Jumat, 01 Juni 2018

MEDIA SOSIAL PROMO



Saat ini untuk berbisnis jauh lebih mudah dalam mempromosikan dan meng'aware' produk Anda dalam lingkup yang lebih luas dan lebih cepat. Jika di tahun 90an sampai 2015 generasi diatas kita yang memiliki atau mengelola bisnis, harus lebih banyak menggunakan channel marketing konvensional seperti memasang spanduk dan banner di banyak lokasi umum, menyebar brochure secara rutin. Yang lebih berbudget bisa pasang iklan di media massa. Lumayan jika bisa beriklan di majalah lokal  wilayah atau komunitas. Jika punya budget lebih, bolehlah dilakukan sedikit promo via adlips di mall2, radio lokal atau pemutaran jingle di radio atau bahkan 1 periode iklan media televisi yang biayanya bisa ratusan juta. Sesekali bikin event/ikut pameran. Memang berat bagi bisnis skala UKM untuk mempromosikan usahanya. Mungkin itu juga yang jadi banyak pertimbangan kenapa berwirausaha atau entepreneur di masa itu masih susah  bergerak dan bertambah banyak.

Tapi zaman now ini di era Gen Millenial, dimulai dari Gen Y, Gen Z atau generasi milenial, sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak mencoba berwirausaha. Di zaman digital ini, sudah banyak sekali channel media sosial yang bisa dipakai dan dioptimalkan secara murah tapi efektif. Facebook dan Instagram merupakan channel yang banyak dipilih pengguna umum. Jika ada budget buatlah website usaha sendiri, agar Anda tidak usah tergantung dari operator dan bisa mengelola konten ataupun merencanakan promo marketing bisnis jangka panjang. Pengguna HP/ smartphone saat ini bisa mencapai 2 x dari jumlah penduduk produktif Indonesia. Ini seperti memberi brochure langsung ke tangan target konsumen tapi dalam bentuk yang lebih praktis on hand yang disukai konsumen. Bahkan Anda bisa meminta partisipasi dari penerima pesan produk Anda, misal meminta like, repost dan bawa notifikasinya ke outlet Anda untuk mendapatkan compliment produk. Seperti  saat sedang di outlet, bisa diminta memfoto produk dan mempublishnya via facebook atau instagram mereka dengan kompensasi diberi gimmick atau souvenir dan lain lain. Dengan kata lain Anda bisa meminta peran pelanggan Anda sendiri untuk membantu memasarkan produk Anda di kalangan jaringan medsos pelanggan Anda. Gen Z juga lebih menyukai produk atau brand dengan latar belakang cerita/story yang mengiringinya. Seakan cerita tsb relevan dengan pengalaman yang ingin didapatnya dan ada rasa ingin terlibat dalam kisah brand/produk Anda.

Pertama Anda tetap harus membuat promo konvensional, misal menyebar brochure yang didalamnya termuat alamat kontak facebook, instagram, nomor WA dan mungkin twitter Anda. Sedikit saja dan tidak perlu dalam jangka waktu yang panjang  sesekali penyebaran brochure ini diulang di wilayah sebat yang berbeda. Disebar secara lokal saja dengan tujuan untuk membangun base member yang akan jadi follower atau friends dari channel medsos Anda. Biasanya secara berangkai follower dan friends Anda akan terus bertambah karena itu sudah fitrah mekanistik di jaringan online. Selanjutnya setelah Anda memiliki follower atau friends, Anda bisa mulai push dan posting materi materi promo. Yang harus Anda perhatikan untuk marketing via medsos ini adalah konten yang tidak plain, spam atau membosankan. Tidak melulu harus Anda publish atau post foto foto produk atau program promo Anda. Atau repost lagi materi yang sama dalam waktu yang terlalu dekat. Akan terlalu membosankan jika itu Anda lakukan terus menerus. Untuk menghindari itu, Anda juga bisa menitipkan produk Anda di beberapa marketplace utama yang sering digunakan konsumen dalam searching produk dan jual beli online. Jadi Anda tidak perlu sering sering mengganggu follower atau friend Anda. Biar calon konsumen yang mencari produk Anda. Yang penting spek info produk Anda secara spek dan foto cukup lengkap informatif dan harga menarik. Jadi bisa tampil outstanding dibanding produk produk sejenis yang beriklan juga di marketplace. Jangan lupa, di marketplace, testimoni akan sangat terbuka dan itu akan sangat menjadi referensi bagi calon pembeli berikutnya. Maka Anda sangat perlu untuk menjaga kepuasan pelanggan.

Sharinglah sesuatu yang lebih bermanfaat sebagai variasi, sehingga penerima pesan tidak terganggu/enggan membuka pesan Anda. Kombinasikan pesan sesekali dalam bentuk foto, video yang melibatkan pelanggan saat sedang di toko/outlet Anda, video cara mempersiapkan produk Anda, design picture yang memuat quote, nasihat, pandangan hidup, testimoni pelanggan, liputan pada saat melakukan gathering dengan pelanggan, dll. Elemen sosmed yang mencakup audio dan video sangat memungkinkan Anda untuk "melibatkan" emosional pelanggan yang membuka promo medsos Anda. Dari puluhan konten promo dari berbagai produk yang masuk ke smartphone pelanggan, maka pelanggan akan mulai menseleksi konten promo mana yang akan mereka buka dan amati, bahkan mungkin bisa terlibat di dalamnya. Gunakan tagar/hashtag  ( # ) yang kira kira trend menjadi kata kunci yang paling sering terpikirkan oleh pencari informasi via medsos, agar cepat mengarahkan pencarian pasa materi promo Anda. Lalu gunakan pelanggan tidak hanya sebagai penerima informasi saja, tapi ajak juga agar menjadi influencer atau support sebagai bagian aktif dari kampanye Anda yang dibuat secara cerdas.

Maka walaupun saat ini setiap usaha bisa melakukan promo via medsos secara lebih murah, tapi jangan malah membuat ini jadi bumerang bagi promo Anda karena materi yang Anda posting melulu bersifat iklan saja, hanya menawarkan tanpa Anda bisa "memberi manfaat lebih" bagi penerima info medsos Anda. Bisa bisa karena bosan dan merasa terganggu, maka pertemanan atau follower Anda bisa didelete. Cerdas dan empati dalam menggunakan channnel medsos dalam mempromosikan produk dan brand Anda, akan membawa banyak penghematan dan percepatan dalam Anda membangun wira usaha.
#marketingsosialmedia
#promoviamedsos
#medsos
#konsultasibisnis
#UKM


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar