Selasa, 01 Oktober 2019

Kumpulkan Kunci Kunci Pintu Rejeki Anda.

Di kepercayaan saudara kita kalangan chinese dikenal istilah Hokky atau mungkin yang dimaksud keberuntungan seseorang terkait mendapatkan hal hal baik seperti rejeki, uang, kesempatan, kepercayaan, dll. Ada yang bilang si A hokkynya gede..sedangkan si B kurang hokkynya. Maka dalam kenyataannya biasanya si A tampak lebih makmur, lebih sukses, lebih lancar rejeki, bagus kariernya dibanding si B. Kenyataan seperti itu memang terjadi di kehidupan sehari hari, pada orang orang yang kita kenal di keseharian kita atau bahkan anggota keluarga kita. Tapi apakah itu bagian dari hokky? Walahualam..

Dalam keyakinan saya, lebih percaya "apa yang kita tuai adalah apa yang kita tanam". Atau kalaupun ada beberapa orang dari kelompok tertentu yang sepertinya sangat terberkati sekali karena semua unsur hidupnya selama hidupnya selalu sukses, lancar, mudah, tidak pernah susah, maka bisa jadi itu ujian duniawi. Dalam keyakinan saya setiap masalah kesusahan atau kemudahan kelancaran, semua adalah tetap ujian hidup. Senang dan susah yang kita dapatkan dan harus jalani, semua adalah ujian dari Alloh SWT. Tujuannya agar kita selalu membumi, merendahkan hati, tidak sombong, bersyukur dan pada akhirnya selalu peduli dan membantu kepada yang masih kurang beruntung.

Visualisasikan bahwa Alloh SWT sudah menyediakan kamar kamar yang isinya pekerjaan yang baik, harta yang berlimpah, anak anak yang soleh, rejeki yang terus bertumbuh, karir yang meningkat, dll. Semua sebenarnya sudah disimpan oleh Alloh SWT di kamar kamar rahasia yang di pintunya sudah ada nama kita tertulis disitu. Kenapa "rahasia"? karena kita tidak tahu mana "kunci' yang cocok dan tepat untuk membuka pintu pintu masing masing kamar ini. Nah tugas kita di perjalanan hidup kita adalah mengumpulkan sebanyak mungkin kunci kunci yang bisa kita dapat, mungkin saja beberapa kunci diantaranya ada yang cocok tepat pas untuk membuka kunci pintu kamar yang ada tulisan nama kita. Apakah kunci itu berupa anak kunci? bukan begitu..maksudnya kunci itu adalah pengarah jalan terbukanya pintu pintu menuju pintu kamar kita. Bisa jadi untuk membuka 1 pintu kamar kita harus membuka kunci pintu gerbang  komplek dulu, lalu buka pintu pagar depan, lalu buka kunci ruang tamu, lalu baru bisa buka kunci kamar. Maka perlu 4 anak kunci sampai pintu kamar rejeki kita bisa dibuka. Satu pintu demi satu pintu yang berhasil kita temukan anak kuncinya dan buka pintunya, maka akhirnya akan mengarahkan langkah sampai ke depan pintu kamar rejeki kita dan kita buka pintunya dan dapatlah rejeki yang memang sudah disiapkan Alloh SWT oleh kita. 

Aplikasinya keberuntungan/hokky dalam kehidupan atau karir misalnya, Anda ditugaskan sebagai manager franchise yang 1 toko franchisenya bernilai investasi diatas Rp.500 juta. Mungkin dalam hati ada keraguan bagaimana menjual franchise semahal itu sedangkan Anda tidak punya relasi dari kalangan orang orang kaya. Maka bekerja saja dengan systematis, terarah, ibadah jangan dilupakan disertai berdoa. Selanjutnya lakukan hal hal baik setiap hari setiap saat. "Kumpulkan kunci kunci" yang bisa Anda kumpulkan. Tidak disangka ternyata jalan usaha Anda dimudahkan oleh Alloh SWT. Dipertemukan Anda puluhan kali dengan prospek prospek investor franchise dalam berbagai kesempatan dan tidak tahu darimana datangnya. Kerja Anda di dept.franchise sukses dan orang orang berkata bahwa Anda hokky. Alhamdulillah.

Maka dalam kehidupan ini perbanyak dan sering sering berbuat baik saja. Kepada bawahan tidak segan mengajarkan ilmu kerja yang lebih baik, kepada binatang yang kehausan memberi minum, kepada peminta minta yang kelaparan, kepada masjid yang atapnya bocor, kepada keluarga yang membutuhkan nasihat, kepada anak yatim yang butuh tempat berlindung, kepada siapa saja yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal, terutama kepada yang memang membutuhkan, bahkan sesepele membuang kerikil yang ada di jalan, membuang botol kosong yang dibuang sembarangan oleh orang lain, memindahkan anak kucing di tengah jalan raya ke pinggir jalan supaya tidak tertabrak mobil, membawakan makan untuk pemulung dan semuanya itu akan jadi catatan amal ibadah dan "catatan baik itulah yang namanya kunci". 

Sehari kumpulkan satu kunci, dua kunci, dalam seminggu mungkin terkumpul 20 kunci, sebulan bisa terkumpul 200 kunci, setahun sampai terkumpul 2000 kunci, dst..Kumpulkan sebanyak mungkin kunci kunci yang disediakan Alloh SWT. Insha Alloh salah satu kuncinya nanti akan cocok untuk membuka salah satu pintu rejeki, pintu sukses yang sudah Alloh SWT sediakan. Di Islam mungkin tidak ada istilah hokky, yang ada semakin banyak kita berbuat baik, semakin banyak kunci kunci rejeki dunia kita kumpulkan, maka semakin besar kemungkinan kita dapat kunci yang kita butuhkan untuk membuka pintu pintu menuju pintu kamar rejeki milik nama kita yang sudah disiapkan Alloh. Ditunjukan sesuai misi hidup manusia Ditunjukan ditetapkan Alloh SWT kepada manusia adalah rahmattan lil alamiin: manjadi manfaat bagi sesama dan sekitar. Jadi segala niat, perbuatan dan tindakan kita yang memberi manfaat, bantuan dan memberi harapan lebih baik bagi orang lain, itulah yang akan jadi catatan baik amal ibadah berpahala dan bisa ditukar dengan kunci kunci yang kita butuhkan. Tentunya ini semua diluar ibadah wajib dan sunat langsung kepada Alloh SWT, yang harus tetap dijalankan sebagai hamba yang taat beribadah kepada Tuhan. Pada akhirnya setiap rejeki yang kita dapatkan, kembalikan lagi sebagian kepada perintah Alloh SWT: berbagi kepada sesama. Jadi konsep jalan rejeki adalah berputar, tidak mampet di satu orang saja. Maka selama konsep itu bekerja, insha Alloh keberuntungan Anda tidak pernah akan habis karena Alloh SWT telah menitipkannya pada umatnya yang tepat dan amanah.

Dan jangan salah persepsi mengenai rejeki. Rejeki bisa apa saja, dan tidak harus selalu uang. Jadi banyak banyak bersyukur jika Anda menerima kebaikan apapun juga. Besar kecil tetap bersyukur. Termasuk juga ujian adalah berkah, karena disana kita sedang diproyeksikan Alloh SWT untuk naik kelas agar siap menerima rejeki yang lebih besar lagi sekaligus tanggung jawab kemashlahatan umat yang lebih luas lagi melalui tangan Anda. Aamiin Ya Robbal Alamin.


SEMANGAT SUKSES 
(Mirza A.Muthi)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar