Sabtu, 13 Oktober 2012

KONSEP KERJA

Manusia adalah makhluk Tuhan paling tinggi derajatnya. Ada binatang, tumbuhan, bahkan bakteri yg sama sama hidup di bumi. Tapi manusia yang dibekali instrument/fitur hidup yang paling lengkap. Ada akal, budi, mental, karakter, otak kanan, otak kiri, kemampuan belajar, beradaptasi, analisa dan mencari solusi, kemampuan memperbaiki diri sendiri dan merekayasa lingkungan sekitar agar kondusif sesuai kebutuhan yang diinginkan. 

Tumbuhan dan hewan hanya mengikuti alam secara naluri. Orientasinya menyesuaikan dan bukan merekayasa. Oleh sebab itu kenapa manusia yang menjadi khalifah di bumi, bukan hewan atau tumbuhan. Dengan kemampuan ini, manusia bisa mendamaikan bumi atau bahkan merusak bumi dan makhluk lain.

Kembali dalam skala kecil setiap diri manusia, dalam melaksanakan kehidupannya di bumi. Untuk bisa bertahan hidup di dunia, manusia sendiri perlu survive. Bertahan hidup dengan memiliki penghasilan karena secara umum dimanapun di "dunia manusia" ini, uang menjadi alat hidup yang paling dicari manusia. Cara mencari uang yang paling dasar yang dilakukan semua umat manusia adalah "bekerja". Lalu konsep bekerja yang paling dasar adalah "manusia yang membutuhkan uang, bekerja kepada manusia lain yang bisa memberinya uang", atau biasa disebut menjadi karyawan.

Jujur saja pada diri sendiri,apa saat ini Anda sudah bahagia dengan rutinitas kerja? Puas dengan hasilnya?kenapa serahkan nasib Anda pada pihak lain?

1/jika Anda sadari berapa banyak waktu yang telah berlalu tanpa memberi makna pada nilai hidup Anda,rasanya sayang sekali karena waktu tidak kembali

2/tidak ada yang salah jika Anda jadi pegawai. Tapi Anda harus mendapatkan manfaat bagi diri sendiri selama berkarir jadi karyawan, menambah nilai

3/kadang kita berencana jadi pegawai dulu  untuk membuat persiapan menjadi pengusaha. Mencari pengalaman, tingkatkan skill dan membina mental

4/agar jika sudah waktunya persiapan dirasa cukup, maka bisa pindah kuadran menjadi pengusaha mandiri. Secara teori memang bisa diaplikasi

5/tapi tidak semua suasana dan situasi kerja di perusahaan mendukung utk membangun mental entrepreneur dengan adanya budaya kerja negatif

6/bergabung dalam sebuah kelompok kerja di perusahaan dengan banyak orang,kadang kita terbawa suasana dan situasi yang dominan. Itu alamiah

7/yang bahaya jika budaya kerja negatif yang lebih dominan berkembang disana, bukan mental dan karakter kuat yg kita dapat, tapi malah makin melempem

8/bukan membentuk Anda jadi pribadi yang unggul, kompetitif dan berkarakter karena justru Anda tercemar mental dan karakter negatif.  

9/Apalagi jika Anda sudah jadi karyawan selama bertahun tahun, sehingga tidak Anda rasakan akhirnya di pikiran bawah sadar merubah diri Anda

10/membentuk karakter dan mental Anda jadi kurang kondusif lagi dan membuat distorsi dari misi awal bekerja untuk membangun persiapan

11/jika ingin menjadi pengusaha,sudah jadi karyawan lama akhirnya menjadi malah semakin takut memulai action jadi pengusaha

12/Sebagaimana di hampir semua perusahaan yg kita rasakan sebagai karyawan, pasti ada budaya kerja karyawan yang umum terjadi di perusahaan 

13/seperti budaya karyawan lebih suka mengeluh tentang tugas kerja, terlalu banyak menuntut, padahal belum memberikan kontribusi apa apa kepada perusahaan 

14/bukan seorang team player karena selalu ingin dimudahkan untuk urusan diri sendiri dan memberi beban lebih ke rekan kerja lain. Egois 
.
15/Padahal selama ini kita baru kerja seenaknya, yang penting "dilihat bekerja". Sekedar sibuk, tapi tidak memberi nilai tambah pada hasil pekerjaan. 

16/Kalau perlu biar tetap dinilai bekerja sesuai target sampai berani me-manipulasi data data prestasi kerja.Otak jadi dilatih untuk curang 

17/dan kalau sekali dua kali berhasil, maka jadi terbiasa mencurangi perusahaan. Bahkan di kantor cuma menghabiskan waktu kerja untuk internet

18/Kebiasaan kerja dengan tidak sempurna karena merasa rugi kalau memberikan yg terbaik buat perusahaan. Tidak memiliki inisiatif untuk kreatif 

19/dan sering menunda memulai pekerjaan, tidak disiplin dalam waktu kerja. Datang paling akhir dan pulang kantor paling cepat tanpa hasil optimal. 

20/Jelas sikap seperti itu seperti tidak ada "rasa memiliki" , tanggung jawab dan daya juang. Padahal entrepreneur butuh sikap mental ini 
.
21/Yang dipikirkan bagaimana supaya saya tidak dirugikan perusahaan, bukan pada bagaimana supaya perusahaan tidak rugi.
Seperti jual beli

22/Masalah mental juga sangat mempengaruhi karakter seseorang. Mental yang negatif, tidak antusias, bermalas malasan

23/kadang malah memprovokasi rekan kerja lain untuk berpihak meng-komplain kepada kebijakan perusahaan. Alasan solidaritas

24/Banyak karyawan yg bekerja dgn standar mutu kerja yg rendah, seadanya, menggampangkan pekerjaan, kurang memberi arti pada kerja team

25/merasa paling pintar,paling memberi kontribusi dan paling berarti dalam sebuah team,tidak menerima kritik dan susah menerima arahan.

26/Jika tanpa antusias dan inisiatif, maka bertahun tahun bekerja Anda hanya akan terjebak dalam rutinitas. Dan itu untuk waktu tahunan

27/Pergi pagi pulang petang tidak ada penambahan nilai positif  pada hasil pekerjaan maupun peningkatan nilai pada diri sendiri. 

28/Senang pada kenyamanan kerja yang tenang tenang saja, kadang kalau ada rotasi tugas atau diberi tantangan di Divisi lain maka malah panik

29/Itu sebabnya jika seseorang sdh terlanjur nyaman bekerja menjadi karyawan dan sudah terlalu lama sehingga mental dan karakter terbentuk 

30/yang terbentuk secara tidak disadari mengambil banyak nilai nilai negatif dari budaya kerja perusahaan, karena terbiasa itu kontraproduktif

31/maka akan susah bagi orang tersebut untuk pindah kuadran menjadi pengusaha. Ketakutannya nanti memasuki situasi fase pengusaha 

32/ketakutan setelah fase karyawan akan jauh lebih besar dibanding cita cita dulu saat memulai entrepenuer dan menjadikan karyawan sebagai awal proses. 

33/Situasi berusaha mandiri diyakini akan berbeda jauh dari saat masih menjadi karyawan, bayangan ketidak pastian pendapatan bulanan, 

34/ketakutan nanti jadi pengusaha sudah tidak bisa kerja santai lagi seperti saat jadi karyawan, bukan terima gaji malah harus memberi gaji karyawannya 

35/dll sangat membelenggu mental dan menjauhkan niat membuka usaha sendiri dari action. Semakin takut dan semakin menunda. Umur makin tua

36/Padahal Action adalah turning poin berubah dari fase karyawan menjadi pengusaha mandiri. Memulai dulu,baru bs mulai berubah pelan pelan

37/Jadi hati hati dengan budaya kerja sebuah perusahaan, jika Anda tahu ada budaya kerja yg tidak positif maka jangan larut didalamnya

38/karena budaya kerja dibentuk oleh dominan karakter dan mental pimpinan dan karyawan di perusahaan tsb. Agak susah untuk tidak ikut larut

39/Jika didominasi oleh pimpinan dan teamwork karyawan yang kondusif,antusias, result oriented, teamwork dan pembelajar, 
itu sgt bagus

40/maka akan membentuk Anda menjadi pribadi yang siap lepas landas,cukup persiapan,cukup pengalaman untuk pindah ke tahap calon pengusaha

41/Anda betul betul belajar di perusahaan dan ambil manfaat yang Anda pegang sebagai nilai penting untuk persiapan ke tahap jadi seorang entrepreneur

42/Tapi jika Anda lama kerja di perusahaan dengan ritme kerja biasa saja, yang tidak punya bobot progress pada nilai yang memberi manfaat bagi diri Anda, 

43/sebagian besar karyawannya menganut budaya kerja negatif, maka Anda akan makin jauh dari realisasi niat berubah status menjadi pengusaha. 

44/Pertimbangkan dengan baik karena waktu yang sudah terlewati tidak bisa kita putar ulang lagi,dan yang penting apa yang kita lakukan akan membekas 

45/Dan tentu saja, selama Anda nyaman menjadi karyawan belasan bahkan puluhan tahun tentu saja membuat umur Anda menjadi lebih tua. 

46/Pada saat sudah terlalu tua maka memulai profesi menjadi pengusaha akan sangat susah. Sangat susah menerima kemungkinan resiko 

47/pada saat sudah banyak tanggungan keluarga, sementara fisik dan kesehatan sudah dirasakan makin menurun. Sudah maklum. . 

48/Selanjutnya saran saya, jika harus berkarir awal menjadi karyawan maka masuklah pada perusahaan dengan ritme kerja yang kompetitif, 

49/suasana kerja yang kondusif, bangun nilai nilai tambah positif dan cukup kerja 5 tahun saja. Setelah itu pindah kuadran jadi pengusaha. 

50/hidup adalah mengenai pilihan. Maka perlu hindari terkontaminasi hal2 yang kontraproduktif agar tetap berani memilih yang berisiko tapi untuk maju

Demikian sedikit brainstorming untuk konsep kerja. Mudah mudahan bisa membawa pencerahan bagi Anda dan fit in dengan apa yang sedang Anda rasakan dan lakukan saat ini. SEMANGAT SUKSES (Mirza A. Muthi)

Sabtu, 06 Oktober 2012

8 PRINSIP PENGUSAHA YANG BERJIWA SPIRITUAL

8prinsip pengusaha adalah pilar-pilar yang harus kukuh kita pegang untuk menjadi spiritual entrepreneur. 8prinsip tersebut di-ekstrak oleh Ust @Yusuf_Mansur dari QS Ali Imran ayat 14-17. 8prinsip itu membentuk mozaik postur pengusaha yang selalu diliputi pertolongan Sang Pemilik Modal Utama.

Prinsip 1 Aamanna, YAKIN hanya ALLAH yg berkehendak. Inilah titik zero yg justru jadi pelipat ganda kekuatan.

Prinsip 2 faghfirlana, Minta ampunan Allah SWT atas dosa masa lalu yg kerap menghalangi pertolonganNya.

Prinsip 3 Waqina ‘adzabannaar, Jaga diri dari neraka. Inilah prinsip yg membangun komitmen selalu bersih.

Jika prinsip 1 adalah “pondasi”, prinsip 2 & 3 adalah “pembersihan” atas segala penghalang pertolonganNya.

Prinsip 4 Ash-Shobiriina. SABAR. Baik dalam amaliyah, menahan diri dari maksiat atau ketika mengelola nafsu.

Prinsip 5 Ash-Shodiqiina. Lurus dan jujur selalu baik hati, pikiran maupun tindakan.

Prinsip 6 Al-Qonitiina. TAAT selalu. Perintah Allah adalah prioritas di atas segala aktivitas.

Ketika prinsip 2 & 3 telah membersihkan diri kita, prinsip 4, 5 & 6 menjadi pagar penjagaan.

Dua prinsip berikutnya adalah roket pendorong untuk bergerak lebih cepat menuju quantum changing.

Prinsip 7 Al-Munfiqiina, menafkahkan harta di jalan Allah. Baik lapang maupun sempit.

Prinsip 8, mustaghfiriina bil ashhaar, beristighfar di waktu sahur, berdiri hidupkan malam dg tahajud.

Prinsip 7 & 8 adalah tradisi para kekasih Allah, prinsip yg akan jadi “pesawat jet” bagi para pengusaha.

Demikian tentang 8prinsip pengusaha, semoga bermanfaat:)

Sumber :   www.yusufmansur.com/8-prinsip-pengusaha/