Sabtu, 12 Maret 2011

PELAJARAN BERSYUKUR

Dikutip dari tulisan Andrias Harefa:

Pelajaran bersyukur adalah pelajaran pertama yang saya anggap penting dalam setumpuk mata pelajaran di sekolah kehidupan Indonesia. Dalam “mata pelajaran” yang satu ini, guru saya yang pertama dan terutama adalah almarhumah ibu saya sendiri. Ia mengajarkan kepada saya agar mendisiplin diri untuk belajar bersyukur dalam segala situasi, baik di kala suka maupun di kala duka.

Bersyukur di kala suka, yakni saat hidup berjalan sebagaimana saya harapkan, tidaklah sulit. Saya dengan mudah mengucapkan syukur atas segala macam hadiah yang saya peroleh, prestasi yang saya raih, penghargaan yang saya terima, dan berbagai rejeki serta kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Dan setiap kali saya mengingat-ingat kemurahan Tuhan, saya dengan mudah dapat mengucapkan syukur dalam hidup saya.

Namun, bersyukur di kala duka acap kali tidak mudah saya lakukan. Bagaimana saya harus bersyukur ketika hidup berjalan tidak seperti yang saya inginkan? Ketika saya kecewa karena tidak mendapatkan apa yang saya harapkan, atau ketika beban kehidupan terasa berat karena harus menunaikan sejumlah kewajiban dalam keluarga atau dalam pekerjaan, maka mengucap syukur menjadi soal yang tidak mudah. Apalagi ketika saya berulang kali harus menerima kenyataan sejumlah usaha yang saya rintis untuk meningkatkan tarap hidup, justru berakhir dengan kegagalan dan kebangkrutan. Bukan hanya tidak memberikan hasil seperti yang saya harapkan, saya terkadang harus menanggung beban hutang yang harus dicicil selama beberapa tahun. Hal-hal semacam itu membuat saya kecewa, frustasi, sedih, dan hampir putus asa. Biasanya pada saat-saat semacam itu, gelombang kekhawatiran mengenai masa depan muncul silih berganti. Masa depan nampak sebagai sesuatu yang menyeramkan, dan semangat hidup turun pada tingkat terendah.

Saya kemudian menyimpulkan bahwa bersyukur di kala suka itu mudah, tetapi bersyukur di kala duka memerlukan latihan dan disiplin. Bersyukur atas berkat yang Tuhan limpahkan itu gampang, tetapi bersyukur atas penderitaan yang Tuhan ijinkan menimpa hidup saya, jelas tidak mudah. Dan karena yang terakhir ini tidak mudah, saya perlu mempelajarinya dengan lebih seksama.

”Sekurang-kurangnya ada dua pilihan yang bisa kamu ambil ketika hidupmu sedang dilanda kesusahan. Pertama, kamu bisa mengeluh atau bahkan mengutuk hidup sendiri; Kedua, kamu bisa tetap bersyukur karena kamu yakin bahwa tidak ada kesusahan yang di ijinkan Tuhan melampaui kekuatan yang telah diberikannya kepada kamu. Bahkan acapkali kesusahan yang di ijinkan Tuhan itu sesungguhnya merupakan sebuah proses persiapan untuk kamu menikmati suka cita yang lebih besar dari yang pernah kamu alami sebelumnya,” kata Ibu saya. Dan dalam praktik hidup yang nyata, Ibu saya selalu memilih yang kedua. Sepanjang hidupnya saya tidak pernah mendengar Ibu saya berkeluh kesah. Ia
selalu bersyukur. Selalu. Ini membuat saya kagum dan menghormati ajarannya.

Bagi Ibu saya, bersyukur adalah soal pilihan pikiran dan hati. Kita  bebas menentukan pilihan, namun kita terikat pada dampak yang ditimbulkan oleh setiap pilihan. Entah sadar atau tidak, bagi Ibu saya jelas bahwa mengeluh dan mengutuki kegagalan dan kesusahan hidup tidak pernah membuat hidup menjadi lebih baik. Keluhan bahkan membuat kita makin kehilangan semangat hidup dan terperosok lebih dalam kejurang keputusasaan. Sebaliknya, dengan tetap mengucap syukur kita kemudian ditolong untuk menemukan kembali kegairahan hidup, mendapatkan semacam kekuatan untuk menghadapi kenyataan sepahit apapun. Bersyukur membuat mata pikiran [eye of mind] dan mata batin [eye of spirit] kita terbuka lebih lebar, sehingga dapat melihat berbagai kemurahan tuhan yang nyata-nyata telah [bukan] akan Ia berikan dalam hidup kita. Atas kemurahan Tuhanlah kita masih hidup, masih bisa bernafas, masih bisa
makan dan minum, masih memiliki pakaian, tempat tinggal, di beri kesehatan, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, bersyukur menolong kita untuk tetap menjaga perspektif hidup secara keseluruhan, tidak terjebak hanya melihat sisi gelap kehidupan kita saat menderita.

Bagaimana caranya agar kita tetap mampu bersyukur dalam segala situasi, terutama ketika situasi kita tidak menyenangkan? Bagi Ibu saya caranya amatlah sederhana. Ia mempraktikkan syair lagu berikut:

Bila hidupmu dilanda topan b’rat
Engkau putus asa hatimu penat
Berkatmu kau hitung satu persatu
K’lak kau tercengang melihat jumlahnya...

Itulah caranya. Dan itulah yang saya coba praktikkan selama berpuluh tahun. Bila kesusahan hidup mendera, saya mengambil selembar kertas dan memaksa pikiran saya untuk menemukan sejumlah hal yang pantas saya syukuri dalam hidup. Saya mendaftarkan sejumlah prestasi dan penghargaan yang pernah saya raih; menambahkan sejumlah hal yang berhasil saya miliki; menuliskan semua tempat rekreasi dan kota-kota yang pernah saya kunjungi; mencatat satu per satu anggota tubuh saya yang sehat; buku-buku yang sempat saya baca; nama-nama orang yang pernah menolong saya atau yang pernah saya tolong; bahkan juga kesusahan-kesusahan yang pernah saya lalui; dan  seterusnya. Dan sejauh ini harus saya akui, saya akhirnya sering tercengang melihat jumlahnya. Biasanya saya berhenti ketika daftar syukur saya mencapai angka seratus. Bila saya lanjutkan, maka jumlahnya pasti bisa ditambah sepuluh atau dua puluh kali lipat, atau bahkan lebih. Lalu saya merenung dan bertanya pada diri saya sendiri: tidak cukup banyakkah berkat Tuhan yang telah nyata-nyata saya terima dan saya alami dalam hidup saya? Lalu adilkah saya bila karena sebuah penderitaan saja, semua berkat Tuhan itu saya anggap tidak bernilai? Bukankah pada kenyataannya saya telah menerima begitu banyak berkat yang melampaui apa yang sesungguhnya saya butuhkan untuk hidup?

Lambat laun, setelah latihan bersyukur dalam segala situasi selama puluhan tahun, saya kemudian menyadari ada perbedaan antara orang yang bisa bersyukur dengan orang  yang mahir bersyukur. Sama seperti orang yang bisa berenang harus dibedakan dengan mereka yang mahir berenang, orang yang bisa naik sepeda harus dibedakan dengan pembalap sepeda, dan seterusnya. Bisa belum tentu mahir, tetapi mahir pasti bisa.

Orang yang bisa bersyukur adalah mereka yang bersyukur ketika hidupnya berjalan sesuai keinginannya, tetapi mengeluh ketika kesusahan datang. Sementara orang yang mahir bersyukur tetap bisa mengucap syukur bahkan ketika hidup berjalan tidak seperti yang diharapkan. Kesadaran ini membuat saya menetapkan dalam hati saya akan menempa diri agar menjadi orang yang mahir bersyukur, bukan sekadar bisa bersyukur. Bahkan lebih dari itu, saya berharap bisa ”mewariskan” kecakapan mengucap syukur dalam segala situasi ini kepada anak-anak saya dan kepada setiap orang yang bisa saya sentuh hidupnya dengan berbagai cara, termasuk dengan cara menuliskan artikel sederhana ini.

Tentang kemahiran bersyukur ini saya pernah melakukan sebuah eksperimentasi selama sepuluh bulan dengan melibatkan 500 peserta program pelatihan dari 20-an angkatan/kelas yang saya fasilitasi. Dalam salah satu materi pelatihan, saya meminta semua peserta berlomba mebuat daftar ”25 hal yang saya syukuri dalam hidup”. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk setiap angkatan hanya 1-2 orang saja yang mampu menyelesaikan daftar syukur tersebut dalam waktu 4 menit atau kurang [rekor tercepat adalah 2,5 menit]. Lebih dari 95% peserta memerlukan waktu yang lebih lama. Karena itu secara hipotetis saya menganggap bahwa jumlah yang banyak itu termasuk kategori orang bisa bersyukur, sementara jumlah yang 5 persen itu bisa dikelompokkan sebagai orang yang mahir  besyukur.

Belajar mengucap syukur dalam segala situasi, itulah salah satu pelajaran penting yang saya pelajari di sekolah kehidupan Indonesia. Dan saya sungguh bersyukur bahwa untuk pelajaran yang sepenting itu, Tuhan memberi saya seorang guru terbaik yang pernah saya kenal: Ibu saya sendiri.

Tabik!

*) Andrias Harefa; Mindset Therapist, Penulis 37 Buku Best-seller,
Trainer/Speaker Coach Berpengalaman 20 Tahun, founder www.pembelajar.com.
Dapat dihubungi langsung di www.andriasharefa.com atau FB:


Terimakasih Bang Andrias, atas pencerahannya dan mohon dimaafkan jika tidak kuasa menahan diri untuk mengutip tulisan Anda sekedar untuk menyebar kebaikan. Mohon perkenankan.. 
SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )

Sabtu, 05 Maret 2011

PEMASARAN UKM

Dari beberapa pertanyaan ada kesamaan mengenai inti masalah yaitu  Bagaimana mengenai aplikasi pemasaran dan marketing untuk bisnis UKM yang budget promosinya terbatas. UKM ini misalnya toko yang dibuka di ruko 1 lantai, gerobak dorong, atau bahkan kios pinggir jalan, atau diasongkan keliling kel;iling kawasan Pemasaran dalam suatu usaha, termasuk juga bisnis UKM tersebut di atas pasti tetap butuh pemasaran. Untuk UKM yang pasti budget pemasarannya memang terbatas, tapi tetap ada taktik efesien dan efektif yang bisa dilakukan. Tapi yang perlu diperhatikan di awal adalah pastikan bahwa produk anda memang dibutuhkan oleh pasar sekitar outlet. Selebihnya seperti persaingan, service, bisa diperbaiki terus sambil bisnis berjalan.

Pemasaran untuk UKM bisa dimulai dari hal hal marketing yang sangat dasar, tapi innovatif. Coba disimak :


1. Brand: gunakan brand yang catchy, bisa juga terdengar "nyeleneh" agar pasar juga cepat aware  dengan hadirnya toko anda. Juga thematik in line dengan produk yang dijual. Brand yang unik akan diingat lebih lama daripada nama brand yang pasaran. Apalagi disekitar banyak toko pesaing. Pasang banner  logo Brand ini di depan took dengan ukuran yang lumayan terlihat dsn fontnya bisa jelas dibaca. Logo brand jangan dibuat mengejar estetika pemilik brand tapi jadi susah dibaca orang umum. Logo Brand sebaiknya simple, gampang dibaca sekilas dan langsung diingat orang karena namanya unik, bentuk estetikanya pas dan komposisi warnanya menarik Logo Brand juga dipasang di brochure promo, kemasan produk, seragam penjaga toko, bahkan di souvenir souvenir misalnya. 


2. Outlet/Toko:, catnya berwarna terang agar markingnya jelas. Kalau bisa gunakan color identity sesuai warna logo agar in line dengan logo brandnya. Kalau itu berupa gerobag dorong, maka cat gerobag dengan warna terang atau digambar body gerobagnya secara menarik. Walaupun sudah  malam jaga agar lampu signboard brand toko anda tetap terang, agar jika malam ada orang yang lewat depan toko tapi toko sudah tutup tapi sempat muncul keinginan untuk datang besok harinya. Sign board juga memuat gambaran produk yang anda jual juga no telp yang bisa dihubungi . Dan ingat lampu penerangan harus terang agar terpancar energy produktif untuk toko Anda. Toko yang gelap, kusam , tidak terawat membuat orang malas berkunjung apalagi melakukan transaksi.


3. Buat bonus menarik yang murah. Misalnya warung makan pecel lele: untuk pesan 2 porsi lele dapat teh botol gratis. Untuk toko galon aqua atau gas tambahkan beberapa bungkus supermi. dan lainnya. Promo promo paket seperti di toko toko retail modern di Mall mall juga tidak tabu untuk dibawa ke toko toko kecil pinggir jalan. Bahkan bagi kalangan segmen mid below penawaran paket promo lebih hemat ini sangat berarti bagi mereka karena mereka segmen pasar yang peka harga


4. Care kepada pelanggan. Yang juga membedakan satu toko dengan toko lain sejenis adalah perhatiannya. Misalnya toko jual pulsa, selama proses input pulsa ke hp sediakan 1 cup mineral water dan permen untuk yang mengisi pulsa atau membeli assesories hp. Tawarkan jasa kita untuk membantu mengisikan pulsa fisik di hp mereka. Untuk toko bangunan, beri pertimbangan kepada pembeli cat tembok sebagai konsultasi, bukan hanya sekedar jual beli padahal kita tahu cat yang kita jual ke pembeli sebetulnya tidak cocok atau terlalu mahal...


5. Performance. Ini yang sering dilupakan di toko toko kecil. Walaupun hanya jualan di toko kecil, selalu jaga penampilan yang terbaik. Wajah segar, rambut disisir rapi, tidak bau badan dan tidak bau mulut. Senyum, sapa, salam adalah wajib. Pakai seragam yang bersih dan rapi, jangan sekedar pakai kaos oblong dan celana pendek, belum mandi sudah melayani pelanggan. Kalau ada pilihan toko yang lebih sopan lagi pelayannya , maka pelanggan pasti pindah.


6. Cetak dan sebar brochure. Design brochure yang simple tapi menarik. Skemanya bagi yang datang ke toko dengan membawa brochure tsb akan mendapat diskon 10%. Brochure harus menyebutkan dengan jelas alamat toko, jika ada no telp, lengkapi dengan foto toko dan beberapa foto produk. Jika produk Anda terkait dengan obat atau perawatan jelaskan khasiatnya.


7. Unik. Misalnya kalau tempat usaha berupa gerobag roti yang keliling kampong pakai speaker yang volumenya sesuai saja untuk umumkan "teriakan maut" merk dan tagline produk anda. Jika tidak ingin terlalu ribut mengganggu lingkungan bisa gunakan krincing sebagai tanda kehadiran gerobag Anda. Kerincing ini akan berbunyi terus selama gerobag Anda jalan. Ini juga sebagai penanda bagi yang mendengar bahwa gerobag roti Anda sebentar lagi akan sampai ke sana.


8. Jaga hubungan relasi dengan pelanggan. Referensi toko anda dari mulut ke mulut sesama orang yang sudah dikenal akan lebih efektif dibanding jika anda yang tawarkan sendiri. Jadi menjaga loyalitas pelanggan lama dengan baik akan membawa banyak pelanggan pelanggan baru.


9. Datang ke lokasi toko sejenis, misalnya restorant dan pelajari apa yang ada disana dan diminati oleh pelanggan. Usahakan ada dan harus lebih baik bisa ditawarkan di toko Anda. Atau bicara dengan para pelanggan dan berpura pura sebagai tamu toko juga mencoba menyebut nama toko/ brand Anda untuk sekedar informasi langsung pilihan / alternative toko produk sejenis di target pelanggan dari produk sejenis

Jadi marketing dan promo bukan melulu cost mahal untuk pasang iklan di media, pasang banyak  billboard danspanduk, sebar ribuan brochure. Banyak cara lain untuk bisnis UKM yang budgetnya lebih rendah tapi masih efektif untuk bisnis UKM.
 

SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )