Sabtu, 17 September 2011

MODAL SOCIAL NETWORK

Seperti sudah diketahui, kita hidup di dunia ini bersama dengan berbagai macam kalangan, berbagai profesi, berbagai keahlian skill, dsb tapi tetap dengan satu tujuan hidup yaitu “mencari uang”. Apapun profesi, usaha, upaya hidup yang dilakukan oleh manusia pada akhirnya adalah bagaimana bisa menghasilkan uang untuk membiayai hidup, keluarga, dalam skala yang yang lebih besar lagi menambah kekayaan, membawa kekuasaan, atau dalam kearifan hidup adalah untuk berderma, membantu orang lain.
Banyak pelaku usaha pemula selalu mengatakan bahwa tidak memiliki modal capital ( uang ) dalam memulai bisnisnya. Padahal uang bukan satu satunya yang terpenting dalam memulai usaha. Adalah social network ( jaringan ) yang bisa mengambil alih kekurangan pengusaha  dalam unsur modal. Social Network Capital ini bisa menggantikan Uang dalam bentuk yang lebih efektif dalam membangun sebuah usaha mandiri di awal memulai usaha.
Misalnya: melengkapi, orang teknik yang mendevelop produk atau teknologi harus berpartner dengan orang non teknis yang bisa lebih berperan di pemasaran agar produk teknologi tadi bisa terjual. Seorang pemikir ide /konseptor kawasan bersinergi dengan arsitektur lansekap dan design agar icon kawasan hiburan taman kota bisa diwujudkan. 3D nya dan dipresentasikan kepada investor  dan pejabat pemerintahan kota.  Seorang pemilik ruko bisa merger dengan pemlik barang dagangan untuk bersama sama membuka usaha dagang di suatu kawasan . Banyak usaha bisa dimulai dengan menggunakan kekuatan jaringan.
Seperti OBING: Organized By Integrated Networking Group, yang bergerak juga dengan mengandalkan kekuatan jaringan. Group pemilik modal bertemu dengan group pemilik barang, dipertemukan oleh pihak penggagas ide bisnis. Group group in berintegrasi dalam satu system bisnis yang telah disepakati bersama dan memulai usaha dengan cara group satu memberi support kepada group lainnya. Kami sendiri di Obingmitra sebenarnya tidak kuat di modal uang, kami hanya menggunakan skill bisnis dan gagasan ide untuk membangun jaringan bisnis Obingmitra. Tentunya yang harus dimiliki lagi adalah sikap professional dan menjaga kepercayaan. Dalam bisnis kedua karakter ini mutlak harus dimiliki oleh setiap pelaku bisnis, baik itu di kalangan share holder maupun stake holder lain. Jika kita sudah tidak punya sikap professional dan tidak bisa dipercaya, maka Anda tidak akan menjadi apa apa sekarang atau juga nanti.  Social Network ini dibangun awalnya dari sikap professional dan memegang kepercayaan. Tidak peduli saat ini Anda hanya karyawan biasa, jalankan tugas dan tanggung jawab Anda dengan sebaik baiknya. Tampilkan performance yang membuat orang yang berhadapan dengan Anda yakin bahwa Anda adalah orang yang kompeten di bidang Anda. Pegang teguh setiap janji kerja, tepati waktu di setiap janji pertemuan, layani client dengan sepenuh hati, penuhi bahkan lampaui target kerja yang dibebankan owner kepada Anda. Maka setiap orang akan melihat Anda sebagai mitra bisnis yang bisa dipercaya untuk ditempatkan sebagian dana mereka untuk investasi bisnis dengan skema kemitraan.
Maka jika sekarang Anda masih karyawan dan ingin memiliki bisnis sendiri, tekunlah pada pekerjaan Anda. Bekerjalah diatas standard rata rata karyawan lain. Tuhan tidak tidur, dan banyak orang lain disekitar Anda juga mengamati Anda. Jika saat itu datang, Anda akan diajak berbisnis oleh orang yang sudah lama mengamati Anda atau mereferensikan Anda sebagai seorang yang kompeten, professional dan bisa dipercaya untuk menjadi mitra bisnis. SEMANGAT SUKSES ( Mirza A.Muthi )


Sabtu, 10 September 2011

EXCUTIVE SUBSTITUTED TRASNPORTATION

Ada pertanyaan di email yang bertanya bagaimana mengatasi masalah kemacetan yang makin menggila belakangan ini di jalan jalan utama bahkan di tol DKI Jakarta. Walaupun ini tidak terkait dengan masalah bisnis dan marketing, tapi sangat terkait dengan kenyataan apa yang kita temukan dan rasakan sehari hari. Untuk ajang diskusi, saya akan melemparkan sebuah pemikiran yang bisa kita diskusikan bersama.

70% kapasitas jalan di Jakarta ditutupi oleh kendaraan pribadi berkapasitas 4 orang atau lebih yang isi di dalamnya pada saat sedang berada di jalan raya mungkin hanya 1 atau 2 orang saja. Jelas mobil pribadi yang membuat jalan raya Jakarta sesak dan padat. Mobil pribadi, sebagai mana karakter para pengemudinya mencerminkan karakter yang berbeda beda. Ada yang berjalan lambat walaupun di jalur cepat, ada yang zig zag dengan kecepatan tinggi, ada yang senang menerobos lampu merah dan masuk jalur yang salah, ada yang tidak merasa bersalah jika parkir di pinggir jalan ramai. Sejak mobil disupiri oleh supir atau pemiliknya, maka mobil tersebut "bernyawa" dan melibatkan karakternya dalam lalu lintas Jakarta. Jadi kalau ada 5 juta mobil 1 hari berkeliaran di Jakarta, saat itu ada 5 juta karakter mobil yang saling bersinggungan satu sama lain. Jika bersinggungannya bisa mengikuti satu system yang umum berlaku, maka para mobil tsb akan lancar mengikuti arus walaupun tidak bisa terlalu cepat mengalir. Tapi kalau masing masing mobil mengikuti nafsu karakternya sendiri sendiri, maka titik titik konflik antar berbagai jalur makin banyak tercipta dan kondisi macet jelas tercipta. Maka untuk diusahakan agar pencipta karakter mobil mobil ini "dipaksa dijadikan 1 karakter" bukan hal yang mudah. Seluruh pengendara mobil di Jakarta harus disamakan persepsinya tentang karakter mengemudi yang baik, sopan dan berempati. Atau jika tidak bisa distandardkan karakter pengemudinya, maka pengemudi pengemudi ini harus dilepaskan dari tugasnya mengemudi dan menaiki 1 moda transportasi yang sama.

Transjakarta yang beroperasi di jalur Busway juga sudah lumayan mengurangi jumlah mobil beredar di jalan raya. Tapi rasanya itu tidak cukup karena jalan tol tetap saja padat merayap. Masih belum banyak pemilik mobil yang pindah moda transportasi. Padahal mobil pribadi yang harus dikurangi populasinya dan pemilik mobil pribadi adalah orang orang kaya Jakarta.

Menurut saya, apa yang dibutuhkan orang orang bermobil mewah di DKI. Jakarta bukan mass rapid transportation ( MRT ), tapi executive substituted transportation. ( EST ) Sebuah konsep moda transportasi yang dirancang cukup mewah seperti kabin pesawat, AC dan sound system, lengkap dengan kursi yang nyaman dengan formasi yang bisa menampung cukup banyak penumpang dan kemudahan akses penumpang keluar masuk, dan tentu saja pramugarinya yang sopan menarik..

Trans Jakarta masih seperti bus umum yang diberi jalur khusus saja tapi tetap belum bisa memindahkan orang orang kaya yang biasa bermobil pribadi untuk berpindah mengendarai trans jakarta karena secara kenyamanan, ketepatan waktu, ataupun standard life style masih belum sesuai dengan standard mereka.

Strategi ini sinergi antara pembatasan pemakaian Premium bersubsidi dengan penyedian alternative transportasi yang pantas untuk mereka yang biasa bermobil pribadi
Langkah pertama sediakan EST dan infrastrukturenya.
Tentunya setiap kebijakan transportasi sebelum diaplikasikan harus disiapkan dulu backbone infrastrukturenya, agar tidak timbul gejolak di masyarakat

Langkah kedua, naikan harga pertamax dan larang mobil plat hitam membeli premium subsidi. Pembeli Pertamax akan mendapat kartu hologram yang dipasang di kaca depan bagian dalam  sebagai tanda bahwa mobil ini diizinkan untuk lalu lalang di jalan raya dalam kota Jakarta. Kartu hologram ada 7 warna yang dirandom warna hariannya yang berlaku sama di seluruh DKI Jakarta. Mobil tanpa kartu hologram ini tidak diijinkan melintas di dalam kota baik jalan tol maupun jalan arterinya. Sehingga kalau mau melintas di dalam kota, maka dia wajib membeli pertamax agar mendapat kartu hologram. Kartu ini harus diserahkan kembali pada saat membeli pertamax lagi dan ditukar dengan kartu hologram baru dengan warna yang berlaku untuk hari itu. Beli Pertamax biar sedikit tapi setiap hari agar kartu hologram bisa selalu menyesuaikan dengan warna yang berlaku.

Tujuan utama EST ini harus mampu memindahkan pengendara mobil pribadi yang mengendarai mobil berkapasitas 4-6 orang tapi hanya diisi sendiri atau dengan supir, menjadi beralih ke transportasi umum yang tetap sesuai dengan lifestyle mereka.

Hal hal yang perlu dipenuhi dari EST ini adalah:
·         Station dan feeder di lokasi perumahan dan lokasi bisnis dan perdagangan, lengkap dengan ojek motor executive            untuk mengantar dari station ke tempat tujuan akhir.

·         Kemudahan pembelian tiket on line atau kartu berlangganan dengan pelayanan 24 jam.

·         Kenyamanan setara mobil pribadi, jadi tidak ada penumpang berdiri karena penumpang sesuai kapasitas duduk.

·         Ketepatan waktu dan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang jelas dalam skala maksimum per 10 menit.

·      Dibuatkan jalur khusus bebas hambatan. Agar tidak diserobot kendaraan lain yang pengemudinya masih bermental         "penyerobot" maka jalur EST sebaiknya dibuat "melayang" di atas jalan umum, seperti monorel.

·        Keragaman tujuan dari area perumahan jabodetabek  ke lokasi lokasi bisnis utama di seluruh area Jakarta.

·         tiket yang harus cukup mahal sehingga membatasi segmen penumpang yang masuk ( walaupun demikian tetap               lebih murah jika dibandingkan dengan pertamax yang biasa mereka beli ). Misalnya Rp.10.000 per trayek koridor.

·         jam operasional yang panjang. Jika perlu 24 jam karena kegiatan kalangan executive panjang sepanjang hari                   mulai dari urusan kantor sampai entertainment.

·        membangun area pos parkir kendaraan pribadi yang luas dan aman juga infrastruktur station EST yang modern bagi calon penumpang EST di sekeliling jabodetabek Dengan kapasitas angkut 50 penumpang per unit EST saja bisa mengurangi 500m2 badan jalan yang terpakai kendaraan pribadi Jika ada 100 unit EST beroperasi sekali waktu maka 50.000 m2 badan jalan bisa membuat kendaraan pribadi yang masih mau membayar pertamax yang mahal berjalan di jalan raya masih mempunyai ruang gerak dan bisa lebih mengalir.

Akhirnya pilihannya bagi pengguna mobil akan ada 3: Pengguna Premium hanya bisa melintas di kota satelit pinggiran Jakarta, Pengguna Pertamax bisa melintas di dalam kota Jakarta tapi dengan harga Pertamax yang mahal, atau bagi pengguna premium yang akan aktifitas di dalam kota Jakarta tapi dengan biaya murah bisa menggunakan EST yang tetap nyaman.

Dept perhubungan, Polda Metro Jaya, Gubernur DKI harus gencar mensosialisasikan dan  mengkomunikasikan EST ini kepada seluruh masyarakat Jakarta khususnya ke perumahan perumahan elite, kawasan perkantoran, resto cafe hotel dimana komunitas pemilik mobil pribadi berkumpul dan beraktifitas. Jadikan EST ini sebagai standard lifestyle mereka dan juga bukti empati mereka kepada permasalahan lalu lintas Jakarta. 

Jika EST ini bisa menjadi lifestyle , bahkan bisa jadi tempat sosialisasi segmen employee menengah atas dan dinaiki oleh mayoritas pengendara mobil pribadi, maka masalah kemacetan lalu lintas jakarta yang disebabkan oleh pertumbuhan mobil yang jauh melampaui kapasitas jalan raya akan teratasi. Demikian usulan, jika ada tanggapan atau materi diskusi lain kami persilakan email ke email kami. SEMANGAT SUKSES ( Mirza A. Muthi )