Sabtu, 06 Juli 2013

PENTINGNYA MENGELOLA PRESEPSI PASAR

Fakta dalam bisnis bahwa kadang kita merasa sudah melakukan yang terbaik, mulai dari merencanakan, membuat strategi, mengaplikasikannya di outlet atau pada produk, menjualnya sampai menangani after sales service, tapi hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan. Berarti apa yang kita sampaikan dan kita sediakan ternyata tidak sesuai dengan harapan pasar. Jika kenyataan yang kita sediakan tidak sesuai dengan harapan, maka tentu saja ada kekecewaan target pasar.

Kita para pelaku bisnis mengeluarkan banyak usaha untuk "mengira ngira", membayangkan, apa kira kira yang diharapkan calon pelanggan kita pada saat produk atau jasa ini dilaunching ke pasar. 

Pertanyaannya banyak: apa kriteria dan spesifikasinya sudah sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, apa sudah bisa menggantikan produk pendahulu yang selama ini dikenal kuat di pasar, apa harga cocok bisa diterima pasar, apa nanti produk/jasa ini mudah didapat diberbagai kota/ daerah, apa nanti produk/jasa ini bisa berumur panjang dan tetap trend, apa secara bisnis produk ini bisa membawa profit yang menguntungkan, dan banyak sekali pertanyaan terkait bisnis. 

Banyak resiko? Santai sajalah, justru itu memang jadi entepreneur atau pengusaha tidak bisa diterima oleh mereka yang tidak berani menanggung resiko. Jadi jika Anda memutuskan jadi pengusaha harusnya Anda sudah siap secara mental dan waktu untuk jadi pengusaha sukses dengan persiapan yang pasti tidak mudah. 
Tapi paling tidak dari sekian banyak pertanyaan pertanyaan tsb Anda bisa menentukan prioritas persepsi mana yang akan penuhi lebih dulu dengan skala 7 atau 8 dalam skala 1-10.  Artinya jika Anda penuhi dengan baik kebutuhan poin tsb, dari 10 pelanggan, Anda hanya akan dikomplain 2-3 pelanggan saja. Itu cukup baik. Anda tidak bisa sama sekali menghilangkan komplain pelanggan, apalagi di awal awal memulai usaha.

Lalu setelah itu tentukan prioritas ke-2, yang Anda akan usahakan kepuasannya dalam skala 6-7. Jadi mungkin ada 3-4 pelanggan dari 10 pelanggan yang akan komplain. Lanjutkan ke beberapa poin lagi, dan bahkan mungkin Anda tidak akan bisa betul betul aman di semua poin pertanyaan persepsi Anda. Karena itu Anda perlu tetapkan segmentasi dan positioning bisnis Anda, agar Anda bisa membayangkan persepsi yang hampir tepat sesuai target spesifik pasar Anda. Dengan segmentasi, diferensiasi dan positioning maka Anda tidak melebar kemana mana mengelola persepsi target pasar Anda.

Disamping itu persepsi kebutuhan pasar memang tidak bisa disimpulkan secara 100% akurat dan jika disediakan akan 100% diterima secara puas oleh pasar. Maka pilihan yang akan lebih menantang bagi Anda sebagai pebisnis adalah mengedukasi target pasar Anda, menciptakan persepsi trend kebutuhan baru. Kebutuhan yang tadinya belum terlalu dilihat dan dirasakan sebagai urgensi, bisa kita edukasi sebagai potensi market baru. Seperti karaoke keluarga sebelum tahun 2005 masih dianggap bukan potensi bisnis yang bagus, tapi dengan edukasi market dan penyesuaian spesifikasi produk yang tepat, sampai sekarang ternyata keluarga masa kini berbondong bondong datang mencari hiburan di outlet karaoke keluarga dan dari segi prospek bisnis pun sangat menarik dan menjanjikan profitnya. 

Tidak mungkin Anda memberikan pemenuhan dalam skala penuh untuk semua persepsi pasar. Yang Anda butuhkan bagaimana Anda mengelola persepsi ini. Menentukan skala prioritas pemenuhannya dan menjalani improvementnya secara bertahap sampai setiap poin persepsi kepuasan maksimal pelanggan Anda bisa naikan skalanya satu persatu. Bisnis harus tetap berjalan, tidak bisa menunggu Anda mampu 100% memenuhi semua persepsi pasar. Anda tidak akan pernah mulai berbisnis. Maka bersabar dan berkomitmenlah dalam berbisnis.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)