Jumat, 03 April 2020

Memulai Develop StartUp



Seiring perkembangan teknologi IT dan didukung kenyataan bahwa antar setiap individu perlu terhubung dengan berbagai motivasi, maka platform yang terinstall di SmartPhone yang langsung dipegang setiap orang dan user friendly menjadi banyak dikembangkan. Tapi mendevelop aplikasi startup sama sekali bukan hal yang mudah. 90% startup akan gagal di tahap tahap awal pembentukannya. Karena IT terutama prioritas fungsinya untuk mengumpulkan dan mengolah data kapasitas besar dengan akurat dan cepat, mempermudah proses kerja, terutama mengatasi masalah tempat dan waktu ataupun cara pembayaran yang selama ini mungkin bisa jadi kendala atau ketidak praktisan di cara bisnis konvensional.  Tapi inti kerja bisnisnya tetap di produk, delivery, harga, stock, komunikasi dan kordinasi antar pihak supporting, yang tetap harus dijalankan secara konvensional yang hasil akhirnya tetap pada kepuasan pelanggan

Bukan rahasia bahwa skill IT banyak dimiliki oleh generasi millenial yang memang belajar programming dan jaringan. Bahkan mungkin tanpa harus mengalami pengalaman kerja sebelumnya dan paham kendala di lapangan langsung, secara logika mereka bisa mencoba membuat platform yang diharapkan bisa support bidang bisnis tertentu dengan harapan bisa memudahkan, mempercepat proses dan tentu saja bisa menguntungkan sebagai bisnis. Para gen millenial ini memang sangat visioner dengan latar belakang skill IT dan jaringan, tapi ada kunci sukses lain yang harus ikut disertakan, yaitu detil pada saat membangun infrastrukture di lapangan. Mindset seharusnya adalah IT aplikasi adalah support, sedangkan infrastrukture lapangan adalah core businessnya. Sedangkan mereka yang berpengalaman di lapangan sudah tentu yang sudah berumur lebih senior. Maka sinergi antara gen milenial pelaku IT dan senior lapangan memang dibutuhkan untuk membuat development startup ini berhasil.

Saran saya perhatikan detil dalam setiap persiapan proses kerja. Detil itulah informasi yang harus didapat dari senior pelaku bisnis lapangan. Jika ada yang bisa diatasi dan diberi innovasi via IT maka lakukan untuk memberi value plus berupa kepraktisan, kecepatan dan kemudahan. Jadikan senior lapangan sebagai mitra/partner untuk menguji apa semua proses lapangan bisa berjalan secara IT dan aplikasi layak untuk launching. Karena sekali launching dan didownload oleh para pemilik SmartPhone maka mulai dari sana aplikasi ini akan mendapat respond dari mitra supporting dan dari pasar. Jika aplikasi ini dirasakan sangat bermanfaat dan membantu, maka startup ini akan sukses. Tapi sebagai aplikasi yang terconnect di jaringan maka kemungkinan bisnis startup ini dinilai gagal justru bisa lebih cepat dibanding bisnis konvensional karena sifatnya yang viral. Jika ada proses nya di lapangan ternyata susah dijalankan sesuai harapan atau bahkan menimbulkan kendala, maka kegagalan sudah diambang. Cepat teraplikasi sekaligus ketidak sempurnaan dalam detil prosesnya bisa cepat menyebar menjadi segala kekurangan dan kesalahan. Di titik inilah startup ini gagal dan dipastikan tidak akan bisa berkembang lagi bahkan ditinggal penggunanya.

Maka sebelum memulai develop aplikasi startup untuk manfaat kepraktisan bisnis, pelajari dulu secara detil bagaimana secara konvensional kebiasaan bisnis ini dijalankan selama ini. Lalu temukan partner senior pelaksana lapangan yang betul betul paham dan bahas bersama lalu lakukan analisa di poin poin ktitis mana aplikasi IT bisa berperan lebih banyak untuk mencapai faktor kemudahan dan keunggulan produk. Jika aplikasi ini dirasakan cerdas, bahkan  sangat membantu bagi pelaku bisnis atau memenuhi kebutuhan yang selama ini berproses konvensional, maka inilah titik awal kesuksesan platform aplikasi ini. Pada akhirnya juga pasti akan menarik bagi investor ataupun system crowdfunding. Jangan terbalik, dibuatkan flowprosesnya dulu secara IT lalu proses manual dipaksakan ikut system yang sudah diplotkan. Jika seperti ini akan ada   "kebijaksanaan natural" yang akan hilang dan itu berpotensi mengganggu proses, atau respon kurang baik dari para pihak yang terhubung, kecuali memang jika dari hulu ke hilir keseluruhan proses bisa berlangsung secara IT tanpa melibatkan peran manusia. Pay on detail, jangan hanya berpikir ingin cepat launching aplikasi tapi belum aplicable dijalankan di dunia nyata. Silakan bermimpi dan berjuang menuju unicorn. SEMANGAT SUKSES (Mirza A.Muthi)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar