Sabtu, 01 Februari 2014

SUDHKAH ANDA NILAI PROSPEK RUTINITAS ANDA ?

Setelah libur panjang tahun baru yang lalu, seperti biasa kita akan masuk rutinitas sehari hari. Bekerja seperti yang dilakukan sehari hari. Tapi coba analisa lagi rutinitas kerja Anda demi kebaikan Anda dan masa depan keluarga. Jangan terjebak amannya rutinitas, tapi fokuslah pada prospeknya. Pergi pagi pulang sore yang sudah Anda lakukan bertahun tahun apa sudah atau akan bisa membawa perubahan? Perubahan yang tentunya membawa ke arah lebih baik. Bukan berubah makin resah karena perusahaan tempat bekerja makinlama makin tidak jelas. Parameternya coba dianalisa dan sudah bisa menghitung sendiri kalau setiap tahun naik gaji cuma 5-10% maka dalam 5 tahun tidak akan bisa mengejarkebutuhan sekolah anak yang makin mahal.

Sebetulnya sudah tahu, tapi tetap tidak mencoba membuat perubahan darirutinitas kerja tanpa prospek tsb. Sudah tahunan bekerja tapi tidak mendapat kenaikan gaji dan benefit kesejahteraan yg signifikan padahal kebutuhan keluarga terus naik. Apalagi jenjang karir juga tidak jelas bagaimana penilaian prestasi dan parameternya sehingga peluang promosi jabatan yang pasti mempengaruhi gaji dan benefit juga tidak jelas. Atau Anda merasa sebetulnya bidangpekerjaan yang dikerjakan saat ini bukan kesukaan Anda, jadi rasanya kurang semangat dalam bekerja. Tapi tetap saja Anda jalankan sebagai rutinitas tanpa Anda ada keinginanmerubahnya.

Banyak hal yang menyebabkan rutinitas kerja hanya berjalan begitu saja tanpa ada "jiwa" didalamnya. Sekedar yang penting ada kegiatan rutin setiap hari dan bisa dilihat tetangga setiap pagi pergi dari rumah ke kantor dan baru pulang kerja nanti malam. Kita seringkali kehilanga kebanggaan atas apa yang kita kerjakan atau bidang yang sedang kita kerjakan karena hanya terjebak rutinitas. Sebaiknya Anda punya prioritas dalam melakukan kerja rutinitas ini, jika untuk keluarga maka hasilnya jelas harus meningkat terus. Kebutuhan keluarga pasti akan meningkat seiring tumbuhnya anggota keluarga, harga2 kebutuhan keluarga, sekolah anak, kesehatan, asuransi, rekreasi, dll

Anda sudah tahunan bekerja di satu perusahaan, pasti Anda sudah mendapat pola bagaimana kinerja bisnisnya, perilaku ownernya dan prediksi masa depannya. Jika Anda bertahan di perusahaan yang tidak bisa memberi Anda kebutuhan masa depan Anda, mungkin tahun ini sudah waktunya cari pekerjaan lainatau sumber penghasilan lain daripada menunggu keburu tua. Jangan terus saja terjebak rutinitas yang tidak berprospek. Tapi jika  Anda masih muda, single, pemula dgn prioritas mencari pengalaman dan tantangan, maka cari bidang pekerjaan yang sesuai passion, agar jika ternyata Anda memang betul betul cinta pada pekerjaan Anda untuk selanjutnya bisa terus berkarir profesional di bidang Anda. Intinya, dalam berkarir jadilah salah satu yang terbaik di bidang Anda sehingga harga Anda menjadi mahal dan banyak pihak membutuhkan jasa spesifik Anda.

Rutinitas akan membawa ke zona nyaman. Tapi zona nyaman yang memang betul nyaman jika penghasilannya juga sesuai atau lebih dari kebutuhan. Bukan nyaman karena kerjanya santai dan yang penting ada kegiatan setiap harinya. Kalau hanya sekedar ada pekerjaan tapi hasilnya tidak cukup dan takut untuk merubah status itu yang susah. Nasib tidak akan berubah jika Anda tidak merubahnya atau Anda tidak akan sempat berubah lagi karena waktunya sudah terlalu terlambat bagi usia tua dan kesehatan Anda.

Maka lihatlah prospek rutinitas Anda, apa akan membawa kebaikan untuk masa depan atau Anda hanya takut untuk mulai merubahnya? Anda yang tahu.

SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)