belanja barang ini itu yang tidak perlu dan akhirnya Anda menyesal setelah uangnya habis tidak berguna. Lain halnya jika Anda secara mental dan skill sudah siap. Uang Rp. 100jt bisa Anda usahakan sehingga tahun berikutnya bisa berkembang menjadi Rp. 1 Milyar. Jadi jangan pernah ragu soal waktu, ALLAH yang memiliki waktu dan maha tahu kapan Anda siap menerima rejeki. Tugas Anda adalah menyiapkan mental, kemampuan diri, pengetahuan wawasan, jaringan komunitas yang tepat dan Anda tahu arah tujuan usaha dan hidup Anda, sehingga saat rejeki itu datang maka Anda akan siap. Bukalah pintu pintu rejeki Anda secara bertahap dan terarah.

Perbaiki hubungan dengan orang tua, sesama manusia dan hubungan dengan sang Pencipta Alam Semesta yang akan memilihkan pintu pintu rejeki yang Anda bisa buka.. Selama Anda menjadi pengusaha juga tetap jangan berhenti bersedekah, agar dijaga kelanggengan usaha Anda, dimudahkan usahanya, diarahkan dan dibukakan pikiran Anda untuk terus bisa meningkatkan usaha.

Sedekah juga menjaga "kebersihan rejeki"  apa yang kita dapat Orang bilang rejeki yang haram lebih mudah dicari daripada rejeki yang halal. Memang betul, tapi dalam konsep hidup kita, semua ada pertanggung jawabannya pada saat umur kita di dunia usai. Juga ada karmanya selama anak keturunan kita masih hidup di dunia. Hidup adalah pilihan. Kadang di saat yang sama dibukakan kita 2 pintu untuk cara yang susah dan lama tapi berkah dan halal. Atau pilih pintu lainnya yang cepat, mudah kerjanya tapi haram. Setiap pilihan ada konsekuensinya.

Jika kita bersedekah, insya ALLAH akan dipilihkan jalan rejeki yang baik dan halal untuk bisa kita ambil.  Rejekinya misalnya melalui ditetapkannya hati kita menjadi pengusaha walaupun merintis dari pengusaha kecil. Jangan lupa, menjadi pedagang atau pengusaha itu adalah pekerjaan mulia. Jangan malu mulai menjadi pedagang atau pengusaha kecil walaupun harus berpeluh keringat atau bekerja berat. Beberapa orang atau keluarga lain yang bisa hidup dengan kita mempekerjakan karyawan dengan gaji dan bayaran yang layak. Beda jika kita jadi karyawan dimana kita bekerja hanya menghidupi diiri sendiri dan keluarga..

Sedekah membersihkan rejeki yang kita dapat dan meluruskan niat kita dalam berusaha. Jangan lupa, Dunia dan Akhirat adalah tujuan kita semua. Selama di dunia, kita punya nama baik diri dan keluarga yang harus kita jaga agar setelah meninggal nanti nama kita tetap dikenang dalam kesan positif. Itulah kesempurnaan hidup yang kita cari. Amin.


SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)


Sabtu, 14 Juli 2012

BERKOMPETISILAH DI LEVEL TERTINGGI

Senang lihat Moto GP ? Coba bayangkan jika Anda adalah salah satu pebalapnya. Bayangkan Anda adalah Jorge Lorenzo atau Valentino Rossi. Rasakan sensasinya.. 
Dimulai sesaat sebelum start, dengan kepala dilindungi oleh Helm dan tubuh dibalut jacket safety, rasakanlah suhu tubuh yang manghangat dan pikiran Anda fokus konsentrasi pada jalur balap di depan Anda. Dengan konsentrasi penuh itu,. Anda bahkan bisa  mendengar degup jantung Anda sendiri berdetak yang memacu aliran darah lebih cepat walaupun suasana sekeliling sedang riuh. Di sisi lapangan, nama Anda diteriakan terus oleh fans dan supporter Anda. Saatnya Anda tidak perduli dulu dan fokus konsentrasi pada apa di depan Anda.

Pandangan lurus ke depan dan seksama melihat lampu tanda start. Begitu start lampu hijau, langsung putar grip dan atur posisi badan dan gas motor Anda agar tidak jump start atau ban belakang terlalu lama spinning. Setelah itu maka yang akan terjadi terjadilah.

Yang ada dalam diri hanya berusaha menjadi yang terbaik, menjaga posisi motor selalu di depan rival. Seluruh adrenalin Anda terpacu untuk bisa memimpin lomba. Hasil latihan, nama baik, kredibilitas dan pengalaman bertahun tahun dipertaruhkan pada lomba balap saat ini.  Kadang kesal jika ada pebalap lain ternyata bisa menyalip Anda dan berarti Anda harus berusaha lebih keras lagi untuk menyusul pebalap di depan Anda. Pantang menyerah sebelum bendera finish berkibar. Terus kejar dan jaga posisi di kumpulan grup terdepan.

Dalam kecepatan rata rata diatas 150 km/jam diatas roda dua Anda harus memasuki tikungan demi tikungan dengan mulus dan aman lalu memacu motor secepat mungkin di trek lurus, berkali kali harus konsisten keliling jalur lap lomba agar tetap selamat sampai bendera finish dikibarkan.

Selama balapan berlangsung, tidak ada celah untuk bisa salah. Sedikit saja salah mengkordinasikan antara rem depan dan belakang maka motor bisa melintir keluar jalur, atau menikung terlalu cepat atau  terlambat me-rem atau terlalu cepat memutar gas di tikungan maka bisa tergelincir keluar jalur atau bahkan jika sedang sial tertabrak motor rival lain yang terlalu dekat atau berusaha mengambil jalur balap Anda.. .Kadang nyawa dan keselamatan Anda jadi taruhannya sehingga sekaligus Anda harus ada ketenangan dan berhati hati, bukan asal sradak sruduk tanpa perhitungan matang. Jika Anda sukses menjadi salah satu  pemenang maka seketika rasanya dunia indah, seketika rasa tegang di dalam dada terbang berganti kabahagiaan. Saat Anda berdiri di podium dengan piala di tangan dan  lagu kebangsaan berkumandang rasanya luar biasa. Perasaan yang pantas Anda dapatkan sebagai juara Moto GP. 

Itulah gambaran kompetisi di level tertinggi. Sinergi antara fokus dan konsentrasi, persiapan yang prima, kejar target waktu, latihan keras, pengalaman bertahun tahun, skill yang terus ditingkatkan, evaluasi kinerja dan perbaikan terus menerus, pengetahuan yang tepat, winning teamwork, kematangan dan ketenangan, konsisten, tahan tekanan dan mental baja dan keinginan kuat untuk menjadi nomor 1.  Bayangkan jika poin poin ini dimiliki setiap dari kita atau setiap organisasi dalam "berkompetisi" sehari hari di kehidupan profesional dan karir sehari hari.

Seperti saya jelaskan di materi bulan sebelumnya, jika Anda ingin jadi yang terbaik, anggaplah semua yang sedang Anda jalankan dan perjuangkan adalah kompetisi di level tertinggi. Maka persiapkan dan berusahalah untuk jadi yang terbaik. Dengan senantiasa menganggap sedang berkompetisi, maka Anda terbiasa untuk bersiap dan berusaha pada level juara, level orang luar biasa, bukan hanya sekedar bisa finish tapi diurutan buncit. Kesempatan akan berguna bagi Anda pada saat Anda siap. Jikapun Anda tidak pernah punya persiapan, kesempatan datang berkali kalipun tidak pernah akan jadi opportunity buat Anda. Jangan jadi pecundang. Kesuksesan hanya untuk para Juara. 
Saya kira simulasi Anda menjadi pebalap Moto GP tepat untuk Anda visualisasikan. Jadilah orang luar biasa diatas rata rata. Jadilah Juara ! Kenakan helm Anda dan rasakan deruman mesin motor Anda! Jangankan visualisasi, menontonnya saja sudah bisa membuat kita tahan nafas karena tegang dan terbawa suasana kompetisi. 
SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi) 

Sabtu, 07 Juli 2012

LOYALITAS PELANGGAN

Pelanggan puas saja tidak cukup. Menjadi loyal, kembali membeli atau datang lagi dan tidak pindah ke produk lain adalah lebih penting. Pelanggan bisa saja puas pada beberapa merk dari produk jasa sejenis. Tapi dia hanya referalkan merk yg dia paling loyal.

Untuk usaha jasa, tidak perlu terlalu fokus cara mencari pelanggan baru. Percuma saja jika kita selalu dapat mencari pelanggan baru, tapi hanya dua - tiga kali datang lalu pindah lagi ke jasa merk lain. Pelanggan baru memang penting, tapi lebih penting menjaga loyalitas pelanggan saat ini. Orang baru di luar sana tidak akan mendengar lebih baik up selling dari marketing outlet Anda dibanding mendengar referensi dari kawan baik atau saudaranya sendiri. Sepuluh kali kita menawarkan produk A untuk dibeli tidak sekalipun mereka datang, tapi hanya sekali saja produk yang sama tersebut direkomendasi oleh kawan baiknya, niscaya dia langsung datang. Sebetulnya produknya sama, tapi tergantung siapa yang mereferensikannya. Jika kita punya banyak sekali pelanggan saat ini yang loyal, maka itu akan sangat bernilai bagi kemajuan usaha Anda secara jangka panjang.

Jadi hanya dengan me-mantain pelanggan saat ini kita dapat min 2 keuntungan
1. Pelanggan tadi akan repeat business
2. Pelanggan tadi akan bawa 5 orang baru lagi ke outlet

Untuk bisnis outlet jasa Anda, bagaimana supaya pelanggan loyal?
Fokus di faktor emosional. Detik detik pelanggan berada di outlet adalah "pengalaman bernilai" dan tidak bisa didapat dari merk lain sejenis. Banyak produk sejenis dalam standard mutu sama tapi yang membedakan adalah pengalaman emosional yang berkesan.

1. Sebut nama pelanggan lebih memberi kesan kepada pelanggan. Semakin banyak Anda mengenal pelanggan Anda mulai dari nama saja dulu, maka selanjutnya akan lebih mudah Anda mengenal hal hal spesifik lain dari para pelanggan Anda.
2. Berikan konsultasi agar pembeli mendapatkan barang yang tepat sesuai kebutuhannya. Bukan hanya menjual yang paling mahal padahal kita tahu pelanggan tidak perlu sampai membeli produk yang terlalu mahal.
3. Jika ada masalah berikan solusi dengan efektif dan sopan, bukan bantahan atau bertahan. Pelanggan adalah raja, maka mohon maaf dan berikan kompensasi seperlunya juga undang untuk dilain waktu datang lagi.
4. Berikan surprise kepada pelanggan. Memang tidak boleh membedakan "pelayanan" kepada pelanggan. Tapi harus dibedakan memberikan "penghargaan" kepada pelanggan. Coba cek diantara pelanggan hari itu mana yang transaksinya bergerak paling besar diantara pelanggan lain. Jangan sungkan untuk memberi compliment kepada pelanggan seperti contoh tsb. Bedakan penghargaannya dengan pelanggan lain, karena dia pantas mendapatkannya.
5. Jika perlu libatkan pelanggan dalam proses interaktif antara management outlet dan pelanggan. Contohnya biarkan pelanggan membuat minumannya sendiri, pelanggan mengisi acara menyanyi di panggung menghibur pelanggan lain, dan hal hal lain dimana pelanggan mendapatkan "interactive experience" antara pelanggan-management atau pelanggan-pelanggan. Untuk itu konsep bisnis outlet Anda harus didevelop sehingga memungkinkan aplikasi interactive ini berjalan.

Intinya selama pelanggan Anda datang mulai dari dibukakan pintu sampai diantar kembali keluar pintu outlet, sebanyak mungkin pelanggan mengumpulkan kesan kesan positif, maka akan semakin baik. Semakin loyal pelanggan terhadap outlet Anda.

Dan ingat! Jangan salah, bedanya tipis sekali di bisnis jasa antara loyal dengan jasa perusahaan atau loyal kepada salah satu person di perusahaan. Usahakan sekali pelanggan loyal kepada produk dan system operasional service outlet Anda, bukan loyal kepada salah seorang yang bekerja di outlet. Jika itu terjadi, maka pelanggan akan pergi kemana person tersebut pergi atau pindah ke perusahaan lain. Itu bahaya untuk perusahaan Anda. Tapi kalau itu terjadi memang tidak bisa disalahkan karena berarti standard service dan skill person tersebut jauh diatas rata rata karyawan lain dan perusahaan tidak pandai memelihara karyawan favorit pelanggan tersebut loyal kepada perusahaan. Bagaimanapun seseorang berhak mencari yang lebih baik lagi bagi dirinya.
SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)